Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PBL BERBANTUAN MIT APP INVENTOR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATERI BILANGAN PECAHAN
selaras dengan perubahan yang ada. Pendidikan abad 21 berorientasi pada kegiatan yang
bertujuan untuk mengasah keterampilan pokok yang disebut dengan 21st Century Skills.
Salah satu keterampilan dari kecakapan abad 21 adalah pemecahan masalah. Hasil
observasi dan wawancara di SDN Kutowinangun 01 menunjukkan bahwa kelas V
memiliki kemampuan pemecahan masalah yang rendah di materi bilangan pecahan.
Siswa belum bisa menyelesaikan soal dengan indikator pemecahan masalah secara
maksimal ditambah dengan bahan ajar yang digunakan merupakan bahan ajar cetak,
penggunaan media pembelajaran konvensional, dan belum menggunakan model
pembelajaran PBL dalam implementasinya. Diperlukan pengembangan media
pembelajaran dengan model PBL untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah
siswa pada materi bilangan pecahan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui desain
pengembangan media, menganalisis kelayakan produk dan Menganalisis keefektifan
media dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penilitian ini
merupakan penelitian pengembangan (R&D) dengan model pengembangan ADDIE dan
desain uji coba Two Group, pretest-posttest design. Kelas yang dipilih sebagai kelas
eksperimen dan kontrol ditentukan melalui analisis homogenitas sehingga ditentukan
kelas VB sebagai kelas eksperimen dan VA sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa desain pengembangan media pembelajaran dimulai dengan analyze,
design, development, dan implementation. Media pembelajaran berbasis Android yang
dikembangkan memperoleh skor presentase rata-rata kelayakan dari aspek materi sebesar
93,73% dengan kategori sangat layak, aspek bahasa dengan skor rata-rata sebesar 86%
dengan kategori sangat layak dan aspek media dengen presentase skor rata-rata sebesar
86,66% dengan kategori sangat layak. Skor rata-rata keterbacaan media pembelajaran
berbasis Android oleh siswa memperoleh skor rata-rata sebesar 81,04% dengan kategori
layak. Media pembelajaran berbasis Android efektif dalam meningkatkan kemampuan
pemecahan masalah siswa pada materi bilangan pecahan dilihat dari perbedaan nilai
pretest-posttest kelas eksperimen dan kelas kontol yang signifikan dengan nilai N-Gain
kelas eksperimen sebesar 0,42 dengan kategori sedang dan nilai N-Gain kelas kontol
sebesar 0,20 dengan kategori rendah
EFEK MEDIASI GREEN KNOWLEDGE SHARING DAN ENVIRONMENTAL KNOWLEDGE DALAM ENVIRONMENTAL TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR FOR THE ENVIRONMENT
Permasalahan lingkungan global yang semakin meningkat akibat aktivitas industri,
ekonomi, dan perdagangan telah mendorong perhatian terhadap tanggung jawab
perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Organizational Citizenship
Behavior for the Environment (OCBE), yang mencakup tindakan sukarela
karyawan di luar deskripsi pekerjaan formal, telah diakui sebagai faktor penting
dalam meningkatkan performa ramah lingkungan perusahaan. Penelitian
sebelumnya menunjukkan bahwa Environmentally Specific Transformational
Leadership (ETFL) dapat mendorong perilaku OCBE, tetapi mekanisme hubungan
tersebut masih belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap
hubungan ETFL dengan OCBE, dan mengeksplorasi peran mediasi dari Green
Knowledge Sharing (GKS) dan Environmental Knowledge (EK) di dalam
hubungan tersebut. Penelitian ini mengeksplorasi mekanisme di balik hubungan
antara ETFL dan OCBE dalam konteks Indonesia. Data penelitian didapat
berdasarkan teknik purposive sampling dengan subjek karyawan yang bekerja di
satu organisasi/perusahaan negeri ataupun swasta selama minimal 6 bulan, di mana
didapatkan sebanyak 200 responden. Penelitian ini menemukan korelasi positif dan
signifikan antara ETFL dan OCBE, mendukung hipotesis bahwa gaya
kepemimpinan transformasional mendorong perilaku ramah lingkungan. Lebih
lanjut, GKS ditemukan memediasi sebagian hubungan antara ETFL dan OCBE,
menunjukkan bahwa berbagi pengetahuan lingkungan di antara karyawan
memperkuat hubungan antara gaya kepemimpinan dan perilaku pro-lingkungan.
