Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    PREFERENSI PEREMPUAN DESA NYAMUK KARIMUNJAWA DALAM PILIHAN CALON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN PADA PEMILU 2024

    No full text
    Pemilihan Umum (Pemilu) yang sudah terlaksana di tahun 2024 akan menjadi momen penting dalam menentukan arah politik negara lima tahun ke depan. Selain itu, preferensi politik perempuan tingkat lokal salah satunya di Desa Nyamuk, Kecamatan Karimunjawa memilik pengaruh signifikan terhadap hasil akhir pemilu presiden dan wakil presiden. Dengan mempelajari isu-isu penting atau faktor-faktor yang menjadi pengaruh pemilih di wilayah terpencil, dalam konteks yang lebih luas, penelitian ini dapat ikut berkotribusi dalam literatur tentang dinamika politik di wilayah terpencil dan membantu mencari faktor-faktor apa yang bisa memberikan kualitas demokrasi di daerah tersebut menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan preferensi perempuan Desa Nyamuk Kecamatan Karimunjawa dalam menentukan pilihan presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024 Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di Desa Nyamuk Kecamatan Karimunjawa. Sumber data diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, reduksi data merupakan upaya menyimpulkan data yang sudah diperoleh dari wawancara maupun dokumentasi. Hasil penelitian sebagian besar pemilih Desa Nyamuk percaya bahwa ikut serta dalam pemilihan presiden 2024 adalah hal yang penting. Partisipasi dalam politik dipandang sebagai cara untuk memengaruhi kebijakan pemerintah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa. Narasumber desa Nyamuk mengatakan bahwa Faktor utama yang memengaruhi keputusan mereka adalah karakter calon, termasuk kualitas seperti kejujuran, integritas, dan kemampuan kepemimpinan. Visi misi yang di keluarkan oleh calon juga mempengaruhi sebagian pemilih di desa Nyamuk. Meskipun demikian, beberapa pemilih meragukan janji-janji politik yang di buat oleh para calon. Saran yang di ajukan yaitu ketika mengembangkan visi dan misi para calon sebaiknya lebih fokus pada kebutuhan yang di perlukan di desa tersebut, memastikan janji-janji yang dibuat mereka dapat di capai dan masuk akal, dan pendekatan kampanye yang terjun langsung ke lapangan dapat meningkatkan keterlibatan politik dan masyarakat akan lebihpercaya dan termotivasi

    PERSEPSI MAHASISWA ILMU POLITIK ANGKATAN 2021-2024 UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TERHADAP LAGU “OKE GAS PALING PAS” DALAM KAMPANYE PRABOWO-GIBRAN PADA PEMILIHAN PRESIDEN TAHUN 2024

    No full text
    Penelitian ini mengkaji persepsi mahasiswa Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang angkatan 2021–2024 terhadap penggunaan lagu kampanye pasangan Prabowo–Gibran dalam Pemilu 2024 sebagai bentuk komunikasi politik. Musik dipandang sebagai media yang memiliki kekuatan simbolik dan emosional dalam menyampaikan pesan politik, membentuk citra kandidat, serta memengaruhi opini publik, khususnya di kalangan pemilih muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap dua belas mahasiswa Ilmu Politik dan dianalisis secara sistematis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu “Oke Gas Prabowo Gibran Paling Pas” dipersepsikan sebagai strategi komunikasi politik yang inovatif, menyenangkan, dan mampu menyentuh sisi emosional mahasiswa. Elemen lirik, melodi, dan konteks sosial turut membentuk persepsi mahasiswa terhadap citra pasangan calon. Selain itu, penggunaan media sosial seperti TikTok memperkuat distribusi pesan politik melalui lagu tersebut dan meningkatkan kedekatan dengan generasi muda. Mahasiswa memaknai bahwa musik dalam kampanye politik dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif, tergantung pada pengalaman personal, latar belakang politik, serta konteks penerimaan audiens. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa musik sebagai alat komunikasi politik memiliki daya pengaruh yang kuat dalam membentuk persepsi politik mahasiswa, terutama jika dikemas secara kreatif dan relevan dengan karakteristik audiens. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian komunikasi politik, khususnya dalam memahami peran media kreatif dalam strategi kampanye yang adaptif dan inovatif di era digital

