Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    PENGEMBANGAN APLIKASI MYLATHE BERBASIS SMART APPS CREATOR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN CAPAIAN PEMBELAJARAN ELEMEN TEKNIK PEMESINAN BUBUT

    No full text
    Dalam pemanfaatan teknologi yang dijadikan sebagai media pembelajaran memudahkan peserta didik menerima pelajaran pada elemen teknik pemesinan bubut, akan tetapi yang terjadi pemanfaatan media pembelajaran dalam penyampaian materi elemen teknik pemesinan bubut kurang memadai sehingga menyulitkan peserta didik dan guru saat malaksanakan proses belajar mengajar. Aplikasi MyLathe adalah salah satu aplikasi yang dirancang dan dikembangkan untuk dapat dioperasikan malalui komputer atau handphone sehingga memudahkan siswa, hampir seluruh siswa memiliki handphone sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lancar meskipun tidak memiliki kompuer sendiri. Aplikasi MyLathe dikembangkan dengan berbagai fitur lengkap seperti: tersedia, soal evaluasi, mudah digunakan, dapat disimpan dalam berbagai format, aplikasi tidak berbayar dan penggunaan aplikasi dapat diakses melalui WEB tanpa harus menginstal aplikasi. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Hasil uji kelayakan dari validasi oleh ahli media adalah memiliki validitas dengan memperoleh perhitungan aikens’v mendapatkan nilai sebesar 0,93 sedangkan validitas materi memperoleh dari perhitungan aikens’v mendapatkan nilai sebesar 0,96 artinya memiliki kriteria layak, untuk reliabilitas madia dan materi memiliki nilai lebih besar dari 0,40. Untuk uji efektifitas memperoleh hasil terdapat peningkatan dari kelas eksperimen dengan uji independen sample t-test t hitung 11,561 dan t tabel 1,999. Karena t hitung lebih besar dibandingkan dengan t tabel maka dapat simpulkan bahwa ada peningkatan dan N Gain didapatkan hasil nilai rata-rata pre-test sebesar 46,06 dan nilai rata-rata post-test sebesar 62,67 sedangkan kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 46,84. Untuk uji kepraktisan pengguna dari guru dan siswa sebesar 92% dengan kritrtia sangat parktis

    STIMULASI KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS DI TAMAN KANAK-KANAK NASIMA KOTA SEMARANG

    No full text
    Tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran bahasa Inggris di tingkat pendidikan anak usia dini oleh TK Nasima Semarang adalah bagaimana mengajarkan bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indikator capaian pembelajaran bahasa Inggris di TK Nasima, dengan fokus pada kemampuan mendengarkan (listening) dan berbicara (speaking). Indikator pada keterampilan mendengarkan meliputi kemampuan mengenali kosakata dasar, memahami instruksi sederhana, dan merespons pertanyaan secara tepat. Sementara itu, keterampilan berbicara meliputi kemampuan menyebutkan kosakata dasar, membentuk frasa pendek, serta menggunakan kata-kata dalam konteks sosial sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran bahasa Inggris di kelas A1, A2, A3, B1, dan B2, serta wawancara dengan Kepala Sekolah dan guru kelas A1, A2, A3, B1, dan B2. Temuan penelitian menunjukkan bahwa stimulasi bahasa Inggris di TK Nasima efektif dalam mengembangkan keterampilan mendengarkan dan berbicara anak. Anak-anak di kelas A mulai mengenal dan mengucapkan kosakata dasar, sementara di kelas B anak-anak mulai memahami instruksi lebih kompleks dan menggunakan frasa pendek dalam percakapan sehari-hari. Penggunaan media interaktif seperti lagu dan video terbukti efektif dalam menarik perhatian dan minat anak-anak dalam belajar bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris di TK Nasima telah sejalan dengan kebijakan pendidikan anak usia dini yang menekankan pada pendekatan berbasis bermain dan interaktif. Selain itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di tingkat pendidikan prasekolah lainnya dengan memperhatikan tahap perkembangan anak dan penggunaan media yang relevan

