Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN INTERACTIVE E-MODULE UNTUK MENINGKATKAN CRITICAL THINKING SKILLS SISWA SMP
Critical thinking skill merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu
dikembangkan dalam pembelajaran abad ke-21. Namun, berdasarkan hasil
observasi dan nilai ulangan harian, critical thinking skill siswa masih tergolong
rendah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis peningkatan critical
thinking skill siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Problem Based
Learning berbantuan Interactive E-Module; (2) Menganalisis tingkat critical
thinking skill siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Problem Based
Learning berbantuan Interactive E-Module. Penelitian ini dilaksanakan di SMP
Negeri 33 Semarang dengan kelas VII G sebagai kelas eksperimen yang dipilih
melalui teknik cluster random sampling. Jenis penelitian ini adalah pre
eksperimental dengan desain one group pretest-posttest design. Metode
pengumpulan data menggunakan tes pretest dan posttest berbentuk pilihan ganda
beralasan berdasarkan lima indikator critical thinking skill menurut Ennis. Analisis
data awal menggunakan uji homogenitas dan normalitas, sedangkan analisis data
akhir menggunakan uji t-test related dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa (1) Terdapat peningkatan critical thinking skill siswa secara
signifikan setelah diterapkan model Problem Based Learning berbantuan
Interactive E-Module, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05) dan rata
rata N-Gain sebesar 0,72 yang termasuk kategori tinggi; (2) Tingkat critical
thinking skill siswa setelah perlakuan menunjukkan hasil optimal, dengan 16 siswa
mencapai kategori sangat baik dan 15 siswa kategori baik. Dengan demikian,
penerapan model Problem Based Learning berbantuan Interactive E-Module
terbukti mampu meningkatkan critical thinking skill siswa dan menghasilkan
tingkat pencapaian yang berada pada kategori sangat baik
PEMBENTUKAN ETIKA SOSIAL SISWA MELALUI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI SMA NEGERI 4 CIREBON
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembentukan etika
sosial siswa melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMA Negeri
4 Cirebon. Pembelajaran IPS sebagai mata pelajaran integratif dari berbagai disiplin
ilmu social sosiologi, geografi, sejarah, dan ekonomi memiliki potensi besar dalam
menanamkan nilai-nilai sosial seperti tanggung jawab, toleransi, empati, dan
kejujuran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi
dokumentasi terhadap guru, siswa, serta dokumen pembelajaran. Teori yang
digunakan untuk menganalisis temuan adalah teori interaksionisme simbolik, yang
menekankan bahwa makna sosial terbentuk melalui proses interaksi simbolik antara
individu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan etika sosial siswa terjadi
melalui interaksi yang terbangun selama proses pembelajaran IPS, baik dalam
diskusi kelompok, studi kasus, maupun proyek berbasis sosial. Guru berperan
sebagai fasilitator nilai yang membimbing siswa dalam memaknai simbol dan
norma yang muncul dalam aktivitas belajar. Faktor pendukung dalam proses ini
meliputi kultur sekolah yang kondusif, keterlibatan aktif siswa, serta strategi
pembelajaran yang kontekstual. Sementara itu, hambatan yang dihadapi meliputi
keterbatasan waktu refleksi, ketimpangan karakter siswa, dan media pembelajaran
yang kurang variatif.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran IPS yang berbasis
interaksi sosial dan refleksi nilai memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk
etika sosial siswa di sekolah
PONDOK PESANTREN MODERN PUTRI DI KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ISLAM DI JAWA
Di kota-kota besar seperti Kota Semarang, pesatnya kemajuan teknologi dan pendidikan
merupakan salah satu aspek paling penting di era globalisasi yang mempengaruhi perkembangan zaman
menjadi semakin modern. Pendidikan menjadi suatu hal yang harus didapat oleh masing-masing
individu. Tak hanya pendidikan umum, namun pendidikan moral dan akhlak juga merupakan suatu
kebutuhan pokok yang sangat berpengaruh pada keberhasilan di masa mendatang. Disamping itu,
pogram pemerintah terkait pendidikan yang menerapkan system fullday school, membuat kebanyakan
orang tua dan anak bingung untuk membagi waktu antara ilmu dunia dan ilmu agama, sehingga
memunculkan keresahan orang tua yang menginginkan anaknya sukses dalam dua hal, yakni dunia dan
akhirat. Selain itu, semakin maraknya kasus pelecehan seksual terhadap remaja wanita juga menjadi
