Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI PANTAI NGEBUM KABUPATEN KENDAL
Masyarakat merupakan unsur penting bersama pemerintah dan swasta dalam
melaksanakan dan mendukung pembangunan kepariwisataan. Dukungan masyarakat
dapat diperoleh melalui penanaman kesadaran masyarakat akan arti Pendidikan
Kepariwisataan. Kerusakan lingkungan menjadi isu penting di sektor pariwisata.
Penanggulangan telah dimulai dari pemerintah dengan kegiatan pariwisata yang berbasis
konsep ekologi yang mengedepankan pengelolaan sumberdaya manusia yang didasarkan
pada kearifan lokal. Banyak sekali pariwisata di Indonesia yang mengalami kerusakan
lingkungan terlebih lagi dampak dari kegiatan pariwisata itu sendiri penanganan yang
tidak efektif menjadikan kerusakan lingkungan tidak membaik namun semakin rusak.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Peneliti
mencari fakta tentang bagaimana partisipasi masyarakat sekitar dalam pengelolaan
lingkungan pariwisata di Pantai Ngebum Kabupaten Kendal dengan interpretasi yang
tepat, serta akan mempelajari masalah yang terjadi di lapangan. Termasuk didalamnya
adalah kegiatan, pandangan, sikap, serta proses yang berlangsung dalam pengelolaan
pariwisata yang dilakukan oleh masyarakat sekitar
Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan hasil yaitu 69% dan masuk ke dalam
kategori tinggi. Meskipun angka presentase turun, namun masih ke dalam kategori tinggi.
peneliti menyebutkan bahwa pada tahap evaluasi masyarakat terlibat dalam pengawasan
mengenai program yang berjalan. Secara menyeluruh tingkat partisipasi yang dilakukan
oleh masyarakat di Desa Mororejo terhadap lingkungan di Pantai Ngebum berada di Skor
72% dan memiliki kategori yang tinggi. Skoring ini didapat dari keterlibatan masyarakat
dari awal saat pengambilan keputusan hingga akhir yaitu saat evaluasi. Masyarakat yang
sangat antusias dalam keterlibatan mengenai penyusunan hingga evaluasi dikarenakan
masyarakat merasakan dampak dari adanya objek wisata Pantai Ngebum khususnya
dalam ekonomi sehingga masyarakat ikut terlibat aktif.
Saran pengelola menambah sarana dan prasarana berupa tempat sampah untuk
menangani sampah yang dibuang secara sembarangan. Pengelola juga dapat menambah
intensitas pengangkutan untuk mengatasi sampah yang menumpuk dan melakukan
sosialiasi kepada masyarakat sekitar untuk melakukan pembuangan air kamar mandi yang
termanagement dengan baik. Pengelola membuat sarana dan prasarana yang dapat
mendukung kegiatan pendidikan pariwisata
EFEKTIVITAS SIMULASI MITIGASI BENCANA ERUPSI MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING DI SMA NEGERI 1 KARANGNONGKO KABUPATEN KLATEN
SMA Negeri 1 Karangnongko merupakan sekolah yang berada dilereng
gunung Merapi, sekolah ini memiliki ancaman erupsi sangat besar dan bahaya
karena letak sekolahan yang sangat dekat dengan gunung Merapi. Pengetahuan
siswa mengenai mitigasi bencana masih rendah dan guru masih cenderung
menggunakan metode ceramah. Peneliti menerapkan simulasi mitigasi bencana
erupsi menggunakan metode role palying untuk meningkatkan pengetahuan siswa
mengenai mitigasi bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
tahap perencanaan simulasi mitigasi bencana menggunakan metode role playing,
tahap pelaksanaan simulasi mitigasi bencana erupsi menggunakan metode role
playing, dan mengetahui efektivitas simulasi mitigasi bencana erupsi
menggunakan metode role playing di SMA Negeri 1 Karangnongko Kabupaten
Klaten.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis desain pre�eksperimental dengan menggunakan pendekatan one group pre-tes post-tes.
Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI total sempel 34 siswa SMA
Negeri 1 Karangnongko. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah observasi, tes, angket, dan studi dokumentasi. Teknik analisis
data menggunakan analisis deskriptif presentase dan uji N-gain.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan mitigasi bencana
siswa SMA Negeri 1 Karangnongko mengalami peningkatan setelah dilaksanakan
pembelajaran menggunakan metode role playing ditunjukkan dengan hasil belajar
siswa perbandingan nilai pre-tes dan post-tes mencapai 76,16 % “Sangat Baik”.
Aktvitas siswa SMA Negeri 1 Karangnongko tergolong baik, siswa terlihat
antusias saat mengikuti simulasi mitigasi bencana erupsi menggunakan metode
role playing ditunjukan dengan hasil pengamatan efektivitas siswa perkelompok
dengan rata-rata mencapai 82% “Sangat Baik”. Hasil perhitungan aktivitas siswa
selama pembelajaran simulasi mitigasi bencana erupsi menggunakan metode role
playing diperoleh rata-rata skor 80% “Tinggi”. Siswa memberi respon
menyenangkan terhadap pemebelajaran simulasi mitigasi bencana erupsi
menggunakan metode role playing dibuktikan dengan hasil respon positif siswa
rata-rata mencapai 85% “Sangat Menarik”. Berdasarkan ketiga indikator variabel
efektivitas pembelajaran simulasi menggunakan metode role playing sudah
memenuhi kriteria efektif.
Dalam tahap perencanaan terdapat 2 tahap yaitu menyusun modul ajar dan
menyusun metode role playing. Tahap pelaksanaan menuntut guru memadukan
materi pokok dengan pengetahuan yang mereka miliki didunia nyata. Berdasarkan
hasil uji N-Gain dapat diketahui simulasi mitigasi bencana erupsi menggunakan
metode role playing efektif. peneliti menyadari hasil penelitian ini bukanlah hasil
yang sempurna, terdapat kelemahan dalam pelaksanaan tes, maka dari itu peneliti
menyarankan pelaksanaan tes dilaksanakan dengan pantauan yang maksimal
supaya hasil belajar dapat menggambarkan kemampuan siswa sebenar-benarnya
PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN KEPALA KELUARGA PENERIMA REDISTRIBUSI TANAH DI KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG
Ketimpangan kepemilikan lahan menjadi persoalan utama di perdesaan,
menghambat akses petani kecil terhadap sumber daya dan kesejahteraan.
Kecamatan Getasan merupakan salah satu wilayah yang menjadi lokasi
pelaksanaan program Redistribusi Tanah pada tahun 2019 yang bertujuan untuk
mengatasi ketimpangan kepemilikan lahan dan meningkatkan kesejahteraan petani
kecil melalui pemberian hak atas tanah secara legal. Salah satu aspek penting yang
perlu dikaji pasca redistribusi adalah bagaimana lahan yang diterima dimanfaatkan
untuk mendukung penghidupan berkelanjutan bagi para penerima manfaat.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sebaran lokasi lahan redistribusi
tanah di Kecamatan Getasan; (2) mengidentifikasi jenis penggunaan lahan
redistribusi tanah di Kecamatan Getasan; (3) mengidentifikasi jenis kepemilikan
lahan redistribusi tanah di Kecamatan Getasan; (4) mengidentifikasi penghidupan
berkelanjutan kepala keluarga penerima redistribusi tanah di kecamatan Getasan.
Variabel yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu sebaran lokasi lahan,
penggunaan lahan, kepemilikan lahan, dan penghidupan berkelanjutan berdasarkan
dengan lima modal penghidupan, yaitu modal manusia, modal alam, modal sosial,
modal finansial, dan modal fisik. Metode penelitian yang digunakan meliputi
analisis spasial untuk mengetahui sebaran lokasi lahan, analisis deskriptif untuk
memperoleh data penggunaan lahan dan kepemilkan lahan redistribusi tanah, serta
analisis kuantitatif untuk mengatahui tingkat penghidupan berkelanjutan kepala
keluarga peenrima redsitribusi tanah.
