Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
COWORKING SPACE AND LIBRARY DI KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HUMANIS
Kota Semarang merupakan salah satu kota besar tentu nya memiliki laju pertumbuhan
penduduk yang meningkat setiap tahun. Untuk meningkatkan kualitas kebutuhan ruang
aktivitas masyarakat saat ini membutuhkan suatu wadah yang didalam nya mampu
menampung aktivitas individu dan kelompok. Coworking Space and Library merupakan
bangunan yang dibangun untuk menjadi suatu wadah bersosialisasi dan informatif bagi
Masyarakat khususnya di Kota Semarang. Coworking Space and Library dibangun untuk
mengatasi menurunnya tingkat baca dan kehidupan bersosialisasi masyarakat dengan
menggunakan Pendekatan Arsitektur Humanis diharapkan ini dapat memberikan kesan
aman dan nyaman serta berfungsi sebagaimana diharapkan. Metode yang digunakan yaitu
metode deskriptif, dilaksanakan dengan mengumpulkan dan melakukan Analisa data untuk
memperoleh konsep perencanaan dan perancangan. Pendekatan Arsitektur Humanis
mengedepankan lima dasar kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow dan penjabaran
teori oleh Jhon Lang yaitu Physiological Needs, Safety Needs, Belonging Needs, Esteem
Needs dan Self Actualization Needs. penerapan teori ini dapat menyelesaikan
permasalahan untuk tercapainya bangunan Coworking Space and Library di Kota
Semarang
PRARANCANGAN FIXED BED MULTITUBE REACTOR PADA PABRIK METIL ISOBUTIL KETON DARI ASETON DAN HIDROGEN DENGAN PROSES HIDROGENASI KAPASITAS 3.000 TON/TAHUN
Metil Isobutil Keton (MIBK) adalah bahan kimia setengah jadi yang sangat penting bagi
industri pelarut organik. Dalam pembuatan MIBK dipilih proses satu tahap, yaitu proses
hidrogenasi aseton dan hidrogen dalam fase gas dan tekanan atmosfer yang terjadi pada reaksi
eksotermik dengan menggunakan reaktor fixed bed multitube serta pendingin Downterm A
untuk menjaga suhu reaksi pada kondisi standar. Design reaktor perlu mendapatkan perhatian
lebih karena berpengaruh terhadap berbagai faktor penting termasuk jenis panas reaktor, fase
reaksi, waktu selama reaksi, dan bahan konstruksi yang dipilih. Kondisi optimum untuk
membentuk produk metil isobutil keton dari aseton dan hidrogen adalah pada suhu 300 oC dan
tekanan 1 atm serta konversi aseton mencapai 66%, dimana selama proses yang terjadi dalam
reaktor dibantu menggunakan katalis nano-Pd/nano-ZnCr2O4. Spesifikasi reaktor fixed bed
multitube yang berbentuk vertical cylindrial vessel with torispherical head dengan bahan
Stainless Steel SA-167 Grade 10 adalah reaktor yang beroperasi dengan volume 0,4918 m2 dan
jumlah tube sebanyak 131 buah. Dalam susunan tube yang triangular pitch didapatkan tebal
shell dan head sama yaitu 0,1875 in. Reaktor memiliki tinggi 2,47 m dan diameter reaktornya
sebesar 0,5036 m, dimana proses yang terjadi dalam reaktor selama 0,01 jam. Proses tersebut
tentunya menghasilkan pressure drop yang didapatkan dari hasil perhitungan sebesar 0,0449
atm. Untuk diameter pipa masuk dan keluar reaktor memiliki ukuran sama, yaitu 2,709 in
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI NANOEMULGEL EKSTRAK BAWANG HITAM (Black Allium sativum) DALAM MENGHAMBAT SINTESIS PROTEIN BAKTERI Staphylococcus aureus
Infeksi kulit, khususnya yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus, merupakan
masalah kesehatan serius yang membutuhkan penanganan efektif. Penggunaan
antibiotik topikal seperti neomycin dapat menimbulkan efek samping serta memicu
resistensi, sehingga diperlukan alternatif terapi alami yang lebih aman. Penelitian
ini bertujuan untuk mengevaluasi formulasi aktivitas antibakteri sediaan
nanoemulgel ekstrak bawang hitam (Black Allium sativum) terhadap S. aureus.
Ekstrak diperoleh melalui fermentasi bawang putih selama 21 hari dan diekstraksi
menggunakan etanol 96% dengan metode maserasi. Nanoemulgel diformulasikan
dalam tiga konsentrasi (2,5%, 5%, dan 7,5%) dan diuji menggunakan metode difusi
sumuran. Hasil menunjukkan rata-rata diameter zona hambat berturut-turut sebesar
5,83 mm, 11 mm, dan 16,17 mm. Uji Kruskal-Wallis menghasilkan nilai
signifikansi 0,009 (p<0,05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar
kelompok. Konsentrasi 7,5% menghasilkan daya hambat terbesar dan
dikategorikan sebagai sangat kuat. Hasil ini menunjukkan bahwa nanoemulgel
ekstrak bawang hitam memiliki potensi sebagai agen antibakteri topikal alami
terhadap Staphylococcus aureus
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS LITERASI SAINS MATERI SISTEM EKSKRESI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA
Pencapaian kemampuan berpikir kritis siswa, penting diutamakan oleh dunia
pendidikan abad 21. Pada kenyataanya kemampuan berpikir kritis siswa di
Indonesia tergolong cukup rendah, yang menyebabkan hasil belajar kognitif siswa
juga rendah. Permasalahan tersebut ditemukan di SMA N 11 Semarang, guru
biologi menyatakan 60% siswa di kelas XI-E mendapatkan nilai dibawah KKM
(75) dan memiliki kemampuan berpikir kritis yang rendah. Siswa juga merasa
kesulitan pada materi sistem ekskresi. Kondisi tersebut disebabkan oleh pendekatan
teacher centered dan penggunaan media pembelajaran yang belum maksimal dalam
memanfaatkan teknologi digital dan memfasilitasi pengembangan kemampuan
berpikir kritis siswa. Selain itu, dipengaruhi oleh jumlah materi yang banyak dan
keterbatasan waktu pembelajaran. Tujuan penelitian adalah mengembangkan media
pembelajaran berbasis literasi sains materi sistem ekskresi (Excretory-BLS)
menggunakan Google Sites, dan menganalisis karakteristik, kevalidan, kepraktisan,
serta keefektifannya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil
belajar kognitif siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu mixed method.
Jenis penelitiannya adalah Research and Development dengan model Four-D.
Desain penelitiannya Nonequivalent Control Group. Penelitian dilaksanakan di
SMA N 11 Semarang pada semester genap tahun ajaran 2024/2025, yaitu bulan
Januari sampai Februari tahun 2025. Sampel berjumlah 71 siswa, berasal dari kelas
XI-5 dan XI-6, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan
kemampuan akademik yang sama. Instrumen penelitian berupa instrumen non tes
dan instrumen tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, rumus
persentase kevalidan, rumus persentase kepraktisan, uji statistik deskriptif, uji
prasyarat, uji Mann Whitney, analisis N-gain, serta rumus persentase ketuntasan
belajar siswa. Hasil penelitian: 1) Media Excretory-BLS berhasil dikembangkan
dan memiliki karakteristik media pembelajaran berbasis literasi sains materi sistem
ekskresi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil
belajar kognitif siswa; 2) Media Excretory-BLS valid (layak) dengan rata-rata
persentase 94% dari validator; 3) Media Excretory-BLS praktis dengan rata-rata
persentase 91,64% dari guru dan 84,75% dari siswa; 4) Media Excretory-BLS
efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan rata-rata N
gain di kelas eksperimen berada pada kategori sedang-tinggi. Media ini juga efektif
untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa, dengan rata-rata N-gain di kelas
eksperimen yaitu 0,62 (sedang) dan ketuntasan klasikalnya 88,6%
PENERAPAN STACKING XGBOOST DAN SVM DENGAN LOGISTIC REGRESSION UNTUK KLASIFIKASI PENYAKIT DIABETIK RETINOPATI DENGAN OPTIMASI GRIDSEARCHCV
Penyakit diabetik retinopati merupakan salah satu komplikasi serius dari diabetes
yang dapat menyebabkan kebutaan apabila tidak terdeteksi sejak dini. Deteksi dini
melalui klasifikasi berbasis data numerik menjadi penting untuk mendukung
diagnosis yang cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model
klasifikasi penyakit diabetik retinopati dengan pendekatan stacking classifier, yang
menggabungkan algoritma XGBoost dan Support Vector Machine (SVM) sebagai
base learner, serta Logistic Regression sebagai meta learner. Untuk meningkatkan
performa model, dilakukan proses optimasi hyperparameter menggunakan
GridSearchCV. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini adalah Retinopathy
Debrecen Dataset, yang telah melalui tahap pra-pemrosesan. Evaluasi model
dilakukan menggunakan metrik performa klasifikasi seperti akurasi, precision,
recall, dan F1-score. Hasil sistem diimplementasikan dalam website responsif
untuk kemudahan akses deteksi, dan evaluasi menunjukkan capaian akurasi sebesar
95,65%, precision 95,60%, recall 95,74%, dan f1-score 95,60%. Capaian ini
menunjukkan bahwa pendekatan stacking dengan optimasi hyperparameter tuning
efektif dalam meningkatkan akurasi klasifikasi dan lebih unggul dibandingkan
penelitian sebelumnya
TINDAK TUTUR ASERTIF DAN EKSPRESIF DALAM PRAKTIK BERCERITA DI BENGKEL KEMAHIRAN BERCERITA MALAYSIA
Penelitian ini menganalisis tindak tutur asertif dan ekspresif dalam praktik bercerita
di Bengkel Kemahiran Bercerita Malaysia. Kegiatan ini dilaksanakan dalam
program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional UNNES 2024, dengan tujuan
meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik melalui bercerita. Fokus
penelitian meliputi penggunaan tindak tutur asertif, yang berperan menyampaikan
informasi secara objektif dan tindak tutur ekspresif, yang digunakan untuk
menyampaikan emosi serta penilaian. Pemilihan Malaysia sebagai lokasi penelitian
didasari oleh kekayaan budaya komunikasinya, yang memengaruhi jenis tindak
tutur dominan dalam bercerita. Penelitian ini menunjukkan bahwa bercerita tidak
hanya mengembangkan kemampuan berbicara, tetapi juga kreativitas, kepercayaan
diri, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini bertujuan
mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur asertif serta ekspresif dalam praktik
bercerita di Bengkel Kemahiran Bercerita di Malaysia, serta mengevaluasi
keterampilan berbicara berdasarkan hasil analisis tindak tutur tersebut. Metode
yang digunakan adalah simak dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dan
analisis data dilakukan menggunakan metode padan pragmatik dengan teknik Pilah
Unsur Penentu (PUP). Data dianalisis melalui triangulasi teori untuk menjamin
keabsahan. Kemudian, data disajikan menggunakan metode formal dan informal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tindak tutur asertif yang dominan adalah
Tindak Tutur Asertif Langsung Literal (108 dari 124 data), sedangkan jenis tindak
tutur ekspresif yang dominan adalah Tindak Tutur Ekspresif Langsung Literal (17
dari 23 data). Fungsi asertif yang paling sering digunakan adalah fungsi
memberitahukan (29 data), sedangkan fungsi ekspresif yang dominan adalah
menyalahkan (7 data). Dominasi fungsi memberitahukan sesuai dengan tujuan
utama bercerita, yaitu menyampaikan informasi kepada audiens. Peneliti yang
tertarik dapat melanjutkan studi tentang tindak tutur asertif dan ekspresif dalam
praktik bercerita di Bengkel Kemahiran Bercerita di Malaysia dengan meneliti
hubungan antara jenis dan fungsi tindak tutur terhadap keberhasilan penyampaian
pesan. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi strategi penggabungan tindak
tutur asertif dan ekspresif untuk menciptakan komunikasi yang interaktif. Selain
itu, studi dapat diperluas dengan membandingkan praktik bercerita berdasarkan
kelompok usia atau latar budaya untuk memahami pengaruh faktor sosial dan
linguistik
Measurement of the feasibility of virtual laboratories for teaching and learning in the fields of economics, management, business, and accounting using a systematic literature review
OPTIMASI RUTE PERJALANAN TAKSI BERBAGI MENGGUNAKAN MIXED INTEGER LINEAR PROGRAMMING (MILP) MODEL
Layanan taksi berbagi memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi
transportasi perkotaan, namun optimasi operasionalnya masih menjadi tantangan.
