Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    ANALISIS HASIL PERBANDINGAN PROSES LAS SMAW - GTAW DAN LAS KOMBINASI (GTAW DAN SMAW) TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN IMPACT PADA BAJA ASTM A36

    No full text
    Selama bertahun-tahun, ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju, seperti bidang konstruksi dan industri yang tidak bisa di pisahkan dari bidang pengelasan. Jenis pengelasan memiliki karakteristik yang berbedabeda, kelebihan dan kekurangan pada proses pengelasan membuat para pelaku industri harus menemukan rumus yang sangat penting untuk proses penyambungan dua bagian baja melalui metode pengelasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi perbandingan proses las SMAW dan kombinasi SMAW-GTAW terhadap kekuatan tarik dan impact pada baja ASTM A36. Baja ASTM akan di sambung menggunakan 3 metode pengelasan yaitu pengelasan SMAW, GTAW dan kombinasi SMAW GTAW dengan menggunakan posisi 1G dengan sudut kemiringan 70-80o . Pada pengelasan SMAW menggunakan elektroda E7016 Ø 2,6 mm dan E7018 Ø 3,2 mm dengan kuat arus 60-105 A, dengan polaritas DCEP. Pada pengelasan GTAW menggunakan elektroda ER 70S-6 Ø 1,6 mm, kuat arus 75-105 A, dan polaritas DCEN. Pada pengelasan kombinasi (GTAW dan SMAW) menggunakan elektroda ER 70S-6 Ø 1,2 mm untuk pengelasan GTAW dan untuk pengelasan SMAW menggunakan elektroda E7018 Ø 3,2 mm dan polaritas DCEN. Pada penelitian ini menggunakan 2 pengujian yaitu pengujian NDT dan DT. Pengujian NDT digunakan untuk memeriksa hasil pengelasan dengan pengujian meliputi: visual test dengan standar ISO 5817 dan penetrant test yang menggunakan standar ASME BPVC Section VIII Div. 1. Sedangkan untuk mengetahui kekuatan tarik menggunakan standar ASTM E 8M, dan uji impact menggunakan standar ASTM E 23. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan tarik terbaik yang di dapatkan dari 3 metode pengelasan yaitu pengelasan kombinasi dengan nilai 474,92 MPa, dan pada pengelasan SMAW mendapatkan nilai 468,06 MPa, sedangkan pada pengelasan GTAW mendapatkan nilai paling rendah yaitu 429,71 MPa. Pada pengujian impact metode pengelasan SMAW memliki nilai tertinggi yaitu 2,088 J/mm2 , pada pengelasan kombinasi mendapatkan nilai 2,015 J/mm2 , pada pengelasan GTAW mendapatkan nilai paling rendah yaitu 1,685 J/mm2

    KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DALAM MEMAHAMI ISU KONTROVERSIAL SEJARAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DEBAT DI SMA NEGERI 2 REMBANG

    No full text
    Kontroversi merupakan merupakan keadaan perselisihan atau perdebatan umum yang berkepanjangan hingga dalam jangka waktu yang tidak sebentar mengenai perbedaan pendapat atau sudut pandang. Sifat kontroversial akan selalu ada tak terkecuali pada peristiwa sejarah. Hal ini diketahui berasal dari kondisi bahwa sejarah senantiasa berposes dan bukan sebagai sebuah hal yang sudah selesai, sehingga muncul fakta dan interpretasi baru terhadap sebuah peristiwa sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana proses pembelajaran sejarah topik sejarah kontroversial berlangsung di SMA Negeri 2 Rembang, (2) mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana penerapan model pembelajaran debat pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Rembang, dan (3) menemukan dan menganalisis hasil berpikir kritis peserta didik pada topik sejarah kontroversial dengan menggunakan model pembelajaran debat. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan wawancara, observasi, tes, dan studi dokumen untuk menjawab 3 tujuan penelitan. Uji keabsahan data yang peneliti gunakan diantaranya trangulasi teknik dan triangulasi sumber. Peneliti menggunakan teknik analisis data berupa pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran sejarah yang berlangsung di SMA Negeri 2 Rembang sebelumnya telah mencakup materi terkait sejarah kontroversial, namun cakupan yang dibahas hanya sesuai apa yang tertera di buku teks. Model pembelajaran debat dimunculkan sebagai alternatif untuk mendorong peserta didik dalam memahami peristiwa sejarah kontroversial melalui dua perspektif yang berbeda. Peserta didik mampu menjalani debat dengan baik dan taraf kemampuan yang didapatkan adalah medium. Sedangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik sejalan dengan penilaian debat yang dilaksanakan dengan perolehan rata-rata sebesar 80,91 dan skor tertinggi mencapai 100 maka diketahui peserta didik sudah berada pada kategori berpikir kritis tinggi. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara peserta didik setelah dilaksanakan tes dimana peserta didik merasa melalui debat yang telah dilaksanakan, mereka tidak hanya dapat melihat dari 2 perspektif yang berbeda saja, melainkan dapat mencari titik temu dari pandangan yang berbeda untuk dijadikan sebagai pedoman akan sebuah kebenaran. Hal ini selaras dengan salah satu capaian dari kemampuan berpikir kritis yakni melakukan pengamatan terhadap sumber apakah sumber tersebut kredibel atau tidak, kemudian membuat sebuah kesimpulan dari berbagai asumsi atau persepsi yang ada