Hasil penelitian menunjukan bahwa lahan hasil redistribusi di Kecamatan
Getasan terkonsentrasi di Desa Tajuk dan Desa Kopeng, dengan aksesibilitas lahan
di Desa Kopeng lebih mendukung pemanfaatan produktif. Pola penggunaan lahan
di Desa Tajuk didominasi peternakan akibat keterbatasan akses dan kondisi fisik,
sedangkan Desa Kopeng didominasi pertanian dan menunjukkan peningkatan
kesejahteraan. Sebagian besar penerima manfaat masih mempertahankan
kepemilikan dan mengelola lahan secara mandiri, meskipun terdapat variasi dalam
sistem pengelolaan. Akses dan aset penghidupan menunjukkan perbedaan antar
desa, di mana Desa Tajuk unggul dalam modal sosial dan fisik, sementara Desa
Kopeng lebih kuat pada modal alam dan finansial. Temuan ini menunjukkan bahwa
redistribusi tanah telah mendukung penghidupan berkelanjutan, meskipun masih
diperlukan penguatan akses terhadap pelatihan dan sumber daya ekonomi.
Penelitian ini masih diperlukan penguatan pendampingan pasca-redistribusi
melalui pelatihan keterampilan, kemudahan akses permodalan, dan pengembangan
kelembagaan lokal. Pemerintah daerah juga diharapkan memperhatikan
aksesibilitas fisik dan sosial agar pemanfaatan lahan lebih optimal
dan berkelanjutan
PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT ADAT SEDULUR SIKEP PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 DI DESA BATUREJO KECAMATAN SUKOLILO KABUPATEN PATI
Kajian ini akan membahas tentang partisipasi politik masyarakat adat
Sedulur Sikep Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati melalui kegiatan
kebudayaan pada Pemilu Tahun 2024. Fenomena ini penting untuk dikaji guna
memahami partisipasi politik masyarakat Sedulur Sikep Desa Baturejo Kecamatan
Sukolilo Kabupaten Pati pada Pemilu Tahun 2024. Dengan menilik kondisi
masyarakat adat Sedulur Sikep yang dikenal sebagai komunitas masyarakat adat
yang menolak arus modernisasi dan memilih untuk mempertahankan kearifan
budaya selama puluhan tahun hingga sekarang. Masyarakat adat Sedulur Sikep
dikenal melalui nilai-nilai kearifan lokal yang kuat dan dijaga secara konsisten oleh
warganya. Masyarakat Sedulur Sikep memiliki kebiasaan, tata nilai, dan sistem
sosial yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi politik
masyarakat adat sedulur sikep pada pemilihan umum tahun 2024 dengan
menggunakan teori Pierre Bourdieu yang mencakup empat konsep utama: Habitus,
Modal, doxa, dan Arena. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Validitas data diuji melalui
triangulasi sumber, sementara analisis data dilakukan melalui reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan politik sedulur sikep
desa baturejo diperoleh dari pengalaman historis ajaran dan tradisi serta dinamika
konflik yang mereka alami. Sedulur sikep desa baturejo melaksanakan partisipasi
politik dengan cara menggabungkan kegiatan kebudayaan dengan praktik
partisipasi politik. Peran tokoh adat dan nilai serta ajaran sedulur sikep menjadi
kunci dalam proses habituasi partisipasi politik. Solidaritas, gotong royong, dan
konsistensi sedulur sikep Desa Baturejo mempermudah proses produksi
pengetahuan partisipasi politik Sedulur Sikep Desa Baturejo. Sedulur sikep Desa
Baturejo memanfaatkan modal budaya, sosial, dan simbolik untuk memperkuat
legitimasi sosial terhadap praktik partisipasi politik yang mereka laksanakan. Untuk
dapat berkompetisi dalam arena sosial yang mereka hadapi, sedulur sikep desa
baturejo melakukan akulturasi antara budaya dan kegiatan partisipasi politik. Peran
pemerintah melalui KPU Kabupaten Pati dan kehadiran LSM atau NGO
memperkuat legitimasi sosial terhadap Sedulur Sikep Desa Baturejo. Proses
tersebut menghasilkan bentuk partisipasi politik yang khas dibandingkan dengan
bentuk partisipasi politik masyarakat pada umumnya.
