Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    KEBIJAKAN KRIMINAL TERHADAP KORPORASI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI MELALUI DEFERRED PROSECUTION AGREEMENT (PERSPEKTIF ANALISIS EKONOMI TERHADAP HUKUM)

    No full text
    Permasalahan dalam penanganan tindak pidana korupsi, khususnya yang melibatkan korporasi, belum sepenuhnya optimal dalam aspek pengembalian kerugian negara. Meskipun telah terdapat berbagai kebijakan pemerintah dan upaya penegakan hukum yang berkaitan dengan penanganan korupsi, efektivitas pemulihan kerugian negara masih menghadapi sejumlah hambatan, baik dari segi substantif maupun prosedural. Untuk mengkaji permasalahan tersebut, dapat dirumuskan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut: (1) Bagaimana pengaturan yang berlaku di Indonesia dalam menangani tindak pidana korupsi oleh korporasi; (2) Bagaimana perlunya mekanisme kebijakan kriminal terhadap korporasi berdasarkan komparasi dengan beberapa negara lainnya; (3 Bagaimana kebijakan kriminal terhadap korporasi dalam tindak pidana korupsi melalui Deferred ProsecutionAgreement berdasarkan perspektif analisis ekonomi terhadap hukum di masa yang akan mendatang? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yuridis normatif. Fokus penelitian diarahkan pada kebijakan penerapan Deferred Prosecution Agreement (DPA) terhadap korporasi dalam perkara tindak pidana korupsi di Indonesia, dengan menggunakan pendekatan Economic Analysis of Law (EAL) dengan metode Cost Benefit Analysis. Sumber data berasal dari data sekunder yang meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Validitas data diuji melalui metode triangulasi, yakni dengan melakukan pemeriksaan ulang terhadap sumber data untuk memastikan keabsahannya. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis secara preskriptif, dengan tujuan memberikan rekomendasi kebijakan dari aspek normatif berdasarkan evaluasi terhadap aturan hukum yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengakuan terhadap korporasi sebagai subjek hukum pidana di Indonesia telah diatur dalam berbagai regulasi. Namun demikian, regulasi-regulasi tersebut belum sepenuhnya efektif dalam memberikan landasan prosedural yang memadai untuk penanganan tindak pidana korporasi. Oleh karena itu, diperlukan reformasi kebijakan dengan mempelajari model dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Singapura yang telah berhasil menerapkan alternatif sanksi melalui mekanisme Deferred Prosecution Agreement (DPA). Praktik penanganan tindak pidana korupsi oleh korporasi di keempat negara tersebut pada umumnya dilakukan melalui DPA atau Perjanjian Penangguhan Penuntutan. Oleh karena itu, Indonesia perlu mempertimbangkan penerapan konsep DPA yang telah terbukti efektif di berbagai negara sebagai solusi alternatif dalam penanganan tindak pidana korupsi oleh korporasi di Indonesia

    PEMODELAN DISTRIBUSI AIR BUANGAN MENGGUNAKAN WATERGEMS DAN EPANET PADA GEDUNG BANK INDONESIA IKN (Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur)

