Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Employee Well-Being pada Karyawan Generasi Z di Lingkungan Kerja
Kurangnya perhatian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi employee
well-being, seperti stres kerja, keseimbangan kehidupan pribadi, dan dukungan
sosial di tempat kerja. Menjadikan karyawan Gen Z mengalami masalah terkait
kurangnya employee well-being. Banyak karyawan Gen Z yang merasa tertekan
karena tuntutan pekerjaan yang tinggi dan harapan yang tidak realistis, sementara
lingkungan kerja yang kurang mendukung pengembangan pribadi dan emosional
semakin memperburuk kondisi mereka. Akibatnya, masalah kurangnya employee
well-being berdampak pada kepuasan kerja, motivasi, dan produktivitas pada
karyawan Gen Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara
kecerdasan emosi dengan employee well-being pada karyawan Gen Z. Metode yang
digunakan adalah metode kuantitatif korelational, dengan melibatkan 270
responden berusia 14 hingga 27 tahun. Alat ukur yang digunakan berupa skala
kecerdasan emosi (Assesing Emotional Scale/AES) dan skala employee well-being
(Employee Well-Being Scale/EWBS). Teknik analisis data menggunakan korelasi
pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang
signifikan antara kecerdasan emosi dan employee well-being pada karyawan Gen Z
di lingkungan kerja dengan skor r = 0,664, p < 0,001. Temuan ini menekankan
pentingnya pengembangan kecerdasan emosi sebagai strategi untuk meningkatkan
employee well-being, serta memberikan implikasi bagi manajemen dalam
merancang program pelatihan yang mendukung kedua aspek tersebut, sehingga
menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan harmonis
PREPARASI KAYU KONDUKTIF MELALUI INSERSI POLIANILIN SECARA IN SITU DENGAN METODE POLIMERISASI UAP
Eksplorasi bahan konduktif berbasis bio telah menjadi perhatian dalam mendorong
kemajuan teknologi berkelanjutan. Penggunaan kayu yang dimodifikasi senyawa
polimer konduktif layak menjadi pilihan yang paling menguntungkan karena sifat
dari bahan penyusunya yang sesuai dalam pengembangan kayu konduktif. Dengan
metode polimerisasi uap dilakukan proses insersi polianilin (PANi) secara in situ
pada jenis kayu Sengon (Paraserianthes falcataria), kayu Mahoni (Swietenia
mahagoni (L) Jacq), dan kayu Jati (Tectona grandis). Tujuan penelitian ini adalah
mengetahui pengaruh perlakuan delignifikasi sekaligus pengaruh jenis kayu yang
diinsersi polianilin (PANi). Karakteristik hasil preparasi kayu konduktif dianalisis
melalui bentuk morfologi dan gugus fungsi. Selain itu, kinerja konduktivitas dan
interaksi elektrokimia dianalisis dengan pengukuran hambatan (Rs) dan pengujian
cyclic voltammetry (CV). Berdasarkan pengukuran, konduktivitas kayu
terdelignifikasi lebih tinggi dibandingkan kayu tanpa delignifkasi. Nilai
konduktivitas tertinggi kayu terdelignifikasi dari jenis kayu adalah Mahoni sebesar
(2,308±1,289) × 10-3 S.cm-1, kayu Sengon sebesar (2,042±0,615) × 10-4 S.cm-1 dan
kayu Jati sebesar (2,169±0,621) × 10-4 S.cm-1. Hasil analisis CV yang diperoleh
menampilkan puncak – puncak redoks dari jenis kayu Mahoni yang mengonfirmasi
bentuk fase dari polianilin (PANi). Perubahan sifat yang muncul setelah insersi
polianilin juga terjadi pada jenis kayu Sengon dan Jati yang menampilkan lapisan
electrical double layer (EDL) yang mempunyai kemampuan penyimpanan
(kapasitif). Data analisis FTIR menunjukkan hilanganya gugus fungsi dari lignin
