Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
The Impact of Social Pressures on Individual’s Ego Development in Sylvia Plath’s The Bell Jar
This study analyzes the impact of social pressures on ego development in Sylvia Plath's The Bell Jar. The novel illustrates how various social expectations influence the psychological development of the main character, Esther Greenwood. The social pressures come from her family, her boyfriend, and her friends, all of whom impose expectations regarding career, morality, and traditional gender roles. These external demands conflict with Esther's desires and identity, creating inner turmoil. This study employs Sigmund Freud's psychoanalytic theory, specifically the concepts of id, ego, and superego, along with qualitative descriptive methods. The findings reveal that Esther's ego initially tries to mediate between the id's desires and the superego's moral standards formed by social norms. However, as the pressures increase and her desires are continuously suppressed, her ego collapses, causing psychological instability. This psychological instability causes individual changes in Esther such jealous of her friends, feels void of joy, feeling desperated, hatred of her mother and her boyfriend, withdrawn with social circles, and suicidal acts
PERANCANGAN DESAIN KARAKTER “ PANDAWA” UNTUK VIRTUAL YOUTUBER SEBAGAI PENGENALAN BUDAYA WAYANG
Wayang kulit merupakan warisan budaya Indonesia yang sarat akan nilai filosofis, historis, dan spiritual. Namun, eksistensinya kian tergerus oleh perkembangan teknologi dan pergeseran minat generasi muda. Dalam menjawab tantangan ini, proyek studi akhir ini merancang desain karakter Pandawa sebagai avatar Virtual YouTuber (VTuber) untuk mengenalkan kembali budaya wayang dalam format digital yang menarik dan interaktif. Proses perancangan dilakukan melalui pendekatan praktik berbasis desain karakter yang menggabungkan gaya visual anime dengan elemen khas wayang kulit. Setiap karakter Pandawa Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa dieksplorasi secara visual berdasarkan filosofi, sifat tokoh, dan simbol budaya yang mereka representasikan. Tahapan perancangan meliputi riset visual dan konseptual, pembuatan sketsa, eksplorasi gaya visual, pemilihan warna, pembuatan ekspresi tambahan, hingga persiapan rigging menggunakan teknologi Live2D dan face-tracking. Tujuan utama dari proyek ini adalah menjembatani kesenjangan antara seni tradisional dan teknologi digital melalui media yang dekat dengan generasi muda. Diharapkan, karya ini tidak hanya memperkenalkan kembali nilai budaya lokal, tetapi juga menjadi kontribusi kreatif dalam pelestarian budaya Indonesia melalui media digital yang modern dan interaktif
HUBUNGAN KONSUMSI NATRIUM, KONSUMSI LEMAK DAN KEBIASAAN MEROKOK PADA KEJADIAN HIPERTENSI USIA 45-59 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KROBOKAN
Penyakit hipertensi menduduki rangking pertama penyakit tidak menular di
Puskesmas Krobokan dengan kasus terbanyak pada usia 45-59 tahun. Penyebab
hipertensi dibedakan menjadi dua faktor, yaitu faktor yang tidak dapat dikontrol
dan faktor yang dapat dikontrol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan
antara konsumsi natrium, konsumsi lemak dan kebiasaan merokok pada kejadian
hipertensi usia 45-59 tahun di wilayah kerja Puskesmas Krobokan.
Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional.
Sampel yang digunakan berjumlah 94 responden diambil melalui teknik probability
sampling. Pengumpulan data didapatkan melalui wawancara menggunakan
kuesioner Semi Quantitative- Food Frequency Questionairre (SQ-FFQ), kuesioner
kebiasaan merokok dan sphygmomanometer untuk mengukur tekanan darah.
Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi
square.
Hasil analisis statistik menunjukkan ada hubungan konsumsi natrium pada
penderita hipertensi usia 45-59 tahun (p = 0,01), ada hubungan konsumsi lemak
pada penderita hipertensi usia 45-59 tahun (p = 0,014), dan tidak ada hubungan
kebiasaan merokok pada penderita hipertensi usia 45-59 tahun (p = 0,60).
Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan konsumsi natrium pada
penderita hipertensi usia 45-59 tahun, terdapat hubungan konsumsi lemak pada
penderita hipertensi usia 45-59 tahun dan tidak terdapat hubungan kebiasaan
merokok pada penderita hipertensi usia 45-59 tahu
ANALISIS ANCAMAN BENCANA TANAH LONGSOR DAN PENENTUAN JALUR EVAKUASI MENGGUNAKAN ANALISIS JARINGAN DI DESA JEMUR, KECAMATAN PEJAGOAN, KABUPATEN KEBUMEN
Indonesia merupakan salah satu negara dengan risiko bencana tinggi, termasuk
tanah longsor, yang sering terjadi di daerah berlereng curam seperti Desa Jemur,
Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Tingginya frekuensi bencana longsor di
daerah ini memerlukan upaya peventif, salah satunya menentukan jalur evakuasi yang
optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran kawasan rentan longsor
dan menentukan jalur evakuasi berbasis analisis jaringan menggunakan Sistem Informasi
Geografis (SIG). Manfaat penelitian mencakup pengembangan kajian ilmiah kebencanaan,
penyediaan informasi spasial bagi pemerintah, dan peningkatan kesadaran masyarakat
terhadap risiko bencana.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan spasial dengan metode
skoring dan pembobotan parameter seperti kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah,
geologi, dan tutupan lahan. Sampel penelitian melibatkan 35 responden dari wilayah rawan
longsor. Data dianalisis menggunakan SIG melalui overlay peta dan analisis jaringan
(Network Analysis) untuk menentukan jalur evakuasi terpendek. Teknik pengumpulan data
meliputi observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 44,36% wilayah Desa Jemur termasuk dalam
kategori rawan longsor tinggi. Melalui analisis jaringan, berhasil diidentifikasi 6 Titik
Evakuasi Sementara (TES) yang memenuhi kriteria lokasi aman, aksesibilitas baik, serta
fasilitas memadai. Jalur evakuasi terpendek berhasil ditentukan dengan
mempertimbangkan kondisi jalan, hambatan, dan masukan masyarakat
Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan mampu memberikan pengetahuan kepada
masyarakat dan membantu pemerintah desa dalam merencanakan dalam penanganan
bencana longsor di Desa Jemur. Untuk penelitian lanjutan dapat mengintegrasikan
teknologi real-time monitoring dan evaluasi kapasitas titik evakuasi
PERAN ELIT LOKAL DALAM PENGEMBANGAN DESA HARGOTIRTO SEBAGAI DESA WISATA DI KABUPATEN KULON PROGO
Desa Wisata Hargotirto terletak di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon
Progo, dan memiliki potensi alam, budaya, serta kearifan lokal yang menjadi daya
tarik bagi wisatawan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mengkaji
peran elit lokal dalam proses pengembangan Desa Wisata Hargotirto, mengingat
pentingnya keterlibatan mereka dalam mendorong pengelolaan dan keberlanjutan
desa wisata. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peran elit lokal dalam
pengembangan Desa Hargotirto sebagai desa wisata di Kabupaten Kulon Progo
serta mengidentifikasi potensi dan hambatan yang ditemukan dalam proses
pengembangannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data
melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian
meliputi elit lokal formal seperti kepala desa serta elit lokal non-formal seperti
ketua pengelola destinasi wisata. Uji keabsahan data dilakukan menggunakan
triangulasi sumber, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan
Huberman, yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa elit lokal memiliki peran penting
dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan, dan pengawasan
pengembangan desa wisata dengan melibatkan berbagai pihak termasuk karang
taruna dan investor. Potensi yang dimiliki Desa Hargotirto antara lain kekayaan
alam, budaya lokal, dan modal sosial masyarakat yang mendukung
keberlangsungan desa wisata. Hambatan dalam pengembangan desa wisata
meliputi keterbatasan infrastruktur, perbedaan kepentingan antara elit lokal dengan
masyarakat, kurangnya sinergi antar pengelola, serta minimnya dukungan anggaran
dari pemerintah untuk inisiatif non-formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
kolaborasi efektif antara elit lokal dan masyarakat menjadi kunci dalam
pengembangan desa wisata berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat lokal
KEBIJAKAN PELAYANAN PUBLIK UNTUK MENINGKATKAN INVESTASI DI KABUPATEN SRAGEN
Penelitian ini menganalisis kebijakan pelayanan publik yang dilakukan oleh
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten
Sragen dalam upaya meningkatkan investasi daerah. Permasalahan yang diangkat
dalam penelitian ini mencakup efektivitas kebijakan pelayanan publik serta faktor�faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data
melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur. Informan terdiri dari
pihak DPMPTSP serta pelaku usaha dan investor di Kabupaten Sragen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pelayanan publik yang
diterapkan telah mengacu pada prinsip-prinsip teori pelayanan publik dan dimensi
SERVQUAL, seperti assurance, reliability, responsiveness, empathy, dan tangibles.
