Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    IMPLEMENTATION AND STUDENTS' PERCEPTION OF MANGA MEDIA IN TEACHING RECOUNT TEXT AT SMP AL MADINA SEMARANG

    No full text
    The emergence of Manga as an innovation in classroom teaching is relatively rare in the education field. The basic concept of Manga learning is to incorporate creative elements into teaching. Nowadays, many online and offline platforms can be used to support Manga learning activity. Therefore, this topic was chosen because of the trends in the development of education throughout the world. This research was conducted to investigate the implementation and students' perception of Manga media in teaching recount text at SMP Al Madina. Thirty students from VIII A class were taken as the research sample. Quota sampling was used to determine the sample in this research. This research used mixed methods as a way to present research results from the data collected. During the observation at SMP Al Madina, the writer collected the research data by using four methods; namely questionnaires, interviews, pre-test, and post-test. This research identified that utilizing Manga media was effective for teaching recount text writing to students. The result of students’ post-test was higher than that of students’ pre-test; it indicated that there was a significant effect of using Manga media in teaching recount text writing to students. It showed that Manga media are effective to be learning tools in teaching recount text writing because Manga media can improve the students’ competence in writing recount texts

    PEMBAHARUAN HUKUM PENITIPAN UANG GANTI KERUGIAN YANG BERKEADILAN DALAM PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM

    No full text
    Layak dan Adil adalah kunci ganti rugi pengadaan tanah untuk kepentingan umum, seringkali timbul konflik yang menghambat pembangunan karena tidak tercapainya keadilan, kemanfaatan, dan kepastian, bahkan setelah uang ganti kerugian dititipkan di Pengadilan. Karakteristik keadilan dalam pengadaan tanah adanya musyawarah, adanya penilai publik dan penyelesaian melalui lembaga peradilan, sesungguhnya sudah diatur namun tidak efektif sehingga dibutuhkan konsep baru dalam Hukum Pengadaan Tanah di Indonesia. Penelitian ini mengkaji mengenai prosedur dan praktik penitipan uang ganti kerugian di Pengadilan Negeri serta konsep pembaharuan hukum pada tahap pra dan pasca penitipan uang ganti kerugian di Pengadilan, dari segi keadilan memberikan suatu upaya hukum yang efektif dan penilaian ganti kerugian yang layak dan adil, dari segi kemanfaatan penelitian ini dapat mengurangi konflik dan korupsi serta melindungi kepentingan pemilik hak, masyarakat, bangsa dan Negara, dari aspek kepastian penelitian ini memberikan jangka waktu penitipan dan mengurangi efek samping uang ganti kerugian mengendap di Pengadilan tanpa batas waktu. Teori yang digunakan adalah teori keadilan yang dimaknai sebagai cara menurut John Rawls, teori kepastian menurut Sudikno Mertokusumo dan teori Perlindungan Hukum menurut Satjipto Rahardjo, Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian hukum Normatif Empiris. Berfokus pada prosedur dan praktik penitipan uang ganti kerugian pada Pengadilan Negeri dan Konsep Pembaharuan Hukum Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum pada tahap pra dan pasca penitipan uang ganti kerugian. Penulis menggunakan informan dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1). Prosedur dan praktik penitipan uang ganti kerugian bagi pembangunan demi kepentingan umum pada Pengadilan Negeri Sungai Penuh sudah sesuai dengan Perma dan SOP yang berlaku (2). Konsep pembaharuan yaitu Dismisal Proses dalam upaya hukum keberatan, solatium dan kebijakan insentif harus menjadi instrumen nilai tambah ganti kerugian yang diterapkan pada tahap pra penitipan dan batas waktu penitipan uang ganti kerugian di Pengadilan selama 30 (tiga puluh) tahun sejak dititipkan serta Gugatan Perbuatan Melawan Hukum dapat menjadi alternatif apabila ada penyimpangan yang dilakukan oleh Penguasa diterapkan pasca penitipan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pembaruan hukum yang lebih responsif dan berkeadilan

    ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN SIMULASI PhET DENGAN UNIFIED THEORY OF ACCEPTANCE AND USE OF TECHNOLOGY (UTAUT) PADA PEMBELAJARAN FISIKA DASAR II

