Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN PRODUK MERCHANDISE DENGAN QR CODE TEMA BUDAYA DAN PARIWISATA JEPARA
Kabupaten Jepara sebagai salah satu kabupaten yang menjadi destinasi
wisata dengan berbagai kearifan lokalnya. Berkembangannya bidang pariwisata
dan keberagaman budaya di Kabupaten Jepara seharusnya diimbangi dengan
hadirnya merchandise sebagai bentuk promosi wisata. Namun potensi yang ada,
belum dilaksanakan secara maksimal oleh pelaku industri kreatif di Jepara. Untuk
itu
perlunya pengembangan produk merchandise guna memperbarui atau
mengembangkan produk merchandise yang telah ada di Kabupaten Jepara. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan produk merchandise dan
kelayakan produk merchandise berupa t-shirt dan tote bag dengan qr code tema
budaya dan pariwisata Jepara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian
Research and Development (R&D) model 10 langkah Prof. Sugiyono yang
dibatasi 6 langkah dengan teknik pengumpulan data observasi tersusun
menggunakan lembar pengamatan instrumen yang di analisis validitas dan
reliabilitasnya. Subjek validitas dari penelitian ini terdiri dari 3 ahli instrumen.
Validitas dari ahli instrumen mendapat nilai sebesar 91,6% dengan katagori layak
untuk digunakan. Validasi produk menggunakan teknik analisis data deskriptif
presentase dengan dinilaikan kepada 3 panelis ahli dan 22 panelis terlatih yang
telah lulus mata kuliah desain tekstil. Produk merchandise I t-shirt karya ilustrasi
Perang Obor Jepara mendapatkan presentase rata rata sebesar 91,8 % dan produk
merchandise II tote bag karya ilustrasi Pantai Kartini Jepara mendapatkan rata
rata presentase sebesar 91,5%. Produk mendapat rata-rata presentase validitas
dengan katagori “Sangat Layak”
Penerapan Prinsip Kehati-hatian Sebagai Bentuk Perlindungan Konsumen Atas Kerugian Akibat Transaksi Perbankan Digital
Transaksi perbankan digital yang berkembang secara cepat mengikuti
perkembangan teknologi, menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak positif
berupa aktvitas perbankan dapat digunakan secara online serta diakses dimanapun
dan kapanpun selama 24 jam dengan terhubung internet. Selain itu menjadikan lebih
praktis dan cepat sebab tidak perlu datang dan antri di kantor cabang. Sebaliknya juga
ada dampak negatif yaitu risiko perbankan digital yang akan menjadi tantangan yaitu
risiko perlindungan data pribadi seperti kasus pembobolan rekening yang merugikan
nasabah berinisal A rugi hingga Rp 2 juta dengan pelaku menyamar sebagai kurir
ekspedisi. Hal ini membuat perbankan harus memiliki prinsip kehati-hatian dalam
menjalankan kegiatan layanan perbankan digital.
Penelitian hukum ini memiliki tujuan untuk menjawab permasalahan terkait
Bagaimana penerapan prinsip kehati-hatian oleh penyedia layanan perbankan digital
dalam memberikan perlindungan kepada konsumen dan perlindungan hukum
terhadap konsumen yang mengalami kerugian dalam layanan perbankan digital.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, jenis penelitian yuridis
empiris, sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder,
teknik pengambilan data dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi serta
validitas data yang berupa triangulasi sumber dan triangulasi teori. Berdasarkan hasil
penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa (1) Bentuk penerapan prinsip
kehati-hatian di PT Bank Rakyat Indonesia Regional Semarang pada layanan
perbankan digital adalah sebagai berikut: Pertama yaitu Keamanan, BRI
mengimplementasikan pengamanan melalui sistem teknologi yang ketat. Kedua yaitu
Edukasi Konsumen, mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi. (2)
Sistem perlindungan hukum terhadap nasabah dalam layanan perbankan digital
terbagi menjadi dua kategori utama yaitu Pertama adalah perlindungan preventif,
yang berfokus pada upaya pencegahan dan antisipasi terhadap potensi masalah yang
mungkin dihadapi nasabah di masa depan. Selanjutnya perlindungan represif
merupakan bentuk perlindungan yang diterapkan setelah terjadinya insiden yang
merugikan nasabah. Penyelesaian keluhan nasabah merupakan salah satu upaya untuk
