Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI PANTAI NGEBUM KABUPATEN KENDAL

    No full text
    Masyarakat merupakan unsur penting bersama pemerintah dan swasta dalam melaksanakan dan mendukung pembangunan kepariwisataan. Dukungan masyarakat dapat diperoleh melalui penanaman kesadaran masyarakat akan arti Pendidikan Kepariwisataan. Kerusakan lingkungan menjadi isu penting di sektor pariwisata. Penanggulangan telah dimulai dari pemerintah dengan kegiatan pariwisata yang berbasis konsep ekologi yang mengedepankan pengelolaan sumberdaya manusia yang didasarkan pada kearifan lokal. Banyak sekali pariwisata di Indonesia yang mengalami kerusakan lingkungan terlebih lagi dampak dari kegiatan pariwisata itu sendiri penanganan yang tidak efektif menjadikan kerusakan lingkungan tidak membaik namun semakin rusak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Peneliti mencari fakta tentang bagaimana partisipasi masyarakat sekitar dalam pengelolaan lingkungan pariwisata di Pantai Ngebum Kabupaten Kendal dengan interpretasi yang tepat, serta akan mempelajari masalah yang terjadi di lapangan. Termasuk didalamnya adalah kegiatan, pandangan, sikap, serta proses yang berlangsung dalam pengelolaan pariwisata yang dilakukan oleh masyarakat sekitar Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan hasil yaitu 69% dan masuk ke dalam kategori tinggi. Meskipun angka presentase turun, namun masih ke dalam kategori tinggi. peneliti menyebutkan bahwa pada tahap evaluasi masyarakat terlibat dalam pengawasan mengenai program yang berjalan. Secara menyeluruh tingkat partisipasi yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Mororejo terhadap lingkungan di Pantai Ngebum berada di Skor 72% dan memiliki kategori yang tinggi. Skoring ini didapat dari keterlibatan masyarakat dari awal saat pengambilan keputusan hingga akhir yaitu saat evaluasi. Masyarakat yang sangat antusias dalam keterlibatan mengenai penyusunan hingga evaluasi dikarenakan masyarakat merasakan dampak dari adanya objek wisata Pantai Ngebum khususnya dalam ekonomi sehingga masyarakat ikut terlibat aktif. Saran pengelola menambah sarana dan prasarana berupa tempat sampah untuk menangani sampah yang dibuang secara sembarangan. Pengelola juga dapat menambah intensitas pengangkutan untuk mengatasi sampah yang menumpuk dan melakukan sosialiasi kepada masyarakat sekitar untuk melakukan pembuangan air kamar mandi yang termanagement dengan baik. Pengelola membuat sarana dan prasarana yang dapat mendukung kegiatan pendidikan pariwisata

    EFEKTIVITAS SIMULASI MITIGASI BENCANA ERUPSI MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING DI SMA NEGERI 1 KARANGNONGKO KABUPATEN KLATEN