    No full text
    Pentingnya mengutamakan pendidikan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Proses pembelajaran pada bidang pendidikan selalu berkaitan dengan penggunaan media pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran secara konvensional membuat mahasiswa kurang memahami konsep fisika dasar. Salah satu alternatif yang dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran secara digital yaitu PhET. Berdasarkan wawancara dengan dosen fisika, penggunaan media simulasi PhET masih belum maksimal dan mahasiswa belum memahami dasar-dasar serta mengaplikasikan penggunaan PhET yang disebabkan beberapa faktor. Dengan demikian, salah satu pendekatan teori yang dapat memahami dan menganalisis penggunaan teknologi yaitu menggunakan teori Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan kondisi fasilitas terhadap perilaku penggunaan dalam menggunakan media pembelajaran simulasi PhET. Penelitian analisis penggunaan media PhET dengan model UTAUT menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Responden penelitian ini sebanyak 23 mahasiswa fisika rombongan belajar B Universitas Negeri Semarang angkatan 2023. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode pengumpulan data survei dengan menggunakan instrumen angket yaitu google form. Metode analisis data menggunakan PLS-SEM dengan aplikasi pengolah data yaitu menggunakan software SmartPLS. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa kondisi fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku penggunaan dalam menggunakan media pembelajaran simulasi PhET. Sementara ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, dan pengaruh sosial tidak berpengaruh terhadap perilaku penggunaan dalam menggunakan media pembelajaran simulasi PhET

    “WAJAH POLITIK PEREMPUAN” DALAM PROSES PERANCANGAN PERDA KOTA SEMARANG NOMOR 7 TAHUN 2023 TENTANG PEMBERDAYAAN DAN PERLINDUNGAN PEREMPUAN

    No full text
    Perempuan memiliki posisi yang termaginalkan di dalam politik. Sedangkan diperlukan adanya sudut pandang perempuan dalam pembahasan perda atau kebijakan dengan tujuan kebijakan tersebut tidak bias dan dapat mewakili kedua gender. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis aspek kehadiran deskriptif dan kehadiran substantif perempuan anggota legislatif dalam proses perancangan perda pemberdayaan dan perlindungan perempuan. Selain itu penelitian ini juga menganalisis hambatan yang dialami perempuan anggota legislatif selama masa perancangan perda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yaitu perempuan anggota pansus perda pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan satu laki-laki pimpinan pansus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu In-depth interview dengan masing�masing informan dan juga dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan uji validitas berupa triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis Gender Analysis Pathway (GAP). Penelitian ini ditemukan bahwa secara jumlah anggota pansus perempuan sudah mewakili kuota affirmative action, sedangkan secara jumlah yang hadir per rapat pembahasan secara kehadiran deskriptif masih kurang hal ini karena harus menghadiri pansus perda lain sedangkan jumlah perempuan di DPRD pada periode tersebut sangat sedikit. Sedangkan secara substantif hanya satu dari empat yang secara susbtantif hadir dalam pembahasan rapat pansus perancangan perda pemberdayaan dan perlindungan perempuan. Maka secara keseluruhan secara deskriptif dan substantif kehadiran perempuan dalam perancangan perda ini masih kurang. kemudian untuk hambatan utamanya sendiri adalah adanya patriarki secara struktural yang mana terpilihnya laki�laki sebagai pimpinan anggota pansus, hal ini dapat mempengaruhi substansi pembahasan yang mana dikeluhkan terkesan terburu-buru dan tidak detail dalam membahas. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai tema ini dalam aspek kehadiran transformatif. Karena berdasarkan hasil temuan penelitian kehadiran deskriptif dan substantif dalam pembahasan perda ini tidak tercapai atau kurang maksimal, sehingga perlu dianalisis bagaimana perda ini diterapkan di masyarakat

    IMPLEMENTASI PENILAIAN AUTENTIK KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS VII SMP NEGERI 30 SEMARANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai hal-hal berikut: (1) pelaksanaan penilaian autentik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas VII di SMP Negeri 30 Semarang berdasarkan Kurikulum Merdeka, (2) kendala-kendala yang terjadi dalam implementasi penilaian autentik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas VII di SMP Negeri 30 Semarang berdasarkan Kurikulum Merdeka. Jenis penelitian ini adah penelitian kualitatif dengan metode deksriptif. Lokasi penelitian yaitu SMP Negeri 30 Semarang yang terletak di Jalan Amarta Raya No. 20, Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Jawa Tengah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi Kepala SMP Negeri 30 Semarang, Waka Kurikulum SMP Negeri 30 Semarang, Guru mata pelajaran Pendidikan Panacasila SMP Negeri 30 Semarang. dan peserta didik kelas VII G SMP Negeri 30 Semarang. Uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Hasil menunjukkan penerapan yang efektif melalui empat tahap: penentuan standar, tugas autentik, kriteria tugas, dan rubrik. Jenis penilaian mencakup tertulis, proyek, portofolio, dan penilaian diri. Kendala utama meliputi faktor guru (keterbatasan teknologi dan waktu) dan siswa (minat, pemahaman, dyn partisipasi rendah). Saran yang diberikan oleh peneliti meliputi: (1) sekolah menjadikan temuan sebagai bahan evaluasi; (2) guru meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan penguasaan IPTEK; (3) siswa meningkatkan motivasi dan keterlibatan

