Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    KEEFEKTIFAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK HOMEROOM BAGI PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI SISWA DALAM KOMUNIKASI TEMAN SEBAYA DI SMPIT BINA AMAL SEMARANG

    No full text
    Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu berinteraksi atau berhubungan dengan orang lain dalam kehidupannya. Didalam sebuah interaksi terjadi disemua rentang usia baik anak-anak, remaja, dewasa, ataupun orang tua. Pada usia anak-anak hingga remaja mereka banyak melakukan interaksi sosial di lingkungan sekolah. Terlebih untuk sekolah berbasis asrama yang melakukan interkasi lebih dari 16 jam. Dalam melakukan interaksi mereka membutuhkan keterbukaan diri, dengan keterbukaan diri yang baik maka akan terciptanya hubungan yang baik pula, namun nyatanya terdapat siswa yang memiliki keterbuaan diri rendah. Hal ini dapat menyebabkan siswa akan cenderung menutup diri dan dijauhi oleh temannya. Keterbukaan diri yang rendah dapat diatasi dengan pemberian layanan bimbingan kelompok dengan teknik homeroom. Bimbingan kelompok merupakan layanan bimbingan konseling yang dilakukan secara berkelompok dengan membahas suatu topik tertentu yang dianggap penting untuk membantu mengatasi permasalahan siswa. Teknik homeroom adalah cara untuk memberikan layanan bimbingan kelompok dengan membuat suasana seperti di rumah. Konselor menggunakan teknik ini untuk membantu siswa memecahkan masalah atau mengembangkan potensi mereka melalui kegiatan kelompok yang hangat dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas bimbingan kelompok teknik homeroom guna meningkatkan keterbukaan diri siswa dalam komunikasi teman sebaya di SMPIT Bina Amal Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental design dengan design One-Groupvii Pretest-Posttest Design. Pada penelitian eksperimen bimbingan kelompok ini, peneliti menggunakan sampel 10 orang pada kelompok eksperimen. Pengukuran data menggunakan skala psikologis dengan jenis skala likert. Dalam pemberian instrument dilakukan pengujian validitas dengan menggunakan professional judgement serta korelasi product moment dengan signifikansi 5%. Data dianalisis menggunakan analisis Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bimbingan kelompok teknik homeroom efektif untuk meningkatkan keterbukaan diri siswa di SMPIT Bina Amal Semarang. Hal ini dibuktikan melalui perbandingan skor rata-rata keterbukaan diri pada pretest dan posttest kelompok teknik homeroom yaitu adanya peningkatan sebesar 25,6%. Kemudian hasil uji Paired Samples T Test \ 25,905 > 0, 632. Artinya bimbingan kelompok teknik homeroom efektif untuk meningkatkan keterbukaan diri siswa, karena terdapat perbedaan yang signifikan pada keterbukaan diri siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok teknik homeroom

    PERAN FORUM MASYARAKAT ANTI KORUPSI DALAM UPAYA PENCEGAHAN KORUPSI DANA DESA DI DESA BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG

    No full text
    Desa Banyubiru sebagai desa anti korupsi peringkat pertama nasional pada tahun 2022 memiliki kelompok masyarakat bernama Forum Masyarakat Anti Korupsi (FMAK) yang dibentuk oleh pemerintah desa sebagai kolabolator dalam upaya pencegahan korupsi. Akan semakin unik jika dilihat lebih lanjut terkait peranan forum tersebut mengingat pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan tindak pidana korupsi khususnya dalam sektor dana desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Peran Forum Masyarakat Anti Korupsi dalam upaya pencegahan korupsi dana desa di Desa Banyubiru; (2) Kendala Forum Masyarakat Anti Korupsi dalam menjalankan peranannya sebagai upaya pencegahan korupsi dana desa di Desa Banyubiru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian meliputi sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi teknik pengumpulan data. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat empat peran yang dijalankan Forum Masyarakat Anti Korupsi dalam upaya pencegahan korupsi, antara lain Penyuluhan Anti Korupsi kepada Masyarakat Desa Banyubiru; Pengawasan Dana Desa; Penyampaian Himbauan dan Masukan kepada Pemerintah Desa Banyubiru; dan Penyediaan Pelaporan Indikasi Tindakan Korupsi melalui koordinasi tindak lanjut. Tindakan forum tersebut sesuai dengan tugasnya, yang menunjukan peran. Hal ini sesuai dengan teori peran yang peneliti gunakan. Kemudian, teori kedua yang digunakan peneliti adalah Teori Detterence, yang hasilnya menunjukan bahwa peran forum dalam kacamata Pemerintah Desa Banyubiru berpengaruh pada aspek kehati-hatian, tetapi kurang berpengaruh pada aspek akuntabilitas, transparansi, dan tertib dan disiplin dalam tata kelola dana desa. Pada kacamata masyarakat, peranan forum berpengaruh dalam memberikan pemahaman lebih tentang korupsi yang pada akhirnya berimplikasi akan munculnya tekad untuk berpartisipasi dalam pencegahan korupsi. Adapun kendala yang terjadi dalam pelaksanaan peran terdiri dari kendala internal dan kendala eksternal. Kendala internalnya yaitu tidak ada anggaran di Forum Masyarakat Anti Korupsi dan minimnya pertemuan di Internal Forum Masyarakat Anti Korupsi. Sedangkan kendala eksternalnya yaitu antuasiasme masyarakat yang rendah dalam penyuluhan anti korupsi dan adanya keterbatasan waktu dalam pelaksanaan penyuluhan anti korupsi. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah kepada Forum Masyarakat Anti Korupsi untuk melakukan kreativitas program dalam upaya pencegahan korupsi. Kepada Pemerintah Desa Banyubiru untuk mendukung Forum Masyarakat Anti Korupsi dalam pelaksanaan tugas-tugasnya secara berkelanjutan. Sedangkan kepada masyarakat, agar lebih proaktif dalam keterlibatannya pada pencegahan korupsi di Desa Banyubiru. ABSTR