    No full text
    Manusia dalam menjalani kehidupan memerlukan air bersih. Air bersih yang telah digunakan dalam kehidupan manusia akan menjadi air buangan yang terdiri dari air bekas (greywater) dan air kotor (blackwater) yang dimana dalam sebuah gedung perlu adanya perencanaan air buangan yang tepat, agar terhindar dari hal buruk yang dapat terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah memodelkan jaringan distribusi air buangan yang terdiri dari air bekas (greywater) dan air kotor (blackwater) serta mencari nilai kehilangan tinggi tekanan (headloss) menggunakan software WaterGEMS dan Epanet. Analisis dilakukan dengan data volume air buangan pada gedung Bank Indonesia IKN, dimana nilai total volume air buangan sebesar 30.77 m³/hari. Nilai kehilangan tinggi tekanan yang dihasilkan software WaterGEMS sebesar 3.3184 × 10-2 m/km dimana nilai tersebut 10.49% lebih tinggi dari nilai kehilangan tinggi tekanan yang dihasilkan dari software Epanet sebesar 3.0033 × 10-2 m/km. Nilai kehilangan tinggi tekanan (headloss) yang dihasilkan software WaterGEMS adalah 4.6% dari volume air buangan pada pemodelan pada gedung Bank Indonesia IKN yakni 0.71 L/s, sedangkan yang dihasilkan software Epanet sebesar 4.2 % dari volume air buangan pada pemodelan pada gedung Bank Indonesia IKN yakni 0.71 L/s. Nilai 0.71 L/s berasal dari penjumlahan volume air buangan tiap lantai serta pada bagian LG3 terdapat penjumlahan volume air buangan pada tiap lantai diatasnya karena sebagai lantai dasar yang terdapat IPAL sebagai tujuan penyaluran air buangan dari gedung Bank Indonesia IKN. Nilai kehilangan tinggi tekanan (headloss) pada gedung Bank Indonesia IKN tergolong rendah, namun terdapat dampak buruk yang dapat timbul seperti berkurangnya tekanan air, berkurangnya laju aliran, dan potensi kerusakan pada sistem jaringan pipa, terdapat dampak baik seperti pengaliran dapat memanfaatkan gaya gravitasi tanpa adanya tekanan tambahan atau pompa

    PENGARUH HASIL BELAJAR MICRO TEACHING TERHADAP KESIAPAN MENGAJAR UNNES LANTIP MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA BUSANA

    No full text
    Kesiapan mengajar merupakan indikator penting keberhasilan calon guru dalam melaksanakan praktik mengajar dan salah satu cara untuk meningkatkan kesiapan tersebut melalui Mata Kuliah micro teaching. Sehingga diharapkan hasil belajar micro teaching menjadikan mahasiswa lebih siap dalam melakukan pembelajaran di dalam kelas. Tetapi fenomena dilapangan setelah dilakukan penyebaran kuesioner mengenai kesiapan mengajar UNNES Lantip kepada 30 mahasiswa pendidikan Tata Busana Angkatan 2020 menunjukkan bahwa 76,7% mahasiswa menyatakan tidak siap mengajar. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui pengaruh hasil belajar micro teaching terhadap kesiapan mengajar UNNES Lantip mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana. 2) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh hasil belajar micro teaching terhadap kesiapan mengajar UNNES Lantip mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 8 mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana Angkatan 2021 yang melaksanakan Lantip di wilayah Kota Semarang, tepatnya SMK Ibu Kartini dan SMK Mataram yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket yang sudah di uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis data diuji menggunakan uji signifikansi parsial (Uji t) dan uji koefisien determinasi R2 . Hasil penelitian menunjukkan nilai thitung sebesar 3.134 > ttabel 2.446 sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak. Besarnya koefisien determinasi R2 sebesar 0,621 atau 62,1%. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar micro teaching berpengaruh positif terhadap kesiapan mengajar UNNES lantip mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana Angkatan 2021 sebesar 62,1%. Saran dari penelitian ini yaitu untuk menjaga kesehatan tubuh, memahami dan mengintegrasikan empat pilar pendidikan, meningkatkan keterampilan komunikasi dan interaksi, serta memperbanyak pengalaman mengajar melalui micro teaching

    PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMILIK MEREK ATAS PENGAKUAN DAN PENGGUNAAN MEREKNYA DARI PIHAK LAIN UNTUK KEPENTINGAN KOMERSIL (STUDI KASUS MEREK PRIMAGAMA)

