Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN PRAKTIKUM BIOLOGI SMA NEGERI 16 SEMARANG UNTUK MEMBANTU PROSES PENGELOLAAN LABORATORIUM
Hasil observasi di SMA N 16 Semarang belum tersedia buku panduan praktikum
biologi yang memadai. Siswa kurang memahami penggunaan alat dan bahan
praktikum. Pengelolaan laboratorium belum optimal dan kegiatan praktikum belum
efektif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kelayakan, kepraktisan, dan
keefektifan Buku Panduan Praktikum Biologi SMA Negeri 16 Semarang. Penelitian
ini menggunakan metode Research and Development (R&D) model ADDIE (Analyze,
Design, Develop, Implement, Evaluate). Penelitian dilaksanakan di SMA N 16
Semarang Tahun pelajaran 2023/2024. Pengembangan Buku dimulai dengan analisis
kebutuhan melalui observasi dan wawancara dengan guru dan siswa. Tahap desain
melibatkan perancangan konsep dan konten buku. Kelayakan media dan materi
ditentukan menggunakan angket kelayakan yang dinilai oleh ahli media dan materi.
Kepraktisan media ditentukan berdasarkan angket tanggapan guru dan siswa.
Efektifivitas media ditentukan berdasarkan ketuntasan nilai praktikum sistem
pencernaan dan minat belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Buku
Panduan Praktikum Biologi sangat layak. Guru berpendapat bahwa buku tersebut
sangat praktis. 87% siswa menilai sangat praktis dan 13% siswa praktis. 92% siswa
kelas XI 1 dan 89% siswa kelas XI 5 tuntas belajar. 94% siswa menilai sangat minat
dan 6% siswa minat. Buku Panduan Praktikum Biologi pada materi sistem pencernaan
layak, praktis, dan efektif
ANALISIS PERSEPSI GENERASI Z TERHADAP KAMPANYE PILPRES 2024 DI MEDIA SOSIAL TIKTOK (STUDI PADA SISWA SMA SINT LOUIS SEMARANG)
Perkembangan teknologi yang memudahkan dalam berbagi dan menerima
informasi digunakan aktor politik untuk menjadi alat kampanye politik. Salah satu
alat media teknologi digital yang mudah digunakan yaitu media sosial Tiktok.
Pendekatan kandidat calon presiden dan wakil presiden menggunakan strategi
penggunaan konten kreatif, siaran langsung dan komunitas online untuk
mendapatkan dukungan dari generasi z karena generasi z merupakan pengguna
terbanyak media sosial Tiktok. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mendapatkan
informasi Pilpres 2024 melalui kampanye di media sosial Tiktok. 2) Mengambil
keputusan untuk memilih atau tidak memilih calon presiden dan wakil presiden
pada Pilpres 2024 karena kampanye di media sosial Tiktok.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan bantuan
aplikasi SPSS. Lokasi penelitian berada di SMA Sint Louis Semarang dan
dilakukan secara dalam jaringan (daring). Penelitian ini menggunakan kuesioner
sebagai alat pengumpulan data. Teknik sampling yang digunakan adalah penarikan
sampel acak sederhana dengan sampel yang diambil sebanyak 63 orang dengan
kriteria siswa-siswi SMA Sint Louis Semarang yang telah memenuhi syarat
menggunakan hak pilih yaitu berusia 17 tahun hingga 18 tahun dan yang
menggunakan media sosial Tiktok dengan memberikan kuesioner berisi 45
pertanyaan kepada tiap responden. Teknik analisis data berupa uji normalitas, uji
homogenitas, uji linearitas dan uji hipotesis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pemanfaatan media sosial Tiktok
oleh kandidat calon presiden dan wakil presiden sebagai alat kampanye Pilpres
2024 memudahkan siswa-siswi SMA Sint Louis untuk mendapatkan informasi
Pilpres 2024 dan siswa manganggap Tiktok sebagai sarana kampanye yang efektif.
Sebanyak 33 orang (52,4%) memilih setuju. Dari kemudahan mengakses media
sosial Tiktok dan melihat konten kekinian yang kreatif di FYP serta adanya
komunitas online yang aktif membagikan kegiatan para aktor dan berdiskusi antar
pendukung. 2) Media Sosial Tiktok mempengaruhi Siswa-siswi SMA Sint Louis
mengambil keputusan untuk memilih atau tidak memilih calon presiden dan wakil
presiden pada Pilpres 2024. Dalam Aspek penilaian atau evaluasi menunjukkan
sebanyak 32 orang (49,2%) siswa-siswi SMA Sint Louis mendukung dan memilih
salah satu kandidat di Pilpres 2024 karena melihat konten di media sosial Tiktok
PERLAWANAN PEREMPUAN DALAM NOVEL PEREMPUAN YANG MENANGIS KEPADA BULAN HITAM KARYA DIAN PURNOMO: SEBUAH ANALISIS WACANA KRITIS.