    No full text
    SMA Negeri 1 Karangnongko merupakan sekolah yang berada dilereng gunung Merapi, sekolah ini memiliki ancaman erupsi sangat besar dan bahaya karena letak sekolahan yang sangat dekat dengan gunung Merapi. Pengetahuan siswa mengenai mitigasi bencana masih rendah dan guru masih cenderung menggunakan metode ceramah. Peneliti menerapkan simulasi mitigasi bencana erupsi menggunakan metode role palying untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai mitigasi bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tahap perencanaan simulasi mitigasi bencana menggunakan metode role playing, tahap pelaksanaan simulasi mitigasi bencana erupsi menggunakan metode role playing, dan mengetahui efektivitas simulasi mitigasi bencana erupsi menggunakan metode role playing di SMA Negeri 1 Karangnongko Kabupaten Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis desain pre�eksperimental dengan menggunakan pendekatan one group pre-tes post-tes. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI total sempel 34 siswa SMA Negeri 1 Karangnongko. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, angket, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif presentase dan uji N-gain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan mitigasi bencana siswa SMA Negeri 1 Karangnongko mengalami peningkatan setelah dilaksanakan pembelajaran menggunakan metode role playing ditunjukkan dengan hasil belajar siswa perbandingan nilai pre-tes dan post-tes mencapai 76,16 % “Sangat Baik”. Aktvitas siswa SMA Negeri 1 Karangnongko tergolong baik, siswa terlihat antusias saat mengikuti simulasi mitigasi bencana erupsi menggunakan metode role playing ditunjukan dengan hasil pengamatan efektivitas siswa perkelompok dengan rata-rata mencapai 82% “Sangat Baik”. Hasil perhitungan aktivitas siswa selama pembelajaran simulasi mitigasi bencana erupsi menggunakan metode role playing diperoleh rata-rata skor 80% “Tinggi”. Siswa memberi respon menyenangkan terhadap pemebelajaran simulasi mitigasi bencana erupsi menggunakan metode role playing dibuktikan dengan hasil respon positif siswa rata-rata mencapai 85% “Sangat Menarik”. Berdasarkan ketiga indikator variabel efektivitas pembelajaran simulasi menggunakan metode role playing sudah memenuhi kriteria efektif. Dalam tahap perencanaan terdapat 2 tahap yaitu menyusun modul ajar dan menyusun metode role playing. Tahap pelaksanaan menuntut guru memadukan materi pokok dengan pengetahuan yang mereka miliki didunia nyata. Berdasarkan hasil uji N-Gain dapat diketahui simulasi mitigasi bencana erupsi menggunakan metode role playing efektif. peneliti menyadari hasil penelitian ini bukanlah hasil yang sempurna, terdapat kelemahan dalam pelaksanaan tes, maka dari itu peneliti menyarankan pelaksanaan tes dilaksanakan dengan pantauan yang maksimal supaya hasil belajar dapat menggambarkan kemampuan siswa sebenar-benarnya

    PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN KEPALA KELUARGA PENERIMA REDISTRIBUSI TANAH DI KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG

    No full text
    Ketimpangan kepemilikan lahan menjadi persoalan utama di perdesaan, menghambat akses petani kecil terhadap sumber daya dan kesejahteraan. Kecamatan Getasan merupakan salah satu wilayah yang menjadi lokasi pelaksanaan program Redistribusi Tanah pada tahun 2019 yang bertujuan untuk mengatasi ketimpangan kepemilikan lahan dan meningkatkan kesejahteraan petani kecil melalui pemberian hak atas tanah secara legal. Salah satu aspek penting yang perlu dikaji pasca redistribusi adalah bagaimana lahan yang diterima dimanfaatkan untuk mendukung penghidupan berkelanjutan bagi para penerima manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sebaran lokasi lahan redistribusi tanah di Kecamatan Getasan; (2) mengidentifikasi jenis penggunaan lahan redistribusi tanah di Kecamatan Getasan; (3) mengidentifikasi jenis kepemilikan lahan redistribusi tanah di Kecamatan Getasan; (4) mengidentifikasi penghidupan berkelanjutan kepala keluarga penerima redistribusi tanah di kecamatan Getasan. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu sebaran lokasi lahan, penggunaan lahan, kepemilikan lahan, dan penghidupan berkelanjutan berdasarkan dengan lima modal penghidupan, yaitu modal manusia, modal alam, modal sosial, modal finansial, dan modal fisik. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis spasial untuk mengetahui sebaran lokasi lahan, analisis deskriptif untuk memperoleh data penggunaan lahan dan kepemilkan lahan redistribusi tanah, serta analisis kuantitatif untuk mengatahui tingkat penghidupan berkelanjutan kepala keluarga peenrima redsitribusi tanah. Hasil penelitian menunjukan bahwa lahan hasil redistribusi di Kecamatan Getasan terkonsentrasi di Desa Tajuk dan Desa Kopeng, dengan aksesibilitas lahan di Desa Kopeng lebih mendukung pemanfaatan produktif. Pola penggunaan lahan di Desa Tajuk didominasi peternakan akibat keterbatasan akses dan kondisi fisik, sedangkan Desa Kopeng didominasi pertanian dan menunjukkan peningkatan kesejahteraan. Sebagian besar penerima manfaat masih mempertahankan kepemilikan dan mengelola lahan secara mandiri, meskipun terdapat variasi dalam sistem pengelolaan. Akses dan aset penghidupan menunjukkan perbedaan antar desa, di mana Desa Tajuk unggul dalam modal sosial dan fisik, sementara Desa Kopeng lebih kuat pada modal alam dan finansial. Temuan ini menunjukkan bahwa redistribusi tanah telah mendukung penghidupan berkelanjutan, meskipun masih diperlukan penguatan akses terhadap pelatihan dan sumber daya ekonomi. Penelitian ini masih diperlukan penguatan pendampingan pasca-redistribusi melalui pelatihan keterampilan, kemudahan akses permodalan, dan pengembangan kelembagaan lokal. Pemerintah daerah juga diharapkan memperhatikan aksesibilitas fisik dan sosial agar pemanfaatan lahan lebih optimal dan berkelanjutan

    PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT ADAT SEDULUR SIKEP PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 DI DESA BATUREJO KECAMATAN SUKOLILO KABUPATEN PATI

    No full text
    Kajian ini akan membahas tentang partisipasi politik masyarakat adat Sedulur Sikep Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati melalui kegiatan kebudayaan pada Pemilu Tahun 2024. Fenomena ini penting untuk dikaji guna memahami partisipasi politik masyarakat Sedulur Sikep Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati pada Pemilu Tahun 2024. Dengan menilik kondisi masyarakat adat Sedulur Sikep yang dikenal sebagai komunitas masyarakat adat yang menolak arus modernisasi dan memilih untuk mempertahankan kearifan budaya selama puluhan tahun hingga sekarang. Masyarakat adat Sedulur Sikep dikenal melalui nilai-nilai kearifan lokal yang kuat dan dijaga secara konsisten oleh warganya. Masyarakat Sedulur Sikep memiliki kebiasaan, tata nilai, dan sistem sosial yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi politik masyarakat adat sedulur sikep pada pemilihan umum tahun 2024 dengan menggunakan teori Pierre Bourdieu yang mencakup empat konsep utama: Habitus, Modal, doxa, dan Arena. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber, sementara analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan politik sedulur sikep desa baturejo diperoleh dari pengalaman historis ajaran dan tradisi serta dinamika konflik yang mereka alami. Sedulur sikep desa baturejo melaksanakan partisipasi politik dengan cara menggabungkan kegiatan kebudayaan dengan praktik partisipasi politik. Peran tokoh adat dan nilai serta ajaran sedulur sikep menjadi kunci dalam proses habituasi partisipasi politik. Solidaritas, gotong royong, dan konsistensi sedulur sikep Desa Baturejo mempermudah proses produksi pengetahuan partisipasi politik Sedulur Sikep Desa Baturejo. Sedulur sikep Desa Baturejo memanfaatkan modal budaya, sosial, dan simbolik untuk memperkuat legitimasi sosial terhadap praktik partisipasi politik yang mereka laksanakan. Untuk dapat berkompetisi dalam arena sosial yang mereka hadapi, sedulur sikep desa baturejo melakukan akulturasi antara budaya dan kegiatan partisipasi politik. Peran pemerintah melalui KPU Kabupaten Pati dan kehadiran LSM atau NGO memperkuat legitimasi sosial terhadap Sedulur Sikep Desa Baturejo. Proses tersebut menghasilkan bentuk partisipasi politik yang khas dibandingkan dengan bentuk partisipasi politik masyarakat pada umumnya. Penelitian ini berkontribusi dalam memahami dinamika politik lokal dan proses adaptasi Sedulur Sikep Desa Baturejo dalam memproduksi bentuk partisipasi politik mereka. Temuan ini diharapkan mampu untuk menjadi referensi bagi kajian politik lokal khususnya dalam konteks masyarakat adat di Indonesia sehingga masyarakat adat mampu menunjukan bentuk pasrtisipasi politiknya

