Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PENGARUH BEBAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Kasus pada Karyawan Produksi Divisi Sigaret Kretek Mesin di PT SUKUN Kabupaten Kudus)
Keberhasilan dan kegagalan perusahaan dipengaruhi oleh kinerja
karyawan. Kinerja karyawan berperan penting dalam meraih tujuan jangka pendek
maupun panjang perusahaan. Dalam menjaga kinerja karyawan tetap optimal,
maka perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beban kerja
dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja sebagai
variabel mediasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif
dengan menggunakan alat analisis Partial Least Square-Structural Equation
Modelling (PLS-SEM) melalui software SmartPLS 4.0. Populasi dalam penelitian
ini adalah 274 karyawan produksi Sigaret Kretek Mesin PT Sukun Kabupaten
Kudus. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 163 karyawan melalui
perhitungan dengan menggunakan rumus Slovin.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan, lingkungan kerja tidak berpengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan, beban kerja berpengaruh signifikan
terhadap motivasi kerja, lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap
motivasi kerja, motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan,
motivasi kerja mampu memediasi antara pengaruh beban kerja dan lingkungan
kerja terhadap kinerja karyawan.
Saran yang dapat diberikan adalah PT Sukun dapat menciptakan sistem
rolling mesin pada karyawan produksi divisi SKM pada tiap tiga bulan sekali, PT
Sukun dapat memberikan pelatihan dan pengembangan karyawan serta pelatihan
mengenai manajemen pada karyawan, PT Sukun dapat memberikan apresiasi
dengan sistem penghargaan “employee of the month” secara terbuka melalui
papan penghargaan internal perusahaan sebagai bentuk apresiasi visual atas
kinerja mereka. Penelitian yang akan datang hendaknya menambahkan variabel
lain seperti gaya kepemimpinan, budaya organisasi, kepuasan kerja, loyalitas,
komitmen, dan disiplin kerja. Lalu, penelitian selanjutnya hendaknya meneliti
variabel tersebut dengan objek berbeda dan populasi sampel yang lebih besar
PROBLEMATIKA PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PENCEMARAN LINGKUNGAN INDUSTRI BATIK DI KOTA PEKALONGAN
Kegiatan pembuatan batik di Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan masih
menjadi salah satu mata pencaharian utama bagi masyarakat sekitar. Industri batik
di Kelurahan Jenggot merupakan industri kecil menengah yang belum memiliki
sistem pengolahan limbah. Permasalahan yang akan dikaji adalah (1) Penegakan
hukum terhadap Pencemaran lingkungan oleh industri batik di Kelurahan Jenggot;
(2) Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir pencemaran lingkungan
industri batik di Kota Pekalongan. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk
mengetahui dan menganalisis problematika penegakan hukum terhadap
pencemaran lingkungan industri batik di Kota Pekalongan.; (2) untuk mengetahui
dan menganalisis upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir problematika
penegakan hukum terhadap pencemaran lingkungan industri batik di Kota
Pekalongan.
Penelitian ini menggunakan teori penegakan hukum oleh Soerjono
Soekanto. Metode penelitian yang penulis gunakan yaitu dengan pendekatan
kualitatif dan jenis penelitian yuridis empiris. Sumber data meliputi data primer dan
data sekunder. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara,
dokumentasi, dan studi Pustaka. Validitas data dengan menggunakan triangulasi
teknik, sumber, dan waktu. Serta menggunakan analisis data kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pencemaran lingkungan oleh industri
batik di Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan masih terjadi dengan adanya
pembuangan limbah cair dari proses pembuatan batik tanpa diolah terlebih dahulu
ke sungai Setu; (2) kondisi sungai Setu sangat memprihatinkan, meski terdapat UPL
(Unit Pengolahan Limbah) namun hal tersebut kurang membantu karena banyaknya
industri batik kecil menengah yang beroperasi di Kelurahan Jenggot Kota
Pekalongan. Simpulan dari penelitian ini yaitu banyaknya industri batik kecil
menengah yang beroperasi di Kelurahan Jenggot membuat kondisi sungai setu
memprihatinkan dikarenakan oleh pembuangan limbah batik secara langsung ke
sungai. Pemerintah telah berupaya untuk menanggulangi pencemaran air sungai
setu dengan adanya Unit Pengolahan Limbah, namun hal tersebut sudah tidak dapat
mencegah terjadinya pencemaran air