keresahan para orang tua yang tidak bisa mengawasi anaknya selama 24jam. Menyikapi hal tersebut,
mulai bermunculan sekolah yang didampingi dengan program-program keagamaan, dalam hal ini
pondok pesantren modern. Pondok pesantren modern adalah lembaga pendidikan yang memadukan
antara pelajaran keagamaan dengan pendidikan formal sesuai kurikulum dari kementrian agama. Tujuan
perancangan pondok pesantren ini adalah sebagai fasilitas pendidikan yang mempelajari ilmu agama
juga ilmu umum yang sesuai dengan ajaran syariat islam yang diharapkan dapat menjadi wadah dalam
pembentukan karakter dan budi pekerti yang baik, sehingga ilmu yang di dapatkan tidak hanya ilmu
ilmu umum namun juga mendapatkan pembelajaran dan pembinaan norma-norma agama untuk meraih
keseimbangan antara dunia dan akhirat serta sebagai salah satu bentuk pengawasan terhadap para
remaja. Pondok pesantren ini nantinya akan berlokasi di Kota Semarang yang merupakan ibu kota dari
Jawa Tengah. Metode yang digunakan pada perencanaan dan perancangan Pondok Pesantren Modern
Putri di Kota Semarang meliputi survei tapak, data primer, data sekunder, studi literatur, studi observasi
serta pendekatan Arsitektur Islam di Jawa. Penggunaan pendekatan Arsitektur Islam di Jawa ini dinilai
sangat tepat dan cocok untuk diterapkan. Pendekatan Arsitektur Islam di Jawa ini lebih memfokuskan
pada penerapan bentuk dan nilai bangunan terhadap gaya arsitekturnya, yang kemudian dimodifikasi
agar dapat merespon pengguna dan lingkungan sekitar serta dapat memberikan pengaruh pada pola
perkembangan penggunanya tanpa menghilangkan nilai dan ciri khas Jawa itu sendiri. Dengan
menerapkan pendekatan Arsitektur Islam di Jawa dapat menciptakan ruang dan suasana tertentu yang
sesuai dengan perilaku manusia beserta lingkungan dan budaya masyarakat setempat
Intersectionality and Political Representation: Challenges and Policy Implications for Marginalized Women in Indonesia
This study examines the failure of gender-affirmative policies in addressing the intersectional
challenges faced by marginalized women in Indonesian politics. Using a qualitative approach—
including in-depth interviews with 30 female politicians from diverse ethnic, religious, and
socioeconomic backgrounds, alongside policy document analysis (2019–2024)—the research
reveals three key findings. Firstly, the 30% gender quota policy disproportionately benefits elite
women (82% of beneficiaries belong to political and economic elites), a consequence of its singleaxis
approach that neglects class and ethnicity. Secondly, political elites’ resistance to inclusive
reform is evident in the rejection of class-based affirmative policies by 72% of party leaders.
Thirdly, intersectional discrimination based on compounded identities reduces electoral viability
by 40% for minority women. These findings reinforce Crenshaw’s intersectionality theory and
Brubaker’s structural feminism critique while challenging universalist assumptions in gender quota
literature. The study recommends: quota policy reform via a multidimensional framework,
strengthened implementation oversight, and culturally sensitive political education. The
implications highlight the need for a new affirmative policy paradigm responsive to Indonesia’s
identity complexities. Limitations include the sample’s geographic scope and document analysis
timeframe, suggesting future mixed-methods research with broader coverage
PENINGKATAN USER EXPERIENCE MELALUI EVALUASI DAN PERBAIKAN DESAIN USER INTERFACE PADA COLLABORATION APP MENGGUNAKAN METODE DESIGN THINKING DAN SYSTEM USABILITY SCALE STUDI KASUS BANTU.IN
Antarmuka pengguna (user interface) adalah elemen kritis dalam
pengembangan aplikasi yang menentukan kenyamanan dan kemudahan pengguna
dalam menyelesaikan permasalahan mereka melalui sebuah aplikasi. Penelitian ini
bertujuan untuk meningkatkan usability pada aplikasi Bantu.in melalui evaluasi dan
perbaikan desain user interface menggunakan metode Design Thinking dan System
Usability Scale (SUS). Pendekatan penelitian ini terdiri dari lima tahap Design
Thinking: empathize, define, ideate, prototype, dan test. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sebelum dilakukan perbaikan, aplikasi Bantu.in memiliki skor
SUS sebesar 51,44, yang tergolong Marginal (Low) rendah pada kategori adjective
rating. Melalui proses perbaikan iteratif, dilakukan evaluasi mendalam terhadap
masalah desain yang mencakup kesulitan navigasi, aksesibilitas yang kurang,
tampilan antarmuka yang kurang menarik, serta kurangnya penjelasan fitur.
