Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    PROFIL KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS KHUSUS OLAHRAGA (Studi Deskriptif Siswa Kelas VII Kelas Khusus Olahraga SMPN 3 Semarang Tahun Ajaran 2023/2024)

    No full text
    Kebugaran jasmani sangat penting untuk dimiliki semua orang termasuk siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO). Dalam program tersebut bertujuan untuk membangun prestasi olahraga di berbagai ajang. Dilakukannya tes kebugaran jasmani sebagai upaya mencapai tujuan dari program tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 24 siswa. Teknik penarikan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sama dengan jumlah populasi yaitu 24 siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan survey dengan metode pengambilan data secara langsung sebanyak satu kali atau one-shot-model. Teknik pengumpulan data melalui metode Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) dengan 5 item tes yaitu tes Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk mengukur komposisi tubuh, V Sit and Reach Test untuk mengukur kelentukan, Sit Up Test untuk mengukur kekuatan otot, Squat Thrust Test untuk mengukur daya tahan otot, dan Progressive Aerobic Cardiovascular Endurance Run Test (Pacer Tes) untuk mengukur daya tahan kardiovaskular. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan mengolah data mentah menjadi nilai menganut norma penilaian pada panduan TKPN yang kemudian dideskripsikan sesuai hasil yang diperoleh. Hasil penelitian ini meliputi hasil tes keseluruhan siswa dan pengelompokan cabang olahraga untuk IMT keseluruhan siswa dan pengelompokan cabang olahraga berklasifikasi Gizi Baik (Normal) sedangkan untuk tingkat kebugaran keseluruhan siswa dan pengelompokan cabang olahraga berkategori Baik Sekali. Kesimpulan penelitian ini yaitu profil kebugaran jasmani siswa kelas VII Kelas Khusus Olahraga SMPN 3 Semarang Tahun Ajaran 2023/2024 terdapat pada kategori “Baik Sekali”. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat dijadikan evaluasi sebagai upaya untuk memastikan bahwa kondisi kebugaran jasmani siswa tidak menurun

    KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU MOTIVASI BELAJAR PADA PROBLEM BASED LEARNING TERINTEGRASI STEM BERBANTUAN GEOGEBRA

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis kualitas pembelajaran pada problem based learning terintegrasi STEM berbantuan Geogebra terhadap kemampuan berpikir kritis, (2) menganalisis pengaruh motivasi belajar peserta didik terhadap kemampuan berpikir kritis, dan (3) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis peserta didik ditinjau dari motivasi belajar pada problem based learning terintegrasi STEM berbantuan Geogebra. Metode penelitian ini adalah mixed method dengan jenis desain penelitian sequential explanatory. Sampel penelitian ini adalah kelas VIII G sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII H sebagai kelompok kontrol. Subjek penelitian terdiri dari 2 peserta didik dari masing-masing kategori motivasi belajar. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes, angket, pengamatan, dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif menggunakan beberapa uji statistik serta secara kualitatif menggunakan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini adalah triangulasi teknik dengan membandingkan hasil tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kualitas problem based learning terintegrasi STEM berbantuan Geogebra terhadap kemampuan berpikir kritis telah tercapai, pada tahap persiapan, perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian sangat valid, pada tahap pelaksanaan, pembelajaran terlaksana dengan sangat baik, pada tahap evaluasi, implementasi pembelajaran telah efektif, dilihat dari peserta didik telah mencapai ketuntasan BTA, ketuntasan proporsi, rata-rata posttestnya lebih dari kelompok kontrol dan proporsi peserta didik yang tuntas BTA lebih dari kelompok kontrol; (2) motivasi belajar peserta didik mempengaruhi kemampuan berpikir kritisnya sebesar 60,6%; dan (3) subjek dengan motivasi belajar tinggi dapat memenuhi indikator interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, dan self regulation, subjek dengan motivasi belajar sedang mampu memenuhi indikator interpretation, analysis, evaluation, dan self regulation, dan ditemukan subjek lain mampu memenuhi indikator interpretation, analysis, dan evaluation; subjek dengan motivasi belajar rendah mampu memenuhi indikator interpretation dan analysis, dan ditemukan subjek lain yang tidak memenuhi semua indikator.Dengan demikian, pembelajaran dengan model problem based learning terintegrasi STEM berbantuan Geogebra perlu diimplementasikan di kelas untuk membantu pengoptimalan kemampuan berpikir kritis peserta didik. v

    Penerapan Prinsip Kehati-hatian Sebagai Bentuk Perlindungan Konsumen Atas Kerugian Akibat Transaksi Perbankan Digital

