Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
KEEFEKTIFAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK HOMEROOM BAGI PENINGKATAN KETERBUKAAN DIRI SISWA DALAM KOMUNIKASI TEMAN SEBAYA DI SMPIT BINA AMAL SEMARANG
Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu berinteraksi atau
berhubungan dengan orang lain dalam kehidupannya. Didalam sebuah interaksi
terjadi disemua rentang usia baik anak-anak, remaja, dewasa, ataupun orang tua.
Pada usia anak-anak hingga remaja mereka banyak melakukan interaksi sosial di
lingkungan sekolah. Terlebih untuk sekolah berbasis asrama yang melakukan
interkasi lebih dari 16 jam. Dalam melakukan interaksi mereka membutuhkan
keterbukaan diri, dengan keterbukaan diri yang baik maka akan terciptanya
hubungan yang baik pula, namun nyatanya terdapat siswa yang memiliki
keterbuaan diri rendah. Hal ini dapat menyebabkan siswa akan cenderung menutup
diri dan dijauhi oleh temannya. Keterbukaan diri yang rendah dapat diatasi dengan
pemberian layanan bimbingan kelompok dengan teknik homeroom. Bimbingan
kelompok merupakan layanan bimbingan konseling yang dilakukan secara
berkelompok dengan membahas suatu topik tertentu yang dianggap penting untuk
membantu mengatasi permasalahan siswa. Teknik homeroom adalah cara untuk
memberikan layanan bimbingan kelompok dengan membuat suasana seperti di
rumah. Konselor menggunakan teknik ini untuk membantu siswa memecahkan
masalah atau mengembangkan potensi mereka melalui kegiatan kelompok yang
hangat dan menyenangkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas bimbingan kelompok
teknik homeroom guna meningkatkan keterbukaan diri siswa dalam komunikasi
teman sebaya di SMPIT Bina Amal Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif dengan metode pre-experimental design dengan design One-Groupvii
Pretest-Posttest Design. Pada penelitian eksperimen bimbingan kelompok ini,
peneliti menggunakan sampel 10 orang pada kelompok eksperimen. Pengukuran
data menggunakan skala psikologis dengan jenis skala likert. Dalam pemberian
instrument dilakukan pengujian validitas dengan menggunakan professional
judgement serta korelasi product moment dengan signifikansi 5%. Data dianalisis
menggunakan analisis Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan
bimbingan kelompok teknik homeroom efektif untuk meningkatkan keterbukaan
diri siswa di SMPIT Bina Amal Semarang. Hal ini dibuktikan melalui perbandingan
skor rata-rata keterbukaan diri pada pretest dan posttest kelompok teknik homeroom
yaitu adanya peningkatan sebesar 25,6%. Kemudian hasil uji Paired Samples T Test
\ 25,905 > 0, 632. Artinya bimbingan kelompok teknik homeroom efektif untuk
meningkatkan keterbukaan diri siswa, karena terdapat perbedaan yang signifikan
pada keterbukaan diri siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan
kelompok teknik homeroom
PERAN FORUM MASYARAKAT ANTI KORUPSI DALAM UPAYA PENCEGAHAN KORUPSI DANA DESA DI DESA BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG
Desa Banyubiru sebagai desa anti korupsi peringkat pertama nasional pada
tahun 2022 memiliki kelompok masyarakat bernama Forum Masyarakat Anti
Korupsi (FMAK) yang dibentuk oleh pemerintah desa sebagai kolabolator dalam
upaya pencegahan korupsi. Akan semakin unik jika dilihat lebih lanjut terkait
peranan forum tersebut mengingat pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan
tindak pidana korupsi khususnya dalam sektor dana desa.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Peran Forum
Masyarakat Anti Korupsi dalam upaya pencegahan korupsi dana desa di Desa
Banyubiru; (2) Kendala Forum Masyarakat Anti Korupsi dalam menjalankan
peranannya sebagai upaya pencegahan korupsi dana desa di Desa Banyubiru.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian meliputi
sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan
adalah triangulasi teknik pengumpulan data. Analisis data melalui reduksi data,
penyajian data, dan pengambilan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan terdapat empat peran yang dijalankan
Forum Masyarakat Anti Korupsi dalam upaya pencegahan korupsi, antara lain
Penyuluhan Anti Korupsi kepada Masyarakat Desa Banyubiru; Pengawasan Dana
Desa; Penyampaian Himbauan dan Masukan kepada Pemerintah Desa Banyubiru;
dan Penyediaan Pelaporan Indikasi Tindakan Korupsi melalui koordinasi tindak
lanjut. Tindakan forum tersebut sesuai dengan tugasnya, yang menunjukan peran.
