Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    FAKTOR PENENTU INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI BALI DENGAN PENDEKATAN EKONOMETRIKA SPASIAL

    No full text
    Provinsi Bali merupakan salah satu provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia tertinggi di Indonesia. Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten/kota Provinsi Bali telah mencapai angka diatas 60 poin yang artinya kategori sedang, dan beberapa wilayah sudah mencapai angka diatas 80 poin yang berarti termasuk kategori sangat tinggi. Provinsi Bali bagian selatan memiliki tingkat pembangunan manusia yang lebih tinggi dibandingkan dengan Provinsi Bali bagian utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Bali tahun 2015-2023. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data panel dengan runtut waktu dari 2015-2023 dan data silang sebanyak 9 Kabupaten/kota di Provinsi Bali yang di peroleh melalui Badan Pusat Statistika dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Variabel bebas yang digunakan adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini antara lain: Rata-rata Lama Sekolah (RLS), Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK), Fasilitas Kesehatan, dan Jumlah Sekolah. Penelitian ini menggunakan alat analisis regresi spasial dengan model terbaik yaitu Spatial Autoregressive (SAR). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh spasial yang signifikan didalam model penelitian ini. Hasil regresi menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan pada Rata-rata Lama Sekolah (RLS), dan Upah Minimum Kabupaten/kota terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Bali tahun 2015-2023. Variabel Fasilitas Kesehatan, dan variabel Jumlah Sekolah tidak signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Bali tahun 2015- 2023

    EFEKTIVITAS VIDEO ANIMASI PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI MATERI DINAMIKA ATMOSFER DI SMAN 5 SEMARANG

    No full text
    Permasalahan yang terjadi di kelas X SMAN 5 Semarang berkaitan dengan digischool yakni penggunaan teknologi digital sebagai media utama pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi, guru mengalami kesulitan dalam menyajikan digischool secara optimal, khususnya pada pembelajaran geografi materi dinamika atmosfer karena materi tersebut bersifat abstrak. Oleh karena itu, pembelajaran geografi materi dinamika atmosfer masih dilaksanakan secara konvensional dan memanfaatkan buku teks saja. Pembelajaran semacam ini menyebabkan minat belajar siswa menurun karena konten yang disajikan dalam buku teks dianggap kurang menarik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan, hasil belajar, dan minat belajar siswa kelas X SMAN 5 Semarang pada pembelajaran atmosfer menggunakan video animasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan jenis penelitian One Group Design Pretest-Posttest. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 5 Semarang Tahun ajaran 2023 – 2024 dan menggunakan purposive sampling dengan kategori kelas dengan nilai geografi terrendah (KKM <75), yakni kelas X.12. Variabel penelitian ini yakni efektivitas media pembelajaran video animasi, pelaksanaan pembelajaran, hasil belajar siswa, dan minat belajar siswa. Teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, tes, dan angket. Teknik keabsahan data menggunakan uji coba instrumen dan uji prasyarat. Adapun teknis analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)Media Video Animasi dinyatakan layak digunakan sesuai dengan penilaian validator dengan nilai ahli media sebesar 77,9% dan ahli materi sebesar 93%. 2)Nilai rata-rata pretest yakni 59,33 dan nilai rata-rata posttest yakni 84,67, menunjukkan bahwa penggunaan video animasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa; 3) Uji N-Gain berada pada interval 56-75% dengan prosentasi 64%, menunjukkan bahwa penggunaan video animasi “cukup efektif; 4) Hasil angket menunjukkan bahwa minat belajar siswa termasuk kategori “tinggi” yakni sebesar 81,5%. Saran dari penelitian ini adalah 1)Guru perlu menilai efektivitas video animasi dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik untuk mengukur perubahan yang dihasilkan, 2) Sekolah dapat mengembangkan video animasi sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas, terutama pada materi dinamika atmosfer, 3) Mengajak siswa berpartisipasi dalam pembuatan video animasi dapat meningkatkan pemahaman materi serta keterampilan teknis dan kreativitas, 4) Penelitian lebih lanjut diperlukan dengan memberikan pelatihan kepada guru tentang teknologi pendidikan dan pembuatan konten multimedia yang sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan siswa