Perbaikan desain berbasis data menghasilkan prototype dengan skor SUS akhir
sebesar 84,58, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek efisiensi,
kemudahan, dan kepuasan pengguna. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata
terhadap peningkatan kualitas user interface dan usability aplikasi Bantu.in,
sekaligus menawarkan pendekatan evaluasi desain yang terstruktur dan berbasis
data bagi pengembang aplikasi lainnya
DESAIN VAPORIZER PADA PRARANCANGAN PABRIK ETIL KLORIDA DARI ETANOL DAN ASAM KLORIDA ANHIDRAT DENGAN PROSES HIDROKLORINASI ETANOL KAPASITAS 12.000 TON/TAHUN
Pabrik etil klorida dari etanol 96% dan asam klorida anhidrat ini dirancang dengan
kapasitas 12.000 ton/tahun, dengan kemurnian etil klorida adalah 99,93%. Etil
klorida diproduksi melalui proses hidroklorinasi etanol yang terjadi pada reaktor
fixed bed multitube dengan suhu 325⁰C dan tekanan 6 bar. Proses ini dapat terjadi
dengan bahan baku yang berfase gas. Bahan baku fresh etanol 96% yang berfase
liquid harus diubah dulu menjadi fase gas agar pembentukan etil klorida melalui
proses hidroklorinasi etanol dapat terjadi. Etanol harus diuapkan dahulu
menggunakan alat penukar panas (Heat Exchanger) seperti vaporizer untuk
mengubah fase liquid menjadi fase gas. Desain alat vaporizer sangat diperlukan
untuk mengetahui kinerja proses vaporizer yang efektif, efisien dan optimal. Dari
hasil perhitungan desain vaporizer didapatkan tipe shell and tube heat exchanger
dengan suhu masuk adalah 30⁰C dan suhu keluar adalah 105⁰C. Pada shell side
mengalir reaktan berupa etanol 96% sedangkan pada tube side mengalir steam
untuk memanaskan reaktan dengan suhu 156⁰C
THE IMPACT OF DIGITAL TRANSFORMATION ON PROFITABILITY WITH OPERATIONAL EFFICIENCY AS AN INTERVENING An Evidence from Conventional Banking Companies Listed on The Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2019 to 2023
This study investigates the impact of digital transformation on the
profitability of banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX)
during the period from 2019 to 2023. Grounded in the Resource-Based View
Theory, this research focus on how digital transformation proxied by digital
intangible asset (DT) impacting bank profitability, measured by Return on Asset
(ROA). Furthermore, this research examines how bank operational efficiency
proxied by Operational Cost to Operational Income (OC/OI) intervening the
relationship between digital transformation and bank profitability.
The study employs a quantitative approach with panel data regression
analysis. The sample covers 34 Indonesian banks listed on Indonesia Stock
Exchange (IDX), selected through purposive sampling over five-years period from
2019 to 2023. Secondary data were collected manually from annual reports
available on each bank’s official website and analyzed using Common Effect Model
and Random Effect Model with the assistance of EViews 12 software.
The findings reveal that digital transformation does not have a direct
significant effect on bank profitability. However, it exerts a significantly negative
indirect effect through operational efficiency, indicating that digital transformation
may reduce profitability when mediated by operational inefficiencies. Among the
control variables, bank size shows a significant negative impact on the operational
efficiency ratio (OC/OI), while leverage and bank age exhibit no significant
influence on efficiency. In terms of profitability, leverage demonstrates a positive
and significant effect, whereas bank size and bank age are found to be statistically
insignificant.
Practically, this study provides valuable insights for banking institutions in
making strategic decisions regarding digital investments, as well as for investors
evaluating banks undergoing digital transformation. Furthermore, the study
acknowledges certain limitations and recommends that future research expand the
sample scope, explore alternative proxies for digital transformation, and incorporate
additional control variables to enhance the robustness of the analysis
PENGEMBANGAN SISTEM MANAJEMEN OLAHRAGA PETANQUE BERBASIS WEB DI INDONESIA
Sistem manajemen yang kurang optimal terutama penyebaran informasi yang
masih manual didapat dari grup whatsapp. Peneliti akan mengembangkan sebuah
manajemen organisasi berbasis website yang dapat memudahkan memperoleh
informasi dan pengelolaan big data atlet, pelatih maupun klub.
Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian pengambangan Borg
and Gall. Langkah-langkah penelitian ini adalah 1) studi pendahuluan, 2)
perencanaan, 3) pengembangan produk awal, 4) uji lapangan awal, 5) revisi produk
awal, 6) uji lapangan utama, 7) revisi produk utama, 8) uji lapangan operasional, 9)
revisi produk akhir, 10) deseminasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian
ini ialah purposive sampling peneliti memilih sampel berdasarkan karakteristik dan
kriteria. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif
kuantitatif.
