Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PENGAMANAN DATA TRANSAKSI PADA APLIKASI PRELOVNES SEBAGAI MARKETPLACE BARANG BEKAS MAHASISWA UNNES MENGGUNAKAN ALGORITMA KRIPTOGRAFI AES
Perkembangan teknologi telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk
aktivitas jual beli yang kini dapat dilakukan secara online. Mahasiswa Universitas
Negeri Semarang (UNNES) memiliki potensi besar untuk meningkatkan aktivitas
ekonomi melalui penjualan barang bekas. Namun, belum tersedia platform yang
secara khusus mengakomodasi kebutuhan ini. Untuk itu, penelitian ini bertujuan
mengembangkan aplikasi Prelovnes, sebuah platform marketplace lokal untuk
mahasiswa UNNES, yang dirancang untuk memfasilitasi jual beli barang bekas
dengan fitur-fitur seperti unggah produk, pencarian produk, chatting, dan transaksi.
Keamanan data transaksi dijamin melalui penerapan algoritma Advanced
Encryption Standard (AES) mode Cipher Block Chaining (CBC), yang mampu
melindungi data dari serangan siber.
Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) dengan
pendekatan kuantitatif. Model pengembangan aplikasi menggunakan waterfall,
yang mencakup tahap communication, planning, modeling, construction,
deplotment. Pengujian dilakukan menggunakan metode white box testing untuk
memverifikasi logika kode, black box testing untuk menguji fungsionalitas aplikasi,
serta pengujian performa algoritma AES terhadap serangan brute force.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Prelovnes berhasil memenuhi
kebutuhan marketplace lokal dengan menyediakan antarmuka pengguna yang
intuitif dan fungsional. Algoritma AES-CBC yang diimplementasikan berhasil
melindungi data transaksi dengan waktu rata-rata enkripsi 0,33 ms dan dekripsi 0,31
ms. Hasil pengujian AES-CBC menunjukkan bahwa dari 100 ciphertext yang diuji,
hasilnya 100% tidak dapat dipecahkan menggunakan metode brute force atau lebih
tepatnya dictionary attack, berdasarkan hasil pengujian pada situs Crackstation.
Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi mahasiswa UNNES
dengan tetap menjaga keamanan data transaksi
EKSPLORASI DAN REKONSTRUKSI SAINS ILMIAH PADA KEARIFAN LOKAL DESA WISATA SAMIN SAMBONGREJO BLORA UNTUK MEMBEKALI LITERASI KIMIA PESERTA DIDIK
Integrasi kebudayaan lokal ke dalam pembelajaran kimia tidak hanya akan
memperkaya materi pembelajaran, tetapi juga dapat membuat pembelajaran
menjadi lebih menarik dan bermakna bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan
untuk mengeksplorasi kebudayaan lokal di Desa Wisata Samin Sambongrejo dan
merekonstruksi sains asli masyarakat ke dalam sains ilmiah sehingga dapat
diintegrasikan ke dalam konsep-konsep kimia sebagai bekal literasi peserta didik.
Jenis penelitian adalah kualitatif etnografi dengan teknik pengumpulan data
menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur.
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data menurut Miles &
Huberman (1992) yang terdapat 3 aktivitas utama, yaitu reduksi data (data
reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi/penarikan kesimpulan
(conclusion drawing). Hasil analisis rekonstruksi sains ilmiah diidentifikasi ke
dalam konsep-konsep pembelajaran kimia meliputi proses fermentasi pada
pembuatan tempe kareman, proses kimia pada pembuatan Batik Samin
Sambongrejo, kandungan kimia pada wedang cangruk, konsep kimia pada ternak
kambing etawa, proses kimia pada pembuatan tapai ketan, kandungan kimia pada
jamu tradisional, kandungan kimia pada santan kelapa, proses kimia pada
pembakaran kayu, prinsip kimia hijau pada kesenian drumblek, unsur kimia pada
alat musik gamelan, dan kandungan kimia pada pupuk pertanian. Hasil analisis
konsep-konsep kimia diintegrasikan ke dalam indikator literasi kimia untuk
membekali literasi kimia peserta didik
PREPARASI DAN KARAKTERISASI KARBON AKTIF DARI RANTING TANAMAN TEH UNTUK ADSORPSI GAS KARBON DIOKSIDA
Tingginya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas lainnya di atmosfer
menjadi salah satu penyebab efek gas rumah kaca. Aktivitas manusia seperti
pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan pertanian turut menyumbang
kenaikan konsentrasi gas CO2 di atmosfer. Ranting tanaman teh dipilih sebagai
material adsorben dalam penelitian ini, karena memiliki kandungan karbon 53,28%,
Hemiselulosa 28,92%, selulosa 31.58%, lignin 39,5%. Tujuan penelitian ini yaitu
membandingan metode sintesis karbon aktif limbah agroindustri ranting teh dengan
menggunakan aktivator H3PO4 melalui variasi dua metode yang akan
dibandingkan, yaitu (1) karbonisasi yang diikuti dengan aktivasi kimia, dan (2)
aktivasi kimia diikuti dengan karbonisasi, dalam mengadsorpsi gas CO2 dari dua
metode yang berbeda melalui Temperature Program Desorption (TPD-CO2).
