Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    PENGEMBANGAN MODEL INSTRUMEN PENILAIAN KREATIVITAS OLAHRAGA PENCAK SILAT KATEGORI TANDING BERBASIS SOFTWARE

    No full text
    Kreativitas memainkan peranan yang penting dalam kinerja banyak olahraga dan semakin diakui sebagai aset penting untuk kesuksesan penampilan olahraga seperti penciptaan pola gerakan baru, membuat keputusan taktis selama bermain maupun mengembangkan strategi dan keterampilan baru dalam pelatihan dan kompetisi. Pelatihan kreativitas perlu menargetkan domain di mana peningkatan kreativitas diinginkan, dan penilaian perlu berfokus pada elemen kinerja kreatif tertentu. Saat ini, kajian kreativitas pada cabang olahraga pencak silat kategori tanding menjadi kajian yang sangat terbatas dan menjadi penting untuk dikaji khususnya terkait penilaian kreativitas. Menilai kreativitas pesilat kategori tanding penting untuk mengetahui kemampuan atlet dalam menyelesaikan masalah di ranah kategori tanding. Berdasarkan kepada hal tersebut, maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen penilaian kreativitas olahraga pencak silat kategori tanding berbasis software dan dilengkapi buku panduan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian dan pengembangan level 4. Temuan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah sebuah model instrumen spesifik untuk menilai kreativitas olahraga pencak silat kategori tanding yang meliputi instrumen untuk menilai pemikiran divergen, kreativitas motorik, dan kreativitas taktis yang terdigitalisasi dan dilengkapi dengan buku panduan pelaksanaan penilaian. Instrumen ini dinyatakan valid dan reliabel dan telah teruji melalui serangkaian uji coba lapangan terbatas dan lapangan utama. Buku panduan pelaksanaan penilaian dan software kreativitas secara umum mendapatkan penilaian baik dan sangat baik pada uji coba produk lapangan terbatas dan lapangan utama. Dengan demikian, berdasarkan hasil pengujian yang telah dilaksanakan, maka instrumen penilaian kreativitas berbasis software dapat dinyatakan layak untuk digunakan pelatih untuk menilai kreativitas olahraga pencak silat kategori tanding

    Faktor Risiko Kejadian Wasting pada Balita (Studi di Posyandu Mawar Kabupaten Indramayu)

    No full text
    Wasting merupakan kondisi balita yang mengalami ketidakseimbangan antara proporsi berat badan dan tinggi badan yang menyebabkan anak mengalami defisiensi zat gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian balita wasting usia 6-59 bulan. Jenis penelitian ini adalah studi asosiatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orangtua yang memiliki balita usia 6-59 bulan di Desa Bulak dan mengunjungi Posyandu Mawar 7. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 53 responden. Responden penelitian diminta untuk mengisi kuesioner penelitian dan mengikuti serangkaian wawancara terkait riwayat makan anak. Riwayat makan diukur menggunakan food recall 2x24 jam, pengetahuan, pendidikan orangtua, riwayat ASI ekslusif, serta sanitasi lingkungan diukur menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan analisis Regresi Logistik Biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan anatara pendidikan orangtua dengan kejadian wasting (p=0,305), pengetahuan orangtua (p=0,359), Riwayat ASI eksklusif (p=0,341), namun ada hubungan antara kecukupan asupan energi (p=0,014), asupan protein (p=0,006), asupan lemak (p=0,018), karbohidrat (p=0,005), sanitasi lingkungan (p=0,046). Kecukupan asupan protein merupakan faktor risiko yang memiliki peluang paling tinggi (OR=10,159

    PROFIL KREATIVITAS DAN LITERASI MITIGASI BENCANA PESERTA DIDIK MELALUI STEAM-PjBL BERBANTUAN E-LKPD DITINJAU DARI PERSPEKTIF GENDER

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis profil kreativitas peserta didik setelah pembelajaran dengan STEAM-PjBL berbantuan E-LKPD ditinjau dari perspektif gender, (2) menganalisis ada tidaknya perbedaan kreativitas peserta didik antara kelas eksperimen dan kontrol, (3) menganalisis profil literasi mitigasi bencana peserta didik setelah pembelajaran dengan STEAM-PjBL berbantuan E-LKPD ditinjau dari perspektif gender, dan (4) menganalisis ada tidaknya perbedaan peningkatan literasi mitigasi bencana peserta didik antara kelas eksperimen dan kontrol. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian quasi-experiment pretest posttest control group design. Teknik pengambilan data melalui wawancara, angket, observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji homogenitas (levene), uji normalitas (shapiro wilk), uji one-way chi-square, uji mann-whitney, uji independent t-test, dan deskripsi profil kreativitas dan literasi mitigasi bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan pada profil kreativitas peserta didik setelah pembelajaran STEAM-PjBL berbantuan E-LKPD ditinjau dari perspektif gender, (2) tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kreativitas peserta didik antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol, (3) terdapat perbedaan yang signifikan pada profil literasi mitigasi bencana peserta didik setelah pembelajaran STEAM-PjBL berbantuan E-LKPD ditinjau dari perspektif gender, dan (4) terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan pada literasi mitigasi bencana peserta didik antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol

    PEMANFAATAN LAHAN PESISIR UNTUK BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA DI KECAMATAN ADIPALA KABUPATEN CILACAP

    No full text
    Kawasan pesisir memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan dalam kegiatan ekonomi, salah satunya adalah budidaya tanaman hortikultura. Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, merupakan wilayah pesisir yang sebagian lahannya telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membudidayakan berbagai jenis tanaman hortikultura. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas tanaman hortikultura di lahan pesisir, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas, serta merumuskan upaya peningkatan pemanfaatan lahan pesisir secara berkelanjutan di Kecamatan Adipala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei di tujuh desa pesisir, yaitu Bunton, Adipala, Welahan Wetan, Welahan, Wlahar, Glempang Pasir, dan Karangbenda. Sampel penelitian terdiri dari petani hortikultura aktif yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi lapangan, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan analisis regresi berganda untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan fisik dan sosial ekonomi terhadap produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan pesisir di Kecamatan Adipala telah dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, terong, dan semangka. Produktivitas tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jenis tanah, ketersediaan air irigasi (melalui sumur pompa), penggunaan alat dan mesin pertanian (ALSINTAN), serta perlindungan lahan terhadap angin laut menggunakan mulsa dan pagar. Meskipun sebagian besar petani telah menggunakan teknologi dan input pertanian modern, masih terdapat kendala seperti keterbatasan modal dan fluktuasi harga pasar. Untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pemanfaatan lahan pesisir, diperlukan penguatan kelembagaan petani, pelatihan teknis, perbaikan infrastruktur irigasi, serta dukungan kebijakan yang berpihak pada petani pesisir. Pemanfaatan lahan pesisir secara optimal dan berkelanjutan berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan lokal dan pengembangan wilayah pesisir yang adaptif terhadap perubahan lingkungan

    SINTESIS DAN OPTIMASI WAKTU REAKSI 2,3 DIALDEHIDA SELULOSA (DAC) DARI SELULOSA MIKROKRISTALIN (MCC) MELALUI OKSIDASI PERIODAT BERBANTUAN MICROWAVE

    No full text
    Selulosa merupakan salah satu sumber daya alam yang paling melimpah di bumi, terbarukan, memiliki kestabilan termal yang tinggi, serta dapat dimodifikasi berkat struktur polisakarida liniernya (β-D-glukopiranosa) yang fleksibel. Salah satu bentuk modifikasi selulosa adalah oksidasi periodat untuk menghasilkan senyawa 2,3-Dialdehida Selulosa (DAC). Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis DAC dari selulosa mikrokristalin (MCC), mengoptimasi waktu reaksi menggunakan bantuan microwave, serta membandingkannya dengan metode konvensional. Reaksi oksidasi dilakukan dengan mereaksikan MCC dan natrium periodat (NaIO₄) dalam rasio molar 1:1,2 menggunakan metode konvensional (19 jam) dan microwave dengan daya 500 dan 700 watt selama 30–150 menit. Metode microwave efektif mempercepat sintesis 2,3-Dialdehida Selulosa (DAC) dan meningkatkan efisiensi proses oksidasi, dengan menghasilkan kandungan aldehida (AC%) optimal sebesar 77% dalam waktu 90 menit pada daya 700 watt. Keberhasilan sintesis ditunjukkan dengan hasil karakterisasi stuktural meliputi FTIR dan XRD yang mengidentifikasi gugus aldehida dalam struktur DAC konvensional maupun microwave dengan perubahan pola difraksi yang signifikan serta penurunan indeks kristalinitas menjadi 69,40% (DAC Microwave). Hasil analisis menggunakan SEM menunjukkan perubahan stuktur permukaan yang lebih kasar dan terfragmentasi. Hasil karakterisasi menggunakan TGA menunjukkan suhu degradasi DAC microwave yang lebih tinggi dibandingkan DAC konvensional dengan Tmax (dTG) masing-masing sebesar 307°C dan 215°

