Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
FAKTOR PENENTU INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI BALI DENGAN PENDEKATAN EKONOMETRIKA SPASIAL
Provinsi Bali merupakan salah satu provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia
tertinggi di Indonesia. Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten/kota Provinsi
Bali telah mencapai angka diatas 60 poin yang artinya kategori sedang, dan
beberapa wilayah sudah mencapai angka diatas 80 poin yang berarti termasuk
kategori sangat tinggi. Provinsi Bali bagian selatan memiliki tingkat pembangunan
manusia yang lebih tinggi dibandingkan dengan Provinsi Bali bagian utara. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh
terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Bali tahun 2015-2023.
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data panel dengan runtut
waktu dari 2015-2023 dan data silang sebanyak 9 Kabupaten/kota di Provinsi Bali
yang di peroleh melalui Badan Pusat Statistika dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
Variabel bebas yang digunakan adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM),
sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini antara lain: Rata-rata Lama Sekolah
(RLS), Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK), Fasilitas Kesehatan, dan Jumlah
Sekolah. Penelitian ini menggunakan alat analisis regresi spasial dengan model
terbaik yaitu Spatial Autoregressive (SAR).
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh spasial yang signifikan
didalam model penelitian ini. Hasil regresi menunjukan bahwa terdapat pengaruh
positif dan signifikan pada Rata-rata Lama Sekolah (RLS), dan Upah Minimum
Kabupaten/kota terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Bali tahun
2015-2023. Variabel Fasilitas Kesehatan, dan variabel Jumlah Sekolah tidak
signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Bali tahun 2015-
2023
EFEKTIVITAS VIDEO ANIMASI PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI MATERI DINAMIKA ATMOSFER DI SMAN 5 SEMARANG
Permasalahan yang terjadi di kelas X SMAN 5 Semarang berkaitan dengan
digischool yakni penggunaan teknologi digital sebagai media utama pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi, guru mengalami kesulitan dalam menyajikan
digischool secara optimal, khususnya pada pembelajaran geografi materi dinamika
atmosfer karena materi tersebut bersifat abstrak. Oleh karena itu, pembelajaran
geografi materi dinamika atmosfer masih dilaksanakan secara konvensional dan
memanfaatkan buku teks saja. Pembelajaran semacam ini menyebabkan minat
belajar siswa menurun karena konten yang disajikan dalam buku teks dianggap
kurang menarik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan, hasil
belajar, dan minat belajar siswa kelas X SMAN 5 Semarang pada pembelajaran
atmosfer menggunakan video animasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan jenis
penelitian One Group Design Pretest-Posttest. Populasi penelitian ini adalah siswa
kelas X SMAN 5 Semarang Tahun ajaran 2023 – 2024 dan menggunakan purposive
sampling dengan kategori kelas dengan nilai geografi terrendah (KKM <75), yakni
kelas X.12. Variabel penelitian ini yakni efektivitas media pembelajaran video
animasi, pelaksanaan pembelajaran, hasil belajar siswa, dan minat belajar siswa.
Teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, tes, dan angket. Teknik
keabsahan data menggunakan uji coba instrumen dan uji prasyarat. Adapun teknis
analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan uji N-Gain.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)Media Video Animasi dinyatakan
layak digunakan sesuai dengan penilaian validator dengan nilai ahli media sebesar
77,9% dan ahli materi sebesar 93%. 2)Nilai rata-rata pretest yakni 59,33 dan nilai
rata-rata posttest yakni 84,67, menunjukkan bahwa penggunaan video animasi
dapat meningkatkan hasil belajar siswa; 3) Uji N-Gain berada pada interval 56-75%
dengan prosentasi 64%, menunjukkan bahwa penggunaan video animasi “cukup
efektif; 4) Hasil angket menunjukkan bahwa minat belajar siswa termasuk kategori
“tinggi” yakni sebesar 81,5%.