    OLAHRAGA DIGITAL: TINJAUAN EPISTEMOLOGI TERHADAP ESPORT

    No full text
    Esport telah berkembang menjadi fenomena global yang mengubah lanskap hiburan digital, terutama dengan meningkatnya akses teknologi dan konektivitas internet. Generasi muda menjadi pendorong utama pertumbuhan ini, memanfaatkan perangkat seperti ponsel pintar dan komputer untuk menjadikan esport sebagai hiburan utama. Di Indonesia, esport semakin populer melalui acara seperti Piala Presiden Esport, yang mendukung bakat lokal dan mengangkat industri esport nasional ke tingkat internasional. Pemerintah pun mengakui potensinya dengan memasukkan esport dalam strategi pengembangan olahraga dan ekonomi kreatif. Namun, perdebatan mengenai status esport sebagai cabang olahraga terus berlanjut. Beberapa pihak mendukung esport karena memenuhi elemen kompetisi, keterampilan, dan pelatihan intensif. Sebaliknya, kritik utama terhadap esport adalah minimnya keterlibatan fisik, aspek yang menjadi elemen fundamental dalam definisi olahraga tradisional. Penelitian ini menggunakan metode telaah litelatur/litelatur riview jenis meta analisis , bertujuan untuk menyumbang gagasan baru dalam wacana esport, mengevaluasi validitasnya dari sudut pandang epistemologi olahraga, dan menyoroti implikasinya terhadap pengakuan formal di ranah olahraga global. Hasil penelitian setalah mereview 26 artikel yang pro dan kontra terhadap esport sebagai olahraga menunjukkan bahwa esport belum sepenuhnya memenuhi kriteria olahraga tradisional yang meliputi unsur manusia, fisik, keterampilan, aturan, dan kelembagaan. Sekitar 61,5% peneliti menyatakan esport bukanlah olahraga, sementara 38,5% berpendapat sebaliknya. Dampak negatif seperti risiko kesehatan fisik dan mental pemain, serta kurangnya aktivitas fisik, menjadi alasan utama penolakan. Sebaliknya, esport diakui memiliki nilai kompetitif dan potensi ekonomi. Meski demikian, dampak positif ini belum cukup untuk menggantikan aspek-aspek mendasar yang absen. Dengan demikian, esport saat ini lebih tepat dikategorikan sebagai bentuk hiburan kompetitif daripada olahraga tradisional. Studi ini juga mengakui keterbatasan, termasuk kesulitan memahami referensi berbahasa asing. Temuan ini diharapkan mendorong penelitian lebih lanjut untuk memperjelas posisi esport dalam ranah keilmuan olahraga

    ANALISIS PENJATUHAN PIDANA LEPAS OLEH HAKIM KASASI DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA BERBASIS NILAI KEADILAN SOSIAL Studi Kasus: Putusan Nomor 30/Pid.Sus/2020/PN Cag jo. 281/PID/2020/PT BNA jo.1646 K/Pid.Sus/2021