EK ditemukan tidak berkorelasi langsung dengan OCBE atau memediasi hubungan
antara ETFL dan OCBE. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur
dengan menyoroti pentingnya peran kepemimpinan dan mekanisme berbagi
pengetahuan dalam membentuk OCBE. Penelitian ini juga memberikan implikasi
praktis bagi perusahaan untuk mengintegrasikan gaya kepemimpinan ramah
lingkungan dan lingkungan kerja kolaboratif dalam rangka mencapai tujuan
keberlanjutan organisasi
“STRATEGI GURU IPS DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI SMP NEGERI 18 KOTA SEMARANG”
Tonggak awal pencegahan tindakan korupsi dapat ditanamkan pendidikan
anti korupsi melalui lembaga pendidikan. Salah satunya yaitu dengan cara
melaksanakan pendidikan anti korupsi ke dalam pembelajaran IPS. Orientasi dalam
pembelajaran IPS terhadap karakter anti korupsi dapat mambantu peserta didik
dalam pemahaman nilai-nilai pencegahan korupsi . Penelitian ini bertujuan untuk :
1) mengetahui pelaksanaan pendidikan anti korupsi di SMP Negeri 18 Semarang,
2) mengetahui strategi guru IPS dalam pelaksaanaan pendidikan anti korupsi
melalui pembelajaran IPS di SMP Negeri 18 Semarang 3) mengidentifikasi faktor
pendukung dan faktor penghambat pelaksanaan pendidikan anti korupsi melalui
melalui pembelajaran IPS di SMP Negeri 18 Semarang. Penelitian ini adalah jenis
penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subyek penelitian ini adalah
Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, Pihak Penanggung Jawab Program “Sekolah
Jujur Sekolah Saya”, Guru IPS Kelas VII, VIII, dan IX, serta sebagian peserta didik
SMP Negeri 18 Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teori
dan triangulasi teknik. Tenik analisis data yang digunakan adalah reduksi data,
penyajian data, dan penarikan Kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan Pendidikan anti
korupsi di SMP Negeri 18 Semarang, (a) pelaksanaan program “Sekolah Jujur
Sekolah Saya” : 4 program di sekolah yaitu Pos Korang 18 (pos kehilangan atau
temuan barang dan uang), TSDB 18 (tertib sholat dzuhur berjamaah), TMS 18
(tertib masuk sekolah), dan TINJU 18 (kantin kejujuran), (b) Nilai-nilai Pendidikan
anti korupsi yang ditanamkan melalui peserta didik diantaranya karakter jujur,
peduli, tanggung jawab, kerja keras, mandiri, disiplin, sederhana, berani dan adil.
2) Strategi guru IPS dalam pelaksanaan Pendidikan anti korupsi melalui
pembelajaran IPS di SMP Negeri 18 Semarang, (a) pelaksanaan Pendidikan anti
korupsi yang diintegrasikan melalui materi pembelajaran IPS, (b) perencanaan, (c)
proses, dan (d) evaluasi atau penilaian dalam pembelajaran. 3) Faktor pendukung
dan faktor penghambat pelaksanaan pendidikan anti korupsi melalui pembelajaran
IPS di SMP Negeri 18 Semarang, (a) faktor pendukung : adanya partisipasi dan
dukungan dari pihak sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung,
(b) faktor penghambat : kurangnya pemahaman peserta didik mengenai pendidikan
anti korupsi, kurangnya sarana buku dan materi IPS mengenai pendidikan anti
korupsi masih terbatas, kurangnya pelatihan atau seminar keikutsertaan guru IPS
dalam pelaksanaan pendidikan anti korupsi, belum adanya panduan sumber atau
modul ajar mengenai pendidikan anti korupsi dalam pembelajaran IPS, kurangnya
strategi guru IPS dalam menanamkan semua nilai-nilai pendidikan anti korupsi
melalui pembelajaran IPS secara optimal
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi pada Karyawan Aktif di Jawa Tengah)
Sumber daya manusia merupakan elemen krusial dalam mencapai
kesuksesan perusahaan, karena perannya yang signifikan dalam memenuhi target
organisasi. Oleh sebab itu, perusahaan perlu memperhatikan faktor-faktor yang
mendukung kinerja karyawan, termasuk kesejahteraan psikologis, kepuasan kerja,
dan motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh lingkungan kerja
dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan dengan motivasi kerja sebagai
variabel intervening, yang difokuskan pada karyawan aktif di wilayah Jawa
Tengah.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis Structural
Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS) melalui program SmartPLS
versi 3.0 dalam pengolahan data. Populasi dalam penelitian ini karyawan aktif di
Jawa Tengah. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 177 responden menggunakan
teknik nonprobability sampling.