Saran dari penelitian ini adalah 1)Guru perlu menilai efektivitas video
animasi dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik untuk mengukur perubahan
yang dihasilkan, 2) Sekolah dapat mengembangkan video animasi sebagai media
pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas, terutama pada materi dinamika
atmosfer, 3) Mengajak siswa berpartisipasi dalam pembuatan video animasi dapat
meningkatkan pemahaman materi serta keterampilan teknis dan kreativitas, 4)
Penelitian lebih lanjut diperlukan dengan memberikan pelatihan kepada guru
tentang teknologi pendidikan dan pembuatan konten multimedia yang sesuai
dengan kurikulum dan kebutuhan siswa
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI MATERI DINAMIKA KEPENDUDUKAN SISWA KELAS XI IPS DI SMA N 1 KURIK KABUPATEN MERAUKE
Materi pembelajaran geografi sangatlah membutuhkan peranan media
pembelajaran sebagai alat untuk mewakili fenomena yang dikaji. Dalam proses
pembelajaran geografi siswa dituntut untuk dapat mengimplementasikan
keterampilan geografi. Sebagian besar siswa di SMA N 1 tidak memenuhi KKM
hasil belajar dan keterampilan geografi. Upaya yang dapat dilakukan adalah
dengan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan
pembelajaran dan karakteristik peserta didik generasi z, media tersebut adalah
instagram. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui bagaimana pelaksanaan
pembelajaran penggunaan media sosial instagram terhadap hasil belajar peserta
didik dan (2) menganalisis efektivitas pembelajaran dengan menggunakan media
sosial instagram terhadap keterampilan geografi siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain berupa one \ud
group pretest-posttest design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu XI
IPS 1 sebanyak 36 siswa, dengan penentuan sampel menggunakan teknik
purposive sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan observasi,
angket, tes, dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan
analisis deskriptif persentase dan uji n-gain. Indikator efektivitas yaitu respon
siswa dan hasil belajar yang sebagian besar memenuhi kriteria KKM.
Hasil penelitian berupa pelaksanaan pembelajaran menggunakan media
instagram dilakukan pada tiga tahap yaitu perencanaan meliputi validasi ahli
media dan materi, pelaksanaan meliputi pretest pembelajaran menggunakan
media instagram, posttest dan pengisian angket, serta evaluasi yang meliputi
kelebihan dan kekurangan dari media instagram. Media sosial instagram terbukti
dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada tahp pretest hanya 36% siswa yang
memenuhi KKM, meningkat pada tahap posttest menjadi 80,5%.
Media instagram efektif dalam meningkatkan keterampilan geografi dapat
dilihat dari peningkatan skor keterampilan geografi siswa. Pada tahap pretest
hanya 50% siswa yang tuntas lalu pada tahap posttest mengalami peningkatan
menjadi 75,4%. Tingkat keefektivan media berdasarkan hasil angket yaitu 86,1%
hasil angket ini tergolong sangat efektif. Tingkat efektivitas media instagram
terhadap keterampilan geografi siswa berdarakan uji n-gain yaitu 0.5406 dan hasil
belajar 0.4366 sehingga kategori tingkat keefektivan media adalah sedang.
Saran pada penelitian ini yaitu SMA N 1 Kurik untuk lebih sering
menggunakan media pembelajaran instagram sebab media ini telah terbukti dapat
meningkatkan hasil belajar serta keterampilan geografi siswa sehingga
mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan
SUNGAI CIUJUNG DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN DI RANGKASBITUNG 1930-1970
Perubahan lingkungan pada sungai Ciujung di Rangkasbitung sekitar tahun 1930-1970 menjadi fokus pada penelitian kali ini, adanya perubahan aliran pada sungai Ciujung memberikan beberapa dampak tentunya bagi wilayah sekitar Rangkasbitung. Sungai ini bagi masyarakat Kabupaten Lebak khususnya Rangkasbitung dimanfaatkan sebagai kebutuhan sehari-hari mulai dari sebagai MCK, bermain, tempat membersihkan makanan hingga tempat mencuci. Daerah Aliran Sungai Ciujung (DAS) merupakan sebuah satu kesatuan ekosistem yang unsur utamanya terdiri atas beberapa sumber daya alam seperti tanah, air dan vegetasi tumbuhan serta sumber daya manusia sebagai pelaku pemanfaatannya.
Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian yang terdiri dari 4 tahapan yaitu Heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi dengan didukung sumber-sumber primer seperti peta Rangkasbitung, foto sungai Ciujung dan wilayah Rangkasbitung serta surat kabar yang memberitakan banjir di Rangkasbitung dalam rentang waktu 1930-1970.
