Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KEBENCANAAN DENGAN TINGKATKESIAPSIAGAAN PENDUDUK DALAM MENGHADAPI BENCANA TSUNAMI DI KELURAHAN TEGALKAMULYAN KECAMATAN CILACAP SELATAN KABUPATEN CILACAP

    No full text
    Kelurahan Tegalkamulyan merupakan wilayah dengan risiko bencana tsunami sangat tinggi, dikarenakan letaknya yang berhadapan langsung dengan zona tumbukan lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia sehingga berpotensi terjadi gempa megathrust yang menyebabkan tsunami. Dokumen Monev Framework IDRIP tahun 2024 juga menjelaskan bahwa Kelurahan Tegalkamulyan berpotensi tinggi terdampak tsunami. Salah satu upaya untuk menekan risiko bencana tsunami adalah kesiapan penduduk dalam upaya kesiapsiagaan serta pengetahuan penduduk terkait kebencanaan tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai tingkat pengetahuan kebencanaan tsunami, menganalisis tingkat kesiapsiagaan penduduk, dan mencari hubungan pengetahuan kebencanaan dengan tingkat kesiapsiagaan penduduk dalam menghadapi bencana tsunami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi. Populasi penelitian ini yaitu penduduk yang tinggal di KRB III Kelurahan Tegalkamulyan yang terdiri dari tujuh RW. Sampel penelitian menggunakan teknik proportional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 97 penduduk. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan metode tes, kuesioner, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis korelasi. Hasil penelitian: a) Penduduk Kelurahan Tegalkamulyan memiliki tingkat pengetahuan kebencanaan tsunami dengan kategori sangat tinggi yang diukur berdasarkan pengetahuan kognitif terkait bencana tsunami. Tingginya tingkat pengetahuan tersebut diperoleh dari pelatihan dan simulasi bencana tsunami yang diadakan oleh BPBD Kabupaten Cilacap. Presentase tingkat pengetahuan kebencanaan tsunami penduduk Kelurahan Tegalkamulyan yaitu 75,1%; b) Penduduk Kelurahan Tegalkamulyan telah mempersiapkan diri dengan baik melalui upaya kesiapsiagaan bencana tsunami. Kesiapsiagaan yang dimiliki merupakan hasil dari proses panjang yang dibentuk melalui pelatihan, sosialisasi, simulasi, serta pengalaman penduduk pada kejadian tsunami yang secara kolektif emperkuat kesiapan mental mereka untuk menghadapi ancaman bencana tsunami, presentase yang diperoleh yaitu 83,4%; c) Berdasarkan analisis, menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan kebencanaan memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kesiapsiagaan penduduk dalam menghadapi bencana tsunami. Hubungan tersebut membentuk hubungan yang kuat dan berpola positif. Pengetahuan kebencanaan penduduk sangat tinggi dan kesiapsiagaan penduduk dengan kategori sangat siap mengartikan bahwa penduduk telah siap apabila suatu ketika terjadi bencana tsunami. Namun, hal tersebut harus dijaga dan tetap harus dilakukan pelatihan dan simulasi secara berkelanjuta

    PENGARUH BEBAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi pada Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah)

    No full text
    Kinerja karyawan adalah faktor penting dalam pencapaian tujuan organisasi, termasuk di Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah. Permasalahan ketidakstabilan kinerja karyawan menunjukkan bahwa beban kerja yang berlebihan dan kurangnya disiplin kerja dapat berdampak pada kinerja karyawan melalui kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beban kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan, melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh karyawan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, dengan tujuan untuk memberikan gambaran lebih akurat tentang kondisi organisasi dan meningkatkan validitas hasil penelitian. Dari populasi tersebut, diambil 139 sampel menggunakan teknik pengambilan sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, dan analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan aplikasi SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang digunakan telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas konstruk serta kesesuaian model pada asumsi Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan aplikasi SmartPLS, sehingga model dinyatakan layak. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja serta kinerja karyawan, dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Namun, beban kerja tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, dan kepuasan kerja tidak memediasi hubungan antara beban kerja dan kinerja karyawan. Sebaliknya, kepuasan kerja memediasi hubungan antara disiplin kerja dan kinerja karyawan. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa lima hipotesis diterima, sementara dua hipotesis ditolak. Saran dari penelitian ini adalah agar institusi terus meningkatkan kinerja dengan memperhatikan beban kerja, disiplin kerja, dan kepuasan kerja guna meningkatkan kinerja karyawan

    PENGARUH CASH FLOW, KEBIJAKAN DIVIDEN, KESEMPATAN INVESTASI TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI DENGAN GROWTH OPPORTUNITY SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018 – 2022)

