Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    EFEKTIVITAS MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEBADA (MEDIA BANGUN DATAR) BERBASIS GEOGEBRA TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif model Discovery Learning berbantuan media bangun datar berbasis Geogebra terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa sekolah dasar, hal ini didasari oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa ditunjukan dari hasil belajar yang rendah hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti rendahnya minat belajar matematika, menganggap matematika adalah hal yang sangat menyulitkan selain itu penggunaan media pembelajaran oleh guru masih minim serat pembelajaran yang dilaksanakan masih monoton menggunakan metode ceramah dan penugasan pembelajaran kurang inovatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan desain non equivalent control group design penelitian ini menggunakan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Simpulan penelitian ini adalah peningkatan pemahaman konsep matematis siswa pada kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol dimana kelas eksperimen dengan perolehan nilai rata-rata 84 dan pada kelas kontrol dengan nilai rata-rata 77, selain itu N -Gain dari kelas eksperimen sebesar 0,52 dan N-Gain pada kelas kontrol sebesar 0,31 dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran discovery learning berbantuan media bangun datar berbasis Geogebra lebih efektif dibanding pembelajaran model discovery learning berbantuan media powerpoint

    ESTETIKA BATIK NYI AGENG SERANG DESA MUNCAR KABUPATEN SEMARANG

    No full text
    Penelitian ini berfokus pada konsep desain, proses pembuatan, serta nilai estetis batik Nyi Ageng Serang yang terdiri dari jenis Sogan projo, Wahyu tumurun dan Gumuk rejo yang merupakan ciri khas batik Desa Muncar. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: batik Nyi Ageng Serang mengangkat konsep kasta atau tingkatan sosial yang diadaptasi dari sistem pemerintahan Keraton Surakarta. Sogan projo (kasta tertinggi), Wahyu tumurun (kasta menengah), dan Gumuk rejo (kasta bawah). Proses produksi dimulai dari tahap persiapan, pengcapan dan pencantingan, pewarnaan, penguncian warna, dan pelorodan. Nilai estetis dilihat dari unsur intraestetik: motif utama dan motif pendukung terinspirasi dari keberagaman budaya dan potensi lokal Desa Muncar. Pola parallel repeat, opposite repeat, dan meander. Warnanya mengacu pada warna batik keraton yang cenderung gelap, dan batik pesisir yang cenderung cerah. Batik ini mencerminkan adanya konsep tribawana, memiliki nilai keseimbangan dan harmonis. Warna dan bentuk motif melambangkan simbol tertentu yang disesuaikan dengan peran dan fungsi pemakainnya (kasta). Batik ini menggambarkan karakter budaya dan sosial yang berkembang di masyarakat Desa Muncar, seperti kewibawaan, patriotisme, religius, gotong-royong dan sederhana

