Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    STUDI ANALISIS TENTANG PENGALAMAN ATLET PUTRI KLUB BINAAN KOTA SEMARANG DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SERVIS ATAS PADA PERMAINAN BOLA VOLI

    No full text
    Penelitian yang berjudul “Studi Analisis Pengalaman Atlet Putri Klub Binaan Kota Semarang dalam Meningkatkan Kemampuan Servis Atas pada Permainan Bola Voli’. Bertujuan untuk menganalisis pengalaman atlet putri klub binaan Kota Semarang dalam meningkatkan kemampuan servis atas pada permainan bola voli. Servis atas merupakan salah satu teknik dasar krusial dalam bola voli yang berfungsi sebagai serangan awal untuk meraih poin. Namun, observasi awal menunjukkan bahwa banyak atlet putri di klub binaan Kota Semarang mengalami kesulitan dalam menguasai teknik ini, terutama terkait konsistensi, akurasi, dan kekuatan pukulan, serta menghadapi tantangan mental saat pertandingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada atlet putri klub binaan Kota Semarang. Instrumen penelitian telah diuji dan terbukti valid serta reliabel (Cronbach's Alpha 0,60). Data dianalisis secara deskriptif dengan persentase, frekuensi, rata-rata (mean), dan standar deviasi untuk melihat pola umum pengalaman atlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi latihan yang efektif (22%) dan metode latihan (20%) menjadi faktor utama yang memengaruhi peningkatan kemampuan servis atas. Atlet memberikan respons positif terhadap program latihan yang terstruktur dan menggunakan metode seperti drill dan simulasi. Selain itu, pentingnya servis atas saat pertandingan (20%) dan kesadaran untuk meningkatkannya (19%) juga menjadi motivasi kuat. Namun, faktor mental dan psikologis (17%) serta fasilitas dan lingkungan (19%) mendapat nilai lebih rendah, menunjukkan adanya kesenjangan persepsi tentang pentingnya aspek psikologis dalam performa atlet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Peningkatan servis atas atlet putri dipengaruhi oleh latihan yang terencana dan aplikatif, serta aspek mental yang sering diabaikan namun penting bagi performa. Pelatih perlu memasukkan pelatihan mental dalam program dan mengevaluasi fasilitas secara rutin, sementara atlet diharapkan lebih sadar akan pentingnya pengelolaan mental. Penelitian lanjutan disarankan mengeksplorasi faktor mental secara kualitatif dan menguji efektivitas pelatihan mental

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SEJARAH HANDOUT ELEKTRONIK BENTENG PENDEM CILACAP UNTUK MENUNJANG MATERI PENDUDUKAN JEPANG DI SMAN 1 BAWANG-BANJARNEGARA TAHUN PELAJARAN 2023/2024

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kebutuhan guru dan peserta didik terhadap bahan ajar handout elektronik Benteng Pendem Cilacap pada Masa Pendudukan Jepang, (2) mengetahui desain pengembangan bahan ajar sejarah berbasis handout elektronik, serta (3) menganalisis kelayakan bahan ajar handout elektronik. Handout elektronik ini dirancang sebagai respon terhadap tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar serta potensi teknologi digital dalam mendukung pembelajaran. Metode pengembangan yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Penelitian ini dilakukan melalui lima tahap yaitu analisis (analyze), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara, kuesioner (angket), observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keterbatasan ragam bahan ajar yang digunakan oleh guru sehingga peserta didik mudah bosan selama pembelajaran, sehingga dibutuhkan adanya bahan ajar tambahan yang menarik dan inovatif, (2) Bahan ajar handout elektronik dikembangkan menggunakan platform canva dengan format akhir portable document format (.pdf). Bahan ajar terdiri atas bagian pendahuluan, isi, dan penutup serta dilengkapi dengan foto, video, dan game interaktif yang ditujukan untuk menarik minat peserta didik, serta (3) Berdasarkan hasil penelitian, bahan ajar ini memperoleh penilaian sebanyak 78% untuk ahli media, 81,9% untuk ahli materi, serta 90,4% untuk ahli praktisi. Selain itu, hasil penelitian handout elektronik mendapatkan respons positif dari peserta didik dengan presentase sebesar 89%. Berdasarkan hasil analisis data penilaian maka dapat disimpulkan bahwa bahan ajar handout elektronik Benteng Pendem Cilacap layak untuk digunakan sebagai penunjang materi Pendudukan Jepang di Indonesia. Saran yang dapat diberikan adalah (1) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti lebih lanjut mengenai efektivitas jangka panjang dari bahan ajar handout elektronik, serta (2) Bagi guru diharapkan dapat memilih variasi bahan ajar yang disesuakan dengan karakteristik peserta didi