melindungi nasabah dengan tujuan memastikan terpenuhinya hak-hak mereka
STRATEGI MEMBANGUN BRAND IMAGE DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI FISIP UNNES
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya animo calon mahasiswa yang mulai
skeptis dengan ilmu kependidikan dan cenderung tertarik dengan ilmu murni ,
dengan adanya fenomena tersebut tentunya mendorong Program studi Pendidikan
Sosiologi dan Antropologi FISIP UNNES untuk meningkatkan dan menguatkan
Brand image yang baik dan berkompeten untuk meningkatkan daya saing dan
menarik minat calon mahasiswa baru. Tujuan dari penelitian adalah (1) Untuk
mengetahui Brand image Program studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi
FISIP UNNES dalam perspektif Mahasiswa baru angkatan 2024; (2) Untuk
mengetahui strategi membangun Brand image Program studi Pendidikan
Sosiologi dan Antropologi FISIP UNNES.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
menggunakan Teori Jaringan Aktor Bruno Latour. Lokasi penelitian di Program
studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Negeri Semarang. Subjek dalam penelitian ini adalah civitas
akademika Program studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi FISIP UNNES.
Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data
meliputi: pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peran media sosial sangat
berpengaruh dalam membangun perspektif mahasiswa baru terkait Brand image
Program studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi FISIP UNNES, Brand image
yang dilihat didasarkan pada Akreditasi, Kegiatan Pembelajaran, dan Fasilitas
Pembelajaran. Ketiga komponen tersebut menjadi perspektif Brand image
program studi di dalam pandangan mahasiswa baru. (2) Program studi Pendidikan
Sosiologi dan Antropologi FISIP UNNES dalam upaya membangun Brand image
untuk meningkatkan daya saing melakukan 2 strategi yakni pemasaran melalui
media sosial dan melakukan kerjasama dengan mitra dan stakeholder. Kedua
strategi ini diharapkan mampu mendongkrak reputasi program studi dan minat
calon mahasiswa baru.
Saran yang bisa disampaikan dalam penelitian ini adalah optimalisasi
pemasaran media sosial yang lebih luas serta menjaga kredibilitas data yang
disampaikan, kemudian Tetap konsisten dalam evaluasi dan adaptasi jaringan,
karena jaringan bersifat dinamis, evaluasi rutin atas efektivitas strategi dan
keterlibatan aktor harus dilakukan agar program studi tetap relevan dan responsif
terhadap perubaha
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS VII DI SMP NEGERI 12 SEMARANG
Kunci: Model Pembelajaran, Berpikir Kritis, Pembelajaran IPS
Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan yang harus dikuasai oleh
siswa. Namun, fakta dilapangan ditemukan beberapa permasalahan yaitu tidak
adanya aktivitas belajar yang merangsang siswa untuk berpikir kritis, guru lebih
dominan menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran dan kurangnya
inovasi pembelajaran yang diterapkan oleh guru sehingga siswa pasif dalam
mengikuti kegiatan belajar di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengukur
pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan
kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri
12 Semarang, 2) Mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa
kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol dalam pembelajaran IPS kelas VII di SMP
Negeri 12 Semarang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis true
experiment yang melibatkan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Desain penelitian
yang digunakan adalah pretest posttest control group design. Teknik pengambilan
sampel menggunakan random assignment. Sampel yang digunakan adalah peseta
didik kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan VII B sebagai kelas kontrol. Teknik
pengumpulan data untuk mengukur keterampilan berpikir kritis menggunakan tes
Pilihan Ganda (PG). Item soal sudah teruji validasi dan reliabilitasnya. Uji prasyarat
hasil penelitian berupa uji normalitas dan uji homogenitas, sedangkan uji hipotesis
menggunakan uji independent sampel t-test.
