Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    NANOPARTIKEL CARBON DOTS DARI EKSTRAK DAUN PEPAYA SEBAGAI BAHAN FOTOPROTEKSI SINAR ULTRAVIOLET

    No full text
    Sinar UV telah diketahui sebagai salah satu faktor utama penyebab kerusakan kulit. Penggunaan bahan fotoproteksi mampu melindungi kulit dan mengurangi dampak buruk dari paparan sinar UV. Bahan aktif yang umumnya digunakan dalam bahan fotoproteksi adalah TiO2 dan ZnO. Kedua bahan tersebut memberikan perlindungan yang efektif melalui mekanisme penyerapan, pemantulan, dan penyebaran sinar UV. Namun, reaksi fotokatalitik pada bahan tersebut menghasilkan oksigen reaktif yang berpotensi merusak sel kulit. Transparansi yang sangat rendah pada bahan menyebabkan manfaat dari sinar matahari tidak dapat diterima oleh kulit. Penelitian ini berfokus pada pembuatan nanopartikel CDs dari ekstrak daun pepaya dan digunakan sebagai bahan fotoproteksi sinar UV. CDs dihasilkan dari iradiasi gelombang mikro pada larutan campuran ekstrak daun pepaya dan urea. Perpendaran larutan campuran hasil iradiasi gelombang mikro menunjukkan terbentuknya nanopartikel CDs. CDs yang terbentuk memiliki rentang spektrum serapan pada panjang gelombang 200-463 nm. Intensitas optimum dari spektrum serapan CDs diperoleh pada waktu iradiasi selama 15 menit. Pada waktu iradiasi ini, intensitas dari spektrum emisi CDs juga mencapai optimum. Spektrum emisi CDs teramati memiliki rentang panjang gelombang 400-644 nm. Terbentuknya CDs teramati dari perubahan intensitas spektrum pada gugus karbonil yang mengindikasikan terbentuknya inti grafit dari CDs. Puncak khas dari inti karbon tersebut ditunjukkan dari difraktogram XRD pada sudut 19,7ο, 26,4ο, 27,9ο, dan 29,7ο. Hasil unjuk kerja ekstrak daun pepaya dan CDs sebagai bahan fotoproteksi diestimasi dengan menghitung nilai SPF. Nilai SPF ekstrak daun pepaya diperoleh dengan nilai 1,16 dan nilai SPF dari CDs meningkat dengan distribusi pada rentang 8,67-16,88 untuk waktu iradiasi gelombang mikro selama 5 hingga 30 menit. Nilai SPF juga sangat bergantung pada konsentrasi dari CDs. Penggunaan massa CDs 0,2 g mencapai nilai SPF yang optimum yaitu pada nilai 49,69. Nilai ini setara dengan produk-produk kosmetik pelindung kulit di pasaran. Dengan demikian, CDs ekstrak daun pepaya memiliki potensi yang sangat tinggi sebagai bahan nanomaterial medis untuk fotoproteksi sinar UV

    IMPLEMENTASI PROFIL PELAJAR PANCASILA DIMENSI BERKEBHINEKAAN GLOBAL PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA MATERI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA DI SMA NEGERI 12 SEMARANG

    No full text
    Penelitian ini membahas implementasi Profil Pelajar Pancasila Dimensi Berkebhinekaan Global Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Materi Pancasila sebagai ideologi Terbuka Di SMA Negeri 12 Semarang. Kurikulum Merdeka yang digunakan memberikan fleksibilitas kepada guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai serta menanamkan karakter kebhinekaan global pada peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan elemen kunci dari dimensi Berkebhinekaan Global diterapkan dalam pembelajaran serta mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan dalam proses implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik keabsahan data dan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru Pendidikan Pancasila kelas XI, serta peserta didik kelas XI-F.7. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi dimensi Berkebhinekaan Global dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila terbagi menjadi tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan melibatkan penyusunan modul ajar, penentuan dimensi Profil Pelajar Pancasila, serta metode pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan, sub-elemen Berkebhinekaan Global seperti mengenal dan menghargai budaya, komunikasi dan interaksi antar budaya, refleksi terhadap pengalaman kebhinekaan, serta berkeadilan sosial diintegrasikan dalam proses pembelajaran melalui berbagai aktivitas yang mendukung penerapan subelemen. Evaluasi dilakukan melalui asesmen formatif dan observasi sikap. Hambatan dalam implementasi terbagi menjadi dua, yaitu hambatan internal dan eksternal. Hambatan internal meliputi keterbatasan pemahaman peserta didik terhadap konsep kebhinekaan global serta kurangnya keterampilan berpikir kritis. Hambatan eksternal mencakup keterbatasan sumber belajar, kurangnya dukungan lingkungan sekolah, serta belum optimalnya pelatihan bagi guru dalam mengintegrasikan dimensi Berkebhinekaan Global dalam pembelajaran. Saran peneliti dari kajian ini ialah, bagi guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila diharapkan meningkatkan kompetensi dalam mengajarkan kebhinekaan global melalui metode interaktif serta melakukan evaluasi formatif terhadap penerapan nilai kebhinekaan dalam praktik sehari-hari peserta didi

