Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PERAN POLA ASUH KELUARGA DALAM PENANAMAN SIKAP DEMOKRATIS PADA REMAJA DI DUSUN KALIJAYA RENGASDENGKLOK KABUPATEN KARAWANG
Peranan pola asuh orang tua sangat penting bagi penanaman sikap
demokratis pada remaja. Hal ini dikarenakan keluarga merupakan unit terkecil
yang ada di kehidupan bermasyarakat, keluarga inti terdiri dari suami dan istri;
suami, istri, dan juga anak. Setiap keluarga memiliki pola asuh tersendiri yang
diterapkan kepada anaknya. Di Dusun Kalijaya dengan keberagaman latar
belakang keluarga, menghadirkan perbedaan pola asuh yang diterapkan dalam
tiap keluarganya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengulas (1) pola asuh
yang diterapkan oleh orang tua, (2) upaya yang dilakukan keluarga dalam
penanaman sikap demokratis, serta (3) hambatan yang dialami dalam penanaman
sikap demokratis pada remaja. Penelitian ini ditinjau dengan Teori
Fungsionalisme Struktural milik Talcott Parsons yang erat kaitannya dengan
pembagian peran serta keteraturan sosial. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif deskriptif dan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu
para orang tua di Dusun Kalijaya dengan pola asuh yang digunakan masing\ud
masing keluarga dalam penanaman sikap demokratis kepada remaja. Informan
pada penelitian ini terdiri dari 8 informan utama serta 6 informan pendukung.
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara, observasi, serta
dokumentasi. Peneliti juga menggunakan teknik analisis data dengan tiga
rangkaian yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil
dari penelitian ini diketahui bahwa (1) pola asuh yang diterapkan oleh informan
yaitu pola asuh otoriter, pola asuh demokratis, dan pola asuh permisif. (2)
penanaman sikap demokratis pada remaja oleh keluarga belum cukup baik, hal ini
dikarenakan informan selaku orang tua tidak mengetahui betul makna dari sikap
demokratis itu sendiri. (3) Hambatan yang dirasakan oleh orang tua dalam
penanaman sikap demokratis merupakan hambatan yang bersifat internal serta
eksternal. Simpulan dari penelitian ini yaitu (1) Orangtua di Dusun Kalijaya
memiliki pendekatan yang berbeda dalam penerapan pola asuh serta cara
mendidik anak. (2) para orang tua di Dusun Kalijaya belum mampu secara
maksimal menanamkan sikap demokratis pada anaknya yang menginjak usia
remaja, perbedaan pola asuh yang diterapkan sangat memengaruhi sikap remaja
di lingkungan masyarakat. (3) ketidak pahaman orang tua dengan sikap
demokratis serta pergaulan sang anak sangat menjadi penghambat dalam
penanaman sikap demokratis itu sendiri
PENGARUH ELECTRONIC WORLD OF MOUTH (E-WOM) DAN PERCEIVED PRICE TERHADAP PURCHASE INTENTION MELALUI TRUST SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Pada Pengguna Tokopedia di Kota Semarang)
Perubahan gaya hidup dan kebiasaan modern berdampak pada digitalisasi
yang semakin maju dan berkembang, kehadiran digital marketing tidak hanya
menjadi pilihan, tetapi juga menjadi keharusan bagi perusahaan yang ingin tetap
relevan dan berdaya saing di pasar yang semakin ketat. Salah satu bentuk
pemanfaatan digital marketing adalah Meningkatnya jumlah pengguna internet di
Indonesia mendorong semakin banyaknya pelaku bisnis yang terjun ke platform
belanja online. Oleh karena itu, Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui
pengaruh Electonic Word of Mouth (E-WOM) dan Perceived Price terhadap
Purchase Intention melalui Trust sebagai Variabel Intervening pada pengguna
platform belanja online Tokopedia di Kota Semarang.