    SINTESIS DAN KARAKTERISASI FOTOKATALIS KOMPOSIT TiO2/BIOCHAR MELALUI METODE IMPREGNASI BASAH BERBANTUAN ULTRASONIK UNTUK DEGRADASI PARASETAMOL

    No full text
    Pencemaran air akibat limbah farmasi khususnya parasetamol menjadi perhatian karena sifatnya yang persisten dan sulit terdegradasi secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi fotokatalis komposit TiO₂/biochar melalui metode impregnasi basah berbantuan ultrasonik sebagai upaya degradasi parasetamol secara fotokatalitik. Biochar disintesis dari limbah biomassa batang padi melalui proses pirolisis, kemudian dikompositkan dengan TiO₂ fasa anatase dengan rasio massa 10, 20, dan 30% b/b. Proses impregnasi dilakukan dengan bantuan ultrasonik untuk meningkatkan luas permukaan dan volume pori biochar sehingga memudahkan partikel TiO2 tertanam didalamnya. Fotokatalis komposit TiO2/biochar dikarakterisasi menggunakan XRD, FTIR, BET, FESEM, dan DRS UV-Vis. Hasil dari karakterisasi untuk data XRD menunjukkan bahwa fotokatalis memiliki fase kristal anatase dengan kristalinitas < 85% dan ukuran kristal berkisar 40-50 nm. Hasil analisis FTIR fotokatalis terdeteksi gugus Ti-O-Ti dan O-H yang mengindikasikan terbentuknya TiO2 dan menunjukkan keberadaaan gugus organik seperti metil (-CH3) yang merupakan karakteristik dari biochar. Hasil analisis BET-BJH, fotokatalis komposit memiliki luas permukaan dan volume pori tinggi yang mengindikasikan penambahan biochar meningkatkan kinerja fotokatalis. Hasil analisis FESEM membuktikan bahwa fotokatalis berukuran nano karena ukuran partikelnya < 100 nm. Hasil analisis DRS UV-Vis menunjukkan bahwa fotokatalis memiliki band gap pada rentang 3,1-3,2 eV. Uji aktivitas fotokatalitik TiO2 dan komposit TiO2/biochar untuk fotodegradasi parasetamol bahwa fotokatalis komposit TiO2/biochar 20% menunjukkan kinerja fotodegradasi tertinggi dengan persentase sebesar 94% selama 180 menit dan konsentrasi awal parasetamol 10 ppm. Selain itu, fotokatalis komposit TiO2/biochar memiliki stabilitas yang baik yang dibuktikan dengan kinerja fotodegradasi pada penggunaan kembali (reusability) fotokatalis memiliki rentang persentase degradasi sebesar 91-94% selama 180 menit dan konsentrasi awal 10 ppm

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA ASUH ORANG TUA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PKK

    No full text
    Pola asuh orang tua masih memegang peran penting dalam membentuk kemandirian dan penyesuaian diri mahasiswa, termasuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Universitas Negeri Semarang. Berdasarkan observasi awal, sebanyak 8 dari 15 mahasiswa PKK menunjukkan ketergantungan terhadap orang tua serta kurangnya komunikasi terbuka, sehingga pola asuh yang diterima belum sepenuhnya sesuai dengan harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pola asuh orang tua pada mahasiswa PKK, meliputi budaya setempat, orientasi religius, status sosial ekonomi, bakat dan kemampuan orang tua, serta gaya hidup keluarga. Sampel penelitian berjumlah 100 mahasiswa dari populasi 122 orang, dengan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya setempat berada pada kategori tinggi sebesar 32%, orientasi religius kategori tinggi sebesar 40%, status sosial ekonomi kategori sedang sebesar 35%, bakat dan kemampuan orang tua kategori sangat tinggi sebesar 45%, serta gaya hidup kategori tinggi sebesar 38%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh orang tua terhadap mahasiswa PKK Universitas Negeri Semarang dipengaruhi oleh kelima faktor tersebut dengan variasi tingkat kecenderungan, sesuai latar belakang masing-masing keluarga