    No full text
    Tugas dan peran serta seorang hakim adalah memberikan putusan dalam setiap perkara yang dihadapkan kepadanya. Setiap putusan hakim harus mempertimbangkan segala aspek yang bersifat yuridis, filosofis, dan sosiologis. Putusan lepas tentunya menimbulkan perdebatan, terlebih lagi dalam putusan tingkat pertama dan putusan tingkat banding menyatakan Para Terdakwa bersalah namun dalam tingkat kasasi Para Terdakwa dilepaskan. Permasalahan yang dibahas antara lain bagaimanakah pertimbangan hukum hakim kasasi dalam menjatuhkan pidana lepas para terdakwa dalam tindak pidana narkotika dengan metode pembelian terselubung dan bagaimanakah putusan lepas tersebut apabila ditinjau dari nilai keadilan sosial. Pendekatan penelitian ini dilakukan dengan pendekatan secara yuridis empiris. Dalam permasalahan pertama, Majelis Hakim Kasasi memisahkan tindak pidana dan pertanggungjawaban pidana. Wujud sikap bathin (Mens Rea) baik dalam bentuk kesengajaan dan kelapaan tidak lagi sebagai bagian inti unsur dalam suatu tindak Pidana. Dalam permasalahan kedua, Penilaian sifat melawan hukum dilakukan oleh Majelis Hakim Kasasi secara teleologis, selain itu Majelis Hakim Kasasi tidak lagi berfokus terhadap tindak pidana atau perbuatannya (daadstrafrecht) dan lebih terfokus kepada pelaku (daad-dader strafrecht). Pada kesimpulannya, Majelis Hakim Kasasi menyoroti perilaku Aparat Penegak Hukum dalam kasus yang diteliti dalam mengungkapkan suatu kasus, lebih seperti melakukan penjebakan kepada Para Terdakwa sehingga adanya tindak pidana tersebut tidak benar-benar murni dari kehendak ataupun niat dari Para Terdakwa dan Para Terdakwa hanyalah korban atas pengetahuannya yang mengetahui tempat penjual narkotika. Tujuan hukum yang ingin dicapai oleh Majelis Hakim Kasasi dalam konteks Keadilan sosial sebagaimana ide Pancasila dapat diartikan bahwa keadilan bukanlah sekadar keadilan formal akan tetapi keadilan substantif atau keadilan materil. Hal inilah yang menjadi landasan dari suatu penjatuhan putusan pemidanaan oleh Pengadilan yang semata-mata dilakukan “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa” dalam rangka menegakkan hukum untuk memberikan rasa keadilan yang tidak hanya berkaitan dengan masyarakat dan para pencari keadilan. Namun juga ada tanggung jawab Hakim kepada Tuhan Yang Maha Esa

    POLA PEMBINAAN PRESTASI ATLET SENAM KLUB LAWU KABUPATEN KARANGANYAR

    No full text
    Pola pembinaan prestasi olahraga mempunyai banyak faktor yang harus dipikirkan. Melalui observasi yang dilakukan di Klub Lawu Kabupaten Karanganyar terdapat permasalahan terhadap sumber daya manusia serta kurangnya sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh karena itu prestasi yang dicapai belum maksimal. Oleh karena itu fokus masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana rekrutmen atlet serta pelatih, program latihan, sarana dan prasarana serta pencapaian prestasi atlet senam Klub Lawu Kabupaten Karanganyar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses rekrutmen atlet serta pelatih, program latihan, kondisi sarana prasarana dan pencapain prestasi atlet senam Klub Lawu Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek penelitian adalah pengurus, pelatih, dan atlet. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah 1) Perekrutan atlet senam di Klub Lawu Kabupaten Karanganyar melalui pendaftaran dan rekomendasi tanpa ada persyaratan khusus, sedangkan rekrutmen pelatih memiliki pengalaman dan kompetensi dalam olahraga senam namun perekrutan pelatih baru di Klub Lawu Kabupaten Karanganyar belum dapat dilaksanakan. 2) Program latihan diberikan oleh pelatih dengan disesuikan kebutuhan dan kekurangan atlet akan tetapi program latihan belum diberikan secara tertulis. 3) Sarana dan prasarana yang tersedia di Klub Lawu Kabupaten Karanganyar sudah lengkap namun kondisi sarana dan prasarana belum memadai masih ada beberapa alat yang membutuhkan pembenahan dan perbaikan. 4) Atlet senam Klub Lawu sudah mengikuti beberapa kejuaraan namun pencapaian prestasi belum menunjukkan peningkatan. Simpulan dari pembinaan prestasi atlet senam yang ada di Klub Lawu Kabupaten Karangnyar belum optimal, saran dalam penelitian ini adalah 1) Untuk pengurus dapat meningkatkan pembinaan dengan lebih baik lagi,sarana dan prasarana perlu diperhatikan dan dioptimalkan serta penambahan pelatih agar program latihan lebih bervariasi. 2) Untuk pelatih dapat menerapkan IPTEK dalam kepelatihannya serta program latihan dapat diberikan secara tertulis. 3) Untuk atlet dapat memanajemen waktu dalam latihan dan pendidikan formal serta disiplin dan semangat dalam kegiatan latihan sehingga dapat meningkatkan prestasi