Hal ini sesuai dengan teori peran yang peneliti gunakan. Kemudian, teori kedua
yang digunakan peneliti adalah Teori Detterence, yang hasilnya menunjukan bahwa
peran forum dalam kacamata Pemerintah Desa Banyubiru berpengaruh pada aspek
kehati-hatian, tetapi kurang berpengaruh pada aspek akuntabilitas, transparansi, dan
tertib dan disiplin dalam tata kelola dana desa. Pada kacamata masyarakat, peranan
forum berpengaruh dalam memberikan pemahaman lebih tentang korupsi yang
pada akhirnya berimplikasi akan munculnya tekad untuk berpartisipasi dalam
pencegahan korupsi. Adapun kendala yang terjadi dalam pelaksanaan peran terdiri
dari kendala internal dan kendala eksternal. Kendala internalnya yaitu tidak ada
anggaran di Forum Masyarakat Anti Korupsi dan minimnya pertemuan di Internal
Forum Masyarakat Anti Korupsi. Sedangkan kendala eksternalnya yaitu
antuasiasme masyarakat yang rendah dalam penyuluhan anti korupsi dan adanya
keterbatasan waktu dalam pelaksanaan penyuluhan anti korupsi.
Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah kepada Forum Masyarakat
Anti Korupsi untuk melakukan kreativitas program dalam upaya pencegahan
korupsi. Kepada Pemerintah Desa Banyubiru untuk mendukung Forum Masyarakat
Anti Korupsi dalam pelaksanaan tugas-tugasnya secara berkelanjutan. Sedangkan
kepada masyarakat, agar lebih proaktif dalam keterlibatannya pada pencegahan
korupsi di Desa Banyubiru.
ABSTR
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL BERBANTUAN GOOGLE SITES DENGAN PENDEKATAN STEM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI USAHA DAN ENERGI
Pada proses pembelajaran peran guru masih mendominasi sehingga pembelajaran
hanya berpusat pada guru yang menyebabkan rendahnya keterampilan berpikir
kritis peserta didik. Selain itu, sumber belajar yang digunakan masih konvensional
dalam bentuk buku paket cetak dan belum memuat indikator keterampilan berpikir
kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik bahan ajar
digital, menguji dan mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar digital, dan
mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Jenis penelitian
ini yaitu penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model
pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation,
Evaluation). Subjek penelitian ini adalah guru fisika kelas XI MIPA SMA Negeri 1
Boja, Dosen Fisika Universitas Negeri Semarang, Dosen Ilkom Universitas Negeri
Semarang, dan peserta didik kelas XI (XI A dan XI C). Karakteristik bahan ajar
digital berisi materi usaha dan energi yang diintegrasikan dengan pendekatan
STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) yang memanfaatkan
unsur teknologi terbaru berupa kecerdasan buatan yang memiliki kemampuan
dalam memahami bahasa manusia secara alami yaitu Artificial Inteligence (AI)
Chat GPT, serta terdapat aspek keterampilan berpikir kritis. Bahan ajar digital
dinyatakan sangat layak yang dibuktikan dengan hasil uji kelayakan yang diperoleh
menurut ahli materi sebesar 85,85% dari total indikator dan ahli media sebesar
82,16% dari total indikator. Uji keterbacaan bahan ajar digital memperoleh hasil
sebesar 92,08% dari total indikator dengan kriteria bahan ajar mudah dipahami.