Penelitian
ini
menghasilkan
produk
berupa
website
https://petanque.or.id/web/ yang memiliki nilai validitas 0.608 yang berarti
validitas tinggi dan nilai reliabilitas 0.913 yang berarti data reliabel serta
memperoleh nilai dengan kelayakan 84% kategori sangat baik. Pada uji lapangan
awal memperoleh nilai 79.93% masuk dalam ketegori baik. Pada uji lapangan
utama memperoleh nilai 92% berarti masuk dalam kategori sangat baik. Pada uji
lapangan operasional memperoleh nilai 94.46% berarti masuk dalam kategori
sangat baik.
Simpulan penelitian bahwa website sistem manajemen olahraga petanque
yang dikembangkan memiliki nilai validitas dan reliabilitas sangat tinggi. Website
ini dapat diakses melalui link https://petanque.or.id/web/. Saran peneliti untuk atlet,
pelatih maupun klub dapat menggunakan website ini dalam mencari informasi dan
pengelolaan big data
ANALISIS NILAI KARAKTER DALAM FILM “ERNEST ET CÉLESTINE”
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai karakter yang terkandung dalam film animasi Prancis Ernest et Célestine berdasarkan perspektif teoritis Thomas Lickona, serta mengkaji hubungannya dengan nilai-nilai konservasi Universitas Negeri Semarang (UNNES). Film Ernest et Célestine dipilih karena relevansinya dalam menyampaikan pesan moral universal dan potensinya sebagai media pendidikan dalam pembelajaran karakter dan bahasa Prancis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan analisis konten (analisis konten). Data utama penelitian ini berupa kutipan dari dialog dan gerakan karakter dari film Ernest et Célestine, didukung oleh buku-buku yang berkaitan dengan teori nilai karakter, pendidikan karakter, film, dan nilai konservasi UNNES. Pengumpulan data dilakukan dengan menonton film berulang kali, merekam dialog, dan mengambil tangkapan layar adegan penting. Data tersebut dianalisis dengan mengklasifikasikan nilai-nilai karakter ke dalam kategori moral knowing, moral feeling, dan moral action Thomas Lickona, kemudian dikaitkan dengan delapan pilar nilai konservasi UNNES. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mengandung nilai-nilai karakter seperti kejujuran, toleransi, empati, keberanian, dan keadilan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan nilai-nilai konservasi UNNES seperti humanisme, kepedulian, kejujuran, dan keadilan. Film ini berpotensi dijadikan media edukasi dalam pembelajaran bahasa dan karakter. Dengan demikian, film Ernest et Célestine tidak hanya menyajikan cerita yang menarik secara visual, tetapi juga penuh dengan konten karakter yang mendidik dan relevan dengan nilai-nilai konservasi UNNES
PENGARUH LATIHAN LADDER DRILL TERHADAP KELINCAHAN PADA ATLET KUMITE KARATE KATEGORI PEMULA DI DOJO RAJAWALI KABUPATEN SEMARANG
Kecepatan merupakan kemampuan penting dalam olahraga Karate
khususnya pada pertandingan kumite yang membutuhkan gerakan cepat dan
terkoordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan ladder
drill terhadap kelincahan pada atlet kumite karate kategori pemula di Dojo Rajawali
Kabupaten Semarang. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat secara teoritis
sebagai referensi ilmiah, dan secara praktis membantu pelatih dalam meningkatkan
performa atlet.
Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik
purposive sampling serta menggunakan One Group pretest-posttest design. Sampel
penelitian terdiri dari 10 atlet Karate pemula dengan usia 10-13 tahun.
Pengumpulan data dari hasil observasi dan tes. Instrumen yang digunakan yaitu
Illinois Agility Test. Program latihan dilaksanakan selama 4 minggu. Untuk
memperoleh data yang akurat, instrument pengukuran kecepatan tendangan
menggunakan dua hingga tiga stopwatch.
Penelitian ini menunjukkan bahwa latihan ladder drill in dan out
berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kelincahan atlet karate pemula di
Dojo Rajawali Kabupaten Semarang. Melalui desain eksperimen pretest-posttest,
hasil uji t menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang
membuktikan adanya peningkatan yang signifikan setelah pemberian latihan.
Latihan ini efektif karena melatih kecepatan, koordinasi, dan kemampuan
mengubah arah dengan cepat.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa latihan ladder drill
memberikan pegaruh yang signifikan terhadap peningkatan kelincahan atlet kumite
Karate di Dojo Rajawali Kabupaten Semarang. Berdasarkan temuan ini, disarankan
agar pelatih mengintegrasikan ladder drill ke dalam program latihan fisik