Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    PEDOMAN PENJATUHAN PIDANA PENJARA SUBSIDER PIDANA TAMBAHAN UANG PENGGANTI SEBAGAI PERWUJUDAN KEADILAN DAN KEPASTIAN HUKUM

    No full text
    Korupsi menjadi suatu permasalahan yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan bangsa. Masifnya tingkat korupsi menimbulkan dampak yang membahayakan bagi kehidupan bangsa dan negara. Kerugian yang timbul ialah kerugian keuangan negara yang luar biasa. Berdasarkan data dalam kurun waktu 5 tahun sejak 2019 hingga 2024 kurang lebih kerugian negara akibat tindak pidana korupsi berjumlah kurang lebih 236 Triliun. Pengembalian kerugian keuangan negara menjadi suatu urgensi dalam penanganan tindak pidana korupsi. Salah satu bentuk pengembalian kerugian keuangan negara sebagaimana yang termuat dalam ketentuan Pasal 18 ayat (1) UU PTPK ialah pembayaran uang pengganti. Pada konteks uang pengganti sebagai salah satu bentuk atau upaya mengembalikan kerugian keuangan negara terdapat permasalahan dalam pelaksanaannya. Uang pengganti sebagai pidana tambahan akan disubsiderkan menjadi pidana penjara dengan ketentuan apabila pelaku tidak mampu membayar uang pengganti setelah harta disita dan tidak cukup atau tidak memiliki harta untuk membayar uang pengganti tersebut sebagaimana termuat dalam Pasal 18 ayat (3) UU PTPK. Akan tetapi dalam pelaksanaan penjatuhan lama pidana penjara tersebut banyak terjadi disparitas yang menimbulkan ketidakadilan, dimana pidana penjara yang dijatuhkan lamanya tidak sebanding dengan nilai uang pengganti yang dijatuhkan. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yuridis normatif dengan menganalisis terhadap peraturan yang ada dan studi dokumen yang terkait. Hasil penelitian menemukan terjadinya disparitas pada pelaksanaan penjatuhan pidana penjara sebagai pidana subsider berdasarkan beberapa putusan yang dianalisis, dimana nilai uang pengganti yang tinggi lama pidana penjaranya singkat dan sebaliknya. Kemudian dengan adanya hal tersebut dirumuskan suatau pedoman penjatuhan pidana penjara yang sedemikian rupa sebagai perwujudan keadilan dan kepastian hukum dengan mengkaji beberapa peraturan yang memiliki kemiripan sebagai bahan pembanding. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa dalam memutus pidana penjara subsider masih ditemukan banyak disparitas dalam tiap putusan. Pedoman penjatuhan pidana merupakan suatu hal yang penting sebagai upaya meminimalisir disparitas dalam tiap putusan

    PENGARUH KUAT ARUS PENGELASAN GTAW MENGGUNAKAN FILLER ER 308L PADA MATERIAL STAINLESS STEEL 304 TERHADAP UJI TARIK DAN IMPAK

    No full text
    Penelitian ini menganalisis tentang pengaruh kuat arus pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) menggunakan filler ER 308L terhadap uji tarik dan uji impak. Material stainless steel 304 dilas dengan variasi kuat arus yaitu 40 A, 60 A, dan 80 A, dengan mempertahankan parameter pengelasan lainnya seperti kecepatan pengelasan dan sudut elektroda yang konstan. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa kekuatan tarik maksimum tercapai pada kuat arus 80 A, dengan nilai sebesar 631,39 MPa, sedangkan pada arus 40 A dan 60 A, nilai kekuatan tarik masing-masing adalah 616,71 MPa dan 613,67 MPa. Uji impak menunjukkan bahwa ketangguhan material, diukur dari harga impak, mengalami penurunan pada kuat arus 80 A, dengan nilai 1,93 J/mm², dibandingkan dengan 2,01 J/mm² pada arus 60 A dan 1,96 J/mm² pada arus 40 A. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kuat arus pengelasan mempengaruhi baik kekuatan tarik maupun ketangguhan sambungan las. Optimalisasi arus pada 80A direkomendasikan untuk mendapatkan keseimbangan yang baik antara kekuatan dan ketangguhan pada pengelasan stainless steel 304 dengan filler ER 308L. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi aplikasi industri dalam pemilihan parameter pengelasan yang tepat untuk meningkatkan kualitas sambungan las

