Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    OVERPOPULATION SEBAGAI INSPIRASI BERKARYA SENI ILUSTRASI

    No full text
    Overpopulation atau ledakan penduduk merupakan suatu masalah yang timbul dari jumlah penduduk yang tidak terkontrol. Masalah ini sering sekali disepelekan sehingga penulis memutuskan menjadikan overpopulation sebagai subjek matter proyek studi ini. Proyek studi ini membahas tentang karya seni ilustrasi yang dibuat dengan memadukan berbagai macam teknik manual. Penggunaan teknik manual yang variatif bertujuan untuk menghasilkan kesan artistik dan menarik sebagai penyampai pesan dampak overpopulation. Karya ilustrasi ini dibuat dengan tujuan menyadarkan gentingnya masalah overpopulation, menggerakkan audience untuk melakukan tindakan yang bijaksana dalam menannggapi masalah overpopulation. Penggambaran dampak overpopulation menggunakan teknik arsir, blok, plakat, dan aquarel. Seleksi warna digunakan dalam karya ini untuk menghadirkan warna monokrom pada beberapa objek, tujuanya untuk memberi kesan dramatik dan memberikan perbedaan suasana dalam karya. Proyek studi ini menghasilkan 11 karya ilustasi dengan ukuran dan media yang berbeda, tepatnya 4 karya pada kertas A1, 4 karya pada yellowboard ukuran 65 cm x 78 cm, dan 3 karya pada lembaran kain kanvas berukuran 115 cm x 150 cm. Dampak overpopulation yang diangkat dalam proyek studi ini antara lain kemacetan, kriminalitas yang semakin tinggi, isu tenggelamnya kota Jakarta, pencemaran lingkungan, kualitas SDM menurun, penekanan pada SDA, tingkat pengagguran yang semakin tinggi, pemukiman kumuh, krisis pangan, kesenjangan sosial, dan hubungan populasi manusia dengan lingkungannya. Bentuk visual karya ilustrasi ini merupakan bentuk imitasi dari keadaan nyata yang telah mengalami gubahan, kemudian disusun dalam keadaan yang tidak natural. Selain menghasilkan karya ilustrasi, proyek studi ini diharapkan dapat memberi inspirasi dan mendorong generasi muda bersikap kritis dalam menghadapi masalah overpopulation

    PENGARUH FATHER INVOLVEMENT TERHADAP PERSEPSI AYAH TENTANG STATUS WELL-BEING ANAK USIA DINI DITINJAU DARI FATHERING STYLE

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis pengaruh father involvement terhadap persepsi ayah tentang status well-being anak usia dini, 2) menganalisis apakah jika mengontrol fathering style, father involvement memengaruhi persepsi ayah tentang status well-being anak usia dini, 3) menganalisis apakah terdapat perbedaan fathering style dengan father involvement dan fathering style dengan persepsi ayah tentang status well-being anak usia dini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif survey. Sebanyak 136 ayah yang menjadi partisipan dalam penelitian ini yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria khusus responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan secara luring untuk para ayah. Data yang diperoleh dianalisis melalui teknik analisis regresi linier berganda dan uji-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa father involvement mempengaruhi persepsi ayah tentang status well-being anak. Tetapi tidak ada pengaruh yang signifikan antara father involvement terhadap persepsinya tentang status well-being anak saat mengontrol fathering style. Kendati demikian, father involvement dipengaruhi oleh fathering style. Berdasarkan gaya pengasuhan ayah terdapat perbedaan yang signifikan terhadap father involvement. Father involvement maupun persepsi ayah tentang status well-being anak didominasi oleh gaya pengasuhan demokratis. Temuan ini menyiratkan bahwa perlu untuk mempertimbangkan variabel Fathering Style dan Father Involvement secara spesifik pada masing-masing indikatornya. Selain itu, perlu adanya promosi dan investasi untuk menunjang peningkatan well-being anak baik melalui keterlibatan ayah, keluarga, sekolah maupun kebijakan yang mendukung hal tersebut. Seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah perlu terlibat langsung secara holistik dalam pemenuhan dan peningkatan well-being anak usia dini