Bahasa merupakan sarana dalam masyarakat untuk menyampaikan informasi
antar individu yang mencerminkan kondisi sosial masyarakat. Pemakaian bahasa
dalam kehidupan sehari-hari menciptakan sebuah wacana yang mewujud ke dalam
bentuk teks maupun non-teks, salah satunya dalam wujud sastra novel. Novel
merupakan cerita rekaan yang menganalogi dan mengimitasi kehidupan
masyarakat yang sengaja dikreasikan pengarang. Ia memiliki dasar-dasar eksintrik
yang membuat pengarang memutuskan menciptakan novel tersebut. Dasar-dasar
ekstrinsik inilah yang membuat sastra novel memiliki hubungan dengan realitas
sosial masyarakat. Novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya
Dian Purnomo menggambarkan tentang peristiwa kawin tangkap yang dialami
oleh Magie Deila dan segala upaya yang dilakukan Magie untuk bisa melawan
tindakan kawin tangkap yang dialaminya. Novel ini memberikan gambaran
realitas sosial masyarakat Sumba yang masih memiliki tradisi kawin tangkap dan
menggambarkan tindakan perempuan melawan segala tindakan represi yang
dialami karena patriarki yang dianut masyarakat adat di mana mereka tinggal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana wacana tentang represi
perempuan karena budaya kawin tangkap serta bentuk-bentuk pembebasan
perempuan terhadap adat budaya Sumba yang digambarkan di dalam novel.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan
Analisis Wacana Kritis Sarra Mills sebagai kerangka kerjanya dan Feminisme
Radikal Libertarian sebagai pendekatan analisisnya, dengan pengumpulan data
melalui Analisis Isi pada teks-teks naskah novel dan dokumentasi pada penelitian
penelitian sebelumnya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan
pendekatan subjek-objek dan posisi pembaca untuk menemukan nilai kontekstual
pada teks naskah dan dilanjutkan dengan analisis melalui pendekatan Feminisme
Radikal Libertarian. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Penulis menemukan
bahwa dalam Kawin Tangkap, ada tindakan-tindakan yang mengarah kepada
Represi terhadap perempuan. Tindakan tersebut berupa objektivikasi, subordinasi,
stereotipe dan kriminalitas yang disebabkan karena masyarakat Sumba sendiri
yang cenderung patriarkis, membuat laki-laki memiliki posisi dominan dalam
kontrol terhadap kehidupan termasuk kepada para perempuan. Dalam Feminisme
Radikal, ideologi ini begitu kuat sehingga institusi sosial seperti agama,
pendidikan, dan keluarga menginternalisasikan secara penuh untuk menanamkan
perasaan rendah diri kepada perempuan dan menegaskan ideologi itu melalui
intimidasi, berupa ancaman jika tidak mengikuti aturan adat akan mendapatkan
pelabelan yang buruk dan juga ancaman. 2) Bahwa upaya-upaya pembebasan
v
perempuan digambarkan melalui tiga cara, yaitu melalui sosial media, melalui
mediasi lembaga formal, dan melalui diri sendiri. Dalam pandangan Feminisme
Radikal, upaya mediasi lembaga formal yang dalam novel dilakukan LSM Gema
Perempuan mendorong terciptanya individu masyarakat yang androgini, yang
ditujukan secara tidak langsung mendorong perempuan menjadi individu yang
berdaya dan menolak tindakan represi, berdigdaya secara ekonomi, dan berani
melawan dengan memanfaatkan media sosial sebagai alat menyebarkan informasi
dan membangun dukungan secara masif
MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI KEARSIPAN STATIS (SIKS) UNTUK MENUNJANG KUALITAS LAYANAN PADA DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI JAWA TENGAH
Sistem Informasi Kearsipan Statis (SIKS) merupakan sebuah sistem
inovasi dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jawa Tengah dalam mendukung
pelayanannya kepada masyarakat dengan menyediakan sarana peminjaman serta
penelurusan arsip berbasis online.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang ditinjau melalui
unsur fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan
evaluasi. Informan penelitian ini yaitu Ketua Koordinator Layanan Dinas Arsip
dan Perpustakaan Provinsi Jateng, Operator SIKS Dinas Kearsipan dan
Perpustakaan Provinsi Jateng, Pegawai Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi
Jateng, dan Pengguna Layanan Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jateng.