    No full text
    Transaksi perbankan digital yang berkembang secara cepat mengikuti perkembangan teknologi, menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak positif berupa aktvitas perbankan dapat digunakan secara online serta diakses dimanapun dan kapanpun selama 24 jam dengan terhubung internet. Selain itu menjadikan lebih praktis dan cepat sebab tidak perlu datang dan antri di kantor cabang. Sebaliknya juga ada dampak negatif yaitu risiko perbankan digital yang akan menjadi tantangan yaitu risiko perlindungan data pribadi seperti kasus pembobolan rekening yang merugikan nasabah berinisal A rugi hingga Rp 2 juta dengan pelaku menyamar sebagai kurir ekspedisi. Hal ini membuat perbankan harus memiliki prinsip kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan layanan perbankan digital. Penelitian hukum ini memiliki tujuan untuk menjawab permasalahan terkait Bagaimana penerapan prinsip kehati-hatian oleh penyedia layanan perbankan digital dalam memberikan perlindungan kepada konsumen dan perlindungan hukum terhadap konsumen yang mengalami kerugian dalam layanan perbankan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, jenis penelitian yuridis empiris, sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder, teknik pengambilan data dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi serta validitas data yang berupa triangulasi sumber dan triangulasi teori. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa (1) Bentuk penerapan prinsip kehati-hatian di PT Bank Rakyat Indonesia Regional Semarang pada layanan perbankan digital adalah sebagai berikut: Pertama yaitu Keamanan, BRI mengimplementasikan pengamanan melalui sistem teknologi yang ketat. Kedua yaitu Edukasi Konsumen, mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi. (2) Sistem perlindungan hukum terhadap nasabah dalam layanan perbankan digital terbagi menjadi dua kategori utama yaitu Pertama adalah perlindungan preventif, yang berfokus pada upaya pencegahan dan antisipasi terhadap potensi masalah yang mungkin dihadapi nasabah di masa depan. Selanjutnya perlindungan represif merupakan bentuk perlindungan yang diterapkan setelah terjadinya insiden yang merugikan nasabah. Penyelesaian keluhan nasabah merupakan salah satu upaya untuk melindungi nasabah dengan tujuan memastikan terpenuhinya hak-hak mer

    IMPLEMENTASI PERATURAN MENTERI LHK NOMOR 6 TAHUN 2021 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH B3 PABRIK KIMIA DI PT. BINA GUNA KIMIA KABUPATEN SEMARANG

    No full text
    Menurut laporan UNESCO, lebih dari 80% air limbah industri yang mengandung bahan kimia beracun, logam berat, mikroorganisme, mikroplastik, minyak, dan virus tidak diolah sebelum dibuang ke badan air. Penelitian ini bertujuan untuk memahami implementasi Permen LHK Nomor 6 Tahun 2021 dalam pengelolaan limbah B3 pabrik kimia. Selain itu bertujuan untuk memahami sistem pengelolaan limbah B3 di PT. Bina Guna Kimia, dan peran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang dalam implementasi Permen LHK Nomor 6 Tahun 2021 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah B3 di Kabupaten Semarang, khususnya PT. Bina Guna Kimia. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan jenis penelitian yuridis empiris. Sumber data berasal dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data berdasarkan hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan kajian pustaka. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Data diperoleh melalui kepustakaan dan penelitian di lapangan diolah menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Bina Guna Kimia diapresiasi dalam implementasi Peraturan Menteri LHK No. 6 Tahun 2021 tentang pengelolaan limbah B3, namun masih menghadapi tantangan seperti kurangnya pemahaman karyawan mengenai klasifikasi limbah. Sedangkan sistem pengelolaan limbah B3 di PT. Bina Guna Kimia menunjukkan efektivitas yang tinggi melalui penerapan regulasi yang ketat, seperti Permen LHK No. 6 Tahun 2021, serta prosedur sistematis dalam identifikasi, penyimpanan, dan pengangkutan limbah. Perusahaan telah menunjukkan komitmen yang sangat kuat terhadap kepatuhan hukum dengan melakukan pencatatan yang akurat dalam logbook dan memanfaatkan aplikasi SIMPEL untuk memantau status limbah secara real-time. Selain itu, PT. Bina Guna Kimia juga berupaya melibatkan karyawan dalam pelatihan untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai klasifikasi limbah B3, serta menjalin kerja sama dengan vendor yang memiliki sertifikasi yang sesuai, sehingga tidak hanya memenuhi kewajiban hukum tetapi juga berkontribusi secara etis terhadap keberlanjutan lingkungan. Peran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang dalam pengelolaan limbah B3 industri manufaktur terlihat dari upaya pengawasan rutin, penegakan hukum, sosialisasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, di mana DLH melaksanakan audit kepatuhan, memberikan pembinaan dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha, serta berupaya mencapai kepatuhan yang optimal melalui pendekatan yang inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Penulis memberikan saran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang dan PT. Bina Guna Kimia perlu meningkatkan program edukasi dan pelatihan mengenai klasifikasi dan pengelolaan limbah B3, pelaku industri disarankan untuk mencari sumber pendanaan alternatif untuk implementasi teknologi ramah lingkungan, serta diperlukan peningkatan kolaborasi antara semua pemangku kepentingan untuk menciptakan sinergi dalam pengelolaan limbah B3 yang lebih efektif dan berkelanjutan