    SUKU BADUY SEBAGAI INSPIRASI BERKARYA SENI LUKIS

    No full text
    Baduy adalah sebuah suku yang terisolasi dari arus globalisasi. Suku Baduy tidak pernah bersentuhan dengan dunia luar sehingga menerapkan prinsip-prinsip kesederhanaan. Sejatinya, masyarakat Indonesia lebih banyak terpengaruh dengan budaya global dan tidak menghayati tentang kesederhanaan. Oleh karena itu, penulis bertujuan mengangkat kesederhanaan suku Baduy sebagai inspirasi berkarya seni lukis. proyek studi ini bertujuan untuk menciptakan karya seni lukis sebagai media ekspresi penulis mengenai nilai kesederhanaan dalam suku Baduy melalui seni lukis aliran fauvisme. Fauvisme dipilih karena kemampuannya untuk memvisualkan kehidupan dan lingkungan sehari-hari secara ekspresif dan imajinatif. Proses penciptaan karya dalam proyek studi ini menggunakan teknik linier dan plakat, dengan tahapan meliputi pengembangan gagasan konsep, pembuatan sketsa, penciptaan karya, penyelesaian, dan penyajian akhir. Proyek ini menghasilkan sepuluh karya seni lukis yang merepresentasikan nilai-nilai kesederhanaan suku Baduy melalui penggambaran figur-figur yang didistorsi, warna-warna analogus, wajah yang sederhana, dan atribut suku Baduy. Untuk mengaksentuasi makna, penulis juga melakukan pemilihan simbol-simbol tumbuh tumbuhan sebagai pendukung subjek utama dengan cara menggunakan bentuk yang sederhana seperti garis lengkung. Melalui lukisan-lukisan ini, penulis dapat menyampaikan makna-makna kesederhanaan suku Baduy

    OPTIMASI DAUR ULANG LIMBAH EXPANDED POLYSTYRENE (EPS) DENGAN METODE PELARUTAN KIMIA SEBAGAI MATERIAL INTI WAVEGUIDE

    No full text
    Limbah Expanded Polystyrene (EPS) merupakan salah satu penyumbang polusi lingkungan karena sulit terurai secara alami, meskipun dapat didaur ulang. Namun, proses penanganannya cukup rumit akibat sifatnya yang ringan dan bervolume besar. Di sisi lain, waveguide optik memerlukan material dengan sifat optik, mekanik, dan termal yang baik. EPS memiliki potensi sebagai material inti waveguide, namun masih memerlukan peningkatan pada stabilitas dimensi dan kestabilan warna saat dipanaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses daur ulang EPS melalui metode pelarutan kimia menggunakan toluena, serta memodifikasinya dengan penambahan nanopartikel silika (SiO₂) dan crosslinker Divinylbenzene (DVB) guna menghasilkan material inti waveguide optik yang berkualitas. Karakterisasi dilakukan menggunakan spektroskopi UV-Vis, FTIR, serta SEM-EDX untuk mengkaji sifat optik, struktur kimia, dan morfologi material. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EPS murni hasil pelarutan kimia memiliki performa terbaik sebagai material inti waveguide, dengan nilai transmitansi tertinggi yaitu 109, indeks bias sebesar 1,59, serta morfologi permukaan yang halus dan homogen. Modifikasi dengan SiO₂ meningkatkan stabilitas dimensi, tetapi menurunkan sifat optik akibat hamburan internal, dengan nilai transmitansi sebesar 62 (indeks bias 1,46). Sementara itu, modifikasi dengan DVB menghasilkan keseimbangan yang baik antara kestabilan struktur dan performa optik, dengan nilai transmitansi 101 dan indeks bias 1,51. Seluruh sampel menunjukkan stabilitas dimensi yang sangat baik terhadap waktu. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa limbah EPS dapat diolah kembali menjadi material inti waveguide optik yang efisien dan ramah lingkungan, sekaligus menawarkan solusi inovatif dalam pengelolaan limbah plastik

    OUTDOOR STUDY MELALUI PEMANFAATAN DESA WISATA WONOSOCO SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DENGAN TEMA KEARIFAN LOKAL PADA PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 3 SATU ATAP UNDAAN KABUPATEN KUDUS