Hasil analisis data menunjukan bahwa: 1) Model pembelajaran Problem
Based Learning (PBL) berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis
siswa dengan hasil uji Independent Sample T-Test sebesar sig (2-tailed) sebesar
0,000 < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima menunjukkan peningkatan
yang lebih signifikan setelah penerapan model PBL ;2) Terdapat perbedaan
keterampilan berpikir kritis sebelum dan sesudah penerapan Problem Based
Learning (PBL) pada siswa kelas eksperimen; 3) Rata-rata kemampuan berpikir
kritis siswa berada di kategori sedang karena Problem Based Learning (PBL)
melatih siswa berpikir kritis melalui tahap orientasi masalah, pengembangan dan
penyajian hasil karya, serta analisis dan evaluasi pemecahan masalah
KEBIJAKAN PENGELOLAAN SUMBER MATA AIR DI DESA KEJI UNGARAN BARAT
Penelitian ini mengkaji secara mendalam kebijakan pengelolaan sumber
mata air di Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Tujuan
utamanya adalah untuk menganalisis bagaimana kebijakan lokal yang ada
diterapkan dalam mengelola sumber mata air serta mengevaluasi implikasinya
terhadap upaya perlindungan dan keberlanjutan sumber daya air tersebut. Landasan
konseptual penelitian ini mencakup berbagai aspek penting seperti prinsip
pengelolaan sumber daya air, asas dan tujuan perumusan kebijakan, kerangka
hukum yang relevan, serta peran kearifan lokal yang telah lama ada dalam
masyarakat terkait pengelolaan air.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kebijakan pengelolaan sumber mata air
yang berlaku di Desa Keji pada dasarnya telah menunjukkan upaya positif dalam
mengakomodasi aspek-aspek hukum formal dan nilai-nilai kearifan lokal. Hal ini
terlihat dari adanya integrasi norma hukum negara dengan praktik tradisional
masyarakat dalam dokumen kebijakan. Meskipun demikian, temuan kunci
menunjukkan bahwa efektivitas implementasi kebijakan ini di lapangan masih
belum optimal. Tantangan signifikan yang teridentifikasi terutama berkaitan dengan
kurangnya mekanisme perlindungan hukum yang kuat dan konkret terhadap sumber
daya air dari berbagai tekanan, serta kendala dalam pelaksanaan aturan yang telah
ditetapkan sehingga belum sepenuhnya menjamin keberlanjutan sumber mata air.
Penelitian ini menemukan bahwa meskipun terdapat pengakuan terhadap
pentingnya aspek hukum dan kearifan lokal, praktik di lapangan menunjukkan
perlunya penguatan kapasitas kelembagaan desa dan partisipasi aktif masyarakat
dalam pengawasan dan penegakan aturan. Implikasi dari temuan ini adalah adanya
potensi risiko terhadap keberlanjutan jangka panjang sumber mata air jika
tantangan implementasi dan perlindungan hukum tidak segera diatasi. Oleh karena
itu, penelitian ini memberikan masukan penting bagi pemerintah Desa Keji dan
pemangku kepentingan terkait untuk merumuskan strategi yang lebih efektif guna
memperkuat implementasi kebijakan dan menjamin perlindungan hukum yang
memadai demi pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan berkeadilan
bagi seluruh masyarakat
ANALISIS PENGGUNAAN REMAPPING ECU PROGRAMMABLE DENGAN VARIASI BAHAN BAKAR ETANOL TERHADAP PERFORMA MESIN DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR SEPEDA MOTOR VARIO 150
Kemajuan perkembangan teknologi dibidang otomotif selalu memberikan
hal baru bermanfaaat sesuai dengan kebutuhan masa depan. Seiring masifnya
kebutuhan akan transportasi dibutuhkan konsumen dengan tidak merugikan faktor
lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
modifikasi penggunaan Remapping ECU Programmable dengan menggunakan
bahan bakar campuran etanol dalam bahan bakar pertamax dengan variasi bahan
bakar E20, E45, E85 terhadap Performa mesin dan konsumsi bahan bakar sepeda
motor vario 150.
Penelitian ini diuji analisis data menggunakan metode eksperimen dengan
hasil bentuk grafik dengan deskriptif gambaran terhadap peristiwa perubahan yang
dilakukan pada variabel bebas terhadap variabel terikat. Variabel bebas dalam
penelitian ini mengunakan bahan bakar campuran pertamax dengan etanol yang
menghasilkan variasi E20, E45, E85 dan penggunaan ECU Standar dengan ECU
Programmable. Variabel terikat dalam penelitian adalah torsi, daya dan konsumsi
bahan bakar.