    IMPLEMENTASI METODE DISKUSI DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS IX DI SMP NEGERI 11 SEMARANG

    No full text
    Kurikulum merdeka memberi peluang bagi guru dan peserta didik dalam mendesain pembelajaran yang menarik untuk meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik. Salah satu mata pelajaran yang termuat dalam kurikulum merdeka adalah IPS. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran IPS seringkali menjadi mata pelajaran yang kurang diminati peserta didik karena dianggap monoton, tidak menarik, dan membosankan. Oleh karena itu, diperlukan pemilihan metode pembelajaran yang tepat oleh guru, salah satu metode yang tepat digunakan dalam pembelajaran IPS adalah metode diskusi. Metode diskusi merupakan metode pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, metode diskusi menuntut peserta didik untuk mencapai keterampilan abad 21 sesuai tuntutan kurikulum merdeka. Penelitian berfokus pada: (1) Implementasi metode diskusi dalam kurikulum merdeka pada pembelajaran IPS kelas IX di SMP Negeri 11 Semarang; (2) Faktor pendukung dan penghambat implementasi metode diskusi dalam kurikulum merdeka pada pembelajaran IPS kelas IX di SMP Negeri 11 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Analisis data melalui tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi metode diskusi dalam implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran IPS kelas IX di SMP Negeri 11 Semarang dinilai efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, (2) Implementasi metode diskusi dipengaruhi oleh faktor pendukung seperti kesiapan guru, peserta didik, motivasi, fasilitas kelas, dan penggunaan teknologi yang memadai, dan materi yang relevan. Sedangkan faktor penghambat seperti ketidaksiapan peserta didik, kurangnya keterlibatan aktif peserta didik, dan keterbatasan waktu

    HUBUNGANANTARAAKTIVITASGERAKDANKECUKUPAN GIZITERHADAPKEBUGARANJASMANIANAKKELASATAS SD N 1 CEPEDAK KABUPATEN PURWOREJO

    No full text
    Anak-anak memiliki kemampuan aktivitas gerak dan kecukupan gizi yang beragam.Denganletakgeografis yangberadadidaerahpedesaandanpegunungan membuat mata pencaharianorang tua beraneka ragam, seperti petani,guru,kuli bangunan,perangkatdesa,danlain-lain.Sehinggaparasiswaberangkatkesekolah berjalankaki,bersepedadanadajuga yangdiantar menggunakanmotor.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas gerak dan kecukupan gizi terhadap kebugaran jasmani peserta didik kelas atas di Sekolah Dasar Negeri1 Cepedak. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan jenis metode korelasional. Subjek pada penelitian ini yaitu siswa kelas atas SD Negeri1 Cepedak yang berjumlah 115 peserta didik. Teknik sampling yang digunakan total sampling, dengan kriteria: (1) peserta didik kelas atas di Sekolah Dasar Negeri 1 Cepedak, (2) berusia 10-12 tahun, dan (3) tidak dalam keadaan sakit. Berdasarkan kriteria tersebut yang memenuhi berjumlah 115 peserta didik. Instrumen aktivitas fisik yaitu PAQ-C dengan teknik analisis data menggunakan softwere SPPS versi 29. Penelitian ini memperoleh hasil terdapat hubungan yang signifikan antara aktifitas fisik terhadap kebugaran jasamni dengan nilai r hitung sebesar 0,953 > r tabel(0,05)(113)(0,154). Terdapat hubungan yang signifikan antara status kecukupan gizi terhadap kebugaran jasmani dengan nilai rhitung sebesar 0,943 > r tabel(0,05)(113)(0,154). Terdapat hubungan yang signifikan secara bersama-sama antara aktifitas fisik dan status kecukupab gizi terhadap kebugaran jasmani dengan uji Fdiperoleh Fhitungsebesar 554,987 > Ftebal(0,05)(2:112) (3,08). Simpulan dari hasil penelitian ini bahwa yang signifikan antara aktifitas fisikterhadapkebugaranjasamnidengannilairhitungsebesar0,953>rtabel(0,05)(113)(0,154 ). signifikan antara status kecukupan gizi terhadap kebugaran jasmani dengannilairhitungsebesar0,943>rtabel(0,05)(113)(0,154).Terdapathubunganyang signifikan secara bersama-sama antara aktifitas fisik dan status kecukupab gizi terhadap kebugaran jasmani dengan uji F diperoleh Fhitungsebesar 554,987 > Ftebal(0,05)(2:112) (3,08). Berdasarkan kesimpulan penelitian di atas, saran yangdapat disampaikan yaitu: Bagi peserta didik yang memiliki kebugaran jasmani rendah diharapkan untuk meningkatkan aktivitas jasmaninya, karena aktivitas jasmani banyak manfaat untuk kesehatan. Dapat dilakukan penelitian dengan menambah variabel bebas lain, sehingga variabel yang mempengaruhikebugaran jasmani dapat teridentifikasi lebih banyak lagi.Guru PJOK bersama orangtua dapat menghimbau anak didiknya untuk meningkatkan kebugaran jasmaninya yaitu dengan melakukan aktivitas fisik