Sintesis karbon aktif menggunakaan suhu karbonisasi 300, 400, dan 500°C selama
1 jam dengan aktivator H3PO4 0,5M, 1M, 1,5M, dan 2M menggunakan suhu 85°C
selama 7 jam dan kecepatan magnetic stirrer 110 rpm. Karakterisasi dilakukan
menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), spektrofotometer Fourier Transform
Infrared (FTIR), BrunauerEmmett-Teller (BET), Scanning Electron Microscopy
(SEM) dan Temperature Program Desorption (TPD-CO2). Hasil uji karakterisasi
XRD karbon aktif memiliki ukuran kristalinitas 22,26 nm. Uji FTIR memperoleh
hasil berupa kandungan gugus fungsi pada karbon aktif yaitu O-H, C=O, P=O, P
OH, C-H, C-O-C. Karbon aktif memiliki luas permukaan pori sebesar 86,67 m2/g
dan morfologinya membentuk pori yang tidak beraturan. Pada proses adsorpsi
menghasilkan kapasitas adsorpsi CO2 sebesar 0,58 mmol/g-1 pada karbon aktif A
300/2M, 0.53 mmol/g-1 pada karbon aktif A 300/0,5M dan 0,46 mmol/g-1 pada
karbon aktif K 300/1,5M
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN WEBSITE VASCULEARN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATERI SISTEM SIRKULASI
Kompleksitas materi sistem sirkulasi menuntut guru untuk dapat menerapkan
model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis
sebagai keterampilan abad 21. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah
dengan menerapkan model Problem Based Learning. Kombinasi dengan media
interaktif seperti website dapat meningkatkan efektivitas penerapan PBL sehingga
pengembangan website VascuLearn menjadi solusi yang tepat. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak implementasi model Problem Based
Learning dengan bantuan website VascuLearn terhadap pengembangan
kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa pada topik sistem
sirkulasi. Desain penelitian yang digunakan adalah nonequivalent pretest-posttest
control group dengan kelas XI 4 dan XI 5 sebagai sampel yang dipilih secara
purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes
yang mengacu pada indikator Facione untuk menilai kemampuan berpikir kritis dan
hasil belajar kognitif, angket untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap
pembelajaran, serta lembar keterlaksanaan pembelajaran. Data pre-test dianalisis
dengan uji Independent Sample T-test sedangkan post-test menggunakan uji Mann
Whitney. Hasil uji mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara kelas
eksperimen dan kelas kontrol. Efektivitas model dan media pembelajaran dianalisis
melalui uji N-Gain yang hasilnya menunjukkan kategori sedang pada kelas
eksperimen dan rendah pada kelas kontrol. Hasil ini membuktikan bahwa PBL
berbantuan VascuLearn lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir
kritis dan hasil belajar kognitif siswa. Tingkat kemampuan berpikir kritis siswa
kelas eksperimen sebagian besar berada pada kategori sedang sementara kelas
kontrol berada pada kategori rendah. Peningkatan tertinggi di kelas eksperimen
terjadi pada indikator interpretasi sedangkan indikator regulasi diri mengalami
peningkatan terendah, sementara kelas kontrol menunjukkan pola sebaliknya.
Presentase ketuntasan klasikal pada kelas eksperimen lebih besar 38,8 poin
dibandingkan dengan kelas kontrol. PBL berbantuan VascuLearn mendapat respon
positif dengan 91,7% siswa setuju bahwa pembelajaran tersebut menyenangkan.