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL BERBANTUAN GOOGLE SITES DENGAN PENDEKATAN STEM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI USAHA DAN ENERGI

    No full text
    Pada proses pembelajaran peran guru masih mendominasi sehingga pembelajaran hanya berpusat pada guru yang menyebabkan rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik. Selain itu, sumber belajar yang digunakan masih konvensional dalam bentuk buku paket cetak dan belum memuat indikator keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik bahan ajar digital, menguji dan mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar digital, dan mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Jenis penelitian ini yaitu penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian ini adalah guru fisika kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Boja, Dosen Fisika Universitas Negeri Semarang, Dosen Ilkom Universitas Negeri Semarang, dan peserta didik kelas XI (XI A dan XI C). Karakteristik bahan ajar digital berisi materi usaha dan energi yang diintegrasikan dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) yang memanfaatkan unsur teknologi terbaru berupa kecerdasan buatan yang memiliki kemampuan dalam memahami bahasa manusia secara alami yaitu Artificial Inteligence (AI) Chat GPT, serta terdapat aspek keterampilan berpikir kritis. Bahan ajar digital dinyatakan sangat layak yang dibuktikan dengan hasil uji kelayakan yang diperoleh menurut ahli materi sebesar 85,85% dari total indikator dan ahli media sebesar 82,16% dari total indikator. Uji keterbacaan bahan ajar digital memperoleh hasil sebesar 92,08% dari total indikator dengan kriteria bahan ajar mudah dipahami. Hasil angket respons peserta didik memperoleh hasil sebesar 81,70% dari total indikator dengan kriteria sangat baik. Bahan ajar digital yang dikembangkan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis yang ditandai dengan perolehan nilai N-Gain sebesar 0,68 dari total indikator yang termasuk kategori sedang. Bahan ajar digital yang dikembangkan sangat layak digunakan dan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Sehingga dapat digunakan sebagai sumber belajar pendamping pada proses pembelajaran

    PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MENYIMAK TEKS PIDATO DENGAN MENGGUNAKAN ARTICULATE STORYLINE PADA KELAS VIII SMP

