Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PEDOMAN PENJATUHAN PIDANA PENJARA SUBSIDER PIDANA TAMBAHAN UANG PENGGANTI SEBAGAI PERWUJUDAN KEADILAN DAN KEPASTIAN HUKUM
Korupsi menjadi suatu permasalahan yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan
bangsa. Masifnya tingkat korupsi menimbulkan dampak yang membahayakan bagi
kehidupan bangsa dan negara. Kerugian yang timbul ialah kerugian keuangan
negara yang luar biasa. Berdasarkan data dalam kurun waktu 5 tahun sejak 2019
hingga 2024 kurang lebih kerugian negara akibat tindak pidana korupsi berjumlah
kurang lebih 236 Triliun. Pengembalian kerugian keuangan negara menjadi suatu
urgensi dalam penanganan tindak pidana korupsi. Salah satu bentuk pengembalian
kerugian keuangan negara sebagaimana yang termuat dalam ketentuan Pasal 18
ayat (1) UU PTPK ialah pembayaran uang pengganti.
Pada konteks uang pengganti sebagai salah satu bentuk atau upaya mengembalikan
kerugian keuangan negara terdapat permasalahan dalam pelaksanaannya. Uang
pengganti sebagai pidana tambahan akan disubsiderkan menjadi pidana penjara
dengan ketentuan apabila pelaku tidak mampu membayar uang pengganti setelah
harta disita dan tidak cukup atau tidak memiliki harta untuk membayar uang
pengganti tersebut sebagaimana termuat dalam Pasal 18 ayat (3) UU PTPK. Akan
tetapi dalam pelaksanaan penjatuhan lama pidana penjara tersebut banyak terjadi
disparitas yang menimbulkan ketidakadilan, dimana pidana penjara yang
dijatuhkan lamanya tidak sebanding dengan nilai uang pengganti yang dijatuhkan.
Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian
yuridis normatif dengan menganalisis terhadap peraturan yang ada dan studi
dokumen yang terkait.
Hasil penelitian menemukan terjadinya disparitas pada pelaksanaan penjatuhan
pidana penjara sebagai pidana subsider berdasarkan beberapa putusan yang
dianalisis, dimana nilai uang pengganti yang tinggi lama pidana penjaranya singkat
dan sebaliknya. Kemudian dengan adanya hal tersebut dirumuskan suatau pedoman
penjatuhan pidana penjara yang sedemikian rupa sebagai perwujudan keadilan dan
kepastian hukum dengan mengkaji beberapa peraturan yang memiliki kemiripan
sebagai bahan pembanding. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa dalam
memutus pidana penjara subsider masih ditemukan banyak disparitas dalam tiap
putusan. Pedoman penjatuhan pidana merupakan suatu hal yang penting sebagai
upaya meminimalisir disparitas dalam tiap putusan
PENGARUH KUAT ARUS PENGELASAN GTAW MENGGUNAKAN FILLER ER 308L PADA MATERIAL STAINLESS STEEL 304 TERHADAP UJI TARIK DAN IMPAK
Penelitian ini menganalisis tentang pengaruh kuat arus pengelasan Gas
Tungsten Arc Welding (GTAW) menggunakan filler ER 308L terhadap uji tarik dan
uji impak. Material stainless steel 304 dilas dengan variasi kuat arus yaitu 40 A, 60
A, dan 80 A, dengan mempertahankan parameter pengelasan lainnya seperti
kecepatan pengelasan dan sudut elektroda yang konstan. Hasil uji tarik
menunjukkan bahwa kekuatan tarik maksimum tercapai pada kuat arus 80 A,
dengan nilai sebesar 631,39 MPa, sedangkan pada arus 40 A dan 60 A, nilai
kekuatan tarik masing-masing adalah 616,71 MPa dan 613,67 MPa. Uji impak
menunjukkan bahwa ketangguhan material, diukur dari harga impak, mengalami
penurunan pada kuat arus 80 A, dengan nilai 1,93 J/mm², dibandingkan dengan 2,01
J/mm² pada arus 60 A dan 1,96 J/mm² pada arus 40 A. Dari hasil penelitian, dapat
disimpulkan bahwa kuat arus pengelasan mempengaruhi baik kekuatan tarik
maupun ketangguhan sambungan las. Optimalisasi arus pada 80A
direkomendasikan untuk mendapatkan keseimbangan yang baik antara kekuatan
dan ketangguhan pada pengelasan stainless steel 304 dengan filler ER 308L.
Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi aplikasi industri dalam pemilihan
parameter pengelasan yang tepat untuk meningkatkan kualitas sambungan las
ANALISIS PENGARUH DANA OTONOMI KHUSUS, DANA PERIMBANGAN, BELANJA PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI PAPUA DAN PAPUA BARAT
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan salah satu indikator utama untuk
mengukur kesejahteraan masyarakat di suatu wilayah. IPM menjadi permasalahan
utama di Provinsi Papua dan Papua Barat karena nilainya masih jauh di bawah rata
rata nasional, menjadikan keduanya sebagai provinsi dengan IPM terendah di
Indonesia. Padahal kedua provinsi tersebut menerima dana transfer berupa dana
perimbangan dan dana otonomi khusus yang cukup besar, dimana tujuan utama dari
dana tersebut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua dan
Papua Barat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
dana otonomi khusus, dana perimbangan, belanja pendidikan dan belanja kesehatan
terhadap indeks pembangunan manusia di Provinsi Papua dan Papua Barat tahun
2014-2022.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data yang
diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan
Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan. Jenis data yang digunakan adalah data
panel yang merupakan gabungan dari cross section dan time series, yang terdiri dari
29 kabupaten/kota di Provinsi Papua dan 13 kota/kabupaten di Provinsi Papua Barat,
dengan runtut waktu tahun 2014-2022. Metode analisis yang digunakan adalah
metode analisis data panel dengan Fixed Effect Model (FEM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dana otonomi khusus, dana perimbangan,
belanja pendidikan, dan belanja kesehatan berpengaruh positif terhadap IPM di
Provinsi Papua dan Papua Barat. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan dana
dan belanja yang tepat, dengan fokus pada sektor-sektor yang mendukung
peningkatan kualitas hidup, akan berdampak langsung pada kemajuan
pembangunan manusia. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk
mengalokasikan dana secara efisien dan memprioritaskan pembangunan di bidang
pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur untuk mempercepat peningkatan IPM di
kedua provinsi tersebut
DETERMINAN INFLASI DI INDONESIA TAHUN 2016-2023 DALAM JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG
Di Indonesia, inflasi telah menjadi masalah yang sering terjadi selama beberapa
dekade terakhir. Indonesia telah mengalami beberapa periode inflasi yang signifikan,
termasuk periode inflasi tinggi pada tahun 1998 setelah krisis finansial Asia dan
periode penurunan inflasi pada tahun 2020 saat pandemi Covid-19. Naik turunnya
inflasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti peningkatan permintaan,
kenaikan harga barang dan jasa, tingkat suku bunga, atau penurunan nilai tukar mata
uang. Berdasarkan data inflasi yang dirilis oleh Bank Indonesia pada tahun 2016-2023,
dalam kurun waktu delapan tahun, tingkat inflasi di Indonesia menjadi yang salah satu
yang tertinggi dibandingkan dengan negara tetangganya, yaitu Filipina, Malaysia,
Singapura, dan Thailand. Alasan pemilihan keempat negara lainnya didasari oleh
adanya kawasan ASEAN-5 yang merupakan negara-negara pendiri ASEAN yang juga
sebagai role model negara-negara berkembang di ASEAN.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suku bunga, jumlah
uang beredar, nilai tukar, harga minyak dunia, ekpor, dan impor terhadap inflasi di
Indonesia pada tahun 2016-2023. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif dan
regresi dengan alat analisis eviews 12 melalui teknik estimasi Vector Error Correction
Model (VECM). Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Bank
Indonesia dan Badan Pusat Statistik dengan time series bulan januari 2016 sampai
dengan desember 2023. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dalam jangka
pendek dan jangka panjang.