Sintaks pembelajaran telah terlaksana optimal dengan rata-rata keterlaksanaan
sebesar 98,86%. Simpulan dari penelitian ini adalah model Problem Based
Learning berbantuan website VascuLearn efektif dalam meningkatkan kemampuan
berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa
DETERMINANTS OF HOUSEHOLD CONSUMPTION IN JAVA ISLAND
Konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan setiap tahunnya, namun
pertumbuhannya cenderung mengalami penurunan sehingga mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pulau Jawa sebagai pusat perekonomian
Indonesia menjadi kontributor PDB terbesar di Indonesia mencapai 56,48 persen
namun pengeluaran konsumsi rumah tangga di Pulau Jawa masih di bawah Pulau
Sumatera yang kontribusi terhadap PDB hanya sebesar 22,04 persen. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PDRB per kpaita, inflasi, tabungan,
kredit konsumsi dan belanja pemerintah bantuan sosial terhadap konsumsi rumah
tangga di Pulau Jawa. Data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu data panel
enam provinsi di Pulau Jawa dengan rentang waktu 2010-2023. Metode analisis
yang digunakan adalah regresi data panel menggunakan E-views 12. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa PDRB per kapita, kredit konsumsi dan belanja
pemerintah bantuan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi
rumah tangga. Sedangkan variabel inflasi dan tabungan berpengaruh negatif tetapi
tidak signifikan terhadap konsumsi rumah tangga. Adapun saran yang diajukan
oleh penulis yaitu meningkatkan PDRB per kapita dengan cara mendorong
investasi asing dan domestik agar tercipta lapangan pekerjaan yang lebih luas dan
menyerap lebih banyak tenaga kerja produktif, mengontrol laju inflasi dengan
menstabilkan tingkat suku bunga, pemerintah bekerja sama dengan institusi
keuangan untuk mendorong program tabungan mikro, Bank umum & BPR
meningkatkan promosi penjualan hingga memperluas jangkauan layanan kredit
konsumsi, dan mengintegrasikan program bantuan sosial dengan program
pemberdayaan ekonomi
ANALISIS ISI KONTEN MEDIA SOSIAL X PADA PEMBENTUKAN CITRA ANIES BASWEDAN DALAM PEMILU 2024
Media sosial menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat mengenai
kandidat presiden, dengan 28% responden mengandalkan platform yang
didominasi oleh Generasi Z. Dengan demikian, transformasi tersebut menunjukkan
pentingnya adaptasi strategi kampanye politik terhadap perkembangan teknologi
dan preferensi media masyarakat untuk memastikan efektivitas komunikasi politik.
Anies Baswedan juga dikenal aktif dalam melakukan kampanye melalui media
sosial. Salah satu platform yang sering digunakan oleh Anies adalah X (sebelumnya
dikenal sebagai Twitter). Melalui akun resminya di X, Anies secara konsisten
membagikan pemikiran, gagasan, dan janji-janjinya terkait pembangunan dan
kemajuan negara. Hal ini didukung oleh jumlah postingannya pada masa kampanye
yang berjalan selama 74 hari atau sama dengan 2 bulan 14 hari. Hal tersebut
menunjukkan bahwa Anies Baswedan mengunggah kegiatannya di media sosial X
sebagai bentuk membangun citranya terutama pada masa kampanye pemilu 2024.
Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis mengenai strategi dalam
membentuk citra politik Anies Baswedan melalui konten media sosial X dalam
kampanye Pemilu 2024. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer, dan data
sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi literatur, studi
dokumentasi, dan observasi. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu
dilakukan dengan teknik uji transferabilitas (transferability) untuk memberikan
uraian secara rinci, jelas, dan sistematis.