    PENGARUH SERVICE QUALITY DAN TRUST TERHADAP CUSTOMER LOYALTY DENGAN SATISFACTION SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi pada Pengguna Smartphone Samsung di Kota Semarang)

    No full text
    Perilaku konsumen yang beralih ke pembelian secara online semakin meningkat, termasuk dalam membeli produk elektronik, seperti smartphone. Mengingat smartphone adalah barang dengan nilai ekonomi tinggi, potensi kerugian akan semakin besar apabila terjadi kendala dalam proses transaksi. Oleh karena itu, perusahaan dituntut untuk membangun kepercayaan dan menyediakan layanan yang optimal guna menjaga tingkat kepuasan dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh service quality dan trust terhadap customer loyalty yang dimediasi oleh satisfaction pada pengguna smartphone Samsung yang melakukan pembelian secara online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 128 responden yang dipiliih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria responden adalah konsumen di Kota Semarang yang pernah membeli smartphone Samsung secara online dalam satu tahun terakhir. Data dikumpulkan melalui kuesioner secara daring dan dianalisis menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui software SmartPLS 4.1.1.4. Hasil pengujian langsung menunjukkan bahwa service quality berpengaruh positif terhadap customer loyalty, trust tidak berpengaruh positif terhadap customer loyalty, serta satisfaction berpengaruh positif terhadap customer loyalty. Selain itu, service quality dan trust juga berpengaruh positif terhadap satisfaction. Hasil pengujian tidak langsung menunjukkan bahwa satisfaction mampu memediasi pengaruh service quality dan trust terhadap customer loyalty secara positi

    PERHITUNGAN NERACA MASSA PADA PRA RANCANGAN PABRIK METIL METAKRILAT DARI ASAM METAKRILAT DAN METANOL DENGAN KAPASITAS 58.000 TON/TAHUN

    No full text
    Peningkatan kebutuhan metil metakrilat (MMA) di Indonesia yang belum diimbangi dengan produksi dalam negeri mendorong dilakukannya pra-rancangan pabrik metil metakrilat dari asam metakrilat dan metanol. MMA merupakan senyawa penting dalam industri polimer, resin, pelapis, dan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung neraca massa dan menganalisis distribusi massa bahan baku hingga produk dalam proses produksi MMA dengan kapasitas 58.000 ton/tahun. Proses yang digunakan melibatkan reaksi esterifikasi asam metakrilat dengan metanol dalam tiga tahap reaktor, diikuti pemurnian melalui dua kolom distilasi dan satu decanter. Perhitungan dilakukan dalam kondisi operasi tunak (steady state), menggunakan pendekatan stoikiometri reaksi dan asumsi konversi tinggi berdasarkan data literatur. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa massa input dan output pada setiap unit proses telah seimbang, mencerminkan akurasi rancangan. Penerapan neraca massa ini menjadi dasar penting dalam evaluasi kelayakan desain proses dan estimasi kebutuhan bahan baku, produk utama, dan limbah yang dihasilkan. Penelitian ini memberikan gambaran awal yang berguna bagi pengembangan desain detail dan studi kelayakan teknis maupun ekonomi pabrik MMA di Indonesia

    PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PERENDAMAN KULIT BUAH NAGA MERAH DALAM LARUTAN GARAM DAN LARUTAN KAPUR SIRIH TERHADAP KUALITAS BIODEGRADABLE POT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan efektivitas larutan garam terhadap kualitas biodegradable pot, efektivitas larutan kapur sirih terhadap kualitas biodegradable pot, dan perbandingan efektivitas larutan garam dan larutan kapur sirih terhadap kualitas biodegradable pot. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain post-test only design. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelompok perlakuan yaitu larutan garam dan larutan kapur sirih, masing-masing perlakuan terdiri dari 5 sampel biodegradable pot. Penilaian dilakukan berdasarkan variabel kualitas fisik biodegradable pot mencangkup 4 indikator (warna, tekstur, pertumbuhan jamur dan mikroorganisme, serta biodegradasi). Teknik analisis yang digunakan uji non parametrik Mann-Whitney U. Hasil penelitian berdasarkan uji Mann-Whitney U menunjukkan bahwa larutan garam lebih efektif dalam mempertahankan kestabilan warna serta menghambat pertumbuhan jamur dan mikroorganisme, sedangkan larutan kapur sirih memberikan hasil yang lebih efektif dalam membentuk tekstur yang keras serta mempercepat proses biodegradasi. Terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan larutan garam dan larutan kapur sirih terhadap seluruh variabel penelitian, yaitu warna, tekstur, pertumbuhan jamur dan mikroorganisme, serta biodegradasi

    PENGUATAN LITERASI KESEHATAN REMAJA MELALUI PEER TEACHING DI PUSAT INFORMASI DAN KONSELING REMAJA (PIK-R) DESA MERNUNG KECAMATAN CEPU KABUPATEN BLORA

    No full text
    Remaja merupakan kelompok usia yang sedang mengalami masa transisi penting dalam kehidupan dan rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan. Kurangnya akses informasi yang tepat dan rendahnya literasi kesehatan dapat mempengaruhi perilaku dan keputusan remaja terkait kesehatannya. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi kesehatan remaja melalui metode peer teaching di Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Desa Mernung, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Materi yang diberikan mencakup kesehatan reproduksi, gizi seimbang, pencegahan penyalahgunaan NAPZA, kesehatan mental, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Metode pembelajaran yang digunakan oleh peer educator meliputi diskusi kelompok kecil, presentasi interaktif, permainan edukatif, simulasi studi kasus, dan safe talk circle. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman remaja terhadap isu-isu kesehatan serta munculnya peran aktif remaja sebagai agen perubahan di lingkungan sekitarnya. Metode peer teaching terbukti efektif sebagai pendekatan partisipatif dalam mendukung program promosi kesehatan remaja di tingkat desa

    STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PRODUKSI RENGGINANG UNTUK MENINGKATKAN UMKM DI DESA POJOKWATU KABUPATEN BLORA

    No full text
    Comunity enpowerment is an effort to improve the independence and quality of life of the community through various programs and activities aimed at developing their potential and abilities. One of them is through community empowerment. The empowerment method is carried out by combining the Field School empowerment method with local wisdom in the form of rengginang production in Pojokwatu Village, Sambong District, Blora Regency. The research method used is a qualitative method that produces descriptive data with data collection techniques in this study are direct observation, interviews, and documentation that support the research results. The data sources in this study are primary data/main informant Mrs. Har and secondary data, namely the head of the Pojokwatu Village Posyantekdes. The data analysis technique for this study is data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study indicate that the strategy of community empowerment through rengginang production to improve UMKM Pojokwatu Village is 1) Improving the quality of human resources. 2) Improving product quality. 3) Expanding the marketing network and 4) Fullfield access to capital. The impact of community empowerment through rengginang production to improve UMKM in Pojokwatu Village has a positive impact. With the existence of UMKM unemployment rates are reduce, job vacancies arе oреned and economic income for the community is increased in everyday life