    No full text
    Keputusan investasi merupakan tolak ukur dalam pengambilan keputusan suatu perusahaan dengan memanfaatkan dana yang ada untuk pembelian aset agar dapat memberikan manfaat bagi perusahaan di masa depan. Perusahaan mendapatkan laba atau keuntungan yang tinggi. Dengan adanya laba yang tinggi serta diiringi dengan risiko tertentu diharapkan dapat mencapai serta meningkatkan kualitas perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji pengaruh cash flow, kebijakan dividen, kesempatan investasi terhadap keputusan investasi dengan growth opportunity sebagai variabel moderasi. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018 2022. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 27 perusahaan sehingga diperoleh 135 unit analisis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis statistik desktiptif dan inferensial dengan menggunakan software Eviews versi 12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel cash flow tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan investasi. Variabel kebijakan dividen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan investasi. Variabel kesempatan investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi. Selanjutnya, growth opportunity tidak mampu memoderasi pengaruh cash flow terhadap keputusan investasi. Growth opportunity tidak mampu memoderasi pengaruh kebijakan dividen terhadap keputusan investasi. Variabel growth opportunity tidak mampu memoderasi pengaruh kesempatan investasi terhadap keputusan investasi. Saran dalam penelitian ini perusahaan diharapkan untuk berhati-hati dalam mempertimbangkan dalam mengalokasikan laba mereka untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki dana internal yang cukup untuk mendukung investasi yang menguntungkan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan penggunaan sektor-sektor lain, memperpanjang periode pengamatan untuk mendapatkan hasil yang lebih tepat, dan menggunakan metode pengukuran alternatif untuk variabel keputusan investasi, cash flow, dan kebijakan dividen

    MODEL PEMBINAAN KEDISIPLINAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN RIYADLUL ULUM WADDA’WAH CONDONG TASIKMALAYA (IMPLIKASINYA BAGI PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING)

    No full text
    Dalam menegakkan disiplin santri, pengasuhan santri lebih menekankan pada kesadaran akan pentingnya hidup berdisiplin, dengan demikian diharapkan seluruh santri menyadari betul akan penting hidup dengan disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembinaan kedisiplinan santri beserta implikasinya terhadap bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif model pendekatan studi kasus, dengan sumber data penelitian subyek yaitu pengasuhan, guru bimbingan konseling dan santri. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi data. Teknik analisis daya yang digunakan dengan menggunakan pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pembinaan kedisplinan santri di Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Wadda’wah Condong Tasikmalaya menggunakan bentuk disiplin demokratis. (2) Model pembinaan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Wadda’wah Condong Tasikmalaya menggunakan model pembinaan dengan keteladanan, pembinaan dengan pembiasaaan, pembinaan dengan hukuman, pembinaan dengan nasehat, dan pembinaan dengan bercerita. (3) Kendala kendala yang dihadapi dalam menerapkan pembinaan kedisiplinan santri yaitu pengurus kurang konsisten dalam menjalankan peraturan, penguatan sistem kontrol, dan pengelolaan intervensi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pembinaan. (4) Layanan bimbingan konseling untuk kedisiplinan santri mencakup pendekatan preventif melalui bimbingan klasikal, kelompok, dan kelas besar, serta pendekatan kuratif melalui sesi konseling individu

    ENGARUH PARENTING STRESS DAN GAYA PENGASUHAN ORANG TUA TERHADAP AGRESI VERBAL ANAK USIA DINI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara parenting stress dan gaya pengasuhan orang tua terhadap agresi verbal pada anak usia dini. Sebanyak 125 ibu yang anaknya bersekolah di TK Negeri Pembina Pemalang, TK Pakkis Sugihwaras, TK Pertiwi Bahari Siwi, TK Pertiwi Lawangrejo, TK IT Al Kahfi, TK Pertiwi Danasari, dan TK Muslimat Danasari menjadi subjek penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian yang telah dikembangkan, meliputi kuesioner parenting stress, kuesioner gaya pengasuhan orang tua khusunya ibu, dan kuesioner agresi verbal anak usia dini. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel X1 (Parenting stress) memiliki nilai t hitung sebesar 1,329 dan p-value sebesar 0,186, yang berarti tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Y (Agresi Verbal Anak Usia Dini). Sementara itu, variabel X2 (Gaya Pengasuhan Orang Tua) memiliki nilai thitung sebesar 14.402 dan p-value sebesar 0.000, yang menunjukkan bahwa variabel ini berpengaruh secara parsial. Secara simultan, berdasarkan uji F, nilai Fhitung sebesar 149,773 dengan p-value sebesar 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua variabel ini berpengaruh signifikan terhadap agresi verbal anak usia dini. Model regresi yang digunakan cukup kuat, mampu menjelaskan sekitar 70,6% variasi dalam agresi verbal anak usia dini, menunjukkan bahwa aspek pengasuhan secara keseluruhan penting dalam memahami perilaku tersebut pada anak usia dini