Oxbow Lake merupakan fenomena yang terjadi pada perubahan aliran sungai Ciujung tepatnya pada aliran anak sungai Ciujung (Ciberang), fenomena ini terjadi dalam rentang waktu 1930-1970 berdasarkan sumber peta yang ditemukan. Terdapat perubahan bentuk aliran dan bekas aliran tersebut kini menjadi wilayah pemukiman yang disebut dengan wilayah Kalimati. Hilangnya fungsi sempadan sungai sebagai daerah resapan aliran sungai membuat wilayah pemukiman sekitarnya turut terdampak ketika aliran sungai meluap. Seperti beberapa kasus banjir yang diberitakan oleh beberapa surat kabar pada masa Hindia Belanda bahwa banjir di Rangkasbitung terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dan menyebabkan aliran sungai Ciujung meluap
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT PADA EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN GEOGRAFI
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan metode pembelajaran cooperative script terhadap efektifitas selama proses pembelajaran geografi. Metode penelitian menggunakan pendekatan Kualitatif dengan jenis penelitian Literature Review atau studi literatur dengan metode Sytematic Literarure Review dan menggunakan sumber data sekunder yang berupa buku, jurnal, artikel atau skripsi (penelitian terdahulu). Terdapat 25 penelitian terdahulu yang membahas mengenai bagaimana pengaruh pengunaan metode pembelajaran cooperative script. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif komparatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya pengaruh yang terjadi kepada siswa setelah melakukan pembelajaran menggunakan metode cooperative script. Pengaruh yang terjadi antara lain meningkatnya motivasi belajar, aktivitas belajar siswa, kemampuan berfikir kritis dan analitis, kemampuan berkomunikasi. Mengapa hal tersebut dapat terjadi karena setiap proses dalam pembelajaran menggunakan metode cooperative script membuat siswa menjadi pusat dari pembelajaran dengan bimbingan guru. Adanya perubahan dalam aktivitas belajar siswa, tentunya berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, hal tersebut di ketahui adanya perubahan yang signifikan antara sebelum pengunaan metode dan setelah pengunaan metode coopetarive script. Pengunaan metode cooperative script bisa menjadi alternatif bagi guru untuk bisa memberikan veriasi pembelajaran terhadap siswa. Karena pembelajaran menggunakan metode coopetarive script sangat menarik jika di terapkan, tetapi perlu menjadi catatan bahwa guru harus bida menjadi fasilitator yang baik, agar dalam proses penyampaian materi dapat maksimal dan mencapai tujuan dari pembelajaran
PENGARUH GAYA KOGNITIF SISWA SMA TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL GEOSPASIAL TIPE HOTS
Kemampuan geospasial merupakan kemampuan siswa untuk memahami, menganalisis, dan menginterpretasikan informasi spasial dalam konteks geografi dan lingkungan. Kemampuan geospasial dipengaruhi oleh gaya kognitif yang didefinisikan sebagai sikap, pilihan, atau strategi yang konsisten menemukan cara unik siswa berpikir, mengingat, memecahkan masalah, dan menerima informasi. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis pengaruh kemampuan geospasial siswa dalam menyelesaikan soal dengan gaya kognitif field independent dan gaya kognitif field dependent pada materi geospasial bertipe HOTS.
Sampel dalam penelitian ini terdiri 36 orang siswa kelas XE-4 SMA Negeri 1 Pecangaan Jepara. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Jenis penelitian yang digunakan adalah komparatif. Variabel dalam penelitian ini yaitu gaya kognitif field dependent, field independent, dan kemampuan geospasial siswa dalam menyelesaikan soal geospasial bertipe HOTS. Teknik pengumpulan data menggunakan tes GEFT dan tes Kemampuan Geospasial Pemecahan Soal Geospaial Tipe HOTS. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat.
Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat 22 orang yang memiliki gaya kognitif Field Dependent (FD) yang terdiri dari 4 orang siswa laki-laki dan 18 orang siswa perempuan, terdapat 14 orang yang memiliki gaya kognitif Field Independent (FI) yang terdiri dari 8 orang siswa laki-laki dan 6 orang siswa perempuan. (2) Nilai rata-rata yang diperoleh dari kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif Field Dependent (FD) yaitu 51,59090909 dan nilai rata-rata dari kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif Field Independent (FI) yaitu 67,64285714.
