Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    PERAN POLA ASUH KELUARGA DALAM PENANAMAN SIKAP DEMOKRATIS PADA REMAJA DI DUSUN KALIJAYA RENGASDENGKLOK KABUPATEN KARAWANG

    No full text
    Peranan pola asuh orang tua sangat penting bagi penanaman sikap demokratis pada remaja. Hal ini dikarenakan keluarga merupakan unit terkecil yang ada di kehidupan bermasyarakat, keluarga inti terdiri dari suami dan istri; suami, istri, dan juga anak. Setiap keluarga memiliki pola asuh tersendiri yang diterapkan kepada anaknya. Di Dusun Kalijaya dengan keberagaman latar belakang keluarga, menghadirkan perbedaan pola asuh yang diterapkan dalam tiap keluarganya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengulas (1) pola asuh yang diterapkan oleh orang tua, (2) upaya yang dilakukan keluarga dalam penanaman sikap demokratis, serta (3) hambatan yang dialami dalam penanaman sikap demokratis pada remaja. Penelitian ini ditinjau dengan Teori Fungsionalisme Struktural milik Talcott Parsons yang erat kaitannya dengan pembagian peran serta keteraturan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu para orang tua di Dusun Kalijaya dengan pola asuh yang digunakan masing\ud masing keluarga dalam penanaman sikap demokratis kepada remaja. Informan pada penelitian ini terdiri dari 8 informan utama serta 6 informan pendukung. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara, observasi, serta dokumentasi. Peneliti juga menggunakan teknik analisis data dengan tiga rangkaian yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa (1) pola asuh yang diterapkan oleh informan yaitu pola asuh otoriter, pola asuh demokratis, dan pola asuh permisif. (2) penanaman sikap demokratis pada remaja oleh keluarga belum cukup baik, hal ini dikarenakan informan selaku orang tua tidak mengetahui betul makna dari sikap demokratis itu sendiri. (3) Hambatan yang dirasakan oleh orang tua dalam penanaman sikap demokratis merupakan hambatan yang bersifat internal serta eksternal. Simpulan dari penelitian ini yaitu (1) Orangtua di Dusun Kalijaya memiliki pendekatan yang berbeda dalam penerapan pola asuh serta cara mendidik anak. (2) para orang tua di Dusun Kalijaya belum mampu secara maksimal menanamkan sikap demokratis pada anaknya yang menginjak usia remaja, perbedaan pola asuh yang diterapkan sangat memengaruhi sikap remaja di lingkungan masyarakat. (3) ketidak pahaman orang tua dengan sikap demokratis serta pergaulan sang anak sangat menjadi penghambat dalam penanaman sikap demokratis itu sendiri

    PENGARUH ELECTRONIC WORLD OF MOUTH (E-WOM) DAN PERCEIVED PRICE TERHADAP PURCHASE INTENTION MELALUI TRUST SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Pada Pengguna Tokopedia di Kota Semarang)

    No full text
    Perubahan gaya hidup dan kebiasaan modern berdampak pada digitalisasi yang semakin maju dan berkembang, kehadiran digital marketing tidak hanya menjadi pilihan, tetapi juga menjadi keharusan bagi perusahaan yang ingin tetap relevan dan berdaya saing di pasar yang semakin ketat. Salah satu bentuk pemanfaatan digital marketing adalah Meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia mendorong semakin banyaknya pelaku bisnis yang terjun ke platform belanja online. Oleh karena itu, Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui pengaruh Electonic Word of Mouth (E-WOM) dan Perceived Price terhadap Purchase Intention melalui Trust sebagai Variabel Intervening pada pengguna platform belanja online Tokopedia di Kota Semarang. Pada penelitian ini desain penelitian menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pengguna aplikasi Tokopedia di kota Semarang selama 6 bulan terakhir. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Model equation modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Electonic Word of Mouth (E WOM) tidak berpengaruh Purchase Intention. Perceived Price berpengaruh positif dan signifikan terhadap Purchase Intention. Electonic Word of Mouth (E-WOM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Trust. Perceived Price berpengaruh positif dan signifikan terhadap Trust. Electonic Word of Mouth (E-WOM) dan Perceived Price terhadap Purchase Intention menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan melalui Trust