Penelitian ini berkontribusi dalam memahami dinamika politik lokal dan
proses adaptasi Sedulur Sikep Desa Baturejo dalam memproduksi bentuk
partisipasi politik mereka. Temuan ini diharapkan mampu untuk menjadi referensi
bagi kajian politik lokal khususnya dalam konteks masyarakat adat di Indonesia
sehingga masyarakat adat mampu menunjukan bentuk pasrtisipasi politiknya
PENGUATAN KETERAMPILAN HIDUP ABAD 21 BAGI PESERTA DIDIK KELAS VII MELALUI PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 1 SEMARANG
Perkembangan abad ke-21 menuntut peserta didik untuk memiliki
keterampilan hidup yang adaptif terhadap dinamika sosial, budaya, dan teknologi.
Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), pembentukan keterampilan abad
21 sangat diperlukan sebagai bekal dalam mempersiapkan generasi muda untuk
menghadapi tantangan global. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS),
sebagai mata pelajaran yang berkaitan langsung dengan kehidupan sosial, memiliki
potensi signifikan dalam mendukung penguatan keterampilan abad 21 tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana keterampilan 4Cs
tersebut diupayakan dalam pembelajaran IPS dan menelaah sejauh mana realisasi
pembelajaran di lapangan telah mendukung atau justru menghambat penguatan
keterampilan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif
studi kasus, melalui teknik wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi,
dan analisis terhadap modul ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Keterampilan hidup abad 21 peserta
didik kelas VII di SMP Negeri 1 Semarang bervariasi, dengan kecenderungan
peserta didik lebih suka kegiatan sekolah non-pembelajaran dalam pengembangan
keterampilan dibandingkan pembelajaran IPS. 2) Bentuk penguatan keterampilan
abad 21 yang dilakukan dalam proses pembelajaran IPS yaitu diskusi kelompok,
presentasi kelompok, pembentukan kelompok heterogen, serta melalui peran guru
sebagai fasilitator dalam pembelajaran aktif. 3) Faktor pendorong penguatan
keterampilan 4Cs ini meliputi adanya kurikulum Merdeka yang mendukung dan
peran guru yang responsif, sedangkan faktor penghambatnya meliputi rendahnya
minat peserta didik terhadap proses pembelajaran IPS dan metode pembelajaran
yang kurang variatif. Berdasarkan temuan tersebut, pembelajaran IPS diharapkan
tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, akan tetapi juga berfungsi
strategis dalam menumbuhkan keterampilan hidup abad 21 yang esensial dan
bermakna bagi peserta didik
PERBEDAAN EMISI GAS BUANG DAN KEBISINGAN DENGAN VARIASI BAHAN BAKAR DAN KEPADATAN GLASSWOOL PADA KNALPOT FREE FLOW SEPEDA MOTOR 125 CC
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kepadatan glasswool
terhadap perbedaan nilai emisi gas buang dan nilai kebisingan yang dihasilkan pada
knalpot free flow dengan penelitian true experiment. Subjek dalam penelitian ini
adalah Honda Vario 125 CC Tahun 2020. Alat yang digunakan untuk
mengumpulkan data adalah exhaust gaz analyzer dan sound level meter. Data
berupa grafik digunakan untuk menampilkan hasil data untuk setiap besaran satuan
rpm. Hasil penelitian menunjukkan, (1) Hasil emisi terendah dengan pertalite pada
putaran mesin 4000 rpm divariasi glasswool density 3 (kepadatan glassswool 126
gram) untuk CO dan HC sebesar 0,26% dan 158 ppm. Hasil emisi gas CO dan HC
tertinggi pada putaran mesin 1500 rpm (idle) pada variasi glasswool density 1
(kepadatan glasswool 54 gram atau 0,2 g/cm³) sebesar 1,63% dan 328,6 ppm. Hasil
penggunaan pertamax CO dan HC sebesar 1,34% dan 275 ppm (tertinggi) serta CO
dan HC sebesar 0,22% dan 31,6 ppm (terendah); (2) Perbandingan penurunan
tingkat kebisingan terhadap penggunaan glasswool density 1 glasswool (54 gram
0,2 g/cm³) sebesar 67,2 dB berbahan bakar pertalite dan sangat padat glasswool
density 3 (126 gram atau 0,47 g/cm³) sebesar 62,8 dB berbahan bakar pertamax
dengan presntase penurunan sebesar 6,55 % pada posisi idle
PENGARUH PENGETAHUAN KESEHATAN KESELAMATAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PERILAKU K3 SISWA PADA PRAKTIK INSTALASI MOTOR LISTRIK (Studi Terhadap Kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK Negeri 3 Semarang)
Kesehatan dan keselamatan kerja yang diterapkan dengan benar dapat
mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja. Untuk mengurangi terjadinya
resiko kecelakaan kerja perlu adanya perilaku kesehatan dan keselamatan kerja
yang diterapkan pada saat melaksanakan praktik. Adapun faktor yang dapat
mempengaruhi perilaku kesehatan dan keselamatan kerja diantaranya pengetahuan
kesehatan keselamatan kerja dan lingkungan kerja. Maka, tujuan penelitian ini
untuk mengetahui: (1) Pengaruh pengetahuan kesehatan keselamatan kerja terhadap
perilaku kesehatan keselamatan kerja siswa, (2) Pengaruh lingkungan kerja kerja
terhadap perilaku kesehatan keselamatan kerja siswa, dan (3) Pengaruh
pengetahuan kesehatan keselamatan kerja dan lingkungan kerja terhadap perilaku
kesehatan keselamatan kerja siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif.