Melalui metode analisis isi media kualitatif, penelitian ini menemukan
bahwa isi media sosial X @aniesbaswedan terdapat bentuk unggahan mengenai
kegiatan-kegiatannya selama kampanye pemilu terkait pembangunan citra
politiknya pada Pemilu 2024. Hasil analisis isi media sosial X @aniesbaswedan
yang dilakukan melalui proses pengkodingan diperoleh kesimpulan bahwa
unggahan mengenai citra politik Anies Baswedan dikategorikan menjadi 5 jenis
tipe unggahan berdasarkan teori manajemen citra Jones & Pittman, menunjukkan
bahwa isi media sosial X @aniesbaswedan di antaranya yaitu Ingration, Self
promotion, Exemplification, dan Supplication
DETERMINAN INDEKS PEMBANGUNAN EKONOMI INKLUSIF DI INDONESIA TAHUN 2013-2023
Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif (IPEI) yang tinggi berkaitan dengan
pencapaian kesejahteraan masyarakat di suatu wilayah atau negara. Indeks
Pembangunan Ekonomi Inklusif di Indonesia tergolong dalam kategori yang
“memuaskan”, akan tetapi secara regional Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif
pada 33 provinsi di Indonesia masih belum merata, sehingga kesejahteraan tidak
dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Diperlukan bauran kebijakan yang tepat
dalam mengatasi permasalahan ini dengan melakukan pertimbangan dan perpaduan
antar variabel-variabel yang dapat memengaruhi Indeks Pembangunan Ekonomi
Inklusif. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh tenaga kerja,
pengeluaran pemerintah bidang pendidikan, pengeluaran pemerintah bidang
kesehatan, pajak, investasi asing langsung dan keterbukaan perdagangan terhadap
Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif (IPEI) pada 33 provinsi di Indonesia tahun
2013-2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan
data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Direktorat Jenderal Perimbangan dan
Keuangan (DJPK). Jenis data yang digunakan adalah data panel, yaitu gabungan
dari data cross section dan time series yang terdiri dari 33 provinsi di Indonesia
dengan kurun waktu 2013-2023. Metode penelitian ini menggunakan regresi data
panel dinamis Generalized Method of Moment (GMM). Hasil penelitian
menunjukkan variabel tenaga kerja, pengeluaran pemerintah bidang pendidikan,
pengeluaran pemerintah bidang kesehatan, pajak dan keterbukaan perdagangan
berpengaruh positif signifikan terhadap Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif
(IPEI), sedangkan investasi asing langsung berpengaruh negatif signifikan terhadap
Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif (IPEI)
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN STEAM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, ART, AND MATHEMATICS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPUTASIONAL SISWA PADA PEMBELAJARAN ROBOTIK
Salah satu kemampuan yang diperlukan dalam perkembangan teknologi
yaitu kemampuan berpikir komputasional atau Computational Thinking (CT).
Untuk mengasah kemampuan tersebut, dibutuhkan pendekatan pembelajaran
yang mampu memfasilitasi kemampuan berpikir komputasional siswa. Salah
satu pendekatan yang cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran adalah
pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and
Mathematics). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh
penerapan pendekatan STEAM terhadap kemampuan berpikir komputasional
siswa pada pembelajaran robotik di SD Pangudi Luhur Bernadus Semarang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain
penelitian regresi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD
Pangudi Luhur Bernadus Semarang yang mengikuti pembelajaran robotik.
Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik sampling
sensus atau sampling total dengan jumlah keseluruhan sampel 37 siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan STEAM
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir
komputasional siswa pada pembelajaran robotik. Hal ini dibuktikan dari hasil
nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang menunjukkan adanya pengaruh antara
variabel X dan variabel Y, serta dibuktikan dari hasil t hitung sebesar 5,085 >
2,028. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa penerapan pendekatan STEAM
berpengaruh terhadap kemampuan berpikir komputasional siswa pada
pembelajaran robotik. Penelitian ini membuktikan penerapan pendekatan
STEAM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir
komputasional.
Berdasarkan hasil tersebut, peneliti dapat memberi saran kepada guru untuk
menggunakan indikator berpikir komputasional sebagai alat ukur keberhasilan
pendekatan STEAM. Bagi sekolah, dapat mengembangkan pendekatan
STEAM untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir komputasional. Bagi
peneliti selanjutnya, dapat menganalisis secara mendalam mengenai faktor
faktor mediasi atau moderasi yang mungkin berperan menggunakan metode
kualitatif
PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT TERHADAP RETENSI PELANGGAN DENGAN KEPUASAN PELANGGAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi pada Pelanggan Indihome di Kota Jakarta Timur)
Industri telekomunikasi menghadapi persaingan yang semakin ketat,
khususnya dalam layanan internet. Fenomena menarik terjadi pada Indihome, yang
meskipun memiliki kualitas internet lebih rendah dibandingkan pesaingnya, tetap
memimpin pasar dengan tingkat retensi pelanggan yang tinggi. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan dan customer relationship
management (CRM) terhadap retensi pelanggan dengan kepuasan pelanggan
sebagai variabel mediasi.