Sumber data penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Teknik
pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data
dalam penelitian ini menggunakan analisis dari Miles dan Huberman yang terdiri
dari data reduction, data display, dan conclusion drawing or verification.
Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek perencanaan dari SIKS dimulai
ketika covid -19 dan sejak itu, belum ada lagi rencana berkelanjutan terkait dari
inovasi SIKS ini karena kurangnya anggaran dan tidak masuknya SIKS kedalam
prioritas anggaran. Pada aspek pengorganisasian, menunjukkan bahwa SIKS ini
menciptakan hubungan yang positif di bidang layanan. Pada aspek pelaksanaan
menunjukkan bahwa adanya inovasi ini terbukti dapat meningkatkan kualitas
penggunaan layanan kearsipan yang ditunjukan melalui adanya tingkat
penggunaan layanan yang meningkat dari tahun pertama sejak inovasi ini
digunakan hingga saat ini. Tetapi, terdapat beberapa masalah seperti server down,
bug, serta belum ada digitalisasi arsip dari sistem ini. Terakhir pada aspek
evaluasi memperlihatkan bahwa inovasi ini mempunyai dua evaluasi yang terdiri
dari evaluasi dari pengguna dan pihak internal dinas. Untuk evaluasi pengguna
terdapat pada sebuah survei yang bernama Survei Kepuasan Masyarakat (SKM)
dan evaluasi internal dinas yang berbentuk diskusi rapat yang dilakukan secara
rutin setiap bulan dan hasil evaluasi menunjukan bahwa kekurangan SIKS ini
terletak pada tampilan sistemnya yang masih sederhana dan anggaran yang belum
mencukupi sehingga menghambat aktivitas pengembangan lanjutan dari tampilan
sistem SIKS ini.
Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa manajemen SIKS ini sudah
sesuai dengan tujuan yang ditetapkan namun masih memiliki beberapa kendala
seperti anggaran, bug pada server dan tampilan SIKS yang masih cenderung
sederhana
STRATEGIES USED IN ENGLISH - INDONESIAN SUBTITLING OF SLANG IN BARBIE MOVIE
This research analysed the strategies for subtitling slang in Barbie. The purpose was
to discover which subtitling strategies were frequently used by the characters in the
movie. This research applied the ten subtitling strategies developed by Gottlieb
(1992), including paraphrase, transfer, expansion, imitation, transcription,
dislocation, condensation, decimation, deletion, and resignation. In addition,
Chapman's (1998) analysis of primary and secondary slang types was used to
classify the slang. The objects of the research were the slang utterances by the
characters and subtitling strategies that contain slang in the movie. A qualitative
research design and content analysis were employed to examine 100 slang
utterances from the movie. The findings showed that paraphrase was the most
frequently used strategy (40%), followed by transfer (16.33%). Most of the slang
classified was primary (67%), which added authenticity to the characters'
interactions. These results highlight the importance of employing adaptable and
varied subtitling strategies that allow viewers to fully comprehend the movie's
narrative while preserving the nuances of the original dialogue
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBANTUAN SMART APPS CREATOR 3 MATERI PERILAKU WARGA NEGARA SESUAI HAK DAN KEWAJIBAN BAGI SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS
Proses pembelajaran Pendidikan Pancasila mengalami permasalahan yaitu pembelajaran yang membosankan bagi siswa karena tidak menggunakan media pembelajaran. Selain itu juga guru mengalamni kendala dalam mengembnagkan media pembelajaran interaktif. Oleh karena itu, media pembelajaran memiliki peran penting untuk meningkatkan partisipasi aktif peserta didik dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbantuan Smart Apps Creator 3 materi perilaku sesuai dengan hak dan kewajiban warga negara bagi kelas x SMA. Selain itu juga untuk menguji kelayakan menurut ahli materi dan ahli media berkaitan dengan media pembelajaran interaktif yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (RnD) yang dikembangkan oleh Sugiono dengan 10 langkah.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa (1) proses pengembangan media pembelajaran interaktif berbantuan Smart Apps Creator 3 dilakukan dengan 6 tahapan yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan uji coba terbatas. Produk akhir dari media pembelajaran interaktif berbantuan Smart Apps Creator 3 berupa aplikasi yang dapat dijalankan di handphone dengan grafis 2 dimensi yang memiliki tampilan, teks, gambar, animasi, audio. Video, tombol navigasi. (2) hasil validasi ahli materi 98,3%, sedangkan dari ahli media mendapatkan 93, 6 % yang dapat dikateogorikan sangat layak. Tingkat keberterimaan siswa terhadap media pembelajaran yang dikembangkan sebesar 90,53%.