    No full text
    Pada pelaksanaan perjanjian tentu mempunyai tantangan atau ancaman pelanggaran yang mana dapat merugikan salah satu pihak. Seperti kasus yang terjadi pada merek Primagama yang mana CV. Prima Visi selaku pihak pertama melakukan perjanjian kerja sama merek primagama dengan tanpa hak atau izin penggunaan merek tersebut. Sehingga kemudian permasalahan yang ingin dikaji yaitu (1) bagaimana kedudukan hukum CV. Prima Visi dalam melakukan perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga atas penggunaan merek Primagama, (2) bagaimana perlindungan hukum bagi pemilik merek Primagama atas pengakuan dan penggunaan mereknya dari pihak lain untuk kepentingan komersil sekaligus menjadi tujuan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan jenis penelitian yuridis normatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer, data sekunder dan data tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan membaca, mengkaji dan menganalisis buku, literatur, dan peraturan perUndang-Undangan. Validitas menggunakan teknik triangulasi dan analisis deskriptif. Penelitian ini menghasilkan dua pokok bahasan, (1) CV. Prima Visi dalam hal ini telah nyata melakukan pelanggaran merek berupa penggunaan tanpa izin hak merek Primagama sebagai objek perjanjian kerja sama dengan pihak lain untuk tujuan memperkaya diri melalui pembayaran management fee setiap bulannya. Sehingga perjanjian tersebut dinyatakan batal demi hukum (null and void) karena tidak memenuhi syarat sah perjanjian Pasal 1320 KUH Perdata. (2) Bentuk perlindungan hukum atas pelanggaran tersebut adalah pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah), kemudian upaya hukum yang dapat dilakukan adalah dengan mengajukan gugatan ganti rugi dan/atau penghentian semua perbuatan yang berkaitan dengan penggunaan merek tersebut kepada pengadilan niaga atau melalui jalur nonlitigasi (arbitrase). Kesimpulan penelitian ini yaitu: (1) CV. Prima Visi tidak memiliki kewenangan dalam membuat perjanjian kerja sama tersebut sehingga kedudukan hukumnya adalah unlegal standing, (2) Bentuk perlindungan hukum yang efektif tidak hanya bergantung pada keberadaan undang-undang yang baik, tetapi juga penting menerapkan aspek penunjang berupa (access to justice) yang pada implementasinya diharapkan dapat menciptakan jaminan perlindungan bagi yustisiabel. Adapun saran dalam kepenulisan ini adalah menjadi penting mengidentifikasi para pihak sebelum terjadinya kesepatakan dalam perjanjian

    PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK SEBAGAI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL (Studi di Pengadilan Negeri Semarang)

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis perlindungan hukum yang diberikan oleh Pengadilan Negeri Semarang bagi anak korban kekerasan seksual dari segi kebijakan dan regulasi, implementasi, dan dampak dari upaya perlindungan hukum terhadap psikologi dan mental terhadap anak korban kekerasan seksual yang ditangani di Pengadilan Negeri Semarang. Data diperoleh dari wawancara dan dokumen internal pengadilan, yang kemudian dianalisis melalui transkrip wawancara dan analisis dokumen untuk mengidentifikasi informasi relevan. Validitas data dijamin melalui validitas butir pertanyaan wawancara dan triangulasi hasil analisis dokumen internal. Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan disimpulkan tiga hal. Pertama, regulasi perlindungan hukum bagi anak sebagai korban kekerasan seksual di PN Semarang, didasarkan pada Undang-Undang RI No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana Pasal 117 KUHAP; KUHP Pasal 285-288; UU 35 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 81 Ayat 1, 82 Ayat 1, 76D, 76E, 59A, 64, 66, 69A, 71D Ayat 2; UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak Pasal 22, 44A, 58 Ayat (1), (2), (3); UU No. 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban Pasal 7A dan 7B. Sementara itu, kebijakan perlindungan hukum yang diberikan oleh PN Semarang bagi anak korban kekerasan seksual meliputi mendapatkan pendampingan selama persidangan, memastikan anak korban kekerasan seksual merasa aman dan nyaman selama persidangan, dan menjaga kerahasiaaan dan identitas anak korban kekerasan seksual. Kedua, implementasi perlindungan hukum terhadap anak korban kekerasan seksual oleh Pengadilan Negeri Semarang sudah terwujud secara optimal yang mencakup perlindungan langsung dan tidak langsung. Pengadilan Negeri Semarang memberikan perlindungan langsung berupa pemberian restitusi terhadap anak korban kekerasan seksual. Sedangkan, perlindungan tidak langsung dengan upaya yaitu menjatuhkan hukuman yang sesuai dengan tingkat kejahatan terdakwa, memberikan kemudahan pemeriksaan bagi anak korban kekerasan seksual, melepas toga atau atribut kedinasan, perlakuan yang penuh kehati-hatian terhadap anak korban kekerasan seksual, dan perlindungan identitas korban. Ketiga, penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum yang diberikan Pengadilan Negeri Semarang terhadap anak korban kekerasan seksual secara keseluruhan berdampak baik terhadap psikologi dan mental anak korban kekerasan seksual