    PENGUATAN KETERAMPILAN HIDUP ABAD 21 BAGI PESERTA DIDIK KELAS VII MELALUI PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 1 SEMARANG

    No full text
    Perkembangan abad ke-21 menuntut peserta didik untuk memiliki keterampilan hidup yang adaptif terhadap dinamika sosial, budaya, dan teknologi. Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), pembentukan keterampilan abad 21 sangat diperlukan sebagai bekal dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan global. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), sebagai mata pelajaran yang berkaitan langsung dengan kehidupan sosial, memiliki potensi signifikan dalam mendukung penguatan keterampilan abad 21 tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana keterampilan 4Cs tersebut diupayakan dalam pembelajaran IPS dan menelaah sejauh mana realisasi pembelajaran di lapangan telah mendukung atau justru menghambat penguatan keterampilan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif studi kasus, melalui teknik wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi, dan analisis terhadap modul ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Keterampilan hidup abad 21 peserta didik kelas VII di SMP Negeri 1 Semarang bervariasi, dengan kecenderungan peserta didik lebih suka kegiatan sekolah non-pembelajaran dalam pengembangan keterampilan dibandingkan pembelajaran IPS. 2) Bentuk penguatan keterampilan abad 21 yang dilakukan dalam proses pembelajaran IPS yaitu diskusi kelompok, presentasi kelompok, pembentukan kelompok heterogen, serta melalui peran guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran aktif. 3) Faktor pendorong penguatan keterampilan 4Cs ini meliputi adanya kurikulum Merdeka yang mendukung dan peran guru yang responsif, sedangkan faktor penghambatnya meliputi rendahnya minat peserta didik terhadap proses pembelajaran IPS dan metode pembelajaran yang kurang variatif. Berdasarkan temuan tersebut, pembelajaran IPS diharapkan tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, akan tetapi juga berfungsi strategis dalam menumbuhkan keterampilan hidup abad 21 yang esensial dan bermakna bagi peserta didik

    PERBEDAAN EMISI GAS BUANG DAN KEBISINGAN DENGAN VARIASI BAHAN BAKAR DAN KEPADATAN GLASSWOOL PADA KNALPOT FREE FLOW SEPEDA MOTOR 125 CC

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kepadatan glasswool terhadap perbedaan nilai emisi gas buang dan nilai kebisingan yang dihasilkan pada knalpot free flow dengan penelitian true experiment. Subjek dalam penelitian ini adalah Honda Vario 125 CC Tahun 2020. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah exhaust gaz analyzer dan sound level meter. Data berupa grafik digunakan untuk menampilkan hasil data untuk setiap besaran satuan rpm. Hasil penelitian menunjukkan, (1) Hasil emisi terendah dengan pertalite pada putaran mesin 4000 rpm divariasi glasswool density 3 (kepadatan glassswool 126 gram) untuk CO dan HC sebesar 0,26% dan 158 ppm. Hasil emisi gas CO dan HC tertinggi pada putaran mesin 1500 rpm (idle) pada variasi glasswool density 1 (kepadatan glasswool 54 gram atau 0,2 g/cm³) sebesar 1,63% dan 328,6 ppm. Hasil penggunaan pertamax CO dan HC sebesar 1,34% dan 275 ppm (tertinggi) serta CO dan HC sebesar 0,22% dan 31,6 ppm (terendah); (2) Perbandingan penurunan tingkat kebisingan terhadap penggunaan glasswool density 1 glasswool (54 gram 0,2 g/cm³) sebesar 67,2 dB berbahan bakar pertalite dan sangat padat glasswool density 3 (126 gram atau 0,47 g/cm³) sebesar 62,8 dB berbahan bakar pertamax dengan presntase penurunan sebesar 6,55 % pada posisi idle