Saran yang diberikan melalui penelitian ini adalah untuk guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dapat memanfaatkan dan mengembangkan media pembelajaran interaktif berbantuan Smart Apps Creator 3 dalam proses pembelajaran di kelas. Kemudian untuk siswa kelas X hasil media yang telah dikembangkan dapat dimanfaatkan sebagai bahas pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DISKOMINFO KABUPATEN CIREBON DALAM MENSOSIALISASIKAN PROGRAM SMART CITY DI KECAMATAN PLERED
Implementasi kebijakan merupakan sebuah proses atau metode yang
dilaksanakan suatu pemerintahan atau pemangku kekuasaan agar dapat
merumuskan program pemerintah untuk masyarakat dan birokrasi supaya tujuan
tersebut dapat diidealisasikan. Berdasarkan surat dari Direktur Jenderal Aplikasi
Informatika Publik Indonesia Nomor B-309/KOMINFO/DJAI/A105/05/2018
tentang penyampaian hasil seleksi assesment : Gerakan Menuju Smart City.
Kabupaten Cirebon terpilih sebagai salah satu kota atau kabupaten yang terpilih
untuk mengikuti program tersebut. Diskominfo Kabupaten Cirebon berperan
sebagai leading sector berfungsi untuk memimpin program Smart City dengan
berkolaborasi dengan OPD lain yang ada di Kabupaten Cirebon untuk memfasilitasi
kebutuhan masyarakat Kabupaten Cirebon dengan memanfaatkan teknologi.
Fokus yang diteliti pada penelitian ini ialah implementasi kebijakan
diskominfo kabupaten Cirebon dalam mensosialisasikan program Cirebon Smart
City pada masyarakat kecamatan plered, strategi yang dilakukan Diskominfo
kabupaten cirebon dalam melakukan sosialisasi mengenai program Smart City pada
masyarakat Kecamatan Plered serta faktor apa saja yang mempengaruhi dalam
proses implementasi program Smart City ini. Tujuan penelitian ini ialah untuk dapat
menjelaskan bagaimana penerapan implementasi kebijakan Teori Edward III yang
dilakukan Diskominfo Kabupaten Cirebon dalam mensosialisasikan program
kebijakan Smart City pada masyarakat Kecamatan Plered.
Penelitian ini menggunakan Teori Edward III dengan metode kualitatif
deskriptif, dengan menggunakan metode pengambilan data menggunakan teknik
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan metode
triangulasi. Tahapan analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian
data, penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Diskominfo Kabupaten Cirebon
telah melaksanakan program Smart City dengan menerapkan ke enam pilar dimensi
Smart City dengan sosialisasi melalui pendekatan melalui media masa, pendekatan
kelompok masyarakat dan stake holder terkait, pendekatan individu (komunikasi
dua arah), serta pembentukan Dewan Pengawas Smart City. Namun berdasarkan
Teori Edward III tentang Implementasi Kebijakan diketahui bahwa implementasi
kebijakan tersebut belum maksimal. Saran dari peneliti ialah agar dapat
dilakukannya sosialisasi dua arah secara bertahap ke seluruh kecamatan di
kabupaten cirebon agar meratanya sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat
sekitar
PLANT AS A HEALING AGENT IN PATRICK NESS’S A MONSTER CALLS
Patrick Ness's A Monster Calls tells the story of a boy who struggles to survive with
the anxiety of his mother's death from cancer. This study aims to look at the novel's
depiction of the phenomenon of the healing process using ecological elements and
how it is constructed through the implications of the healing agent in it. This
research uses a qualitative method with the theory of Ecopsychology by Theodore
Roszak as the key to finding the results. This research shows that the novel depicts
the healing process through the character of the yew tree monster as a representation
of Conor's stronger subconscious awareness. It is represented as a monster that
encourages Conor to be brave and honest with himself, just like humans who
experience problems accumulating thoughts in the real world. Through this
encouragement, this research found that humans need to express their emotions and
the need to be honest with themselves. Hopefully, this research can contribute to
society by highlighting the importance of expressing emotions and the importance
of ecological awareness for humans and future researchers. It can also be a reference
related to the phenomenon of healing agents in the novel A Monster Calls
CONVENTION HOTEL DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIC DESIGN DI KOTA SEMARANG
