Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN TERPADU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL
The purpose of this study is to determine the quality of the implementation of
integrated entrepreneurship education management for Vocational High Schools based on
local excellence as outlined in the final model.
This research method uses a Research and Development (R&D) approach with 3
stages, namely introduction, development and validation. Data collection techniques use;
interviews, observations, document studies and questionnaires. Quantitative descriptive
analysis techniques were used in the preliminary research stage while the development
stage used qualitative analysis with phenomenological interpretive analysis techniques
consisting of data coding, interpretation and drawing conclusions.
Research results; 1) The factual model of the preliminary research results stated
the weak implementation of vocational high school entrepreneurship education so far,
including; still textual and theoretical, low order-turnover, no legal, not yet integrated
sustainably; 2) Design of the Integrated Vocational High School Entrepreneurship
Education Management Model based on local excellence as a development model
consisting of human resource management, learning management, information technology
management and financial management; local excellence consists of superior boarding
system, superior majors, superior social and superior UMKM collaboration; 3) The validity
of the hypothetical model of integrated vocational high school entrepreneurship education
management based on local excellence, was declared valid with a good category by expert
validators and practitioners and 4) The effectiveness of the final model of integrated
vocational high school entrepreneurship education management based on local excellence,
from the aspect of entrepreneurship education management, aspects of use, benefits, and
completeness of e-commerce applications, was declared effective in increasing the quality
of implementation of entrepreneurial practices in vocational high schools with several
indicators; 1) increasing order-turnover, 2) having an independent business legal umbrella
(Usman) and 3) sustainable entrepreneurship projects.
Theoretical contribution that the integrated entrepreneurship education
management model of SMK based on local excellence contributes to being a reference for
current research and needs to be developed in the future. Practical contribution that the
integrated entrepreneurship education management model of SMK based on local
excellence is proven to be able to improve the quality of implementation of
entrepreneurship education management in Vocational High Schools
PENGEMBANGAN MODUL STRUKTUR ATOM BERBANTUAN AUGMENTED REALITY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MEMBEKALI KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK
Pembelajaran di Indonesia kini berorientasi pada pembelajaran abad-21 sehingga
peserta didik perlu dipersiapkan agar dapat memiliki keterampilan abad-21 yaitu
dapat menghadapi tantangan kehidupan dan bersaing di era globalisasi.
Pembelajaran memerlukan alat bantu maupun fasilitas dan sarana belajar untuk
menunjang kegiatan belajar mengajar yang menjadikannya lebih efektif dan efisien,
salah satunya dapat dengan menggunakan modul berbantuan augmented reality.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul struktur atom berbantuan
augmented reality untuk meningkatkan hasil belajar dan membekali keterampilan
berpikir kreatif peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode
pengembangan atau research and development (R&D) dengan model 4D. Sampel
penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA. Teknik pengumpulan data
dilakukan dengan lembar validasi, angket keterbacaan, angket kepraktisan, tes
pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar, angket observasi untuk mengetahui
keterampilan berpikir kreatif dan angket respon untuk mengetahui respon peserta
didik terhadap bahan ajar modul. Berdasarkan hasil validasi ahli media dengan
presentase 96 dan ahli materi dengan presentase 98, hasil keterbacaan peserta didik
pada uji coba skala kecil memperoleh skor rata-rata 93,33 dan hasil kepraktisan
oleh guru kimia dengan presentase 97, maka dapat disimpulkan bahwa Modul
struktur atom berbantuan augmented reality sangat layak untuk digunakan. Analisis
hasil belajar menunjukkan bahwa 21 peserta didik mendapatkan hasil baik dan
sangat baik maka modul efektif dalam membantu peserta didik memahami konsep
kimia melalui modul struktur atom berbantuan augmented reality. Keefektifan
keterampilan berpikir kreatif peserta didik dengan skor rata-rata yang sebesar 42,84
dengan presentase 89,3% yang menunjukkan peserta didik memiliki keterampilan
berpikir kreatif dengan kriteria sangat kreatif. Hasil respon peserta didik pada uji
coba skala besar memperoleh skor rata-rata 88,5 dengan kriteria sangat baik. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa modul struktur atom berbantuan augmented reality
untuk meningkatkan hasil belajar dan membekali keterampilan berpikir kreatif
peserta didik
ESTIMASI EMISI GAS RUMAH KACA MENGGUNAKAN METODE TIER 1 DAN 2 PADA JENIS BAHAN BAKAR BATUBARA DI INDONESIA
Penggunaan batubara sebagai sumber energi utama di Indonesia berkontribusi besar terhadap emisi gas rumah kaca (GRK), terutama karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan dinitrogen oksida (N₂O). Untuk menghitung emisi ini secara akurat, digunakan metode estimasi IPCC Tier 1 (menggunakan faktor emisi default global) dan Tier 2 (menggunakan data spesifik nasional). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan tingkat akurasi kedua metode terhadap emisi GRK yang dihasilkan dari pembakaran batubara kalori tinggi, sedang, dan rendah.