    No full text
    Problematika pembelajaran IPS yang ditemukan secara umum di SMP N 3 Satu Atap Undaan, Kudus yaitu pendekatan Teacher Centered yaitu guru lebih banyak melakukan kegiatan belajar – mengajar dengan bentuk ceramah (lucturing). Guru hanya memberikan informasi satu arah dan siswa cenderung pasif hanya mendengarkan. Model pembelajaran dalam pembelajaran IPS sebenarnya cukup variatif, seperti coorperative learning, reading guide (penuntun bacaan), student teams achievement devision, jigsaw, group investigation, dan outdor study. Variasi tersebut tentunya sejalan dengan penerapan kurikulum Merdeka yang sekarang digunakan. Kurikulum Merdeka dimaknai sebagai desain pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan tenang, santai, menyenangkan, bebas stres, bebas tekanan dan untuk memaksimalkan potensi setiap peserta didik. Mengenai pembelajaran di luar kelas (outdoor), ada beberapa tempat yang dapat dirokemendasikan untuk direalisasikan, salah satunya desa wisata Wonosoco. Tujuan penelitian ini Menganalisis alur tujuan pembelajaran (ATP) yang dimiliki guru IPS dalam pelaksanaan Outdoor study. Menganalisis Outdoor study dengan memanfaatkan desa wisata Wonosoco sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka yang bertema Kearifan Lokal pada pembelajaran IPS. Menganalisis kendala yang dihadapi dalam kegiatan Outdoor Study. Hasil penelitian ini guru IPS membuat dan merancang pembelajaran IPS sesuai dengan pedoman berupa alur tujuan pembelajaran (ATP) yang merujuk pada capaian pembelajaran (CP) mata pelajaran IPS fase D dari pemerintah. Pemanfaatan desa wisata Wonosoco sebagai objek dalam mengimplementasikan kurikulum Merdeka pada projek P5 yang dilakukan guru beserta siswa kelas VII memilih pasar tradisional “Sarwono” sebagai aktivitas eksplorasi siswa. Projek yang pertama menggunakan metode PEKARTI. Projek P5 yang kedua, menggunakan metode FIDS (Find – Image – Do – Share) dengan mengamati, serta ikut serta berperan aktif dalam kirab budaya desa beserta pertunjukan wayang klitik. Adapun kendala yang dihadapi pada saat melaksanakan projek penguatan profil pelajar Pancasila bertemakan kearifan lokal menggunakan pendekatan Sytematic Literature Review (SLR) sehingga dapat teridentifikasi bahwa kendala / hambatan yang ada meliputi satuan pendidikan, guru, peserta didik dan hambatan lainya

    IN SILICO PHARMACOKINETIC AND MICROBIOTA INTEGRATED PROFILING OF RESVERATROL ANALOGS

    No full text
    Resveratrol, a polyphenolic compound, possesses extensive biological activities; however, its use in clinical applications is restricted due to its poor bioavailability and rapid metabolism. In the present work, resveratrol and 14 of its structural analogs were screened by a combined in silico methodology. The methodology integrated density functional theory (DFT) calculations, quantitative structure activity relationship (QSAR) modeling, physiologically based pharmacokinetic (PBPK) simulations, and microbiota-associated interaction considerations. Molecular descriptors were generated from optimized geometries at the DFT level of theory to predict permeability and metabolic characteristics. PBPK modelling was used to simulate the distribution of compounds in different physiological states. In contrast, bioinformatics analysis was used to support the gene expression modulation and the response of the microbial community to the analog structure. Several analogs predicted permeability and metabolic stability significantly better than native resveratrol. Furthermore, some compounds exhibited good associations with gut microbiota and metabolic pathways that may have regulatory functions. The results indicate that certain resveratrol analogs are potential drug candidates for further in vitro and in vivo studies. Furthermore, we report a full computational framework to aid the discovery of rational bioavailable polyphenol-related drugs

    SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK MENGGUNAKAN BIOREDUKTOR EKSTRAK BIJI ALPUKAT DAN UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIBAKTERI

    No full text
    Penelitian ini mensintesis nanopartikel perak (AgNPs) menggunakan ekstrak biji alpukat (Persea americana) sebagai bioreduktor, memanfaatkan metode green synthesis yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi pengaruh variasi jenis pelarut dan pengeringan ekstrak serta waktu pemanasan terhadap karakteristik AgNPs beserta aktivitasnya sebagai antibakteri. Metodologi melibatkan preparasi dan ekstraksi biji alpukat, sintesis dan optimasi AgNPs, dan karakterisasi menggunakan UV-Vis, FTIR, dan PSA. Terbentuknya AgNPs ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi coklat kemerahan dan dikonfirmasi melalui analisis spektrofotometri UV-Vis, yang menunjukkan puncak Surface Plasmon Resonance (SPR) pada rentang 400–450 nm. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol (EAB-E dan EAK-E) menghasilkan AgNPs dengan λmaks tertinggi masing-masing 449 nm dan 419 nm, sedangkan AgNPs ekstrak etil asetat (EAB-EA dan EAK-EA) menunjukkan λmaks lebih rendah dan stabil di bawah 380 nm. Uji antibakteri menggunakan metode sumuran menunjukkan bahwa AgNPs dari fraksi etil asetat memiliki aktivitas antibakteri paling tinggi, dengan zona hambat 19,1 mm terhadap S. aureus dan hingga 18,4 mm terhadap E. coli. Hal ini diduga karena adanya ion Ag⁺ residu yang belum sepenuhnya tereduksi, yang berkontribusi besar terhadap aktivitas antibakteri. Hasil karakterisasi menunjukkan ukuran rata-rata partikel sebesar 6,366 nm dengan distribusi partikel yang relatif seragam. Berdasarkan analisis FTIR, gugus –OH, C=O, dan C–O dari senyawa bioaktif berperan dalam proses reduksi dan stabilisasi nanopartikel. Dengan demikian, ekstrak biji alpukat berpotensi sebagai bioreduktor untuk sintesis AgNPs dengan aktivitas antibakteri yang baik

    AKTIVITAS KATALIS ZnO/CaO DARI CANGKANG KEONG SAWAH (Pila ampullacea) PADA REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK JELANTAH MENJADI BIODIESEL

    No full text
    Katalis heterogen ZnO/CaO berhasil disintesis dari cangkang keong sawah untuk reaksi transesterifikasi minyak jelantah. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mempelajari karakteristik katalis ZnO/CaO yang disintesis dari limbah cangkang keong sawah dan (ii) mempelajari aktivitas katalis pada reaksi transesterifikasi minyak jelantah menjadi biodiesel. Sintesis CaO dilakukan dengan kalsinasi cangkang keong sawah pada suhu 900 °C selama 3 jam. Proses modifikasi dilakukan melalui impregnasi ZnO sebanyak 0%, 5%, dan 10% wt ke dalam katalis CaO menggunakan prekusor zinc nitrate hexahydrate. Proses impregnasi dilakukan pada suhu 80 °C sampe terbentuk bubur slurry, endapan yang terbentuk lalu dikalsinasi pada suhu 500 °C selama 3 jam. Katalis yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan XRD, FTIR, dan SEM. Uji aktivitas katalis dilakukan dengan metode batch pada suhu 65 °C selama 3 jam, menggunakan rasio massa metanol: minyak 9:1, dan kecepatan pengadukan 600 rpm. Uji analisis biodiesel dilakukan dengan GC-MS. Hasil karakterisasi katalis dengan FTIR menunjukkan keberadaan gugus O-H dan CO32-. Analisis katalis dengan XRD menunjukkan pembentukan fasa CaO, Ca(OH)2, dan ZnO, serta peningkatan ukuran kristalit CaO dari 16,11 nm menjadi 25,99 nm. Hasil morfologi permukaan katalis semakin padat dan teraglomerasi seiring penambahan ZnO. Hasil uji katalitik, menunjukkan aktivitas katalis terbaik diperoleh pada katalis 10% ZnO/CaO dengan konversi 90,48% dan yield FAME sebesar 88,91%. Aktivitas katalis yang tinggi ini disebabkan oleh kombinasi situs asam dan basa pada permukaan katalis. Hasil analisis GCMS menunjukkan hasil aktivitas katalikik yang paling baik adalah pada katalis 10% ZnO/CaO dengan terdeteksinya 15 senyawa utama metil ester yang menunjukkan keberhasilan proses transesterifikasi