Penelitian ini menggunakan jangka pendek dan jangka panjang karena
kebijakan moneter membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memenuhi sasaran
operasionalnya (inflasi) sehingga dibutuhkan analisis jangka pendek dan jangka
panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, suku bunga dan
impor, jumlah uang beredar, dan harga minyak dunia berpengaruh dan signifikan
terhadap inflasi, sedangkan nilai tukar dan ekspor tidak berpengaruh signifikan
terhadap inflasi. Selanjutnya, dalam jangka pendek, nilai tukar dan impor berpengaruh
dan signifikan terhadap inflasi, sedangkan suku bunga, jumlah uang beredar, harga
minyak dunia, dan impor tidak berpengaruh signifikan terhadap inflasi di Indonesia
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN GIZI TERHADAP POLA KONSUMSI JUNK FOOD MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA BOGA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetauan gizi, pola
konsumsi junk food dan menganalisis pengaruh tingkat pengetahuan gizi terhadap
pola konsumsi junk food pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga
Universitas Negeri Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif
kausal dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah
mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri
Semarang angkatan 2021-2022. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik
proportionate stratifies random sampling dan diperoleh jumlah responden
sebanyak 64 orang. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah
analisis regresi linear sederhana, analisis koefisien korelasi dan analisis koefisen
determinasi dengan bantuan program SPSS. Teknik pengumpulan data
menggunakan tes pengetahuan gizi dan food frequency questionnaire. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat 55% responden atau sebanyak 35
mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan gizi yang baik dan 45% responden atau
sebanyak 29 mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan gizi sedang. Sementara
untuk pola konsumsi junk food terdapat 52% responden atau sebanyak 33
mahasiswa berada pada kategori jarang dan 48% responden atau sebanyak 31
mahasiswa berada pada kategori sering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat pengaruh siginifikan antara variabel tingkat pengetahuan gizi (X) terhadap
variabel pola konsumsi junk food (Y) dengan nilai signifikansi 0,011<0,05 dan nilai
koefisien determinasi sebesar 10% yang menunjukkan bahwa 90% variasi pola
konsumsi junk food dipengaruhi oleh faktor lain di luar tingkat pengetahuan gizi
EVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SEKOLAH LUAR BIASA SE KABUPATEN SOPPENG PROVINSI SULAWESI SELATAN
Latar belakang penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran pendidikan
jasmani, olahraga dan kesehatan di Sekolah Luar Biasa se Kabupaten Soppeng
masih kurang sesuai dengan kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Tujuan
penelitian ini yaitu mengevaluasi persiapan, proses, dan hasil pembelajaran
pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di sekolah luar biasa se Kabupaten
Soppeng.
Penelitian ini merupakan penelitian mix mathods dan menganalisis data
menggunakan model evaluasi Countenance Stake. Populasi dan sampel dalam
penelitian ini terdiri atas 6 orang Kepala Sekolah dan 6 orang Guru PJOK. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen, Observasi,
Dokumentasi, Wawancara dan Angket.
Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) tahap persiapan (antecedent)
pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di SLB se kabupaten
soppeng berada pada katagori cukup baik, (2) tahap proses (transaction)
pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di SLB se Kabupaten
Soppeng berada pada katagori cukup baik, (3) tahap hasil (outcomes) pembelajaran
pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di SLB se Kabupaten Soppeng berada
pada kategori cukup baik.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan di Sekolah Luar Biasa se Kabupaten Soppeng berada pada
kategori cukup baik. Adapun saran dalam penelitian ini untuk lebih melengkapi
fasilitas sarana prasarana pendukung pembelajaran anak berkebutuhan khusus dan
meningkatkan kualitas guru pengampu mata pelajaran Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan
KEBIJAKAN HUKUM PIDANA DALAN PENANGGULANGAN PROSTITUSI DI INDONESIA: STUDI KASUS PADA POLRESTA JAMBI
Pratiwi, Luh Prabha. 2024. Kebijakan Hukum Pidana dalam
Penanggulangan Prostitusi di Indonesia: Studi Kasus pada Polresta Jambi Tesis.
Prodi Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing: Prof. Dr. Rodiyah, S.Pd., S.H., M.Si. dan Dr. Indah Sri Utari, S.H.,
M. Hum.
Prostitusi adalah kegiatan yang dilakukan melalui pertukaran uang dengan
jasa seks. Dalam kegiatan prostitusi ini melibatkan pekerja seks komersial (PSK),
mucikari, dan pemakai jasa PSK. Kegiatan prostitusi merupakan kegiatan yang
bertentangan dengan ajaran agama manapun. Prostitusi mengakibatkan masalah
sosial dan masalah kesehatan seperti penyakit menular seksual, penyakit kulit
kelamin hingga masalah kesehatan mental.