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPAS BERBASIS STEM-R KELAS V

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik, menguji kevalidan, menganalisis keefektifan, serta mendeskripsikan respon peserta didik dan guru terhadap bahan ajar IPAS berbasis Science, Technology, Engineering, Mathematics dan Religion (STEM-R). Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian Research & Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian adalah siswa kelas V pada semester satu tahun ajaran 2024/2025 yang terdiri dari dua kelas dengan jumlah siswa sebanyak 50. Teknik pengumpulan data terdiri atas teknik tes dan nontes. Instrumen pengumpulan data terdiri atas tes berupa soal essay materi IPAS sedangkan instrument nontes terdiri atas wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari uji normalitas, homogenitas, independent sample t-test, paired sample t-test, dan uji N-gain. Hasil penelitian ini adalah; (1) bahan ajar IPAS berbasis STEM-R memiliki karakteristik yang baik dan sesuai dengan unsur bahan ajar yang terdiri atas petunjuk penggunaan, capaian, latihan-latihan, dan sebagainya, desain bahan ajar menarik dan bersifat sistematis sehingga membuat siswa tidak mengalami kebosanan pada saat kegiatan pembelajaran. Selain itu juga disisipkan religious siswa dalam pembelajaran IPAS melalui cerita islami dan ayat Al-qur’an; (2) Bahan ajar IPAS berbasis STEM-R layak digunakan untuk menunjang pembelajaran. Kelayakan bahan ajar IPAS berbasis STEM-R diuji oleh tiga pakar, yaitu pakar materi, bahasa, dan desain bahan ajar, persentase kelayakan dari 3 pakar memperoleh kriteria sangat layak; (3) Bahan ajar IPAS berbasis STEM-R efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Rata-rata nilai posttest siswa sebesar 84,4. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, artinya ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas control. Skor N-gain siswa yang mendapatkan skor N-gain rendah sebesar 24%, siswa yang mendapatkan skor n-gain sedang sebanyak 36%, dan siswa yang memperoleh skor N-gain tinggi sebesar 40%; dan (4) Siswa menunjukkan respon yang baik atau puas terhadap bahan ajar IPAS berbasis STEM-R. Kesimpulannya adalah; (1) bahan ajar IPAS berbasis STEM-R memiliki karakteristik yang baik dan sesuai dengan unsur bahan ajar; (2) Bahan ajar IPAS berbasis STEM-R layak digunakan untuk menunjang pembelajaran; (3) Bahan ajar IPAS berbasis STEM-R efektif meningkatkan hasil belajar siswa melalui uji Independent sample t-test, uji regresi, N-gain, rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol, serta uji regresi; dan (4) Siswa menunjukkan respon yang baik atau puas terhadap bahan ajar IPAS berbasis STEM-R

    UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUNGA MAWAR SEBAGAI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA

    No full text
    Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam dengan berbagai jenis tanaman salah satunya adalah tanaman mawar. Manfaat dari mawar diantaranya baik untuk kesehatan, kecantikan, keindahan dan penghijauan kota. Masyarakat banyak menyukai mawar karena melihat dari segi keindahan padahal secara ilmiah tanaman mawar sangat berkhasiat dalam beberapa hal. Oleh karena itu, perlu ada kajian yang mendalam dan digali informasi yang lebih banyak agar masyarakat dapat memaksimalkan potensi dari tanaman mawar untuk manfaat lain melihat dari kandungan-kandungan terutama dari bunganya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif dan kuantitatif terkait kandungan senyawa metabolit sekunder pada bunga mawar dan nilai antioksidan yang diaplikasikan sebagai sediaan krim tabir surya. Metode yang digunakan dalam pengambilan ekstrak mawar adalah maserasi dan sonikasi. Variasi yang digunakan adalah perbedaan jumlah pelarut untuk mencari hasil terbaik dari masing-masing metode ekstraksi. Hasil randemen paling baik dengan jumlah pelarut 900 mL dan metode paling baik adalah sonikasi. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan hasil bilangan gelombang yang tidak berbeda jauh antar kedua metode tersebut. Hasil uji total flavonoid dan antioksidan pada sampel ekstrak pekat dari kedua metode menunjukkan bahwa dengan metode sonikasi memiliki nilai paling baik dengan nilai total flavonoid 207,442 mgQE/g dan nilai antioksidan sebesar 64,156 μg/mL dengan kategori antioksidan kuat. Pengujian selanjutnya mengukur nilai antioksidan pada sediaan krim tabir surya dari ekstrak hasil sonikasi yang menghasilkan nilai sebesar 51,090 μg/mL. Pada uji SPF krim tabir surya didapatkan hasil nilai SPF tertinggi pada F3 dengan konsentrasi 250 ppm bernilai 29,54 dan masuk kategori proteksi ultra. Tahap terakhir adalah uji sediaan masing-masing krim tabir surya diantaranya uji organoleptis yang diujikan kepada 15 panelis, uji homogenitas menunjukkan susunan yang homogen, uji pH memiliki nilai pH berada direntang 5,67-5,83 artinya masih berada dalam rentang pH fisiologis kulit. Pada uji organoleptis, uji daya sebar dan uji daya lekat menggunakan program SPSS 25 dalam menganalisis datanya

