Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
STUDI ANALISIS TENTANG PENGALAMAN ATLET PUTRI KLUB BINAAN KOTA SEMARANG DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SERVIS ATAS PADA PERMAINAN BOLA VOLI
Penelitian yang berjudul “Studi Analisis Pengalaman Atlet Putri Klub
Binaan Kota Semarang dalam Meningkatkan Kemampuan Servis Atas pada
Permainan Bola Voli’. Bertujuan untuk menganalisis pengalaman atlet putri klub
binaan Kota Semarang dalam meningkatkan kemampuan servis atas pada
permainan bola voli. Servis atas merupakan salah satu teknik dasar krusial dalam
bola voli yang berfungsi sebagai serangan awal untuk meraih poin. Namun,
observasi awal menunjukkan bahwa banyak atlet putri di klub binaan Kota
Semarang mengalami kesulitan dalam menguasai teknik ini, terutama terkait
konsistensi, akurasi, dan kekuatan pukulan, serta menghadapi tantangan mental saat
pertandingan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan
metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada atlet
putri klub binaan Kota Semarang. Instrumen penelitian telah diuji dan terbukti valid
serta reliabel (Cronbach's Alpha 0,60). Data dianalisis secara deskriptif dengan
persentase, frekuensi, rata-rata (mean), dan standar deviasi untuk melihat pola
umum pengalaman atlet.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi latihan yang efektif (22%) dan
metode latihan (20%) menjadi faktor utama yang memengaruhi peningkatan
kemampuan servis atas. Atlet memberikan respons positif terhadap program latihan
yang terstruktur dan menggunakan metode seperti drill dan simulasi. Selain itu,
pentingnya servis atas saat pertandingan (20%) dan kesadaran untuk
meningkatkannya (19%) juga menjadi motivasi kuat. Namun, faktor mental dan
psikologis (17%) serta fasilitas dan lingkungan (19%) mendapat nilai lebih rendah,
menunjukkan adanya kesenjangan persepsi tentang pentingnya aspek psikologis
dalam performa atlet.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Peningkatan servis atas atlet
putri dipengaruhi oleh latihan yang terencana dan aplikatif, serta aspek mental yang
sering diabaikan namun penting bagi performa. Pelatih perlu memasukkan
pelatihan mental dalam program dan mengevaluasi fasilitas secara rutin, sementara
atlet diharapkan lebih sadar akan pentingnya pengelolaan mental. Penelitian
lanjutan disarankan mengeksplorasi faktor mental secara kualitatif dan menguji
efektivitas pelatihan mental
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SEJARAH HANDOUT ELEKTRONIK BENTENG PENDEM CILACAP UNTUK MENUNJANG MATERI PENDUDUKAN JEPANG DI SMAN 1 BAWANG-BANJARNEGARA TAHUN PELAJARAN 2023/2024
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kebutuhan guru dan peserta
didik terhadap bahan ajar handout elektronik Benteng Pendem Cilacap pada Masa
Pendudukan Jepang, (2) mengetahui desain pengembangan bahan ajar sejarah
berbasis handout elektronik, serta (3) menganalisis kelayakan bahan ajar handout
elektronik. Handout elektronik ini dirancang sebagai respon terhadap tantangan
dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar serta potensi teknologi digital
dalam mendukung pembelajaran.