Perkembangan dan pembangunan Kota Semarang semakin meningkat dengan
banyaknya investor yang menanamkan modal atau saham di berbagai bidang. Berbagai macam
pilihan dilakukan untuk menarik investor dan wisatawan ke Kota Semarang salah satunya
dengan mengadakan kegiatan-kegiatan MICE. Kota Semarang termasuk ke dalam salah satu
dari 16 kota di Indonesia yang menjadi daerah destiansi MICE. Namun, akomodasi convention
hotel dalam satu kawasan masih belum tersebar merata serta belum ada yang mampu
menampung 5.000 orang. Oleh karena itu, dibutuhkan perencanaan dan perancangan
convention hotel di Kota Semarang sebagai solusi dalam permasalahan ini. Pendekatan
biophilic design dipilih sebagai jawaban atas permasalahan bahwa hotel menyumbang
penggunaan energi terbesar sehingga diperlukan perencanaan dan perancangan convention
hotel dengan konsep biophilic design yang memenuhi aspek teknis, ramah lingkungan, dan
memberikan dampak positif bagi kesehatan manusia. Pendekatan ini mengedepankan konsep
bangunan yang menghadirkan konektivitas penghuni ke lingkungan alam melalui pengaturan
ruang interior serta lansekapnya. Perancangan Convention Hotel dengan pendekatan biophilic
design di Kota Semarang ini digunakan data berupa data primer dan sekunder yang kemudian
dianalisis serta diolah dalam pendekatan fungsional, kontekstual, teknis, kinerja, serta
arsitektural. Melalui analisis dan pengolahan data tersebut akan didapatkan rekomendasi dan
solusi desain terkait dengan Convention Hotel dengan pendekatan biophilic design di Kota
Semarang untuk mendukung kegiatan–kegiatan MICE yang diselenggarakan di Kota
Semarang
PENGARUH CAMPURAN BAHAN BAKAR AVGAS DAN STP OCTANE BOOSTER TERHADAP EMISI GAS BUANG DENGAN VARIASI TIMING IGNITION PADA SEPEDA MOTOR YAMAHA NMAX
Pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia yang terus menerus
meningkat telah menyebabkan persoalan serius dalam kegiatan mobilitas
masyarakat. Apalagi Motor matic yang mendominasi jalanan Indonesia pada saat
ini karena kemudahannya. Bahkan pada dunia balap atau racing sekarang sudah
banyak yang menggunakan sepeda motor dengan transmisi otomatis, namun tidak
dipungkiri di dunia balap atau racing ini sering juga memodifikasi sepeda
motornya demi performa yang lebih baik. Seperti mengganti kompresi bahan
bakar, mengganti waktu pengapian, dan juga menggunakan bahan bakar dengan
RON tinggi.
Pertumbuhan tersebut jelas akan membawa pengaruh polusi udara akibat
dari emisi gas buang kendaraan bermotor menjadi tidak dapat terelakkan lagi,
begitu pula emisi gas buang yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui kadar emisi gas buang dari kendaraan bermotor. Salah satu
inovasi yang dapat diambil adalah penambahan zat aditif STP Octane Booster,
bahan bakar avgas dan menggunakan variasi timing ignition. Penelitian ini
menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif jenis eksperimen untuk
mengungkap berbagai informasi mengenai pengaruh bahan bakar avgas dan stp
octane booster pada emisi gas buang dengan variasi timing ignition pada sepeda
motor yamaha nmax 2016. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 2
Semarang. Sampel yang digunakan adalah sepeda motor yamaha nmax 2016,
yang dipengaruhi oleh variasi bahan bakar avgas murni dan campuran STP octane
booster dengan variasi timing ignition. Nilai pengujian emisi CO dengan
kandungan nilai terendah menggunakan bahan bakar avgas yang tercampur STP
octane booster sebesar 3,12% dan mengalami penurunan 4,48% jika dibandingkan
dengan kadar emisi yang dihasilkan bahan bakar avgas murni. Sedangkan hasil
pengujian kadar emisi HC dengan kandungan nilai terendah menggunakan bahan
bakar avgas dengan campuran STP octane booster sebesar 1044ppm dan
mengalami penurunan 7,9% jika dibandingkan dengan nilai kadar emisi yang
dihasilkan oleh bahan bakar avgas murni. Hasil pengujian emisi gas buang yang
dihasilkan oleh bahan bakar avgas murni dengan variasi timing mundur
menghasilkan emisi gas buang sebesar 43.9% pada CO dan 24,4% pada HC. Nilai
kadar emisi pada bahan bakar avgas dengan campuran STP octane booster sebesar
81,5% pada CO dan 9,3% pada HC. Sedangkan hasil pengujian emisi gas buang
yang paling tinggi yaitu menggunakan variasi timing ignition maju. Nilai kadar
emisi pada bakar avgas murni sebesar 23,3% pada CO dan 10,4% pada HC