Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI MEDIA BERBASIS AUGMENTED REALITY PADA MATERI KEBENCANAAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 6 SEMARANG
Bencana merupakan suatu peristiwa yang tidak dapat diprediksi dan
seringkali terjadi menimbulkan kerugian besar, baik secara fisik, ekonomi, maupun
psikologis. Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang merupakan wilayah dengan
tingkat kerawanan bencana tinggi, terutama banjir. Salah satu kecamatan yang
rawan banjir adalah Semarang Barat. Pembelajaran kebencanaan dibantu dengan
menggunakan media Assemblr Edu yang berbasis AR. Assemblr Edu adalah sebuah
media pembelajaran yang merupakan sekumpulan objek 3D yang di susun secara
signifikan untuk mendukung proses pembelajaran siswa. Penelitian ini bertujuan
untuk: (1) Untuk mengetahui implementasi media pembelajaran Assemblr Edu pada
materi kebencanaan di SMA Negeri 6 Semarang, (2) Untuk menganalisis hasil
belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran Assemblr Edu di SMA
Negeri 6 Semarang.
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 6 Semarang yang berada di
Kelurahan Gisidrono, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif metode pre-eksperimental dengan desain
penelitian One Group Pre-test and Post-test. Teknik pengambilan sampel pada
penelitian ini adalah Purposive sampling diperoleh kelas XI-I sebagai kelas
eksperimen. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, tes, observasi,
angket dan dokumentasi. Tenik analisis data yang digunakan adalah uji analisis
deskriptif persentase, uji paired t-test dan uji n-gain.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Implementasi media
pembelajaran yang berbasis Augmented Reality menggunakan Platform Assemblr
Edu pada materi kebencanaan di SMA Negeri 6 Semarang berjalan secara
sistematis melalui tiga tahapan utama yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi; dan (2) Media Assemblr Edu dinilai sangat layak dan efektif digunakan
dalam proses pembelajaran kebencanaan. Terdapat peningkatan yang signifikan
terhadap kesipsiagaan bencana siswa setelah menggunakan media pembelajaran
berbasis AR. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis data Pretest dan Posttest yang
menunjukan nilai rata-rata dari 62,35 menjadi 76,24. Peningkatan ini menunjukan
bahwa penggunaan media AR memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan
hasil belajar siswa secara kognitif, afektif dan psikomotorik.
Saran dari peneliti adalah disarankan untuk memulai memanfaatkan media
pembelajaran inovatif seperti Augmented Reality (AR), khususnya Platform
Assemblr Edu, dalam pembelajaran geografi maupun materi lain yang
membutuhkan alat bantu atau inovasi dalam penyampaian materinya
REAKSI OKSIDATIF ENZIMATIK EPIKATEKIN DARI TANAMAN GAMBIR (Uncaria Gambir Roxb) MENGGUNAKAN HOMOGENAT KECAMBAH KACANG HIJAU SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER PEROKSIDASE UNTUK AKTIVITAS ANTIOKSIDAN
Penggunaan enzim sebagai biokatalis pada reaksi oksidatif banyak dipelajari
karena sifatnya yang ramah untuk lingkungan. Enzim peroksidase (EC 1.11.1.7)
merupakan kelompok protein heme yang dapat mengkatalis reaksi oksidatif dengan
melibatkan penggunaan hidrogen peroksida (H2O2). Horseradish Peroxidase
(HRP) merupakan peroksidase komersial yang banyak dipakai, namun karena
keterbatasannya dicari alternatif sumber peroksidase dari tanaman yang melimpah
di Indonesia, yaitu kecambah kacang hijau. Budidaya yang mudah, dan modal
produksi murah membuat kecambah kacang hijau dapat dimanfaatkan sebagai
katalis dalam reaksi oksidatif enzimatik senyawa epikatekin. Pada penelitian ini
didapatkan kadar protein total kecambah kacang hijau menggunakan metode
Bradford sebesar 1273,402 μg/mL. Dilakukan optimasi kondisi reaksi oksidatif