Dari penelitian ini didapatkan hasil Remapping dengan ECU Programmable
yang optimal dengan menggunakan bahan bakar etanol (E20, E45, E85) untuk
performa optimal pada torsi yaitu Remapping Stage 2, sedangkan untuk performa
optimal pada daya yaitu Remapping Stage 1. Konsumsi bahan bakar yang
dihasilkan dari penggunaan variasi Remapping ECU Programmable dengan
menggunakan bahan bakar etanol didapat uji hasil konsumsi bahan bakar terendah
didominasi oleh ECU Programmable variasi Remapping Stage 1 dengan bahan
bakar etanol (E20, E45, E85) menghasilkan nilai konsumsi bahan bakar paling
sedikit sedangkan uji hasil konsumsi bahan bakar tertingi didominasi oleh ECU Standar dengan bahan bakar etanol (E20, E45, E85) menghasilkan nilai konsumsi
bahan bakar paling tertinggi
PENGARUH KERENDAHAN HATI (HUMILITY) TERHADAP PEMAAFAN (FORGIVENESS) PADA REMAJA DENGAN STATUS PACARAN SEBAGAI VARIABEL KONTROL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kerendahan hati (humility)
terhadap pemaafan (forgiveness) pada remaja ketika status pacaran dikontrol.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi
penelitian mencakup remaja SMA Negeri di Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang.
Sampel penelitian sebanyak 326 responden yang diambil menggunakan teknik
purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Heartland
Forgiveness Scale (HFS) yang berjumlah 18 item pernyataan dengan rentang nilai
koefisiensi 0,280 hingga 0,672 dan reliabilitas 0,753. Dan Relational Humility
Scale (RHS) yang berjumlah 16 pernyataan dengan rentang nilai koefisiensi 0,279
hingga 0,728 dan reliabilitas 0,702. Sehingga keseluruhan item skala tersebut dapat
digunakan untuk pengambilan data. Kemudian data dianalisis menggunakan
Analisis Regresi Hierarki menggunakan program SPSS versi 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kerendahan hati memiliki pengaruh lebih
besar terhadap pemaafan diri (
NALISIS PENGGUNAAN TINDAK TUTUR PERMOHONAN (IRAI HYOUGEN) DALAM BUKU AJAR MARUGOTO: BAHASA DAN KEBUDAYAAN JEPANG TINGKAT MADYA B1
Penelitian ini membahas tentang penggunaan tindak tutur permohonan serta
strategi kesantunan dalam bahasa Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui penggunaan tindak tutur permohonan dalam bahasa Jepang serta
strategi kesantunan yang digunakan dalam buku ajar Marugoto: Bahasa dan
Kebudayaan Jepang Tingkat Madya B1 bagian kaiwa. Metode yang digunakan
adalah metode deskriptif kualitatif.
Berdasarkan hasil klasifikasi dan analisis penggunaan tindak tutur
permohonan bahasa Jepang dalam buku ajar Marugoto: Bahasa dan Kebudayaan
Jepang Tingkat Madya 1 B1, terdapat 18 data yang telah diklasifikasi dengan
rincian masing-masing bentuk yaitu meireigata tidak ditemukan data, shijigata
tidak ditemukan data, ishi hyoumeigata 3 data, ganbougata 11 data, ishi
kakuningata 3 data, dan honomekashigata 1 data. Serta terdapat 22 penggunaan
strategi kesantunan pada 18 data tindak tutur permohonan dengan rincian masing
masing strategi kesantunan terdiri dari A1: Assertive Type 11 data, A2: Logical
Type 6 data, A3: Justification Type tidak ditemukan data, A4: Borden-Related Type
2 data, A5: Interpersonal Consideration Type 3 data, A6: Pressure Type tidak
ditemukan data, dan A7: Appeal To The Requested tidak ditemukan data.