PERLINDUNGAN TERHADAP KONSUMEN ATAS PENERAPAN STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) PADA PRODUK HEAT PUMP WATER HEATER BERDASARKAN PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 58 TAHUN 2020
SNI bertujuan untuk menetapkan standar mutu, keamanan, dan kinerja
suatu produk barang atau jasa di Indonesia. Ketentuan terkait dengan SNI diatur
dalam Pasal 12 Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentang
Standardisasi Nasional. SNI adalah satu-satunya standar yang berlaku di
Indonesia. Sebagai salah satu contoh barang yang wajib SNI dan akan dikaji
dalam penelitian skripsi ini adalah peralatan listrik rumah tangga yaitu heat pump
water heater. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mengidentifikasi
hambatan yang dihadapi oleh perusahaan dalam menerapkan SNI dan
menganalisis strategi yang ditempuh oleh perusahaan dalam mempertahankan
kualitas produk.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis
Yuridis Empiris. Sumber data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian
ini. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dengan informan dan
observasi pada lokasi penelitian, serta studi kepustakaan dari peraturan
perundang-undangan, buku, jurnal dan sumber ilmiah lainnya. Triangulasi
digunakan sebagai validitas data dalam penelitian ini dengan melakukan
perbandingan hasil data di lapangan dengan studi pustaka. Analisis yang
digunakan mencakup pengumpulan data; reduksi data; penyajian data; dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pengaturan SNI dengan
pengaturan perlindungan konsumen saling tumpang tindih dikarenakan
pengaturan SNI mewajibkan setiap produk harus memiliki SPPT-SNI sedangkan
pengaturan perlindungan konsumen dilarang untuk memproduksi dan/atau
memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan SNI (2) Keterkaitan
pengaturan SNI dengan pengaturan perlindungan konsumen merupakan upaya
pemerintah untuk melindungi masyarakat sebagai konsumen dalam rangka
mengawasi barang/jasa yang dipasarkan kepada masyarakat sebagai konsumen.
Simpulan dan saran dari penelitian ini adalah dalam hal kebijakan
pengaturan SNI yang diterapkan Pemerintah sebaiknya perlu ditinjau kembali
penerapan dan kewenangannya di setiap kementerian terkait
PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA PADA KINERJA KARYAWAN MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIBEL MEDIASI (Studi pada karyawan PT Mitsubishi Jawa Tengah cabang Sun Star Motor Semarang, Sun Mitsubishi Banyumanik, dan Gunung Muria Mitsubishi Kudus)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Kualitas Kehidupan Kerja
dan Lingkungan Kerja pada Kinerja Karyawann melalui Kepuasan Kerja sebagai
variabel mediasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode
kuantitatif dengan sampel jenuh sejumlah 101 responden pada PT Mitsubishi Jawa
Tengah cabang Sun Star Motor Mitsubishi Semarang, Sun Mitsubishi
Banyumanik, dan Gunung Muria Mitsubishi Kudus. Teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik sampel jenuh. Data dalam penelitian ini dianalisis
menggunakan teknik Structural Equation Model (SEM) dengan SmartPLS Versi
4.0.
Hasil uji hipotesis langsung menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja
berpengaruh signifikan pada kinerja karyawan, lingkungan kerja tidak berpengaruh
signifikan pada kinerja karyawan, kualitas kehidupan kerja berpengaruh signifikan
pada kepuasan kerja, lingkungan kerja berpengaruh signifikan pada kepuasan kerja
dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan pada kinerja karyawan. Selanjutnya,
hasil uji hipotesis tidak langsung menunjukkan bahwa kepuasan kerja berhasil
memediasi hubungan kualitas kehidupan kerja pada kinerja karyawan dan
lingkungan kerja pada kinerja karyawan.
Simpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja
yang tinggi akan diikuti oleh kinerja karyawan, lingkungan kerja yang tinggi
ternyata tidak mampu meningkatkan kinerja karyawan, kualitas kehidupan kerja
yang tinggi akan diikuti oleh kenaikan kepuasan kerja, lingkungan kerja yang tinggi
akan diikuti oleh kenaikan kepuasan kerja dan kepuasan kerja yang tinggi akan
diikuti oleh kenaikan kinerja karyawan. Selanjutnya, kepuasan kerja terbukti
memiliki keunggulan sebagai variabel mediasi. Penelitian yang akan datang
hendaknya menambahkan variabel lain seperti komitmen organisasi, disiplin kerja,
motivas
PENGARUH PENGGUNAAN AVGAS DAN STP OCTANE BOOSTER TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR YAMAHA NMAX DENGAN REMAP ECU DAN VARIASI TIMING PENGAPIAN
Kendaraan di Indonesia yang jumlahnya semakin mengalami peningkatan
disebabkan oleh taraf hidup masyarakat yang semakin baik dan meningkat.