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI MATERI DINAMIKA KEPENDUDUKAN SISWA KELAS XI IPS DI SMA N 1 KURIK KABUPATEN MERAUKE

    No full text
    Materi pembelajaran geografi sangatlah membutuhkan peranan media pembelajaran sebagai alat untuk mewakili fenomena yang dikaji. Dalam proses pembelajaran geografi siswa dituntut untuk dapat mengimplementasikan keterampilan geografi. Sebagian besar siswa di SMA N 1 tidak memenuhi KKM hasil belajar dan keterampilan geografi. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik generasi z, media tersebut adalah instagram. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran penggunaan media sosial instagram terhadap hasil belajar peserta didik dan (2) menganalisis efektivitas pembelajaran dengan menggunakan media sosial instagram terhadap keterampilan geografi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain berupa one \ud group pretest-posttest design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu XI IPS 1 sebanyak 36 siswa, dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase dan uji n-gain. Indikator efektivitas yaitu respon siswa dan hasil belajar yang sebagian besar memenuhi kriteria KKM. Hasil penelitian berupa pelaksanaan pembelajaran menggunakan media instagram dilakukan pada tiga tahap yaitu perencanaan meliputi validasi ahli media dan materi, pelaksanaan meliputi pretest pembelajaran menggunakan media instagram, posttest dan pengisian angket, serta evaluasi yang meliputi kelebihan dan kekurangan dari media instagram. Media sosial instagram terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada tahp pretest hanya 36% siswa yang memenuhi KKM, meningkat pada tahap posttest menjadi 80,5%. Media instagram efektif dalam meningkatkan keterampilan geografi dapat dilihat dari peningkatan skor keterampilan geografi siswa. Pada tahap pretest hanya 50% siswa yang tuntas lalu pada tahap posttest mengalami peningkatan menjadi 75,4%. Tingkat keefektivan media berdasarkan hasil angket yaitu 86,1% hasil angket ini tergolong sangat efektif. Tingkat efektivitas media instagram terhadap keterampilan geografi siswa berdarakan uji n-gain yaitu 0.5406 dan hasil belajar 0.4366 sehingga kategori tingkat keefektivan media adalah sedang. Saran pada penelitian ini yaitu SMA N 1 Kurik untuk lebih sering menggunakan media pembelajaran instagram sebab media ini telah terbukti dapat meningkatkan hasil belajar serta keterampilan geografi siswa sehingga mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan

    SUNGAI CIUJUNG DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN DI RANGKASBITUNG 1930-1970

    No full text
    Perubahan lingkungan pada sungai Ciujung di Rangkasbitung sekitar tahun 1930-1970 menjadi fokus pada penelitian kali ini, adanya perubahan aliran pada sungai Ciujung memberikan beberapa dampak tentunya bagi wilayah sekitar Rangkasbitung. Sungai ini bagi masyarakat Kabupaten Lebak khususnya Rangkasbitung dimanfaatkan sebagai kebutuhan sehari-hari mulai dari sebagai MCK, bermain, tempat membersihkan makanan hingga tempat mencuci. Daerah Aliran Sungai Ciujung (DAS) merupakan sebuah satu kesatuan ekosistem yang unsur utamanya terdiri atas beberapa sumber daya alam seperti tanah, air dan vegetasi tumbuhan serta sumber daya manusia sebagai pelaku pemanfaatannya. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian yang terdiri dari 4 tahapan yaitu Heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi dengan didukung sumber-sumber primer seperti peta Rangkasbitung, foto sungai Ciujung dan wilayah Rangkasbitung serta surat kabar yang memberitakan banjir di Rangkasbitung dalam rentang waktu 1930-1970. Oxbow Lake merupakan fenomena yang terjadi pada perubahan aliran sungai Ciujung tepatnya pada aliran anak sungai Ciujung (Ciberang), fenomena ini terjadi dalam rentang waktu 1930-1970 berdasarkan sumber peta yang ditemukan. Terdapat perubahan bentuk aliran dan bekas aliran tersebut kini menjadi wilayah pemukiman yang disebut dengan wilayah Kalimati. Hilangnya fungsi sempadan sungai sebagai daerah resapan aliran sungai membuat wilayah pemukiman sekitarnya turut terdampak ketika aliran sungai meluap. Seperti beberapa kasus banjir yang diberitakan oleh beberapa surat kabar pada masa Hindia Belanda bahwa banjir di Rangkasbitung terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dan menyebabkan aliran sungai Ciujung meluap

    PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT PADA EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN GEOGRAFI

    No full text
    penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan metode pembelajaran cooperative script terhadap efektifitas selama proses pembelajaran geografi. Metode penelitian menggunakan pendekatan Kualitatif dengan jenis penelitian Literature Review atau studi literatur dengan metode Sytematic Literarure Review dan menggunakan sumber data sekunder yang berupa buku, jurnal, artikel atau skripsi (penelitian terdahulu). Terdapat 25 penelitian terdahulu yang membahas mengenai bagaimana pengaruh pengunaan metode pembelajaran cooperative script. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif komparatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya pengaruh yang terjadi kepada siswa setelah melakukan pembelajaran menggunakan metode cooperative script. Pengaruh yang terjadi antara lain meningkatnya motivasi belajar, aktivitas belajar siswa, kemampuan berfikir kritis dan analitis, kemampuan berkomunikasi. Mengapa hal tersebut dapat terjadi karena setiap proses dalam pembelajaran menggunakan metode cooperative script membuat siswa menjadi pusat dari pembelajaran dengan bimbingan guru. Adanya perubahan dalam aktivitas belajar siswa, tentunya berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, hal tersebut di ketahui adanya perubahan yang signifikan antara sebelum pengunaan metode dan setelah pengunaan metode coopetarive script. Pengunaan metode cooperative script bisa menjadi alternatif bagi guru untuk bisa memberikan veriasi pembelajaran terhadap siswa. Karena pembelajaran menggunakan metode coopetarive script sangat menarik jika di terapkan, tetapi perlu menjadi catatan bahwa guru harus bida menjadi fasilitator yang baik, agar dalam proses penyampaian materi dapat maksimal dan mencapai tujuan dari pembelajaran

    PENGARUH GAYA KOGNITIF SISWA SMA TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL GEOSPASIAL TIPE HOTS

    No full text
    Kemampuan geospasial merupakan kemampuan siswa untuk memahami, menganalisis, dan menginterpretasikan informasi spasial dalam konteks geografi dan lingkungan. Kemampuan geospasial dipengaruhi oleh gaya kognitif yang didefinisikan sebagai sikap, pilihan, atau strategi yang konsisten menemukan cara unik siswa berpikir, mengingat, memecahkan masalah, dan menerima informasi. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis pengaruh kemampuan geospasial siswa dalam menyelesaikan soal dengan gaya kognitif field independent dan gaya kognitif field dependent pada materi geospasial bertipe HOTS. Sampel dalam penelitian ini terdiri 36 orang siswa kelas XE-4 SMA Negeri 1 Pecangaan Jepara. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Jenis penelitian yang digunakan adalah komparatif. Variabel dalam penelitian ini yaitu gaya kognitif field dependent, field independent, dan kemampuan geospasial siswa dalam menyelesaikan soal geospasial bertipe HOTS. Teknik pengumpulan data menggunakan tes GEFT dan tes Kemampuan Geospasial Pemecahan Soal Geospaial Tipe HOTS. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat 22 orang yang memiliki gaya kognitif Field Dependent (FD) yang terdiri dari 4 orang siswa laki-laki dan 18 orang siswa perempuan, terdapat 14 orang yang memiliki gaya kognitif Field Independent (FI) yang terdiri dari 8 orang siswa laki-laki dan 6 orang siswa perempuan. (2) Nilai rata-rata yang diperoleh dari kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif Field Dependent (FD) yaitu 51,59090909 dan nilai rata-rata dari kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif Field Independent (FI) yaitu 67,64285714. Terdapat pengaruh gaya kognitif terhadap kemampuan geospasial siswa dalam menyelesaikan soal geospasial bertipe HOTS siswa kelas XE-4 SMA Negeri 1 Pecangaan Jepara pada materi perpetaan, penginderaan jauh, dan system informasi geografis (SIG). Dengan mempertimbangkan gaya kognitif siswa dan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan gaya kognitif mereka, guru dapat menjalankan proses pembelajaran yang lebih aktif, efektif, dan efisien serta meningkatkan kualitas pembelajaran geografi