    KONSTRUKSI SOSIAL PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) KOTA SEMARANG

    No full text
    Iendidikan di Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran dan stagnan dalam beberapa tahun terakhir, ditambah pada pembelajaran IPS ditemui realita bahwa adanya ketidakmampuan guru IPS dalam mengkontekstualkan dan merelevansikan pembelajaran IPS yang aplikatif dan bermakna bagi peserta didik. Mengenai hal tersebut Kemendikbud Ristek melakukan pemulihan pembelajaran dengan adanya Kurikulum Merdeka, dimana Kurikulum Merdeka berakar pada pendekatan konstruktivisme. Tujuan dari penulisan ini untuk (1) Mengidentifikasi dan memaparkan konstruksi sosial guru IPS terhadap pendekatan konstruktivisme pada pembelajaran IPS, (2) Mengidentifikasi dan menganalisis perencanaan pembelajaran IPS menggunakan pendekatan konstruktivisme, dan (3) Mengidentifikasi dan menganalisis penerapan pembelajaran IPS menggunakan pendekatan konstruktivisme Dengan pendekatan kualitatif. penulisan ini dipaparkan menggunakan pendekatan studi fenomenologi dan studi kasus karena disesuaikan dengan tujuan dan rumusan penelitian agar data atau informasi yang didapat di lapangan dapat memenuhi kriteria yang dibutuhkan. Teknik analisis data menggunakan analisis data tekstual dengan model analisis berupa model interaktif. Lokasi penelitian berada di SMPN 3 dan SMPN 39 Semarang dengan informan utama merupakan guru IPS kelas VIII, informan kunci merupakan sub koordinator kurikulum dan penilaian bidang pembinaan SMP dinas pendidikan Kota Semarang dan informan pendukung yaitu kepala bidang kurikulum serta siswa di kelas VIII. Hasil penelitian memaparkan bahwa (1) konstruksi sosial guru di SMPN 3 dan 39 Kota Semarang memaparkan pendekatan konstruktivisme merupakan pendekatan yang bagus dan sesuai dengan kebutuhan dan tantangan dunia pendidikan, (2) perencanaan yang didesain guru IPS SMPN 3 masih memerlukan beberapa pembenahan dan perbaikan agar sesuai dengan standar kurikulum, sedangkan perencanaan yang didesain guru IPS SMPN 39 telah mendetail dan sesuai dengan standar kurikulum yang berlaku, dan (3) penerapan pembelajaran IPS yang menggunakan pendekatan konstruktivisme pada guru IPS SMPN 3 belum berjalan sesuai dengan sintaksnya, sedangkan penerapan pendekatan konstruktivisme di kelas guru IPS SMPN 39 sudah relevan dengan keempat sintaks konstruktivisme walaupun belum sempurna. Sehingga walaupun konstruksi guru vii IPS di kedua sekolah terhadap pendekatan konstruktivisme positif namun terdapat perbedaan di dalam perencanaan dan penerapan pendekatan konstruktivisme di kelas yang diampu kedua guru. Saran, perlu adanya peningkatan sosialisasi dan pelatihan bagi guru dalam mendesain dan menerapkan sintaks konstruktivisme, selain itu Kemendikbud perlu meninjau kembali kebijakan yang diregulasikan pada kurikulum merdeka, agar tugas utama guru sebagai seorang pengajar tidak dikorbankan dengan tugas tambahan lainnya. Kemudian sekolah dituntut untuk melegitimasikan atau memberikan kebijakan terkait proses pembelajaran di kelas untuk meningkatkan kesadaran guru dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di kelas