Sampel batubara dalam penelitian ini diuji nilai kalor dan kandungan karbonnya melalui perlakuan pengeringan menggunakan alat berbasis aliran angin dan ozon. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan tersebut mampu meningkatkan kualitas batubara yang ditandai dengan naiknya nilai kalor dan kandungan karbon. Nilai kalor tertinggi diperoleh pada batubara kalori tinggi dengan perlakuan, yaitu sebesar 30,9 TJ/Gg, dibandingkan dengan kondisi tanpa perlakuan sebesar 30,56 TJ/Gg. Peningkatan serupa juga terjadi pada kandungan karbon, dari 62,18% menjadi 62,87%. Perhitungan emisi gas rumah kaca (GRK) menunjukkan bahwa metode Tier 2 menghasilkan estimasi emisi yang lebih tinggi dan bersifat lebih spesifik dibandingkan metode Tier 1. Hal ini disebabkan oleh penggunaan data lokal dalam metode Tier 2 yang lebih representatif terhadap kondisi nyata di lapangan. Berdasarkan metode Tier 1, total emisi CO₂ ekuivalen (CO₂e) yang dihasilkan masing-masing adalah 2.291.511 ton untuk batubara kalori tinggi, 2.429.592 ton untuk kalori sedang, dan 2.567.673 ton untuk kalori rendah. Sementara itu, hasil perhitungan dengan metode Tier 2 menunjukkan estimasi yang lebih tinggi, yaitu 2.380.012 ton CO₂e untuk batubara kalori tinggi, 2.561.778 ton untuk kalori sedang, dan 2.710.889 ton untuk kalori rendah. Perbedaan hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan metode Tier 1 yang hanya mengandalkan data default global cenderung meremehkan potensi emisi aktual, sedangkan metode Tier 2 memberikan estimasi yang lebih realistis, sehingga lebih layak digunakan dalam perumusan kebijakan mitigasi emisi di sektor energi.
Perbedaan hasil estimasi antara Tier 1 dan Tier 2 menunjukkan pentingnya penggunaan metode dengan tingkat akurasi lebih tinggi untuk keperluan inventarisasi GRK nasional. Data yang dihasilkan melalui Tier 2, dengan penggunaan nilai kalor dan kandungan karbon aktual dari sampel lokal, memberikan gambaran yang lebih mendekati kondisi nyata. Temuan ini mendukung penguatan strategi mitigasi perubahan iklim melalui perencanaan energi yang lebih tepat, serta menjadi masukan penting bagi kebijakan pengurangan emisi di sektor energi Indonesia
MODAL SOSIAL PETAHANA EISTI’ANAH DALAM MEMPERTAHANKAN ELEKTABILITAS PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KABUPATEN DEMAK TAHUN 2024
Penelitian ini mengkaji modal sosial Eisti’anah, seorang petahan bupati
Demak dalam mempertahankan elektabilitasnya pada Pemilihan Umum Kepala
Daerah Demak tahun 2024. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana modal
sosial yang diterapkan oleh Eisti’anah dapat mengatasi ancaman lawan politik
dalam menggeser dominasi politiknya dalam kontestasi politik di Demak.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan Staf Khusus
Bupati Demak, Ketua DPC partai, juru bicara tim pemenangan, masyarakat pemilih,
masyarakat nonpemilih, serta masyarakat terdampak kebijakan Eisti’anah. Selain
itu, penelitian ini juga menggunakan analisis dokumen kampanye untuk
memperkaya temuan penelitian. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eisti’anah memiliki modal sosial yang
efektif untuk dimanfaatkan sebagai mobilisasi dukungan politik dalam Pilkada
Demak 2024. Kombinasi kepercayaan, norma-norma, dan jaringan sosial yang
diakumulasinya sejak periode Bupati Demak 2021 hingga 2024 mampu
memperoleh kepercayaan publik. Terdapat juga faktor yang mempengaruhi
efektifitas modal sosial Eisti’anah berupa posisinya sebagai petahana dalam
memperoleh dukungan, serta isu-isu politik yang dikampanyekan oleh lawannya.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa modal sosial yang dibentuk
Eisti’anah selama periode bupatinya pada 2021-2024 mampu digunakan untuk
mempertahankan dominasi politik di Pilkada Demak 2024
EFEKTIVITAS PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENYELESAIAN PERKARA TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN (Studi Kasus Kejaksaan Negeri Kaimana Papua Barat )
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kekuatan efetivitas
penerapan Restorative Justice dalam penyelesaian perkara tindak pidana
penganiayaan di lingkungan hukum Kejaksaan Negeri Kaimana. Penelitian ini
dilaksanakan di Kabupaten Kaimana dengan memilih instansi yang terkait dengan
perkara ini yaitu dilaksanakan di Kejaksaan Negeri Kaimana dan Polres Kaimana.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian lapangan dan metode
penelitian kepustakaan. Rumusan masalah penelitian ini yaitu 1.