    ANALISIS PROGRAM PEMBELAJARAN KEPARIWISATAAN MASYARAKAT DESA WISATA SEMBUNGAN KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO

    No full text
    Desa Sembungan meraih penghargaan Desa Wisata Indonesia Terbaik kategori Desa Wisata Rintisan dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022 yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Pencapaian ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan semua pihak untuk meningkatkan komponen wisata Desa Wisata Sembungan agar mampu bersaing dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Masyarakat memainkan peran kunci dalam pengelolaan pariwisata dan mereka harus memiliki kesadaran, pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. Untuk itu beberapa kegiatan pembelajaran telah dilakukan oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan komponen pariwisata dan program pembelajaran kepariwisataan masyarakat di Desa Wisata Sembungan Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang dilaksanakan di Desa Wisata Sembungan Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik proporsional sampling dengan disesuaikan besarnya populasi masing-masing kelompok yang ada dibawah naungan pokdarwis sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 78 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik berupa kuesioner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif presentase. Hasil penelitian variabel komponen pariwisata di Desa Wisata Sembungan yang ada di tiap objek wisata maupun di lingkup pemukiman masyarakat sudah tersedia dan dikelola dengan baik, dibuktikan dengan analisis data hasil observasi memperoleh persentase sebesar 81,6% yang masuk dalam kriteria Sangat Baik. Hal ini salah satunya karena setiap komponen yang ada dikoordinatori oleh sesorang yang ditunjuk oleh pengelola, sehingga dalam pengelolaannya lebih teratur dan terarah. Variabel program pembelajaran kepariwisataan memperoleh persentase sebesar 54,7% dan masuk kriteria Cukup Baik. Program-program dengan tujuan menguatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat tidak semua anggota dalam pokdarwis mendapatkan kesempatan untuk mengikuti. Sementara, tujuan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat semua anggota dari tiap kelompok mempunyai kesempatan dapat mengikuti program tersebut, karena program-program tersebut memang spesifik ditujukan untuk tiap kelompok yang ada. Tujuan program pembelajaran untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memecahkan masalah juga intens dilakukan setiap kelompok yang ada sehingga semua anggota kelompok dapat mengikuti program pembelajaran tersebut. Saran penelitan ini adalah pengelola dan pihak desa harus selalu meningkatkan komponen pariwisata yang ada karena jika tidak dikelola dengan lebih baik lagi maka akan memengaruhi kondisi dikemudian hari, dan terus memberikan program pembelajaran khususnya di bidang pariwisata yang bermanfaat bagi masyarakat supaya mereka memiliki kesadaran yang lebih lagi sebagai tuan rumah bagi para wisatawan yang datang ke desa

    ANALISIS POTENSI DAN DAYA DUKUNG WISATA UNTUK STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA PANTAI TIRANG KECAMATAN TUGU KOTA SEMARANG

