Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENGGUNAAN GAYA BAHASA DALAM LIRIK LAGU JEPANG KARYA IDOL GROUP SEVENTEEN
Gaya bahasa adalah bahasa yang digunakan untuk memberikan efek
keindahan dengan cara mengandaikan dan membandingkan suatu benda atau hal
hal tertentu dengan benda atau sesuatu yang lebih umum (Tarigan, 2021:4). Gaya
bahasa banyak digunakan dalam karya sastra salah satunya adalah karya lagu. Gaya
bahasa dalam karya sastra digunakan untuk menambah nilai estetika pada kata dan
kalimat serta menuangkan perasaan dan emosi ke dalam karya sastra.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menganalisis
gaya bahasa dan fungsi gaya bahasa yang digunakan dalam lirik lagu Jepang karya
idol Group Seventeen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori gaya
bahasa menurut Seto (2002) yang dikutip dari bukunya yang berjudul berjudul 日
本語のレトリック (Nihongo no Retorikku), dan teori fungsi gaya bahasa menurut
Keraf (2015). Hasil analisis yang dilakukan oleh penulis, ditemukan bahwa di
dalam lirik lagu Jepang karya idol Group Seventeen terdapat 37 data lirik yang
menggunakan gaya bahasa. Ada 7 jenis gaya bahasa yang ditemukan dalam lirik
lagu Jepang karya idol Group Seventeen antara lain metafora, simile, personifikasi,
hiperbola, pertanyaan retorikal, repetisi, dan onomatope. Masing-masing gaya
bahasa tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda, yaitu berfungsi untuk
menjelaskan makna atau pesan, memperkuat atau mempertegas makna atau pesan,
menghidupkan objek mati, dan memberi hiasan atau memperindah lirik lagu.
Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa masing-masing gaya
bahasa memiliki fungsi yang berbeda-beda tergantung dari penggunaannya. Satu
gaya bahasa dapat memiliki lebih dari 1 fungsi penggunaannya. Dalam lirik lagu
karya idol group Seventeen, gaya bahasa yang banyak digunakan yaitu metafora.
Hal ini dikarenakan untuk menyampaikan pesan dan emosi dalam lirik agar menjadi
lebih menarik, mendalam, dan berkesan. Meskipun demikian, bukan berarti gaya
bahasa lain tidak dapat menyampaikan pesan lebih menarik atau sebagainya, tetapi
setiap lagu memiliki karakteristik masing-masing, dan pemilihan gaya bahasa juga
dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tema lagu, gaya musik, dan kreativitas
penulis lirik
ANALISIS CARA BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA JEPANG DALAM MENGIKUTI JLPT N4
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara belajar mahasiswa Program
Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang dalam persiapan
menghadapi Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (JLPT) N4. Populasi penelitian
adalah mahasiswa angkatan 2020 yang mengikuti tes JLPT N4 pada bulan Juli 2023.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui kuesioner. Kuesioner ini dirancang untuk
mengidentifikasi cara belajar mahasiswa dalam mengikuti JLPT N4. Analisis data
dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji validitas konstruk serta
reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat tiga strategi belajar yang digunakan yaitu strategi kognitif, meta-kognitif
dan kompensasi. Dalam penelitian ini, strategi kognitif adalah strategi yang paling
dominan digunakan mahasiswa. Temuan ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi bagi pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif dalam
mempersiapkan mahasiswa menghadapi JLPT N4
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH SAPU UPCYCLE MELALUI PENGOLAHAN BAN BEKAS DI KOTA SALATIGA
Berbagai aktivitas yang dilakukan manusia sehari-hari tentu akan
menghasilkan sampah dan dapat menyebabkan dampak besar apabila tanpa disertai
kesiapan untuk mengelola sampah-sampah tersebut. Melibatkan masyarakat
melalui pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah merupakan salah
satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi keterbatasan dalam menyelesaikan
masalah sampah. Kekhawatiran terhadap masalah lingkungan membuat Bapak
Sindhu tertarik untuk mememanfaatkan sampah menjadi kerajinan bernilai jual
dengan membentuk usaha yang diberi nama Sapu Upcycle. Dari sinilah, Sapu
Upcycle kemudian mulai memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan
sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Tujuan penelitian ini yaitu: 1)
mengetahui proses pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Sapu Upcycle,
2) mengetahui efektivitas pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang
dilakukan oleh Sapu Upcycle, 3) mengetahui faktor pendukung dan faktor
penghambat dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang
dilakukan Sapu Upcycle.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian di Jl.