    INDONESIAN EFL LECTURERS’ COGNITION, REFLECTION AND THEIR STUDENTS’ PERCEPTION TOWARD COLLABORATIVE WRITING

    No full text
    Numerous investigations have previously examined the effects of collaborative writing on students' writing performance from the student perspective. However, few studies have undertaken a comprehensive exploration that encompasses both qualitative and quantitative insights, encompassing both lecturers and students. In response to this gap, this research adopts mixed-methods approach of the exploratory sequential design, employing thematic narrative analysis. The research engaged three experienced EFL writing lecturers and thirty students from a private university in West Java, Indonesia, in the academic year of 2021/2022. Data collection methods included lecturers’ narrative frame, interviews, and questionnaires for students. The research outcomes revealed that the EFL lecturers skilfully integrated face-to-face collaborative writing into the process-genre based approach to text development. Both lecturers and students attested to the substantial benefits of collaborative writing for writing and language skill improvement, enriching the learning process, and enhancing social and affective aspects of education. Despite the positive outcomes, the research also uncovered challenges associated with collaborative writing, including group formation and individual preferences, which occasionally hindered the collaborative process. In addition, the quantitative analysis unveiled a noteworthy correlation between students' positive perceptions of collaborative writing and improved writing performance. This finding underscores the significance of cultivating favorable perceptions of collaborative writing to enhance students' writing abilities

    ANALISIS YURIDIS PENGATURAN PERSEROAN PERORANGAN DALAM MENDORONG INVESTASI GLOBAL (STUDI KOMPARASI INDONESIA DAN MALAYSIA)

    No full text
    Vitria Dini Artistry, Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang, Analisis Yuridis Pengaturan Perseroan Perorangan Dalam Mendorong Investasi Global (Studi Komparasi Indonesia Dan Malaysia), Prof. Dewi Sulistianingsih, S.H., M.H., Irawaty S.H., M.H., Ph.D. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: 1) Bagaimana pengaturan Perseroan Terbatas Perorangan di Indonesia dengan Perseroan Perorangan di Malaysia? 2) Apa perbedaan tata Kelola perseroan perseorangan di Indonesia dan di Malaysia untuk mendorong investasi global? Tujuan penelitian ini dibagi menjadi 2 yaitu tujuan teoritis dan tujuan praktis diantaranya : 1) Tujuan teoritis diantaranya : a. Untuk mengetahui dan menganalisis Bagaimana pengaturan Perseroan Terbatas Perorangan di Indonesia dengan Perseroan Perorangan di Malaysia, b. Untuk mengetahui dan menganalisis Apa perbedaan tata Kelola perseroan perseorangan di Indonesia dan di Malaysia untuk mendorong investasi global 2) Tujuan praktis, a. tulisan ini diharapkan dapat diimplementasikan kepada aturan-aturan yang dibuat, dan dapat dijadikan pedoman kepada negara dalam mengembangkan konsep Undang Undang cipta kerja. b. Dapat dijadikan pedoman negara dalam penerapan regulasi yang tepat sehingga dapat mendorong lajunya investasi Indonesia pada kancah internasional. Proses penelitian ini yakni menganalisis data-data berbentuk regulasi Perseroan Perorangan dengan membandingkannya dengan Sendirian Berhad Malaysia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan perbandingan dapat diketahui, bahwa kelebihan Malaysia dalam medorong perkembangan investasi global adalah dengan terbukanya kesempatan yang sangat besar bagi investor asing, bahkan orang asing diperbolehkan mendirikan perusahaan di Malaysia, dan dipermudah dalam segala perizinannya. Dalam hal bisa atau tidaknya Indonesia menjadikan Malaysia sebagai kiblat dalam hal kemudahan investasi untuk dapat bersain dalam dunia global, nilai dari Malaysia harus difiltrasi dengan dikaji berdasarkan teori 3 nilai dasar, sehingga hasil filtrasi dari 3 nilai dasar tersebut dicarikan prioritasnya untuk diterapkan dengan cara dikaji dengan teori hukum progresif. Norma yang dapat menyokong persaingan global Malaysia sehingga menjadi peringkat atas di asia tenggara atau peringkat 17 di dunia dalam hal kemudahan usaha. Yang utama adalah membuka pintu kesempatan bagi asing untuk dapat mendirikan perusahaan di Malaysia, juga dimudahkan segala prosesnya dan kesempatannya sejajar dengan warga negara Malaysia itu sendiri. Hal ini jika diterapkan di Indonesia akan terjadi dominasi asing di bidang usaha dan investasi, sehingga norma tersebut jika dikaitkan dengan nilai keadilan akan bertentangan yang mana di Indonesia keadilan merupakan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat memiliki hak yang dilindungi dalam hasil bumi negaranya sendiri. Dalam nilai kepastian, peraturan-peraturan Cipta kerja tidak boleh membuat aturan yang menjadi penyebab rusaknya kesejahteraan masyarakat sehingga orang asing hanya cukup boleh menjadi penanam modal saja dan pengaturan penanaman modalnya pun harus menyesuaikan kondisi masyarakat di Indonesia. Dari nilai kemanfaatan, investasi asing memang lebih menguntungkan dalam hal pembangunan suatu negara, mau tidak mau negara kita tidak boleh sepenuhnya menutup diri terhadap investasi xi global, investasi asing juga sangat bermanfaat dalam hal penyerapan tega kerja di Indonesia. Dari kajian 3 nilai dasar tersebut, dapat kita ketahui hukum progresif bermakna hukum yang memihak atau melayani masyarakat, bukan menjadi suatu alat yang mana justru merusak keadilan masyarakat. Satjipto Rahardjo mengatakan bahwa di negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila mengutamakan nilai keadilan bagi masyarkaat Indonesia, hal mana tertuang dalam sila kedua berujung kepada sila pertama yang mendasarinya. Keadilan yang mana kesejahteraan masyarakat harus sangat diprioritaskan. Sehingga investasi asing boleh diterapkan asalkan dengan memprioritaskan masyarakat terlebih dahulu bagaiamana pun peraturannya

    PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING MATERI MENGHITUNG DURASI WAKTU TERHADAP HASIL BELAJAR DAN BERPIKIR KRITIS PADA PESERTA DIDIK KELAS V SEKOLAH DASAR

    No full text
    Penelitian yang dilakukan melihat dari hasil observasi dan wawancara terhadap rendahnya hasil belajar dan berpikir kritis peserta didik di SDN 01 Kaling, Karanganyar. Tujuan dari penelitian ini (1) menganalisis keterlaksanaan model problem based learning materi menghitung durasi waktu dalam meningkatkan hasil belajar dan berpikir kritis pada peserta didik sekolah dasar kelas V di SDN 01 Kaling. (2)Mendeskripsikan ketuntasan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika materi menghitung durasi waktu setelah menggunakan model problem based learning. (3) Mendiskripsikan dan menganalisis perbedaan peningkatan hasil belajar dan berpikir kritis antara peserta didik yang diajar menggunakan model problem based learning dan konvensional. Metode yang digunakan pada penelitian adalah kuantitatif dengan desain quasy experimental desaign. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi, memberikan tes, angket respon peserta didik. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas V A sebagai kelas eksperimen dan Kelas V B sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data yaitu uji ketuntasan dan pengujian hipotesis menggunakan uji gain setelah itu dilakukan uji-t. Hasil penelitian disimpulkan bahwa keterlaksanaan model problem based learning berdampak positif dengan nilai kategori sangat baik pada pertemuan kedua 87,75% meningkat dipertemuan ketiga dengan nilai 91,25%. Hasil ketuntasan klasikal menggunakan uji Z diperoleh pemahaman konsep kelas eksperimen mencapai ketuntasan lebih diatas 75% setelah diajar menggunakan model problem based learning. Skor uji t pada hasil belajar nilai thitung > ttabel atau 3,199 > 1,681 dan skor berpikir kritis 2,234 > 0,0

    PENGARUH SELF-REGULATION DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KESIAPAN PERUBAHAN KURIKULUM DITINJAU DARI SES (SOCIO ECONOMIC STATUS) GURU

    No full text
    Perubahan serta inovasi kurikulum yang terjadi telah menjadi bagian sehari�hari para guru. Permasalahan perubahan kurikulum menjadi fenomena global hampir semua negara. Di Indonesia terjadi beberapa kali perubahan kurkulum dan yang terakhir ini adalah Kurikulum Merdeka. Perubahan kurikulum yang dilakukan ini tidaklah mudah, sehingga dibutuhkannya kesiapan guru yang mencakup self�regulation dan motivasi kerja guru. Tujuan dari penelitian ini, pertama melihat pengaruh self-regulation dan motivasi kerja terhadap kesiapan perubahan guru dan kedua untuk melihat pengaruh self-regulation dan motivasi kerja terhadap kesiapan perubahan guru ditinjau dari socio-economic status (ses) guru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda, dengan populasi 113 guru taman kanak-kanak dengan kualifikasi S1 dan sudah mengikuti pelatihan atau workshop kurikulum merdeka yang tersebar di Indonesia. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang di adaptasi dan telah di validasi dan disebar menggunakan google form. Dimana proses skala pengukuran dengan menggunakan skala likert. Hasil analisis menyatakan terdapat pengaruh self-regulation dan motivasi kerja terhadap kesiapan perubahan tanpa tinjauan dari SES. Selanjutnya tinjauan dari SES menyatakan bahwa self-regulation dan motivasi kerja memberikan pengaruh terhadap kesiapan perubahan.Temuan ini menunjukkan bahwa dengan ada atau tidaknya socio�economics status guru, self-regulation dan motivasi kerja tetap memberikan pengaruh terhadap kesiapan perubahan kurikulum yang dihadapi oleh guru-guru di Indonesia

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