    No full text
    Pantai Tirang merupakan salah satu pantai yang memiliki keunikan dibandingkan dengan pantai lain di Kota Semarang. Pantai Tirang memiliki pasir pantai alami yang potensial untuk dikembangkan dan menjadi objek wisata alam pesisir unggulan di Kota Semarang. Namun dalam pengembangan pariwisata perlu memperhatikan kelestarian lingkungan untuk menghindari dampak negatif yang ditimbulkan. Untuk itu perlu dilakukan kajian mengenai daya dukung wisata untuk menentukan jumlah maksimum pengunjung wisata yang dapat ditampung. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui potensi objek wisata Pantai Tirang, 2) mengetahui daya dukung wisata Pantai Tirang, serta 3) mengetahui strategi pengembangan objek wisata Pantai Tirang. Lokasi penelitian ini adalah objek wisata Pantai Tirang seluas 2,48 hektar beserta seluruh sarana prasarana dan atraksi wisata yang ada di dalamnya, serta 100 wisatawan yang menjadi responden. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif untuk mengkaji daya dukung wisata menggunakan tiga pendekatan yaitu daya dukung fisik (PCC), daya dukung riil (RCC), dan daya dukung efektif (ECC). Kemudian teknik deskriptif persentase untuk mengkaji potensi wisata, dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan wisata. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Potensi Pantai Tirang termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai 73,15% dan layak untuk dikembangkan. Potensi atraksi dan aksesibilitas termasuk dalam kategori tinggi, sedangkan potensi amenitas masuk dalam kategori sangat tinggi. 2) Daya dukung fisik Pantai Tirang sebesar 1.640 wisatawan/hari, daya dukung riil sebesar 203 wisatawan/hari, dan daya dukung efektif sebesar 158 wisatawan/hari. Sedangkan jumlah kunjungan riil sepanjang tahun 2023 sebesar 132 wisatawan/hari, maka daya dukung fisik, daya dukung riil dan daya dukung efektif tersebut belum terlampaui dan diklasifikasikan sebagai daya dukung besar dengan rekomendasi dapat dikembangkan. 3) Berdasarkan analisis SWOT strategi pengembangan objek wisata Pantai Tirang yang paling utama adalah strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman. Saran dari penelitian ini adalah perlu adanya evaluasi terhadap seluruh pengelola Pantai Tirang mengenai pengembangan objek wisata yang berkelanjutan dan memperhatikan kelestarian lingkungan. Tujuannya adalah agar tidak terjadi kegiatan pengembangan dan pembangunan wisata yang berpotensi merusak lingkungan. Selain itu, pengelola perlu meningkatkan atraksi wisata sehingga dapat bersaing dengan kompetitor. Serta perlu meningkatkan sarana dan prasarana khususnya akses jalan seperti dengan membuat penerangan jalan, pengerasan jalan dan penghalusan jalan, serta pelebaran jembatan

    ANALISIS SUPPLY AND DEMAND OBJEK WISATA ALAM PANTAI PASIR PUTIH WATES KECAMATAN KALIORI KABUPATEN REMBANG

    No full text
    Objek wisata alam Pantai Pasir Putih Wates merupakan salah satu destinasi unggulan yang berada di Kabupaten Rembang dengan jumlah kunjungan terbanyak kedua setelah Pantai Karangjahe. Potensi yang dimiliki oleh Pantai Pasir Putih Wates sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Perlunya strategi pengembangan ini bertujuan untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui unsur penawaran (supply) objek wisata Pantai Pasir Putih Wates di Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang. 2) Mengetahui karakteristik permintaan (demand) objek wisata Pantai Pasir Putih Wates di Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang. 3) Menganalisis strategi dalam pengembangan objek wisata Pantai Pasir Putih Wates di Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang. Populasi dari penelitian ini merupakan wisatawan dan pengelola objek wisata Pantai Pasir Putih Wates. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif presentase untuk mengetahui kondisi supply dan karaktersitik demand, sedangkan teknik analisis SWOT digunakan untuk mengetahui strategi pengembangan Pantai Pasir Putih Wates yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur penawaran (supply) pariwista yang meliputi atraksi (daya tarik wisata) menunjukkan nilai sebesar 80.05% sehingga masuk kategori menarik/baik. Transportasi menunjukkan nilai sebesar 68.43% sehingga masuk kategori baik. Akomodasi menunjukkan nilai sebesar 68.43% sehingga masuk kategori baik. Fasilitas Pelayanan menunjukkan nilai sebesar 73,625% sehingga masuk dalam kategori baik. Infrastruktur/prasarana menunjukkan nilai sebesar 75% sehingga masuk dalam kategori baik. Unsur permintaan (demand) wisata yang meliputi asal wisatawan didominasi oleh luar Kabupaten Rembang yaitu sebesar 74%, minat wisatawan didominasi kegiatan rekreasi yaitu sebesar 99%, jumlah wisatawan yang datang berkunjung lebih dari 5 kali. Investasi wisata menunjukkan wisatawan menghabiskan uang kurang dari Rp 100.000. Strategi Pengembangan Objek wisata Pantai Pasir Putih Wates berada pada posisi kuadran I dan strategi pengembangan yang tepat adalah meningkatkan kekuatan daya tarik wisata, meningkatkan beberapa pagelaran festival wisata, membuka toko souvenir, membangun wahana bermain, menambah titik swafoto, menerapkan sanksi kepada wisatawan yang merusak sarana prasarana, meningkatkan intensitas promosi, menambah area berteduh, membuat papan peringatan untuk menjaga kebersihan. Simpulan dari penelitian ini adalah (1) Memperbaiki dan meningkatakan unsur penawaran khususnya unsur atraksi, akomodasi dan fasilitas pelayanan sehingga dapat menarik wisatawan. (2) Menentukan pengembangan objek wisata sesuai dengan permasalah yang ada dilapangan