Metode pengembangan yang digunakan adalah Research and Development
(R&D) dengan model ADDIE. Penelitian ini dilakukan melalui lima tahap yaitu
analisis (analyze), desain (design), pengembangan (development), implementasi
(implementation), dan evaluasi (evaluation). Teknik pengumpulan data yang
digunakan pada penelitian ini adalah wawancara, kuesioner (angket), observasi,
dan studi dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keterbatasan ragam bahan ajar
yang digunakan oleh guru sehingga peserta didik mudah bosan selama
pembelajaran, sehingga dibutuhkan adanya bahan ajar tambahan yang menarik
dan inovatif, (2) Bahan ajar handout elektronik dikembangkan menggunakan
platform canva dengan format akhir portable document format (.pdf). Bahan ajar
terdiri atas bagian pendahuluan, isi, dan penutup serta dilengkapi dengan foto,
video, dan game interaktif yang ditujukan untuk menarik minat peserta didik, serta
(3) Berdasarkan hasil penelitian, bahan ajar ini memperoleh penilaian sebanyak 78%
untuk ahli media, 81,9% untuk ahli materi, serta 90,4% untuk ahli praktisi. Selain
itu, hasil penelitian handout elektronik mendapatkan respons positif dari peserta
didik dengan presentase sebesar 89%.
Berdasarkan hasil analisis data penilaian maka dapat disimpulkan bahwa
bahan ajar handout elektronik Benteng Pendem Cilacap layak untuk digunakan
sebagai penunjang materi Pendudukan Jepang di Indonesia. Saran yang dapat
diberikan adalah (1) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti lebih
lanjut mengenai efektivitas jangka panjang dari bahan ajar handout elektronik,
serta (2) Bagi guru diharapkan dapat memilih variasi bahan ajar yang disesuakan
dengan karakteristik peserta didi
SINTESIS DAN KARAKTERISASI FOTOKATALIS KOMPOSIT TiO2/BIOCHAR MELALUI METODE IMPREGNASI BASAH BERBANTUAN ULTRASONIK UNTUK DEGRADASI PARASETAMOL
Pencemaran air akibat limbah farmasi khususnya parasetamol menjadi perhatian
karena sifatnya yang persisten dan sulit terdegradasi secara alami. Penelitian ini
bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi fotokatalis komposit
TiO₂/biochar melalui metode impregnasi basah berbantuan ultrasonik sebagai
upaya degradasi parasetamol secara fotokatalitik. Biochar disintesis dari limbah
biomassa batang padi melalui proses pirolisis, kemudian dikompositkan dengan
TiO₂ fasa anatase dengan rasio massa 10, 20, dan 30% b/b. Proses impregnasi
dilakukan dengan bantuan ultrasonik untuk meningkatkan luas permukaan dan
volume pori biochar sehingga memudahkan partikel TiO2 tertanam didalamnya.
Fotokatalis komposit TiO2/biochar dikarakterisasi menggunakan XRD, FTIR, BET,
FESEM, dan DRS UV-Vis. Hasil dari karakterisasi untuk data XRD menunjukkan
bahwa fotokatalis memiliki fase kristal anatase dengan kristalinitas < 85% dan
ukuran kristal berkisar 40-50 nm. Hasil analisis FTIR fotokatalis terdeteksi gugus
Ti-O-Ti dan O-H yang mengindikasikan terbentuknya TiO2 dan menunjukkan
keberadaaan gugus organik seperti metil (-CH3) yang merupakan karakteristik dari
biochar. Hasil analisis BET-BJH, fotokatalis komposit memiliki luas permukaan
dan volume pori tinggi yang mengindikasikan penambahan biochar meningkatkan
kinerja fotokatalis. Hasil analisis FESEM membuktikan bahwa fotokatalis
berukuran nano karena ukuran partikelnya < 100 nm. Hasil analisis DRS UV-Vis
menunjukkan bahwa fotokatalis memiliki band gap pada rentang 3,1-3,2 eV. Uji
aktivitas fotokatalitik TiO2 dan komposit TiO2/biochar untuk fotodegradasi