    PENGEMBANGAN ALAT UKUR LISTRIK BERBASIS ARDUINO UNTUK MENGUATKAN PEMAHAMAN KONSEP KELISTRIKAN SISWA

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan alat ukur tegangan dan arus listrik yang dilengkapi sistem audio. Penelitian ini dapat diimplementasikan dalam pembelajaran bagi siswa umum dan berkebutuhan khusus (Tunanetra). Alat ukur yang baik diperlukan validitas, pengujian keakuratan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan model 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Tahap define meliputi kegiatan study literature yang bertujuan untuk menggali kebutuhan dan keberadaan alat ukur sebagai media dalam pembelajaran serta menggali landasan teoretis, yang digunakan sebagai patokan dalam pengembangan pada alat ukur. Tahap design dimulai dengan perakitan komponen alat ukur terlebih dahalu. Desain alat ukur listrik tersusun dari rangkaian, sumber tegangan (Baterai), papan rangkaian, Arduino, LCD, audio, Sensor Arus, Sensor Tegangan, Sensor INA, dan MP3. Tahap develop meliputi kegiatan pengembangan, validasi ahli, uji coba produk, dan perakitan akhir pada alat ukur listrik. Tahap Disseminate meliputi kegiatan implementasi dan publikasi jurnal ilmiah. Teknik analisis data menggunakan rumus Aiken’s V untuk menguji kevalidan, persentase keakuratan alat ukur, persentase kepraktisan alat ukur listrik yang diambil dari angket respon siswa, dan pengujian effect size untuk meganalisis keefektifan. Alat ukur tegangan dan arus listrik dikembangkan dengan menggunakan Arduino. Hasil validasi ahli dinyatakan valid, untuk semua aspek. Keakuratan alat ukur didapatkan hasil presentase di atas 90%, baik pengukuran tegangan dan arus. Pengukuran tegangan dengan variasi 1 sampai dengan 3 baterai. Pengukuran arus dengan menggunakan 1 resistor dan 2 resistor seri-paralel pada papan rangkaian. Adapun variasi resistor 100 ohm, 330 ohm, 680 ohm, 820 ohm, dan 1000 ohm. Alat ukur yang dikembangkan mendapat penilaian segi fisik 96,88%, segi isi 98,75%, dan segi guna 97,13%. Hasil ini bermakna bahwa siswa menerima pembelajaran dengan antusias dan kesan positif. Keefektifan dapat dilihat dari hasil pengaruh intervensi pembelajaran menggunakan alat ukur listrik. Didapatkan hasil sebesar 1,9 pada uji effect size, untuk siswa umum sedangkan siswa berkebutuhan khusus sebesar 1,5 masing-masing dengan kriteria tinggi. Hasil pretest-postest menunjukkan peningkatan, artinya pengaruh intervensi pembelajaran menggunakan alat ukur listrik dapat menguatkan pemahaman konsep siswa pada materi kelistrikan

    EKSISTENSI PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PEMBELAJARAN PAUD DI ERA DIGITAL

    No full text
    Eksistensi permainan tradisional mulai tergerus keberadaannya karena adanya perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi permainan tradisional dalam pembelajaran PAUD di era teknologi digital saat ini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan desain penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data primer dikumpulkan dengan observasi dan wawancara, dengan tiga kepala sekolah, enam guru kelas, dan juga enam orang tua sebagai informan. Dokumentasi sebagai sumber data sekunder berupa foto pelaksanaan pembelajaran permainan tradisional, RPPH, sarana dan prasarana. Penelitian dilakukan di tiga TK di wilayah Kota Kendal, yakni TK Aisyiyah 02, TK Negeri Pembina, dan TK Pertiwi. Analisis data menggunakan metode induktif dan deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi permainan tradisional di TK Negeri Pembina Kendal, TK Pertiwi Kendal, TK Aisyiyah 02 Kendal masih eksis dan masih dikenalkan kepada anak-anak. Namun dalam pembelajaran permainan tradisional terdapat tantangan, faktor utamanya yaitu banyak anak yang belum mengenal tentang permainan tradisional. Dikarenakan anak sekarang ini banyak yang lebih memilih bermain gadget. Saat dirumah anak tidak dikenalkan tentang permainan tradisional, karena orang tua sibuk bekerja. Oleh karena itu sekolah memberikan dukungan untuk pelaksanaan pembelajaran permainan tradisional agar anak mengenal permainan tradisional

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