Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBANTU WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA SD PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
Rendahnya motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada pembelajaran
Bahasa Indonesia menjadi keprihatinan.Multimedia interaktif ini dapat
menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan minat belajar dan hasil belajar
siswa menjadi lebih baik.
Metode penelitian kombinasi (mixed method research) yang merupakan
gabungan penelitian kaji tindak (action research) dan penelitian eksperimen
(experiment research).Sampel penelitian ini adalah kelas III Al Rozy dan
kelas III At Thobary berjumlah 48 siswa.Lokasi di SD Muhammadiyah 1
Kota Tegal.Data dianalisis dengan analisis data observasi motivasi
belajar,analisis
hasil
belajar
normalitas,Uji t dan uji beda (t-tes).
,pengujian persyaratan analisis,uji
Hasil penelitian penerapan multimedia berbantu wordwall dapat
meningkatkan motivasi belajar ,penerapan multimedia berbantu woodwall
dapat meningkatkan hasil belajar,adanya perbedaan signifikan antara siswa
yang
belajar
dengan
multimedia
interaktif
dengan
media
konvensional.Berdasarkan uji hipotesis baik hipotesis 1 sampai 3
mendapatkan data yang homogeny aitu dari F yang didapat lebih besar dari
harga signifikasinya yaitu 0,05.
Kesimpulan bahwa penerapan multimedia interaktif berbantu wordwall
secara signifikasi dapat meningkatkan aktivitas siswa,aktivitas guru dalam
menerapkan media pembelajaran dan model pembelajaran maka
pemahaman materi untuk siswa juga semakin baik sehingga hasil belajar
semakin meningkat. beberapa saran untuk dipertimbangkan untuk guru agar
berani mencoba dan menerapkan media dan model pembelajaran yang
bervariasi,untuk peneliti dapat mengembangkan multimedia interaktif
PERMASALAHAN KERINDUAN ANAK- ANAK DI DESA BOTOMULYO PADA PERTUNJUKAN BARONGAN SEBAGAI SUBJEK DALAM BERKARYA SENI LUKIS
Masuknya Covid-19 di Indonesia selama 2,5 tahun membawa perubahan signifikan
bagi masyarakat. social distancing (pembatasan sosial) dan physical distancing
(Pembatasan jarak fisik) membuat masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah
yang mengakibatkan terhambatnya kegiatan kesenian, terutama pada pertunjukan
seni Barongan. Antusiasme terhadap kesenian Barongan dapat dilihat pada anak
anak kecil, khususnya di desa Botomulyo, Kota Kendal. Kerinduan anak-anak
terhadap pertunjukan barongan selama masa pandemi sangat dirasakan oleh
penulis. Dari rasa empati penulis terhadap anak-anak tersebut, muncul keinginan
untuk mengangkat kegiatan yang mereka lakukan saat merindukan pertunjukan
barongan menjadi sebuah karya lukis. Objek utamanya adalah anak-anak dan
kesenian barongan, Karya seni lukis tercipta dengan adanya media berupa bahan,
alat, dan Teknik. Penulis menggunakan media kanvas, cat akrilik, kuas, pisau palet
dengan Teknik sapuan kuas dan pisau palet. Metode berkarya seni lukis melalui
konseptualisasi dan visualisasi. Proyek studi ini menghasilkan 9 karya yang
berjudul, Harapan dari Balik Pintu, Imajinasi dalam Keterbatasan, Kenangan
Sebatas di Layar. Plok Plok Plok, Suara Tabuhan, Barongan Moto Beling,
Dawangan, Jaranan, dan Ndadi. Melalui proyek studi ini, diharapkan akan muncul
pemahaman baru tentang sejauh mana pandemi mempengaruhi hubungan anak-
anak dengan seni tradisional dan bagaimana seni lukis dapat menjadi sarana yang
efektif untuk mengekspresikan perasaan mereka di masa- masa sulit. Proyek studi
ini juga menunjukan pentingnya seni sebagai medium penyampaian ekspresi,
khususnya dalam menghadapi tantangan yang tak terduga seperti pandemic Covid
19
KEEFEKTIFAN KONSELING KELOMPOK COGNITIVE BEHAVIOR TEKNIK COGNITIVE RESTRUCTURING DAN TEKNIK THOUGHT STOPPING UNTUK MENINGKATKAN WELAS ASIH PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 11 SEMARANG
Welas asih berkontribusi terhadap perkembangan remaja karena mereka
cenderung menunjukkan welas asih yang rendah saat dihadapkan pada tuntutan
sosial dari lingkungan sebayanya. Tujuan penelitian ini untuk menguji efektifitas
konseling kelompok cognitive behaviour therapy dengan teknik cognitive
restructuring dan thought stopping untuk meningkatkan welas asih pada siswa
kelas XI di SMA Negeri 11 Semarang.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain randomized
pretest-posttest comparison group design melibatkan 16 subjek siswa di salah satu
SMA Negeri Kota Semarang yang memiliki tingkat welas asih rendah. Teknik
purposive random sampling digunakan untuk memilih 16 subjek eksperimen
untuk ditempatkan ke dalam dua kelompok secara random masing-masing terdiri
dari 7 siswa dan 9 siswa.