yang terdelignifikasi sekaligus gugus sebagai penanda ikatan antara PANi dengan
selulosa dan hemiselulosa dari kayu. Selain itu, bentuk morfologi dari jenis kayu
yang dianalisis SEM menunjukan bahwa perlakuan delignifikasi menghasilkan
porositas pada kayu yang memberikan ruang dalam pertumbuhan polimer dengan
munculnya mikrostruktur PANi berupa agregat pada hampir keseluruhan dari
permukaan kayu. Perlakuan delignifikasi menghasilkan struktur kayu yang cukup
rapuh, sehingga diperlukan zat aditif ataupun pemilihan metode yang lebih tepat
dalam mempertahankan sifat mekanik kayu. Sifat penyimpanan (kapasitif) yang
dihasilkan pun dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif dalam
mendukung eksplorasi energi terbarukan (renewable energy)
PERANCANGAN KOMIK SEBAGAI MEDIA PENGENALAN UNTUK MENYUARAKAN KESADARAN GEJALA GANGGUAN MENTAL DI KALANGAN REMAJA
Di Indonesia kesehatan mental pada remaja menjadi masalah besar yang
membutuhkan perhatian khusus. Komik “Inner Light a Quest for Self Awareness”
dengan total halaman 32 ini dibuat dengan tujuan meningkatkan kesadaran
masyarakat tentang kesehatan mental, khususnya remaja. Karya ini
menggambarkan berbagai gejala gangguan mental seperti depresi, kecemasan,
bipolar, ADHD, OCD, dan skizofrenia melalui pendekatan visual dan narasi yang
cukup menarik. Ini juga dapat memberikan wawasan tentang pentingnya kesadaran
diri (self-awarennes) dalam menangani masalah mental untuk menghasilkan karya
komik berkualitas tinggi. Proses pembuatan komik ini dilakukan sepenuhnya
menggunakan teknik digital, mulai dari tahap perencanaan, pembuatan sketsa,
pewarnaan, hingga penyempurnaan detail dan efek visual. Komik dipilih sebagai
media edukasi karena kemampuan untuk menyampaikan informasi yang rumit
dengan cara yang menarik dan visual. Karya ini tidak hanya memberi pembaca
informasi baru, tetapi juga membantu penulis mengembangkan keterampilan
kreatif penulis dan mendukung upaya literasi kesehatan mental di Indonesia
THE EVALUATION OF MULTIMODAL AND INTERACTIVE TEACHING PRACTICES IN ENGLISH AS A MEDIUM OF INSTRUCTION (EMI) CLASSES: IMPACT ON THE STUDENT ENGAGEMENT AND LEARNING ACHIEVEMENT AT UNIVERSITAS PGRI MADIUN
The study aims to explore and evaluate: (1) the content lecturers’ plan in teaching
EMI; (2) the implementation of EMI including language use, multimodal
integration, and classroom interaction; (3) the content lecturers’ assessment; (4) the
evaluation of EMI practices encompassing content lecturers and students’
perception, challenges, and students learning achievement. The study is an
evaluative case study, and the data were gathered through classroom observation,
questionnaires, focus group discussion, interviews, and document review. The
thematic analysis was used to identify, analyze, and report the data pattern. The
participants of this study were six content content lecturers and 154 students who
participated in international classes in Biology Education, Primary Education,
Accounting, Information Systems, and Law. The result reveals that EMI has shown
positive effects on supporting internationalization and as an effort to achieve the
Key Performance Indicator of the University; however, it needs consideration and
preparation for achieving learning outcomes and student comprehension.
Multimodality was used in EMI classes in learning, teaching, and assessment.