Pada penelitian ini desain penelitian menggunakan pendekatan penelitian
kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pengguna aplikasi
Tokopedia di kota Semarang selama 6 bulan terakhir. Sampel yang digunakan
sebanyak 100 responden dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan
data menggunakan kuesioner melalui google form. Teknik analisis data
menggunakan Structural Equation Model equation modeling (PLS-SEM).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Electonic Word of Mouth (E
WOM) tidak berpengaruh Purchase Intention. Perceived Price berpengaruh positif
dan signifikan terhadap Purchase Intention. Electonic Word of Mouth (E-WOM)
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Trust. Perceived Price berpengaruh
positif dan signifikan terhadap Trust. Electonic Word of Mouth (E-WOM) dan
Perceived Price terhadap Purchase Intention menunjukkan pengaruh yang positif
dan signifikan melalui Trust
PENGARUH PENGUASAAN MAHARAH QIRAAH TERHADAP HAFALAN AL-QUR’AN JUZ 30 PADA SISWA TAHFIZH KELAS VIII MTs AL-ASROR SEMARANG
Dalam konteks pendidikan Islam, penguasaan bahasa Arab menjadi sangat
penting, terutama dalam pembelajaran Al-Qur’an. Penguasaan maharah qiraah
merupakan salah satu keterampilan yang perlu dikuasai oleh siswa dalam
mempelajari bahasa Arab. Penguasaan maharah qiraah memiliki peranan
signifikan dalam kemampuan hafalan Al-Qur’an siswa. Aktivitas membaca,
memahami, dan menghafalkan Al-Qur’an saling berkaitan. Siswa yang aktif
berinteraksi dengan bahasa Arab melalui membaca dan memahami akan lebih
mudah untuk menghafalkan Al-Qur’an.
Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh
penguasaan maharah qiraah terhadap hafalan Al-Qur’an Juz 30 pada siswa tahfizh
kelas VIII MTs Al-Asror Semarang.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif (quantitative
research), dengan desain korelasional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini
sebanyak 70 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes.
Instrumen tes yang digunakan berupa tes lisan. Instrumen non tes yang digunakan
berupa observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Menggunakan teknik
analisis regresi linier sederhana.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diperoleh nilai koefisien
determinasi (R Square) sebesar 0,399% atau 39,9%. Dapat disimpulkan bahwa
pengaruh penguasaan maharah qiraah (X) terhadap hafalan Al-Qur’an (Y) sebesar
39,9%, dapat diartikan bahwa 60,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak
diamati oleh peneliti. Dari hasil wawancara dengan guru tahfizh, menunjukkan
selain penguasaan maharah qiraah, faktor yang mempengaruhi kemampuan
hafalan Al-Qur’an juz 30 adalah motivasi dari keluarga, dan lingkungan yang baik
dan nyaman
KARAGENAN DAN BENTONITE SEBAGAI WET STRENGTH AGENT PADA PROSES PEMBUATAN KERTAS PETA LAUT
Indonesia merupakan negara maritim. Hal ini menghadirkan potensi
ancaman terhadap pertahanan negara, khususnya wilayah perairan. Dalam
menjaga stabilitas negara, TNI AL membutuhkan peta wawasan perairan
Nusantara, di mana kertas peta yang digunakan harus memenuhi standard
tertentu, terutama ketahanan terhadap air. Dalam hal ini, diperlukan
penambahan wet strength agent. Wet strength agent merupakan bahan
kimia yang ditambahkan kedalam proses pembuatan kertas, supaya kertas
tahan terhadap keadaan lembab ataupun basah. Penelitian ini bertujuan
mempelajari pengaruh penambahan wet strength agent alami, di antaranya
karagenan, bentonite, dan campuran karagenan-bentonite. Karakteristik
kertas peta yang dihasilkan, meliputi tearing index, tensile index, dan wet
strength index. Hasil yang diperoleh adalah campuran karagenan
bentonite menjadi agent dengan nilai tertinggi, dengan ditunjukkan hasil
tearing index lebih dari 700 mN, tensile index lebih dari 1,40 kgf/15mm,
dan wet strength index lebih dari 2,30%. Selanjutnya, dilakukan optimasi
menggunakan metode response surface methodology (RSM) dengan
menentukan faktor dan level faktor yang meliputi, dosis agent, waktu
mixing, dan suhu pengering. Hasil optimasi menunjukkan bahwa kondisi
optimum terdapat pada
sis 12,63%, mixing selama 2,38 menit,
dan suhu pengering 110,87 oC sebesar 742,56 mN untuk tearing
index, 2,28 kgf/15mm pada response tensile index, serta wet strength
index 3,17%. Ketiga model perpanjangan signifikan, di mana model
pertama tearing index, nilai R2 sebesar 0,9325 yang menunjukkan
bahwa 93,25% data mendukung model response tearing index. Model
kedua tensile index, nilai R2 sebesar 0,9007 yang menunjukkan
bahwa 90,07% data mendukung model response tensile index.