    PENGARUH DUKUNGAN KEPALA SEKOLAH DAN KESEHATAN MENTAL TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA GURU PAUD

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk 1) untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh dukungan kepala terhadap produktivitas kerja guru PAUD, 2) untuk menganalisis apakah ada pengaruh kesehatan mental terhadap produktivitas kerja guru PAUD, 3) untuk menganalisis apakah ada pengaruh dukungan kepala sekolh dan kesehatan mental terhadap produktivitas kerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitaif survey. Sebanyak 111 responden dalam penelitian ini yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria khusus responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan secara online melalui google form. Data yang diperoleh dianalisis melalui teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Terdapat pengaruh yang signifikan dukungan kepala sekolah terhadap produktivitas kerja guru PAUD, 2) Terdapat pengaruh yang signifikan kesehatan mental terhadap produktivitas kerja guru PAUD, 3) Terdapat pengaruh yang sinifikan antara dukungan kepala sekolah dan kesehatan mental terhadap produktivitas kerja guru PAUD. Temuan ini merekomendasikan untuk dukungan kepala sekolah yang besar dapat mempengaruhi produktivitas kerja guru, serta adanya pengaruh antara kesehatan mental terhadap produktivitas kerja maka pentingnya memperhatikan kesehatan mental guru

    TENUN SONGKET SASAK DALAM KONTEKS PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA: STUDI PEMERTAHANAN IDENTITAS ETNIK DAN REFLEKSI PENDIDIKAN SENI

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perubahan sosial budaya yang berdampak terhadap eksistensi kain tenun songket Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tenun songket yang awalnya memiliki makna simbolik, fungsi adat, dan status sosial kini mengalami pergeseran menjadi produk komersial dalam industri kreatif. Pergeseran ini berpotensi mengancam keberlanjutan nilai-nilai budaya lokal dan identitas etnik masyarakat Sasak. Penelitian ini difokuskan pada tiga rumusan masalah utama: (1) bagaimana keberadaan tenun songket sebagai ekspresi budaya masyarakat Sasak; (2) bagaimana fungsi tenun songket dalam konteks perubahan sosial budaya; dan (3) bagaimana peran pendidikan seni dalam pemertahanan tenun songket sebagai identitas etnik masyarakat Sasak. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan ketiga aspek tersebut secara komprehensif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi dokumentasi, serta analisis visual terhadap motif dan produk tenun songket Sasak. Lokasi penelitian meliputi tiga sentra tenun utama, yaitu Desa Sukarara, Desa Sade Lombok Tengah, dan Desa Pringgasela di Lombok. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan tenun songket Sasak tetap memiliki nilai strategis sebagai simbol identitas budaya, meskipun mengalami perubahan bentuk, fungsi, dan makna. Tenun songket kini tidak hanya digunakan dalam konteks adat, tetapi juga dalam produk fashion modern, souvenir wisata, dan dekorasi interior. Perubahan fungsi tenun songket Sasak tidak hanya merupakan adaptasi bentuk dan teknik, tetapi juga merupakan representasi dari perubahan cara pandang masyarakat terhadap warisan budaya. Pendidikan seni memiliki peran penting dalam proses pemertahanan nilai-nilai budaya tenun songket melalui integrasi materi lokal dalam kurikulum, kegiatan ekstra kurikuler, dan pelatihan berbasis komunitas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemertahanan tenun songket sebagai identitas etnik masyarakat Sasak memerlukan kolaborasi antara masyarakat, institusi pendidikan, pemerintah, dan pelaku industri kreatif dengan mengedepankan pendekatan pendidikan seni berbasis budaya lokal

    POLA PERILAKU SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PADA KELUARGA TENAGA KERJA WANITA (TKW) DI KECAMATAN BAWANG KABUPATEN BATANG