    PENGGUNAAN MODIFIED TOOL GRINDING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGASAH PAHAT BUBUT RATA KANAN MAHASISWA TEKNIK MESIN UNNES

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil belajar mengasah pahat bubut HSS rata kanan antara menggunakan modified tool grinding dan secara manual yang dilakukan oleh mahasiswa serta menganalisis peningkatan hasil belajar mengasah pahat bubut HSS rata kanan menggunakan modified tool grinding. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif eksperimen yang berfokus untuk menganalisis perbandingan hasil pengasahan pahat bubut HSS antara menggunakan modified tool grinding dan metode manual yang dilakukan oleh mahasiswa. Dalam penelitian ini, populasi yang diteliti terdiri dari 40 mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang yang sedang menempuh semester 3 pada mata kuliah Praktik Pemesinan Bubut 1. Pengumpulan data diambil dari mahasiswa yang melakukan pengasahan pahat secara manual maupun dengan modified tool grinding. Data yang diperoleh dalam studi ini akan dianalisis menggunakan uji t-test, yang bertujuan untuk membandingkan hasil pengasahan yang dilakukan secara manual dengan hasil pengasahan menggunakan modified tool grinding. Uji t-test ini dirancang untuk menentukan apakah terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok sampel yang diteliti. Hasil uji hipotesis menunjukan nilai t hitung sebesar 5,208 dan nilai t tabel sebesar 2,023, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Untuk hasil persentase peningkatan hasil belajar mengasah pahat bubut HSS rata kanan pada kelas eksperimen mengalami kenaikan sebesar 63% dan dapat dikategorikan sedang

    EVALUASI PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BLORA MENGGUNAKAN MODEL DISCREPANCY

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Kurikulum Merdeka pada jenjang pendidikan dasar di Kabupaten Blora dengan cara membandingkan antara standar dengan realita yang ada ditinjau dari empat dimensi kurikulum yaitu ide, rencana tertulis/dokumen, pelaksanaan, dan hasil. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Pada dimensi ide, guru-guru memiliki pemahaman yang baik tentang hakikat Kurikulum Merdeka, namun untuk tindak lanjut dalam merencanakan pembelajaran perlu ditingkatkan. Pada dimensi dokumen, beberapa komponen sudah disusun dengan baik, tetapi pada bagian strategi yang direncanakan masih ada guru yang belum dapat merealisasikannya dalam pembelajaran. Pada dimensi pelaksanaan, penerapan Kurikulum Merdeka sudah berjalan tetapi belum maksimal karena beberapa kendala seperti masih ada guru yang belum menyusun modul ajar, sarana dan prasarana sekolah yang terbatas, serta penerapan metode pembelajaran yang kurang interaktif. Pada dimensi hasil, penerapan pembelajaran yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka memberikan hasil yang positif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter peserta didik, meskipun masih perlu dimaksimalkan kembali

    PENGEMBANGAN ALAT PORTABLE UKUR ARUS, TEGANGAN, DAN SUHU PADA SISTEM TENAGA LISTRIK

    No full text
    Panel listrik berfungsi sebagai pusat distribusi dan pengendalian pada instalasi industri dan bangunan sering menghadapi berbagai masalah, seperti beban listrik yang berlebihan (overload), korsleting listrik, gangguan ground fault, dan kabel listrik yang rusak. Oleh karena itu, perawatan rutin dan pengukuran arus, tegangan, dan suhu secara berkala sangat penting dilakukan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah yang terjadi, agar panel listrik tetap berfungsi dengan optimal. Tujuan penelitian ini adalah membuat dan mengembangkan alat pengukuran arus, tegangan, dan suhu pada sistem tenaga listrik secara portable. Alat ini dilengkapi dengan sensor arus, tegangan, dan suhu, serta menggunakan baterai 5 volt sebagai sumber dayanya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan cara mengkalibrasikan alat pengukur yang dirancang dan kembangkan dengan alat pengukur tekiro. Selanjutnya yaitu mencari nilai error dan perbandingannya guna menentukan keakurasian dari alat pengukur yang sudah dirancang dan kembangkan. Penelitian ini juga menyajikan alat yang dirancang dan kembangkan secara portable agar memudahkan ketika melakukan pengukuran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat portable ini mampu melakukan pengukuran arus, tegangan, dan suhu secara akurat, serta memberikan kemudahan dalam penggunaan di lapangan. Dengan hasil rata-rata error pengukuran arus 1,15%, tegangan 0.7%, dan suhu 0,4% pada fasa R, sedangkan pengukuran arus 0,42%, tegangan 0,7%, dan suhu 0,3% pada fasa S, dan yang terakhir pengukuran arus 0,4%, tegangan 0,44%, dan suhu 0,8% pada fasa T. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah didapat Alat portable ini efektif untuk memantau kondisi panel listrik secara real-time tanpa memerlukan koneksi internet, sehingga cocok untuk pemeliharaan preventif di lingkungan industri