Descriptive statistics indicate strong agreement that the use of multimodal helps
students to join the classroom and engage students; however, if the content lecturers
use multimodal with limited interaction, it will disengage students. In addition, the
use of multimodal and interactive teaching did not influence students' learning
achievement but impacted their engagement. The study emphasizes how urgently
EMI teaching and learning regulation and preparation also consider students'
learning outcomes and achievements. This research provides valuable insights into
the strengths and limitations of EMI with multimodal and interactive teaching,
offering a nuanced understanding of how to enhance effectiveness in diverse
disciplinary contexts. Studying EMI across these disciplines captures a broader
understanding of how EMI and multimodal teaching function in different academic
contexts, highlighting specific challenges and best practices tailored to each field
DESAIN ANTARMUKA PENGGUNA (USER INTERFACE) APLIKASI MOBILE PENYEDIA INFORMASI LOMBA DAN KOMPETISI MELALUI PENDEKATAN DESIGN THINKING
Fenomena perlombaan di Indonesia ini sangat populer dan sudah merekat di kehidupan
masyarakat Indonesia. Dari perlombaan tradisional seperti lomba di perayaan 17
Agustus sampai perlombaan digital seperti permainan online yang dapat diikuti secara
daring. Namun, sangat disayangkan dengan tingginya minat dan antusias masyarakat
terhadap perlombaan dan kompetisi, belum ada platform yang menyediakan wadah
untuk masyarakat mencari dan mendapatkan informasi perlombaan. Perancangan ini
memiliki tujuan untuk wadah atau tempat untuk mencari informasi lengkap tentang
perlombaan kepada calon peserta lomba. Dari permasalahan ini, timbul solusi yang
bisa dihadirkan yaitu perancangan desain antarmuka aplikasi mobile penyedia lomba
melalui pendekatan design thinking. Metode design thinking yang terdiri dari tahap
empathize, define, ideate, prototype, dan testing ini dipilih karena metode ini sangat
mudah untuk mengetahui langsung kebutuhan pengguna. Perancangan ini
menghasilkan desain antarmuka berbasis mobile yang berisikan fitur-fitur berguna
untuk pengguna dalam pengalamannya mencari informasi seputar perlombaan. Seperti
fitur detail lomba yang lengkap sehingga pengguna tidak bingung terhadap informasi
yang didapatkan, fitur markah untuk menyimpan informasi lomba, fitur notifikasi agar
pengguna selalu ingat akan tenggat waktu lomba yang diikuti, fitur pencarian yang
dapat digunakan untuk mencari informasi lomba yang diinginkan, dan fitur artikel yang
dapat dibaca untuk menginspirasi pengguna untuk mengikuti perlombaan. Pengujian
aplikasi dengan system usability scale pada tahap testing mendapatkan nilai 76 dari 30
responden. Dengan nilai tersebut, dapat disimpulkan bahwa rancangan prototipe ini
dapat diterima oleh pengguna dengan baik dan sudah berhasil dalam tujuannya yaitu
memenuhi kebutuhan pengguna
OPTIMASI KONDISI ANALISIS UNTUK PENETAPAN KADAR ASESULFAM-K MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI
Dengan mempertimbangkan kepatuhan terhadap regulasi mengenai jumlah
asesulfam kalium (ACE) serta pengaruhnya terhadap kesehatan manusia, maka
penting untuk dilakukan identifikasi dan kuantifikasi ACE dalam produk pangan.
Metode untuk mendeteksi dan mengkuantifikasi ACE yang umum dilakukan yaitu
dengan kromatografi cair kinerja tinggi fase terbalik (RP-HPLC) dengan detektor
UV. Pada penelitian ini kondisi optimal untuk analisis ACE yaitu pada kolom GL
scientist ODS-3 C18 (5µm; × 250 × 4,6 mm) dan elusi isokratik dengan fase gerak
buffer fosfat 2mM pH 4,5 dan asetonitril pada komposisi (70:30) laju alir 1
mL/menit dan volume injeksi 25 µL. Pada kondisi analisis ini waktu retensi untuk
ACE diperoleh pada 15,17 menit dengan nilai N = 9757, HETP = 0,0025 mm; dan
faktor tailing sebesar 1,026. Kondisi yang dioptimasi kemudian diuji linearitas dan
diperoleh koefisien determinasi R2 = 0,9997. Batas deteksi (LoD) dan batas
kuantifikasi (LoQ) yang diperoleh yaitu 1,963 µg/mL untuk LoD dan 6,544 µg/mL
untuk LoQ. Sementara % perolehan kembali diperoleh nilai 121,03 % - 125,68 %.
Serta % RSD dari uji presisi yaitu 0,006 %. Kadar ACE dalam sampel yang diuji
diperoleh sebesar 6,57 mg/g
EFEKTIVITAS E-MODUL BERBASIS PROBLEM-BASED LEARNING DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI SMA DI KABUPATEN LAMONGAN
Pendidikan merupakan komponen fundamental dalam pertumbuhan suatu
bangsa dan merupakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) keempat, yaitu
Pendidikan Berkualitas. Pendidikan kontemporer di abad ke-21 menuntut
kreativitas dan pemanfaatan teknologi yang efektif. Modul pembelajaran berbasis
masalah (problem-based learning e-modules) merupakan salah satu bentuk
integrasi teknologi dalam pembelajaran, seperti dalam pembelajaran geografi.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan e-modul berbasis problem
based learning dalam pembelajaran geografi, melaksanakan pembelajaran
menggunakan e-modul berbasis problem-based learning, serta menganalisis
efektivitas e-modul pembelajaran berbasis masalah dalam pelajaran geografi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, desain penelitian statistik
deskriptif dan kuasi eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa Kelas XI SMAN
2 Lamongan dan SMAN 3 Lamongan, dengan sampel Kelas XI-10 dan Kelas XI
11. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah instrumen tes, dokumentasi,
ceramah, diskusi kelompok, dan tanya jawab. Uji validitas e-modul penelitian ini
memiliki tiga tahapan, yaitu uji validitas materi, uji validitas media, dan uji validasi
praktik. Uji keabsahan data menggunakan validitas, reliabitas, dan uji kesukaran
soal untuk menguji soal tes. Teknik analisis data yang digunakan terdiri atas uji
validasi ahli, deskriptif persentase, dan uji N-Gain.