Hasil angket respons peserta didik memperoleh hasil sebesar 81,70% dari total
indikator dengan kriteria sangat baik. Bahan ajar digital yang dikembangkan
mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis yang ditandai dengan perolehan
nilai N-Gain sebesar 0,68 dari total indikator yang termasuk kategori sedang. Bahan
ajar digital yang dikembangkan sangat layak digunakan dan mampu meningkatkan
keterampilan berpikir kritis peserta didik. Sehingga dapat digunakan sebagai
sumber belajar pendamping pada proses pembelajaran
STRATEGI MEMBANGUN KEPERCAYAAN PEMBELI PADA TRANSAKSI JUAL-BELI HEWAN ONLINE MELALUI GRUP FACEBOOK DI KALANGAN MAHASISWA UNNES
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MENYIMAK TEKS PIDATO DENGAN MENGGUNAKAN ARTICULATE STORYLINE PADA KELAS VIII SMP
Penelitian ini berfokus pada perlunya media pembelajaran yang efektif
dalam pengajaran keterampilan menyimak teks pidato di tingkat sekolah
menengah pertama. Media pembelajaran articulate storyline menjadi salah satu
media pembelajaran yang digunakan untuk menunjang proses belajar siswa,
sehingga siswa dapat fokus belajar tanpa merasa bosan apabila hanya
menggunakan buku cetak biasa. Articulate storyline dalam penelitian ini
mencakup materi menyimak, tidak hanya itu dalam media pembelajaran articulate
storyline ini juga bisa digunakan untuk melihat contoh-contoh pidato dengan cara
menyimak dan menyaksikan sehingga terdapat gambaran langsung contoh
berpidato yang baik dan benar.
Media pembelajaran seharusnya disesuaikan dengan perkembangan
zaman dan dapat memberikan dampak yang baik bagi peserta didik, sehingga
selain unggul dalam akademik peserta didik juga kuat dalam perkembangan media
pembelajaran. Untuk itu, dibutuhkan pengembangan media pembelajaran untuk
memperdalam materi menyimak teks pidato untuk kelas VIII SMP.
Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengembangkan dan
mengevaluasi kefeektifan media pembelajaran berbasis Articulate storyline dalam
meningkatkan kemampuan menyimak teks pidato siswa.
Penelitian ini dilaksanakan menggunakan jenis penelitian Research and
Development yang terdiri atas 10 langkah, namun dalam penelitian ini hanya
dilaksanakan sampai dengan langkah ke 6, hal tersebut karena penelitian ini hanya
dilaksanakan sampai uji coba produk secara terbatas. Langkah tersebut yaitu (1)
potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain,
(5) revisi desain, dan (6) uji coba produk. Data dan sumber data pada penelitian
ini terdiri atas empat. Pertama data kecenderungan kebutuhan media pembelajaran
articulate storyline yang diperoleh dari pendidik dan peserta didik dari SMP
Negeri 2 Bringin, SMP Negeri 2 Brangsong, dan SMP Ibu Kartini. Kedua data
kecenderungan kebutuhan media pembelajaran articulate storyline yang dipilih
yang diperoleh dari pendidik dan peserta didik dari SMP Negeri 2 Bringin, SMP
Negeri 2 Brangsong, dan SMP Ibu kartini. Ketiga skor penilaian kualitas produk
yang diperoleh dari dua ahli yaitu Alif Yudistira,S.Kom., sebagai ahli media dan
ahli materi pembelajaran kebahasaan dan Dr. Sakdiah Wati M.Pd. Keempat data
skor keefektifan produk diperoleh dari peserta didik.
ix
Hasil penelitian menjelasakan bahwa kebutuhan media pembelajaran
articculate storyline menyimak teks pidato kelas VIII SMP menunjukan bahwa
media articulate storyline yang telah diperbaiki berdasarkan masukan para ahli
terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan dari pretest
hingga posttest. Uji normalitas mengkonfirmasi distribusi data yang normal, dan
uji T sampel berpasangan menunjukan perbedaan yang subtansual antara pretest
dan posttest, mendukung hipotesis bahwa media ini berdampak postif terhadap
kemampuan siswa dalam mendengarkan teks pidato. Penelitian ini dapat di
simpulkan bahwa media articulate storyline merupakan alat pembelajaran yang
efektif dan berharga untuk meningkatkan keterampilan menyimak teks pidato
pada siswa SMP.