Uji Wilcoxon yang dilakukan pada penelitian ini, yaitu membandingkan dua
sampel yang saling bebas. Uji ini disebut juga Uji Tanda, yaitu uji yang digunakan
untuk membandingkan dua sampel yang berasal dari satu kelompok atau pasangan
yang diukur sebanyak dua kali. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan
adanya peningkatan welas asih pada kelompok dengan teknik cognitive
restructuring dan teknik thought stopping (z = -2.66, p < 0.05; z = -2.36, p < 0.05,
respectively).
Data yang dianalisis dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa konseling
kelompok cognitive behaviour therapy dengan teknik cognitive restructuring dan
thought stopping dapat meningkatkan welas asih pada siswa. Namun teknik
cognitive restructuring cenderung lebih efektif dari pada teknik thought stopping.
Penelitian lanjutan disarankan untuk menggeneralisasi cakupan penelitian, subyek
dan desain penelitian yang berbeda
POLA PEMBIASAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ANAK USIA DINI (Studi kasus di TK TAMMBA Jatibarang Brebes)
Masa Anak Usia Dini merupakan masa yang penting atau sering disebut
masa keemasan (golden age), karena masa ini cukup menentukan bagi kehidupan
manusia selanjutnya. Pengembangan nilai moral agama erat kaitannya tentang
budi pekerti seorang anak, sikap sopan santun, kemauan melaksanakan ajaran
agama dalam kehidupan sehari-hari. Jika hal itu telah tertanam dan terpatri dengan
baik dalam setiap anak sejak usia dini, hal tersebut merupakan awal yang baik
bagi pendidikan anak bangsa untuk menjalani pendidikan selanjutnya. Pola
membiasakan pendidikan agama Islam Anak Usia Dini yang baik sehingga
nantinya mampu menjaga keimanannya untuk berbuat sesuai ajaran agama dan
moralitasnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan
sampel dalam penelitian ini adalah anak TK YAMMBA Jatibarang Brebes.
Penelitian kualitatif dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian pada penelitian ini adalah membiasakan pendidikan agama
Islam Anak Usia Dini melalui Profil pelajar Pancasila
pada aktivitas
intrakurikuler diimplementasikan melalui lima model, yaitu: membiasakan,
keteladanan, pembinaan disiplin peserta didik, pembelajaran partisipatif, dan
program aktivitas sekolah. Kelima elemen yaitu elemen akhlak beragama, elemen
akhlak pribadi, elemen akhlak kepada manusia, elemen akhlak kepada alam, dan
akhlak bernegara
sangat terlihat dalam implementasi dimensi Beriman,
Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia pada aktivitas
intrakurikuler. Faktor pendukung terdiri dari 6 poin, yaitu: pemberlakuan
kurikulum campuran, terdapat pelatihan/diklat guru mengenai penguatan profil
pelajar Pancasila, terdapat bantuan BOSP, guru yang kreatif serta inovatif,
suasana belajar yang nyaman, berkarakter, dan menyenangkan, dan terdapat
membiasakan. Faktor penghambat terdapat 3 poin, yaitu: fasilitas sarana dan
prasarana yang terbatas, faktor lingkungan dan pergaulan anak didik, dan
kurangnya motivasi belajar anak didik
THE JOURNALISTS’ SUBJECTIVITIES REFLECTED IN NEWS REPORTS ON WEST PAPUA CONFLICT AND THE EFFECTS ON READERS’ PERCEPTION: AN APPRAISAL ANALYSIS
This study investigates journalistic subjectivity in the coverage of the West Papua
conflict, examining how evaluative language shapes narrative framing and influences
readers perception from three prominent online media outlets; The Diplomat, Al
Jazeera, and The Jakarta Post. While objectivity remains a cornerstone of journalistic
ethics, especially in hard news reporting, it is often positioned as contradictory of
subjectivity which inherently present in journalistic practice (Steensen, 2017). This
tension underscores the need to critically examine how subjective elements are
embedded within news discourse. Using the Appraisal Framework (Martin & White,
2005), the study analyzes how attitude, engagement, and graduation resources are
deployed to construct meaning. Annotation through the UAM Corpus Tool 6 reveals a
consistent use of judgement markers across outlets, these evaluative strategies align
with discursive tendencies to assess behavior in nuanced ways. Complementary
insights from a Likert-scale survey further demonstrate that these subjective language
choices significantly influence reader perceptions, highlighting the ideological role of
journalism in conflict representation. Importantly, the study contributes to English
Language Teaching (ELT) by promoting critical media literacy and enhancing learners’
awareness of how language constructs meaning in texts
POLA PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN ASET PENGHIDUPAN PETANI JAGUNG PADA WILAYAH RENTAN BANJIR DI KABUPATEN BIMA
Perubahan penggunaan lahan didorong oleh kombinasi sinergis dari
kelangkaan sumber daya yang mengarah pada peningkatan tekanan produksi pada
sumber daya, perubahan peluang yang diciptakan melalui pasar, intervensi,
kebijakan luar negeri, hilangnya kapasitas adaptif, dan perubahan sikap organisasi
dan sosial. Penggunaan lahan oleh masyarakat biasanya menghasilkan berbagai
barang yang dianggap mampu memenuhi segala kebutuhan hidupnya serta
meningkatkan taraf hidup.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan deskriptif
berbantuan Sistem Informasi Geografis (SIG). Populasi dalam penelitian ini
masyarakat petani pengguna lahan bukan pertanian menjadi usahatani tanaman
jagung. Sampel penelitian berjumlah 97 responden yang dipilih secara purposive
sampling, yang terdiri dari individu-individu yang tinggal di 8 kecamatan yang
rentan terhadap bencana banjir, yaitu Sanggar, Madapangga, Palibelo, Belo, Monta,
Woha, Sape, dan Lambu. Analisis data dari kuesioner menggunakan teknik analisis
deskriptif presentatif berbantuan dengan Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis
(SIG) dengan menggunakan data penginderaan jauh berupa citra Landsat
Hasil penelitian menunjukan Perubahan penggunaan lahan di Kabupaten
Bima berdampak signifikan terhadap peningkatan risiko banjir, khususnya di
wilayah dataran rendah. Faktor iklim, morfologi berbukit, dan pola penggunaan
lahan oleh masyarakat menjadi penyebab utama kerentanan terhadap bencana
banjir. Analisis SIG menunjukkan peningkatan pemukiman dan lahan pertanian,
terutama usaha tani jagung, yang menyebabkan penurunan tutupan hutan dan
vegetasi padat. Penurunan ini mengurangi fungsi ekosistem dalam menyerap air
dan meningkatkan aliran permukaan, erosi, serta sedimentasi di wilayah hilir.
Praktik penggunaan lahan yang tidak sesuai peruntukannya memperbesar potensi
degradasi lingkungan dan bencana banjir di daerah tersebut.