Sehingga mengakibatkan penggunaan bahan bakar meningkat, sehingga cadangan
bahan bakar yang dimiliki negara akan cepat habis. Salah satu bahan bakar
minyak (BBM) yang dipasarkan di dalam negeri adalah avgas (aviation gasoline),
walaupun penggunaannya memang diperuntukan untuk motor dalam bidang
balapan atau kompetisi. Supaya penggunaan atau konsumsi BBM lebih efisien
dapat digunakan bahan zat aditif. Aditif BBM atau bisa disebut dengan octane
booster merupakan suatu bahan yang ditambahkan ke dalam bahan bakar dengan
volume sedikit yang bertujuan menyempurnakan proses pembakaran dan
diharapkan membuat kosnsumsi bahan bakar menjadi irit.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan STP octane
booster pada bahan bakar avgas dengan variasi timing pengapian dan variasi
putaran mesin terhadap konsumsi bahan bakar pada Yamaha Nmax 150 cc tahun
2016. Penelitian ini menggunakan metode penelitian ekperimen dengan
pendekatan kuantitatif jenis eksperimen untuk mengungkap berbagai informasi
mengenai pengaruh penambahan STP octane booster pada bahan bakar avgas
terhadap konsumsi bakar sepeda motor matic 150 cc. Penelitian ini dilaksanakan
di Laboratorium Performa E9 Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas
Negeri Semarang. Sampel yang digunakan adalah sepeda motor Yamaha Nmax
150 cc tahun 2016, yang dipengaruhi oleh penambahan STP octane booster pada
bahan bakar avgas dan variasi timing pengapian. pada variasi idle rpm dan variasi
timing pengapian standar.
Pada bahan bakar avgas murni mengkonsumsi bahan bakar sebanyak
0,225 kg/h, sedangkan pada bahan bakar avgas campuran octane booster sebanyak
0,242 kg/h. Menandakan terjadi kenaikan konsumsi bahan bakar sebesar 7,56 %
jika dibandingkan dengan bahan bakar avgas murni. Berdasarkan hasil rata-rata
dari keseluruhan variasi putaran mesin dan variasi timing pengapian, pemakaian
bahan bakar avgas campuran octane booster mengalami kenaikan sebesar 3,7 %
jika dibandingkan dengan bahan bakar avgas murni. Pada penelitian ini
menunjukkan pemakaian bahan bakar avgas murni lebih irit bahan bakar pada
Yamaha Nmax 150 cc tahun 2016
PERBANDINGAN HUKUM TENTANG PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ATAS PUTUSAN NO: 427/Pdt.G/2021/PNMks DENGAN PUTUSAN NO: 80/Pdt.G/2022/PNMks
Hubungan antara manusia dengan tanah sangat erat, karena tanah merupakan
tempat tinggal dan tempat pemberikan makan antara manusia satu dengan lainnya.
Pertambahan penduduk di Indonesia akan mengakibatkan penghabisan pada lahan
hunian, yang dapat menyebabkan sengketa tanah di antara beberapa pihak.
Sengketa tanah memerlukan penyelesaian sengketa dari kebijakan pemerintah yang
mengatur dan mengelola bidang pertanahan, terutama kepemilikan, pengusaan,
penggunaan, dan pemanfaatan. Tujuan penelitian ini pertama, mengidentifikasi dan
menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya sengketa tanah
berdasarkan putusan hakim pada putusan No. 427/Pdt.G/2021/PN Mks dan No.
80/Pdt.G/2022/PNMks. Kedua, menganalisis perbandingan hasil putusan hakim
dalam penyelesaian sengketa tanah pada kedua perkara tersebut.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis
penelitian yuridis empiris, cakupan penelitian meliputi observasi, wawancara,
dokumentasi dan studi kepustakaan,
Hasil penelitian menunjukkan perbandingan faktor penyebab putusan
sengketa
tanah
Perbandingan sengketa tanah pada Putusan No.
427/Pdt.G/2021/PNMks dan No. 80/Pdt.G/2022/PNMks mencakup faktor internal
seperti klaim kepemilikan, kerugian yang dialami penggugat, dan upaya
penyelesaian sengketa. Faktor eksternal meliputi penyalahgunaan wewenang,
intimidasi, tekanan, serta kecacatan formil dalam gugatan. Analisis dilakukan
dengan pendekatan teori perbandingan hukum Soerjono Soekanto dan teori
sengketa tanah Laura Nader dan Harry F. Todd. Jr. Perbandingan putusan hakim
pada No. 427/Pdt.G/2021/PN Mks dan No. 80/Pdt.G/2022/PN Mks terletak pada
objek sengketa, eksepsi tergugat, dasar hukum, dan pertimbangan hakim, yang
dianalisis menggunakan teori Sudikno Mertokusumo untuk fokus pada aspek
prosedural dan relevansi praktik hukum di Indonesia.