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL INTERAKTIF MENGGUNAKAN CANVA PADA MATERI ENERGI UNTUK PESERTA DIDIK TUNARUNGU

    No full text
    Keterbatasan anak tunarungu dalam berbicara, mendengar, dan dalam pengetahuan kosa kata dapat diatasi dengan kemampuan visual berupa penggunaan bahan ajar yang didasarkan pada konten visual agar mereka dapat tetap berpartisipasi dalam kegiatan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar digital interaktif menggunakan Canva pada materi Energi untuk peserta didik tunarungu yang layak (valid, praktis, dan efektif) dan memiliki karakteristik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development dengan model pengembangan 4D yang terdiri atas define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Subjek pada penelitian ini yaitu 5 peserta didik kelas XI Tunarungu di SLB Negeri Semarang pada tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menghasilkan bahan ajar digital interaktif menggunakan Canva pada materi Energi yang dikembangkan menyesuaikan kondisi anak tunarungu dengan karakteristik yang didasarkan pada konten visual dan bersifat interaktif dengan perolehan persentase kevalidan sebesar 86% dengan kategori valid, persentase kepraktisan sebesar 82% oleh guru dan 79% oleh peserta didik dengan kategori praktis, dan uji efektivitas menggunakan effect size diperoleh nilai sebesar 1,78 dengan kategori very large effect, sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar digital interaktif menggunakan Canva pada materi Energi layak dan praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran oleh guru dan peserta didik tunarungu dan memiliki efek yang sangat besar (very large effect) yang ditimbulkan pada hasil belajar peserta didik tunarungu

    PROYEK PENYELAMATAN BADAK JAWA (RHINOCEROS SONDAICUS) DI SUAKA ALAM UJUNG KULON TAHUN 1974-1979

    No full text
    Perburuan terhadap badak jawa yang berada di Ujung Kulon masih terus berlanjut hingga saat ini. Perburuan ini ternyata telah terjadi sejak ratusan tahun lalu baik untuk kepentingan ekonomi maupun kultural. Penelitian ini bertujuan untuk (1) melihat sejarah konservasi terhadap badak jawa dari masa ke masa; (2) mendeskripsikan kondisi Ujung Kulon baik secara geografis maupun demografis serta sosial-kultural sebelum proyek penyelamatan terhadap badak jawa dilaksanakan; (3) menguraikan proses pelaksanaan proyek penyelamatan badak jawa tahun 1974-1979; serta (4) menjelaskan dampak proyek terhadap penduduk di sekitar Ujung Kulon dan populasi badak jawa tahun 1980-1990. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat bagian yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Langkah awal yaitu mencari sumber terkait dari berbagai tempat dan lembaga berupa dokumen arsip, foto, laporan maupun koran sezaman. Kritik sumber diperlukan untuk menguji kebenarannya. Selanjutnya, menafsirkan fakta-fakta dalam sumber hingga menjadi sebuah data yang akan digunakan dalam penulisan (historiografi) yang kronologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konservasi terhadap badak jawa mulai dilaksanakan pada tahun 1909, 1924, dan 1931 oleh pemerintah kolonial dengan dikeluarkannya Ordonansi Perlindungan Mamalia dan Burung, Ordonansi Perburuan serta Ordonansi Perlindungan Binatang Liar, usaha-usaha tersebut tidak dapat mencegah perburuan. Pada 1930, badak jawa mulai terkonsentrasi di Ujung Kulon yang dianggap sebagai tempat yang ideal bagi habitat badak jawa. Namun, habitat badak jawa dianggap terancam karena adanya perladangan di kawasan tersebut yang didasari dengan konsep hutan titipan dan hutan tutupan. Hingga akhir tahun 1960-an, populasi badak jawa berada di angka kritis yaitu sekitar 25 ekor. Pemerintah Indonesia mulai melakukan usaha-usaha penyelamatan melalui perlindungan habitat dan peningkatan populasi. Salah satu usaha ini sebuah proyek penyelamatan badak jawa. Usaha-usaha yang dilakukan yaitu perbaikan habitat, penjagaan secara ketat serta mengeluarkan penduduk yang berada dalam kawasan tersebut. Proyek ini kemudian berdampak kepada penduduk Legon Pakis sehingga mereka harus melakukan resettlement. Sementara itu, populasi badak jawa semakin bertambah meskipun hanya mencapai angka 60 di tahun 1990-an