    STRATEGI OPTIMALISASI KEBIJAKAN HUKUM PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA BERBASIS PUBLIC HEALTH APPROACH BERDASARKAN PERSPEKTIF WELFARE STATE (STUDI DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) PROVINSI JAWA TENGAH)

    No full text
    Pelayanan kesehatan memegang peran krusial dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui persediaan narkotika untuk pengobatan. Namun, penyalahgunaan dapat menimbulkan ketergantungan dan dampak buruk bagi individu maupun masyarakat. Pemerintah Indonesia telah mengatur hal ini dalam Undang-Undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, tetapi upaya pencegahan belum optimal, terbukti dengan tingginya angka penyalahgunaan narkotika. Faktor penyebabnya meliputi letak geografis, ekonomi, kemudahan akses obat, lingkungan sosial, kepribadian, dan kondisi fisik pengguna. Provinsi Jawa Tengah termasuk dalam 10 (sepuluh) besar wilayah dengan kasus penyalahgunaan tinggi, didukung data Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) tahun 2023, serta masih rendahnya kesadaran masyarakat akan bahaya narkotika. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan jenis pendekatan sosiologis hukum, pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber data penelitian dari bahan primer dan bahan sekunder. Teknik pengambilan data dengan wawancara, observasi, studi pustaka dan studi dokumen hukum. Validitas data dengan teknik triangulasi sumber data dan triangulasi teori. Analisis data pada penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa: (i) pencegahan penyalahgunaan narkotika oleh BNNP Jawa Tengah dilaksanakan melalui tiga aspek yaitu pembentukan kebijakan berbasis Peraturan BNN RI No.5 Tahun 2021 dengan melibatkan partisipasi multi-pihak dan adaptasi kebutuhan lokal, penerapan kebijakan melalui program seperti Desa Berinar, intervensi keluarga anti narkotika, dan deteksi dini, serta evaluasi kebijakan berbasis capaian target dan dampak di masyarakat; dan (ii) strategi optimalisasi kebijakan pencegahan penyalahgunaan narkotika berbasis public health approach berdasarkan perspektif welfare state dinilai dari lima dimensi yaitu prevention (integrasi kurikulum anti-narkotika), dissuasion (pendekatan rehabilitative) treatment (rehabilitasi berbasis hak), harm reduction (pengurangan risiko), dan reintegrasi (dukungan sosial mantan pengguna). Simpulan penelitian menegaskan pentingnya pendekatan holistik dan humanis dalam kebijakan narkotika, dengan rekomendasi penguatan sinergi antar dimens dan perluasan program berbasis bukti untuk menekan prevalensi penyalahgunaan di Jawa Tengah

    IMPLEMENTASI ACCESS REFORM PASCA REDISTRIBUSI TANAH OBJEK REFORMA AGRARIA (TORA) EKS HAK GUNA USAHA (HGU) PT SINAR KARTASURA DI DESA KENTENG, KECAMATAN BANDUNGAN, KABUPATEN SEMARANG

    No full text
    Reforma Agraria bertujuan mewujudkan keadilan agraria melalui dua pilar utama: asset reform dan access reform (Perpres No. 86 Tahun 2018). Desa Kenteng merupakan salah satu wilayah penerima redistribusi tanah eks HGU PT Sinar Kartasura pada tahun 2021, yang telah dikelola masyarakat sejak 2001. Namun, masih ditemui penerima redistribusi tanah yang menjual atau menelantarkan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi access reform pasca redistribusi tanah di Desa Kenteng, serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada sejumlah informan, seperti perangkat desa, petugas Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang, tokoh masyarakat, kelompok tani, dan masyarakat penerima redistribusi tanah. Analisis dilakukan dengan menelaah data primer berdasarkan kenyataan di lapangan mengenai bentuk-bentuk access reform dan kendala implementasinya dan data sekunder yang berasal dari peraturan perundang-undangan yang terkait dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa access reform dilaksanakan dalam tiga periode antara tahun 2021–2023 melalui penyuluhan, bantuan sarana produksi, pelatihan usaha, dan fasilitasi pemasaran. Namun, partisipasi masyarakat di luar kelompok tani masih rendah akibat kurangnya informasi dan jadwal yang tidak sesuai aktivitas warga. Kendala lain termasuk kurangnya keberlanjutan pendampingan serta persepsi masyarakat yang cenderung mengukur keberhasilan dari bantuan fisik. Simpulan dari penelitian ini adalah perlunya pendampingan berkelanjutan dari Pemerintah Daerah, sejalan dengan amanat Perpres No. 62 Tahun 2023. Disarankan agar ke depan dibentuk mekanisme koordinasi lintas sektor secara tertulis dan melibatkan masyarakat secara lebih luas, agar pelaksanaan access reform lebih merata dan berkelanjutan

    HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL SISWA KELAS X

    No full text
    Kemampuan literasi digital siswa menjadi salah satu kompetensi penting di abad ke-21 untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara intensitas penggunaan media pembelajaran interaktif dengan kemampuan literasi digital siswa kelas X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas X-2 dan X-3 di SMAN 1 Bergas, dengan sampel sebanyak 72 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur intensitas penggunaan media pembelajaran interaktif dan tes untuk menilai kemampuan literasi digital siswa. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Pearson untuk mengidentifikasi hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara intensitas penggunaan media pembelajaran interaktif dengan kemampuan literasi digital siswa, dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0, 706 dan p < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif secara intensif dapat mendukung pengembangan literasi digital siswa

    HUBUNGAN ANTARA PENDAPATAN DENGAN KINERJA GURU PAUD NON-ASN DI KABUPATEN KLATEN JAWA TENGAH

    No full text
    Sebagai tenaga ahli dan profesional dalam bidang pendidikan, guru juga membutuhkan waktu luang untuk menambah ilmunya serta mengurus keperluan lain diluar tugasnya sebagai tenaga dalam pendidikan. Namun, karena penghasilan yang didapatkan dari sekolah tempatnya mengajar rendah, menjadikan waktu luang yang tersedia mereka gunakan untuk mencari penghasilan lain diluar penghasilan dari tenaga pendidik. Hal ini membuat loyalitas dan kinerja guru mengalami penurunan terhadap lembaga maupun sekolah tempat mereka mengajar. Guru juga berhak untuk memperoleh kesempatan guna meningkatkan kinerja, memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi serta memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran yang berguna untuk menunjang kelancaran tugas profesional mereka dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendapatan dengan kinerja guru PAUD non-ASN di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan jenis pendekatan korelasional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh guru PAUD non-ASN di Kabupaten Klaten yaitu sejumlah 547 guru. Untuk selanjutnya, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan kuesioner. Uji validitas instrumen penelitian ini dengan menggunakan korelasi product moment dan uji reliabilitas menggunakan spearman brown. Uji persyaratan analisis dengan menguji linearitas regresi dan uji normalitas. Analisis data yang dipakai berupa analisis regresi sederhana dan uji koefisien determinasi untuk menjawab rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendapatan dengan kinerja guru PAUD non-ASN di Kabupaten Klaten, yang ditunjukkan dari hasil regresi sederhana yaitu Y’ = 37,79 + 0,5 X atau Kinerja Guru = 37,79 + 0,5 Pendapatan. Setiap kenaikan satu unit pendapatan, maka kinerja guru akan bertambah sebesar 37,79 + 0,5

    ANALISIS IMPLEMENTASI DIMENSI KEBHINEKAAN GLOBAL PADA AKHIR FASE FONDASI DI LEMBAGA BERBASIS ISLAM

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna serta proses implementasi dimensi kebhinekaan global pada Akhir Fase Fondasi di TK Bina Citra Cendekia Ungaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data primer bersumber dari observasi pada peserta didik Akhir Fase Fondasi serta wawancara dengan Wakil Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum, dan Pendidik. Data sekunder bersumber dari Modul Ajar, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, serta Dokumen Evaluasi Pembelajaran. Selanjutnya, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data dari Miles dan Huberman yaitu melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan bahwa TK Bina Citra Cendekia memaknai dimensi kebhinekaan global menjadi tiga gagasan utama, yaitu: (1) pemahaman konsep diri dan lingkungan, (2) penghargaan terhadap keberagaman, (3) kebhinekaan global sebagai bagian dari pendidikan akhlak. Selanjutnya, berdasarkan elemen kunci dimensi kebhinekaan global, implementasi yang ada di TK Bina Citra Cendekia dijabarkan dalam enam kategori, sebagai berikut; (1) penguatan konsep diri dan lingkungan sekitar, (2) membuka pikiran peserta didik melalui penguatan konsep kebhinekaan; (3) mengasah toleransi melalui pengenalan keberagaman budaya; (4) membangun kemampuan komunikasi interkultural; (5) membangun kesadaran untuk berkolaborasi dalam kehidupan sosial; (6) mengintegrasikan nilai kebhinekaan dengan nilai-nilai Islam