Hasil data penggunaan tindak tutur permohonan paling banyak yaitu
ganbougata dengan jumlah 11 data dikarenakan penggunaan bentuk seperti ~く
ださい sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menyampaikan
permohonan dengan sopan. Lalu strategi kesantunan A1: Assertive Type paling
banyak digunakan dengan jumlah 11 data dikarenakan tipe ini sering digunakan
dalam permohonan secara langsung maupun tidak langsung seperti berupa saran
PEMAHAMAN GURU TERHADAP KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) KELAS VIII DI SMPN 12 SEMARANG
Kurikulum merdeka merupakan rangkaian yang dirancang untuk mendukung
diterapkannya pembelajaran dengan paradigma baru berpusat pada materi dasar dan
pengembangan kemmapuan peserta didik yang menyesuikan dengan kemampuan yang
dimiliki. Tujuan kurikulum merdeka memberikan harapan pada peserta didik agar
suasana belajar nyaman dan tenang tanpa ada tekanan sehingga peserta didik bisa
memperlihatkan bakat yang mereka miliki. peserta didik mempunyai kemampuan dan
karaktersitik yang berbeda.
Fokus penelitian ini adalah: (1) Pemahaman guru IPS kelas VIII dalam memahani
karakteristik peserta didik di SMPN 12 Semarang; (2) Perencanaan pembelajaran yang
IPS berdasarkan karakteristik peserta didik kelas VIII di SMPN 12 Semarang; (3)
Pelaksanaan pembelajaran IPS yang mengacu pada karakteristik peserta didik kelas VIII
di SMPN 12 Semarang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data
melalui observasi, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dalam
penelitian menggunakan triangulasi sumber serta teknik analisis data terdiri dari
Pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, simpulan verifikasi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Guru IPS kelas VIII SMPN 12 Semarang
memahami karakteristik peserta didik di kelas VIII dengan menggunakan penguatan
positif untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa terutama dalam pembelajaran IPS
yaitu selalu memberikan pujian serta untuk mendorong peserta didik agar memiliki
perilaku yang baik; (2) Guru di SMPN 12 Semarang menerapkan pendekatan
pembelajaran diferensiasi dengan memahami keberagaman karakteristik siswa, seperti
gaya belajar dan kecepatan belajar. Pemahaman terhadap perbedaan individu ini
memungkinkan guru untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan
potensi setiap siswa. (3) Guru dapat memahami peserta didik, guru membentuk kelompok
dengan menyesuaikan berdasarkan minat untuk berkolaborasi antara guru dan siswa
IMPLEMENTASI “SENAM SEHAT GIGIKU” SEBAGAI PENINGKATAN KESADARAN MERAWAT KESEHATAN GIGI PADA ANAK USIA DINI 5-6 TAHUN
embangan moral dan pertumbuhan fisik anak. Salah satu komponen kesehatan
yang perlu mendapat perhatian khusus adalah kesehatan mulut dan gigi. Terjadi
permasalahan karena kurangnya kesadaran tentang cara merawat kesehatan gigi
dengan benar. Edukasi sejak dini menjadi langkah penting yang dapat dilakukan
dengan melalui kegiatan “Senam Sehat Gigiku”. Adapun tujuan penelitian untuk
menganalisis perbedaan peningkatan kesadaran merawat kesehatan gigi antara
anak-anak TK Budi Rahayu Sayung sebagai kelompok eksperimen dan anak-anak
TK Kalisari sebagai kelompok kontrol. Penelitian menggunakan metode kuantitatif
dengan desain quasi experimental jenis non-equivalent control group design.
Sampel terdiri dari 44 anak usia 5–6 tahun yang dibagi menjadi dua kelompok,
masing-masing 22 anak. Teknik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh
dengan total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa angket yang telah
divalidasi oleh dokter gigi dan guru olahraga. Hasil analisis menunjukkan skor rata
rata post-test kelompok eksperimen adalah 23 dan kelompok kontrol 17,7. Hasil Uji
paired samples test pada kelompok eksperimen menunjukkan nilai peningkatan
6,09 dengan (p-value) 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hasil Uji paired samples
test pada kelompok kontrol menunjukkan nilai peningkatan 0,36364 dengan (p
value) 0,478 lebih besar dari 0,05. Uji independent sample t-test menunjukkan nilai
t sebesar 5,364, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan. Hasil penelitian
menegaskan, program “Senam Sehat Gigiku” efektif dalam meningkatkan
kesadaran merawat kesehatan gigi anak usia dini