epikatekin menggunakan Respon Surface Methodology Box-Behnken Design guna
melihat pengaruh faktor volume H2O2, waktu, dan temperatur operasional terhadap
aktivitas antioksidan (IC50) senyawa hasil reaksi. Didapatkan nilai IC50 yang paling
rendah sebesar 19,78 pada percobaan dengan kombinasi variasi volume H2O2 3 µL,
waktu operasional 3 h, dan temperatur operasional 24 ºC. Penggunaan RSM BBD
ini juga menunjukkan pengaruh interaksi antar faktor. Hasil optimasi selanjutnya
dikarakterisasi menggunakan FTIR dan LC-MS. Hasil karakterisasi menunjukkan
bahwa terbentuk senyawa dimer epikatekin proantosianidin B2 dengan berat
molekul 578. Penelitian ini bermanfaat dalam pengembangan antioksidan alami
untuk aplikasinya di bidang kesehatan sebagai solusi dalam mengatasi radikal bebas
dan mengobati penyakit degeneratif
UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) SEBAGAI ANTI-DEPRESSANT DAN ANTI-ANXIETY PADA MENCIT YANG DIINDUKSI UNPREDICTABLE CHRONIC MILD STRESS
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antidepresan dan antiansietas ekstrak
etanol daun singkong (Manihot esculenta Crantz) pada hewan uji yang diinduksi unpredictable
chronic mild stress. Ekstrak etanol daun singkong dibuat melalui proses maserasi
menggunakan etanol 70% selama 24 jam. Uji skrining fitokimia menunjukkan ekstrak etanol
daun singkong mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, steroid, dan tanin. Uji
aktivitas antidepresan dan antiansietas dilakukan menggunakan uji Tail Suspension Test (TST),
Forced Swim Test (FST), Light/Dark Box Test (LD), Elevated Plus Maze (EPM), serta histologi
jaringan. Penetapan kadar flavonoid total yang mengacu kepada pembanding rutin
menunjukkan bahwa kadar flavonoid total yang terkandung di dalam ekstrak sebesar 4,21%.
Hasil pengujian secara statistik terhadap parameter durasi imobilitas, didapatkan perbedaan
signifikan antar kelompok negatif dengan kelompok ekstrak dosis 900 mg/kgBB dan 1300
mg/kgBB pada uji FST dimana durasi imobilitas pada kelompok ekstrak tersebut menunjukkan
nilai yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol negatif. Ekstrak tersebut juga
menunjukkan perbedaan dengan kelompok rutin, yang berarti aktivitas antidepresan ekstrak
etanol daun singkong yang ditimbulkan dari golongan flavonoid mungkin saling memiliki efek
potensiasi atau sinergi. Pada uji TST, LD, dan EPM, tidak terdapat perbedaan signifikan antara
kelompok kontrol negatif dengan ekstrak. Pengujian histologi juga tidak menunjukkan
perbedaan yang signifikan pada perbaikan sel di area hippokampus. Pada kelompok sehat,
bagian hippokampus menunjukkan sel granul dentate gyrus yang tebal yang berarti tidak terjadi
kerusakan sel, sedangkan pada kelompok ekstrak dan kelompok kontrol negatif sel dentate
gyrus terlihat lebih tipis
INTERNATIONAL BOARDING SCHOOL DI KABUPATEN BEKASI DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE ARCHITECTURE
Pendidikan dimaknai sebagai usaha untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, sikap dan
berbudi pekerti sehingga memberikan sebuah langkah untuk menggapai apa yang
menjadi cita-cita yang tinggi. Pendidikan dianggap memberikan pengaruh yang kuat
diukur apabila mampu ikut ambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan
berhasil mewujudkan Pendidikan yang bermutu dan berkarakter. Menurut
Kemendikbud untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkarakter sesuai
amanah UUD, yaitu dengan mengembangkan Boarding School. Pengembangan
Boarding School berskala Internasional berjalan searah dengan minat masyarakat yang
terus meningkat akan sekolah Internasional. Hal ini juga berbanding lurus dengan terus
meningkatnya jumlah murid yang ada di Indonesia terlebih di Kabupaten Bekasi.