    PENGELOLAAN MULTIKULTURAL PADA SISWA: INTERAKSI SOSIAL DAN POTENSI KONFLIK DI SMA MASEHI 2 PSAK SEMARANG

    No full text
    Bangsa Indonesia terdiri dari masyarakat yang multikultural, memiliki beragam etnis dan agama. Peristiwa konflik SARA yang terjadi di Indonesia seringkali dipicu oleh konflik individu dalam skala kecil yang melebar dan mengakibatkan konflik antar kelompok yang serius. Salah satu langkah penting yang dapat dilakukan yaitu dengan menerapkan pendidikan multikultural di sekolah. SMA Masehi 2 PSAK Semarang menjadi salah satu sekolah di Kota Semarang yang mendukung pelaksanaan pendidikan multikultural. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana pengelolaan sekolah pada siswa melalui kegiatan kurikuler, menganalisis pemaknaan siswa pada simbol-simbol interaksi sosial antaretnis, serta upaya sekolah dalam mengelola potensi konflik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi serta dianalisis menggunakan Teori Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer. Sumber data penelitian yaitu fenomena, informan dan dokumen. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari tenaga pendidik dan siswa dari berbagai latar belakang etnis di SMA Masehi 2 PSAK Semarang. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Data yang didapatkan diuji keabsahannya dengan trianggulasi sumber dan teori, serta dianalisis menggunakan kerangka kerja Miles dan Huberman Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Masehi 2 PSAK Semarang mengelola interaksi sosial serta mengintegrasikan pendidikan multikultural pada siswa multikultural melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Melalui interaksi tersebut, siswa memperoleh pemaknaan yang lebih dalam pada nilai-nilai multikultural, pertemanan, hari besar keagamaan, serta bahasa. Nilai multikultural dimaknai sebagai penghargaan atas keberagaman, pertemanan sebagai ikatan lintas budaya yang mengurangi prasangka, hari besar keagamaan sebagai momen untuk saling menghormati, dan bahasa sebagai media komunikasi, simbol persatuan dan identitas budaya yang memperkuat inklusivitas. Lebih lanjut, sekolah melakukan upaya pencegahan dan upaya penanganan dalam mengelola potensi konflik yang ada. Sekolah berperan dalam mengelola kegiatan kurikuler di sekolah sebagai ruang interaksi bagi siswa multikultural serta untuk mengintenalisasi nilai-nilai multikultural di dalamnya. Pemahaman pada kebhinekaan dan pemaknaan pada simbol-simbol interaksi sosial, mendorong siswa untuk berperilaku rukun, saling menghargai serta mengurangi stereotip antar etnis. Masih diperlukan penelitian serupa mengenai pendidikan multikultural serta pengelolaan sekolah pada siswa multikultural untuk perluasan ilmu pengetahuan serta adanya perbaikan kegiatan pengembangan pendidikan multikultural di sekolah

    PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA EKSPLORASI, KONTEKSTUALISASI, DISKUSI, REFLEKSI (EKDR) BERBASIS KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP

    No full text
    Pembelajaran matematika pada abad 21 menekankan pembelajaran yang dapat membuat siswa dapat belajar dengan menyenangkan dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan ide dan argumentasinya dalam proses pembelajaran matematika di kelas. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa dalam aspek kemampuan komunikasi matematis. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan karakteristik sintak model pembelajaran matematika Eksplorasi, Kontekstualisasi, Diskusi, Refleksi (EKDR) berbasis komunikasi matematis siswa SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan model Tjeerd Plomp dengan memperhatikan tiga aspek kualitas material yang dikemukakan Nieveen yaitu aspek kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Pangakalan Kuras Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Sampel penelitian Pengembangkan Model Pembelajaran Matematika Eksplorasi, Kontekstualisasi, Diskusi, Refleksi (EKDR) berbasis Komunikasi Matematis Siswa SMP beserta perangkat pendukung pembelajaran untuk siswa SMP kelas VII semester 2. Subjek uji coba penelitian sebanyak 2 kelas yaitu kelas VII E dan kelas VII B masing-masing kelas berjumlah 27 siswa. Instrumen pada penelitian ini terdiri atas; (1) instrumen kevalidan komponen model pembelajaran matematika eksplorasi, konteks, diskusi, refleksi (EKDR) berbasis komunikasi matematis siswa SMP. Perangkat Pendukung Pembelajaran; (2) instrumen kepraktisan yang terdiri atas lembar penilaian kepraktisan dari guru dan siswa; dan (3) instrumen keefektifan yang terdiri atas tes hasil belajar pada aspek komunikasi matematis. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran EKDR berbasis komunikasi matematis, yang mencakup sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, dan dampak instruksional dan pengiring layak digunakan dengan kategori sangat valid. Hasil uji coba menunjukkan tingkat kepraktisan keterlaksanaan model pembelajaran dikelas termasuk kategori tinggi. Ketercapaian kefektifan model disimpulkan berdasarkan pada: (a) ketercapaian ketuntasan belajar siswa secara klasikal dengan porsentase sebesar 90 % dari 54 siswa yang mengikuti tes. (b) persentase waktu ideal untuk setiap kategori aktivitas guru dan siswa sudah dipenuhi. (c) rata-rata nilai kategori kemampuan guru mengelola pembelajaran adalah 3,5 termasuk kategori baik. (d) respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran adalah positif. v