    PENANGGULANGAN TERHADAP TINDAK PIDANA PENGEROYOKAN OLEH ANAK GANGSTER YANG MENYEBABKAN KEMATIAN (STUDI KASUS POLRESTABES SEMARANG)

    No full text
    Maraknya tindak pidana pengeroyokan oleh anak gangster yang menyebabkan kematian bukan hanya perbuatan kriminal, namun termasuk cerminan permasalahan sosial. Aparat Penegak Hukum khususnya Kepolisian Republik Indonesia sebagai garda terdepan berperan penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Penelitian ini berfokus pada 1) Bagaimana penegakan hukum oleh Kepolisian Resor Kota Besar Semarang terhadap tindak pidana pengeroyokan oleh anak gangster yang mengakibatkan kematian?. 2) Bagaimana upaya penanggulangan yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Kota Besar Semarang terhadap tindak pidana pengeroyokan oleh anak gangster?. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dan jenis penelitian non doktrinal atau yuridis empiris. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penegakan hukum terhadap tindak pidana pengeroyokan oleh anak gangster yang menyebabkan kematian mengacu pada KUHAP disesuaikan dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 dan Perkap No. 6 Tahun mencakup rangkaian proses yang meliputi beberapa tahapan, mulai dari penyelidikan yang diawali dengan adanya pengaduan masyarakat, penangkapan dan penahanan diduga pelaku, penyitaan serta gelar perkara Apabila peristiwa tersebut dinyatakan sebagai tindak pidana, maka proses dilanjutkan ke tingkat penyidikan. Proses penyidikan terdiri dari pemberkasan, pemeriksaan alat bukti, gelar perkara, penetapan tersangka, penyusunan berkas perkara dan pelimpahan tersangka serta barang bukti kepada JPU. 2) Upaya penanggulangan terhadap tindak pidana pengeroyokan oleh anak gangster yang menyebabkan kematian terdiri dari upaya penal dan upaya non penal. Upaya penal berorientasi pada penindakan secara tegas berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Upaya non penal menitikberatkan pada kerja sama antara satuan reserse dengan fungsi Pembinaan Masyarakat (Binmas) dengan mengadakan penyuluhan ke sekolah-sekolah dan kegiatan pemantauan serta pengawasan terhadap anak-anak yang telah teridentifikasi tergabung dalam gangster. Kesimpulan penelitian ini 1) Penegakan hukum oleh Kepolisian memuat tahap penyelidikan, dan tahap penyidikan 2) Upaya penanggulangan terhadap tindak pidana pengeroyokan oleh anak gangster yang menyebabkan kematian meliputi upaya penal dan upaya non penal. Adapun saran yang dapat diberikan 1) Diperlukan pelatihan berkala agar penyidik mampu menangani berbagai jenis kasus secara tepat. 2) Pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan penyuluhan hukum, pelatihan kader hukum di lingkungan RT/RW, pembentukan kelompok sadar hukum dan melibatkan tokoh masyarakat sebagai agen perubahan

    Perlindungan Konsumen Pada Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi Studi Pada Kasus Penagihan Tidak Ber Etika Oleh Perusahaan Peer to Peer Lending