    PENGARUH PENGETAHUAN KESEHATAN KESELAMATAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PERILAKU K3 SISWA PADA PRAKTIK INSTALASI MOTOR LISTRIK (Studi Terhadap Kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK Negeri 3 Semarang)

    No full text
    Kesehatan dan keselamatan kerja yang diterapkan dengan benar dapat mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja. Untuk mengurangi terjadinya resiko kecelakaan kerja perlu adanya perilaku kesehatan dan keselamatan kerja yang diterapkan pada saat melaksanakan praktik. Adapun faktor yang dapat mempengaruhi perilaku kesehatan dan keselamatan kerja diantaranya pengetahuan kesehatan keselamatan kerja dan lingkungan kerja. Maka, tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Pengaruh pengetahuan kesehatan keselamatan kerja terhadap perilaku kesehatan keselamatan kerja siswa, (2) Pengaruh lingkungan kerja kerja terhadap perilaku kesehatan keselamatan kerja siswa, dan (3) Pengaruh pengetahuan kesehatan keselamatan kerja dan lingkungan kerja terhadap perilaku kesehatan keselamatan kerja siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pada penelitian yang dijadikan sampel adalah siswa kelas 11 Teknik Instalasi Tenaga Listrik yang berjumlah 52 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan variabel pengetahuan kesehatan keselamatan kerja berpengaruh positif dan signifikansi terhadap perilaku k3 dengan nilai signifikansi sebesar 0,00<0,05 dan dengan presentase pengaruh sebesar 28%. Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikansi terhadap perilaku k3 dengan nilai signifikansi sebesar 0,00<0,05 dan dengan presentase pengaruh sebesar 24%. Pengetahuan kesehatan keselamatan kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikansi terhadap perilaku k3 dengan nilai signifikansi sebesar 0,00<0,05 dan dengan presentase pengaruh sebesar 36%

    KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI SELF-EFFICACY PADA PEMBELAJARAN MODEL 4K (KARAKTER, KREATIF, KONSERVASI, DAN KINERJA) MATERI ALJABAR

    No full text
    Kemampuan berpikir kreatif matematis menjadi salah satu kemampuan dasar yang penting bagi siswa dalam pembelajaran matematika untuk mengonstruksi pemahaman melalui perumusan, penafsiran, penyelesaian model, dan perencanaan penyelesaian masalah. Self-efficacy merupakan salah satu aspek afektif yang dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas pembelajaran model 4K terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dan mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis ditinjau dari self-efficacy siswa dalam pembelajaran model 4K. Metode penelitian ini adalah mixed methods dengan desain sequential explanatory yang mengharuskan melakukan penelitian kauntitatif pada awalnya, menganalisis temuan, kemudian menggali eksplorasi yang lebih rinci melalui penelitian kualitatif untuk memberikan penjelasan terhadap temuan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Ungaran tahun pelajaran 2024/2025 sebanyak 314 siswa. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling, terpilih kelas VII A sebagai kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran model 4K dan kelas VII B sebagai kelompok kontrol yang memperoleh model problem based learning. Subjek diambil dengan teknik purposive sampling, dipilih dua siswa dari setiap kategori self-efficacy (tinggi, sedang, rendah). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan pembelajaran model 4K mencapai batas ketuntasan klasikal yaitu lebih dari 75% siswa yang mencapai batas tuntas; (2) rata-rata kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada pembelajaran model 4K lebih tinggi daripada menggunakan model problem based learning; (3) proporsi ketuntasan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada pembelajaran model 4K lebih tinggi daripada menggunakan model problem based learning; (4) subjek self-efficacy tinggi mampu memenuhi tiga indikator kemampuan berpikir kreatif matematis. Subjek self-efficacy sedang mampu memenuhi satu indikator dan cenderung tidak mampu pada dua indikator. Subjek self-efficacy rendah tidak mampu memenuhi dua indikator, dan cenderung tidak mampu pada satu indikator