Simpulan dari penelitian ini terdapat faktor internal dan eksternal dalam
faktor penyebab sengketa tanah dan perbandingan putusan hakim seperti perbedaan
dalam objek sengketa, eksepsi tergugat, dasar hukum, dan pertimbangan hakim.
Saran dalam penelitian ini ialah (1) Pihak berperkara harus menyajikan dokumen
dan bukti yang kuat, (2) Aparat hukum harus memastikan keabsahan dokumen dan
proses hukum yang adil, dan (3) Masyarakat umum perlu memahami hak dan
prosedur hukum untuk mengurangi sengketa tanah
PENGEMBANGAN BUKU SUPLEMEN BIOLOGI MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN UNTUK MENUMBUHKAN GREEN SKILLS
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA MICROSOFT SWAY DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 1 GROBOGAN
Pelaksanaan pembelajaran kurang maksimal dimana penggunaan media
pembelajaran yang jarang mengakibatkan hasil belajar siswa rendah. Pembelajaran hanya
terpaku pada buku teks membuat siswa mudah bosan dan tidak tertarik pada materi yang
disampaikan. Penggunaan media pembelajaran yang terbatas atau kurang inovatif dalam
proses pembelajaran dapat menjadi hambatan signifikan bagi pemahaman siswa. Tujuan
penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui proses pembelajaran geografi menggunakan
media Microsoft Sway, (2) mengukur hasil belajar siswa pada pembelajaran geografi
menggunakan media Microsoft Sway, (3) menganalisis efektivitas media pembelajaran
Microsoft Sway dalam pembelajaran geografi.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode pre-experimental design.
Model yang digunakan yaitu one group pretest-posttest. Teknik sampling yang digunakan
adalah random sampling dan terpilih sampel penelitian sejumlah 36 siswa dari jumlah
populasi 108 siswa yang berasal dari rombel XI. Geografi 1. Variabel bebas penelitian ini
adalah media pembelajaran yaitu Microsoft Sway dan variabel terikat yaitu hasil belajar
kognitif siswa. Data primer menggunakan hasil observasi dan wawancara dengan guru serta
data nilai siswa. Data sekunder menggunakan dokumentasi profil sekolah, data monografi
sekolah, dan penilaian harian siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu
observasi, tes, angket, dan dokumentasi. Teknik Analisis data yang digunakan yaitu uji
normalitas data sebagai uji prasyarat serta uji paired t-test dan uji n-gain sebagai uji
hipotesis.
Hasil dari penelitian ini yaitu pembelajaran geografi menggunakan media
Microsoft Sway yang kemudian disusun berdasarkan tiga langkah sistematis penggunaan
media pembelajaran yang meliputi persiapan yaitu penyusunan modul ajar dan penyusunan
materi pembelajaran pada Microsoft Sway, pelaksanaan/penyajian yaitu pelaksanaan pre
test dilanjutkan pemaparan materi pada siswa, dan tindak lanjut yaitu pelaksanaan post-test
pada siswa. Dalam pembelajaran menunjukan proses pembelajaran dilakukan dengan baik,
dilihat dari penilaian keterlaksanaan pembelajaran dengan nilai 91,25%, termasuk dalam
kategori sangat baik. Hasil belajar pretest dan posttest menunjukan rata-rata sebesar 61,7
dan 91 dengan presentase ketuntasan mencapai lebih dari 90%. Berdasarkan hasil analisis
uji Paired T-Test diperoleh nilai sig (2-tailed) 0.000 < 0.05 menunjukan adanya perbedaan
signifikan antara hasil belajar pretest dan posttest. Hasil uji analisis N-Gain menunjukan
rata-rata sebesar 0,77 dengan presentase 77% termasuk dalam kategori efektif. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Microsoft Sway efektif digunakan dalam
pembelajaran geografi di SMA Negeri 1 Grobogan.
Dalam mewujudkan penggunaan media pembelajaran yang maksimal, diharapkan
guru dapat mengikuti pelatihan berkelanjutan guna menguasai penggunaan media
Microsoft Sway sehingga pembelajaran menjadi interaktif. Sekolah juga dapat
menyediakan sarana dan prasarana seperti internet, PC/komputer dan LCD/Proyektor.