    ANALISIS PENGARUH DANA OTONOMI KHUSUS, DANA PERIMBANGAN, BELANJA PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI PAPUA DAN PAPUA BARAT

    No full text
    Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan salah satu indikator utama untuk mengukur kesejahteraan masyarakat di suatu wilayah. IPM menjadi permasalahan utama di Provinsi Papua dan Papua Barat karena nilainya masih jauh di bawah rata rata nasional, menjadikan keduanya sebagai provinsi dengan IPM terendah di Indonesia. Padahal kedua provinsi tersebut menerima dana transfer berupa dana perimbangan dan dana otonomi khusus yang cukup besar, dimana tujuan utama dari dana tersebut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dana otonomi khusus, dana perimbangan, belanja pendidikan dan belanja kesehatan terhadap indeks pembangunan manusia di Provinsi Papua dan Papua Barat tahun 2014-2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan. Jenis data yang digunakan adalah data panel yang merupakan gabungan dari cross section dan time series, yang terdiri dari 29 kabupaten/kota di Provinsi Papua dan 13 kota/kabupaten di Provinsi Papua Barat, dengan runtut waktu tahun 2014-2022. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis data panel dengan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dana otonomi khusus, dana perimbangan, belanja pendidikan, dan belanja kesehatan berpengaruh positif terhadap IPM di Provinsi Papua dan Papua Barat. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan dana dan belanja yang tepat, dengan fokus pada sektor-sektor yang mendukung peningkatan kualitas hidup, akan berdampak langsung pada kemajuan pembangunan manusia. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk mengalokasikan dana secara efisien dan memprioritaskan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur untuk mempercepat peningkatan IPM di kedua provinsi tersebut

    DETERMINAN INFLASI DI INDONESIA TAHUN 2016-2023 DALAM JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG

    No full text
    Di Indonesia, inflasi telah menjadi masalah yang sering terjadi selama beberapa dekade terakhir. Indonesia telah mengalami beberapa periode inflasi yang signifikan, termasuk periode inflasi tinggi pada tahun 1998 setelah krisis finansial Asia dan periode penurunan inflasi pada tahun 2020 saat pandemi Covid-19. Naik turunnya inflasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti peningkatan permintaan, kenaikan harga barang dan jasa, tingkat suku bunga, atau penurunan nilai tukar mata uang. Berdasarkan data inflasi yang dirilis oleh Bank Indonesia pada tahun 2016-2023, dalam kurun waktu delapan tahun, tingkat inflasi di Indonesia menjadi yang salah satu yang tertinggi dibandingkan dengan negara tetangganya, yaitu Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Alasan pemilihan keempat negara lainnya didasari oleh adanya kawasan ASEAN-5 yang merupakan negara-negara pendiri ASEAN yang juga sebagai role model negara-negara berkembang di ASEAN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suku bunga, jumlah uang beredar, nilai tukar, harga minyak dunia, ekpor, dan impor terhadap inflasi di Indonesia pada tahun 2016-2023. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif dan regresi dengan alat analisis eviews 12 melalui teknik estimasi Vector Error Correction Model (VECM). Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik dengan time series bulan januari 2016 sampai dengan desember 2023. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dalam jangka pendek dan jangka panjang. Penelitian ini menggunakan jangka pendek dan jangka panjang karena kebijakan moneter membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memenuhi sasaran operasionalnya (inflasi) sehingga dibutuhkan analisis jangka pendek dan jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, suku bunga dan impor, jumlah uang beredar, dan harga minyak dunia berpengaruh dan signifikan terhadap inflasi, sedangkan nilai tukar dan ekspor tidak berpengaruh signifikan terhadap inflasi. Selanjutnya, dalam jangka pendek, nilai tukar dan impor berpengaruh dan signifikan terhadap inflasi, sedangkan suku bunga, jumlah uang beredar, harga minyak dunia, dan impor tidak berpengaruh signifikan terhadap inflasi di Indonesia

    PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN GIZI TERHADAP POLA KONSUMSI JUNK FOOD MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA BOGA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetauan gizi, pola konsumsi junk food dan menganalisis pengaruh tingkat pengetahuan gizi terhadap pola konsumsi junk food pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif kausal dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang angkatan 2021-2022. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik proportionate stratifies random sampling dan diperoleh jumlah responden sebanyak 64 orang. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linear sederhana, analisis koefisien korelasi dan analisis koefisen determinasi dengan bantuan program SPSS. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pengetahuan gizi dan food frequency questionnaire. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 55% responden atau sebanyak 35 mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan gizi yang baik dan 45% responden atau sebanyak 29 mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan gizi sedang. Sementara untuk pola konsumsi junk food terdapat 52% responden atau sebanyak 33 mahasiswa berada pada kategori jarang dan 48% responden atau sebanyak 31 mahasiswa berada pada kategori sering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh siginifikan antara variabel tingkat pengetahuan gizi (X) terhadap variabel pola konsumsi junk food (Y) dengan nilai signifikansi 0,011<0,05 dan nilai koefisien determinasi sebesar 10% yang menunjukkan bahwa 90% variasi pola konsumsi junk food dipengaruhi oleh faktor lain di luar tingkat pengetahuan gizi

    EVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SEKOLAH LUAR BIASA SE KABUPATEN SOPPENG PROVINSI SULAWESI SELATAN

    No full text
    Latar belakang penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di Sekolah Luar Biasa se Kabupaten Soppeng masih kurang sesuai dengan kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Tujuan penelitian ini yaitu mengevaluasi persiapan, proses, dan hasil pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di sekolah luar biasa se Kabupaten Soppeng. Penelitian ini merupakan penelitian mix mathods dan menganalisis data menggunakan model evaluasi Countenance Stake. Populasi dan sampel dalam penelitian ini terdiri atas 6 orang Kepala Sekolah dan 6 orang Guru PJOK. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen, Observasi, Dokumentasi, Wawancara dan Angket. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) tahap persiapan (antecedent) pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di SLB se kabupaten soppeng berada pada katagori cukup baik, (2) tahap proses (transaction) pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di SLB se Kabupaten Soppeng berada pada katagori cukup baik, (3) tahap hasil (outcomes) pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di SLB se Kabupaten Soppeng berada pada kategori cukup baik. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan di Sekolah Luar Biasa se Kabupaten Soppeng berada pada kategori cukup baik. Adapun saran dalam penelitian ini untuk lebih melengkapi fasilitas sarana prasarana pendukung pembelajaran anak berkebutuhan khusus dan meningkatkan kualitas guru pengampu mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