Peraturan yang mengatur mengenai prostusi ialah Pasal 296 KUHP, pasal
506 KUHP, Pasal 2 ayat (1) Undang–Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Tipe penelitian
yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis sosiologis. Penelitian yuridis
sosiologis merupakan penelitian hukum yang mengkaji ketentuan hukum yang
berlaku dan apa yang terjadi dalam kenyataan di masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Alasan urgensi dalam
pengimplementasian hukum pidana penanggulangan prostitusi di Wilayah Hukum
Polresta Jambi ialah karena prostitusi merupakan perilaku yang menyimpang dari
norma masyarakat dan agama, maka kegiatan tersebutmengakibatkan efek negatif
ditinjau dari aspek sosiologis, yuridis dan filosofis. (2) Upaya penanggulangan
prostitusi di wilayah hukum Polresta Jambi dilakukan melalui upaya preventif dan
represif. 3) Kebijakan hukum pidana yang tepat dalam penanggulangan prostitusi
ialah melakukan pembaharuan hukum pidana materiel terkait pertanggungjawaban
pihak-pihak yang terlibat, bukan mucikari saja, tetapi diberikan sanksi juga bagi
pemakai jasa prostitusi dan para PSK. Oleh sebab itu hukum pidana positif di
Indonesia penting agar segera dilakukan penambahan pasal terkait kegiatan
prostitusi dan mengatur setiap kondisi sesuai keadaan dilapangan, karena pada
kenyataannya belum ada aturan hukum positif yang mengatur secara komprehensif
terkait tindak pidana pelacuran terutama terhadap pemakai jasa pelacuran dan
PSKnya baik di KUHP ataupun perundangan khusus diluar KUHP.
Simpulan penelitian ini adalah (1) urgensi dalam pengimplementasian
hukum pidana penanggulangan prostitusi dapat ditinjau dari aspek sosiologis,
yuridis dan filosofis (2) Upaya penanggulangan prostitusi di wilayah hukum
Polresta Jambi dilakukan dapat melalui preventif dan represif. 3) Diperlukan
pembaharuan hukum pidana mengenai pertanggungjawaban para pihak yang
terlibat dalam prostitusi
PENGEMBANGAN BOOKLET TERINTEGRASI AR (Augmented Reality) PADA MATERI SISTEM INDERA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA
Sumber belajar dapat meningkatkan minat, motivasi bahkan membawa
pengaruh psikologis terhadap pelaksanaan pembelajaran. Hasil observasi di SMA
Negeri 1 Sidareja diketahui bahwa masih banyak menggunakan sumber belajar
konvensional yang disarankan oleh pemerintah dan faktanya sumber belajar
tersebut kurang memadai dan sulit dipahami, sehingga siswa mengalami kesulitan
dalam memahami sumber belajar, ditambah kurangnya penjelasan dari guru maka
hasil belajar siswa kurang maksimal dan hanya 32,25% siswa yang mencapai
kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (KKTP). Oleh karena itu, penelitian ini
mengembangkan booklet terintegrasi AR pada materi sistem indera dengan tujuan
menguji kevalidan dan kepraktisannya serta menganalisis keefektifan booklet untuk
meningkatkan hasil belajar siswa SMA. Desain penelitian dan pengembangan
(R&D) ini menggunakan model ADDIE dengan tahapan analisis (analyze), desain
(design), pengembangan (development), penerapan (implementation) dan evaluasi
(evaluation). Tahap implementasi dilakukan menggunakan desain penelitian quasi
experiment nonequivalent control group design yang dilaksanakan di SMA Negeri
1 Sidareja dengan populasi kelas XI yang berjumlah 10 kelas dan sampel yang
digunakan yaitu kelas XI-F1 sebagai kelas eksperimen dan XI-F2 sebagai kelas
kontrol. Hasil penelitian diperoleh fakta bahwa (1) Booklet terintegrasi AR pada
materi sistem indera dikategorikan sangat valid dengan perolehan persentase 100%
dari ahli media dan 93,75% dari ahli materi (2) Booklet dikategorikan sangat praktis
dengan memperoleh respon yang baik dari guru sebesar 95,12% dan respon siswa
sebesar 94,24% (3) Booklet efektif dan berpengaruh terhadap peningkatan hasil
belajar siswa dibuktikan dengan perolehan persentase ketuntasan klasikal pada
kelas eksperimen sebesar 90,32%, nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 ≤ 0,05 pada uji
Mann-Whitney U terhadap nilai posttest dari kelas kontrol dan eksperimen
didukung perolehan skor N-gain sebesar 0,80 pada kelas eksperimen. Hasil
penelitian tersebut menunjukkan bahwa booklet valid dan praktis digunakan dalam
pembelajaran sebagai suplemen bahan ajar serta efektif untuk meningkatkan hasil
belajar siswa SMA. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan
efisiensi pelaksanaan pembelajaran serta meningkatkan motivasi guru dan siswa
dalam menggali informasi lebih dalam. Pengembangan booklet di masa mendatang