Rekomendasi sebagai pertimbangan dalam pemanfaatan sumber daya yaitu
penguatan pengawasan terhadap aktivitas pertanian jagung pada lahan tutupan serta
pengembangan program hutan sosil, kemudian peningktan penyuluhan kepada
petani tentang mitigasi bencana pada lahan kritis. Dengan kombinasi pengawasan
ketat kebijakan yang berbasis konvervasi dan peningkatan kapasitas petani,
ancaman kerusakan dan bencana banjir dapat diminimalirkan
PENGARUH LATIHAN SHOOTING DENGAN VARIASI JARAK MENGGUNAKAN PENGHALANG DAN VARIASI JARAK TANPA PENGHALANG TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN SHOOTING ATLET PEMULA PETANQUE DI FOPI KABUPATEN MAGELANG
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya pengawasan dari pelatih
yang memberikan program latihan selama proses latihan berlangsung, hal ini
membuat atlet hanya berlatih dengan pemahaman yang mereka ketahui. Ada
banyak aspek yang belum dipahami oleh para atlet mengenai teknik dan bentuk
latihan yang optimal untuk meningkatkan kemampuan mereka. Oleh karena itu
peneliti mencoba meberikan solusi dari permasalahan tersebut, berupa treatment
melalui latihan shooting variasi jarak menggunakan penghalang dan shooting
variasi jarak tanpa penghalang. Dengan tujuan dari penelitian ini mengetahui
pengaruh dari latihan shooting variasi jarak menggunakan penghalang, variasi jarak
tanpa penghalang, dan manakah yang lebih berpengaruh antara kedua latihan
tersebut dalam meningkatkan kemampuan shooting atlet pemula petanque di
Kabupaten Magelang.
Penelitian ini merupakan metode pendekatan kuantitatif eksperimen
mengenai hubungan sebab akibat. Dalam penelitian eksperimen ada perlakuan
berupa bentuk latihan, yang bertujuan unuk mengetahui ada tidaknya dan seberapa
besar hubungan sebab-akibatnya. Desain penelitian yang digunakan ialah Two
Group Pretest-Posttest Design. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive
sampling, yang berjumlah 14 atlet pemula FOPI Kabupateng Magelang. Dalam
pembagian sampel kedalam 2 kelompok menggunakan teknik ABBA dengan
perlakukan latihan yang berbeda shooting variasi jarak menggunakan penghalang,
variasi jarak tanpa penghalang,dalam meningkatkan kemampuan shooting atlet
pemula petanque di Kabupaten Magelang.
Dari hasil penelitian ini kedua kelompok latihan tersebut sama-sama
memiliki pengaruh dalam peningkatan kemampuan shooting. pada kelompok
latihan shooting variasi jarak menggunakan penghalang mendapatkan mean pretest
sebesar 8,29 dan mean post-test sebesar 9,86. Dengan selisih 1,57 atau mengalami
kenaikan sebesar 19%. Sedangkan Kelompok latihan variasi jarak tanpa
penghalang mendapatkan mean pretest sebesar 8,29 dan mean post-test sebesar 10.
Dengan selisih 1,71 atau mengalami kenaikan 21%.
Disimpulkan dari penelitian ini kelompok latihan shooting variasi jarak
tanpa penghalang lebih berpengaruh dibandingkan kelompok shooting variasi jarak
menggunakan penghalang dalam meningkatkan kemampuan shooting Atlet FOPI
Kabupaten Magelang. Dengan selisih antara kedua latihan sebesar 3%. Dengan
diketahui hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai refrensi pelatih dalam
meningkatkan kemampuan shooting
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF AUGMENTED REALITY DIGESTIVE SYSTEM (ARDis) BERBASIS RISET SEBAGAI AKSENTUASI LITERASI SAINS SISWA
Rendahnya literasi sains salah satunya disebabkan oleh keterbatasan media
pembelajaran yang belum mampu menjembatani konsep ilmiah dengan realitas
empiris. Cakupan literasi sains dalam media yang ada cenderung tidak seimbang
karena hanya menekankan aspek teoretis tanpa konteks kehidupan nyata. Penelitian
ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis riset “Obesitas” pada
materi sistem digesti untuk meningkatkan literasi sains siswa. Penelitian ini
menggunakan metode Riset dan Pengembangan dengan model Alessi & Trollip
yang meliputi tahap perencanaan, desain, dan pengembangan. Subjek penelitian
terdiri dari guru Biologi dan siswa SMAN 13 Semarang. Instrumen pengumpulan