Pada penelitian yang dijadikan sampel adalah siswa kelas 11 Teknik Instalasi
Tenaga Listrik yang berjumlah 52 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan
kuesioner. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analisis
regresi sederhana dan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian
menunjukan variabel pengetahuan kesehatan keselamatan kerja berpengaruh positif
dan signifikansi terhadap perilaku k3 dengan nilai signifikansi sebesar 0,00<0,05
dan dengan presentase pengaruh sebesar 28%. Lingkungan kerja berpengaruh
positif dan signifikansi terhadap perilaku k3 dengan nilai signifikansi sebesar
0,00<0,05 dan dengan presentase pengaruh sebesar 24%. Pengetahuan kesehatan
keselamatan kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikansi
terhadap perilaku k3 dengan nilai signifikansi sebesar 0,00<0,05 dan dengan
presentase pengaruh sebesar 36%
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI SELF-EFFICACY PADA PEMBELAJARAN MODEL 4K (KARAKTER, KREATIF, KONSERVASI, DAN KINERJA) MATERI ALJABAR
Kemampuan berpikir kreatif matematis menjadi salah satu kemampuan dasar yang
penting bagi siswa dalam pembelajaran matematika untuk mengonstruksi
pemahaman melalui perumusan, penafsiran, penyelesaian model, dan perencanaan
penyelesaian masalah. Self-efficacy merupakan salah satu aspek afektif yang dapat
mempengaruhi kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Tujuan penelitian ini
adalah untuk menguji efektivitas pembelajaran model 4K terhadap kemampuan
berpikir kreatif matematis siswa dan mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif
matematis ditinjau dari self-efficacy siswa dalam pembelajaran model 4K. Metode
penelitian ini adalah mixed methods dengan desain sequential explanatory yang
mengharuskan melakukan penelitian kauntitatif pada awalnya, menganalisis
temuan, kemudian menggali eksplorasi yang lebih rinci melalui penelitian kualitatif
untuk memberikan penjelasan terhadap temuan penelitian kuantitatif. Populasi
penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Ungaran tahun pelajaran
2024/2025 sebanyak 314 siswa. Sampel diambil dengan teknik simple random
sampling, terpilih kelas VII A sebagai kelompok eksperimen yang memperoleh
pembelajaran model 4K dan kelas VII B sebagai kelompok kontrol yang
memperoleh model problem based learning. Subjek diambil dengan teknik
purposive sampling, dipilih dua siswa dari setiap kategori self-efficacy (tinggi,
sedang, rendah). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kemampuan berpikir
kreatif matematis siswa dengan pembelajaran model 4K mencapai batas ketuntasan
klasikal yaitu lebih dari 75% siswa yang mencapai batas tuntas; (2) rata-rata
kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada pembelajaran model 4K lebih
tinggi daripada menggunakan model problem based learning; (3) proporsi
ketuntasan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada pembelajaran model
4K lebih tinggi daripada menggunakan model problem based learning; (4) subjek
self-efficacy tinggi mampu memenuhi tiga indikator kemampuan berpikir kreatif
matematis. Subjek self-efficacy sedang mampu memenuhi satu indikator dan
cenderung tidak mampu pada dua indikator. Subjek self-efficacy rendah tidak
mampu memenuhi dua indikator, dan cenderung tidak mampu pada satu indikator
ADSORPSI SENYAWA TRIHALOMETANA MENGGUNAKAN ADSORBEN DARI LIMBAH KULIT UDANG YANG DIMODIFIKASI DENGAN POLIAKRILAMIDA
Penelitian ini menyelidiki potensi kulit udang yang dimodifikasi dengan
poliakrilamida (PAM) sebagai adsorben untuk menghilangkan trihalometana
(THM) dari air. THM merupakan senyawa produk samping dari penggunaan