Model ketiga wet strength index, response R2 dari model
terakhir ini sebesar 0,8686 yang menunjukkan bahwa 86,86% data
mendukung response wet strength index terhadap pembuatan kertas
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT PADA CHALLENGE BASED ON DIFFERENTIATED LEARNING BERBANTUAN NEARPOD
Kemampuan berpikir kritis merupakan bagian dari kemampuan 4Cs yang
menjadi salah satu tuntutan utama pada abad ke-21. Berdasarkan hasil studi
pendahuluan di SMP Negeri 2 Jambu diperoleh bahwa hasil kemampuan berpikir
kritis peserta didik masih rendah, hal ini ditunjukkan dengan hasil tes kemampuan
berpikir kritis yang memperoleh nilai rata-rata 31,12 dari 100. Tujuan dari
penelitian ini adalah (1) menganalisis kualitas challenge based on differentiated
learning berbantuan Nearpod untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, (2)
menganalisis pengaruh Adversity Quotient terhadap kemampuan berpikir kritis, dan
(3) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis ditinjau dari Adversity Quotient
pada challenge based on differentiated learning berbantuan Nearpod. Penelitian ini
merupakan penelitian mixed methods dengan sequential explanatory design.
Populasi penelitian ini adalah kelas VIII SMP Negeri 2 Jambu yang terdiri dari tiga
kelas. Sampel penelitian diambil berdasarkan cluster random sampling dengan VIII
B sebagai kelompok eksperimen dan VIII C sebagai kelompok kontrol. Subjek
penelitian ini dipilih berdasarkan tipe Adversity Quotient peserta didik di kelompok
eksperimen. Teknik pengumpulan data meliputi tes, angket, pengamatan, dan
wawancara. Data dianalisis secara kuantitatif dengan memperhatikan statistik
deskripsi dan beberapa uji statistik seperti uji t satu sampel, uji z, uji t berpasangan,
dan uji t independen. Data juga dianalisis secara kualitatif melalui tahap reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi teknik dan sumber
dilakukan untuk keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)
challenge based on differentiated learning berbantuan Nearpod untuk
meningkatkan kemampuan berpikir kritis berkualitas, (2) terdapat pengaruh
Adversity Quotient terhadap kemampuan berpikir kritis sebesar 59,2%, dan (3)
subjek dengan Adversity Quotient tipe climber dapat memenuhi indikator
klarifikasi, asesmen, strategi, dan penyimpulan, subjek dengan Adversity Quotient
tipe camper hanya dapat memenuhi indikator klarifikasi, strategi, dan penyimpulan.
Dengan demikian, challenge based on differentiated learning berbantuan Nearpod
direkomendasikan untuk diimplementasikan di kelas agar dapat meningkatkan
kemampuan berpikir kritis peserta didik. Selanjutnya, guru perlu memperhatikan
Adversity Quotient masing-masing peserta didik selama pembelajaran, sehingga
bisa memaksimalkan kemampuan berpikir kritis. Subjek dengan tipe camper
hendaknya diberikan bantuan lebih lanjut dalam menjelaskan ide/konsep yang akan
digunakan untuk menyelesaikan soal serta menggali lebih informasi lebih dari soal
agar dapat mendorong tercapainya indikator asesmen pada kemampuan berpikir
kritis
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI 5E QUIZ TEAM BERBANTUAN ARTICULATE STORYLINE
Komunikasi dianggap sebagai komponen penting dalam pembelajaran
matematika. Perkembangan kemampuan komunikasi matematis dapat dipengaruhi
oleh faktor motivasi belajar. 5E Quiz Team merupakan model pembelajaran aktif
yang dapat mengembangkan kemampuan komunikasi matematis. Pembelajaran
berdiferensiasi dan penggunaan media Articulate Storyline juga dapat memfasilitasi
perkembangan kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Tujuan penelitian
ini adalah (1) menganalisis keefektifan pembelajaran berdiferensiasi 5E Quiz Team
berbantuan Articulate Storyline terhadap kemampuan komunikasi matematis
peserta didik, (2) menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan
komunikasi matematis peserta didik pada pembelajaran berdiferensiasi 5E Quiz
Team berbantuan Articulate Storyline, dan (3) mendeskripsikan kemampuan
komunikasi matematis peserta didik pada pembelajaran berdiferensiasi 5E Quiz
Team berbantuan Articulate Storyline ditinjau dari motivasi belajar peserta didik.
Penelitian ini menggunakan mixed method. Penelitian ini dilaksanakan di SMP
Negeri 41 Semarang Tahun Ajaran 2024/2025. Sampel penelitian terdiri dari peserta
didik kelas VIII C sebagai kelompok eksperimen dan peserta didik kelas VIII A
sebagai kelompok kontrol. Subjek penelitian dipilih dari kelompok eksperimen
berdasarkan kategori motivasi belajar. Teknik pengumpulan data meliputi tes,
angket, dan wawacara. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif.