    PENGEMBANGAN E-LKPD BERORIENTASI EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT (ESD) TERINTEGRASI SOCIO-SCIENTIFIC ISSUES (SSI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK PADA MATERI ASAM BASA

    No full text
    Kemampuan literasi sains merupakan salah satu kecakapan abad ke-21 yang harus dimiliki oleh peserta didik untuk menghadapi tantangan global. Namun, capaian literasi sains peserta didik di Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya minat belajar yang dipengaruhi oleh bahan ajar yang kurang menarik dan tidak kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-LKPD berorientasi Education for Sustainable Development (ESD) terintegrasi Socio-Scientific Issues (SSI) untuk meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik pada materi asam basa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D yaitu Define, Design, Develop, Disseminate. Pada tahap define, dilakukan analisis awal dan analisis peserta didik, serta analisis terhadap kurikulum yang digunakan. Pada tahap design, dilakukan desain produk utama dan perangkat pendukung penelitian. Hasil akhir pada tahap define dan design yaitu karakteristik E-LKPD berorientasi ESD terintegrasi SSI. Pada tahap develop¸ dilakukan validasi oleh ahli materi dan ahli media, uji keterbacaan, serta uji coba produk. Hasil validasi menunjukkan persentase kelayakan oleh ahli materi sebesar 92,98% dan ahli media sebesar 92,26% dengan kategori sangat valid. Uji keterbacaan terhadap 20 peserta didik menunjukkan rata-rata sebesar 90,47% dengan kategori sangat baik. Selanjutnya, uji coba produk di kelas XI menggunakan dua kelas, yaitu satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol dengan desain penelitian yang digunakan yaitu Nonequivalent Posttest Only Control Group Design. Uji efektivitas menunjukkan perbedaan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol yang signifikan dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hasil perhitungan effect size sebesar 1,26 termasuk kategori tinggi. Respon peserta didik setelah penerapan E LKPD yang dikembangkan dalam kategori sangat positif sebesar 88,27%. Pada tahap disseminate, dilakukan publikasi artikel serta penyebaran ke sekolah. Dengan demikian, E-LKPD yang dikembangkan dinyatakan layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran kimia pada materi asam basa, serta memperoleh respon yang sangat positif dari peserta didik

    PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS MULTIPLE REPRESENTATIONS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KOMUNIKASI, DAN KOLABORASI SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN

    No full text
    Pembelajaran abad 21 dituntut menciptakan generasi dengan kecakapan empat pola berpikir tingkat tinggi (4C) yaitu berpikir kritis, kreatif, komunikasi dan kolaborasi. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami permasalahan karena hanya disajikan dalam satu bentuk presentasi yaitu teks berita. Hal ini membuat kegiatan pembelajaran menjadi kurang efektif. PBL dapat membantu siswa menjadi seorang pemikir kritis, komunikatif dan kolaboratif dikarenakan dalam PBL siswa melakukan diskusi untuk memecahkan permasalahan kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas penerapan model Problem Based Learning berbasis Multiple Representations untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi dan kolaborasi siswa pada materi sistem pencernaan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 14 Semarang. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain Non Equivalent Control Group Design pada siswa kelas XII SMA Negeri 14 Semarang yang mendapatkan fase F pada mata pelajaran Biologi. Subjek penelitian yaitu kelas XI-1 dan XI-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-3 sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 34 siswa. Variabel yang diukur berupa keterampilan berpikir kritis, komunikasi dan kolaborasi siswa pada materi sistem pencernaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model PBL berbasis Multiple Representations mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi dan kolaborasi siswa. Keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen yang menerapkan model PBL berbasis Multiple Representations lebih tinggi (89,97) dibandingkan dengan kelas kontrol (58,8). Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa kelas eksperimen memiliki kriteria NGain lebih tinggi (0,85) dibandingkan kelas kontrol (0,45). Keterampilan komunikasi lisan siswa pada kelas eksperimen yang menerapkan model PBL berbasis Multiple Representations lebih tinggi (81) dibandingkan dengan kelas kontrol (29). Keterampilan komunikasi tulis siswa pada kelas eksperimen yang menerapkan model PBL berbasis Multiple Representations lebih tinggi (99) dibandingkan dengan kelas kontrol (83). Keterampilan kolaborasi siswa pada kelas eksperimen yang menerapkan model PBL berbasis Multiple Representations lebih tinggi (94) dibandingkan dengan kelas kontrol (60). Semua sintaks model PBL berbasis Multiple Representations dinilai 100% terlaksana dengan baik. Tanggapan siswa terhadap keterlaksanaan model PBL berbasis Multiple Representations memiliki kriteria sangat positif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan model PBL berbasis Multiple Representations efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi dan kolaborasi siswa pada materi sistem pencernaan

    PENERAPAN PEMBELAJARAN DEMONSTRASI MENGGUNAKAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN MEMBUBUT TIRUS

    No full text
    Permesinan bubut tirus merupakan salah satu kompetensi yang ada di mata pelajaran permesinan. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji kelayakan. keefektifan peningkatan hasil belajar, dalam menggunakan metode demonstrasi dengan multimedia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan desain penelitian jenis true experimental desain penelitian pretest-posttest control group design yang terdiri atas 35 perserta didik kelas eksperimen dan 36 peserta didik kelas kontrol kelas XII Jurusan Teknik Permesinan SMK Negeri 1 Blora tahun ajaran 2024/2025. Analisis data yang di gunakan uji CVI, Adapun tipe CVI yang di gunakan untuk menganalisis media pada penelitian ini yaitu I-CVI. Hasil uji kelayakan pembelajaran oleh 8 validator memperoleh skor 0,95 dan 0,98, dikategorikan "sangat layak". Hasil uji t dua pihak (independent sample i test) memperoleh thitung = 6,164≥ ttabel 1,667. Hasil uji rata-rata (mean) N-Gain score hasil belajar pada kelas eksperimen memperoleh nilai 0,5846 atau 58% memiliki kefektifan sedang. Dan N-Gain score hasil belajar pada kelas kontrol (tanpa menerapkan media pembelajaran dengan multimedia dalam pembelajaran) memperoleh nilai 0,2308 atau 23% termasuk dalam kategori memiliki kefektifan rendah. Maka kelas eksperimen memiliki peningkatan sebesar 76% dibandingkan kelas kontrol yaitu 28%

    PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PADA SMA NEGERI 3 SEMARANG

    No full text
    Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menjadi sumber pendanaan utama yang diperoleh sekolah untuk menunjang kegiatan dan operasional sekolah. Oleh karena itu Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengelolaannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perencanaan dan penyusunan dana BOS, penggunaan dana BOS, pelaporan dana BOS SMA Negeri 3 Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif dengan langkah langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sumber data dalam penelitian ini terdapat 4 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan dan penyusunan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada SMA Negeri 3 Semarang dilakukan pada awal tahun anggaran dengan membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran sekolah (RKAS) dengan menerapkan prinsip demokratis. Perencanaan RKAS berdasarkan hasil rapor Pendidikan dan survei lingkungan serta menganalisis kebutuhan sekolah dengan memberikan skala prioritas kebutuhan kegiatan dan program sekolah yang bisa terlaksana dengan menggunakan dana BOS dan disesuaikan dengan petunjuk teknis pengelolaan dana BOS. (2) Penggunaan Dana Bantuan Operasional sekolah pada SMA Negeri 3 Semarang digunakan untuk kebutuhan sekolah yang sudah disepakati dalam RKAS dengan menerapkan prinsip partisipatif, transparansi dan akuntabilitas. Banyak kegiatan sekolah yang belum bisa menggunakan dana BOS hal ini dikarenakan dana BOS yang diterima terbatas (3) Pelaporan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada SMA Negeri 3 Semarang menggunakan teori Stewardship, pelaporan dana BOS secara menyeluruh dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama pada bulan Juni dan tahap kedua pada bulan Desember, Publikasi laporan pertanggungjawaban diberikan kepada pihak eksternal dan internal sekolah. Saran dari peneliti terkait dengan Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah pada SMA Negeri 3 Semarang adalah: (1) sekolah diharapkan untuk menjaga konsistensi pengelolaan keuangannya dengan berdasarkan petunjuk teknis yang telah ditentukan; (2) sekolah melakukan pengelolaan keuangan berdasarkan dengan skala prioritas kebutuhan sekolah, hal ini dilakukan agar kegiatan utama sekolah bisa berjalan dengan maksimal; dan (3) perlunya partisipasi seluruh komponen warga sekolah serta orang tua siswa dalam melaksanakan kegiatan dan program sekolah dengan baik dan terarah serta melaksanakan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan dengan optimal

    PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) DI SMP NEGERI 1 GARUNG KECAMATAN GARUNG KABUPATEN WONOSOBO

    No full text
    Pendidikan merupakan suatu proses yang bertujuan mengembangkan potensi individu melalui proses pembelajaran yang efektif. Tujuan tersebut dapat tercapai ketika serangkaian kegiatan pembelajaran dirancang dengan baik dan seksama. Permasalahan yang terjadi pada proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Garung ialah strategi pembelajaran yang kurang bervariasi dan tidak disesuaikan dengan karakteristik (gaya belajar, kesiapan belajar, minat dan bakat). Sehingga peserta didik tidak mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna sebab tidak disesuaikan dengan karakteristik mereka. Hal tersebut menyebabkan kegiatan belajar mengajar di kelas menjadi pasif, tidak ada interaksi dua arah antara guru dan peserta didik. Penerapan pembelajaran dengan strategi diferensiasi diharapkan dapat menciptakan kondisi kelas yang aktif dan menyediakan pengalaman belajar peserta didik agar lebih relevan, menantang dan sesuai dengan karaktersitik mereka. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi efektivitas pembelajaran diferensiasi dalam mata pelajaran IPS dan mengetahui kendala maupun solusi dalam pelaksanaan pembelajaran diferensiasi dalam mata pelajaran IPS di kelas VII SMP Negeri 1 Garung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode campuran (mixed methods) dengan desain sequential explanatory. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VII di SMP Negeri 1 Garung yang kemudian dipilih sampel berupa kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan VII B sebagai kelas kontrol. Penentuan sampel dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data pada teknik ini menggunakan empat cara yaitu observasi, dokumentasi, wawancara dan tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) efektivitas pelaksanaan pembelajaran diferensiasi pada mata pelajaran IPS di kelas VII SMP Negeri 1 Garung berada di kategori rendah atau tidak efektif dengan hasil N-Gain sebesar 23, 13 atau 23, 13 % dengan kategori tafsiran berada di kategori < 40 % sehingga efektivitas pembelajaran diferensiasi termasuk tidak efektif. Pernyataan tersebut diperkuat oleh hasil uji t yang menunjukan tidak ada pengaruh yang signifikan antara nilai pretest dan posttest, yakni nilai probabilitas atau signifikansi 2-tailed adalah 0,311 > 0,05; dan (2) tingkat efektivitas pembelajaran diferensiasi pada mata pelajaran IPS di kelas VII SMP Negeri 1 Garung yang berada di kategori tidak efektif dipengaruhi oleh beberapa kendala seperti kurangnya motivasi peserta didik mengerjakan lembar aktivitas, hasil tes diagnostik yang tidak diolah dan fasilitas kelas tidak memadai. Kendala tersebut menghambat penerapan pembelajaran diferensiasi secara optimal sehingga untuk mengatasi kendala tersebut, guru harus menguasai kompetensi pedagogik mulai dari menguasai karaktersitik dan potensi peserta didik, menguasai teori belajar dan kurikulum serta mampu memanfaatkan IPTEK