    “Pengembangan Modul Pembelajaran Berbicara Teks Pidato Persuasif Bermuatan Profil Pelajar Pancasila Berbasis Flipbook Bagi Peserta Didik SMP”

    No full text
    Analisis bahan ajar yang digunakan peserta didik dalam pembelajaran berbicara teks pidato persuasif pada fase D kelas VIII SMP menunjukkan penjelasan materi pidato persuasif sangat terbatas. Kemudian, keterampilan berbicara peserta didik belum memenuhi kompetensi yang diharapkan, serta soal latihan yang digunakan untuk mengukur pemahaman peserta didik masih sedikit. Selain itu, ditemukan pula belum adanya integrasi muatan Profil Pelajar Pancasila (berkebhinekaan global dan gotong royong). Hal tersebut menjadikan pengembangan modul pembelajaran berbicara teks pidato persuasif bermuatan Profil Pelajar Pancasila berbasis Flipbook sangat dibutuhkan, seabab pada era digital saat ini pendidik dituntut untuk semakin adaptif dengan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Adapun tujuan penelitian ini, yaitu (1) menelaah kebutuhan pengembangan modul pembelajaran berbicara teks pidato persuasif bermuatan Profil Pelajar Pancasila berbasis Flipbook bagi peserta didik SMP, (2) mendeskripsikan prinsip-prinsip pengembangan modul pembelajaran berbicara teks pidato persuasif bermuatan Profil Pelajar Pancasila berbasis Flipbook bagi peserta didik SMP, (3) memaparkan desain prototipe modul pembelajaran berbicara teks pidato persuasif bermuatan Profil Pelajar Pancasila berbasis Flipbook bagi peserta didik SMP, dan (4) mendeskripsikan kelayakan dan hasil validasi ahli terhadap pengembangan modul pembelajaran berbicara teks pidato persuasif bermuatan Profil Pelajar Pancasila berbasis Flipbook bagi peserta didik SMP. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) Sugiyono. Melalui pertimbangan akademik yang ada, penelitian ini dibatasi dengan melakukan lima tahapan penelitian, yakni potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, dan perbaikan desain. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa angket analisis kebutuhan pendidik dan peserta didik, prinsip pengembangan modul pembelajaran berbicara teks pidato persuasif bermuatan Profil Pelajar Pancasila berbasis Flipbook bagi peserta didik SMP, dan lembar penilaian dosen ahli. Penelitian ini menganalisis kebutuhan pendidik dan peserta didik terhadap prototipe yang dikembangkan untuk dijadikan sebagai dasar atau acuan pengembangan prototipe modul yang selanjutkan akan divalidasi oleh dosen ahli materi dan ahli media. Berdasarkan validasi prototipe yang dilakukan oleh dosen ahli disimpulkan bahwa modul pembelajaran berbicara teks pidato persuasif bermuatan Profil Pelajar Pancasila berbasis Flipbook bagi peserta didik SMP termasuk dalam kategori baik. Oleh karena itu, modul pembelajaran yang dikembangkan ini layak digunakan dalam pembelajaran berpidato persuasif. Penilaian dan saran perbaikan terhadap prototipe modul pemebelajaran berbicara teks pidato persuasif bermuatan Profil Pelajar Pancasila berbasis Flipbook bagi peserta didik SMP yang diberikan oleh dosen ahli, yaitu 77 adalah skor yang diberikan oleh dosen ahli materi masuk dalam kategori baik, dan 64 adalah skor yang diberikan oleh dosen ahli media dalam kategori baik. Saran penelitian ini meliputi beberapa hal sebagai berikut. 1) Penggunaan modul pembelajaran ini dapat lebih optimal apabila didukung dengan model pembelajaran yang digunakan variatif dan menyenangkan oleh guru. 2) Bagi pemerhati pendidik, khususnya pendidikan Sekolah Menengah Pertama, hendaknya dapat bersinergi untuk mengadakan pengembangan terhadap modul pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi-materi lainnya. 3) Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas terhdap penggunaan modul pembelajaran berbicara teks pidato persuasif bermuatan Profil Pelajar Pancasila berbasis Flipbook bagi peserta didik SMP

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