    KEBIJAKAN HUKUM PIDANA DALAN PENANGGULANGAN PROSTITUSI DI INDONESIA: STUDI KASUS PADA POLRESTA JAMBI

    No full text
    Pratiwi, Luh Prabha. 2024. Kebijakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan Prostitusi di Indonesia: Studi Kasus pada Polresta Jambi Tesis. Prodi Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Prof. Dr. Rodiyah, S.Pd., S.H., M.Si. dan Dr. Indah Sri Utari, S.H., M. Hum. Prostitusi adalah kegiatan yang dilakukan melalui pertukaran uang dengan jasa seks. Dalam kegiatan prostitusi ini melibatkan pekerja seks komersial (PSK), mucikari, dan pemakai jasa PSK. Kegiatan prostitusi merupakan kegiatan yang bertentangan dengan ajaran agama manapun. Prostitusi mengakibatkan masalah sosial dan masalah kesehatan seperti penyakit menular seksual, penyakit kulit kelamin hingga masalah kesehatan mental. Peraturan yang mengatur mengenai prostusi ialah Pasal 296 KUHP, pasal 506 KUHP, Pasal 2 ayat (1) Undang–Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis sosiologis. Penelitian yuridis sosiologis merupakan penelitian hukum yang mengkaji ketentuan hukum yang berlaku dan apa yang terjadi dalam kenyataan di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Alasan urgensi dalam pengimplementasian hukum pidana penanggulangan prostitusi di Wilayah Hukum Polresta Jambi ialah karena prostitusi merupakan perilaku yang menyimpang dari norma masyarakat dan agama, maka kegiatan tersebutmengakibatkan efek negatif ditinjau dari aspek sosiologis, yuridis dan filosofis. (2) Upaya penanggulangan prostitusi di wilayah hukum Polresta Jambi dilakukan melalui upaya preventif dan represif. 3) Kebijakan hukum pidana yang tepat dalam penanggulangan prostitusi ialah melakukan pembaharuan hukum pidana materiel terkait pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat, bukan mucikari saja, tetapi diberikan sanksi juga bagi pemakai jasa prostitusi dan para PSK. Oleh sebab itu hukum pidana positif di Indonesia penting agar segera dilakukan penambahan pasal terkait kegiatan prostitusi dan mengatur setiap kondisi sesuai keadaan dilapangan, karena pada kenyataannya belum ada aturan hukum positif yang mengatur secara komprehensif terkait tindak pidana pelacuran terutama terhadap pemakai jasa pelacuran dan PSKnya baik di KUHP ataupun perundangan khusus diluar KUHP. Simpulan penelitian ini adalah (1) urgensi dalam pengimplementasian hukum pidana penanggulangan prostitusi dapat ditinjau dari aspek sosiologis, yuridis dan filosofis (2) Upaya penanggulangan prostitusi di wilayah hukum Polresta Jambi dilakukan dapat melalui preventif dan represif. 3) Diperlukan pembaharuan hukum pidana mengenai pertanggungjawaban para pihak yang terlibat dalam prostitusi

    PENGEMBANGAN BOOKLET TERINTEGRASI AR (Augmented Reality) PADA MATERI SISTEM INDERA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA

    No full text
    Sumber belajar dapat meningkatkan minat, motivasi bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap pelaksanaan pembelajaran. Hasil observasi di SMA Negeri 1 Sidareja diketahui bahwa masih banyak menggunakan sumber belajar konvensional yang disarankan oleh pemerintah dan faktanya sumber belajar tersebut kurang memadai dan sulit dipahami, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami sumber belajar, ditambah kurangnya penjelasan dari guru maka hasil belajar siswa kurang maksimal dan hanya 32,25% siswa yang mencapai kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (KKTP). Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan booklet terintegrasi AR pada materi sistem indera dengan tujuan menguji kevalidan dan kepraktisannya serta menganalisis keefektifan booklet untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA. Desain penelitian dan pengembangan (R&D) ini menggunakan model ADDIE dengan tahapan analisis (analyze), desain (design), pengembangan (development), penerapan (implementation) dan evaluasi (evaluation). Tahap implementasi dilakukan menggunakan desain penelitian quasi experiment nonequivalent control group design yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sidareja dengan populasi kelas XI yang berjumlah 10 kelas dan sampel yang digunakan yaitu kelas XI-F1 sebagai kelas eksperimen dan XI-F2 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian diperoleh fakta bahwa (1) Booklet terintegrasi AR pada materi sistem indera dikategorikan sangat valid dengan perolehan persentase 100% dari ahli media dan 93,75% dari ahli materi (2) Booklet dikategorikan sangat praktis dengan memperoleh respon yang baik dari guru sebesar 95,12% dan respon siswa sebesar 94,24% (3) Booklet efektif dan berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa dibuktikan dengan perolehan persentase ketuntasan klasikal pada kelas eksperimen sebesar 90,32%, nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 ≤ 0,05 pada uji Mann-Whitney U terhadap nilai posttest dari kelas kontrol dan eksperimen didukung perolehan skor N-gain sebesar 0,80 pada kelas eksperimen. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa booklet valid dan praktis digunakan dalam pembelajaran sebagai suplemen bahan ajar serta efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pembelajaran serta meningkatkan motivasi guru dan siswa dalam menggali informasi lebih dalam. Pengembangan booklet di masa mendatang dapat menambahkan fitur kegiatan praktikum dan ajakan melakukan kegiatan sederhana terkait materi dengan tetap memperhatikan desain dan tata letak untuk meningkatkan minat belajar dan pemahaman yang mendalam