    Di Antara Dua Dunia: Tinjauan Literatur Work-Family Conflict dan Psychological Well-Being Pada Wanita Karir Indonesia

    No full text
    The increasing participation of women in the workforce in Indonesia has led to consequences in the form of dual-role challenges, particularly for women who are married or have families. One significant impact of this challenge is the emergence of conflict between work and family roles, known as Work-Family Conflict (WFC), which is associated with and can influence the level of Psychological Well-Being (PWB). This literature review aims to analyze the relationship and influence between WFC and PWB among career women in Indonesia, as well as to identify the factors that strengthen or weaken this relationship. A narrative review method was employed by examining 13 relevant national and international journals published within the last 10 years. The results of the review indicate that the majority of studies found a significant negative relationship between WFC and PWB, where an increase in WFC is correlated with a decrease in individuals’ psychological well-being. Factors such as social support, self-efficacy, age, and work flexibility act as moderators that can reduce the negative impact of WFC. These findings highlight the importance of strengthening social support and implementing role management strategies for working women in order to maintain psychological well-being amidst the demands of dual roles

    PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL BERBASIS PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR DAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR

    No full text
    Berdasarkan data pra-penelitian guru belum menggunakan media pembelajaran interaktif, buku yang jumlahnya terbatas dan banyak siswa menggunakan buku fotocopy yang tidak berwarna. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keefektifan modul digital berbasis PjBL terhadap peningkatan minat belajar, keefektifan modul digital berbasis PjBL terhadap kreativitas siswa, dan respon siswa setelah menggunakan modul digital. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE dengan lima tahap pelaksanaan diantaranya: (1) Analisis (Analysis); (2) Desain (Design); (3) Pengembangan (Development); (4) Implementasi (Implementation); dan (5) Evaluasi (Evaluation). Subjek penelitan berjumlah 20 siswa kelas eksperimen di SD N Dermasandi 02, dan 20 siswa kelas kontrol di SD Negeri Dermasandi 01. Instrumen pengumpulan data adalah tes, LKPD, wawancara, angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan 4 validator ahli memberikan nilai pada aspek media, aspek materi,dan aspek bahasa memperoleh skor rata rata 94,21% sehingga dapat disimpulkan bahwa media sangat layak dan valid digunakan dalam pembelajaran. Hasil angket keterbacaan memperoleh skor rata rata 94,7% respon positif, hal ini menunjukkan bahwa modul digital telah memenuhi kebutuhan siswa, keterlaksanaan penggunaan modul digital berbasis PjBL materi perubahan energi dinilai sudah baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran Peningkatan minat belajar siswa eksperimen memperoleh N-Gain sebesar 0,88 dengan kriteria tinggi. Sementara itu, kelas kontrol memperoleh N-Gain sebesar 0,23 dengan kriteria rendah. Hal ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan modul digital berbasis PjBL memperoleh peningkatan minat belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan minat belajar di kelas kontrol yang menggunakan buku sebagai media pembelajaran. Minat belajar siswa dilatihkan pada kegiatan pembelajaran dengan menggunakan modul digital berbasis PjBL. Perasaan senang dalam belajar, keterlibatan siswa dalam belajar, minat siswa dalam belajar, dan perhatian siswa dalam belajar diamati pada diskusi, proyek, laporan dan presentasi. Peningkatan kreativitas siswa pada kelas eksperimen memperoleh N-Gain sebesar 0,98 dengan kriteria tinggi. Sementara itu, kelas kontrol memperoleh N-Gain sebesar 0,17 dengan kriteria rendah. Hal ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan modul digital berbasis PjBL memperoleh peningkatan kreativitas belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan kreativitas belajar di kelas kontrol yang menggunakan buku siswa sebagai media pembelajaran. Kreativitas belajar siswa dilatihkan pada setiap unsur kegiatan pembelajaran dengan menggunakan modul digital berbasis PjBL. Kemampuan berpikir luwes (flexibility), kemampuan berpikir orisinal (originality), kemampuan menguraikan (elaboration), kemampuan menilai (evaluation), dan kemampuan berpikir lancar (fluency) diamati pada kegiatan diskusi, proyek, laporan, dan presentasi. Respon siswa setelah menggunakan modul digital berbasis PjBL materi perubahan bentuk energi, sangat positif dengan persentase sebesar 95,83%. Artinya sebagian besar siswa menyatakan bahwa tampilan, materi pelajaran, kemudahan, dan bahasa dalam modul digital ini, membantu siswa dalam belajar, menambah minat belajar siswa, serta bermanfaat untuk meningkatkan kreativitas siswa.. Simpulan penelitian ini adalah modul digital berbasis PjBL materi perubahan bentuk energi layak digunakan serta efektif untuk meningkat minat belajar dan kreativitas siswa. Penulis selanjutnya sebaiknya penulis lebih banyak menyertakan video pembelajaran dengan perkembangan teknologi terkini dalam modul supaya pengetahuan siswa setara dengan perkembangan teknologi yang sedang berkembang