    No full text
    Tingginya tingkat pengangguran di Indonesia menyebabkan banyak wanita memilih bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri untuk mengatasi keterbatasan ekonomi keluarga. Keputusan ini berdampak tidak hanya pada perbaikan finansial, tetapi juga membawa perubahan sosial, terutama dalam pengasuhan anak. Anak-anak yang ditinggalkan oleh ibu yang bekerja sebagai TKW sering kali mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan sosial dan menerima dukungan emosional yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis habituasi anak dari TKW yang duduk dibangku SMP, perilaku sosial anak dari TKW dan interkasi sosial anak dari TKW di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, yang ditinggalkan oleh ibu mereka yang bekerja sebagai TKW. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Studi kasus adalah penelitian yang dilakukan dengan menginvestigasi lebih lanjut penyebab dari aspek sosial tertentu. Lokasi penelitian ini berada di wilayah Kecamatan Bawang Kabupaten Batang tepatnya pada Desa Jlamprang dan Desa Candirejo. Informan yang diperlukan meliputi Kepala Desa Jlamprang dan Candirejo, anak dari TKW dan pengasuh anak TKW. Teknik pengumpulan data terdiri dari wawancara mendalam dan observasi terhadap anak-anak dan pengasuh dari keluarga TKW. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Praktik Sosial dari Pierre Bourdieu. Teori Praktik sosial ini melihat kegiatan sosial meliputi habituasi, arena dan modal sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga TKW sering kali kesulitan menjalin hubungan sosial akibat kurangnya pengawasan langsung dan perhatian emosional dari ibu yang bekerja di luar negeri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun keberangkatan ibu membantu secara ekonomi, tantangan dalam pengasuhan dan perkembangan sosial anak menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dampak sosial dari fenomena keberangkatan TKW terhadap perilaku anak

    AKTIVITAS KATALITIK CaO/

    No full text
    Katalis CaO dari batu kapur Gunung Puger dimodifikasi dengan γ-Al2O3 untuk reaksi transesterifikasi minyak jelantah dalam memproduksi biodiesel. Tujuan dari penelitian ini adalah mensintesis, mengkarakterisasi, serta menguji aktivitas katalitik CaO/γ-Al2O3 pada reaksi transesterifikasi. Metode penelitian yang digunakan untuk sintesis katalis yaitu metode presipitasi dan uji aktivitas katalitik dilakukan dengan metode batch. Hasil analisis dengan metode XRF menunjukkan batu kapur sebagai prekusor CaO memiliki kadar CaCO3 sebesar 97,42% dikalsinasi pada suhu 900 ℃ selama 4 jam untuk menghasilkan CaO. Berdasarkan analisis dari katalis CaO/γ-Al2O3 menggunakan XRD, FTIR, dan SEM diperoleh kristalinitas dan fasa mineral yaitu struktur semi kristalin atau amorf dengan puncak yang melebar yaitu CaO pada 2θ = 37,15° serta γ-Al2O3 2θ = 67,07° dan 45,75°. Selain itu, memiliki gugus fungsi pada bilangan gelombang 489 cm-1 untuk katalis CaO/γ-Al2O3 2%. Sedangkan CaO/γ-Al2O3 3% berada pada bilangan gelombang 490 cm-1 dan CaO/γ-Al2O3 4% yaitu 491 cm-1. Pita serapan tersebut pada semua variasi katalis saling tumpang tindih antara spektra γ-Al2O3 dan CaO karena memiliki karakter puncak yang sama pada 400-600 cm-1. Analisis morfologi permukaan katalis menunjukkan aglomerasi partikel berongga dan saling menempel dengan ukuran kristalinitas <5 nm. Hasil uji aktivitas katalitik dengan rasio minyak:metanol (1:9), konsentrasi katalis 5%, dan suhu reaksi 65℃ selama 3 jam menunjukkan bahwa katalis yang paling baik diantara semua variasi katalis yaitu CaO/γ-Al2O3 4% karena mampu memproduksi metil ester sebesar 37,01%

    PENGUJIAN TRANSDERMAL PATCH EKSTRAK AKAR VALERIAN (Valeriana officinalis) SEBAGAI ANXIOLYTIC PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus L.)