parasetamol bahwa fotokatalis komposit TiO2/biochar 20% menunjukkan kinerja
fotodegradasi tertinggi dengan persentase sebesar 94% selama 180 menit dan
konsentrasi awal parasetamol 10 ppm. Selain itu, fotokatalis komposit TiO2/biochar
memiliki stabilitas yang baik yang dibuktikan dengan kinerja fotodegradasi pada
penggunaan kembali (reusability) fotokatalis memiliki rentang persentase
degradasi sebesar 91-94% selama 180 menit dan konsentrasi awal 10 ppm
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA ASUH ORANG TUA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PKK
Pola asuh orang tua masih memegang peran penting dalam membentuk
kemandirian dan penyesuaian diri mahasiswa, termasuk mahasiswa Program Studi
Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Universitas Negeri Semarang. Berdasarkan
observasi awal, sebanyak 8 dari 15 mahasiswa PKK menunjukkan ketergantungan
terhadap orang tua serta kurangnya komunikasi terbuka, sehingga pola asuh yang
diterima belum sepenuhnya sesuai dengan harapan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pola asuh orang tua pada mahasiswa
PKK, meliputi budaya setempat, orientasi religius, status sosial ekonomi, bakat dan
kemampuan orang tua, serta gaya hidup keluarga. Sampel penelitian berjumlah 100
mahasiswa dari populasi 122 orang, dengan teknik purposive sampling. Metode yang
digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan analisis data menggunakan statistik
deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya setempat berada pada kategori
tinggi sebesar 32%, orientasi religius kategori tinggi sebesar 40%, status sosial
ekonomi kategori sedang sebesar 35%, bakat dan kemampuan orang tua kategori
sangat tinggi sebesar 45%, serta gaya hidup kategori tinggi sebesar 38%. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa pola asuh orang tua terhadap mahasiswa PKK Universitas
Negeri Semarang dipengaruhi oleh kelima faktor tersebut dengan variasi tingkat
kecenderungan, sesuai latar belakang masing-masing keluarga
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL INTERAKTIF MENGGUNAKAN CANVA PADA MATERI ENERGI UNTUK PESERTA DIDIK TUNARUNGU
Keterbatasan anak tunarungu dalam berbicara, mendengar, dan dalam pengetahuan
kosa kata dapat diatasi dengan kemampuan visual berupa penggunaan bahan ajar
yang didasarkan pada konten visual agar mereka dapat tetap berpartisipasi dalam
kegiatan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan
bahan ajar digital interaktif menggunakan Canva pada materi Energi untuk peserta
didik tunarungu yang layak (valid, praktis, dan efektif) dan memiliki karakteristik.
Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development dengan
model pengembangan 4D yang terdiri atas define (pendefinisian), design
(perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan).
Subjek pada penelitian ini yaitu 5 peserta didik kelas XI Tunarungu di SLB Negeri
Semarang pada tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menghasilkan bahan ajar
digital interaktif menggunakan Canva pada materi Energi yang dikembangkan
menyesuaikan kondisi anak tunarungu dengan karakteristik yang didasarkan pada
konten visual dan bersifat interaktif dengan perolehan persentase kevalidan sebesar
86% dengan kategori valid, persentase kepraktisan sebesar 82% oleh guru dan 79%
oleh peserta didik dengan kategori praktis, dan uji efektivitas menggunakan effect
size diperoleh nilai sebesar 1,78 dengan kategori very large effect, sehingga dapat
disimpulkan bahwa bahan ajar digital interaktif menggunakan Canva pada materi