    PENGARUH PENGUASAAN MAHARAH QIRAAH TERHADAP HAFALAN AL-QUR’AN JUZ 30 PADA SISWA TAHFIZH KELAS VIII MTs AL-ASROR SEMARANG

    No full text
    Dalam konteks pendidikan Islam, penguasaan bahasa Arab menjadi sangat penting, terutama dalam pembelajaran Al-Qur’an. Penguasaan maharah qiraah merupakan salah satu keterampilan yang perlu dikuasai oleh siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Penguasaan maharah qiraah memiliki peranan signifikan dalam kemampuan hafalan Al-Qur’an siswa. Aktivitas membaca, memahami, dan menghafalkan Al-Qur’an saling berkaitan. Siswa yang aktif berinteraksi dengan bahasa Arab melalui membaca dan memahami akan lebih mudah untuk menghafalkan Al-Qur’an. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh penguasaan maharah qiraah terhadap hafalan Al-Qur’an Juz 30 pada siswa tahfizh kelas VIII MTs Al-Asror Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif (quantitative research), dengan desain korelasional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 70 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Instrumen tes yang digunakan berupa tes lisan. Instrumen non tes yang digunakan berupa observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diperoleh nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,399% atau 39,9%. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh penguasaan maharah qiraah (X) terhadap hafalan Al-Qur’an (Y) sebesar 39,9%, dapat diartikan bahwa 60,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati oleh peneliti. Dari hasil wawancara dengan guru tahfizh, menunjukkan selain penguasaan maharah qiraah, faktor yang mempengaruhi kemampuan hafalan Al-Qur’an juz 30 adalah motivasi dari keluarga, dan lingkungan yang baik dan nyaman

    KARAGENAN DAN BENTONITE SEBAGAI WET STRENGTH AGENT PADA PROSES PEMBUATAN KERTAS PETA LAUT

    No full text
    Indonesia merupakan negara maritim. Hal ini menghadirkan potensi ancaman terhadap pertahanan negara, khususnya wilayah perairan. Dalam menjaga stabilitas negara, TNI AL membutuhkan peta wawasan perairan Nusantara, di mana kertas peta yang digunakan harus memenuhi standard tertentu, terutama ketahanan terhadap air. Dalam hal ini, diperlukan penambahan wet strength agent. Wet strength agent merupakan bahan kimia yang ditambahkan kedalam proses pembuatan kertas, supaya kertas tahan terhadap keadaan lembab ataupun basah. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh penambahan wet strength agent alami, di antaranya karagenan, bentonite, dan campuran karagenan-bentonite. Karakteristik kertas peta yang dihasilkan, meliputi tearing index, tensile index, dan wet strength index. Hasil yang diperoleh adalah campuran karagenan bentonite menjadi agent dengan nilai tertinggi, dengan ditunjukkan hasil tearing index lebih dari 700 mN, tensile index lebih dari 1,40 kgf/15mm, dan wet strength index lebih dari 2,30%. Selanjutnya, dilakukan optimasi menggunakan metode response surface methodology (RSM) dengan menentukan faktor dan level faktor yang meliputi, dosis agent, waktu mixing, dan suhu pengering. Hasil optimasi menunjukkan bahwa kondisi optimum terdapat pada sis 12,63%, mixing selama 2,38 menit, dan suhu pengering 110,87 oC sebesar 742,56 mN untuk tearing index, 2,28 kgf/15mm pada response tensile index, serta wet strength index 3,17%. Ketiga model perpanjangan signifikan, di mana model pertama tearing index, nilai R2 sebesar 0,9325 yang menunjukkan bahwa 93,25% data mendukung model response tearing index. Model kedua tensile index, nilai R2 sebesar 0,9007 yang menunjukkan bahwa 90,07% data mendukung model response tensile index. Model ketiga wet strength index, response R2 dari model terakhir ini sebesar 0,8686 yang menunjukkan bahwa 86,86% data mendukung response wet strength index terhadap pembuatan kertas

    KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT PADA CHALLENGE BASED ON DIFFERENTIATED LEARNING BERBANTUAN NEARPOD

    No full text
    Kemampuan berpikir kritis merupakan bagian dari kemampuan 4Cs yang menjadi salah satu tuntutan utama pada abad ke-21. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMP Negeri 2 Jambu diperoleh bahwa hasil kemampuan berpikir kritis peserta didik masih rendah, hal ini ditunjukkan dengan hasil tes kemampuan berpikir kritis yang memperoleh nilai rata-rata 31,12 dari 100. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis kualitas challenge based on differentiated learning berbantuan Nearpod untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, (2) menganalisis pengaruh Adversity Quotient terhadap kemampuan berpikir kritis, dan (3) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis ditinjau dari Adversity Quotient pada challenge based on differentiated learning berbantuan Nearpod. Penelitian ini merupakan penelitian mixed methods dengan sequential explanatory design. Populasi penelitian ini adalah kelas VIII SMP Negeri 2 Jambu yang terdiri dari tiga kelas. Sampel penelitian diambil berdasarkan cluster random sampling dengan VIII B sebagai kelompok eksperimen dan VIII C sebagai kelompok kontrol. Subjek penelitian ini dipilih berdasarkan tipe Adversity Quotient peserta didik di kelompok eksperimen. Teknik pengumpulan data meliputi tes, angket, pengamatan, dan wawancara. Data dianalisis secara kuantitatif dengan memperhatikan statistik deskripsi dan beberapa uji statistik seperti uji t satu sampel, uji z, uji t berpasangan, dan uji t independen. Data juga dianalisis secara kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi teknik dan sumber dilakukan untuk keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) challenge based on differentiated learning berbantuan Nearpod untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis berkualitas, (2) terdapat pengaruh Adversity Quotient terhadap kemampuan berpikir kritis sebesar 59,2%, dan (3) subjek dengan Adversity Quotient tipe climber dapat memenuhi indikator klarifikasi, asesmen, strategi, dan penyimpulan, subjek dengan Adversity Quotient tipe camper hanya dapat memenuhi indikator klarifikasi, strategi, dan penyimpulan. Dengan demikian, challenge based on differentiated learning berbantuan Nearpod direkomendasikan untuk diimplementasikan di kelas agar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Selanjutnya, guru perlu memperhatikan Adversity Quotient masing-masing peserta didik selama pembelajaran, sehingga bisa memaksimalkan kemampuan berpikir kritis. Subjek dengan tipe camper hendaknya diberikan bantuan lebih lanjut dalam menjelaskan ide/konsep yang akan digunakan untuk menyelesaikan soal serta menggali lebih informasi lebih dari soal agar dapat mendorong tercapainya indikator asesmen pada kemampuan berpikir kritis

    KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI 5E QUIZ TEAM BERBANTUAN ARTICULATE STORYLINE

    No full text
    Komunikasi dianggap sebagai komponen penting dalam pembelajaran matematika. Perkembangan kemampuan komunikasi matematis dapat dipengaruhi oleh faktor motivasi belajar. 5E Quiz Team merupakan model pembelajaran aktif yang dapat mengembangkan kemampuan komunikasi matematis. Pembelajaran berdiferensiasi dan penggunaan media Articulate Storyline juga dapat memfasilitasi perkembangan kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis keefektifan pembelajaran berdiferensiasi 5E Quiz Team berbantuan Articulate Storyline terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik, (2) menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik pada pembelajaran berdiferensiasi 5E Quiz Team berbantuan Articulate Storyline, dan (3) mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis peserta didik pada pembelajaran berdiferensiasi 5E Quiz Team berbantuan Articulate Storyline ditinjau dari motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan mixed method. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 41 Semarang Tahun Ajaran 2024/2025. Sampel penelitian terdiri dari peserta didik kelas VIII C sebagai kelompok eksperimen dan peserta didik kelas VIII A sebagai kelompok kontrol. Subjek penelitian dipilih dari kelompok eksperimen berdasarkan kategori motivasi belajar. Teknik pengumpulan data meliputi tes, angket, dan wawacara. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Triangulasi teknik dan sumber digunakan dalam penelitian ini untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembelajaran berdiferensiasi 5E Quiz Team berbantuan Articulate Storyline efektif terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik, (2) kemampuan komunikasi matematis dipengaruhi oleh motivasi belajar sebesar 63%, dan (3) subjek dengan kategori motivasi belajar tinggi dapat memenuhi indikator kemampuan tata bahasa, kemampuan memahami wacana, kemampuan sosiolingustik, dan kemampuan strategis; subjek dengan kategori motivasi belajar sedang dapat memenuhi indikator kemampuan tata bahasa, kemampuan memahami wacana, dan kemampuan sosiolingustik; subjek dengan kategori motivasi belajar rendah ada yang dapat memenuhi indikator kemampuan tata bahasa dan kemampuan memahami wacana serta ada juga yang dapat memenuhi indikator kemampuan memahami wacana dan kemampuan sosiolinguistik. Pembelajaran berdiferensiasi 5E Quiz Team berbantuan Articulate Storyline perlu diterapkan di kelas untuk mendukung perkembangan kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Selain itu, peserta didik dengan kategori motivasi belajar sedang dan rendah hendaknya diberi bantuan lebih lanjut untuk mengembangkan indikator kemampuan strategis dengan cara memberikan scaffolding ketika peserta didik tidak bisa mengerjakan soal supaya peserta didik tetap termotivasi untuk berhasil dalam pembelajaran matematika

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MENGGUNAKAN FOUR-TIER MULTIPLE CHOICE BERBASIS MULTI REPRESENTASI PADA MATA PELAJARAN FISIKA

    No full text
    Salah satu kemampuan berpikir yang perlu diberdayakan di abad 21 untuk mempersiapkan siswa dalam dunia kerja professional adalah berpikir kritis. Pengembangan instrumen tes berpikir kritis diperlukan untuk melatih dan mengasah kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes kemampuan berpikir kritis menggunakan Four Tier Multiple Choice dengan kriteria baik ditinjau dari validitas, reliabilitas, daya pembeda,dan tingkat kesukaran. Penelitian ini menggunakan model 4D yang dibatasi sampai 3 tahapan yakni define, design, dan develop. Uji coba penelitian dilakukan pada siswa kelas XII MIPA 1, XII MIPA 3, dan XII MIPA 5 di MAN 1 Kota Pekalongan. Validasi ahli menggunakan rumus Aiken menyatakan 16 butir soal yang dikembangkan valid dengan skor 0,96.Uji coba skala kecil diujikan pada 30 siswa dengan validitas empiris menggunakan teknik korelasi product moment dihasilkan 13 dari 16 butir soal dalam kategori valid. Sebanyak 2 dari 3 butir soal tidak valid dipertahankan dengan revisi dan 1 butir soal dibuang, sehingga tersisa 15 butir soal yang digunakan.Uji coba skala besar pada 64 siswa dihasilkan 15 butir soal yang telah dikembangkan dalam kategori valid dan reliabilitas dalam kategori sangat tinggi dengan skor 0,845. Kualitas butir soal ditinjau dari daya pembeda dan tingkat kesukaran berada pada kategori cukup baik. Daya pembedanya tidak ada yang bernilai negatif dengan persentase cukup baik 20%, baik 53,3%, dan sangat baik 26,7%. Soal yang memiliki tingkat kesukaran mudah dan sukar tidak mendominasi dengan persentase soal mudah 26,7%, sedang 53,3%, dan sukar 20%.Presentase rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa pada penelitian ini sebesar 53,75% dengan kategori rendah