    EFEKTIFITAS KONSELING KELOMPOK MOTIVATIONAL INTERVIEWING DAN GENDER UNTUK MENINGKATKAN ADAPTABILITAS KARIER SISWA SMK NEGERI JAWA TENGAH SEMARANG

    No full text
    Penelitian ini mengkaji efektivitas konseling kelompok dengan pendekatan Motivational Interviewing (MI) untuk meningkatkan kemampuan adaptabilitas karier siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Tengah, dengan fokus pada gender sebagai variabel moderasi. Adaptabilitas karier, yang mencakup dimensi kepedulian terhadap karier, pengendalian karier, rasa ingin tahu karier, dan keyakinan diri dalam karier, menjadi krusial bagi siswa dalam menghadapi tuntutan dinamis dunia kerja. Penelitian ini menggunakan desain faktorial 2x2 dengan faktor utama gender (laki-laki dan perempuan) dan kelompok (perlakuan dan kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok dengan pendekatan MI secara signifikan meningkatkan adaptabilitas karier siswa pada semua dimensinya. Selain itu, ditemukan efek gender pada adaptabilitas karier yang hanya signifikan pada dimensi curiositiy, dengan menunjukkan rerata peningkatan adaptabilitas karir, siswa laki-laki memiliki rerata yang lebih besar dibandingkan siswa perempuan. Namun, tidak ditemukan interaksi signifikan antara gender dengan efektivitas intervensi MI, sehingga pendekatan ini dapat diterapkan secara universal pada kedua gender. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan MI dalam meningkatkan kesiapan siswa menghadapi tantangan karier. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori mengenai adaptabilitas karier dan memberikan wawasan praktis untuk penerapan MI di konteks pendidikan vokasional. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang dari intervensi MI serta penerapannya dalam konteks pendidikan dan budaya yang lebih beragam

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GOOGLE SITES BERMUATAN ANALOGI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN FISIKA PESERTA DIDIK PADA MATERI PENGUKURAN

    No full text
    Penelitian ini dilakukan berdasarkan temuan masalah di SMA N 12 Semarang, yakni kurangnya pemahaman fisika peserta didik karena terbatasnya media pembelajaran yang digunakan. Peneliti kemudian mengajukan solusi untuk mengembangkan media pembelajaran Google Sites bermuatan analogi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan, keefektifan dan kepraktisan media pembelajaran Google Sites bermuatan analogi dalam meningkatkan pemahaman fisika peserta didik kelas X SMA pada materi pengukuran. Penelitian ini dilakukan menggunakan 9 langkah Research and Development (R&D) oleh Borg & Gall, dengan desain Quasi Experimental Nonequievalent Control Group. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar validasi untuk mengukur tingkat kelayakan, pretest & posttest untuk mengukur tingkat keefektifan, dan angket respons peserta didik digunakan untuk mengukur tingkat kepraktisan. Hasil penelitian ini adalah media pembelajaran Google Sites, hasil uji validasi, hasil uji N-gain, dan hasil angket respons peserta didik. Hasil uji validasi oleh ahli materi mendapatkan skor sebesar 0,872 dengan kategori “Sangat Valid”, dan hasil uji validasi oleh ahli desain mendapatkan skor 0,892 dengan kategori “Sangat Valid”. Hasil uji N-gain untuk kelas kontrol adalah sebesar 0,50% dengan kategori “Sedang”, kelas eksperimen 1 sebesar 0,65% dengan kategori “Sedang”, dan kelas eksperimen 2 sebesar 0,56% dengan kategori “Sedang”. Hasil angket respons peserta didik terhadap media pembelajaran mendapatkan rerata skor 4,28, dengan kategori “Sangat Baik”. Berdasarkan hasil yang didapatkan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Google Sites bermuatan analogi layak karena memiliki nilai validasi dengan kategori “Sangat Valid”, efektif karena kelas eksperimen memiliki N-gain yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dan praktis karena memiliki nilai respons dengan kategori “Sangat Baik”

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