Bagaimana
realitas penyelesaian perkara tindak pidana penganiayaan (Studi Kasus Kejaksaan
Negeri Kaimana Papua Barat)? 2.
Bagaimana penerapan restorative justice
dalam penyelesaian perkara tindak pidana penganiayaan (Studi Kasus Kejaksaan
Negeri Kaimana Papua Barat)? 3.
Bagaimana efektivitas penerapan restorative
justice dalam penyelesaian perkara tindak pidana penganiayaan (Studi Kasus
Kejaksaan Negeri Kaimana Papua Barat)? Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Pada saat ini, penyelesaian tindak pidana telah bergeser dari pidana penjara ke
penyelesaian tindak pidana melalui keadilan restoratif, namun, KUHP Indonesia
belum mengatur secara rinci tentang penyelesaian tindak pidana melalui
restorative justice. Pada saat ini, pengaturan tentang penyelesaian tindak pidana
melalui restorative justice hanya dapat ditemukan dalam peraturan yang dibuat
oleh institusi penegak hukum sebagai kebijakan hukum yang terbuka, seperti
halnya realitas penyelesaian perkara tindak pidana penganiayaan (Studi Kasus
Kejaksaan Negeri Kaimana Papua Barat). Restorative justice hanya bisa
diterapkan dalam perkara pidana ringan contohnya adalah seperti tindak pidana
perempuan yang berhadapan dengan hukum, perkara tindak pidana anak, tindak
pidana lalu lintas, dan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik. Tindak
pidana yang diselesaikan dengan restorative justice di Kejaksaan Negeri
Kaimana, Papua Barat, lebih banyak penanganan tindak pidana penganiayaan.
Dalam beberapa kasus tindak pidana, penyelesaian restoratif ini membuat pelaku
menyadari dan menyesali kesalahannya. Namun, dalam beberapa kasus, pelaku
melakukan tindak pidana yang sama berulang kali. Mengganti kerugian pelaku
kepada korban tindak pidana dengan jumlah tertentu, yang dikenal sebagai
kompensasi, adalah penyelesaian restorative justice yang paling umum. Pelaku
yang merasa mampu dan berkecukupan dapat dengan mudah mengganti kerugian
mereka. Oleh karena itu, dalam beberapa kasus, restorative justice mungkin
digunakan untuk penyelesaian. tidak membuat jera pelaku. Hal ini tergantung
kepada masing-masing kesadaran diri pelaku tindak pidana
DISCOURSE MARKERS AND RHETORICAL MOVES IN THE INTRODUCTORY SECTION OF ARTICLES PUBLISHED IN A NATIONALLY ACCREDITED JOURNAL
Indonesian writers often encounter difficulties in publishing English research
articles in reputable journals, largely due to the influence of the Indonesian
rhetorical style. Their research articles typically lack suitable rhetorical moves and
exhibit inappropriateness in the use of discourse markers. Additionally, limited
exposure to discourse markers (DMs) makes it difficult for second language writers
to utilize various kinds of DMs, leading to repetitive use of certain types of
discourse markers. Therefore, this study intends to reveal the implementation of
discourse markers and rhetorical moves in the introductory section of research
articles and how they assist each other in constructing introductory sections.