    No full text
    Gangguan kecemasan mencakup gangguan perilaku terkait dan karakteristik rasa takut dan kecemasan yang berlebihan. Gangguan kecemasan berbeda dengan rasa takut atau kecemasan yang berkembang seiring pertumbuhan. Akar valerian sebagai pengobatan untuk kecemasan telah menjadi subjek banyak penelitian, dan sejumlah studi komprehensif telah dilakukan. Valerian memiliki seskuiterpen aktif yaitu asam valerat, senyawa ini memiliki aktivitas anxiolytic. Transdermal patch adalah sistem pengiriman obat yang terdiri dari perekat lembut yang mengandung obat, yang melepaskan sejumlah tertentu bahan aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hasil uji evaluasi transdermal patch akar valerian dan untuk menentukan efek dosis transdermal patch yang mengandung ekstrak akar valerian terhadap jumlah kunjungan dan durasi tikus putih yang mengalami kecemasan saat memasuki open arm elevated plus maze, serta light chamber pada light dark box. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan secara statistik antara kelompok F1 dengan kelompok F2, F3, dan F4. Meskipun secara visual kelompok F2, F3, dan F4 menunjukkan peningkatan durasi dan frekuensi masuk ke open arm dan light chamber dibandingkan F1 akan tetapi peningkatan ini tidak signifikan secara statistik. Selain itu, pada peningkatan dosis ekstrak akar valerian pada setiap formula patch (F2, F3, F4) juga tidak menghasilkan perbedaan signifikan antar kelompok tersebut. Hal ini berarti bahwa transdermal patch ekstrak akar valerian tidak mampu memberikan efek ansiolitik kepada tikus puti

    ANALISIS KECENDERUNGAN MENEBAK JAWABAN PADA TES OBJEKTIF FISIKA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan siswa dalam menebak jawaban pada tes objektif fisika serta cara menebak berdasarkan gender, ability grouping dan tingkatan kelas. Populasi penelitian terdiri dari 251 siswa kelas X, XI, XII semester genap Tahun ajaran 2023-2024 pada SMAN 31 Maluku Tengah dan MAN 4 Maluku Tengah. Analisis data kuantitatif berupa hasil tes semester fisika dikumpulkan dan dianalisis dengan Model Rasch menggunakan aplikasi Winstep, sedangkan analisis data kualitatif berupa angket dan wawancara. Siswa yang teridentifikasi menebak dengan menggunakan Rasch sebanyak 27 siswa, dan 72 siswa teridentifikasi melalui wawancara. Hasil tebakan perempuan 68% benar dari laki-laki yang hanya sebesar 32%. Siswa padaability grouping tinggi persentase menebak benar sebesar 77% dan menebak salah sebanyak 94% dari ability grouping sedang dan rendah. Cara menebak peserta didik pada ability grouping tinggi yaitu dengan memilih opsi yang angkanya terkecil dan terdapat bilangan genap, melihat angka-angka yang sama antara soal dengan pilihan jawaban, menggunakan operasi matematis. Cara menebak pada ability grouping sedang yaitu dengan memilih opsi yang memiliki unsur angka yang sama, memilih angka terkecil, dan menggunakan hasil dari operasi matematis. Cara menebak peserta didik pada ability grouping rendah yaitu dengan menghitung kancing, menggunakan insting, feeling, memilih susunan bilangan tertentu, memilih opsi yang belum dipilih pada soal sebelumnya, dan menebak dengan cara memilih angka-angka yang di sukai. Cara menebak siswa berdasarkan tingkatan kelas yaitu kelas X, XI dan XII tidak memiliki perbedaan yang signifikan, tetapi siswa yang ability rendah dari kelas bawah yaitu X dan XI teridentifkasi sebesar 83% lebih banyak menebak daripada kelas XII yang hanya 27%. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada guru untuk mengurangi ketergantungan peserta didik pada tebakan buta serta meningkatkan kemampuan peserta didik ability grouping sedang dan rendah untuk terlibat dalam tebakan yang cerdas dengan cara peserta didik harus lebih banyak belajar memahami konsep daripada hanya menghafal, harus lebih yakin dengan jawaban tes, menggunakan teknik eliminasi, mampu mengelola kecemasan saat ujian sehingga tidak panik maupun tegang saat berhadapan dengan soal, dan mampu memanajemen waktu sehingga mengurangi peluang memberi tebakan buta

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