dapat menambahkan fitur kegiatan praktikum dan ajakan melakukan kegiatan
sederhana terkait materi dengan tetap memperhatikan desain dan tata letak untuk
meningkatkan minat belajar dan pemahaman yang mendalam
ENGLISH LANGUAGE EXPOSURE ON INSTAGRAM AND MOTIVATIONAL FACTORS SUPPORTING INDEPENDENT LEARNING AMONG EFL STUDENTS
This study explains how Instagram contributes to language exposure and supports
independent learning among EFL (English as a Foreign Language) students. While
language exposure is crucial for second language acquisition, research on social
media’s specific role, particularly Instagram, in fostering self-directed language
learning remains limited. Most studies primarily focus on social interaction or
entertainment, leaving a gap in understanding how Instagram can provide
meaningful language exposure for independent learners. Addressing this gap, this
research aims to explore how EFL students expose themselves to English on
Instagram to assist in their independent English learning, and what factors motivate
them to engage with English contents on the platform. Using a qualitative narrative
inquiry approach, data were collected from three English education students at a
public university in Semarang, Central Java, through diaries and semi-structured
interviews. The data were analyzed using Miles and Huberman’s (1994) interactive
model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings
reveal that Instagram offers diverse and engaging content that supports self-directed
learning, enabling students to encounter real-world language use at their own pace.
Motivation was found to be primarily intrinsic, driven by personal interest and
satisfaction with skill development, with external motivations, such as participation
in challenges and online communities, providing additional encouragement. This
study concludes that Instagram is a valuable tool for promoting engagement and
autonomy in independent language learning, suggesting its potential integration
into educational curricula and encouraging further research into digital tools for
language acquisition beyond the classroom
MOTIVASI BELAJAR BAHASA ARAB MAHASISWA BERDASARKAN LATAR BELAKANG PENDIDIKANNYA (STUDI KASUS MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA ARAB ANGKATAN 2022 UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG)
Motivasi belajar merupakan faktor fundamental dalam keberhasilan
pembelajaran bahasa, termasuk bahasa Arab, yang memiliki peranan signifikan
dalam pemahaman budaya dan agama Islam. Penelitian ini didasari oleh
beragamnya latar belakang pendidikan mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab
angkatan 2022 Universitas Negeri Semarang, seperti madrasah, pesantren, dan
sekolah umum, yang memberikan pengaruh berbeda terhadap motivasi belajar
mereka. Mahasiswa dengan latar belakang pendidikan agama umumnya memiliki
motivasi intrinsik yang kuat untuk mendalami bahasa Arab, sementara mahasiswa
dari sekolah umum lebih banyak dipengaruhi oleh motivasi ekstrinsik, seperti
tuntutan akademik dan peluang karier.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan motivasi belajar
bahasa Arab mahasiswa berdasarkan latar belakang pendidikan mereka serta
mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi tersebut. Menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, penelitian ini
mengumpulkan data melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Partisipan
penelitian terdiri dari mahasiswa dengan berbagai latar belakang pendidikan. Data
yang terkumpul dianalisis secara tematik untuk mengungkap pola dan variasi
motivasi belajar mahasiswa secara rinci.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dari madrasah dan
pesantren memiliki motivasi integratif yang dominan, seperti dorongan untuk
memahami bahasa Arab sebagai sarana memahami ajaran agama dan budaya Islam.
Sebaliknya, mahasiswa dari sekolah umum cenderung memiliki motivasi
instrumental, seperti keinginan memperoleh nilai akademik tinggi atau memperluas
peluang karier. Faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar mencakup
metode pengajaran yang interaktif, dukungan dari keluarga dan lingkungan sosial,
serta ketersediaan sarana belajar yang memadai.
Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana latar
belakang pendidikan memengaruhi motivasi belajar mahasiswa, serta menegaskan
pentingnya memahami kebutuhan belajar yang beragam dalam menyusun strategi
pembelajaran bahasa Arab yang lebih kontekstual dan efektif