Berdasarkan hasil dan pembahasan berkaitan dengan pengembangaan
media articulate storyline menyimak teks pidato, dapat disimpulkan sebagai
berikut. (1) Kebutuhan media articulate storyline menyimak teks pidato untuk
kelas VIII SMP dari peserta didik dan pendidik terdiri atas 6 aspek yaitu,aspek
materi, aspek penyajian, aspek kebahasaan, aspek grafika, aspek berpikir kreatif
dan aspek muatan nilai kemanusiaan. (2) Prototipe media articulate storyline
menyimak teks pidato yaitu, cover slide, pada bagian tampilan depan media
articulate storyline berisi tema, ilustrasi, dan pada slide akhir berisi mengenai
rangkuman materi dan soal evaluasi, bagian isi memuat materi mengenai contoh
teks pidato, mengenal teks pidato, tahapan penting sebelum menyimak, dan cara
mengemabangkan kerangka teks pidato serta cara menyimak teks pidato. (3) Hasil
uji validasi menunjukan perolehan nilai pada isi materi memperoleh nilai rata�rata 93,1 dengan kategori sangat baik. Pada penyajian materi memperoleh rata�rata 84,09 dengan kategori sangat baik. Pada aspek grafika memperoleh rata-rata
90,90 dengan kategori sangat baik. Pada aspek kebahasaan memperoleh rata-rata
90 dengan kategori sangat baik. Pada aspek berpikir kreatif memperoleh rata-rata
96,4 dengan kategori sangat baik. Pada kategori nilai kemanusiaan memperoleh
rata-rata nilai 100 dengan kategori sangat baik. (4) Hasil uji coba secara terbatas
terkait pemakaian media articulate storyline menyimak teks pidato memberikan
dampak postif terhadap pembelajaran menyimak teks pidato, hal tersebut dapat
dilihat dari perolehan hasil pretest memperoleh rata-rata 71,5 dan posttest
memperoleh rata-rata 83,5.
Berdasarkan hasil tersebut menunjukan adanyanya kenaikan antara hasil
prestest dan posttest. Tidak hanya itu, berdasarkan hasil uji-t paired sample T-test
menunjukanperolehan Sig (2-Tailed) 0,000 < 0,05. Artinya terdapat kenaikan
yang signifikan dan media articulate storyline terbukti efektif untuk diterapkan
pada pembelajaran teks pidato.
Saran yang disampaikan dalam penelitian ini berdasarkan hasil dan
simpulan sebagai berikut. (1) Pendidik dan peserta didik sebaiknya menggunakan
media articulate storyline ini untuk dijadikan referensi sebagai bahan pendalaman
materi menyimak teks pidato di kelas VIII SMP. (2) Peneliti lain hendaknya
melanjutkan penelitian ini pada tahap selanjutnya sehingga dapat memperbaiki
kualitas media articulate storyline agar dapat lebih baik dan berkualitas
PENDIDIKAN SENI BERBASIS NILAI BUDAYA JAWA DALAM FESTIVAL DALANG ANAK PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2023
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji fokus yaitu: (1) Perkembangan
eksistensi pertunjukan wayang kulit di Jawa Tengah; (2) Bentuk pertunjukan
peserta Festival Dalang Anak Jawa Tengah Tahun 2023; (3) Festival Dalang Anak
Jawa Tengah Tahun 2023 sebagai arena reproduksi budaya; dan (4) Implementasi
nilai-nilai pendidikan dalam Festival Dalang Anak Jawa Tengah Tahun 2023.
Bangunan metodologis penelitian ini berlandaskan pendekatan interdisiplin
dengan meramu konsep dan teori dari Sosiologi, Seni, dan Pendidikan Seni.
Penelitian menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik
studi pustaka, wawancara, pengamatan, dan studi dokumen. Keabsahan data
menggunakan triangulasi data: menggunakan berbagai sumber data (diskografi,
observasi, wawancara, dan dokumen) untuk memastikan keakuratan temuan;
Member Check: verifikasi temuan dengan dalang anak dan pelatih untuk
memastikan interpretasi yang tepat; Peer Debriefing: diskusi dengan rekan atau
pakar seni pertunjukan untuk mendapatkan perspektif tambahan dan validasi
interpretasi.
Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa wayang kulit dengan perjalanan
panjangnya sampai saat ini masih eksis di tengah masyarakat Jawa. Terbukti ketika
diselenggarakan Festival Dalang Anak, antusias dalang anak untuk mengikuti
sangat besar. Di dalam Festival Dalang Anak Jawa Tengah Tahun 2023, para dalang
anak menunjukkan kualitasnya sesuai dengan keahlian masing-masing. Elemen�elemen yang digarap adalah lakon, iringan, catur, dan sabet. Festival Dalang Anak
Tahun 2023 menjadi arena reproduksi budaya Jawa karena ada interaksi kreatif,
pendidikan seni dan pelestarian tradisi. Pendidikan seni dalam Festival Dalang
Anak Tahun 2023 didasari pengembangan tiga ranah: kognitif, afektif, dan
psikomotorik. Di samping itu agar Festival tersebut lebih bermakna untuk
kehidupan berbangsa dan bernegara maka perlu dilandasi pendidikan karakter.
Sehingga pembelajaran yang terjadi adalah pembelajaran karakter melalui seni
pewayangan
PERANCANGAN DESAIN IDENTITAS VISUAL DAN APLIKASINYA PADA CV TRIAS DARPA JAYA
Logo adalah pintu masuk yang mencerminkan sebuah brand. Logo dapat
merefleksikan wajah dan kepribadian suatu entitas. Perancangan desain identitas
visual ini bertujuan untuk mampu merealisasikan segala macam bentuk ide ke
dalam sebuah karya desain identitas visual yang berhubungan dengan bidang
Desain Komunikasi Visual (DKV) dengan melalui berbagai proses secara berurutan
hingga selesai. Proses berkarya merupakan serangkaian tahapan yang sistematis
dan terstruktur dengan melibatkan kreativitas dari seorang desainer untuk dapat
menciptakan hasil karya yang optimal. Proses berkarya terbagi menjadi tiga tahapan
utama, yaitu tahap pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Tahap ini merupakan
proses perwujudan dari berbagai ide dan konsep yang telah dikumpulkan, menjadi
sebuah karya desain identitas visual yang utuh. Desain identitas visual ini tidak
hanya berhasil menciptakan citra yang profesional dan konsisten, tetapi juga
mampu menyampaikan pesan-pesan penting tentang keberlanjutan, kolaborasi, dan
inovasi yang menjadi inti dari CV Trias Darpa Jaya. Penggunaan elemen visual
seperti daun, anak panah, dan manusia dalam logo, serta pemilihan warna hijau dan
biru, telah berhasil menggambarkan nilai-nilai dan aspirasi perusahaan.
Implementasi desain ini diharapkan dapat memperkuat posisi CV Trias Darpa Jaya
di industri pertanian dan meningkatkan kesadaran serta kepercayaan konsumen
terhadap brand perusahaan
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI KEBON BARU 2
Pendidikan karakter dapat diimplementasikan dalam pembelajaran tematik.
Pembelajaran tematik dalam satu minggu hanya 24 jam pembelajaran, sedangkan nilai
karakter terdiri dari 6 nilai dan setiap sekolah memiliki visi misi, ciri khas dan tujuan, maka
perlu dikaji lebih dalam bentuk implementasi di sekolah. Penelitian bertujuan untuk
mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran tematik di kelas
VI Sekolah Dasar, mendeskripsikan kendala dan solusi yang diberikan guru dalam
pelaksanaan pendidikan karakter pada pembelajaran tematik di kelas VISekolah Dasar dan
mengamati karakter siswa kelas VI dalam kehidupan sehari-hari di Sekolah. Penelitian ini
merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan teknik
purposive sampling. Subjek penelitiannya adalah SDN Kebon Baru 2 Kota Cirebon. Teknik
pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi.
Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa (1) pendidikan karakter pada pembelajaran tematik di kelas
VI SDN Kebon Baru 2 dilaksanakan dengan cara mengintegrasikan nilai karakter dalam
tiga tahapan, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Setiap tahapan
disesuaikan dengan ciri khas, visi misi dan tujuan sekolah. (2) Kendala yang dialami oleh
sekolah berhubungan dengan sarana dan pra sarana, kondisi siswa, pengalaman guru dalam
mengajar di kelas dan kurang baiknya komunikasi pihak sekolah dengan orang tua siswa.