Kenanga, Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Subjek dalam
penelitian ini adalah pendiri dan pengelola Sapu Upcycle serta masyarakat yang
mengikuti program pemberdayaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan
adalah triangulasi sumber. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan tahap
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Penelitian ini
menggunakan konsep pemberdayaan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) proses pemberdayaan
masyarakat yang dilakukan oleh Sapu Upcycle dilakukan melalui tiga tahapan yang
meliputi tahap penyadaran dan pembentukan perilaku, tahap transformasi, serta
tahap peningkatan intelektual. 2) Program pemberdayaan masyarakat yang
dilakukan oleh Sapu Upcycle sudah cukup efektif dengan tercapainya empat dari
lima indikator efektivitas program. 3) Faktor pendukung yang mempengaruhi
proses pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Sapu Upcycle yaitu, jaringan
sosial dan ketersediaan bahan dasar. Sedangkan faktor penghambat yang
mempengaruhi proses pemberdayaan yang dilakukan oleh Sapu Upcycle adalah
belum adanya sistem pelatihan yang baik serta pandemi COVID-19. Saran bagi
pemerintah agar dapat lebih berkontribusi dalam pemberdayaan yang dilakukan
oleh Sapu Upcycle, bagi Sapu Upcycle untuk dapat membentuk sistem pelatihan
dalam kegiatan pemberdayaan, bagi masyarakat, diharapkan dapat berpartisipasi
aktif dalam proses pemberdayaan
STRATEGI PEMERINTAH DESA DALAM MEMBANGUN SUMBER DAYA MANUSIA UNGGUL UNTUK MEWUJUDKAN DESA MANDIRI DI DESA JABUNG KECAMATAN GANTIWARNO KABUPATEN KLATEN
Pemerintah desa Jabung memiliki program-program untuk membangun
sumber daya manusia unggul dalam rangka mewujudkan desa mandiri. Sumber daya
manusia sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu pembangunan. Upaya yang
dilakukan dalam membangun sumber daya manusia unggul, pemerintah desa Jabung
memiliki beberapa program seperti Rumah Kreatif dan BUMDes Jabung yang
didalamnya terdapat kegiatan berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia.
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu : (1) mengetahui strategi pemerintah desa
Jabung dalam membangun sumber daya manusia unggul. (2) mengetahui
implementasi program yang dijalankan oleh pemerintah desa Jabung dalam
membangun sumber daya manusia unggul untuk mewujudkan desa mandiri.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan kunci pada penelitian
ini yaitu Kepala Desa Jabung. Informan utama pada penelitian ini yaitu Perangkat
Desa Jabung dan Ketua Rumah Kreatif. Informan pendukung dari penelitian ini yaitu
masyarakat Desa Jabung. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observassi,
wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data.
Penelitian ini dianalisis menggunakan prinsip dan strategi pemberdayaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Implementasi program pemerintah
desa Jabung dalam membangun sumber daya manusia dilakukan dengan strategi
pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, dan pemeliharaan. Upaya
pemberdayaan masyarakat melalui prinsip mengerjakan, akibat, dan berkelanjutan.
Strategi yang dilakukan oleh pemerintah desa Jabung yaitu dengan memberikan
pelatihan-pelatihan sebagai bekal masyarakat dalam memperbaiki kualitas hidupnya.
(2) program pemberdayaan masyarakat di Desa Jabung memberikan dampak positif
bagi masyarakat desa dalam hal peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Saran yang direkomendasikan yaitu : (1) perlu adanya perhatian terhadap
karang taruna supaya bisa aktif kembali dalam kegiatan desa. (2) peningkatan
pelatihan-pelatihan untuk masyarakat dengan memberikan pelatihan di setiap dusun.