Hasil pengujian langsung menunjukkan bahwa lingkungan kerja tidak
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Kepuasan kerja memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Lingkungan kerja
berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Kepuasan kerja yang
berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. Motivasi kerja berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Sedangkan, pengujian tidak langsung
menunjukan motivasi kerja dapat memediasi pengaruh lingkungan kerja dan
kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan secara signifikan.
Penelitian ini menyoroti pentingnya motivasi kerja sebagai penghubung
dalam meningkatkan kinerja karyawan, khususnya dengan dukungan lingkungan
kerja dan kepuasan kerja yang baik. Hasil ini memberikan implikasi bagi
perusahaan untuk memprioritaskan upaya dalam memperbaiki lingkungan kerja
dan meningkatkan kepuasan kerja karyawan agar dapat mendukung motivasi dan
kinerja optimal
PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC DAN KELENTUKAN OTOT TUNGKAI TERHADAP TENDANGAN DOLLYO CHAGI PADA ATLET TAEKWONDO GLADIATOR SEMARANG
Latar belakang penelitian yakni masih kurang baiknya teknik tendangan
dollyo chagi pada atlet taekwondo Gladiator Semarang. Permasalahan penelitian
yakni kemampuan tendangan dollyo chagi pada atlet taekwondo Gladiator
Semarang masih belum baik sehingga masih kurang optimal dalam pertandingan.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh latihan plyometric dan
kelentukan otot tungkai terhadap kecepatan tendangan dollyo chagi pada atlet
taekwondo Gladiator Semarang.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial
2x2. Populasi dalam penelitian ini adalah 40 atlet taekwondo Gladiator Semarang.
Sampel penelitian ini 32 atlet yang diambil dengan teknik purposive sampling
dengan menetapkan kriteria tertentu (kelentukan). Pembagian sampel pada
penelitian ini yaitu 4 kelompok dengan 8 atlet dalam satu kelompok. Instrumen
dalam penelitian ini menggunakan kelentukan tungkai (slide split) dan tes
kecepatan tendangan dollyo chagi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan
uji ANAVA (two way) yang dilanjutkan dengan uji Turkey.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil 1) Terdapat perbedaan
pengaruh yang signifikan pada metode latihan single leg hurdle hop dengan mean
16, 125 (lebih baik) dari single leg bounding. 2) Terdapat perbedaan pengaruh
kelentukan otot tungkai tinggi dengan presentase 0,000 < 0,05. 3) Terdapat interaksi
yang signifikan antara metode latihan plyometric dan kelentukan otot tungkai
terhadap kecepatan tendangan.
Kesimpulannya bahwa latihan plyometric single leg hurdle hop dan single
leg bounding dapat secara signifikan meningkatkan performa tendangan dollyo
chagi, terutama jika disesuaikan dengan tingkat kelentukan otot tungkai atlet.
Implementasi kedua metode ini direkomendasikan dalam program latihan, dengan
intensitas dan variasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik atlet
DESAIN REAKTOR FIXED BED MULTITUBE PADA PRARANCANGAN PABRIK ETIL KLORIDA DARI ETANOL DAN ASAM KLORIDA ANHIDRAT DENGAN PROSES HIDROKLORINASI ETANOL KAPASITAS 12.000 TON PER TAHUN
Sebagai salah satu negara berkembang, Indonesia terus memperkuat sektor
industri keinginan untuk mengurangi ketergantungan impor bahan kimia sekaligus
meningkatkan nilai tambah dari sumber daya yang dimiliki. Salah satu bahan yang
masih diimpor dan sangat dibutuhkan adalah etil klorida (C₂H₅Cl) yang dalam
polimer, farmasi, dan juga sebagai pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan etil klorida dengan mereaksikan etanol dan asam klorida melalui
hidroklorinasi dengan alumina sebagai katalis melalui desain reaktor fixed bed
multitube. Perhitungan dimensi reaktor mencakup tube dan shell, spesifikasi
pendingin, waktu tinggal, pressure drop, dan juga koefisien perpindahan panas.