    No full text
    Penelitian ini berfokus pada perlunya media pembelajaran yang efektif dalam pengajaran keterampilan menyimak teks pidato di tingkat sekolah menengah pertama. Media pembelajaran articulate storyline menjadi salah satu media pembelajaran yang digunakan untuk menunjang proses belajar siswa, sehingga siswa dapat fokus belajar tanpa merasa bosan apabila hanya menggunakan buku cetak biasa. Articulate storyline dalam penelitian ini mencakup materi menyimak, tidak hanya itu dalam media pembelajaran articulate storyline ini juga bisa digunakan untuk melihat contoh-contoh pidato dengan cara menyimak dan menyaksikan sehingga terdapat gambaran langsung contoh berpidato yang baik dan benar. Media pembelajaran seharusnya disesuaikan dengan perkembangan zaman dan dapat memberikan dampak yang baik bagi peserta didik, sehingga selain unggul dalam akademik peserta didik juga kuat dalam perkembangan media pembelajaran. Untuk itu, dibutuhkan pengembangan media pembelajaran untuk memperdalam materi menyimak teks pidato untuk kelas VIII SMP. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengembangkan dan mengevaluasi kefeektifan media pembelajaran berbasis Articulate storyline dalam meningkatkan kemampuan menyimak teks pidato siswa. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan jenis penelitian Research and Development yang terdiri atas 10 langkah, namun dalam penelitian ini hanya dilaksanakan sampai dengan langkah ke 6, hal tersebut karena penelitian ini hanya dilaksanakan sampai uji coba produk secara terbatas. Langkah tersebut yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, dan (6) uji coba produk. Data dan sumber data pada penelitian ini terdiri atas empat. Pertama data kecenderungan kebutuhan media pembelajaran articulate storyline yang diperoleh dari pendidik dan peserta didik dari SMP Negeri 2 Bringin, SMP Negeri 2 Brangsong, dan SMP Ibu Kartini. Kedua data kecenderungan kebutuhan media pembelajaran articulate storyline yang dipilih yang diperoleh dari pendidik dan peserta didik dari SMP Negeri 2 Bringin, SMP Negeri 2 Brangsong, dan SMP Ibu kartini. Ketiga skor penilaian kualitas produk yang diperoleh dari dua ahli yaitu Alif Yudistira,S.Kom., sebagai ahli media dan ahli materi pembelajaran kebahasaan dan Dr. Sakdiah Wati M.Pd. Keempat data skor keefektifan produk diperoleh dari peserta didik. ix Hasil penelitian menjelasakan bahwa kebutuhan media pembelajaran articculate storyline menyimak teks pidato kelas VIII SMP menunjukan bahwa media articulate storyline yang telah diperbaiki berdasarkan masukan para ahli terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan dari pretest hingga posttest. Uji normalitas mengkonfirmasi distribusi data yang normal, dan uji T sampel berpasangan menunjukan perbedaan yang subtansual antara pretest dan posttest, mendukung hipotesis bahwa media ini berdampak postif terhadap kemampuan siswa dalam mendengarkan teks pidato. Penelitian ini dapat di simpulkan bahwa media articulate storyline merupakan alat pembelajaran yang efektif dan berharga untuk meningkatkan keterampilan menyimak teks pidato pada siswa SMP. Berdasarkan hasil dan pembahasan berkaitan dengan pengembangaan media articulate storyline menyimak teks pidato, dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Kebutuhan media articulate storyline menyimak teks pidato untuk kelas VIII SMP dari peserta didik dan pendidik terdiri atas 6 aspek yaitu,aspek materi, aspek penyajian, aspek kebahasaan, aspek grafika, aspek berpikir kreatif dan aspek muatan nilai kemanusiaan. (2) Prototipe media articulate storyline menyimak teks pidato yaitu, cover slide, pada bagian tampilan depan media articulate storyline berisi tema, ilustrasi, dan pada slide akhir berisi mengenai rangkuman materi dan soal evaluasi, bagian isi memuat materi mengenai contoh teks pidato, mengenal teks pidato, tahapan penting sebelum menyimak, dan cara mengemabangkan kerangka teks pidato serta cara menyimak teks pidato. (3) Hasil uji validasi menunjukan perolehan nilai pada isi materi memperoleh nilai rata�rata 93,1 dengan kategori sangat baik. Pada penyajian materi memperoleh rata�rata 84,09 dengan kategori sangat baik. Pada aspek grafika memperoleh rata-rata 90,90 dengan kategori sangat baik. Pada aspek kebahasaan memperoleh rata-rata 90 dengan kategori sangat baik. Pada aspek berpikir kreatif memperoleh rata-rata 96,4 dengan kategori sangat baik. Pada kategori nilai kemanusiaan memperoleh rata-rata nilai 100 dengan kategori sangat baik. (4) Hasil uji coba secara terbatas terkait pemakaian media articulate storyline menyimak teks pidato memberikan dampak postif terhadap pembelajaran menyimak teks pidato, hal tersebut dapat dilihat dari perolehan hasil pretest memperoleh rata-rata 71,5 dan posttest memperoleh rata-rata 83,5. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan adanyanya kenaikan antara hasil prestest dan posttest. Tidak hanya itu, berdasarkan hasil uji-t paired sample T-test menunjukanperolehan Sig (2-Tailed) 0,000 < 0,05. Artinya terdapat kenaikan yang signifikan dan media articulate storyline terbukti efektif untuk diterapkan pada pembelajaran teks pidato. Saran yang disampaikan dalam penelitian ini berdasarkan hasil dan simpulan sebagai berikut. (1) Pendidik dan peserta didik sebaiknya menggunakan media articulate storyline ini untuk dijadikan referensi sebagai bahan pendalaman materi menyimak teks pidato di kelas VIII SMP. (2) Peneliti lain hendaknya melanjutkan penelitian ini pada tahap selanjutnya sehingga dapat memperbaiki kualitas media articulate storyline agar dapat lebih baik dan berkualitas