Solusinya yaitu memanfaatkan sarana dan pra sarana dengan baik, lebih memperhatikan
siswa yang memerlukan bimbingan, memanfaatkan waktu sebaik mungkin, dan
mengadakan pertemuan dengan orang tua secara rutin. (3) Nilai karakter yang tampak pada
siswa di sekolah sesuai dengan penekanan nilai karakter yang dilakukan sekolah, yaitu
didasarkan pada visi misi, ciri khas, tujuan sekolah dan disesuaikan dengan materi yang
diajarkan. Saran dari penelitian ini adalah adanya kerja sama dari kepala sekolah, guru,
siswa, pemerintah dan orang tua untuk lebih mendukung dan mengembangkan
implementasi pendidikan karakter pada pembelajaran tematik di kelas VI Sekolah Dasar,
sehingga dapat memaksimalkan proses implementasi pendidikan karakter dan karakter
siswa semakin membaik
THE USE OF METACOGNITIVE STRATEGY IN ENGLISH TRAINING TO IMPROVE THE IELTS SCORES OF AUSTRALIAN AWARD SCHOLARSHIP (AAS) AWARDEES IN ACEH IN 2022-2024
This study investigates the role of metacognitive strategy in enhancing the IELTS
preparation of Australian Award Scholarship (AAS) awardees from Aceh. The
study employs a mixed-methods approach, combining quantitative data from
questionnaires and qualitative insights from interviews and observations. Results
indicated that the students usually used metacognitive strategy (the average of
planning, monitoring and evaluating phase is respectively 4.19, 4.19, and 3.94).
It was also supported by the observation during the IELST learning activities and
the interview result that the participants demonstrated high engagement in
planning their study schedules, setting clear goals, and selecting appropriate
learning resources. In addition, the analysis of participants‘ scores indicated that
their IELTS scores were significantly improved after learning IELTS by using
metacognitive strategy. The findings underscore the importance of making
detailed notes, evaluating daily achievements, and comparing abilities before and
after study sessions. Overall, the study highlights the effectiveness of
metacognitive strategy in language learning, suggesting that these approaches help
learners stay motivated, adapt their methods, and achieve better academic
outcomes. Therefore, it was suggested for students, teachers, educational
institutions, and policymakers to integrate metacognitive strategy training into
their programs to enhance the effectiveness of IELTS preparation courses and
improve educational outcomes
MPLEMENTASI PENANGGULANGAN COVID-19 PADA STATUS ZONA WILAYAH KERJA PUSKESMAS SRAGEN KABUPATEN SRAGEN
Puskesmas Sragen memiliki kasus konfirmasi Covid-19 tertinggi pada tahun
2020 diantara puskesmas lainnya di Kabupaten Sragen. Peningkatan jumlah kasus
positif COVID-19 terjadi di pada bulan Juni - bulan September, pada bulan Juli (5
kasus baru), bulan Agustus (23 kasus baru), bulan September (31 kasus baru), sampai
tanggal 30 Januari 2020, Kecamatan Sragen memiliki 765 kasus konfirmasi postif
COVID-19 dengan prevalensi sebesar 11 per 1000 penduduk. Peningkatan tersebut
diikuti dengan perubahan zona wilayah COVID-19 menjadi zona merah pada bulan
September. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penanggulangan
Covid-19 pada status zona wilayah kerja Puskesmas Sragen.
Jenis penelitian ini adalah studi kualitatif dengan teknik pengambilan sampel
secara purposive sampling. Puskesmas Sragen menyatakan prosedur pelaksanaan
pencegahan dan pengendalian berdasarkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian
COVID-19 Kementerian Kesehatan Revisi Ke-5, yaitu Promosi Kesehatan,
Perlindungan Umum & Spesifik, Diagnosis Awal & Perawatan Tepat Waktu. Sampel
pada penelitian sebanyak 7 orang narasumber utama dan 7 narasumber Instrumen
penelitian ini menggunakan pedoman wawancara mendalam. Data dianalisis melalui
tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikas