Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    Redesain Pasar Trayeman Dengan Pendekatan Desain Sustainable Architecture

    No full text
    Pasar saat ini merupakan salah satu sarana penggerak perekonomian di setiap daerah di Indonesia dimana sangat banyak hasil usaha masyarakat yang didistribusikan dan ditukarkan dengan alat tukar yang sah sesuai dengan kebijakan undang-undang. Namun masih banyak pelaku kegiatan jual-beli seperti Pedagang Kaki Lima yang tidak menaati aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Pasar Trayeman merupakan salah satu pasar yang ada di Kabupaten Tegal. Berlokasi di Jl. Proff. Muhammad Yamin (Trayeman, Slawi), Tegal, Jawa Tengah, Indonesia. Pasar tradisional ini menjual berbagai produk kebutuhan pokok dan sembako seperti seperti beras, terigu, gula, garam, sayur mayur, buah – buahan, bawang, cabe, ikan, daging, seafood, oleh – oleh khas Tegal, pasar hewan, dan lainnya. Pasar Trayeman saat ini bisa dikatakan belum layak untuk mewadahi kegiatan jual-beli dari aspek arsitektural maupun fasilitas yang disediakan. Berdasarkan hal – hal yang telah disebutkan diatas maka perlu direncanakanya redesain pasar dengan penataan bangunan yang lebih sesuai dari kaidah arsitektural dan layak dari sisi luasanya agar kenyamanan pengguna pasar dapat terpenuhi.. Redesain pasar Trayeman Slawi ini akan didesain melalui teori pendekatan Sustainable Architecture. Diharapkan pendekatan Sustainable Architecture dapat membantu mengurangi dampak negative bangunan pada lingkungan sekitar

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODUL PEMBELAJARAN SEBAGAI EDUKASI BENCANA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA MENGENAI KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI SMP NEGERI 3 PEKALONGAN

    No full text
    Kurangnya kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi suatu bencana menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan resiko bencana menjadi besar. Upaya untuk mengatasi kurangnya kesiapsiagaan salah satunya melalui edukasi bencana menggunakan modul pembelajaran yang berguna untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana banjir. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah penggunaan modul pembelajaran sebagai edukasi bencana efektif terhadap pengetahuan dan sikap siswa tentang kesiapsiagaan bencana banjir di SMP Negeri 3 Pekalongan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan siswa mengenai kesiapsiagaan bencana banjir, mengetahui sikap siswa mengenai kesiapsiagaan bencana banjir, mengetahui efektivitas penggunaan modul pembelajaran sebagai edukasi bencana terhadap pengetahuan dan sikap siswa tentang kesiapsiagaan bencana banjir di SMP Negeri 3 Pekalongan. Lokasi penelitian berada di SMP Negeri 3 Pekalongan di Kecamatan Pekalongan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas 7A, 7B, 7C. 7D . Uji validitas menggunakan rumus product moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus K-R 20 untuk mengukur pengetahuan dan Cornbach’s Alpha untuk mengukur sikap. Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling dengan jumlah sampel 60 siswa untuk dijadikan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Teknik pengambilan data berupa test, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji n-gain. Hasil penelitian ini yaitu pengetahuan siswa kelas kontrol mengenai Kesiapsiagaan Bencana Banjir tergolong kategori kurang baik (50%), sedangkan pengetahuan pada siswa kelas eksperimen tergolong kategori sangat baik (76,2%). Sikap siswa dalam Kesiapsiagaan Bencana Banjir pada siswa kelas kontrol tergolong kategori kurang baik (48%), sedangkan pada siswa kelas eksperimen tergolong kategori sangat baik (76,4%). Modul pembelajaran ini efektif sebagai edukasi bencana terhadap pengetahuan dan sikap siswa mengenai Kesiapsiagaan Bencana Banjir dengan score n-gain pengetahuan sebesar 56,6% yang masuk ke dalam kategori cukup efektif, dan score n-gain sikap sebesar 56,13% yang masuk ke dalam kategori cukuip efektif. Kesimpulan Efektivitas penggunaan modul pembelajaran sebagai edukasi bencana terhadap pengetahuan dan sikap siswa mengenai kesiapsiagaan bencana banjir pada siswa kelas kontrol memiliki hasil yang tidak efektif. Sedangkan pada siswa kelas eksperimen yang diberikan modul pembelajaran memiliki hasil yang cukup efektif. Hal ini menunjukkan bahwa modul pembelajaran efektif terhadap pengetahuan dan sikap siswa mengenai kesiapsiagaan bencana banjir

    PENGARUH PENGETAHUAN LINGKUNGAN HIDUP TERHADAP SIKAP PEDULI LINGKUNGAN WISATAWAN DI KOTA LAMA SEMARANG

    No full text
    Kota Lama Semarang merupakan kawasan wisata budaya di Kota Semarang karena di lokasi ini terdapat berbagai destinasi wisata berupa bangunan bersejarah, pasar antik, dan galeri seni yang dapat di kunjungi oleh wisatawan. Namun berdasarkan pengamatan di lokasi ini ditemukan adanya permasalahan lingkungan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui tingkat pengetahuan lingkungan hidup wisatawan di Kota Lama Semarang. 2) Menganalisis sikap peduli lingkungan wisatawan di Kota Lama Semarang. 3) Menganalisis pengaruh pengetahuan lingkungan hidup terhadap sikap peduli lingkungan wisatawan di Kota Lama Semarang. 4) Mengetahui hambatan yang terjadi dalam menerapkan perilaku peduli lingkungan wisatawan di Kota Lama Semarang. Populasi penelitian ini yaitu wisatawan yang mengunjungi Kota Lama Semarang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan deskriptif persentase untuk mengukur pengetahuan lingkungan hidup dan sikap peduli lingkungan wisatawan, regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruh dari pengetahuan lingkungan hidup terhadap sikap peduli lingkungan wisatawan. Dan model Miles and Huberman untuk menganalisis hambatan yang terjadi dalam menerapkan perilaku peduli lingkungan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pengetahuan lingkungan hidup wisatawan di Kota Lama Semarang termasuk kriteria sangat tinggi. 2) Sikap peduli lingkungan wisatawan di Kota Lama Semarang termasuk kriteria baik. 3) Hasil dari regresi linier sederhana menunjukkan adanya pengaruh antara pengetahuan lingkungan hidup terhadap sikap peduli lingkungan wisatawan di Kota Lama Semarang sebesar 48,2%. 4) Perilaku wisatawan di Kota Lama Semarang menunjukkan bahwa telah ada wisatawan yang memiliki perilaku peduli lingkungan. Namun, masih ada pula wisatawan yang memiliki perilaku tidak peduli lingkungan, yang ditunjukkan oleh tindakan merusak lingkungan yang dilakukan oleh wisatawan. Hal tersebut terjadi karena wisatawan beranggapan tidak apa-apa melakukan tindakan yang merusak lingkungan, karena tidak adanya tindakan tegas yang dilakukan oleh petugas keamanan ataupun petugas kebersihan bagi wisatawan yang merusak lingkungan, karena bagi wisatawan yang merusak lingkungan hanya diberikan teguran saja. Saran untuk wisatawan yaitu untuk mematuhi peraturan di lokasi wisatawan dan turut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan di lokasi wisata. Untuk pihak pengelola agar mengatur kebijakan yang tegas bagi wisatawan yang melanggar peraturan dan meningkatkan edukasi lingkungan dengan menyediakan lebih banyak papan informasi yang berisi pengingat untuk menjaga kebersihan lingkungan, serta larangan-larangan yang berlaku

    PREDIKSI MASA PAKAI TRANSFORMATOR DAYA PADA GARDU INDUK 150 KV PEKALONGAN MENGGUNAKAN PEMODELAN TERMAL MENURUT STANDAR IEEE DAN IEC

    No full text
    Menurut standar IEEE, umur normal transformator adalah 20,55 tahun. Sedangkan menurut standar IEC, umur pakai transformator daya mencapai 30 tahun, tergantung dari laju penuaan yang ditentukan oleh suhu hotspot. Namun, apabila tidak memperhatikan faktor-faktor yang menyebabkan susut umur transformator, maka umur transformator akan berkurang lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan susut umur dan perkiraan sisa umur transformator pada Gardu Induk 150 KV Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pemodelan termal menurut standar IEC dan IEEE. Berdasarkan hasil perhitungan manual menggunakan pemodelan termal menurut standar IEC pada kondisi beban riil diperoleh susut umur transformator 2 sebesar 16,88% dengan sisa umur 7,71 tahun. Sedangkan ketika menggunakan pemodelan termal menurut standar IEEE diperoleh susut umur transformator 2 sebesar 8,56% dengan sisa umur 10,64 tahun. Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi matlab menggunakan pemodelan termal menurut standar IEC pada kondisi beban riil diperoleh susut umur transformator 2 sebesar 16,81% dengan sisa umur 7,79 tahun. Sedangkan ketika menggunakan pemodelan termal menurut standar IEEE diperoleh susut umur transformator 2 sebesar 8,59% dengan sisa umur 10,63 tahun. Hasil susut umur dan perkiraan sisa umur dari kedua pemodelan termal tersebut memiliki perbedaan yang signifikan. Graphical user interface matlab dikembangkan agar dapat menampilkan perhitungan secara praktis dan memberikan gambaran visual mengenai pengaruh pembebanan dan suhu terhadap susut umur transformator. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam pemantauan kondisi operasional transformator dan perencanaan penggantian transformator di masa mendatang

    PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DARING DAN LURING DALAM MASA TRANSISI DI MASA PANDEMI DI SMPN 3 UNGARAN

    No full text
    Pandemi Covid-19 memberikan tantangan besar bagi sektor pendidikan di Indonesia, terutama dalam adaptasi teknologi pembelajaran. Meskipun pembelajaran daring selama pandemi dinilai kurang efektif, data dari BPS Kota Semarang (2023) dan Asesmen Nasional (2022) menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pascapandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran daring dan luring dalam meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas 8 SMP Negeri 3 Ungaran. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Adapun populasi dalam penelitian ini yakni seluruh peserta didik kelas 8 SMP Negeri 3 Ungaran yang berjumlah 330 peserta didik, sedangkan sampel pada penelitian ini sebanyak 101 peserta didik kelas 8 SMP Negeri 3 Ungaran yang terpilih dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yakni purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu: dokumen dan angket (kuesioner). Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pembelajaran daring dan luring terhadap hasil belajar IPA siswa. Meskipun siswa menghadapi kesulitan dalam beradaptasi dengan perubahan pembelajaran, pembelajaran daring terbukti memberikan dampak positif dan signifikan terhadap peningkatan nilai IPA transisi. Berdasarkan hasil uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa di SMP Negeri 3 Ungaran

    ANALISIS PENGARUH FAKTOR PERTANIAN, ENERGI TERBARUKAN, DAN GAS RUMAH KACA TERHADAP NILAI TAMBAH PERTANIAN DI INDONESIA

    No full text
    Pertumbuhan ekonomi pertanian berkelanjutan diharapkan mampu untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran penduduknya tanpa mengorbankan lingkungan sesuai hipotesis Environmental Kuznets Curve (EKC). Disisi lain, berdasarkan teori Solow Swan pertumbuhan ekonomi di pengaruhi oleh akumulasi modal, kemajuan teknologi, dan tenaga kerja. Nilai tambah pertanian merupakan salah satu sektor pendukung pertumbuhan ekonomi. Hasil dari peningkatan produksi pertanian diharapkan dapat menghasilkan energi terbarukan dan dapat mengurangi dampak lingkungan, namun pada kenyataanya energi terbarukan terus meningkat diikuti juga meningkatnya gas rumah kaca. Oleh karena itu untuk mencapai keberkelanjutan di sektor pertanian diperlukan strategi yang lebih komprehensif dan implementasi kebijakan yang lebih kuat. Nilai tambah pertanian tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi tapi juga perencanaan masa depan dalam bidang pertanian guna keberlanjutan. Berdasarkan uraian permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tambah peranian seperti faktor pertanian, energi terbarukan dan gas rumah kaca. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan data time series dari tahun 1996-2022 di Indonesia. Data dianalisis menggunakan Error Correction Model (ECM) dengan alat analisis Eviews 12. Variabel penelitian ini diantaranya yaitu nilai tambah peranian, tenaga kerja pertanian, penggunaan lahan pertanian total, penggunaan pestisida, energi terbarukan dan efek dari gas rumah kaca. Hasil penelitian ini menunjukkan dalam jangka pendek penggunaan lahan total, penggunaan pestisida, energi terbarukan, gas rumah kaca tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tambah pertanian. Sedangkan dalam jangka panjang tenaga kerja pertanian, lahan pertanian total, penggunaan pestisida dan gas rumah kaca berpengaruh secara signifikan terhadap nilai tambah pertanian. Berdasarkan hasil penelitian, penulis memerikan beberapa saran yang ditujukan kepada pemerintah seperti pelatihan ketenagakerjaan dan peningkatan produktivitas lahan yang ditunjang juga oleh peningkatan infrastruktur di sektor pertanian

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN POLA MAKAN PESERTA DIDIK JURUSAN TATA BOGA SMK MUHAMMADIYAH 1 BLORA

    No full text
    Pola konsumsi makanan yang tidak sehat menjadi salah satu penyebab masalah gizi pada remaja. Perubahan pola makan remaja dipengaruhi oleh faktor pengetahuan gizi dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui gambaran pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan pola makan peserta didik; 2) mengetahui hubungan pengetahuan gizi dengan pola makan peserta didik; 3) mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan pola makan peserta didik; 4) mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dan aktivitas fisik dengan pola makan peserta didik jurusan tata boga di SMK Muhammadiyah 1 Blora. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan desain cross sectional. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan instrumen berupa tes pilihan ganda pengetahuan gizi, formulir recall aktivitas fisik, dan kuesioner frekuensi makan (FFQ). Sampel dalam penelitian ini melibatkan 78 peserta didik keahlian tata boga dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat, uji korelasi product moment, dan uji korelasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat pengetahuan gizi peserta didik pada kategori baik sejumlah 26 responden (33,3%), kategori cukup sejumlah 34 responden (43,6%), dan kategori kurang sejumlah 18 responden (23,1%); 2) Aktivitas fisik kategori ringan sejumlah 78 responden (100%); 3) Pola makan peserta didik pada kategori baik sejumlah 13 responden (16,7%), kategori cukup sejumlah 56 responden (71,8%), dan kategori kurang sejumlah 9 responden (11,5%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan pola makan peserta didik (r = -0.454) dan tidak terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan pola makan peserta didik (r = 0.044). Terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan gizi dan aktivitas fisik dengan pola makan peserta didik (r = 0.469)

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 1 BOJA

    No full text
    Model pembelajaran memegang peranan yang sangat penting dalam proses belajar mengajar untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan inovatif. Model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) merupakan model pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik serta mendorong kolaborasi kelompok dengan strategi penilaian individual melalui pertanyaan berstruktur yang memerlukan kontribusi setiap anggota kelompok untuk membantu peserta didik dalam memecahkan masalah. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pelaksanaan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Boja. (2) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Boja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Experimental Design dengan pendekatan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, pengambilan sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari kelas VIII B sebagai kelas kontrol dan kelas VIII F sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 64 peserta didik. Kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT), sedangkan kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional yang tidak melibatkan teknik kooperatif. Instrumen penelitian meliputi tes hasil belajar yang dirancang untuk mengukur pemahaman konsep, serta alat observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data tentang interaksi dan persepsi peserta didik terhadap model pembelajaran NHT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) yang diterapkan pada kelas VIII F di SMP Negeri 1 Boja. Pembelajaran dilakukan dengan membagi peserta didik dalam 6 kelompok, dimana setiap kelompok diberikan nomor kepala untuk menyelesaikan masalah dengan runtutan pertanyaan yang telah tersedia dalam lembar diskusi. Kemudian, setelah menyelesaikan diskusi guru memanggil secara acak salah satu perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok lain dan guru berperan sebagai fasilitator. (2) Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada kelas VIII F di SMP Negeri 1 Boja. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada hasil belajar kelas kontrol yang mendapatkan nilal rata-rata pretest sebesar 60,5 dan nilai rata-rata posttest sebesar 80,1. Sedangkan pada kelas eksperimen hasil belajar IPS mendapatkan nilai yang lebih tinggi dengan nilai rata-rata pretest 68,6 dan rata-rata posttest sebesar 90,7. Peningkatan hasil belajar tersebut dapat dilihat berdasarkan hasil uji hipotesis dengan perolehan nilai sig (0,000 < 0,05) yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima

    GAYA KOMUNIKASI ANAK DAN IBU DITINJAU DARI STATUS PEKERJAAN IBU

    No full text
    eran ibu dalam keluarga sangat penting dalam membentuk kecerdasan emosional dan spiritual anak yang mempengaruhi perkembangan moral, intelektual, psikologis, dan sosial. Ibu bekerja, khususnya buruh pabrik, sering menghadapi keterbatasan waktu dengan anak yang dapat mengurangi kelekatan emosional dan memengaruhi perkembangan kognitif serta sosial. Namun, komunikasi yang efektif dan waktu berkualitas dapat mengurangi dampak negatif ini. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan gaya komunikasi antara ibu buruh pabrik dan ibu rumah tangga, serta mengkaji pola komunikasi ibu-anak dalam keluarga buruh pabrik. Penelitian menggunakan pendekatan mix methods dengan populasi ibu bekerja yang memiliki anak di TK Ananda 2 Kalongan dan TK Harapan Kalirejo. Jumlah populasi yaitu 97 ibu di TK Ananda 2 Kalongan dan 76 ibu di TK Harapan Kalirejo, dengan 40 responden dari tiap kelas. Sampel ditentukan sejumlah 40 pada masing-masing TK. Adapun wawancara mendalam dilakukan pada 5 ortu pada masing-masing Lembaga. Analisis data statistic menggunakan SPSS, sedangkan analisis kualitatif menggunakan collection, reduksi, penyajian data dan Kesimpulan. Hasil menunjukkan nilai α < 0,05, Uji Independent simple test. Artinya terdapat perbedaan signifikan antara gaya komunikasi ibu rumah tangga dan buruh pabrik. Hasil penelitian mengenai IRT menggunakan komunikasi asertif yang terbuka dan memberi ruang diskusi, sementara ibu buruh pabrik lebih banyak menggunakan komunikasi non-asertif akibat keterbatasan waktu dan energi. Disarankan ibu bekerja melatih komunikasi asertif meski waktu terbatas, dan suami turut mendukung tugas domestik. Ibu rumah tangga perlu menjaga konsistensi komunikasi, dan penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan profesi dan metode penelitian

    IMPLEMENTASI PENARIKAN ROYALTI OLEH LMKN PADA LEMBAGA PENYIARAN TELEVISI ATAS PENGGUNAAN LAGU DAN/ATAU MUSIK DALAM PERSPEKTIF HAK CIPTA (Studi di Lembaga Penyiaran Televisi)

    No full text
    Lembaga Penyiaran Televisi adalah salah satu sektor lembaga pelayanan publik bersifat komersial yang memiliki kewajiban untuk membayarkan royalti. Permasalahan yang saat ini muncul masih terdapat beberapa lembaga penyiaran televisi terutama stasiun televisi lokal yang belum membayarkan royalti sebagaimana yang seharusnya. Tujuan dari penelitian ini: 1) Untuk mengetahui dan menganalisis implementasi penarikan royalti oleh LMKN pada lembaga penyiaran televisi atas penggunaan lagu dan/atau musik, 2) Untuk mengetahui dan menganalisis kendala dan upaya dalam penarikan royalti oleh LMKN pada lembaga penyiaran televisi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan yuridis-empiris. Data primer didapatkan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di LMKN, TVRI Nasional, Stasiun TV Lokal berinisial “TK”. Validitas data dengan triangulasi data dan analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: 1) Implementasi penarikan royalti menunjukkan bahwa data penerimaan royalti hanya diterima dari lembaga penyiaran televisi yang merupakan pengguna besar. Belum ada data yang masuk terkait penerimaan royalti dari lembaga penyiaran televisi lokal “TK”. 2) Kendala yang dialami dalam penarikan royalti berupa kurangnya serta kesadaran, keterbatasan mengakses wilayah indonesia yang luas, dana operasional LMKN yang terbatas, tarif yang berat, tidak ada aturan yang mengatur secara tegas kedudukan LMKN dalam rangka memberikan sanksi kepada pelanggar. LMKN melakukan beberapa upaya untuk dapat memaksimalkan implementasi penarikan royalti. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1) Implementasi penarikan royalti oleh LMKN pada Lembaga Penyiaran Televisi atas penggunaan lagu dan/atau musik masih belum terlaksana dengan baik sehingga masih ditemukan lembaga penyiaran televisi yang belum melaksanakan kewajiban pembayaran royalti. 2) Terdapat berbagai macam kendala yang dihadapi dalam rangka penarikan royalti dan upaya untuk memaksimalkan penarikan royalti hingga saat ini masih terus dilakukan oleh LMKN. Saran dalam penelitian ini adalah agar LMKN dapat menjangkau lembaga penyiaran televisi lokal yang berada di daerah dan membangun kerja sama dengan instansi daerah. Selain itu agar dapat diatur secara tegas mengenai sanksi serta kewenangan lembaga yang dapat memberikan upaya hukum tegas kepada lembaga penyiaran televisi yang tidak membayarkan royalti

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