    PENDIDIKAN SENI BERBASIS NILAI BUDAYA JAWA DALAM FESTIVAL DALANG ANAK PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2023

    No full text
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji fokus yaitu: (1) Perkembangan eksistensi pertunjukan wayang kulit di Jawa Tengah; (2) Bentuk pertunjukan peserta Festival Dalang Anak Jawa Tengah Tahun 2023; (3) Festival Dalang Anak Jawa Tengah Tahun 2023 sebagai arena reproduksi budaya; dan (4) Implementasi nilai-nilai pendidikan dalam Festival Dalang Anak Jawa Tengah Tahun 2023. Bangunan metodologis penelitian ini berlandaskan pendekatan interdisiplin dengan meramu konsep dan teori dari Sosiologi, Seni, dan Pendidikan Seni. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka, wawancara, pengamatan, dan studi dokumen. Keabsahan data menggunakan triangulasi data: menggunakan berbagai sumber data (diskografi, observasi, wawancara, dan dokumen) untuk memastikan keakuratan temuan; Member Check: verifikasi temuan dengan dalang anak dan pelatih untuk memastikan interpretasi yang tepat; Peer Debriefing: diskusi dengan rekan atau pakar seni pertunjukan untuk mendapatkan perspektif tambahan dan validasi interpretasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa wayang kulit dengan perjalanan panjangnya sampai saat ini masih eksis di tengah masyarakat Jawa. Terbukti ketika diselenggarakan Festival Dalang Anak, antusias dalang anak untuk mengikuti sangat besar. Di dalam Festival Dalang Anak Jawa Tengah Tahun 2023, para dalang anak menunjukkan kualitasnya sesuai dengan keahlian masing-masing. Elemen�elemen yang digarap adalah lakon, iringan, catur, dan sabet. Festival Dalang Anak Tahun 2023 menjadi arena reproduksi budaya Jawa karena ada interaksi kreatif, pendidikan seni dan pelestarian tradisi. Pendidikan seni dalam Festival Dalang Anak Tahun 2023 didasari pengembangan tiga ranah: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Di samping itu agar Festival tersebut lebih bermakna untuk kehidupan berbangsa dan bernegara maka perlu dilandasi pendidikan karakter. Sehingga pembelajaran yang terjadi adalah pembelajaran karakter melalui seni pewayangan

    PERANCANGAN DESAIN IDENTITAS VISUAL DAN APLIKASINYA PADA CV TRIAS DARPA JAYA

    No full text
    Logo adalah pintu masuk yang mencerminkan sebuah brand. Logo dapat merefleksikan wajah dan kepribadian suatu entitas. Perancangan desain identitas visual ini bertujuan untuk mampu merealisasikan segala macam bentuk ide ke dalam sebuah karya desain identitas visual yang berhubungan dengan bidang Desain Komunikasi Visual (DKV) dengan melalui berbagai proses secara berurutan hingga selesai. Proses berkarya merupakan serangkaian tahapan yang sistematis dan terstruktur dengan melibatkan kreativitas dari seorang desainer untuk dapat menciptakan hasil karya yang optimal. Proses berkarya terbagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu tahap pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Tahap ini merupakan proses perwujudan dari berbagai ide dan konsep yang telah dikumpulkan, menjadi sebuah karya desain identitas visual yang utuh. Desain identitas visual ini tidak hanya berhasil menciptakan citra yang profesional dan konsisten, tetapi juga mampu menyampaikan pesan-pesan penting tentang keberlanjutan, kolaborasi, dan inovasi yang menjadi inti dari CV Trias Darpa Jaya. Penggunaan elemen visual seperti daun, anak panah, dan manusia dalam logo, serta pemilihan warna hijau dan biru, telah berhasil menggambarkan nilai-nilai dan aspirasi perusahaan. Implementasi desain ini diharapkan dapat memperkuat posisi CV Trias Darpa Jaya di industri pertanian dan meningkatkan kesadaran serta kepercayaan konsumen terhadap brand perusahaan

    IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI KEBON BARU 2

    No full text
    Pendidikan karakter dapat diimplementasikan dalam pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik dalam satu minggu hanya 24 jam pembelajaran, sedangkan nilai karakter terdiri dari 6 nilai dan setiap sekolah memiliki visi misi, ciri khas dan tujuan, maka perlu dikaji lebih dalam bentuk implementasi di sekolah. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran tematik di kelas VI Sekolah Dasar, mendeskripsikan kendala dan solusi yang diberikan guru dalam pelaksanaan pendidikan karakter pada pembelajaran tematik di kelas VISekolah Dasar dan mengamati karakter siswa kelas VI dalam kehidupan sehari-hari di Sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitiannya adalah SDN Kebon Baru 2 Kota Cirebon. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pendidikan karakter pada pembelajaran tematik di kelas VI SDN Kebon Baru 2 dilaksanakan dengan cara mengintegrasikan nilai karakter dalam tiga tahapan, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Setiap tahapan disesuaikan dengan ciri khas, visi misi dan tujuan sekolah. (2) Kendala yang dialami oleh sekolah berhubungan dengan sarana dan pra sarana, kondisi siswa, pengalaman guru dalam mengajar di kelas dan kurang baiknya komunikasi pihak sekolah dengan orang tua siswa. Solusinya yaitu memanfaatkan sarana dan pra sarana dengan baik, lebih memperhatikan siswa yang memerlukan bimbingan, memanfaatkan waktu sebaik mungkin, dan mengadakan pertemuan dengan orang tua secara rutin. (3) Nilai karakter yang tampak pada siswa di sekolah sesuai dengan penekanan nilai karakter yang dilakukan sekolah, yaitu didasarkan pada visi misi, ciri khas, tujuan sekolah dan disesuaikan dengan materi yang diajarkan. Saran dari penelitian ini adalah adanya kerja sama dari kepala sekolah, guru, siswa, pemerintah dan orang tua untuk lebih mendukung dan mengembangkan implementasi pendidikan karakter pada pembelajaran tematik di kelas VI Sekolah Dasar, sehingga dapat memaksimalkan proses implementasi pendidikan karakter dan karakter siswa semakin membaik

    THE USE OF METACOGNITIVE STRATEGY IN ENGLISH TRAINING TO IMPROVE THE IELTS SCORES OF AUSTRALIAN AWARD SCHOLARSHIP (AAS) AWARDEES IN ACEH IN 2022-2024

    No full text
    This study investigates the role of metacognitive strategy in enhancing the IELTS preparation of Australian Award Scholarship (AAS) awardees from Aceh. The study employs a mixed-methods approach, combining quantitative data from questionnaires and qualitative insights from interviews and observations. Results indicated that the students usually used metacognitive strategy (the average of planning, monitoring and evaluating phase is respectively 4.19, 4.19, and 3.94). It was also supported by the observation during the IELST learning activities and the interview result that the participants demonstrated high engagement in planning their study schedules, setting clear goals, and selecting appropriate learning resources. In addition, the analysis of participants‘ scores indicated that their IELTS scores were significantly improved after learning IELTS by using metacognitive strategy. The findings underscore the importance of making detailed notes, evaluating daily achievements, and comparing abilities before and after study sessions. Overall, the study highlights the effectiveness of metacognitive strategy in language learning, suggesting that these approaches help learners stay motivated, adapt their methods, and achieve better academic outcomes. Therefore, it was suggested for students, teachers, educational institutions, and policymakers to integrate metacognitive strategy training into their programs to enhance the effectiveness of IELTS preparation courses and improve educational outcomes

    MPLEMENTASI PENANGGULANGAN COVID-19 PADA STATUS ZONA WILAYAH KERJA PUSKESMAS SRAGEN KABUPATEN SRAGEN

    No full text
    Puskesmas Sragen memiliki kasus konfirmasi Covid-19 tertinggi pada tahun 2020 diantara puskesmas lainnya di Kabupaten Sragen. Peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 terjadi di pada bulan Juni - bulan September, pada bulan Juli (5 kasus baru), bulan Agustus (23 kasus baru), bulan September (31 kasus baru), sampai tanggal 30 Januari 2020, Kecamatan Sragen memiliki 765 kasus konfirmasi postif COVID-19 dengan prevalensi sebesar 11 per 1000 penduduk. Peningkatan tersebut diikuti dengan perubahan zona wilayah COVID-19 menjadi zona merah pada bulan September. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penanggulangan Covid-19 pada status zona wilayah kerja Puskesmas Sragen. Jenis penelitian ini adalah studi kualitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Puskesmas Sragen menyatakan prosedur pelaksanaan pencegahan dan pengendalian berdasarkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Kementerian Kesehatan Revisi Ke-5, yaitu Promosi Kesehatan, Perlindungan Umum & Spesifik, Diagnosis Awal & Perawatan Tepat Waktu. Sampel pada penelitian sebanyak 7 orang narasumber utama dan 7 narasumber Instrumen penelitian ini menggunakan pedoman wawancara mendalam. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikas

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