Penelitian ini mengusulkan model Mixed Integer Linear Programming (MILP)
untuk merancang rute optimal yang mampu meminimalkan jarak tempuh dan waktu
perjalanan. Model ini dikembangkan menggunakan dataset perjalanan taksi kuning
Kota New York tahun 2021, yang mencakup lebih dari 30 juta catatan perjalanan.
Model MILP mempertimbangkan berbagai kendala, termasuk lokasi penjemputan
dan pengantaran, serta efisiensi operasional. Implementasi Model MILP ini
memberikan solusi yang tepat dan efisien untuk permasalahan optimasi rute. Hasil
penelitian mampu mengidentifikasi titik-titik penjemputan dan pengantaran yang
optimal, sehingga mengurangi waktu tempuh. Sebagai contoh, rute dari titik
penjemputan 87 ke pengantaran 88 dengan jarak 0.51 mil dapat ditempuh dalam
1.02 menit. Demikian pula, rute lainnya menunjukkan hasil serupa, dengan waktu
perjalanan yang efisien. Rekomendasi bagi penyedia layanan mencakup evaluasi
berkala terhadap rute panjang, penerapan titik-titik transit yang efisien dan strategi
berbagi penumpang pada titik tersebut, adopsi model optimasi yang
mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan permintaan, serta pengembangan sistem
prediksi untuk mengidentifikasi waktu sibuk dan lokasi strategis. Penelitian ini
memberikan kontribusi penting dalam literatur optimasi transportasi perkotaan serta
menawarkan solusi praktis untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman pengguna
layanan taksi berbagi
ANALISIS ANTARMUKA PENGGUNA APLIKASI MOBILE IPUSNAS UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PENGGUNA MENGGUNAKAN METODE HEURISTIC EVALUATION DAN WEBUSE (WEB USABILITY EVALUATION TOOL)
Aplikasi mobile iPusnas adalah sebuah platform perpustakaan digital yang
memungkinkan pengguna untuk membaca, meminjam, dan mengakses berbagai
koleksi buku secara online. Sebagai salah satu aplikasi perpustakaan di Indonesia,
iPusnas memiliki peran penting dalam mendukung literasi masyarakat. Meskipun
iPusnas telah menjadi aplikasi populer untuk layanan perpustakaan di Indonesia,
banyak pengguna yang mengeluhkan aspek antarmuka pengguna yang dirasa
kurang optimal seperti navigasi yang membingungkan, tampilan yang tidak
konsisten, dan kurangnya fitur yang mendukung kemudahan pengguna. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui tingkat usability aplikasi iPusnas menggunakan
metode Heuristic Evaluation dan WEBUSE (Web Usability Evaluation Tool). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa aplikasi iPusnas memiliki beberapa kelemahan
seperti 4 masalah yang diperoleh dari metode Heuristic Evaluation, yaitu pada
variabel Recognition Rather Than Recall, User Control and Freedom, Error
Prevention, dan Aesthetic and Minimalist Design. Kemudian ditemukan juga 9
masalah yang didapat dari tiga variabel WEBUSE, yaitu Content Organization and
Readability, Navigation and Links, serta User Interface Design. Berdasarkan
temuan ini, diberikan 13 rekomendasi perbaikan, seperti penerapan desain
antarmuka pengguna yang konsisten, penambahan panduan interaktif,
penyederhanaan tata letak halaman, dan lain-lain. Implementasi ini diharapkan
dapat meningkatkan tingkat usability aplikasi iPusnas serta memberikan
pengalaman yang lebih baik bagi pengguna di masa mendatang. Dengan demikian,
iPusnas dapat lebih efektif dalam mendorong peningkatan literasi di Indonesia