    No full text
    Perkembangan yang semakin maju mendorong munculnya perkembangan industri baru yaitu mucul dalam teknologi keuangan atau dikenal dengan Finansial teknologi, perkembangan ini lantas kemudian diadopsi oleh Indonesia dengan mekanime pendanaan bersama berbasis teknologi infomriasi. Pemerintah Indonesia mengakomodir pada peraturan baru POJK 10 Tahun 2022 tentang pendanaan bersama berbasis teknologi Infomasi yang mempertemukan penerima dana dengan pemberi dana pada suatu layanan iternet. Penerima dana merupakan pihak peminjam dana pada pemberi dana melalui layanaan perusahaan P2P lending. Seiring beberapa waktu industri P2P mulai mengalami berbagai kendala seperti rendahnya kemampuan membayar penerima dana hingga diharuskan melakukan penagihan. Fenomena penagihan yang semula merupakan upaya mengembalikan pendanaan nyatanya oleh perushaan P2P tidak dilakukan dengan benar karena banyak sekali penagihan yang dilakukan dengan tidak memperhatian prosedr dan regulasi. Hingga muncul kerugian pada penerim dana selaku konsumen. Tujuan Penelitian untuk ini menganalisis pelaksanaan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 10 Tahun 2022 khususnya dalam hal mekanisme penagihan oleh penyelenggara peer to peer lending serta mengidentifikasi sejauh mana tanggung jawab penyelenggara peer to peer lending dan pemberi dana atas adanya penagihan yang tidak sesuai dengan regulasi, dengan metode penelitian yuridis empiris yang berfokus pada kewenangan OJK dalam pengawasan, tanggung jawab perusahaan P2P Lending serta tindakan penagihan yang tidak sesuai dengan regulasi yang dialami oleh penerima dana sehingga dalam penelitian ini digunakan konsep teori perlindungan hukum, tanggung jawab hukum serta keadilan hukum bagi penerima dana yang mengalami pengihan tidak beretika oleh P2P lending. Simpulan pada penerlitian ini adalah 1. Masih terdapat banyak perusahaan P2P ilegal maupun ilegal yang melakukan tindakan penagihan tidak sesuai dengan POJK P2P Lending serta lemahnya tindak lanjut ojk terhadap adanya laporan atas penagihan tidak beretika. 2. Perusahaan P2P sudah seharusnya bertanggung jawab atas penagihan tidak beretika karena baik perusahaan P2P atau lemaga penagihan adalah pihak yang memiliki akese atas data penerima dana, kemudian pemberi dana secara hukum tidak memiliki tanggung jawab berikan dengan penagihan karena telah dilimpahkanya wewenang kepada peerushaan P2P namun dalam hal ini memiliki tanggung jawab moral utuk menentukan platfom pendanan yang tidak melanggar regulasi

    PERANAN FORUM GENERASI BERENCANA DALAM MENDUKUNG PENYELESAIAN PERMASALAHAN PREVALENSI TENGKES DI KECAMATAN SEMARANG UTARA

    No full text
    Fenomena tengkes merupakan sebuah permasalahan yang terjadi di masyarakat, khususnya pada anak-anak di bawah usia dua (2) tahun yang sampai saat ini masih belum terselesaikan. Forum Generasi Berencana hadir sebagai mitra dari pemerintah untuk mendukung penyelesaian permasalahan prevalensi tengkes melalui Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis peranan dari Forum Generasi Berencana Kota Semarang yang memberikan dampak terhadap fenomena tengkes pada masyarakat Kecamatan Semarang Utara tahun 2024; 2) mengetahui respons masyarakat Kecamatan Semarang Utara terhadap fenomena tengkes; dan 3) mengidentifikasikan faktor pendukung dan penghambat bagi Forum Generasi Berencana dalam menyosialisasikan gerakan peduli tengkes kepada masyarakat Kecamatan Semarang Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan dua belas (12) informan, terdiri atas satu (1) informan kunci yang merupakan Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Semarang; tujuh (7) informan utama yang berasal dari Duta Generasi Berencana dan Ketua Forum Generasi Berencana Kota Semarang; dan lima (5) masyarakat Kecamatan Semarang Utara yang memiliki anak dengan riwayat tengkes. Cara menganalisis data yang telah didapat, yaitu menggunakan analisis Teori Struktural Fungsional Talcott Parsons dan melalui tiga (3) tahap, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Dalam verifikasi data menggunakan teknik triangulasi data dengan membandingkan data informan dengan informan lain, hasil observasi dengan hasil wawancara, dan hasil wawancara dengan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permasalahan tengkes di masyarakat perlahan dapat diatasi melalui upaya dari lembaga pemerintah yang disukseskan melalui Forum Generasi Berencana dan Dewan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (DPC IPeKB) Kecamatan Semarang Utara. Kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi, edukasi, dan inovasi berkelanjutan sehingga menunjukkan hasil yang baik, yaitu tingkat prevalensi tengkes di Kecamatan Semarang Utara mengalami penurunan pada akhir tahun. Masyarakat juga merespons dengan baik, ditandai dengan kesadaran dalam memberikan asupan makanan bergizi pada anak dan berkomitmen untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dan edukasi tengkes supaya prevalensinya terus menurun. Saran yang diberikan bagi pemerintah, yaitu dapat terus melanjutkan program intervensi tengkes yang berkelanjutan, dan saran bagi masyarakat agar menerapkan perencanaan keluarga dengan baik

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