Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
REVITALISASI ALUN-ALUN KALIWUNGU DALAM MEWUJUDKAN RUANG TERBUKA HIJAU BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KENDAL NOMOR 2 TAHUN 2019
Antara lingkungan hidup dengan ruang ialah satu-kesatuan yang saling
berhubungan. Tiap-tiap masyarakat memiliki hak yang sama untuk mendapatkan
lingkungan yang asri, tentunya hal ini dapat ditunjang dengan keberadaan ruang
yang tersedia dengan baik. Oleh sebab itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan
ialah dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas penghijauan daerah kota dengan
menyediakan ruang terbuka hijau. Berdasarkan Keputusan Bupati Nomor
050/110/2023 tentang Penetapan Program Prioritas Pemerintah Kabupaten Kendal
Tahun Anggaran 2023, menetapkan bahwa pembangunan/ revitalisasi Alun-alun
Kaliwungu Kendal menjadi salah satu dari total duabelas rincian yang masuk dalam
program prioritas pemerintah Kabupaten Kendal. Dalam penelitian ini, alun-alun
Kaliwungu justru berfungsi sebagai tempat perdagangan para Pedagang Kaki Lima
yang tidak tertata rapi, hingga akhirnya beralih fungsi dengan sebutan “Pasar Sore”.
Maka dari itu, permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) apakah
revitalisasi alun-alun Kaliwungu efektif dalam mewujudkan ruang terbuka hijau;
(2) bagaimana pelaksanaan relokasi pedagang kaki lima untuk mendukung
terwujudnya alun-alun Kaliwungu sebagai ruang terbuka hijau. Dengan
menggunakan teori implementasi kebijakan publik dan teori efektivitas hukum.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-empiris yang dilakukan di
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan
UKM Kabupaten Kendal, serta di lokasi observasi yaitu alun-alun Kaliwungu.
Penelitian dilakukan dengan analisis kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan
data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka.
Hasil penelitian ini ialah terlaksananya revitalisasi alun-alun Kaliwungu
sebagai ruang terbuka hijau dengan tiga tahap yang berpedoman pada beberapa
peraturan perundang-undangan termasuk Keputusan Bupati Kendal. Kehadiran
alun-alun Kaliwungu saat ini jauh lebih memberikan manfaat bagi kepentingan
masyarakat umum dibandingkan kondisi alun-alun Kaliwungu sebelumnya. Selain
itu, Pemerintah Kabupaten Kendal telah berhasil melakukan pembangunan Selter
Pasar Sore Kaliwungu dan melaksanakan relokasi pedagang kaki lima alun-alun
Kaliwungu di selter yang tersentral dan sah sesuai dengan lokasi peruntukannya,
meskipun apabila dikaji melalui teori efektivitas hukum, kedua program ini berjalan
efektif namun belum maksimal
PENGARUH DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DAN SELF-COMPASSION TERHADAP KEGIGIHAN (GRIT) PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh dukungan teman sebaya dan
self compassion terhadap kegigihan (grit) pada mahasiswa tingkat akhir yang
sedang mengerjakan skripsi. Penelitian ini menggunakan desain ex-post facto.
Sampel dalam penelitian berjumlah 379 mahasiswa dari angkatan 2019 dan 2020.
Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling jenis
purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu skala grit yang diadaptasi dari
Angela Duckworth, skala dukungan teman sebaya berdasarkan teori dari Sarafino
(2015) dan skala self compassion berdasarkan teori Neff dan Germer (2017). Hasil
uji validitas skala dukungan teman sebaya pada rentang nilai <.001-.041, skala self
compassion pada rentang nilai <.001-.047 dan skala grit pada rentang nilai <.000-
.02. Sehingga pada paparan tersebut ketiga variabel dinyatakan valid dan reliabel.
Hasil penelitian pada penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat dukunga teman
sebaya, self compassion dan kegigihan (grit) berada pada kategori sedang. Hasil
hipotesis pertama yang didapatkan yaitu dukungan teman sebaya berpengaruh
negatif terhadap kegigihan (grit) sebesar 4.3%, hipotesis kedua yaitu self
compassion berpengaruh positif terhadap kegigihan (grit) sebesar 38.3% dan
hipotesis ketiga menyatakan bahwa kedua variabel bersama-sama memberikan
pengaruh positif dan signifikan terhadap kegigihan (grit). Merujuk hal tersebut,
peneliti merekomendasikan kepada guru bimbingan dan konseling untuk
memberikan layanan dalam meningkatkan kegigihan (grit) khususnya pada setting
kelompok seperti bimbingan kelompok dan konseling kelompok. Peneliti
memberikan rekomendasi kepada peneliti selanjutnya untuk mengkaji lebih dalam
mengenai indikator terendah dengan variabel yang sama
KONFLIK BATIN TOKOH DALAM NOVEL KEKASIH MUSIM GUGUR KARYA LAKSMI PAMUNTJAK PERSPEKTIF KURT LEWIN
Penelitian ini berfokus dalam menelaah konflik batin yang dialami tokoh
dalam novel Kekasih Musim Gugur karya Laksmi Pamuntjak. Konflik dalam
sebuah cerita sangat penting, baik konflik internal maupun konflik eksternal.