Berdasarkan data yang diperoleh melalui BPS (Badan Pusat Statistik), Kabupaten
Bekasi adalah daerah nomor 3 dengan jumlah siswa terbanyak di Jawa Barat yakni
dengan angka murid untuk jenjang SMA mencapai 60.423 siswa serta tingkat
kepadatan penduduk mencapai 1.820 jiwa per km² pada tahun 2024. Namun,
permasalahn timbul terkait sekolah yang didirikan di Kabupaten Bekasi yang terbilang
mengkhawatirkan dan memiliki jenjang usia yang cepat untuk mengalami kerusakan
sehingga Sustainable Architecture perlu diterapkan pada bangunan International
Boarding School nantinya. Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode
pendekatan data kualitatif dari hasil studi literatur, studi kasus, dokumentasi, dan
observasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil akhir yang diperoleh yaitu
mewujudkan prinsip berkelanjutan pada bangunan berupa efisiensi energi yang
maksimal dan penggunaan material yang berorientasi pada keberlanjutan adapun tapak
yang akan digunakan terletak di Kabupaten Bekasi dengan tapak terpilih terletak di
Kecamatan Cikarang Pusat dengan luasan 2,45 Ha berdasarkan hal tersebut diharapkan
dapat terwujud sekolah yang mampu memberikan jawaban terhadap permasalahan
lingkungan, kenyamanan, estetika dan biaya
INTEGRASI KECAKAPAN HIDUP (INTRAPERSONAL SKILLS DAN INTERPERSONAL SKILLS) MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN
Penelitian ini dilakukan berdasarkan latar belakang masalah di SMP Negeri
3 Bantarsari yaitu dibuktikan dari hasil rekapitulasi angket, persentase
penyimpangan perilaku siswa di SMP Negeri 3 Bantarsari dalam kategori tinggi,
hal tersebut salah satunya karena adanya pengaruh penyimpangan 34,7 % dan
faktor terhadap penyimpangan perilaku siswa sejumlah 88% yang berkategori
dominan. Peneliti mencermati terhadap siswa, cenderung memiliki Intrapersonal
Skills dan Interpersonal Skills yang kurang konsisten sehingga berdampak pada
pembelajaran pendidikan jasmani. Dominasi terjadi pada faktor penyebab
penyimpangan perilaku siswa yaitu faktor individu dan kelompok. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh integrasi antara Intrapersonal
skills dan Interpersonal skills pada pembelajaran penjas.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Pendekatan yang digunakan
adalah deskriptif, korelasi dan eksperimen yang terdiri dari kelompok eksperimen
I: integrasi intrapersonal skills; eksperimen II: integrasi intrapersonal skills dan
kelompok kontrol. Sumber data penelitian yaitu siswa kelas VIII SMP Negeri 3
Bantarsari Tahun Pelajaran 2023/2024. Teknik pengumpulan data melalui
observasi, wawancara dan kuisioner. Analisis data menggunakan paired dan
independent simple t test. Penelitian ini menghasilkan data yang signifikan
pengaruh Intrapersonal skills dan Interpersonal skills pada pembelajaran penjas.
Penelitian ini juga menemukan pengembangan program integrasi melalui
pembelajaran pendidikan jasmani, yaitu 1) Intrapersonal Skills (Goal Setting, Time
Management, Leadership, Emotional Skills) dan 2) Interpersonal Skills (Timework,
Interpersonal Communication, Social Skills dan Problem Solving & Decision
Making)(L. D. Cronin & Allen, 2017).
Kesimpulanya adalah penerapan kelompok eksperimen integrasi
intrapersonal skills dan interpersonal skills melalui uji paired sample t test ada
perbedaan rata-rata hasil belajar siswa untuk kelas Pre-post test kelas eksperimen
intrapersonal skills dan interpersonal skills dengan Post-test kelas kontrol (non
integrasi). Pada uji independent sample t test diketahui nilai sign < 0, 005
menyimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat diambil
kesimpulan bahwa terdapat perbedaan pengaruh antara pembelajaran PJOK yang
terintegrasi Interpersonal skills dan Intrapersonal skills dengan non integrasi., data
penelitian diambil dari pengisian instrumen kuisioner Life skills Scale for Sport
(LSSS) dari (L. D. Cronin & Allen, 2017) yang menghasilkan data perbandingan
pengaruh integrasi intrapersonal skills dan interpersonal skills memiliki pengaruh
yang efektif dari hasil post test
MODEL PEMILU SERENTAK PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 55/PUU-XVII/2019
Salah satu pilar bekerjanya sistem demokrasi adalah pelaksanaan
pemilihan umum. Pemilu serentak pada pelaksanaan dewasa ini menggunakan
model pemilu untuk memilih anggota DPR, anggota DPD, Presiden dan Wakil
Presiden, anggota DPRD atau pemilu 5 kotak. Dalam pelaksaan model pemilu 5
kotak banyak menimbulkan permasalahan secara desain dan teknis. Kemudian
perludem melakukan uji materi terhadap pelaksanaan model pemilu dan
Mahkamah Konstitusi dalam putusan nomor 55/PUU-XVII/2019 memberikan
pertimbangan hukum pada paragraf [3.16] mengenai pilihan model pemilu yang
konstitusional berdasarkan pada penelusuran original intent dan penafsiran
semantik. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Bagaimana model
pemilu serentak yang terdapat dalam putusan Mahkamah Konstitusi Nomor
55/PUU-XVII/2019?; (2) Bagaimana implikasi pasca putusan Mahkamah
Konstitusi Nomor 55/PUU-XVII/2019 terhadap desain penyelenggaraan
pemilihan umum di Indonesia?