data meliputi angket dan tes. Kelayakan produk dinilai melalui validitas materi dan
media; kepraktisan melalui tanggapan guru dan respon siswa; serta efektivitas
melalui tes literasi sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memiliki
kelayakan sangat baik dengan penilaian karakteristik media sebesar 96%, validitas
media 97%, dan validitas materi 85%. Kepraktisan media dinilai sangat praktis oleh
guru dengan skor 98% dan siswa 87,14%. Efektivitas media ditunjukkan melalui
ketuntasan klasikal siswa dengan perolehan skor sebesar 94,4% dan hasil uji N-gain
0,66 (kategori sedang). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media
pembelajaran berbasis riset “Obesitas” layak, praktis dan efektif digunakan sebagai
media pembelajaran untuk meningkatkan literasi sains siswa dalam pembelajaran
biologi khususnya pada materi sistem digesti
EVALUASI KUALITAS WEBSITE E-COMMERCE DENGAN MENGGUNAKAN METODE WEBQUAL 4.0 DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA (Studi Kasus Pengguna Shopee, Tokopedia dan Lazada di Pulau Jawa)
Internet bukan hanya alat perantara mencari informasi dan berkomunikasi
melainkan sebagai tempat bertransaksi secara online (e-commerce). Pada penelitian
ini menggunakan metode Webqual dan IPA untuk mengevaluasi kualitas website
tiga e-commerce antara lain Shopee, Tokopedia dan Lazada dengan melibatkan
masing masing 100 responden sebagai sampel di Pulau Jawa. Pendataan dilakukan
dengan penyebaran kuesioner untuk mengetahui nilai sikap pada persepsi kinerja
dan kepentingan. Hasil menunjukkan kualitas dari ketiga website e-commerce
masih memiliki beberapa aspek yang perlu ditingkatkan namun dari hasil
perhitungan webqual index ketiga e-commerce memiliki skor kualitas website yang
bervariasi dengan nilai mendekati angka 1 yang menandakan kualitas website sudah
baik. Dari hasil analisis IPA ditemukan beberapa atribut yang masuk kuadran
prioritas utama yang mana harus diperbaiki seperti kemudahan navigasi website,
kejelasan informasi yang disediakan serta interaksi layanan yang dirasa belum
optimal. Sementara itu ada beberapa aspek yang memenuhi ekspektasi pengguna
yang masuk kuadran pertahankan prestasi seperti tampilan website dan kecepatan
akses
Analisis Return On Investment Pada Smart Enterprise Resource Planning Perusahaan Mebel Kayu Jati Menggunakan Metode Information Economics
Teknologi manajemen bisnis yang menunjang efisiensi dan kemudahan dalam
proses bisnis membutuhkan analisis yang tepat apakah teknologi tersebut layak
digunakan di sebuah instansi atau tidak, dan apakah teknologi tersebut memberikan
dampak positif setelah diterapkan. Oleh karena itu studi ini bertujuan menganalisis
kelayakan investasi sistem Smart Enterprise Resource Planning (Smart ERP) pada
perusahaan mebel kayu jati dari sisi finansial maupun non-finansial dengan
menggunakan metode Information Economics (IE). Permasalahan utama dalam
penelitian ini mencakup bagaimana analisis Return on Investment (ROI) dari
penerapan Smart ERP, apa saja manfaat non-finansial yang diperoleh dari sistem
tersebut, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian investasi
(payback period). Metode penelitian yang digunakan adalah campuran kuantitatif
dan kualitatif, dengan pendekatan IE yang terdiri dari analisis manfaat nyata
(tangible), manfaat semi-nyata (quasi-tangible), dan manfaat tidak nyata
(intangible). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Smart ERP
memberikan ROI yang positif dan nilai NPV > 0, yang mengindikasikan bahwa
proyek layak secara finansial. Selain itu, sistem ERP juga memberikan manfaat
non-finansial yang signifikan, seperti peningkatan efisiensi operasional, dukungan
terhadap pengambilan keputusan manajerial, serta peningkatan keunggulan
kompetitif, dinilai dengan IE Scorecard menunjukkan poin 71. Payback period
yang diperoleh juga berada dalam rentang waktu yang efisien yaitu sekitar 45 hari,
sehingga investasi ini dinilai menguntungkan dan strategis untuk mendukung
keberlangsungan bisnis perusahaan