Triangulasi teknik dan sumber digunakan dalam penelitian ini untuk menguji
keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembelajaran
berdiferensiasi 5E Quiz Team berbantuan Articulate Storyline efektif terhadap
kemampuan komunikasi matematis peserta didik, (2) kemampuan komunikasi
matematis dipengaruhi oleh motivasi belajar sebesar 63%, dan (3) subjek dengan
kategori motivasi belajar tinggi dapat memenuhi indikator kemampuan tata bahasa,
kemampuan memahami wacana, kemampuan sosiolingustik, dan kemampuan
strategis; subjek dengan kategori motivasi belajar sedang dapat memenuhi indikator
kemampuan tata bahasa, kemampuan memahami wacana, dan kemampuan
sosiolingustik; subjek dengan kategori motivasi belajar rendah ada yang dapat
memenuhi indikator kemampuan tata bahasa dan kemampuan memahami wacana
serta ada juga yang dapat memenuhi indikator kemampuan memahami wacana dan
kemampuan sosiolinguistik. Pembelajaran berdiferensiasi 5E Quiz Team
berbantuan Articulate Storyline perlu diterapkan di kelas untuk mendukung
perkembangan kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Selain itu, peserta
didik dengan kategori motivasi belajar sedang dan rendah hendaknya diberi bantuan
lebih lanjut untuk mengembangkan indikator kemampuan strategis dengan cara
memberikan scaffolding ketika peserta didik tidak bisa mengerjakan soal supaya
peserta didik tetap termotivasi untuk berhasil dalam pembelajaran matematika
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MENGGUNAKAN FOUR-TIER MULTIPLE CHOICE BERBASIS MULTI REPRESENTASI PADA MATA PELAJARAN FISIKA
Salah satu kemampuan berpikir yang perlu diberdayakan di abad 21 untuk
mempersiapkan siswa dalam dunia kerja professional adalah berpikir kritis.
Pengembangan instrumen tes berpikir kritis diperlukan untuk melatih dan
mengasah kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan instrumen tes kemampuan berpikir kritis menggunakan Four
Tier Multiple Choice dengan kriteria baik ditinjau dari validitas, reliabilitas, daya
pembeda,dan tingkat kesukaran. Penelitian ini menggunakan model 4D yang
dibatasi sampai 3 tahapan yakni define, design, dan develop. Uji coba penelitian
dilakukan pada siswa kelas XII MIPA 1, XII MIPA 3, dan XII MIPA 5 di MAN
1 Kota Pekalongan. Validasi ahli menggunakan rumus Aiken menyatakan 16
butir soal yang dikembangkan valid dengan skor 0,96.Uji coba skala kecil
diujikan pada 30 siswa dengan validitas empiris menggunakan teknik korelasi
product moment dihasilkan 13 dari 16 butir soal dalam kategori valid. Sebanyak
2 dari 3 butir soal tidak valid dipertahankan dengan revisi dan 1 butir soal
dibuang, sehingga tersisa 15 butir soal yang digunakan.Uji coba skala besar pada
64 siswa dihasilkan 15 butir soal yang telah dikembangkan dalam kategori valid
dan reliabilitas dalam kategori sangat tinggi dengan skor 0,845. Kualitas butir
soal ditinjau dari daya pembeda dan tingkat kesukaran berada pada kategori
cukup baik. Daya pembedanya tidak ada yang bernilai negatif dengan persentase
cukup baik 20%, baik 53,3%, dan sangat baik 26,7%. Soal yang memiliki tingkat
kesukaran mudah dan sukar tidak mendominasi dengan persentase soal mudah
26,7%, sedang 53,3%, dan sukar 20%.Presentase rata-rata kemampuan berpikir
kritis siswa pada penelitian ini sebesar 53,75% dengan kategori rendah
STRATEGI PENGUATAN LITERASI PAUD DI KECAMATAN KAWUNGANTEN KABUPATEN CILACAP
Rendahnya budaya membaca di Indonesia merupakan permasalahan yang
sudah lama meresahkan kita, dikarenakan masyarakat Indonesia seolah tidak peduli
betapa pentingnya budaya literasi. Tahun 2021 Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS, dan Dikmen menerbitkan buku
Panduan Penguatan Literasi dan Numerasi PAUD sebagai acuan guru dalam
menguatkan pembelajaran literasi di sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk
menganalisis bagaimana strategi penguatan literasi PAUD dalam menciptakan
lingkungan kaya teks di sekolah, strategi penguatan literasi PAUD dalam
meningkatkan keterampilan berbahasa peserta didik, strategi penguatan literasi PAUD
dalam menciptakan lingkungan sosial emosional yang positif, dan strategi penguatan
literasi PAUD dalam menciptakan lingkungan akademik yang mendukung
pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik
pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, teknik
keabsahan data menggunakan triangulasi dengan sumber, teknik analisis data
menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa strategi penguatan literasi PAUD di PAUD Bustan El Firdaus dan
PAUD Kartini 01 Kawunganten sudah berjalan dengan baik
OPTIMASI RUTE PERJALANAN TAKSI BERBAGI MENGGUNAKAN MIXED INTEGER LINEAR PROGRAMMING (MILP) MODEL
Layanan taksi berbagi memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi
transportasi perkotaan, namun optimasi operasionalnya masih menjadi tantangan.