Namun, ditemukan sejumlah hambatan dalam pelaksanaannya, antara lain stabilitas
sistem OSS yang rendah, prosedur teknis yang rumit seperti AMDAL dan SLF, serta
keterbatasan pendampingan bagi pelaku usaha kecil. Di sisi lain, faktor pendukung
meliputi ketersediaan SDM profesional, koordinasi antarlembaga, dan penggunaan
aplikasi digital.
Kesimpulannya, meskipun DPMPTSP Sragen telah melakukan berbagai
inovasi dalam pelayanan, kualitas layanan masih perlu ditingkatkan agar lebih inklusif,
adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan seluruh lapisan pelaku usaha. Perbaikan sistem
teknis dan peningkatan literasi layanan publik menjadi langkah strategis untuk
mendukung iklim investasi yang lebih kondusif di daerah
PENGARUH PENGUASAAN MATERI TENTANG ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI TERHADAP HASIL KINERJA PRAKTIK KERJA LAPANGAN SISWA KELAS XII KOMPETENSI KEAHLIAN DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BANGUNAN SMKN 5 SEMARANG
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penguasaan materi estimasi
biaya konstruksi terhadap hasil kinerja Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa kelas
XII DPIB SMKN 5 Semarang, dengan latar belakang adanya kesulitan siswa dalam
menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) saat PKL di perusahaan konsultan.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif jenis ex post facto dengan sampel 35
siswa yang dipilih secara purposive, yaitu siswa yang menyusun estimasi biaya
selama PKL. Data dikumpulkan melalui tes dan dokumentasi nilai PKL. Hasil
analisis menunjukkan hubungan signifikan antara penguasaan materi dan kinerja
PKL (r = 0,596; p = 0,000), dengan kontribusi penguasaan materi terhadap kinerja
sebesar 35,5% (R² = 0,355). Semakin tinggi penguasaan siswa terhadap materi
estimasi biaya, semakin baik kinerja PKL mereka. Penelitian merekomendasikan
integrasi pembelajaran berbasis proyek riil dan pelatihan software estimasi untuk
meningkatkan kesiapan siswa menghadapi dunia kerja
EKSPLORASI PROJECT DALAM PEMBELAJARAN AKTIVITAS RITMIK PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN WIROSARI
Penyajian materi pembelajaran aktivitas ritmik dihabiskan untuk mempelajari
dan mempraktikkan keterampilan melalui contoh dari guru yang tidak mudah
dilakukan oleh siswa dan pelaksanaan aktivitas ritmik menggunakan proyek belum
dilakukan, siswa yang merasa bosan akan melakukan aktivitas-aktivitas lain diluar
kontrol guru.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subyek
dalam penelitian ini adalah guru PJOK di Kecamatan Wirosari. Teknik yang
digunakan untuk pengambilan sampel adalah purposive sampling. Teknik
pengumpulan data yaitu triangulasi data meliputi observasi, wawancara, kuesioner
dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji reduksi,
penyajian dataverifikasi/kesimpulan.
Hasil penelitian ini tidak semuanya memahami dan menerapkan kurikulum
merdeka dalam proses pembelajaran PJOK dan masih terdapat guru yang masih
kesulitan serta belum runtut dalam menjelaskan dan menerangkan materi aktivtas
senam ritmik sehingga mengakibatkan banyak siswa yang masih kurang fokus
dalam memahami serta mempraktekannya. Dalam proses pembelajaran tidak
semuanya menggunakan pendekatan project based learning dan disisi lain masih
ada guru yang menggunakan metode lama seperti demonstrasi dan pembelajaran
berpusat pada guru sehingga siswa belum paham dengan maksimal. Hasil dari
pembelajaran PJOK materi senam ritmik tidak semua siswa mampu mempraktekan
atau mengekplorasi gerakan senam dengan baik. Hal itu disebabkan penggunaan
pendekatan atau model pembelajaran yang tidak efektif dengan kondisi siswa serta
lingkungan sehingga berimbas kepada kurangnya pemahaman siswa dalam dalam
mengeksplorasi gerakan-gerakab senam.