Kelayakan e-modul yang didapat berdasarkan hasil validasi dari ahli materi,
ahli media, dan guru geografi. Hasil kelayakan validitas menunjukkan bahwa e
modul berbasis problem-based learning dari ahli materi, ahli media, dan rata-rata
dari guru geografi masuk dalam kategori layak dan sangat layak. Pelaksanaan
pembelajaran penelitian ini terdiri lima tahap pembelajaran, yaitu memperkenalkan
masalah kepada siswa, mengorganisasikan siswa untuk belajar, mengarahkan riset
individu maupun kelompok, mengembangkan dan mempresentasikan hasil karya,
serta menilai dan menganalisa proses pemecahan masalah siswa. Penelitian ini juga
menguji peningkatan pemahaman konsep siswa dengan uji n-gain pada kedua kelas
sampel. Diperkuat dengan rata-rata nilai n-gain pada Kelas XI-10 SMA Negeri 2
Lamongan sebesar 0,72 atau kategori tinggi dan nilai n-gain pada kelas XI-11 SMA
Negeri 3 Lamongan sebesar 0,70 atau kategori sedang, yang mengindikasikan
adanya peningkatan pemahaman materi siswa di kedua kelas penelitian.
Peneliti mengajukan saran kepada guru diharapkan dapat termotivasi lebih
menguasai teknologi lagi agar dapat menciptakan bahan belajar lebih menarik, tidak
monoton, dan efektif digunakan oleh siswa. Saran peneliti kepada penelitian
selanjutnya, dalam upaya menghasilkan temuan yang lebih baik dalam studi
mengenai pengembangan video dan e-modul yang dapat diunduh oleh siswa
PENERAPAN TEKNOLOGI GELOMBANG MIKRO DALAM SINTESIS SENYAWA ESTER TURUNAN PARA-METOKSI SINAMAT DARI EKSTRAK KENCUR (Kaempferia galanga L.) DAN EVALUASI AKTIVITAS BIOLOGISNYA
Penggunaan teknologi pemanasan gelombang mikro dalam sintesis senyawa
ester semakin mendapat perhatian karena mampu meningkatkan efisiensi reaksi
secara signifikan. Pada penelitian ini, etil para-metoksi sinamat (EPMS) diisolasi
dari ekstrak rimpang Kaempferia galanga L., kemudian dihidrolisis menggunakan
Ca(OH)2 dalam pelarut gliserol untuk menghasilkan asam para-metoksi sinamat
(APMS). APMS selanjutnya digunakan sebagai prekursor dalam reaksi esterifikasi
dengan gliserol menggunakan katalis p-toluensulfonat monohidrat (PTSA) dan
bantuan iradiasi gelombang mikro. Reaksi dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu
sistem one-pot dua tahap dan sistem dua tahap terpisah. Struktur senyawa hasil
sintesis dikarakterisasi menggunakan spektroskopi 1H-NMR, 13C-NMR, DEPT
135, HSQC, HMBC, dan spektrometri LC-HRMS. Uji bioaktivitas dilakukan secara
kualitatif dan kuantitatif meliputi aktivitas antibakteri (MIC), antioksidan (KLT
DPPH), dan toksisitas terhadap Artemia salina. Isolasi menghasilkan EPMS dengan
rendemen 33,8% dan kemurnian tinggi, sedangkan hidrolisis menghasilkan APMS
padat dengan rendemen 96%. Reaksi esterifikasi terbaik diperoleh dengan
menggunakan gliserol kering dan toluena, menghasilkan senyawa spiro-para
metoksi sinamoil gliserol dengan rendemen 3,36%. Senyawa ini menunjukkan
aktivitas antioksidan dan toksisitas sedang, namun tidak menunjukkan aktivitas
antibakteri
KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) UNTUK PENYERAPAN EMISI KARBON DIOKSIDA (CO2) KENDARAAN BERMOTOR DI RUAS JALAN PANGERAN DIPONEGORO KABUPATEN BREBES
Pemanasan global masih menjadi permasalahan lingkungan terbesar yang
dihadapi dunia saat ini. Peristiwa tersebut disebabkan oleh jumlah gas rumah kaca
di atmosfer yang berlebihan, sehingga terjadi peningkatan suhu bumi yang tidak
lazim. Salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global adalah