Terdapat pengaruh gaya kognitif terhadap kemampuan geospasial siswa dalam menyelesaikan soal geospasial bertipe HOTS siswa kelas XE-4 SMA Negeri 1 Pecangaan Jepara pada materi perpetaan, penginderaan jauh, dan system informasi geografis (SIG). Dengan mempertimbangkan gaya kognitif siswa dan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan gaya kognitif mereka, guru dapat menjalankan proses pembelajaran yang lebih aktif, efektif, dan efisien serta meningkatkan kualitas pembelajaran geografi
ANALISIS PROGRAM PEMBELAJARAN KEPARIWISATAAN MASYARAKAT DESA WISATA SEMBUNGAN KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO
Desa Sembungan meraih penghargaan Desa Wisata Indonesia Terbaik kategori Desa Wisata Rintisan dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022 yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Pencapaian ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan semua pihak untuk meningkatkan komponen wisata Desa Wisata Sembungan agar mampu bersaing dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Masyarakat memainkan peran kunci dalam pengelolaan pariwisata dan mereka harus memiliki kesadaran, pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. Untuk itu beberapa kegiatan pembelajaran telah dilakukan oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan komponen pariwisata dan program pembelajaran kepariwisataan masyarakat di Desa Wisata Sembungan Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang dilaksanakan di Desa Wisata Sembungan Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik proporsional sampling dengan disesuaikan besarnya populasi masing-masing kelompok yang ada dibawah naungan pokdarwis sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 78 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik berupa kuesioner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif presentase.
Hasil penelitian variabel komponen pariwisata di Desa Wisata Sembungan yang ada di tiap objek wisata maupun di lingkup pemukiman masyarakat sudah tersedia dan dikelola dengan baik, dibuktikan dengan analisis data hasil observasi memperoleh persentase sebesar 81,6% yang masuk dalam kriteria Sangat Baik. Hal ini salah satunya karena setiap komponen yang ada dikoordinatori oleh sesorang yang ditunjuk oleh pengelola, sehingga dalam pengelolaannya lebih teratur dan terarah. Variabel program pembelajaran kepariwisataan memperoleh persentase sebesar 54,7% dan masuk kriteria Cukup Baik. Program-program dengan tujuan menguatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat tidak semua anggota dalam pokdarwis mendapatkan kesempatan untuk mengikuti. Sementara, tujuan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat semua anggota dari tiap kelompok mempunyai kesempatan dapat mengikuti program tersebut, karena program-program tersebut memang spesifik ditujukan untuk tiap kelompok yang ada. Tujuan program pembelajaran untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memecahkan masalah juga intens dilakukan setiap kelompok yang ada sehingga semua anggota kelompok dapat mengikuti program pembelajaran tersebut.
Saran penelitan ini adalah pengelola dan pihak desa harus selalu meningkatkan komponen pariwisata yang ada karena jika tidak dikelola dengan lebih baik lagi maka akan memengaruhi kondisi dikemudian hari, dan terus memberikan program pembelajaran khususnya di bidang pariwisata yang bermanfaat bagi masyarakat supaya mereka memiliki kesadaran yang lebih lagi sebagai tuan rumah bagi para wisatawan yang datang ke desa
ANALISIS POTENSI DAN DAYA DUKUNG WISATA UNTUK STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA PANTAI TIRANG KECAMATAN TUGU KOTA SEMARANG
Pantai Tirang merupakan salah satu pantai yang memiliki keunikan
dibandingkan dengan pantai lain di Kota Semarang. Pantai Tirang memiliki pasir
pantai alami yang potensial untuk dikembangkan dan menjadi objek wisata alam
pesisir unggulan di Kota Semarang. Namun dalam pengembangan pariwisata perlu
memperhatikan kelestarian lingkungan untuk menghindari dampak negatif yang
ditimbulkan. Untuk itu perlu dilakukan kajian mengenai daya dukung wisata untuk
menentukan jumlah maksimum pengunjung wisata yang dapat ditampung. Tujuan
penelitian ini adalah: 1) mengetahui potensi objek wisata Pantai Tirang, 2)
mengetahui daya dukung wisata Pantai Tirang, serta 3) mengetahui strategi
pengembangan objek wisata Pantai Tirang.