    PEMODELANPREDIKSICURAHHUJANMENGGUNAKAN METODEINTEGRASIRFGANDANLONGSHORT-TERM MEMORY

    No full text
    Curah hujan merupakan faktor iklim penting bagi berbagai sektor, seperti pertanian, manajemen sumber daya air, dan mitigasi bencana. Pengembangan model prediksi curah hujan yang akurat menjadi kebutuhan mendesak untuk perencanaan sumber daya air dan mitigasi bencana di Kota Semarang. Salah satu tantangan utama dalam pengembangan model ini adalah keterbatasan data historis yang lengkap. Rainfall Generative Adversarial Network (RfGAN) adalah varian khusus dari Generative Adversarial Networks (GAN) yang dirancang untuk menghasilkan data curah hujan sintetis. RfGAN bekerja dengan melatih dua jaringan neural, yaitu generator dan diskriminator. generator menghasilkan data curah hujan sintetis. discriminator membedakan antara data nyata dan sintetis. Integrasi RfGAN dengan Long Short-Term Memory (LSTM) menggabungkan kekuatan augmentasi data dengan kemampuan pemrosesan sekuensial yang kuat. LSTM memiliki kemampuan dalam memahami dan memprediksi pola temporal dari data deret waktu, yang memungkinkan model untuk menangkap dependensi jangka panjang dalam pola curah hujan. Dengan memanfaatkan data sintetis RfGAN, LSTM dapat dilatih dengan lebih baik untuk meningkatkan akurasi prediksi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi curah hujan yang akurat untuk Kota Semarang dengan mengintegrasikan RfGAN dan LSTM. Data yang digunakan adalah data curah hujan bulanan dari BMKG Semarang periode 2010-2023. Metodologi penelitian meliputi pengumpulan data, preprocessing, pengembangan model RfGAN untuk augmentasi data, pengembangan model LSTM, integrasi kedua model, serta evaluasi performa menggunakan metrik evaluasi MAE, RMSE, MAPE dan R². Hasil penelitian menunjukkan bahwa model integrasi RfGAN dan LSTM memberikan performa terbaik dilihat dari metrik evaluasi Mean Absolute Error (MAE) sebesar 0.6731, Root Mean Squared Error (RMSE) sebesar 1.5543, Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 4.2002 dan R-squared Score (R²) sebesar 0.9874. Meskipun nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) pada model lain ada yang lebih kecil, namun metode integrasi Rainfall Generative Adversarial Network (RfGAN) dan Long Short-Term Memory (LSTM) tetap menunjukkan performa yang sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa model prediksi curah hujan yang dihasilkan lebih akurat dibandingkan model lainnya sehingga model ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan dalam perencanaan sumber daya air dan mitigasi bencana di Kota Semaran

    KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR PADA PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN RME BERBANTUAN GEOGEBRA

    No full text
    Kemampuan koneksi matematis pada pembelajaran matematika sangat diperlukan karena permasalahan yang ada dalam kehidupan sehari-hari tidak terlepas dari matematika. Namun, faktanya kemampuan koneksi matematis siswa masih belum optimal. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis adalah menerapkan model Problem Based Learning dengan pendekatan RME berbantuan GeoGebra. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji bahwa model Problem Based Learning dengan pendekatan RME berbantuan GeoGebra efektif terhadap kemampuan koneksi matematis siswa dan (2) mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa ditinjau dari motivasi belajar pada Problem Based Learning dengan pendekatan RME berbantuan GeoGebra. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Muntilan semester genap tahun pelajaran 2024/2025. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII E sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII G sebagai kelas kontrol. Subjek penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling sehingga terpilih 6 orang terdiri dari 2 siswa pada setiap kategori motivasi belajar tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, angket, dan wawancara. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan uji ketuntasan berdasarkan rata-rata dan proporsi, uji perbedaan berdasarkan rata-rata dan proporsi, uji peningkatan, dan uj

    KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS PESERTA DIDIK DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR MELALUI MODEL CHALLENGE BASED LEARNING BERBANTUAN E-LKPD

    No full text
    Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan salah satu kemampuan penting di abad ke-21 yang harus dimiliki oleh peserta didik. Salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan berpikir kritis matematis adalah motivasi belajar. Selain itu, penerapan model pembelajaran di kelas juga berperan penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik ditinjau dari motivasi belajar melalui model Challenge Based Learning berbantuan E-LKPD pada materi bentuk aljabar untuk peserta didik kelas VII di SMP Negeri 41 Semarang. Penelitian ini menggunakan mixed method dengan model sequential explanatory dan desain pretest-posttest control design. Populasi penelitian yaitu semua kelas VII SMP Negeri 41 Semarang tahun ajaran 2024/2025 yaitu kelas VII A sampai VII H. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan peserta didik kelas VII A sebagai kelas kontrol dengan teknik simple random sampling. Penentuan subjek dalam penelitian menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kategori motivasi belajar. Data penelitian diperoleh dari hasil posttest, angket, dan wawancara. Analisis data kuantitatif dengan uji rata-rata, proporsi, dan peningkatan. Analisis data kualitatif dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Challenge Based Learning berbantuan E-LKPD efektif terhadap kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik. Kriteria efektif meliputi (1) rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik dengan model Challenge Based Learning berbantuan E-LKPD mencapai BTA; (2) proporsi peserta didik dengan model Challenge Based Learning berbantuan E-LKPD mencapai lebih dari 75%; (3) rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik dengan model Challenge Based Learning berbantuan E-LKPD lebih dari kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik dengan model Problem Based Learning: (4) proporsi kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik yang mencapai BTA dengan model Challenge Based Learning berbantuan E-LKPD lebih dari proporsi peserta didik dengan model Problem Based Learning; dan (5) adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik setelah penerapan model Challenge Based Learning berbantuan E-LKPD.Selain itu, diperoleh deskripsi subjek dengan motivasi belajar tinggi memenuhi indikator kemampuan berpikir kritis matematis yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Subjek dengan motivasi belajar sedang memenuhi indikator kemampuan berpikir kritis matematis yaitu interpretasi dan analisis. Subjek dengan motivasi belajar rendah memenuhi indikator kemampuan berpikir kritis matematis yaitu analisis

    PERBANDINGAN PUTUSAN NOMOR 5190 K/PID.SUS/2023 DENGAN PUTUSAN NOMOR 66/PID.SUS-TPK/2021 PN JAKARTA PUSAT TENTANG PENERAPAN SANKSI PIDANA TAMBAHAN UANG PENGGANTI DALAM PENGEMBALIAN KEUANGAN NEGARA

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakkonsistenan hakim dalam menjatuhkan pidana tambahan uang pengganti dalam perkara tindak pidana korupsi. Ketentuan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 memberikan dasar normatif bagi hakim untuk menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti guna memulihkan kerugian negara. Namun, dalam praktiknya, terdapat disparitas antara putusan yang serupa, salah satunya pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 5190 K/Pid.Sus/2023 dan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 66/Pid.Sus-TPK/2021. Penelitian ini merumuskan dua masalah, yaitu: bagaimana pedoman pemidanaan bagi hakim dalam menjatuhi pidana tambahan uang pengganti?, serta bagaimana perbandingan antara Putusan Nomor 5190 K/Pid.Sus/2023 dan Putusan Nomor 66/Pid.Sus-TPK/2021 PN Jakarta Pusat dalam penerapan sanksi pidana tambahan uang pengganti. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, serta dianalisis secara kualitatif berdasarkan teori pemidanaan dan teori putusan hakim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedoman pemidanaan pidana tambahan uang pengganti diatur dalam Pasal 18 Undang-Undang Tipikor dan PERMA No. 5 Tahun 2014, namun masih bersifat umum dan memberikan ruang diskresi luas kepada hakim, sehingga berpotensi menimbulkan disparitas putusan. Putusan Mahkamah Agung Nomor 5190 K/Pid.Sus/2023 menunjukkan pendekatan legal-formalistik yang berorientasi pada pembuktian normatif, sedangkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 66/Pid.Sus-TPK/2021 menerapkan pendekatan progresif dengan menitikberatkan pada pemulihan keuangan negara. Berdasarkan analisis, pendekatan substantif atau realistis-progresif dalam menjatuhkan pidana tambahan uang pengganti yang dinilai lebih relevan dengan tujuan pemberantasan korupsi dan perlindungan keuangan negara