emisi karbon diokasida (CO2) yang berasal dari sektor transportasi. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis jumlah emisi CO2 yang dihasilkan oleh kendaraan
bermotor, ketersediaan RTH untuk menyerap emisi CO2 dari kendaraan bermotor,
dan strategi optimalisasi RTH di Jl. P. Diponegoro Kabupaten Brebes.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder,
di mana data primer meliputi data jumlah kendaraan dan data RTH. Sedangkan data
sekunder adalah data pendukung yang diperoleh dari penelitian terdahulu maupun
instansi terkait. Teknik pengambilan sampel untuk data primer adalah teknik buffer
sebagai skenario jarak dispersi emisi CO2 untuk memperoleh data jumlah vegetasi
dan teknik simple random sampling untuk memperoleh data jumlah kendaraan
bermotor. Penelitian ini dilakukan di Jl. P. Diponegoro, Kabupaten Brebes yang
merupakan jalan arteri primer.
Hasil analisis menunjukkan bahwa total rata-rata emisi CO2 yang dihasilkan
pada hari kerja lebih tinggi dibandingkan dengan total rata-rata emisi CO2 pada hari
libur, yaitu mencapai 815,931 kg CO2/jam, di mana 57% dari total emisi dihasilkan
oleh jenis kendaraan sepeda motor. Sedangkan total daya serap vegetasi yang
termasuk dalam buffer adalah 150,062 kg CO2/jam yang terdiri dari 102,341 kg
CO2/jam berdasarkan jenis vegetasi dan 47,721 kg CO2/jam berdasarkan luas tipe
tutupan vegetasi. Berdasarkan metode USG Strategic Planning, permasalahan yang
menjadi prioritas adalah pengembangan wilayah yang belum mempertimbangkan
kebutuhan RTH dan penggunaan transportasi umum yang kurang optimal.
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa emisi CO2
tertinggi diperoleh pada hari kerja, yaitu sebesar 815,931 kg CO2/jam. Total daya
serap RTH terhadap emisi CO2 dari kendaraan bermotor adalah sebesar 150,062 kg
CO2/jam. Sedangkan strategi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan
evaluasi RTRW terkait prioritas pengembangan RTH di Kabupaten Brebes dan
optimalisasi penggunaan transportasi umum khususnya bagi pelajar
OPTIMASI CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK MENGGUNAKAN ARSITEKTUR RESNET-50 DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION UNTUK KLASIFIKASI JAMUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan performa klasifikasi citra jamur dengan
memanfaatkan algoritma Convolutional Neural Network (CNN) yang dibangun
menggunakan arsitektur ResNet-50, serta dioptimalkan melalui metode Particle
Swarm Optimization (PSO). Dataset yang digunakan merupakan kumpulan gambar
dari sembilan genus jamur yang diperoleh dari platform Kaggle. Untuk mengatasi
ketidakseimbangan jumlah data antar kelas, diterapkan teknik hybrid resampling yang
menggabungkan metode oversampling dan undersampling, disertai dengan augmentasi
citra guna memperkaya variasi data pelatihan. Model ResNet-50 yang digunakan
merupakan versi pretrained dari ImageNet yang kemudian dimodifikasi pada layer
akhir serta dilakukan fine-tuning pada beberapa layer terdalam. PSO digunakan untuk
mengoptimalkan hyperparameter penting, seperti learning rate, momentum, weight
decay, dan jumlah layer yang dibuka (unfreeze layers). Evaluasi model dilakukan
menggunakan metrik akurasi dan Confusion Matrix. Berdasarkan hasil pengujian,
model berhasil mencapai akurasi sebesar 91,02%, dengan performa terbaik diperoleh
pada kelas Boletus dan Entoloma. Dengan demikian, kombinasi arsitektur ResNet-50,
teknik transfer learning, dan optimasi hyperparameter menggunakan PSO terbukti
mampu meningkatkan secara signifikan kemampuan sistem dalam melakukan
klasifikasi citra jamur