Lokasi penelitian ini adalah objek wisata Pantai Tirang seluas 2,48 hektar
beserta seluruh sarana prasarana dan atraksi wisata yang ada di dalamnya, serta 100
wisatawan yang menjadi responden. Analisis data menggunakan teknik deskriptif
kuantitatif untuk mengkaji daya dukung wisata menggunakan tiga pendekatan yaitu
daya dukung fisik (PCC), daya dukung riil (RCC), dan daya dukung efektif (ECC).
Kemudian teknik deskriptif persentase untuk mengkaji potensi wisata, dan analisis
SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan wisata.
Hasil dari penelitian ini adalah 1) Potensi Pantai Tirang termasuk dalam
kategori tinggi dengan nilai 73,15% dan layak untuk dikembangkan. Potensi atraksi
dan aksesibilitas termasuk dalam kategori tinggi, sedangkan potensi amenitas
masuk dalam kategori sangat tinggi. 2) Daya dukung fisik Pantai Tirang sebesar
1.640 wisatawan/hari, daya dukung riil sebesar 203 wisatawan/hari, dan daya
dukung efektif sebesar 158 wisatawan/hari. Sedangkan jumlah kunjungan riil
sepanjang tahun 2023 sebesar 132 wisatawan/hari, maka daya dukung fisik, daya
dukung riil dan daya dukung efektif tersebut belum terlampaui dan diklasifikasikan
sebagai daya dukung besar dengan rekomendasi dapat dikembangkan. 3)
Berdasarkan analisis SWOT strategi pengembangan objek wisata Pantai Tirang
yang paling utama adalah strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari
ancaman.
Saran dari penelitian ini adalah perlu adanya evaluasi terhadap seluruh
pengelola Pantai Tirang mengenai pengembangan objek wisata yang berkelanjutan
dan memperhatikan kelestarian lingkungan. Tujuannya adalah agar tidak terjadi
kegiatan pengembangan dan pembangunan wisata yang berpotensi merusak
lingkungan. Selain itu, pengelola perlu meningkatkan atraksi wisata sehingga dapat
bersaing dengan kompetitor. Serta perlu meningkatkan sarana dan prasarana
khususnya akses jalan seperti dengan membuat penerangan jalan, pengerasan jalan
dan penghalusan jalan, serta pelebaran jembatan
ANALISIS SUPPLY AND DEMAND OBJEK WISATA ALAM PANTAI PASIR PUTIH WATES KECAMATAN KALIORI KABUPATEN REMBANG
Objek wisata alam Pantai Pasir Putih Wates merupakan salah satu destinasi
unggulan yang berada di Kabupaten Rembang dengan jumlah kunjungan terbanyak
kedua setelah Pantai Karangjahe. Potensi yang dimiliki oleh Pantai Pasir Putih
Wates sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Perlunya strategi
pengembangan ini bertujuan untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui unsur penawaran (supply) objek
wisata Pantai Pasir Putih Wates di Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang. 2)
Mengetahui karakteristik permintaan (demand) objek wisata Pantai Pasir Putih
Wates di Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang. 3) Menganalisis strategi dalam
pengembangan objek wisata Pantai Pasir Putih Wates di Kecamatan Kaliori
Kabupaten Rembang.
Populasi dari penelitian ini merupakan wisatawan dan pengelola objek wisata
Pantai Pasir Putih Wates. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik
purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara,
observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah
analisis deskriptif presentase untuk mengetahui kondisi supply dan karaktersitik
demand, sedangkan teknik analisis SWOT digunakan untuk mengetahui strategi
pengembangan Pantai Pasir Putih Wates yang tepat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur penawaran (supply) pariwista yang
meliputi atraksi (daya tarik wisata) menunjukkan nilai sebesar 80.05% sehingga
masuk kategori menarik/baik. Transportasi menunjukkan nilai sebesar 68.43%
sehingga masuk kategori baik. Akomodasi menunjukkan nilai sebesar 68.43%
sehingga masuk kategori baik. Fasilitas Pelayanan menunjukkan nilai sebesar
73,625% sehingga masuk dalam kategori baik. Infrastruktur/prasarana
menunjukkan nilai sebesar 75% sehingga masuk dalam kategori baik. Unsur
permintaan (demand) wisata yang meliputi asal wisatawan didominasi oleh luar
Kabupaten Rembang yaitu sebesar 74%, minat wisatawan didominasi kegiatan
rekreasi yaitu sebesar 99%, jumlah wisatawan yang datang berkunjung lebih dari 5
kali. Investasi wisata menunjukkan wisatawan menghabiskan uang kurang dari Rp
100.000. Strategi Pengembangan Objek wisata Pantai Pasir Putih Wates berada
pada posisi kuadran I dan strategi pengembangan yang tepat adalah meningkatkan
kekuatan daya tarik wisata, meningkatkan beberapa pagelaran festival wisata,
membuka toko souvenir, membangun wahana bermain, menambah titik swafoto,
menerapkan sanksi kepada wisatawan yang merusak sarana prasarana,
meningkatkan intensitas promosi, menambah area berteduh, membuat papan
peringatan untuk menjaga kebersihan.