Rhetorical moves assist writers in organizing their texts, while discourse markers
serve as signalling tools to connect ideas and assist readers in understanding the
relationships between those ideas. Moreover, this study analyzes the introductory
section of articles in the ELT Forum Journal. By doing text analysis, 22
introduction sections are analyzed utilizing functional classes of discourse markers \ud
by Fraser (2009) to identify the use of discourse markers and the CARS Model of
Swales (2004) to identify the realization of rhetorical moves. The data shows that
all of the introduction sections used discourse markers, and elaborative markers are
used most frequently. However, not all discourse markers are used based on their
functional classification. In terms of rhetorical moves, all authors apply moves 1 2
3, although not all steps are applied. Move 1, Move 2 Step 1A, and Move 3 Step 1
are commonly employed steps and moves. This suggests that the researchers
establish the background and problem of the topic, highlight the need to fill the
gaps and show how the need can be supported by stating the goal or purposes of
their study. This study also reveals that discourse markers assist the construction of
rhetorical moves by connecting ideas and signalling different moves and steps. It
can be seen that each move and step has its characteristic of the use of DM
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL TERHADAP LITERASI SAINS SISWA DALAM PEMBELAJARAN KIMIA : STUDI LITERATUR
Teknologi yang berkembang pesat di abad ke-21 menuntut dunia pendidikan untuk
menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas, namun juga memiliki kemampuan
berpikir kritis untuk memecahkan masalah. Literasi sains merupakan salah satu
kemampuan yang dapat digunakan untuk mendukung hal tersebut. Sayangnya,
Indonesia tergolong memiliki literasi sains yang masih rendah berdasarkan hasil
PISA. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah media
pembelajaran. Media pembelajaran yang semakin beragam dan dipadukan dengan
teknologi dapat membantu siswa untuk lebih memahami pembelajaran. Hal ini
dapat meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran digital untuk melatih
kemampuan literasi sains siswa dalam pembelajaran kimia. Penelitian dilakukan
dengan menggunakan metode Preferred Items for Systematic Reviews and Meta
Analysis (PRISMA) yang terdiri atas 4 tahapan, yakni identification, screening,
eligibitlity, and conclusion. Hasil analisis ditemukan beberapa jenis media
pembelajaran digital yang digunakan antara lain bahan ajar, video, aplikasi, wesite,
dan permainan edukatif. Dengan berorientasi literasi sains dan berpendekatan etno
STEM, media pembelajaran digital dapat digunakan untuk melatih kemampuan
literasi sains siswa
PENGARUH PERLAKUAN KIMIA TERHADAP KADAR OKSALAT PADA PROSES PEMBUATAN TEPUNG PATI TALAS BENENG (Xanthosoma undipes K.Koch)
Indonesia memiliki beragam jenis umbi-umbian salah satunya yaitu talas beneng. Hal
yang menjadi kendala dalam pemanfaatan talas ini yaitu terdapatnya senyawa oksalat.
Pada penelitian ini, larutan kimia seperti NaCl, NaHCO3, dan CH3COOH dengan
berbagai konsentrasi digunakan untuk mengetahui pengaruh perlakuan kimia terhadap
kadar oksalat pada proses pembuatan tepung pati talas beneng (Xanthosoma undipes
K.Koch). Umbi talas direndam dalam larutan tersebut dan di dalam aquadest sebagai
kontrol lalu dijadikan tepung pati. Filtrat hasil perendamannya dianalisis dengan
metode titrasi permanganometri untuk mengetahui kadar oksalat terlarut. Tepung
patinya dianalisis kadar oksalat larut dan total menggunakan metode HPLC. Filtrat
hasil perendaman umbi talas di dalam CH3COOH 20% memiliki kadar oksalat
tertinggi sebesar 3630,32 mg/100g umbi segar. Tepung patinya yang memiliki kadar
oksalat larut paling tinggi yaitu umbi yang sebelumnya direndam dalam NaCl 20%
dengan kadar sebesar 0,0421 mg/100g tepung pati. Sampel tepung pati tersebut
dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui kadar oksalat total, kadar oksalat totalnya
sebesar 0,5320 mg/100g tepung pati. Berdasarkan nilai kadar oksalat larut dan total
dapat dihitung kadar oksalat tidak larutnya, umbi yang sebelumnya direndam dalam
NaCl 20% memiliki kadar oksalat tidak larut sebesar 0,4899 mg/100g tepung pati
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI FeCl3 TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN KARAKTERISTIK ZnO Np/Fe2O3 SEBAGAI KANDIDAT MATERIAL PADA PROSES PEMECAHAN AIR SECARA FOTOELEKTROKIMIA