Penelitian ini mengusulkan model Mixed Integer Linear Programming (MILP)
untuk merancang rute optimal yang mampu meminimalkan jarak tempuh dan waktu
perjalanan. Model ini dikembangkan menggunakan dataset perjalanan taksi kuning
Kota New York tahun 2021, yang mencakup lebih dari 30 juta catatan perjalanan.
Model MILP mempertimbangkan berbagai kendala, termasuk lokasi penjemputan
dan pengantaran, serta efisiensi operasional. Implementasi Model MILP ini
memberikan solusi yang tepat dan efisien untuk permasalahan optimasi rute. Hasil
penelitian mampu mengidentifikasi titik-titik penjemputan dan pengantaran yang
optimal, sehingga mengurangi waktu tempuh. Sebagai contoh, rute dari titik
penjemputan 87 ke pengantaran 88 dengan jarak 0.51 mil dapat ditempuh dalam
1.02 menit. Demikian pula, rute lainnya menunjukkan hasil serupa, dengan waktu
perjalanan yang efisien. Rekomendasi bagi penyedia layanan mencakup evaluasi
berkala terhadap rute panjang, penerapan titik-titik transit yang efisien dan strategi
berbagi penumpang pada titik tersebut, adopsi model optimasi yang
mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan permintaan, serta pengembangan sistem
prediksi untuk mengidentifikasi waktu sibuk dan lokasi strategis. Penelitian ini
memberikan kontribusi penting dalam literatur optimasi transportasi perkotaan serta
menawarkan solusi praktis untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman pengguna
layanan taksi berbagi
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA MATERI FLUIDA DINAMIS BERBASIS SCRATCH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK
Proses pembelajaran fisika memiliki permasalahan karena peserta didik mengalami
kesulitan dalam mempelajari dan memahami konsep-konsep fisika yang bersifat
abstrak, akibat kurang terealisasikannya atau visualisasi terhadap konsep tersebut.
Oleh karena itu dibutuhkan media pembelajaran yang merupakan faktor penting
sebagai perantara dalam pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, perlu
dikembangkan media pembelajaran yang menarik dan interaktif untuk
meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan media pembelajaran fisika materi fluida dinamis berbasis scratch
untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Tujuan spesifik dari
penelitian ini meliputi: (1) mengembangkan media pembelajaran dan mengetahui
karakteristik media pembelajaran fisika materi fluida dinamis berbasis scratch, (2)
mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan
berdasarkan penilaian ahli, serta (3) mengetahui tingkat keefektivan media
pembelajaran yang dikembangkan ditinjau dari hasil pretest posttest peserta didik.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development
(R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development,
Implementation, Evaluation). Pendekatan yang digunakan adalah mixed method.
Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI8 SMA Negeri 15 Semarang. Hasil
penelitian menunjukkan media pembelajaran berbasis scratch yang dikembangkan
memiliki karakteristik utama sebagai simulasi interaktif berbasis game. Kemudian
hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran fisika berbasis scratch
yang dikembangkan dinyatakan sangat layak berdasarkan validasi para ahli melalui
aspek-aspek penilaian validitas. Selain itu hasil pretest posttest yang mencakup
indikator pemahaman konsep menunjukkan bahwa media ini efektif dalam
meningkatkan pemahaman konsep serta kemudahan peserta didik dalam proses
pembelajaran. Dengan demikian media pembelajaran fisika berbasis scratch ini
layak digunakan sebagai alat bantu simulasi interaktif dalam meningkatkan
pemahaman konsep peserta didik pada materi fluida dinamis