    PENGEMBANGAN LKPD BERORIENTASI GUIDED DISCOVERY LEARNING PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN KELAS X SMA TERHADAP HASIL BELAJAR DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN

    No full text
    Pembelajaran biologi khusunya pada materi yang berkaitan dengan lingkungan selain memberikan pemahaman secara kognitif tentang lingkungan juga seharusnya dapat membentuk sikap kepedulian lingkungan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kevalidan LKPD berorientasi guided discovery learning serta bagaimana hasil belajar peserta didik dan sikap peduli lingkungan peserta didik setelah mengikuti pembelajaran materi Perubahan Lingkungan menggunakan LKPD berorientasi guided discovery learning. Jenis penelitian ini adalah Research & Development (R&D) oleh Borg & Gall yang dimodifikasi. Tahapan penelitian ini meliputi: 1) Tahap analisis potensi dan masalah dilakukan dengan melakukan wawancara guru biologi SMA Teuku Umar Semarang dan mengenai permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran. 2) Tahap pengumpulan data dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai pengembangan produk. 3) Tahap desain produk untuk merancang produk LKPD berorientasi guided discovery learning dan instrumen instrumen yang dibutuhkan dalam penelitian yaitu instrumen angket dan instrumen tes. 4) Tahap validasi produk dilakukan uji validitas produk. 5) Tahap ujicoba instrumen tes dilakukan untuk memperoleh keabsahan soal posttest. 6) Tahap uji coba produk dilakukan dengan menerapkan produk LKPD dalam pembelajaran diikuti dengan mengambil data hasil belajar melalui posttes dan sikap peduli lingkungan melalui angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berorientasi guided discovery learning valid untuk digunakan dalam pembelajaran dengan memperoleh persentase kevalidan media 88,3 dan persentase kevalidan secara materi sebesar 88,1 dengan kategori sangat valid. Hasil belajar peserta didik setelah menggunakan LKPD berorientasi guided discovery learning sangat baik dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 88 dengan nilai tertinggi yaitu 100. Pada hasil sikap peduli lingkungan peserta didik diperoleh persentase sebesar 76 yang menunjukkan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa LKPD sangat valid digunakan dalam pembelajaran serta hasil belajar dan sikap peduli lingkungan peserta didik kelas X sangat baik setelah menggunakan LKPD berorientasi guided discovery learning dalam pembelajaran materi Perubahan Lingkungan di SMA Teuku Umar Semarang

    PROFIL KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS KHUSUS OLAHRAGA (Studi Deskriptif Siswa Kelas VII Kelas Khusus Olahraga SMPN 3 Semarang Tahun Ajaran 2023/2024)

    No full text
    Kebugaran jasmani sangat penting untuk dimiliki semua orang termasuk siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO). Dalam program tersebut bertujuan untuk membangun prestasi olahraga di berbagai ajang. Dilakukannya tes kebugaran jasmani sebagai upaya mencapai tujuan dari program tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 24 siswa. Teknik penarikan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sama dengan jumlah populasi yaitu 24 siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan survey dengan metode pengambilan data secara langsung sebanyak satu kali atau one-shot-model. Teknik pengumpulan data melalui metode Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) dengan 5 item tes yaitu tes Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk mengukur komposisi tubuh, V Sit and Reach Test untuk mengukur kelentukan, Sit Up Test untuk mengukur kekuatan otot, Squat Thrust Test untuk mengukur daya tahan otot, dan Progressive Aerobic Cardiovascular Endurance Run Test (Pacer Tes) untuk mengukur daya tahan kardiovaskular. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan mengolah data mentah menjadi nilai menganut norma penilaian pada panduan TKPN yang kemudian dideskripsikan sesuai hasil yang diperoleh. Hasil penelitian ini meliputi hasil tes keseluruhan siswa dan pengelompokan cabang olahraga untuk IMT keseluruhan siswa dan pengelompokan cabang olahraga berklasifikasi Gizi Baik (Normal) sedangkan untuk tingkat kebugaran keseluruhan siswa dan pengelompokan cabang olahraga berkategori Baik Sekali. Kesimpulan penelitian ini yaitu profil kebugaran jasmani siswa kelas VII Kelas Khusus Olahraga SMPN 3 Semarang Tahun Ajaran 2023/2024 terdapat pada kategori “Baik Sekali”. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat dijadikan evaluasi sebagai upaya untuk memastikan bahwa kondisi kebugaran jasmani siswa tidak menurun

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