Desain reaktor yang dihasilkan dari perhitungan dan simulasi pada software
MATLAB adalah 215 tube, bed katalis setinggi 1,9 meter, pada suhu 325°C, 6 bar,
dan gas mempunyai waktu tinggal 1,26-det. Pada nilai pressure drop 0,0128 atm,
aliran di dalam reaktor masih aman. Bentuk desain yang dihasilkan dengan alumina
dan pendingin dowtherm A serta reaktor dari stainless steel SA-240 tipe 304,
menunjukkan layak dan efisien untuk digunakan pada industri menengah.
Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan pabrik etil klorida
yang mandiri dan berkelanjutan untuk Indonesia
Peran Kader Posyandu dalam Upaya Penyuluhan Pencegahan Stunting di Desa Nglungger Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora
Proyek ini dilatar belakangi oleh hadirnya peran kader posyandu yang sangat vital dalam mengoptimalkan fungsi posyandu. Mereka tidak hanya menjembatani komunikasi antara masyarakat dan tenaga kesehatan, tetapi juga membantu memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat terkait kesehatan balita. Keberhasilan kader dalam meningkatkan motivasi ibu balita untuk aktif datang ke posyandu terbukti dapat memengaruhi status gizi balita melalui pemantauan tumbuh kembang yang berkelanjutan. Penulisan book chapter ini bertujuan untuk menuliskan kontribusi peran kader posyandu dalam upaya penurunan stunting. Hasil kontribusi peran kader posyandu mampu memberikan peningkatan motivasi ibu untuk mengikuti kegiatan posyandu. Keberhasilan motivasi ini secara langsung memengaruhi status gizi balita, yang pada akhirnya berkontribusi pada penurunan angka stunting. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran kader posyandu sangat bagus. Penulis berkontribusi secara langsung untuk memberikan penyuluhan kepada ibu balita untuk memberikan pemahaman gaya hidup bersih dan sehat. Penyuluhan yang diberikan penulis secara langsung kepada ibu balita di Desa Nglungger telah menunjukkan peningkatan kemampuan dalam pemahaman mereka mengenai praktik gaya hidup bersih dan sehat. Melalui sesi interaktif dan materi yang mudah dipahami, ibu-ibu kini lebih menyadari pentingnya kebersihan diri dan lingkungan, serta nutrisi yang tepat untuk tumbuh kembang optimal anak
PROSES PEMBUATAN DAN NILAI ESTETIS PATUNG JERAMI PADA FESTIVAL BUDAYA DI DESA BANJAREJO GROBOGAN
Seni Jerami pada Festival Budaya di Desa Banjarejo Grobogan merupakan salah satu warisan budaya nenek moyang. Festival seni jerami merupakan salah satu pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam pemanfaatan jerami hasil panen padi masyarakat sekitar. Festival tersebut dilakukan setiap untuk mengekspresikan gagasannya melalui karya seni patung jerami. Kegiatan ini sudah berlangsung sebanyak tiga kali dalam tiga tahun terakhir dan selalu mendapatkan respon luar biasa dari masyarakat luas. Festival jerami telah menampilkan berbagai macam karya seni patung jerami hasil kreasi masyarakat. Penulis termotivasi untuk melaksanakan penelitian dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan proses pembuatan patung jerami di Desa Wisata Banjarejo Grobogan. Serta, mendeskripsikan dan menganalisis nilai estetis patung jerami di Desa Wisata Banjarejo Grobogan. Metode Penelitian yang digunakan adalah teknik pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melibatkan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian (1) Proses pembuatan karya seni jerami dalam Festival Budaya di Desa Banjarejo dilakukan melalui beberapa tahapan yang bersifat kolaboratif dan partisipatif antara masyarakat desa, (2) Nilai estetis yang terkandung di dalam karya seni jerami dapat dilihat dari unsur-unsur yang ditampilkan dan diorganisasikan secara seimbang, serasi sesuai dengan prinsip-prinsip desain
FOTOGRAFI PRODUK BATIK SHIBORI SEBAGAI MEDIA PROMOSI PADA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM UMKM ONNELIX HANDMADE SRAGEN