Keduanya menjadi bagian yang tidak bisa lepas dari penciptaan sebuah cerita. Oleh
karena itu, konflik memiliki peran penting dalam penciptaan karya sastra. Dalam
suatu novel, adanya konflik batin dapat menentukan seberapa hidup karakter
tersebut dalam sebuah cerita. Pengarang akan menambahkan aspek konflik batin
pada tokoh untuk lebih memperlihatkan gejolak perasaan yang dialami tokoh.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan psikologi sastra
dengan menggunakan teori psikologi milik Kurt Lewin. Data yang diperoleh
merupakan kalimat dan paragraf yang terdapat dalam novel Kekasih Musim Gugur
karya Laksmi Pamuntjak yang terbit pada tahun 2021. Teknik pengumpulan data
dengan teknik membaca mencatat untuk memperoleh data. Teknik analisis berupa
analisis kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan data. Penelitian ini bertujuan
memaparkan konflik batin yang dialami tokoh dan solusi konflik batin yang diambil
tokoh. Peneliti menggunakan teori psikologi milik Kurt Lewin untuk meneliti
konflik batin yang dialami tokoh. Untuk melihat solusi yang diambil oleh tokoh
dalam novel Kekasih Musim Gugur, peneliti mencoba melihat sisi positif dan
negatif dalam konflik batin yang dialami tokoh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 tokoh mengalami konflik batin. Kurt
Lewin membagi konflik menjadi 3 tipe. Ditemukan konflik tipe 1 (mendekat
mendekat menjauh-menjauh, mendekat-menjauh), konflik tipe 2 dan konflik tipe 3.
Tokoh Siri yang mengalami semua tipe konflik batin. Sedangkan tokoh Dara dan
Amalia hanya mengalami konflik menjauh-menjauh, konflik mendekat-menjauh,
dan konflik tipe 2. Solusi yang diambil tokoh berdasarkan konflik batin yang ada
terdiri dari enam solusi yaitu menguatkan keyakinan, mengikuti prinsip, melarikan
diri, pasrah/menerima keadaan, pemberontakan, dan memilih berdasarkan dampak.
Berdasarkan hasil analisis konflik batin tokoh dalam novel Kekasih Musim
Gugur karya Laksmi Pamuntjak dapat disimpulkan bahwa konflik batin yang
dialami tokoh mendorong tokoh untuk mengambil keputusan dan menentukan
solusi. Konflik batin yang dialami ketiga tokoh memiliki keterkaitan satu sama lain
karena permasalahan utama yang terjadi melibatkan ketiga tokoh. Namun, ada
beberapa konflik yang tidak saling terkait. Solusi yang diambil tokoh menentukan
cara tokoh untuk bertindak menyelesaikan permasalahan. Solusi tersebut ada yang
bernilai positif dan negatif. Namun, tokoh juga mengalami kesulitan ketika
menentukan solusi dan memilih melarikan diri.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan
ilmu psikologi sastra terkhusus pada konflik batin tokoh dalam karya sastra. Bagi
pembaca dan masyarakat dapat memahami cerita dalam novel dan menjadikannya sebagai bentuk pembelajaran dalam memaknai sebuah karya sastra, baik tulisan
karya sastra itu sendiri maupun makna dan pesan yang terkandung dalam karya
ANALISIS PENGARUH DIVERISIFIKASI SUMBER PENDAPATAN TERHADAP KETAHANAN EKONOMI RUMAH TANGGA DI DESA WIROGOMO
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh diversifikasi sumber
pendapatan terhadap ketahanan ekonomi rumah tangga di Desa Wirogomo,
Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Ketahanan ekonomi rumah tangga
penting untuk menciptakan kestabilan dan keberlanjutan ekonomi, khususnya di
wilayah pedesaan yang rentan terhadap fluktuasi pendapatan. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kepada 292 rumah
tangga yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan
melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi pendapatan memiliki pengaruh positif
dan signifikan terhadap ketahanan ekonomi rumah tangga. Rumah tangga dengan
sumber pendapatan yang lebih beragam cenderung memiliki kemampuan lebih baik
dalam menghadapi risiko ekonomi, memenuhi kebutuhan dasar, serta memiliki
cadangan keuangan. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada pemerintah
desa dan masyarakat untuk mendorong strategi diversifikasi sebagai bentuk
adaptasi terhadap ketidakpastian ekonomi
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENGGUNAKAN GOOGLE SITES BERBASIS PjBL UNTUK PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP dan KREATIVITAS PESERTA DIDIK DI UPTD SPNF SKB UNGARAN
Abstrak ini membahas pengembangan bahan ajar berbasis Google Sites dengan model
Project-Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan pemahaman konsep dan kreativitas peserta
didik dalam materi iklan, slogan, dan poster di SKB Kabupaten Semarang. Penelitian
menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE dan
menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria validitas, kepraktisan,
dan keefektifan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Google Sites mendukung
pembelajaran fleksibel, interaktif, dan kontekstual sesuai prinsip Kurikulum Merdeka, terutama
untuk siswa pekerja. Validasi menghasilkan nilai rata-rata 90,83%, dengan uji statistik
menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep dan kreativitas siswa kelas
eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan berada pada
kategori sedang hingga tinggi.