Ekspansi industri dan pertumbuhan populasi global telah menyebabkan
eksploitasi bahan bakar fosil yang berujung pada krisis energi serta masalah
lingkungan akibat emisi gas rumah kaca. Gas hidrogen (H2) merupakan alternatif
bahan bakar yang berpotensi dalam menyediakan sumber energi terbarukan untuk
mengatasi permasalahan ini. Pemecahan air secara fotoelektrokimia merupakan
metode yang efektif untuk produksi gas hidrogen tanpa emisi CO2. Semikonduktor
ZnO merupakan material yang telah banyak diteliti sebagai fotoanoda. Namun,
keterbatasan efisiensi penyerapan cahaya ZnO memerlukan peningkatan kinerja
melalui modifikasi morfologi dan pembentukan heterostruktur dengan material lain
seperti hematit (α-Fe2O3). Penelitian ini mengeksplorasi kinerja fotoanoda
heterostruktur ZnO Np/Fe2O3 untuk mengatasi kelemahan intrinsik masing-masing
material dalam aplikasinya sebagai fotokatalis. Karakterisasi material dilakukan
menggunakan spektroskopi UV-Vis, spektroskopi Fotoluminesensi, spektroskopi
Raman, X-ray diffraction (XRD), dan Field Emission Scanning Electron
Microscopy (FESEM), serta pengujian elektrokimia meliputi Linear Sweep
Voltammetry (LSV), Chronoamperometry (CA), Cyclic Voltammetry (CV), dan
Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). Hasil spektrum UV-Vis
menunjukkan bahwa pelapisan α–Fe2O3 pada ZnO memperluas penyerapan cahaya
ke spektrum cahaya tampak. Sementara itu, hasil XRD mengonfirmasi bahwa ZnO
hasil sintesis memiliki struktur wurtzit heksagonal dengan puncak tertinggi pada
bidang 002. Kinerja fotoelektrokatalitik (PEC) dari fotoanoda ZnO Np/Fe2O3
dengan konsentrasi 0,002 M menghasilkan kerapatan arus foto sebesar 0,63
mA/cm2 pada 1,23 V vs. RHE di bawah pencahayaan solar simulator dengan
intensitas 100 mW/cm2, yang 3 kali lebih tinggi dibandingkan dengan ZnO nanorod
dan 1,5 kali lebih baik dari ZnO nanopagoda. Selain itu, analisis luas permukaan
aktif elektrokimia (ECSA) menunjukkan bahwa nilai ECSA untuk ZnO nanorod,
ZnO nanopagoda, dan heterostrukur ZnO/Fe2O3 (0,02; 0,002; dan 0,0002 M)
berturut-turut adalah 58, 86, 126, 91, dan 79 Fcm-2. Peningkatan nilai ECSA pada
heterostrukur ZnO Np/α-Fe2O3 berkontribusi pada efisiensi pemisahan elektron
hole yang lebih baik serta penyerapan cahaya pada panjang gelombang yang lebih
tinggi, yang secara keseluruhan menghasilkan kinerja PEC yang lebih optimal. Hal
ini menunjukkan bahwa modifikasi morfologi dan pengembangan heterostruktur
pada ZnO terbukti secara signifikan meningkatkan kinerja fotokatalitiknya,
menjadikannya kandidat yang potensial untuk pengembangan lebih lanjut di bidang
energi terbarukan
PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK PALEMBANG DENGAN SUMBER IDE TARI GENDING SRIWIJAYA
Motif batik adalah elemen dasar dalam karya batik. Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti terhadap tari Gending Sriwijaya sebagai
sumber ide motif batik. Pengembangan motif batik ini menggunakan soft ware yaitu
Ibis Paint X dan Canva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses
pengembangan desain motif batik dengan sumber ide tari Gending Sriwijaya dan
mengetahui kualitas hasil karya batik dengan sumber ide tari Gending Sriwijaya.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan atau
R&D. Dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Model pengembangan
penelitian menggunakan double diamond models yaitu Discover, Define, Develop,
Deliver. Teknik pengumpulan data dengan studi literatur, wawancara dengan
beberapa pengrajin batik palembang dan ahli batik di Semarang dan dokumentasi.
Tempat pengembangan karya dilakukan di Gedung E11 Fakultas Teknik UNNES,
Sekaran, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50229 yang dilakukan mulai
dari bulan Mei sampai Juli 2025.
Dari penelitian ini menyimpulkan bahwa motif batik Palembang seperti
motif aksara Cina, bunga kapas, dan puncak rebung merupakan motif lama yang
hanya digunakan beberapa saja dikarenakan kurangnya minat masyarakat.
Penelitian ini menghasilkan tiga karya motif batik baru yang terinspirasi dari tari
Gending Sriwijaya yaitu batik Ancala Karsa, batik Swara Energi, dan batik Kidung
Wastra. Ketiganya dinilai layak dikembangkan lebih lanjut. Ancala Karsa dan
Swara Energi perlu perbaikan pada detail kesesuai ide, warna, dan komposisi motif.
Sementara Kidung Wastra dinilai sesuai, meski tetap perlu penyesuaian warna dan
pola. Disarankan agar pengrajin batik dan ahli batik turut mengembangkan motif
khas daerah Sumatera Selatan untuk meningkatkan variasi dan minat masyarakat