Populasi penelitian adalah pelanggan Indihome di Jakarta Timur, dengan
jumlah sampel sebanyak 135 responden yang dipilih menggunakan teknik
nonprobability sampling dengan purposive sampling. Responden adalah pelanggan
aktif yang telah menggunakan layanan Indihome selama minimal satu tahun. Data
dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur variabel kualitas
layanan, CRM, kepuasan pelanggan, dan retensi pelanggan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
koefisien jalur (path coefficient). Validitas dan reliabilitas instrumen diuji sebelum
data dianalisis. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kualitas layanan
dan CRM, sedangkan variabel dependen adalah retensi pelanggan, dengan
kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan dan CRM memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap retensi pelanggan, Kualitas layanan dan
CRM memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan
.Kepuasan pelanggan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap retensi
pelanggan. Kepuasan pelanggan terbukti memediasi hubungan antara variabel
independen dan dependen secara positif dan signifikan. Temuan ini menunjukkan
bahwa fokus pada peningkatan kualitas layanan dan implementasi CRM yang
efektif dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan memperkuat retensi pelanggan
di industri layanan internet Indihome
PENGELOLAAN PROGRAM PELATIHAN PADA SANGGAR SENI GREGET SEMARANG
Pengelolaan pelatihan merupakan salah satu komponen penting dalam rangka
penyelenggaraan program pelatihan. Umumnya proses pengelolaan pelatihan
melibatkan perencanaan, pelaksanaan, pengawuasan, dan evaluasi program
pelatihan secara sistematis. Pengelolaan yang baik akan membantu menciptakan
pelatihan yang efektif, meningkatkan kompetensi peserta, dan mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan identifikasi
kebutuhan program pelatihan, metode program pelatihan, strategi pengelolaan
program pelatihan serta indikator keberhasilan program pelatuhan di Sanggar Seni
Greget Semarang.
Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Subjek
penelitiannya yaitu 4 orang terdiri dari pendiri, ketua sanggar, sekretaris sanggar
dan staff bidang seni tari. Informan penelitiannya yaitu 3 orang meliputi 1 instruktur
dan 2 peserta pelatihan. Teknik pengumpulan datanya meliputi wawancara,
observasi serta dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan traingulasi
sumber dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan model analisis oleh
Miles & Huberman (1992) yang meliputi pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa identifikasi kebutuhan pelatihan di Sanggar
Seni Greget terdiri atas analisis organisasi, analisis tugas pekerjaan dan analisis
individu. Selanjutnya metode yang digunakan dalam pelatihan di Sanggar Seni
Greget ialah demonstrasi, ceramah dan simulasi. Desain strategi pengelolaan di
Sanggar Seni Greget Semarang terdiri dari beberapa komponen yaitu perencanaan
program, pengelolaan sumber daya, pengorganisasian, pengembangan dan
pelatihan, pemasaran dan promosi, pelaksanaan dan pengawasan, serta evaluasi.
Keberhasilan program pelatihan diukur melalui pencapaian tujuan, peningkatan
keterampilan dan pengetahuan, perubahan perilaku, kepuasan peserta, serta
produktivitas. Faktor pendukung keberhasilan program pelatihan meliputi
komitmen dari pengelola, instruktur dan peserta, adanya dukungan dari pemerintah,
orang tua serta masyarakat, adanya kualifikasi dan kompetensi instruktur, materi,
metode, sarana dan prasarana yang memadai, evaluasi yang komprehensif dan
terukur serta lingkungan pelatihan yang kondusif dan kolaboratif. Faktor
penghambatnya mencakup keterbatasan sumber daya serta tantangan dalam
mempertahankan minat peserta.
Simpulan secara keseluruhan pengelolaan program pelatihan di Sanggar Seni
Greget telah berhasil menciptakan lingkungan pelatihan yang kondusif, dengan
manajemen pelatihan yang sistematis, metode yang tepat, serta evaluasi yang
komprehensif, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan keterampilan dan
daya saing peserta