(3) perlu adanya keberlanjutan dalam memelihara program-program yang telah
dijalankan
IMPLEMENTASI ALGORITMA MODEL idT5 UNTUK SISTEM OTOMATISASI PEMBANGKIT SOAL ISIAN SINGKAT
Perkembangan teknologi telah memberikan kontribusi signifikan dalam dunia
pendidikan, memungkinkan akses yang lebih mudah ke sumber belajar serta
mendukung guru dalam proses pengajaran yang interaktif dan efisien. Salah satu
tantangan yang dihadapi guru adalah penyusunan soal yang membutuhkan waktu
dan upaya besar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem otomatisasi
pembangkit soal berbasis model idT5, yang dirancang khusus untuk menghasilkan
soal isian singkat dan fill in the blank berbahasa Indonesia. Sistem ini
memanfaatkan model idT5, sebuah varian model mT5 yang diadaptasi untuk bahasa
Indonesia, dan memiliki kemampuan menghasilkan soal dengan akurasi yang tinggi
dan efisiensi lebih baik dibanding model lainnya. Soal yang dihasilkan berupa soal
dengan tingkat Taksonomi Bloom C1, sehingga relevan untuk mengukur
keterampilan membaca siswa pada tingkat literasi dasar. Pengujian dilakukan untuk
mengevaluasi kelayakan soal berdasarkan lima aspek: kesesuaian dengan teks
bacaan, kejelasan pertanyaan, pengukuran pemahaman siswa, kelayakan
penggunaan, dan kualitas bahasa. Hasil pengujian kelayakan soal memperoleh skor
sebesar 43,67 dari skor maksimal 50 yang menunjukkan kualitas soal sangat layak.
Penelitian ini diharapkan mampu mempercepat proses pembuatan soal secara
otomatis dan memberikan variasi soal yang layak untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBANTUAN WEBSITE GENIALLY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN INFORMATIKA KELAS X SMKN 3 SEMARANG
Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang
berkualitas, sehingga diperlukan inovasi dalam kurikulum dan metode
pembelajaran. Di sisi lain, perkembangan teknologi telah membawa dampak pada
dunia pendidikan salah satunya mendorong penggunaan media pembelajaran
interaktif dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Namun, berdasarkan hasil
observasi dan wawancara menunjukkan bahwa pemanfaatan media belum optimal
dalam proses pembelajaran di kelas, meskipun fasilitas media pembelajaran sudah
tersedia di sekolah seperti lab komputer, LCD/proyektor. Sehingga hal tersebut
berdampak pada hasil belajar peserta didik yang belum tercapai sempurna.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbantuan
website genially, menganalisis kelayakan, menguji kepraktisan dan menguji
keefektifan dari media pembelajaran tersebut dalam meningkatkan hasil belajar
siswa pada materi dampak sosial informatika. Metode penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu metode Research and Development (R&D) dengan model
ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek
penelitian yaitu kelas X TKP 3 SMK Negeri 3 Semarang yang berjumlah 34 orang.