Kesimpulan tidak semua guru menerapkan metode project based learning,
dalam prosesnya beberapa guru menggunakan metode demonstrasi ritmik dan tidak
semua siswa mampu mempraktekan atau mengekplorasi gerakan senam dengan
baik. Saran untuk Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dalam
upayanya meningkatkan hasil belajar menggunakan metode dan model
pembelajaran yang tepat
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TEKANAN DARAH TIDAK TERKENDALI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KOTA SEMARANG
Hipertensi merupakan tekanan darah di atas ambang batas normal yaitu 120/80
mmHg. Tekanan darah tidak terkendali merupakan tekanan darah >140/90
mmHg. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk Menganalisis Faktor Yang
Berhubungan Dengan Tekanan Darah Tidak Terkendali Pada Penderita
Hipertensi Di Kota Semarang. Penelitian ini mengguakan metode cross sectional,
sampel penelitian berjumlah 400 orang dengan teknik pengambilan sampel
convinience sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan
rekam medis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dan
regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang
signifikan antara variabel usia
p value 0,043<0,05;PR1,141, kepatuhan
konsumsi obat 0,027<0,05;PR 0,864, kejadian obesitas
p
p
value
0,023<0,05;PR1,157, tingkat pendidikan p value 0,020<0,05; PR1,190, status
merokok
value 0,017<0,05;PR1,271, kebiasaan olahraga
0,012<0,05;PR1,186, kejadian stres
p
value
p value 0,036<0,05;PR1,146, status
pernikahan p value 0,39<0,05;PR0,865, dan tidak ada hubungan antara jenis
kelamin p value 0,151>0,05, dengan tekanan darah tidak terkendali pada
penderita hipertensi di Koata Semarang. Variabel obesitas ( p value 0,023<0,05)
merupakan variabel paling berisiko atau paling berhubungan dengan tekanan
darah tidak terkendali pada penderita hipertensi di Kota Semarang. Kesimpulan
dari hasil penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara usia, kepatuhan konsumsi
obat, kejadian obesitas, tingkat pendidikan, status merokok, kebiasaan olahraga,
kejadian stres dan status pernikahan dengan tekanan darah tidak terkendali pada
penderita hipertensi di Kota Semarang
PENGEMBANGAN WEB LEARNING PADA MATERI HIDROKARBON TERINTEGRASI PROBLEM-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK
Permasalahan yang sedang dihadapi dalam dunia pendidikan yang ada di
Indonesia ini adalah rendahnya tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik
pada pembelajaran di sekolah. Kurangnya ketersediaan media inovatif
menyebabkan peserta didik merasa tidak termotivasi untuk belajar, sehingga
berdampak pada menurunnya hasil belajar peserta didik. Media pembelajaran
berbasis web merupakan suatu pembelajaran yang memanfaatkan teknologi
internet tanpa ada batasan ruang dan waktu. Penggunaan media pembelajaran
berbasis web dapat menurunkan suasana yang statis, dapat menciptakan proses
pembelajaran yang efektif, menarik, interaktif, dan dapat membangkitkan
motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kelayakan, keefektifan dan respon terhadap media Web Learning Pada Materi
Hidrokarbon Terintegrasi Problem-Based Learning Untuk Meningkatkan
Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian
pengembangan untuk menghasilkan media ajar berupa Web Learning
Terintegrasi Problem-Based Learning yang layak dan efektif untuk
meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode R&D dengan model
pengembangan 4-D yaitu define, design, development, dan dissemination.
Kelayakan media Web Learning dilihat melalui penilaian validator ahli materi
sebesar 94,23% dengan kategori “Sangat Layak”, ahli media sebesar 96,66%
dengan kategori “Sangat Layak”, dan hasil uji keterbacaan sebesar 93,33
dengan kategori “Sangat Baik”. Keefektifan media Web Learning dilihat dari
hasil ketuntasan klasikal peserta didik sebesar, N-Gain, dan persentase
kemampuan berpikir kritis padasetiap aspek. Berdasarkan hasil uji efektivitas
menunjukkan media Web Learning tersebut efektif dalam meningkatkan
kemampuan berpikir kritis peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan media
Web Learning yang dikembangkan disusun berdasarkan model pembelajaran
problem-based learning yang dilengkapi dengan LKPD interaktif, virtual
laboratory, dan soal-soal berpikir kritis