    KESESUAIAN MATERI DALAM RUBRIK APPRENDRE LE FRANÇAIS DI SITUS TV5MONDE DENGAN CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH DALAM KEMAMPUAN MENYIMAK (COMPRÉHENSION ORALE ÉLÉMENTAIRE) UNTUK MAHASISWA SEMESTER 2

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian dari materi pembelajaran pada situs Apprendre TV5Monde dengan capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) pada rencana pembelajaran semester (RPS) dalam kemampuan menyimak Comprehension Orale Élémentaire untuk mahasiswa semester 2. Situs Apprendre TV5Monde adalah platform media pembelajaran online berbahasa Prancis yang memiliki materi pembelajaran dengan berbagai tema video multimedial (program TV, video, dan berita). Media ini mahasiswa semester 2 Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Negeri Semarang dalam mempelajari bahasa Prancis pada kemampuan menyimak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian ini yaitu studi literatur yang memuat teori dan data dari bermacam sumber seperti halnya menggunakan referensi melalui buku, skripsi, artikel jurnal, dokumen, sumber daring (online), dan sebagainya. Pada situs Tv5Monde terdapat langkah - langkah dalam pengumpulan data, yakni menghimpun data-data penelitian dari materi menyimak yang terdapat pada situs Apprendre Tv5Monde, menampilkan transkrip materi video dan audio dari situs Apprendre Tv5Monde yang menjadi data untuk nantinya dianalisa, menganalisa transkrip materi video dan audio kedalam kartu data, yang terdiri dari judul dan tema video dan audio serta menyesuaikan dengan materi pembelajaran CMPK yang terdapat di RPS, dan kemudian, materi video dan audio disesuaikan dengan CPMK dan dilakukan analisa transkrip video dan audio menurut materi pembelajaran sesuai CPMK tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan CPMK 1 mengenai interaksi lisan sederhana, langsung berkaitan dengan aktivitas keseharian atau pun aktivitas professional terdapat (2 video yang sesuai). CPMK 2 mengenai seseorang, keluarga, kehidupan pekerjaan, pengumuman, pesan singkat dan jelas dan terdapat (12 video yang sesuai). CPMK 3 mengenai mendeskripsikan yang berkaitan dengan seseorang, keluarga, kehidupan keseharian, pekerjaan, pengumuman dan pesan singkat terdapat (12 video yang sesuai). Analisis kesesuaian antara capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) yang terdapat pada RPS dengan situs pembelajaran Apprendre Tv5Monde ditemukan keseluruhan video yang di analisis berjumlah 26 dokumen yang sesuai, maka situs Apprendre Tv5Monde dapat dikategorikan sudah sesuai dengan standar pembelajaran alternatif untuk materi pembelajaran CPMK pada RPS Compréhension Orale Élémentaire bagi mahasiswa semester 2

    ANALISIS PEMAKAIAN DIALEK MIE DALAM SERIAL ANIME JEPANG “YATOGAME CHAN NO KANSATSU NIKKI”