Teknik analisis data menggunakan uji paired sample T-test untuk menguji
keefektifan media pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar dan uji N-Gain
untuk melihat seberapa besar hasil belajar meningkat. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa media pembelajaran berbantuan website genially dinyatakan
sangat valid oleh para ahli media dengan skor yang diperoleh sebesar 86,6% dan
ahli materi dengan skor yang diperoleh sebesar 95,6%. Kepraktisan media
pembelajaran dari angket respon siswa terhadap tanggapannya dalam menggunakan
media saat proses pembelajaran menunjukkan nilai 89,2% dan dinyatakan “sangat
praktis”. Kemudian berdasarkan analisis uji paired sample T-test menunjukkan nilai
Sig (2-tailed) = 0,000 ttabel = 2,037 yang
artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar informatika sebelum
dan sesudah perlakuan, oleh karenanya media pembelajaran berbantuan website
genially efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Hasil uji N-Gain menunjukkan
peningkatan hasil belajar peserta didik setelah belajar menggunakan media
pembelajaran dengan skor N-Gain adalah 0,83 dengan kategori “tinggi”. Dengan
demikian, media pembelajaran berbantuan genially terbukti layak, praktis, dan
efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa
IMPLEMENTASI PROPORTIONAL INTEGRAL DERIVATIVE (PID) PADA SISTEM KONTROL PH LARUTAN NUTRISI HIDROPONIK DEEP FLOW TECHNIQUE (DFT)
Hidroponik merupakan budidaya menanam tanpa menggunakan media
tanah dengan memanfaatkan air sebagai media tanamnya dan menekankan pada
pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Larutan nutrisi diperlukan hidroponik
untuk memenuhi unsur hara yang di butuhkan. Keseimbangan larutan nutrisi
dipengaruhi oleh pH larutan dengan rentang 5,5 hingga 6,5 supaya tanaman
hidroponik dapat tumbuh secara maksimal. Sistem kontrol pH larutan nutrisi
menggunakan fuzzy logic mempunyai karakteristik error steady state sebesar 6,7%
dan maximum overshoot 9,8%. Berdasarkan karakteristik dari sistem tersebut
sistem kontrol pH larutan nutrisi dengan fuzzy logic belum optimal karena belum
memenuhi standar error steady state 2% sampai 5%. Oleh karena itu pada penelitian
ini memberikan inovasi dengan menggunakan Proportional Integral Derrivative
(PID). Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development. Pada
sistem kontrol PID memiliki error steady state sebesar 0,18% - 2,91%., settling
time sebesar 80-100 detik, rise time sebesar 40 – 70 detik dan maximum overshoot sebesar
2,36 – 6,00 %. settling time 90 detik, rise time 60 detik dan maximum overshoot
sebesar 2,36%
PENGEMBANGAN MEDIA MATEMATIKA INTERAKTIF DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA
Perubahan dari kurikulum K13 ke kurikulum Merdeka guru dituntut lebih
bergerak aktif dalam menguasai kemampuan pedagogiknya. Penerapan kurikulum
Merdeka saat ini searah dengan perkembangan abad 21 yang mana lebih kearah
kemajuan pemanfaatan teknologi dan guru lebih leluasa dalam membentuk materi
pembelajaran yang mana bisa disebut merdeka belajar. Salah satunya adalah
menciptakan media pembelajaran berbasis teknologi yang dapat meningkatkan
motivasi dan hasil belajar siswa. Bahan ajar instan seperti buku paket kurikulum
merdeka ini hanya memuat tulisan-tulisan yang dapat membuat peserta didik bosan
terhadap pembelajaran. Melihat temuan tersebut keberhasilan proses pembelajaran
juga dapat dipengaruhi oleh pemilihan media pembelajaran yang tepat. Oleh karena
itu dibutuhkan media interaktif yang lebih inovatif agar mampu meningkatkan
motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan
media interaktif guna meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE.
Penelitian dilakukan di SD N 4 Tenggeles. Pengambilan data melalui dua tahap
yaitu uji coba kelompok kecil yaitu kelas V-B dan uji lapangan utama kelas V-A.
Data diambil melalui Pretest dan Postest, dokumentasi, observasi, dan angket.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran ini efektif untuk
meningkatkan motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa. Sehingga dapat
dikatakan bahwa media pembelajaran interaktif sangat membantu guru dalam
kegiatan proses belajar mengajar peserta didik.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka disarankan media
matematika interaktif berbasis articulate storyline bisa menjadi media tambahan
untuk guru dalam proses belajar matematika, Produk Media Matematika Interaktif