    ENGLISH LANGUAGE EXPOSURE ON INSTAGRAM AND MOTIVATIONAL FACTORS SUPPORTING INDEPENDENT LEARNING AMONG EFL STUDENTS

    No full text
    This study explains how Instagram contributes to language exposure and supports independent learning among EFL (English as a Foreign Language) students. While language exposure is crucial for second language acquisition, research on social media’s specific role, particularly Instagram, in fostering self-directed language learning remains limited. Most studies primarily focus on social interaction or entertainment, leaving a gap in understanding how Instagram can provide meaningful language exposure for independent learners. Addressing this gap, this research aims to explore how EFL students expose themselves to English on Instagram to assist in their independent English learning, and what factors motivate them to engage with English contents on the platform. Using a qualitative narrative inquiry approach, data were collected from three English education students at a public university in Semarang, Central Java, through diaries and semi-structured interviews. The data were analyzed using Miles and Huberman’s (1994) interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that Instagram offers diverse and engaging content that supports self-directed learning, enabling students to encounter real-world language use at their own pace. Motivation was found to be primarily intrinsic, driven by personal interest and satisfaction with skill development, with external motivations, such as participation in challenges and online communities, providing additional encouragement. This study concludes that Instagram is a valuable tool for promoting engagement and autonomy in independent language learning, suggesting its potential integration into educational curricula and encouraging further research into digital tools for language acquisition beyond the classroom

    MOTIVASI BELAJAR BAHASA ARAB MAHASISWA BERDASARKAN LATAR BELAKANG PENDIDIKANNYA (STUDI KASUS MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA ARAB ANGKATAN 2022 UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG)

    No full text
    Motivasi belajar merupakan faktor fundamental dalam keberhasilan pembelajaran bahasa, termasuk bahasa Arab, yang memiliki peranan signifikan dalam pemahaman budaya dan agama Islam. Penelitian ini didasari oleh beragamnya latar belakang pendidikan mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab angkatan 2022 Universitas Negeri Semarang, seperti madrasah, pesantren, dan sekolah umum, yang memberikan pengaruh berbeda terhadap motivasi belajar mereka. Mahasiswa dengan latar belakang pendidikan agama umumnya memiliki motivasi intrinsik yang kuat untuk mendalami bahasa Arab, sementara mahasiswa dari sekolah umum lebih banyak dipengaruhi oleh motivasi ekstrinsik, seperti tuntutan akademik dan peluang karier. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan motivasi belajar bahasa Arab mahasiswa berdasarkan latar belakang pendidikan mereka serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri dari mahasiswa dengan berbagai latar belakang pendidikan. Data yang terkumpul dianalisis secara tematik untuk mengungkap pola dan variasi motivasi belajar mahasiswa secara rinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dari madrasah dan pesantren memiliki motivasi integratif yang dominan, seperti dorongan untuk memahami bahasa Arab sebagai sarana memahami ajaran agama dan budaya Islam. Sebaliknya, mahasiswa dari sekolah umum cenderung memiliki motivasi instrumental, seperti keinginan memperoleh nilai akademik tinggi atau memperluas peluang karier. Faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar mencakup metode pengajaran yang interaktif, dukungan dari keluarga dan lingkungan sosial, serta ketersediaan sarana belajar yang memadai. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana latar belakang pendidikan memengaruhi motivasi belajar mahasiswa, serta menegaskan pentingnya memahami kebutuhan belajar yang beragam dalam menyusun strategi pembelajaran bahasa Arab yang lebih kontekstual dan efektif

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