Simpulan dari penelitian ini adalah (1) Memperbaiki dan meningkatakan unsur
penawaran khususnya unsur atraksi, akomodasi dan fasilitas pelayanan sehingga
dapat menarik wisatawan. (2) Menentukan pengembangan objek wisata sesuai
dengan permasalah yang ada dilapangan
REPRESENTASI PENYIMPANGAN SOSIAL DALAM WEBTOON MISTAKE
Komik di Indonesia sudah ada sejak 1950-an hingga sekarang, komik yang
dulu hanya dicetak sekarang beralih lebih modern dengan bentuk digital. Salah satu
komik berbentuk digital adalah webtoon. Berbagai alur cerita tertuang dalam
Webtoon, pada penelitian ini menganalisis salah satu cerita dalam webtoon yang
tergolong komik lokal, webtoon tersebut berjudul “Mistake”. Pemilihan webtoon
Mistake dikarenakan pada kolom komentar di episode 1 nya, banyak pembaca yang
berkomentar mengenai seks pranikah, yang merupakan salah satu bentuk
penyimpangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis bentuk
bentuk penyimpangan sosial yang terdapat dalam Webtoon Mistake (2)
Menganalisis faktor penyebab terjadinya penyimpangan sosial dalam Webtoon
Mistake.
Penelitian ini tergolong Penelitian Kualitatif dengan metode pengumpulan
data menggunakan teknik Analisis Isi dan Dokumentasi. Penelitian ini
menggunakan Teori Semiotika Ferdinand de Saussure dan Teori Asosiasi
Diferensial terkait Penyimpangan Sosial oleh Edwin Hardin Sutherland. Penelitian
ini dilakukan dengan mengamati 1 season webtoon Mistake yang berjumlah 194
episode. Analisis data menggunakan Analisis Data Model Spradley.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat 127 episode yang
mengandung unsur penyimpangan sosial. Penyimpangan sosial ini dikategorikan
dalam 4 macam, diantaranya; seks pranikah (64 episode), prostitusi (27 episode),
pergaulan bebas (22 episode) dan perundungan (14 episode). Penyimpangan dari
kategori prostitusi diperinci lagi menjadi 4 bentuk, yaitu perdagangan manusia
(human trafficking), live video seks, praktik prostitusi secara langsung, dan
penjualan konten pornografi. Serta, peneliti menemukan 3 faktor penyebab
mengapa penyimpangan tersebut dapat terjadi. Faktor penyebab yang paling
berkontribusi besar adalah dikarenakan latar belakang keluarga sebesar 35 episode,
kemudian pendidikan seksual terbatas sebesar 11 episode, dan desakan kebutuhan
ekonomi sebesar 10 episode.
Saran dari peneliti ditujukan kepada pembaca khususnya remaja untuk bijak
memaknai pesan sosial dalam Webtoon Mistake, meskipun disajikan melalui
bentuk-bentuk penyimpangan sosial. Peneliti juga berharap orang tua yang
memiliki anak pada usia remaja untuk mengawasi anaknya dalam bergaul dan
mengawasi media sosial termasuk bacaan atau tontonan media hiburan anaknya,
serta pihak webtoon menyediakan lembaga sensor untuk menyeleksi rating setiap
webtoon, apakah layak dibaca utuk semua kalangan umur atau hanya cocok dibaca
untuk dewasa saja