Dengan demikian dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas \ud
pembelajaran dan pemahaman sisw
PERAN PEMUDA DALAM PRODUKSI GERABAH DI KLATEN TAHUN 1990-2000
Pemasalahan yang dikaji dan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana peran pemuda dalam produksi gerabah di Klaten tahun 1990-2000 di Bayat Klaten. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui produksi gerabah di Klaten tahun 1990-2000 di Bayat Klaten. Berdasar permasalahan yang dikaji adalah teknologi putaran miring, maka menggunakan jenis penelitian kualitatif. Dikarenakan tujuan dari penelitian ini terfokus pada peran pemuda dalam perkembangan gerabah, maka menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif. Teknik putaran miring adalah teknik khusus yang banyak dipakai oleh para perajin gerabah di Bayat.
Teknik putaran miring telah diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang selama tradisi gerabah ada di Bayat. Kekhususan teknik ini lebih sesuai digunakan oleh kaum perempuan. Hal ini dikarenakan tradisi cara berpakaian kaum perempuan lama, cara dan posisi duduk sesuai dengan teknik putaran miring. Gerabah yang dihasilkan dengan teknik putaran miring memiliki tingkat ketipisan yang luar biasa, akurasi silindris yang tinggi, serta mampu menghasilkan jumlah gerabah yang banyak dalam waktu singkat. Dengan adanya beberapa pembinaan teknik, pengarahan manajemen, pengenalan ke pusat-pusat pemasaran, hingga sentuhan perkembangan teknologi informasi, menjadikan kerajinan gerabah di Bayat mengalami kemajuan yang luar biasa. Prof. Chitaru Kawasaki merupakan salah satu tokoh yang berperan penting dalam perkembangan gerabah dengan teknik putaran miring di Bayat. Selain memberikan pembinaan kepada para perajin gerabah, beliau juga melibatkan perajin muda di Bayat untuk mengikuti berbagai kegiatan seperti seminar, pameran gerabah, workshop gerabah Bayat ke Jepang dalam suatu event Festival Gerabah atau Keramik Internasional pada tahun 1991.
Gerabah Bayat yang semula hanya sekedar dijual di pasar-pasar tradisional, sekarang sudah mampu menembus pasar kota-kota besar Indonesia, bahkan manca negara. Karya-karya gerabah yang dihasilkan perajin Bayat ada banyak dan beragam. Karya-karya yang banyak di produksi oleh perajin di Bayat diantaranya celengan, set poci, genthong, peralatan makan dan minum
PRARANCANGAN ALAT REAKTOR FIXED BED MULTITUBE PADA PABRIK ETILENDIAMINA DARI MONOETANOLAMINA DAN AMONIA DENGAN METODE AMONOLISIS KAPASITAS 25.000 TON/TAHUN
Pabrik etilendiamina dirancang dengan kapasitas 25.000 ton/tahun. Bahan baku
yang dibutuhkan dalam pembuatan etilendiamina adalah monoetanolamina sebesar
49.836,6013 ton/tahun dan amonia sebesar 69.444,4444 ton/tahun. Produk yang
dihasilkan berupa etilendiamina cairan tidak berwarna dengan kemurnian 99,2%.
Lokasi Pabrik pada pembuatan etilendiamina direncanakan di Kawasan JIIPE (Java
Intergrated Industrial and Port Estate) Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pabrik
etilendiamina beroperasi selama 24 jam selama 330 hari per tahun. Salah satu
peralatan proses yang digunakan pada pembuatan etilendiamina adalah reaktor.
Katalis yang digunakan yaitu katalis rhenium-nikel dengan diameter 2 mm dan
berat 907,65 kg. Reaktor yang digunakan pada pembuatan etilendiamina adalah
Fixed Bed Multitube pada suhu 235C dan tekanan 33 atm dengan dimensi reaktor
diameter out tube 0,0267 m, diameter in tube 0,0209 m, volume tube 1,73 m3, dan
jumlah Tubenya 44 buah. Sedangkan dimensi reaktornya memiki tinggi bed 4,44
m, tinggi head 0,25 m, tinggi reaktor total 4,9 m, diameter out shell 0,88 m,
diameter in shell 0,87 m, tebal shell 0,875 in, tebal head 0,875 in, volume reaktor
2,61 m3. Bahan yang digunakan dalam prarancangan ini adalah Stainless Steel SA
167 grade 3 type 304 yang memiliki sifat tahan terhadap korosi