    REPRESENTASI PENYIMPANGAN SOSIAL DALAM WEBTOON MISTAKE

    No full text
    Komik di Indonesia sudah ada sejak 1950-an hingga sekarang, komik yang dulu hanya dicetak sekarang beralih lebih modern dengan bentuk digital. Salah satu komik berbentuk digital adalah webtoon. Berbagai alur cerita tertuang dalam Webtoon, pada penelitian ini menganalisis salah satu cerita dalam webtoon yang tergolong komik lokal, webtoon tersebut berjudul “Mistake”. Pemilihan webtoon Mistake dikarenakan pada kolom komentar di episode 1 nya, banyak pembaca yang berkomentar mengenai seks pranikah, yang merupakan salah satu bentuk penyimpangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis bentuk bentuk penyimpangan sosial yang terdapat dalam Webtoon Mistake (2) Menganalisis faktor penyebab terjadinya penyimpangan sosial dalam Webtoon Mistake. Penelitian ini tergolong Penelitian Kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan teknik Analisis Isi dan Dokumentasi. Penelitian ini menggunakan Teori Semiotika Ferdinand de Saussure dan Teori Asosiasi Diferensial terkait Penyimpangan Sosial oleh Edwin Hardin Sutherland. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati 1 season webtoon Mistake yang berjumlah 194 episode. Analisis data menggunakan Analisis Data Model Spradley. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat 127 episode yang mengandung unsur penyimpangan sosial. Penyimpangan sosial ini dikategorikan dalam 4 macam, diantaranya; seks pranikah (64 episode), prostitusi (27 episode), pergaulan bebas (22 episode) dan perundungan (14 episode). Penyimpangan dari kategori prostitusi diperinci lagi menjadi 4 bentuk, yaitu perdagangan manusia (human trafficking), live video seks, praktik prostitusi secara langsung, dan penjualan konten pornografi. Serta, peneliti menemukan 3 faktor penyebab mengapa penyimpangan tersebut dapat terjadi. Faktor penyebab yang paling berkontribusi besar adalah dikarenakan latar belakang keluarga sebesar 35 episode, kemudian pendidikan seksual terbatas sebesar 11 episode, dan desakan kebutuhan ekonomi sebesar 10 episode. Saran dari peneliti ditujukan kepada pembaca khususnya remaja untuk bijak memaknai pesan sosial dalam Webtoon Mistake, meskipun disajikan melalui bentuk-bentuk penyimpangan sosial. Peneliti juga berharap orang tua yang memiliki anak pada usia remaja untuk mengawasi anaknya dalam bergaul dan mengawasi media sosial termasuk bacaan atau tontonan media hiburan anaknya, serta pihak webtoon menyediakan lembaga sensor untuk menyeleksi rating setiap webtoon, apakah layak dibaca utuk semua kalangan umur atau hanya cocok dibaca untuk dewasa saja

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