Temuan utama penelitian adalah integrasi PjBL dengan Google Sites yang efektif dalam
mendorong keterlibatan aktif siswa melalui proyek kreatif yang relevan dengan dunia nyata.
Penelitian ini menjadi referensi penting untuk pengembangan bahan ajar digital guna
meningkatkan kualitas pembelajaran di berbagai tingkat pendidikan.
Pengembangan bahan ajar berbasis Google Sites dengan pendekatan Project-Based
Learning (PjBL) terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan kreativitas siswa
di SKB Ungaran, khususnya pada materi iklan, slogan, dan poster. Bahan ajar ini menciptakan
pembelajaran yang interaktif, fleksibel, dan menarik, sehingga siswa lebih aktif dan mampu
mencapai hasil belajar yang melampaui nilai KKM. Proses pengembangan menggunakan model
ADDIE menghasilkan media pembelajaran yang valid, praktis, dan layak digunakan
berdasarkan hasil validasi ahli dan evaluasi siswa.
Bahan ajar berbasis Google Sites perlu terus dikembangkan untuk materi lain agar
pembelajaran lebih bervariasi dan menarik. Penyempurnaan pada konten materi iklan, slogan,
dan poster juga diperlukan untuk mendukung pemahaman konsep yang lebih baik. Selain itu,
metode ini disarankan diterapkan pada mata pelajaran lain yang membutuhkan kreativitas siswa
untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi dalam proses pembelajaran
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STAD BERBANTU MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV SD N 01 KUTOHARJO
Model dan media yang digunakan dalam pembelajaran masih menggunakan model
konvesional sehingga kemampuan berpikir kritis siswa rendah dan tidak optimal.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan
kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran
STAD berbantu media video animasi dan konvensional. Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Hasil uji kelayakan
media oleh ahli media dengan rata-rata 91 dan hasil uji kelayakan oleh ahli materi
sebesar 93 artinya media video animasi layak digunakan. Hasil uji normalitas lebih
tinggi 0.026. hasil uji homogenitas 0,096> 0,05 maka artinya kedua kelompok
homogen. uji hipotesis terdapat perbedaan signifikan rerata hasil belajar antara
sebelum pre test sebesar 64.43 dengan standar deviasi 3.650 dengan setelah
penerapan atau posttest sebesar 80.74 dengan standar deviasi 6.460, t (26) = 17.190
dan dengan taraf significant 0,00. Hasil uji N-gain 0.4625>0,3 artinya sedang atau
cukup efektif. Nilai rata-rata kelas control sebesar 0,4336 sedangkan kelas
eksperimen 0,4625 lebih tinggi 0,026. Dengan nilai maksimum kelas control
sebesar 67, sedangkan kelas eksperimen 83. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
ada perbedaan rata-rata kelas control dengan kelas eksperimen. Uji ketuntasan
klasikal 2,142 > 1,65, maka dapat disimpulkan hipotesis diterim
PENGEMBANGAN E-LKPD BERBANTUAN CANVA MODEL PBL UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP MEMBACA DAN KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK SDN RANDUGUNTING 6 KOTA TEGAL
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya penguasaan konsep
membaca dan kemandirian peserta didik di SDN Randugunting 6 Kota Tegal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-LKPD berbantuan Canva
dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan
penguasaan konsep membaca dan kemandirian peserta didik. Fokus penelitian ini
adalah pada pengembangan media pembelajaran yang interaktif dan menarik
untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model Borg and
Gall yang disederhanakan menjadi tujuh langkah. Penelitian ini melibatkan
analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan produk awal, pengujian terbatas,
revisi hasil uji, dan revisi produk akhir. Uji coba dilakukan di kelas IV SDN
Randugunting 6 dengan melibatkan 21 peserta didik. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa E-LKPD berbantuan Canva yang dikembangkan telah valid
dan layak digunakan. Rata-rata N-Gain pada penguasaan konsep peserta didik
mencapai 0,76, yang tergolong efektif, sedangkan N-Gain untuk kemandirian
belajar mencapai 0,78, juga tergolong efektif. Respon peserta didik terhadap
penggunaan E-LKPD ini sangat positif, dengan skor efektivitas mencapai 95%.
Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengembangan E-LKPD berbantuan
Canva dengan model PBL efektif dalam meningkatkan penguasaan konsep
membaca dan kemandirian peserta didik. Disarankan agar guru menggunakan E
LKPD ini dalam pembelajaran untuk meningkatkan minat baca dan kemandirian
peserta didik, serta melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan
media pembelajaran yang lebih inovatif
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISTEM PENCERNAAN MANUSIA PADA SISWA KELAS V
Kurangnya ketersediaan media pembelajaran menyebabkan proses
pembelajaran menjadi kurang efektif, mengurangi motivasi siswa, dan dapat
menghambat pemahaman materi yang diajarkan. Tujuan penelitian ini adalah,
Menghasilkan media pembelajaran Interaktif, menganalisis karakteristik,
kelayakan dan kefektifan media dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar
siswa. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan Research and Development
(R&D) menggunakan prosedur pengembangan ADDIE yang merupakan proses
pengembangan instruksional dengan 5 tahapan yaitu analisis (Analysis), desain
(Design),
pengembangan
(Development),
implementasi
penelitian
(Implementation) and evaluasi (Evaluation). Model ini dipilih karena tahap-tahap
pelaksanaan dibagi secara detail dan sistematis. Subjek penelitan berjumlah 15
siswa telah menerima materi dan 40 pada siswa yang belum menerima materi di
kelas V SD Negeri Pangkah 01. Hasil dari penelitian ini meliputi: 1) Karakteristik
media Interaktif Dispensia (Digital Sistem Pencernaan Manusia) yang dihasilkan
berupa software berbentuk aplikasi, berbasis model pembelajaran problem based
learning, menyajikan materi sistem pencernaan manusia dengan jelas dan akurat,
menggunakan gambar, video, animasi dan kuis untuk meningkatan motivasi dan
hasil belajar siswa.; 2) Kelayakan media Interaktif Dispensia berbasis problem
based learning yang dikembangkan berdasarkan hasil uji validasi ahli materi, uji
validasi media, dan validasi bahasa serta uji kepraktisan guru dan siswa,
memperoleh skor rata-rata sebesar 96,51%. termasuk dalam kategori sangat layak;
3) Nilai keefektifan Media Interaktif Dispensia berbasis problem based learning
yang dikembangkan untuk meningkatan motivasi siswa memperoleh hasil 78,61%
yang termasuk dalam kategori sangat efektif; 4) Media Interaktif Dispensia
berbasis problem based learning dinyatakan efektif dengan adanya perbedaan
antara skor pretest dan posttest, serta hasil dari uji n-gain dengan rata-rata 0,62
berklasifikasi sedang. Simpulan penelitian ini adalah Media Interaktif Dispensia
berbasis problem based learning materi sistem organ tubuh manusia layak
digunakan serta efektif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa
LITERASI MATEMATIKA PESERTA DIDIK DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF PADA PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PENDEKATAN PMRI BERBANTUAN MOODLE
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis pembelajaran dengan model
problem-based learning pendekatan PMRI berbantuan Moodle berkualitas untuk
meningkatkan literasi matematika peserta didik dan (2) mendeskripsikan literasi
matematika ditinjau dari gaya kognitif peserta didik pada pembelajaran dengan
model problem-based learning pendekatan PMRI berbantuan Moodle. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix-methods dengan model sequential
explanatory menggunakan quasi experimental-nonequivalent control group design.
Populasi diambil dari peserta didik kelas VII SMP Negeri 20 Semarang tahun ajaran
2023/2024 dengan sampel penelitian kelas VII-F sebagai kelas kontrol dan kelas
VII-G sebagai kelas eksperimen, yang ditentukan secara random sampling.