    ESTETIKA GERAK TARI KUDA LUMPING TURONGGO KISKENDO PUTRO DI DESA KERTOSARI KECAMATAN SINGOROJO KABUPATEN KENDAL

    No full text
    Keindahan gerak dalam tari dapat dilihat melalui elemen dasarnya yaitu aspek ruang, waktu, dan tenaga. Unsur penunjang dalam tari yang memiliki peranan besar adalah gerak, tanpa adanya gerak maka tidak dapat terjadi suatu perubahan tempat, suatu perpindahan posisi pada benda ataupun tubuh penari. Kesenian Kuda Lumping merupakan salah satu bentuk kesenian yang berbentuk pertunjukan tari kuda lumping di bernuansa tradisional kerakyatan. Pembawaan properti Kuda Kepang juga dapat menambah suatu nilai keindahan pada tarian ini, selain itu dilengkapi dengan tata rias dan tata busana yang dikenakan pada penari sehingga membuat sajian tari ini terlihat lebih estetik. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Estetika Gerak Tari Kuda Lumping Turonggo Kiskendo Putro di Desa Kertosari Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal. Tujuan dari pada penelitian ini yakni bertujuan untuk mengetahui, memahami, serta mendeskripsikan hal mengenai Estetika Gerak Tari Kuda Lumping Turonggo Kiskendo Putro di Desa Kertosari Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal. Lokasi penelitian di Desa Kertosari Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dengan menggunakan pendekatan estetis koreografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan menggunakan teori Adshead. Teknik keabsahan data menggunakan cara triangulasi sumber. Hasil penelitian keindahan gerak Tari Kuda Lumping Turonggo Kiskendo Putro dapat dilihat melalui elemen-elemen tubuh yaitu elemen kepala, elemen tangan, elemen badan, elemen kaki. Keserasian antar elemen tubuh menghasilkan suatu keindahan yang dapat dilihat dari aspek ruang, waktu, dan tenaga. Gerak sembah dalam tarian ini memberikan kesan yang halus dan sakral. Tempo yang digunakan adalah sedang sehingga memunculkan kesan yang tenang, sakral namun sedikit bertekan. Ritme yang diguanakan adalah pelan sehingga memunculkan kesan lembut. Intensitas gerak yang terdapat dalam gerak sembahan kuat sehingga memberikan kesan tenang namun tetap tegas. Posisi duduk jengkeng dalam tarian ini memberikan kesan yang bertekan namun masih terlihat tegas. Saran peneliti untuk Paguyuban Turonggo Kiskendo Putro agar menambah atau mengembangkan motif gerak dengan lebih bervariasi agar pertunjukan tidak terkesan monoton. Saran peneliti untuk penari yaitu lebih memperhatikan kekompakan dalam gerak yang dibawakan serta lebih giat lagi dalam berlatih mempelajari teknik gerak Tari Kuda Lumping supaya agar dapat memunculkan nilai-nilai estetika di dalamnya

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