Energi layak dan praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran oleh guru dan
peserta didik tunarungu dan memiliki efek yang sangat besar (very large effect)
yang ditimbulkan pada hasil belajar peserta didik tunarungu
PROYEK PENYELAMATAN BADAK JAWA (RHINOCEROS SONDAICUS) DI SUAKA ALAM UJUNG KULON TAHUN 1974-1979
Perburuan terhadap badak jawa yang berada di Ujung Kulon masih terus
berlanjut hingga saat ini. Perburuan ini ternyata telah terjadi sejak ratusan tahun lalu
baik untuk kepentingan ekonomi maupun kultural. Penelitian ini bertujuan untuk
(1) melihat sejarah konservasi terhadap badak jawa dari masa ke masa; (2)
mendeskripsikan kondisi Ujung Kulon baik secara geografis maupun demografis
serta sosial-kultural sebelum proyek penyelamatan terhadap badak jawa
dilaksanakan; (3) menguraikan proses pelaksanaan proyek penyelamatan badak
jawa tahun 1974-1979; serta (4) menjelaskan dampak proyek terhadap penduduk di
sekitar Ujung Kulon dan populasi badak jawa tahun 1980-1990. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat bagian yaitu
heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Langkah awal yaitu mencari
sumber terkait dari berbagai tempat dan lembaga berupa dokumen arsip, foto,
laporan maupun koran sezaman. Kritik sumber diperlukan untuk menguji
kebenarannya. Selanjutnya, menafsirkan fakta-fakta dalam sumber hingga menjadi
sebuah data yang akan digunakan dalam penulisan (historiografi) yang kronologis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konservasi terhadap badak jawa mulai
dilaksanakan pada tahun 1909, 1924, dan 1931 oleh pemerintah kolonial dengan
dikeluarkannya Ordonansi Perlindungan Mamalia dan Burung, Ordonansi
Perburuan serta Ordonansi Perlindungan Binatang Liar, usaha-usaha tersebut tidak
dapat mencegah perburuan. Pada 1930, badak jawa mulai terkonsentrasi di Ujung
Kulon yang dianggap sebagai tempat yang ideal bagi habitat badak jawa. Namun,
habitat badak jawa dianggap terancam karena adanya perladangan di kawasan
tersebut yang didasari dengan konsep hutan titipan dan hutan tutupan. Hingga akhir
tahun 1960-an, populasi badak jawa berada di angka kritis yaitu sekitar 25 ekor.
Pemerintah Indonesia mulai melakukan usaha-usaha penyelamatan melalui
perlindungan habitat dan peningkatan populasi. Salah satu usaha ini sebuah proyek
penyelamatan badak jawa. Usaha-usaha yang dilakukan yaitu perbaikan habitat,
penjagaan secara ketat serta mengeluarkan penduduk yang berada dalam kawasan
tersebut. Proyek ini kemudian berdampak kepada penduduk Legon Pakis sehingga
mereka harus melakukan resettlement. Sementara itu, populasi badak jawa semakin
bertambah meskipun hanya mencapai angka 60 di tahun 1990-an
PENANGGULANGAN TERHADAP TINDAK PIDANA PENGEROYOKAN OLEH ANAK GANGSTER YANG MENYEBABKAN KEMATIAN (STUDI KASUS POLRESTABES SEMARANG)
Maraknya tindak pidana pengeroyokan oleh anak gangster yang
menyebabkan kematian bukan hanya perbuatan kriminal, namun termasuk
cerminan permasalahan sosial. Aparat Penegak Hukum khususnya Kepolisian
Republik Indonesia sebagai garda terdepan berperan penting dalam menjaga
ketertiban dan keamanan. Penelitian ini berfokus pada 1) Bagaimana penegakan
hukum oleh Kepolisian Resor Kota Besar Semarang terhadap tindak pidana
pengeroyokan oleh anak gangster yang mengakibatkan kematian?. 2) Bagaimana
upaya penanggulangan yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Kota Besar
Semarang terhadap tindak pidana pengeroyokan oleh anak gangster?.
Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dan jenis
penelitian non doktrinal atau yuridis empiris. Teknik pengambilan data yang
digunakan yaitu studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penegakan hukum terhadap tindak
pidana pengeroyokan oleh anak gangster yang menyebabkan kematian mengacu
pada KUHAP disesuaikan dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 dan
Perkap No. 6 Tahun mencakup rangkaian proses yang meliputi beberapa tahapan,
mulai dari penyelidikan yang diawali dengan adanya pengaduan masyarakat,
penangkapan dan penahanan diduga pelaku, penyitaan serta gelar perkara Apabila
peristiwa tersebut dinyatakan sebagai tindak pidana, maka proses dilanjutkan ke
tingkat penyidikan. Proses penyidikan terdiri dari pemberkasan, pemeriksaan alat
bukti, gelar perkara, penetapan tersangka, penyusunan berkas perkara dan
pelimpahan tersangka serta barang bukti kepada JPU. 2) Upaya penanggulangan
terhadap tindak pidana pengeroyokan oleh anak gangster yang menyebabkan
kematian terdiri dari upaya penal dan upaya non penal. Upaya penal berorientasi
pada penindakan secara tegas berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku. Upaya non penal menitikberatkan pada kerja sama antara satuan reserse
dengan fungsi Pembinaan Masyarakat (Binmas) dengan mengadakan penyuluhan
ke sekolah-sekolah dan kegiatan pemantauan serta pengawasan terhadap anak-anak
yang telah teridentifikasi tergabung dalam gangster. Kesimpulan penelitian ini 1)
Penegakan hukum oleh Kepolisian memuat tahap penyelidikan, dan tahap
penyidikan 2) Upaya penanggulangan terhadap tindak pidana pengeroyokan oleh
anak gangster yang menyebabkan kematian meliputi upaya penal dan upaya non
penal. Adapun saran yang dapat diberikan 1) Diperlukan pelatihan berkala agar
penyidik mampu menangani berbagai jenis kasus secara tepat. 2) Pemberdayaan
masyarakat melalui kegiatan penyuluhan hukum, pelatihan kader hukum di
lingkungan RT/RW, pembentukan kelompok sadar hukum dan melibatkan tokoh
masyarakat sebagai agen perubahan
Perlindungan Konsumen Pada Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi Studi Pada Kasus Penagihan Tidak Ber Etika Oleh Perusahaan Peer to Peer Lending
Perkembangan yang semakin maju mendorong munculnya perkembangan
industri baru yaitu mucul dalam teknologi keuangan atau dikenal dengan Finansial
teknologi, perkembangan ini lantas kemudian diadopsi oleh Indonesia dengan
mekanime pendanaan bersama berbasis teknologi infomriasi. Pemerintah Indonesia
mengakomodir pada peraturan baru POJK 10 Tahun 2022 tentang pendanaan
bersama berbasis teknologi Infomasi yang mempertemukan penerima dana dengan
pemberi dana pada suatu layanan iternet. Penerima dana merupakan pihak
peminjam dana pada pemberi dana melalui layanaan perusahaan P2P lending.
Seiring beberapa waktu industri P2P mulai mengalami berbagai kendala seperti
rendahnya kemampuan membayar penerima dana hingga diharuskan melakukan
penagihan. Fenomena penagihan yang semula merupakan upaya mengembalikan
pendanaan nyatanya oleh perushaan P2P tidak dilakukan dengan benar karena
banyak sekali penagihan yang dilakukan dengan tidak memperhatian prosedr dan
regulasi. Hingga muncul kerugian pada penerim dana selaku konsumen.
Tujuan Penelitian untuk ini menganalisis pelaksanaan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) No. 10 Tahun 2022 khususnya dalam hal mekanisme penagihan
oleh penyelenggara peer to peer lending serta mengidentifikasi sejauh mana
tanggung jawab penyelenggara peer to peer lending dan pemberi dana atas adanya
penagihan yang tidak sesuai dengan regulasi, dengan metode penelitian yuridis
empiris yang berfokus pada kewenangan OJK dalam pengawasan, tanggung jawab
perusahaan P2P Lending serta tindakan penagihan yang tidak sesuai dengan
regulasi yang dialami oleh penerima dana sehingga dalam penelitian ini digunakan
konsep teori perlindungan hukum, tanggung jawab hukum serta keadilan hukum
bagi penerima dana yang mengalami pengihan tidak beretika oleh P2P lending.