Tinjauan kepustakaan penelitian ini terdiri dari penelitian terdahulu,
landasan konseptual, landasan teori dan kerangka berfikir. Penelitian terdahulu
dari Musaddiq Amir (2020) dengan judul “Keserentakan pemilu 2024 yang paling
ideal berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia”; Feri
Amsari dan Haykal (2020) dengan judul “Desain Pemilu serentak berdasarkan
putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 55/PUU-XVII/2019, dan Muhammad
Anwar Tanjung, dkk (2021) dengan judul “Model pemilu serentak di Indonesia
kajian putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 55/PUU-XVII/2019; Landasan
konseptual penelitian ini yaitu (1) Model; (2) Implikasi; (3) Pemlihan Umum (4)
Mahkamah Konstitusi; (5) Sistem Presidensial; (6) Negara Hukum Demokratis.Landasan teori penelitian ini adalah teori kedaulatan rakyat dan teori penafsiran
konstitusi. Penelitian ini juga dilengkapi dengan kerangka berpikir.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan
penelitian secara kualitatif. Jenis penelitian ini yaitu doktrinal yuridis-normatif
dengan fokus penelitian pda model pemilu serentak pasca putusan Mahkamah
Konstitusi Nomor 55/PUU-XVII/2019. Sumber data penelitian ini yaitu sumber
data primer menggunakan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 55/PUU
XVII/2019, perundang-undanagan terkait pemilu, sedangkan sumber data
sekunder menggunakan buku, jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, publikasi
ilmiah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu studi terhadap
dokumen atau kepustakaan. Validitas data penelitian ini menggunakan triangulasi
sumber. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu data dikumpulkan, data
direduksi, data disajikan, dan ditarik kesimpulan.
Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini meliputi model pemilihan
umum serentak dalam putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 55/PUU-XVII/2019
terdapat beberapa jenis model pemilu serentak, yakni (a) model pemilu serentak
untuk memilih anggota DPR, anggota DPD, Presiden dan Wakil Presiden, anggota
DPRD; (b) model pemilu serentak untuk memilih anggota DPR, anggota DPD,
Presiden dan Wakil Presiden, Gubernur, dan Bupati/Walikota; (c) model pemilu
serentak untuk memilih anggota DPR, anggota DPD, Presiden dan Wakil
Presiden, anggota DPRD, Gubernur, dan Bupati/Walikota; (d) model pemilu
serentak untuk memilih anggota DPR, anggota DPD, Presiden dan Wakil
Presiden, dan beberapa waktu setelahnya dilaksanakan pemilu serentak lokal
untuk memilih anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD Kabupaten/Kota,
pemilihan Gubernur dan Bupati/Walikota; (e) model pemilu serentak untuk
memilih anggota DPR, anggota DPD, Presiden dan Wakil Presiden, dan beberapa
setelahnya dilaksanakan pemilu serentak untuk memilih anggota DPRD Provinsi
dan pemilihan Gubernur, dan kemudian beberapa waktu setelahnya dilaksanakan
pemilu serentak kabupaten/kota untuk memilih anggota DPRD Kabupaten/Kota
dan memilih Bupati dan Walikota, (f) pilihan lain sepanjang menjaga keserentakan
DPR, DPD, Presiden dan Wakil Presiden. Kemudian perbandingan model pemilu
seretak dalam putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 55/PUU-XVII/2019; Hasil penelitian dan pembahasan selanjutnya mengenai implikasi model pemilu pada
efek ekor jas (coattail effect) dapat tercipta dengan pemilihan Presiden dan Wakil
Presiden membawa pengaruh terhadap keterpilihan anggota DPR yang berasal
partai politik pengusung Presiden dan Wakil Presiden, sehingga dengan