    IMPLEMENTASI MODUL TENTANG KITA SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KARAKTER PADA REMAJA DI KOTA TEGAL

    No full text
    Remaja merupakan suatu periode transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena yang dilakukan generasi muda terutama remaja mengalami kemerosotan moral. Masa remaja menjadi masa penuh emosi yang muncul karena adanya pertentangan nilai-nilai sosial. Fenomena kenakalan remaja yang marak terjadi seperti tawuran, bullying, dll. Kota Tegal tidak lepas dari permasalahan kenakalan remaja seperti tawuran, merokok, bolos, bullying. Terkait fenomena kenakalan remaja yang terjadi di Kota Tegal disebabkan oleh kurangnya kontrol diri pada remaja dalam mengelola emosi serta lingkungan pertemanan yang toxic. Permasalahan remaja Kota Tegal menjadi tugas utama bagi duta GenRe untuk mengurangi dan meminimalisir permasalahan lainnya. Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui kondisi perilaku sosial remaja di Kota Tegal, 2) untuk menganalisis implementasi modul tentang kita di Kota Tegal, 3) untuk menganalisis dampak implementasi modul tentang kita terhadap remaja di Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah forum GenRe dan duta GenRe Kota Tegal, remaja rentang usia 10-14 tahun, dinas DPPKBP2PA. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi yang digunakan untuk menjelaskan keabsahan data yaitu dengan menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kondisi perilaku sosial yang mempengaruhi perilaku remaja di Kota Tegal disebabkan oleh beberapa faktor yaitu keluarga, sekolah, lingkup pertemanan, dan sosial media; 2) Implementasi modul tentang kita yang diselenggarakan oleh GenRe Kota Tegal sebagai penguatan karakter remaja melalui beberapa tahapan kegiatan dimulai dari perkenalan, menjelaskan mengenai genre dan tujuan genre, pemaparan materi, presentasi, refleksi, games, dan diakhiri penutup; 3) Dampak implementasi modul tentang kita terhadap remaja meliputi penguatan karakter yang menjadi tujuan penelitian meliputi karakter rasa ingin tahu, toleransi, dan komunikatif, meningkatan kesadaran diri untuk mengenali diri, penguasaan keterampilan sosial yang baik untuk memberikan pendapat diruang publik, serta memperluas relasi meliputi anggota forum GenRe, remaja dan instansi pemerintah Kota Tegal

    PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi pada Karyawan Aktif di Jawa Tengah)

    No full text
    Sumber daya manusia merupakan komponen penting dalam meraih keberhasilan perusahaan, karena kontribusinya yang besar dalam pencapaian tujuan organisasi. Oleh karena itu, perusahaan harus memberikan perhatian pada aspek aspek yang memengaruhi produktivitas karyawan, seperti kesejahteraan mental, kepuasan dalam pekerjaan, dan tingkat motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi, yang difokuskan pada karyawan aktif di wilayah Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis Structural Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS) melalui program SmartPLS versi 3.0 dalam pengolahan data. Populasi dalam penelitian ini karyawan aktif di Jawa Tengah. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 200 responden menggunakan teknik nonprobability sampling. Hasil pengujian langsung menunjukkan bahwa lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Motivasi kerja yang berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Sedangkan, pengujian tidak langsung menunjukan kepuasan kerja dapat memediasi pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan secara signifikan. Penelitian ini menekankan peran penting kepuasan kerja sebagai faktor penghubung dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan, terutama melalui dukungan dari lingkungan kerja yang kondusif dan motivasi kerja yang tinggi. Hasil ini memberikan panduan bagi perusahaan untuk memfokuskan perhatian pada peningkatan kualitas lingkungan kerja dan penguatan motivasi karyawan, guna mendukung tercapainya kepuasan kerja dan kinerja yang maksimal

    PENYELESAIAN SENGKETA TANAH WAKAF MADRASAH DINIYAH NURUS SA’ADAH DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN RIMBO ULU KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI

    No full text
    Pembangunan perekonomian di Kecamatan Rimbo Ulu,Jambi menyebabkan berkurangnya lahan pemukiman dan fasilitas umum sehingga memicu konflik lahan. Banyak tanah wakaf yang tidak memiliki sertifikat resmi sehingga menimbulkan sengketa. Konflik muncul ketika ahli waris berusaha menarik kembali tanah wakaf untuk kepentingan pribadi, seperti yang terjadi di Madrasah Diniyah Nurus Sa’adah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelesaian sengketa tanah wakaf Madrasah Diniyah Nurus Sa’adah di Desa Sukamaju yang belum memiliki AIW dan sertifikat tanah wakaf. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis sosiologis dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan data primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerbitan Akta Ikrar Wakaf dan Sertifikat tanah wakaf di Indonesia mengikuti Hukum Islam dan regulasi nasional. Sengketa tanah wakaf Madrasah Diniyah Nurus Sa’adah muncul akibat transaksi jual beli tanpa sepengetahuan nazdir, namun surat wakaf yang ada tetap memiliki kekuatan hukum. Penyelesaian melalui mediasi diharapkan dapat mencegah konflik di masa depan. Hambatan yang dihadapi KUA dalam menangani sengketa mencakup perlunya evaluasi proses pendaftaran tanah wakaf oleh nazdir untuk mencegah sengketa serupa di kemudian hari. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Sengketa tanah wakaf Madrasah Diniyah Nurus Sa’adah melibatkan transaksi jual beli tanpa sepengetahuan nazdir oleh ahli waris, namun surat wakaf yang ditandatangani dan bermaterai sah memberikan perlindungan hukum, sehingga penyelesaian melalui mediasi antara nazdir dan ahli waris berhasil mencapai kesepakatan damai. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pendaftaran dan penyelesaian sengketa tanah wakaf di Indonesia

    EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN REALITA UNTUK MENINGKATKAN SELF-ESTEEM PADA SISWA OBESITAS DI SMK NU MA’ARIF KUDUS

    No full text
    Masalah rendahnya harga diri masih menjadi perhatian di lingkungan pendidikan, khususnya pada siswa dengan kondisi obesitas yang kerap mengalami perlakuan negatif dari lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh layanan konseling kelompok dengan pendekatan realita dalam meningkatkan harga diri siswa obesitas di SMK NU Ma’arif Kudus. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen (pretest-midtest-posttest control group design). Subjek penelitian terdiri dari 16 siswa obesitas yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Intervensi dilakukan dalam 7 sesi konseling menggunakan pendekatan realita dengan teknik WDEP (Want, Doing, Evaluation, Planning). Pengukuran self esteem menggunakan alat ukur skala selfesteem Coopersmith. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perhitungan pada uji mixed ANOVA adanya peningkatan yang signifikan harga diri pada kelompok eksperimen setelah mengikuti layanan konseling kelompok dibandingkan dengan kelompok kontrol diantara pengukuran 1,2, dan 3 yang ditunjukkan pada F (2,28) = 58.522, p < 0,01 Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan realita efektif untuk diterapkan dalam layanan konseling kelompok untuk membantu siswa obesitas meningkatkan harga diri mereka. Penelitian ini merekomendasikan penerapan layanan konseling kelompok realita di lingkungan sekolah untuk meningkatkan self-esteem siswa obesitas

    THE CORRELATION BETWEEN STUDENTS' GRAMMAR MASTERY AND THEIR ABILITY IN WRITING SENTENCES IN NARRATIVE TEXTS (A Correlational Study at the 10th-Grade Students of SMA Negeri 1 Suruh)

    No full text
    Grammar is one of the aspects that need to be mastered by the students if they want to have good writing skills. This research aimed to (1) identify students’ ability in mastering simple past tense and past perfect tense in the narrative text, (2) identify students’ ability in developing sentences in narrative text writing, and (3) find out the correlation between students' mastery of simple past tense and past perfect tense and their ability to develop sentences in narrative text. Most previous studies used a written test method in the data-collecting process. However, in the current study, the researcher applied the Quiziz platform as a medium to conduct the test. This research applied quantitative methods by using IBM SPSS Statistics 25. Data collection was accomplished through two types of tests: grammar and writing. The population was 10th-grade students of SMA Negeri 1 Suruh for the 2023/2024 academic year. The findings showed that tcount is 14.91 and the ttable at a significant level of 5% (0.05) with 68 degree of freedom (df) was 1.995. It means that tcount is higher than ttable so that Ha is accepted and H0 is rejected. It can be concluded that there is a significant correlation between students’ mastery of simple past tense and past perfect tense and their ability to write narrative text. It shows that good grammar greatly influences the sentence structure of their narrative text writing result. Most of them have grammar mastery and the ability to write sentences at a good level

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