Penentuan subjek penelitian dengan menggunakan purposive sampling dari
kelompok eksperimen. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah 3 peserta didik
dengan gaya kognitif Field Independent dan 2 peserta didik dengan gaya kognitif
Field Dependent. Hasil penelitian ini adalah (1) pembelajaran dengan model
problem-based learning pendekatan PMRI berbantuan Moodle berkualitas untuk
meningkatkan literasi matematika peserta didik yang memenuhi tahap-tahap
pembelajaran yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi dan
(2) peserta didik dengan gaya kognitif Field Independent mampu memenuhi enam
komponen literasi matematika dengan sangat baik yaitu memahami dan menuliskan
informasi yang diperoleh dan ditanyakan (communication), mengubah
permasalahan ke dalam model matematika (mathematising), menyusun strategi
penyelesaian masalah (devising strategies for solving problems), menyelesaikan
permasalahan dengan menerapkan simbol, bahasa formal, teknis,dan operasi (using
symbol, formal, and technical language and operation), menarik kesimpulan dari
hasil penyelesaian permasalahan (reasoning and argument) dan terampil dalam
menggunakan alat bantu matematika dalam pembelajaran (using mathematics
tools) serta menguasai dengan baik komponen representation yang dibuktikan
dengan kemampuan peserta didik yang mampu merepresentasikan permasalahan
sesuai dengan konsep. Sementara itu peserta didik dengan gaya kognitif Field
Dependent hanya mampu menguasai tiga komponen literasi matematika dengan
cukup baik yaitu communication, mathematising, dan devising strategies for
solving problems tetapi belum memenuhi komponen representation, reasoning and
argument, using symbol, formal, and technical language and operation, dan using
mathematics tools. Saran dalam penelitian ini yaitu penggunaan model problem
based learning pendekatan PMRI berbantuan Moodle perlu diterapkan dalam
pembelajaran di kelas untuk meningkatkan literasi matematika peserta didik
PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN MULTILITERASI BERBASIS AUTHENTIC ASSESMENT DALAM PEMBELAJARAN PROSA DI PERGURUAN TINGGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model penilaian multiliterasi
berbasis authentic assessment dalam pembelajaran prosa di perguruan tinggi.
Latar belakang penelitian ini muncul dari praktik penilaian sastra yang masih
didominasi penilaian kognitif dan sumatif, serta mengabaikan dimensi
afektif, ekspresif, dan reflektif dalam pembelajaran prosa. Model penilaian
yang dirancang mengintegrasikan pendekatan multiliterasi dan asesmen
autentik, untuk mendukung proses belajar yang bersifat transformatif,
multimodal, dan berorientasi pada kompetensi abad ke-21. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) model Borg dan
Gall, melalui tahap studi pendahuluan, pengembangan model, validasi ahli,
uji coba terbatas, uji coba luas, revisi model, hingga deseminasi terbatas.
Teknik pengumpulan data meliputi survei, FGD, dokumentasi, observasi, dan
angket. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian ini
menunjukkan bahwa: (1) Mahasiswa dan dosen membutuhkan model
penilaian yang tidak hanya mengukur hasil belajar, tetapi juga menilai proses,
pemaknaan, dan ekspresi dalam pembelajaran prosa; (2) Model yang
dikembangkan meliputi empat prinsip utama multiliterasi: situasi kritis,
pembelajaran yang jelas, pembingkaian kritis, dan transformasi kritis, serta
sintaks penilaian yang mencakup penilaian awal, proses, dan akhir dengan
orientasi pada tugas-tugas otentik dan multimodal; (3) Model ini terbukti
efektif meningkatkan rata-rata nilai akhir mahasiswa (dari 72,5 menjadi 88,1),
meningkatkan kemampuan berpikir kritis (naik hingga 38,2%), serta
mengembangkan kecakapan literasi multimodal melalui representasi esai
analitis, kritik sastra visual, podcast reflektif, dan proyek kolaboratif berbasis
isu sosial; (4) Model penilaian ini juga berkontribusi terhadap peningkatan
partisipasi aktif mahasiswa, pelibatan emosi dan nilai-nilai dalam analisis
prosa, serta memperkuat daya refleksi dan kepekaan budaya dalam kegiatan
apresiasi dan kreasi sastra. Dengan demikian, model penilaian multiliterasi
berbasis authentic assessment ini tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi,
tetapi juga sebagai sarana pedagogis untuk membangun ekosistem
pembelajaran prosa yang humanistik, kontekstual, dan selaras dengan
tuntutan literasi masa kini