    No full text
    Dialek adalah bahasa yang dipakai oleh masyarakat suatu wilayah yang memiliki ciri khas bunyi bahasa, kosakata dan gramatika yang membedakan dengan bahasa nasional. Salah satu dialek dalam bahasa Jepang adalah dialek Mie. Dialek Mie termasuk dalam dialek Kansai yang tergabung kedalam Nishi Nihon hougen. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan dialek Mie berdasarkan kelas kata dan pembentukan kata. Pembahasan mengenai kelas kata dari bentuk dialek Mie dapat mempermudah pembaca untuk memahami makna dan penggunaan dialek Mie dalam suatu tuturan. Sedangkan penjabaran pembentukan kata dibutuhkan agar pembaca bisa lebih mengerti asal kata dari bentuk dialek Mie dalam bahasa Jepang standar. Data dalam penelitian ini diambil dari kosakata dialek Mie dari tuturan dalam anime Yatogame Chan No Kansatsu Nikki. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan mengaplikasikan teori kelas kata oleh Tomita (dalam Renariah, 2005) dan teori pembentukan kata dialek Kansai oleh Palter & Slotsve (1995). Hasil penelitian ini adalah ditemukan 30 data dialek Mie dalam serial anime Jepang Yatogame Chan No Kansatsu Nikki. Kelas kata yang paling banyak muncul adalah shuujoshi. Selanjutnya untuk pembentukan kata yang paling banyak muncul adalah bentuk perubahan total dari kosakata asli bahasa Jepang standar

    HUBUNGAN ANTARA KEBERSYUKURAN DENGAN KEBAHAGIAAN REMAJA PANTI ASUHAN

    No full text
    Berbagai macam persoalan yang di alami oleh remaja di Panti Sosial Anak (PSA) meliputi kurangnya bimbingan, kasih sayang, dan perhatian, kurangnya pemenuhan kebutuhan mental dan permasalahan emosi. Hal ini menyebabkan remaja yang tinggal di PSA rentan mengalami ketidakbahagiaan. Meskipun demikian, kebahagiaan tetap bisa dirasakan oleh remaja di PSA meskipun dalam situasi yang sulit. Remaja di PSA terlihat bahagia dengan aktivitas sehari-hari yang dijalani dengan penuh semangat seperti bermain dan tertawa bersama dengan teman sesama penghuni PSA. Salah satu kunci mencapai kebahagiaan adalah melalui rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diterima, meskipun dalam kondisi yang sulit. Dengan adanya usaha dan sikap bersyukur, remaja di PSA dapat mengatasi berbagai kesulitan dan meraih kebahagiaan dalam hidup mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kebersyukuran memiliki hubungan dengan kebahagiaan pada remaja panti asuhan di Yayasan Daarul Hijrah Kota Cirebon. Metode penelitian ini menggunakan pendeketan kuantitatif dengan jenis korelasional. Populasi yang digunakan remaja Panti Asuhan di Yayasan Daarul Hijrah Kota Cirebon dengan sampel sebanyak 78 subjek. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrumen penelitian ini berupa skala kebahagiaan yang di adaptasi dari Seligman dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,846 dan kebersyukuran yang di adaptasi dari Emmons, McCullough dan Tsang dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,860. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa gambaran kebahagiaan dan kebersyukuran remaja panti asuhan di Yayasan Daarul Hijrah Kota Cirebon secara umum pada kriteria tinggi. Hasil hipotesis dengan menggunakan teknik korelasi Spearman menunujukkan bahwa koefisien korelasi (r) kebahagiaan dengan kebersyukuran remaja panti asuhan sebesar 0,225, dengan nilai signifikansi sebesar 0,047 < 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang positif antara kebersyukuran dengan kebahagiaan remaja Panti Asuhan di Yayasan Daarul Hijrah Kota Cirebon. Artinya, semakin tinggi kebersyukuran remaja panti asuhan maka semakin tinggi kebahagiaan remaja panti asuhan, begitu juga sebaliknya

    HUBUNGAN REGULASI EMOSI DENGAN STRES PENGASUHAN PADA IBU YANG MEMPUNYAI ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI KOTA SEMARANG