Simpulan pada penerlitian ini adalah 1. Masih terdapat banyak perusahaan P2P
ilegal maupun ilegal yang melakukan tindakan penagihan tidak sesuai dengan
POJK P2P Lending serta lemahnya tindak lanjut ojk terhadap adanya laporan atas
penagihan tidak beretika. 2. Perusahaan P2P sudah seharusnya bertanggung jawab
atas penagihan tidak beretika karena baik perusahaan P2P atau lemaga penagihan
adalah pihak yang memiliki akese atas data penerima dana, kemudian pemberi dana
secara hukum tidak memiliki tanggung jawab berikan dengan penagihan karena
telah dilimpahkanya wewenang kepada peerushaan P2P namun dalam hal ini
memiliki tanggung jawab moral utuk menentukan platfom pendanan yang tidak
melanggar regulasi
PERANAN FORUM GENERASI BERENCANA DALAM MENDUKUNG PENYELESAIAN PERMASALAHAN PREVALENSI TENGKES DI KECAMATAN SEMARANG UTARA
Fenomena tengkes merupakan sebuah permasalahan yang terjadi di masyarakat,
khususnya pada anak-anak di bawah usia dua (2) tahun yang sampai saat ini masih belum
terselesaikan. Forum Generasi Berencana hadir sebagai mitra dari pemerintah untuk
mendukung penyelesaian permasalahan prevalensi tengkes melalui Bina Keluarga Balita
(BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Penelitian ini
bertujuan untuk 1) menganalisis peranan dari Forum Generasi Berencana Kota Semarang
yang memberikan dampak terhadap fenomena tengkes pada masyarakat Kecamatan
Semarang Utara tahun 2024; 2) mengetahui respons masyarakat Kecamatan Semarang
Utara terhadap fenomena tengkes; dan 3) mengidentifikasikan faktor pendukung dan
penghambat bagi Forum Generasi Berencana dalam menyosialisasikan gerakan peduli
tengkes kepada masyarakat Kecamatan Semarang Utara.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan
teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang
melibatkan dua belas (12) informan, terdiri atas satu (1) informan kunci yang merupakan
Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Dinas Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana Kota Semarang; tujuh (7) informan utama yang berasal dari Duta
Generasi Berencana dan Ketua Forum Generasi Berencana Kota Semarang; dan lima (5)
masyarakat Kecamatan Semarang Utara yang memiliki anak dengan riwayat tengkes. Cara
menganalisis data yang telah didapat, yaitu menggunakan analisis Teori Struktural
Fungsional Talcott Parsons dan melalui tiga (3) tahap, yaitu kondensasi data, penyajian
data, dan penarikan simpulan. Dalam verifikasi data menggunakan teknik triangulasi data
dengan membandingkan data informan dengan informan lain, hasil observasi dengan hasil
wawancara, dan hasil wawancara dengan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permasalahan tengkes di
masyarakat perlahan dapat diatasi melalui upaya dari lembaga pemerintah yang
disukseskan melalui Forum Generasi Berencana dan Dewan Pengurus Cabang Ikatan
Penyuluh Keluarga Berencana (DPC IPeKB) Kecamatan Semarang Utara. Kegiatan yang
dilakukan berupa sosialisasi, edukasi, dan inovasi berkelanjutan sehingga menunjukkan
hasil yang baik, yaitu tingkat prevalensi tengkes di Kecamatan Semarang Utara mengalami
penurunan pada akhir tahun. Masyarakat juga merespons dengan baik, ditandai dengan
kesadaran dalam memberikan asupan makanan bergizi pada anak dan berkomitmen untuk
mengikuti kegiatan sosialisasi dan edukasi tengkes supaya prevalensinya terus menurun.
Saran yang diberikan bagi pemerintah, yaitu dapat terus melanjutkan program intervensi
tengkes yang berkelanjutan, dan saran bagi masyarakat agar menerapkan perencanaan
keluarga dengan baik