    PENGARUH SELF-COMPASSION TERHADAP SUBJECTIVE WELL-BEING PADA SISWA SMAN SE-KOTA SEMARANG DENGAN ORANG TUA BERCERAI

    No full text
    Self-compassion penting dimiliki oleh siswa dengan orang tua bercerai dikarenakan self-compassion dapat memberikan kesadaran diri untuk memberi kepedulian, kebaikan dan kasih sayang terhadap diri sendiri terhadap penderitaan yang dialami sehingga dapat meningkatkan subjective well-being. Penelitian ini bertujuan untuk menguji self-compassion terhadap subjective well-being pada siswa SMAN Se-Kota Semarang dengan orang tua bercerai. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif studi ex-post facto. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMAN Se-Kota Semarang dengan orang tua bercerai sejumlah 40 siswa. Teknik pengambilan yang digunakan yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian yaitu skala self compassion (12 item) dan skala subjective well-being (15 item) yang disusun berdasarkan teori dari masing-masing konsep psikologis. Hasil analisis deskriptif self-compassion berada pada kategori tinggi, sedangkan hasil analisis deskriptif subjective well-being berada pada kategori rendah. Hasil analisis regresi diketahui tidak terdapat pengaruh self-compassion terhadap subjective well-being (R=0.071, R2=0.005, ß=0.106, t=0.439, p=0.663>0.05). Berdasarkan hasil analisis tersebut maka hipotesis pada penelitian ini dinyatakan ditolak

    PENGARUH E-SERVICE QUALITY DAN PERCEIVED PRICE PADA E-LOYALTY MELALUI E-SATISFACTION (Studi pada Konsumen Lazada di Kota Semarang)

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh e-service quality dan perceived price pada e-loyalty serta menguji e-satisfaction sebagai variabel mediasi pada hubungan antara e-service quality dan perceived price pada e-loyalty. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan sumber data primer. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh konsumen Lazada di Kota Semarang dengan sampel sebanyak 120 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling melalui purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner secara online melalui google form. Pengolahan data menggunakan Partial Least Square – Structrural Equation Modelling (PLS-SEM) dengan software SmartPLS 4.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara langsung e-service quality berpengaruh positif dan signifikan pada e-loyalty sedangkan perceived price berpengaruh positif dan tidak signifikan pada e-loyalty. E-satisfaction berpengaruh positif dan signifikan pada e-loyalty. E-service quality dan perceived price berpengaruh positif dan signifikan pada e-satisfaction. Hasil specific indirect effect menunjukkan bahwa e-satisfaction mampu memediasi pengaruh e-service quality dan perceived price pada e-loyalty. Disarankan bagi perusahaan, untuk meningkatkan perceived price yang baik guna mencipakan e-satisfaction yang dapat meembentuk e-loyalty. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan agar memperluas atau mengganti ruang lingkup obyek penelitian dengan menggunakan variabel perceived price untuk memperoleh hasil yang lebih optimal bagi penelitian

    PERAN MEDIASI E-CUSTOMER SATISFACTION PADA BRAND IMAGE, E-SERVICE QUALITY, DAN E-TRUST PADA E-LOYALTY (Studi pada Pengguna Tokopedia Usia Produktif Gen Z di Kota Semarang)

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan internet yang pesat dalam sektor ekonomi dan bisnis, yang menghadirkan inovasi belanja online melalui e-commerce dan marketplace. Perusahaan berlomba-lomba untuk menciptakan loyalitas pelanggan dengan menumbuhkan kepuasan pelanggan yang dipengaruhi beberapa faktor sebagai salah satu keunggulan bersaing dalam jangka waktu yang panjang. Loyalitas pelanggan penting untuk kelangsungan hidup perusahaan, dimana perusahaan harus dapat terus mempertahankan dan meningkatkan loyalitas pelanggannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh brand image, e-service quality, dan e-trust pada e-loyalty melalui e-customer satisfaction dengan studi kasus pada pengguna aplikasi Tokopedia usia produktif Gen Z di Kota Semarang. Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan adalah pengguna aplikasi Tokopedia usia produktif yang berfokus pada Gen Z di Kota Semarang. Sampel yang digunakan adalah 100 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada responden secara online melalui google form. Analisis data menggunakan Structural Equation Model (SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan brand image dan e-customer satisfaction berpengaruh positif dan signifikan terhadap e-loyalty, e-service quality dan e-trust berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap e-loyalty, brand image berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap e-customer satisfaction, e-service quality dan e-trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap e-customer satisfaction. Kemudian brand image, dan e-service quality berpengaruh positif tidak signifikan terhadap e-loyalty yang dimediasi oleh e-customer satisfaction, sedangkan e-trust berpengaruh positif signifikan terhadap e-loyalty yang dimediasi oleh e-customer satisfaction

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