    No full text
    Ibu yang mempunyai anak usia sekolah dasar tentunya mempunyai tuntutan dan tekanan tersendiri dalam hal pengasuhan. Tuntutan yang tinggi dan tekanan yang besar dapat menimbulkan terjadinya stress pengasuhan. Stress pengasuhan dapat berdampak pada kondisi tubuh yang mudah lelah, mudah melakukan perilaku maladaptive kepada anak, dan mengakibatkan pengasuhan berjalan tidak efektif. Salah satu factor terjadinya stress pengsuhan yaitu kurangnya kemampuan dalam mengatur emosi. Kemampuan meregulasi emosi dengan baik saat mengasuh anak dapat mengatasi stress pengasuhan dan menekan stress yang sedang dirasakan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan stress pengasuhan pada ibu yang mempunyai anak usia sekolah dasar di kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan korelasional. Alat ukur yang digunakan adalah ERQ (Emotion Regulation Quetioner) untuk mengukur regulasi emosi (α = 0,936) dan PSI-SF (Parenting Stress Index) untuk mengukur stress pengasuhan (α = 0,758). Subjek dalam penelitian ini sebanyak 371 responden dengan latar belakang seorang ibu yang mempunyai anak usia sekolah dasar yang berdomisili di kota Semarang. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan metode non-probability sampling degan teknik accidental sampling. Uji hipotesis menggunakan korelasi rank spearman. Hasil analisis menunjukan nilai koefisien korelasi yang diperoleh sebesar r= -0,172, p-value= < 0.001, lebih kecil dari 0.05 yang berarti terdapat hubungan signifikan bersifat negatif. Bagi ibu saat menjalankan peran pengasuhan diharapkan mampu meregulasi emosi dengan baik agar menghindari terjadinya stres pengasuhan serta mengarahkan pengasuhan berjalan dengan efektif

    PENGEMBANGAN MEDIA KARTU QR-TET TERINTEGRASI AUGMENTED REALITY TOPIK TUMBUHAN PADA PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR

    No full text
    Kurikulum Merdeka menekankan pengembangan kompetensi abad 21, termasuk berpikir kritis dan kreatif, yang penting bagi peserta didik Sekolah Dasar. Namun, implementasi pembelajaran berdiferensiasi untuk mencapai tujuan ini menghadapi berbagai tantangan, seperti kesulitan pemetaan gaya belajar dan potensi munculnya kecemburuan antarpeserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif peserta didik sebagai solusi atas tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD) dengan model ADDIE dan melibatkan 48 peserta didik kelas IV SDN Kejambon 3 dan 10 Kota Tegal sebagai subjek penelitian. Sebagai solusi pembelajaran, dikembangkan media Kartu QR-Tet terintegrasi augmented reality untuk materi bagian-bagian dan fungsi tumbuhan. Media ini menggabungkan konsep permainan kartu kwartet dengan teknologi augmented reality dalam bentuk kartu berukuran 12 x 8 cm yang dilengkapi dengan QR code. Hasil validasi oleh lima ahli menunjukkan kelayakan media dan materi dengan skor V-hitung 0,94 (V-tabel 0,87) dengan kategori Valid dan percentage of agreement 89,58-93,65% (Sangat Layak). Pada uji coba skala kecil yang melibatkan delapan peserta didik, media ini memperoleh respon sangat positif (92,50%). Implementasi media terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan N-Gain sebesar 0,56 (meliputi peningkatan kemampuan interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi dan penjelasan) dan keterampilan berpikir kreatif dengan N-Gain sebesar 0,61 (mencakup peningkatan aspek fluency, flexibility, originality, dan elaboration). Respon guru terhadap media pembelajaran ini juga sangat positif dengan skor rata-rata 92% untuk aspek materi, penyajian, dan bahasa. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Kartu QR-Tet terintegrasi augmented reality sangat layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPAS di tingkat sekolah dasar

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