    STRATEGI PENGUATAN LITERASI PAUD DI KECAMATAN KAWUNGANTEN KABUPATEN CILACAP

    No full text
    Rendahnya budaya membaca di Indonesia merupakan permasalahan yang sudah lama meresahkan kita, dikarenakan masyarakat Indonesia seolah tidak peduli betapa pentingnya budaya literasi. Tahun 2021 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS, dan Dikmen menerbitkan buku Panduan Penguatan Literasi dan Numerasi PAUD sebagai acuan guru dalam menguatkan pembelajaran literasi di sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis bagaimana strategi penguatan literasi PAUD dalam menciptakan lingkungan kaya teks di sekolah, strategi penguatan literasi PAUD dalam meningkatkan keterampilan berbahasa peserta didik, strategi penguatan literasi PAUD dalam menciptakan lingkungan sosial emosional yang positif, dan strategi penguatan literasi PAUD dalam menciptakan lingkungan akademik yang mendukung pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, teknik keabsahan data menggunakan triangulasi dengan sumber, teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penguatan literasi PAUD di PAUD Bustan El Firdaus dan PAUD Kartini 01 Kawunganten sudah berjalan dengan baik

    OPTIMASI RUTE PERJALANAN TAKSI BERBAGI MENGGUNAKAN MIXED INTEGER LINEAR PROGRAMMING (MILP) MODEL

    No full text
    Layanan taksi berbagi memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi transportasi perkotaan, namun optimasi operasionalnya masih menjadi tantangan. Penelitian ini mengusulkan model Mixed Integer Linear Programming (MILP) untuk merancang rute optimal yang mampu meminimalkan jarak tempuh dan waktu perjalanan. Model ini dikembangkan menggunakan dataset perjalanan taksi kuning Kota New York tahun 2021, yang mencakup lebih dari 30 juta catatan perjalanan. Model MILP mempertimbangkan berbagai kendala, termasuk lokasi penjemputan dan pengantaran, serta efisiensi operasional. Implementasi Model MILP ini memberikan solusi yang tepat dan efisien untuk permasalahan optimasi rute. Hasil penelitian mampu mengidentifikasi titik-titik penjemputan dan pengantaran yang optimal, sehingga mengurangi waktu tempuh. Sebagai contoh, rute dari titik penjemputan 87 ke pengantaran 88 dengan jarak 0.51 mil dapat ditempuh dalam 1.02 menit. Demikian pula, rute lainnya menunjukkan hasil serupa, dengan waktu perjalanan yang efisien. Rekomendasi bagi penyedia layanan mencakup evaluasi berkala terhadap rute panjang, penerapan titik-titik transit yang efisien dan strategi berbagi penumpang pada titik tersebut, adopsi model optimasi yang mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan permintaan, serta pengembangan sistem prediksi untuk mengidentifikasi waktu sibuk dan lokasi strategis. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam literatur optimasi transportasi perkotaan serta menawarkan solusi praktis untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman pengguna layanan taksi berbagi

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA MATERI FLUIDA DINAMIS BERBASIS SCRATCH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK

    No full text
    Proses pembelajaran fisika memiliki permasalahan karena peserta didik mengalami kesulitan dalam mempelajari dan memahami konsep-konsep fisika yang bersifat abstrak, akibat kurang terealisasikannya atau visualisasi terhadap konsep tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan media pembelajaran yang merupakan faktor penting sebagai perantara dalam pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, perlu dikembangkan media pembelajaran yang menarik dan interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran fisika materi fluida dinamis berbasis scratch untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Tujuan spesifik dari penelitian ini meliputi: (1) mengembangkan media pembelajaran dan mengetahui karakteristik media pembelajaran fisika materi fluida dinamis berbasis scratch, (2) mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan penilaian ahli, serta (3) mengetahui tingkat keefektivan media pembelajaran yang dikembangkan ditinjau dari hasil pretest posttest peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pendekatan yang digunakan adalah mixed method. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI8 SMA Negeri 15 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran berbasis scratch yang dikembangkan memiliki karakteristik utama sebagai simulasi interaktif berbasis game. Kemudian hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran fisika berbasis scratch yang dikembangkan dinyatakan sangat layak berdasarkan validasi para ahli melalui aspek-aspek penilaian validitas. Selain itu hasil pretest posttest yang mencakup indikator pemahaman konsep menunjukkan bahwa media ini efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep serta kemudahan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan demikian media pembelajaran fisika berbasis scratch ini layak digunakan sebagai alat bantu simulasi interaktif dalam meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada materi fluida dinamis

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