Perkembangan digital memudahkan masyarakat dan membuka peluang baru, termasuk bagi UMKM. Media sosial seperti Instagram mengubah cara bisnis berjalan, dengan keunggulan visual yang menarik perhatian. UMKM Onnelix Handmade, yang memproduksi batik Shibori di Karangmalang, Sragen, memanfaatkan Instagram untuk menampilkan produk berupa kain, tas, topi, dan pakaian. Melalui fitur feeds di Instagram, pihak UMKM membagikan foto dan video produk. Oleh karena itu, fotografi berkualitas tinggi sangat penting agar motif, warna, dan tekstur batik terlihat menarik dan memikat audiens. Proyek studi ini bertujuan menghasilkan fotografi produk sebagai media promosi batik Shibori milik UMKM Onnelix Handmade Sragen di Instagram. Prosesnya meliputi tiga tahap: pra-produksi (pengumpulan data, penentuan konsep, persiapan studio), produksi (pengambilan, seleksi, dan penyuntingan foto), serta pasca-produksi (konsultasi, unggah foto, pra pameran, dan pameran). Hasil akhir berupa 24 foto dengan konsep simple, etnik, dan kekinian, menggunakan teknik fotografi still life, dan fotografi fesyen. Pengamatan pada akun Instagram UMKM Onnelix Handmade menunjukkan respons positif dari pengguna, terlihat dari jumlah suka 15–135 dan beberapa komentar positif. Selain promosi daring, karya juga dipamerkan secara langsung dalam pameran proyek studi yang dihadiri oleh dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA FILM TERHADAP KETERAMPILAN ANALISIS DAN SINTESIS DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI SISWA SMAN 4 KOTA TEGAL
Model pembelajaran menjadi pedoman untuk mencapai tujuan belajar.
Pendidikan di abad ke-21 ini menekankan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi,
pemecahan masalah dan literasi digital untuk menjawab tantangan di berbagai
bidang. Salah satu tantangan di bidang sosial ekonomi adalah isu mengenai
kebencanaan di berbagai daerah, dimana pendidikan menjadi salah satu jembatan
untuk memberikan edukasi kebencanaan kepada pelajar. Seringkali ditemukan
rancangan model pembelajaran yang tidak diintegrasikan dengan media
pembelajaran, sehingga dikhawatirkan kurang memberikan pengalaman belajar
yang konkret dan dekat dengan lingkungan siswa. Oleh karena itu, melalui
penelitian ini akan mengetahui pengaruh model problem based learning berbantuan
media film terhadap keterampilan analisis dan sintesis siswa pada materi Mitigasi
dan Kesiapsiagaan Bencana.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen quasi non-equivalent control
group pretest and posttest. Populasi penelitian ini adalah siswa Kelas 11-4 dan 11-
5 SMAN 4 Kota Tegal dan sampel dipilih dengan teknik sampling jenuh, yakni
seluruh anggota populasi menjadi sampel penelitian. Jumlah seluruh siswa yang
menjadi sampel penelitian sebanyak 60 siswa. Data dalam penelitian ini
menggunakan data primer hasil observasi, tes dan dokumentasi. Metode analisis
data pada penelitian ini adalah analisis regresi linear sederhana guna melihat
pengaruh perlakuaan dan paired samples t-test guna membandingkan nilai kelas
eksperimen dan kelas kontrol. Alat bantu analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah SPPS 26 for Windows.
Peneliti memberikan treatment pembelajaran problem based learning di kelas
eksperimen dan pembelajaran group investigation di kelas kontrol. Penelitian ini
membandingkan hasil pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas control guna
melihat pengaruh terhadap keterampilan analisis dan sintesis siswa. Nilai rata-rata
tes siswa eksperimen dari yang semula 61 naik menjadi 80. Selain itu, nilai
signifikansi 0,000 < 0,05 dan effect size dari perlakuan adalah 1,2 yang
menunjukkan adanya pengaruh dari perlakuan dalam penelitian ini. Hasil tersebut
menunjukkan perlakuan model pembelajaran problem based learning berbantuan
media film berpengaruh terhadap keterampilan analisis dan sintesis siswa kelas 11
di SMAN 4 Kota Tegal.
Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, saran untuk guru agar dapat
memberikan tugas yang lebih kompleks dan evaluasi berkelanjutan. Sementara
untuk siswa disarankan agar membuat mind map dan lebih menghidupkan suasana
diskusi. Sekolah diharapkan tetap memlihara fasilitas pendukung pembelajaran
abad-21. Peneliti lain disarankan untuk mengembangkan modul khusus dan
meningkatkan metode evaluasi yang berfokus pada indikator yang masih rendah