menggunakan logika yang sama hasil pemilu nasional akan berdampak pada
pemilu lokal untuk memilih DPRD dan kepala daerah, kemudian implikasi
penguatan sistem presidensial dalam model pemilu serentak dengan memilih
bersama-sama DPR, DPD dan Presiden dan Wakil Presiden pada tingkat nasional
dengan tujuan untuk menguatkan sistem presidensial, maka dengan logika yang
sama pemilu pada tingkat lokal DPRD dengan kepala daerah akan menghasilkan
penguatan pada kelembagaan daerah dalam menjalankan sistem pemerintahan dan
otonomi daerah dan impikasi pada aspek legitimasi kedaulatan rakyat adalah
model pemilu yang tersedia pada putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 55/PUU
XVII/2019 menjadi kunci untuk pembangunan model pemilu serentak dengan
mengutamakan kemudahan bagi rakyat untuk memberikan suara.
Simpulan penelitian ini (1) Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor
55/PUU-XVII/2019 membawa pada keadaan hukum baru dengan ekstensifikasi
model pemilihan umum serentak. (2) Implikasi akan membawa pada efek ekor jas
(coattail effect), penguatan sistem presidensial dan legitimasi kedaulatan rakyat.
Disarankan kepada pembentuk undang-undang untuk mengedepankan aspirasi
kelompok pegiat kepemiluan, orientasi pembangunan sistem keserentakan pemilu
yang mapan, berkesinambungan, tidak transaksional dan berkepastian hukum
serta model pemilu yang membawa pada kemudahan rakyat dalam memberikan
hak suara
PRA RANCANGAN MENARA DISLITASI PABRIK ETILEN OKSIDA DARI ETILENA DAN UDARA DENGAN PROSES OKSIDASI LANGSUNG KAPASITAS 10.000 TON/TAHUN
Etilen oksida merupakan senyawa kimia intermediate yang digunakan dalam
industri etilen glikol, surfaktan, dan farmasi. Produksi etilen oksida dilakukan
melalui oksidasi langsung etilena dengan udara, namun tahap pemurnian menjadi
tantangan karena sifat reaktif dan termolabil senyawa ini. Penelitian ini bertujuan
merancang sistem distilasi pada pabrik etilen oksida kapasitas 10.000 ton/tahun
yang meliputi menara distilasi, kondensor, reboiler, dan akumulator. Desain
dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi pemisahan, keselamatan
operasional, dan efisiensi energi. Hasil perancangan menunjukkan menara distilasi
memiliki 25 plate dengan diameter 1,038 m dan tinggi 15,301 m. Sistem kondensor
menggunakan shell and tube heat exchanger, reboiler menggunakan double pipe
heat exchanger, dan akumulator memiliki diameter 0,491 m serta panjang 1,751 m.
Desain ini diharapkan mampu memurnikan etilen oksida hingga ≥99,7% dengan
konsumsi energi minimal dan stabilitas proses yang tinggi
PERHITUNGANNERACAMASSAPADAPABRIKNATRIUM BIKARBONATDARINATRIUMKARBONATDANKARBON DIOKSIDADENGANPENAMBAHANKALSIUMKARBONAT BERKAPASITAS45.000TON/TAHUN
Peningkatan kebutuhan natrium bikarbonat di Indonesia yang terus mengalami
tren naik mendorong perlunya pendirian pabrik lokal untuk mengurangi
ketergantungan impor. Natrium bikarbonat (NaHCO₃) merupakan senyawa kimia
yang digunakan secara luas di berbagai sektor, seperti industri makanan, farmasi,
dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perhitungan neraca
massa pada pabrik natrium bikarbonat dengan kapasitas produksi sebesar 45.000
ton/tahun menggunakan proses karbonasi. Metode yang digunakan berupa studi
literatur dan perhitungan teoretis berbasis data sekunder, dengan asumsi kondisi
operasi kontinu selama 330 hari kerja per tahun dan basis perhitungan 1 jam
operasi. Hasil perhitungan menunjukkan tahapan-tahapan proses mulai dari rotary
dissolver hingga ball mill, serta keseimbangan massa pada setiap alat proses.