Berbasis articulates storyline diharapkan kedepannya dapat disempurnakan jauh
lebih baik lagi dengan menambahkan animasi-animasi yang lebih menarik dan
menambahkan games yang banyak, serta tidak hanya terbatas pada materi “Luas
Daerah Bangun Datar”, namun bisa dapat berkembang pada materi matematika
yang lainnya
BENTUK TARI MODERN CUAKS DANCE DI SSQ (SUI-CIDE SQUAD) UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Penelitian ini membahas mengenai bentuk tari modern cuaks dance yang
diciptakan dan dikreasi oleh kelompok tari modern SSQ yang ditampilkan secara
virtual dengan membuat video editing. Penciptaan tari cuaks dance dipengaruhi
karena adanya rasa bosan selama masa pandemi dan dipengaruhi adanya keinginan
kuat SSQ untuk menunjukkan bakat dan kreativitas yang mereka miliki kepada
publik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk tari
cuaks dance.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi
dan pendekatan koreologi karena menyangkut fenomena modern dan meneliti suatu
gerak dalam tarian sehingga menghasilkan data deskriptif. Teknik pengumpulan
data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data
dilakukan dengan cara triangulasi metode, triangulasi antar peneliti, triangulasi
sumber data dan triangulasi teori. Analisis data melalui tahapan pengumpulan data,
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tari cuaks dance meliputi pola
tari yang terdiri dari bagian awal, inti dan penutup dan elemen pertunjukan yang
terdiri dari kegiatan latihan dan pembuatan video serta elemen tari berupa tema
yaitu bertema kekuatan perjuangan, pelaku yaitu ditarikan oleh lima penari, gerak
yaitu terdiri dari sembilan belas ragam gerak yang dimodifikasi, iringan yaitu
menggunakan lima lagu modern yang diedit menjadi satu, busana yaitu
mengenakan celana jeans hitam, baju jersey SSQ dan sepatu, rias yaitu
mengaplikasikan rias cantik dan natural dan pola lantai terdiri dari sebelas pola
lantai dan ditarikan di tempat terbuka.
Simpulan penelitian yaitu pada bentuk tari cuaks dance terbagi menjadi pola
tari dan elemen pertunjukan. Pola tari meliputi bagian awal, inti dan penutup.
Elemen pertunjukan terdiri dari kegiatan latihan sebagai kegiatan pra pertunjukan
dan pembuatan video sebagai kegiatan pertunjukan. Elemen pertunjukan berupa
tema, pelaku, gerak, iringan, rias dan busana, pola lantai dan tempat pertunjukan.
Saran bagi penari yang juga sebagai pencipta tari agar lebih rutin latihan supaya
detail gerak bisa lebih rapi, lebih memperhatikan kostum yang dikenakan supaya
lebih menarik dan lebih memperhatikan tempat pertunjukan supaya pemandangan
dalam video lebih bagus dan menari
Sejarah Perkeretaapian Di Semarang Tahun 1980 – 1988
Semarang adalah salah satu kota yang cukup bersejarah dalam tonggak
berdirinya perkereta apian di Indonesia. Pasalnya pada tanggal 17 Juni 1864
dimulai pencangkulan pertama jalur kereta api yang ada di Pulau Jawa, tepatnya
di Desa Kemijen, Semarang yang diresmikan oleh seorang Gubernur Jendral
Hindia Belanda bernama Mr. L.A.J Baron Sloet van de Beele. Kemudian jalur
tersebut memanjang yang menghubungkan antar kota Semarang – Solo –
Yogyakarta.
Catatan sejarah mengatakan banyak perusahaan kereta api yang ada di Kota
ini, mulai dari sebuah perusahaan swasta dan merupakan perusahaan kereta api
pertama di Hindia Belanda yakni Nederlandsch – Indische Spoorweg
Maatschappij (NISM) pada tahun 1863, lalu setelah NISM berdiri banyak
perusahaan swasta lain yang berdiri, diantaranya yang ada di Semarang adalah
Semarang – Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) berdiri tahun 1881 yang
beroperasi dengan rute Semarang, Demak, Pati, Kudus, Rembang, Blora dan
Semarang – Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) berdiri tahun 1893 yang
melayani rute Semarang – Cirebon.
Setelah Jepang menginvasi perkeretaapian di Jawa Tengah digabung
menjadi satu Eksploitasi yakni bernama Chubu Kyoku. Lalu setelah kemerdekaan
yakni pada tahun 1945 perusahaan kereta api bernama Djawatan Kereta Api
Republik Indonesia, lalu pada tahun 1950 berubah nama menjadi Djawatan Kereta
Api (DKA), tahun 1960 menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA), lalu
tahun 1971 berdiri Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).
Penelitian kali ini ada di tahun 1980 – 1988 di Kota Semarang, yang mana
Perusahaan yang menaungi kala itu PJKA. Pada waktu tersebut perkembangan
kereta apai terbilang turun – naik, karena faktor internal dan eksternalnya