desinfektan klorin atau kloramin yang berbahaya dan sering ditemukan dalam air
minum. Modifikasi kulit udang dengan PAM diharapkan dapat meningkatkan
kapasitas adsorpsinya. Proses adsorpsi dilakukan dengan metode batch, dengan
variasi konsentrasi awal THM dan waktu kontak. Karakterisasi adsorben sebelum
dan sesudah adsorpsi dilakukan menggunakan FTIR, SEM-EDX, dan metode BET
BJH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit udang termodifikasi PAM
memiliki kapasitas adsorpsi THM yang lebih tinggi dibandingkan dengan kulit
udang tanpa modifikasi. Kondisi optimum adsorpsi tercapai pada konsentrasi awal
THM 35 g/L dengan waktu kontak 45 menit. Data adsorpsi mengikuti model
isoterm Langmuir untuk adsorben kulit udang dan Freundlich untuk adsorpsi kulit
udang termodifikasi PAM. Kedua jenis adsorben mengikuti model kinetika pseudo
orde satu. Analisis dengan FTIR, SEM-EDX, dan BET-BJH menunjukkan adanya
interaksi antara THM dengan permukaan adsorben, serta penurunan luas
permukaan dan volume pori setelah adsorpsi. Hal ini mengindikasikan bahwa
mekanisme adsorpsi dominan terjadi secara fisika dimana pori pori pada permukaan
adsorben sangat berperan pada proses adsorpsi dengan kapasitas sebesar 19,190
mg/g untuk adsorben kulit udang termodifikasi PAM dan 14,787 mg/g untuk
adsorben kulit udang tanpa modifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi
kulit udang termodifikasi PAM sebagai bahan adsorben yang ramah lingkungan dan
berbiaya rendah untuk mengatasi masalah pencemaran THM dalam air
EVALUASI PENERAPAN HAK VETO PRESIDEN PADA PERSETUJUAN RANCANGAN UNDANG UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2019 DALAM PERSPEKTIF CHECKS AND BALANCES
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan hak veto presiden dalam
pengesahan Rancangan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) dari perspektif mekanisme check and balances.
Metode yang digunakan adalah yuridis sosiologis, yang menggabungkan kajian
normatif hukum dengan analisis sosial terhadap proses legislasi. Fokus utama
penelitian adalah mendeskripsikan bagaimana hak veto presiden diterapkan pada
tahap pembahasan dan pengesahan RUU KPK, serta mengidentifikasi urgensi
evaluasi terhadap efektivitas kewenangan tersebut dalam konteks hubungan antara
eksekutif dan legislatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembahasan RUU KPK berlangsung
secara terburu-buru, dengan percepatan hingga rapat paripurna yang menimbulkan
kontroversi terkait perubahan kelembagaan KPK dari badan independen menjadi
berada di bawah pengawasan eksekutif melalui status Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pada tahap pengesahan, presiden yang saat itu dijabat oleh Joko Widodo enggan
membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk persetujuan, yang menimbulkan
anomali dalam mekanisme check and balances. Jika presiden tidak menyetujui
RUU tersebut, seharusnya keberatan disampaikan pada tahap pembahasan, bukan
pada tahap pengesahan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa hak veto presiden tidak
berjalan efektif sebagai instrumen pengawasan dan penyeimbang kekuasaan.
Penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi mendalam terhadap penerapan hak
veto presiden dalam proses legislasi, khususnya untuk menjaga keseimbangan
kekuasaan antara lembaga eksekutif dan legislatif serta memastikan transparansi
dan akuntabilitas dalam pengesahan undang-undang. Temuan ini diharapkan dapat
menjadi bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan dalam memperbaiki
mekanisme check and balances di Indonesia