Perhitungan ini menghasilkan kapasitas aktual produksi sebesar 5.681,82 kg/jam
dengan kemurnian produk mencapai 99%. Penelitian ini memberikan gambaran
kuantitatif yang dapat dijadikan acuan awal dalam rencana pendirian pabrik
natrium bikarbonat di Indonesia, serta mendukung pengembangan industri kimia
nasional
PENGARUH LIKUIDITAS, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP FINANCIAL DISTRESS DENGAN SALES GROWTH SEBAGAI VARIABEL MODERATING (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Properti dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2021-2023)
Beberapa perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) pada tahun 2021-2023 mengalami kerugian dari operasional
selama dua tahun berturut-turut. Perusahaan yang tergolong dalam kategori
kesulitan keuangan juga dapat dikenali melalui penerbitan laporan keuangan di
Bursa Efek Indonesia (BEI). Tahun 2021-2023 terdapat beberapa perusahaan di
sektor properti dan real estate yang tidak menyampaikan laporan keuangan
perusahaan. Financial distress atau kesulitan keuangan merupakan tahapan
penurunan kondisi keuangan perusahaan yang terjadi sebelum suatu perusahaan
mengalami kebangkrutan atau likuidasi. Pada penelitian sebelumnya terkait
dengan financial distress telah banyak dilakukan, namun pada penelitian ini
bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh likuiditas, leverage, dan
ukuran perusahaan terhadap financial distress dengan sales growth sebagai
variabel moderating.
Populasi penelitian ini merupakan perusahaan properti dan real estate yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2021-2023. Sampel penelitian
ditentukan melalui purposive sampling dengan menggunakan beberapa kriteria
yang telah ditentukan, sehingga diperoleh 88 unit analisis. Data sekunder yang
digunakan merupakan laporan keuangan tahunan yang dapat diunduh melalui
website resmi BEI. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik
analisis statistik deskriptif dan teknik analisis statistik inferensial dengan jenis
data yaitu data panel. Pengolahan data instrumen dalam penelitian ini
menggunakan program software IBM SPSS Statistics 25.
Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa leverage berpengaruh
positif signifikan, ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap
financial distress, dan likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap financial
distress. Sales growth sebagai variabel moderasi dalam penelitian ini tidak
mampu memoderasi pengaruh likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan
terhadap financial distress.
Kesimpulan penelitian ini adalah leverage dan ukuran perusahaan dapat
mempengaruhi financial distress, sedangkan likuiditas tidak dapat berpengaruh
terhadap financial distress. Sales growth sebagai variabel moderating tidak dapat
memoderasi pengaruh likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap
financial distress. Saran untuk penelitian selanjutnya dapat menambahkan
variabel independen diluar penelitian ini, seperti seperti profitabilitas, arus kas
operasional, kepemilikan manajerial, dan kepemilikian institusional
PERAN DESA ANTIKORUPSI DALAM MENDORONG INKLUSI SOSIAL DI DESA BANYUBIRU
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran program Desa Antikorupsi dalam mendorong inklusi sosial di Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, didukung oleh analisis deskriptif dan data kuantitatif dari 215 responden Masyarakat Desa Banyubiru. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif dan strategi berbasis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program Desa Antikorupsi telah berkontribusi dalam membangun tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel, inklusi sosial belum sepenuhnya tercipta. Masih terdapat kesenjangan partisipasi antara kelompok mayoritas dan kelompok rentan seperti perempuan, pemuda, serta warga dengan keterbatasan akses digital dan pengambilan keputusan. Hal ini menunjukkan bahwa prinsip-prinsip antikorupsi belum sepenuhnya menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, perlunya strategi penguatan partisipasi yang lebih inklusif, peningkatan literasi digital, distribusi bantuan yang lebih adil, serta integrasi nilai antikorupsi ke dalam perencanaan desa jangka panjang. Hasil ini diharapkan menjadi referensi bagi desa lain dalam membangun tata kelola yang bersih dan inklusif