    ADSORPSI SENYAWA TRIHALOMETANA MENGGUNAKAN ADSORBEN DARI LIMBAH KULIT UDANG YANG DIMODIFIKASI DENGAN POLIAKRILAMIDA

    No full text
    Penelitian ini menyelidiki potensi kulit udang yang dimodifikasi dengan poliakrilamida (PAM) sebagai adsorben untuk menghilangkan trihalometana (THM) dari air. THM merupakan senyawa produk samping dari penggunaan desinfektan klorin atau kloramin yang berbahaya dan sering ditemukan dalam air minum. Modifikasi kulit udang dengan PAM diharapkan dapat meningkatkan kapasitas adsorpsinya. Proses adsorpsi dilakukan dengan metode batch, dengan variasi konsentrasi awal THM dan waktu kontak. Karakterisasi adsorben sebelum dan sesudah adsorpsi dilakukan menggunakan FTIR, SEM-EDX, dan metode BET BJH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit udang termodifikasi PAM memiliki kapasitas adsorpsi THM yang lebih tinggi dibandingkan dengan kulit udang tanpa modifikasi. Kondisi optimum adsorpsi tercapai pada konsentrasi awal THM 35 g/L dengan waktu kontak 45 menit. Data adsorpsi mengikuti model isoterm Langmuir untuk adsorben kulit udang dan Freundlich untuk adsorpsi kulit udang termodifikasi PAM. Kedua jenis adsorben mengikuti model kinetika pseudo orde satu. Analisis dengan FTIR, SEM-EDX, dan BET-BJH menunjukkan adanya interaksi antara THM dengan permukaan adsorben, serta penurunan luas permukaan dan volume pori setelah adsorpsi. Hal ini mengindikasikan bahwa mekanisme adsorpsi dominan terjadi secara fisika dimana pori pori pada permukaan adsorben sangat berperan pada proses adsorpsi dengan kapasitas sebesar 19,190 mg/g untuk adsorben kulit udang termodifikasi PAM dan 14,787 mg/g untuk adsorben kulit udang tanpa modifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi kulit udang termodifikasi PAM sebagai bahan adsorben yang ramah lingkungan dan berbiaya rendah untuk mengatasi masalah pencemaran THM dalam air

    EVALUASI PENERAPAN HAK VETO PRESIDEN PADA PERSETUJUAN RANCANGAN UNDANG UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2019 DALAM PERSPEKTIF CHECKS AND BALANCES

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan hak veto presiden dalam pengesahan Rancangan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari perspektif mekanisme check and balances. Metode yang digunakan adalah yuridis sosiologis, yang menggabungkan kajian normatif hukum dengan analisis sosial terhadap proses legislasi. Fokus utama penelitian adalah mendeskripsikan bagaimana hak veto presiden diterapkan pada tahap pembahasan dan pengesahan RUU KPK, serta mengidentifikasi urgensi evaluasi terhadap efektivitas kewenangan tersebut dalam konteks hubungan antara eksekutif dan legislatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembahasan RUU KPK berlangsung secara terburu-buru, dengan percepatan hingga rapat paripurna yang menimbulkan kontroversi terkait perubahan kelembagaan KPK dari badan independen menjadi berada di bawah pengawasan eksekutif melalui status Aparatur Sipil Negara (ASN). Pada tahap pengesahan, presiden yang saat itu dijabat oleh Joko Widodo enggan membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk persetujuan, yang menimbulkan anomali dalam mekanisme check and balances. Jika presiden tidak menyetujui RUU tersebut, seharusnya keberatan disampaikan pada tahap pembahasan, bukan pada tahap pengesahan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa hak veto presiden tidak berjalan efektif sebagai instrumen pengawasan dan penyeimbang kekuasaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi mendalam terhadap penerapan hak veto presiden dalam proses legislasi, khususnya untuk menjaga keseimbangan kekuasaan antara lembaga eksekutif dan legislatif serta memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengesahan undang-undang. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan dalam memperbaiki mekanisme check and balances di Indonesia

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