    ISOLASI DAN KARAKTERISASI SELULOSA TONGKOL JAGUNG SEBAGAI BAHAN BIOPLASTIK ANTIBAKTERI DENGAN PENAMBAHAN MINYAK SERAI WANGI

    No full text
    Limbah tongkol jagung yang melimpah dapat dimanfaatkan sebagai sumber selulosa untuk pembuatan bioplastik, sebagai alternatif ramah lingkungan terhadap limbah sintetis yang sulit terurai. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi selulosa dari tongkol jagung jenis Bisi 18 dan mengembangkan bioplastik dengan menambahkan kitosan dan minyak serai wangi. Metode yang digunakan meliputi pre-treatment tongkol jagung dengan uji lignoselulosa, diikuti oleh proses isolasi yang mencakup hidrolisis, delignifikasi menggunakan NaOH dengan variasi konsentrasi 10% dan 25%, serta bleaching. Bioplastik dibuat dengan metode soluting casting, dan karakterisasi dilakukan untuk menentukan gugus fungsi selulosa serta membandingkannya dengan selulosa komersial. Hasil isolasi menunjukkan rendemen tinggi, dengan hasil terbaik pada konsentrasi NaOH 10% sebesar 95,53%. Karakterisasi FT-IR mengungkapkan keberadaan gugus-gugus khas selulosa, seperti -OH, C-H, C-O, dan C – O – C yang menunjukkan kemiripan dengan selulosa komersial. Bioplastik yang dihasilkan menunjukkan peningkatan daya serap air seiring dengan peningkatan konsentrasi selulosa, dengan waktu biodegradasi bervariasi antara 4-10 hari. Kuat tarik tertinggi dicapai pada konsentrasi selulosa 3% sebesar 0,728 MPa, dengan nilai elongasi tertinggi pada 2% selulosa sebesar 106% dan modulus elastisitas tertinggi pada konsentrasi 2% selulosa sebesar 3,36 Mpa. Bioplastik berbahan dasar selulosa dan kitosan dengan penambahan minyak serai wangi yang dapat meningkatkan sifat antibakteri bioplastik, dengan zona hambat yang tergolong sedang terhadap Staphylococcus aureus (5 mm) dan zona hambat yang lemah terhadap Escherichia coli (4,25 mm)

    KREATIVITAS GURU DALAM MEMANFAATKAN MEDIA PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 2 PRINGAPUS

    No full text
    Pendidikan menuntut guru untuk kreatif dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan efektif. Dalam pembelajaran IPS, media pembelajaran sangat penting untuk mengatasi materi yang abstrak dan meningkatkan minat belajar siswa. Namun, banyak guru belum memanfaatkannya secara optimal karena keterbatasan waktu, kemampuan teknis, dan persepsi bahwa media kurang efektif. Di SMP Negeri 2 Pringapus, meskipun sarana memadai, penggunaan media pembelajaran IPS oleh guru masih terbatas. Oleh karena itu, penting untuk meneliti kreativitas guru dalam memanfaatkan media serta kendala yang mereka hadapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kreativitas guru dalam memanfaatkan media pembelajaran IPS serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi di SMP Negeri 2 Pringapus. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru IPS di SMP Negeri 2 Pringapus telah memanfaatkan berbagai media pembelajaran, seperti gambar, video, lingkungan sekitar, hingga permainan edukatif seperti ular tangga untuk meningkatkan minat belajar peserta didik. Meskipun belum menciptakan media baru secara mandiri, guru telah berupaya mengembangkan pembelajaran yang menarik dan interaktif. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, kemampuan penguasaan teknologi, serta sarana prasarana yang belum memadai. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut antara lain dengan mengikuti pelatihan dan memanfaatkan media sederhana yang mudah dijangkau. Kreativitas guru terbukti menjadi faktor pentin

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