Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    PENGARUH BEBAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Kasus pada Karyawan Produksi Divisi Sigaret Kretek Mesin di PT SUKUN Kabupaten Kudus)

    No full text
    Keberhasilan dan kegagalan perusahaan dipengaruhi oleh kinerja karyawan. Kinerja karyawan berperan penting dalam meraih tujuan jangka pendek maupun panjang perusahaan. Dalam menjaga kinerja karyawan tetap optimal, maka perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan alat analisis Partial Least Square-Structural Equation Modelling (PLS-SEM) melalui software SmartPLS 4.0. Populasi dalam penelitian ini adalah 274 karyawan produksi Sigaret Kretek Mesin PT Sukun Kabupaten Kudus. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 163 karyawan melalui perhitungan dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, beban kerja berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja, lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja, motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, motivasi kerja mampu memediasi antara pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Saran yang dapat diberikan adalah PT Sukun dapat menciptakan sistem rolling mesin pada karyawan produksi divisi SKM pada tiap tiga bulan sekali, PT Sukun dapat memberikan pelatihan dan pengembangan karyawan serta pelatihan mengenai manajemen pada karyawan, PT Sukun dapat memberikan apresiasi dengan sistem penghargaan “employee of the month” secara terbuka melalui papan penghargaan internal perusahaan sebagai bentuk apresiasi visual atas kinerja mereka. Penelitian yang akan datang hendaknya menambahkan variabel lain seperti gaya kepemimpinan, budaya organisasi, kepuasan kerja, loyalitas, komitmen, dan disiplin kerja. Lalu, penelitian selanjutnya hendaknya meneliti variabel tersebut dengan objek berbeda dan populasi sampel yang lebih besar

    PROBLEMATIKA PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PENCEMARAN LINGKUNGAN INDUSTRI BATIK DI KOTA PEKALONGAN

    No full text
    Kegiatan pembuatan batik di Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan masih menjadi salah satu mata pencaharian utama bagi masyarakat sekitar. Industri batik di Kelurahan Jenggot merupakan industri kecil menengah yang belum memiliki sistem pengolahan limbah. Permasalahan yang akan dikaji adalah (1) Penegakan hukum terhadap Pencemaran lingkungan oleh industri batik di Kelurahan Jenggot; (2) Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir pencemaran lingkungan industri batik di Kota Pekalongan. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui dan menganalisis problematika penegakan hukum terhadap pencemaran lingkungan industri batik di Kota Pekalongan.; (2) untuk mengetahui dan menganalisis upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir problematika penegakan hukum terhadap pencemaran lingkungan industri batik di Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan teori penegakan hukum oleh Soerjono Soekanto. Metode penelitian yang penulis gunakan yaitu dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yuridis empiris. Sumber data meliputi data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi Pustaka. Validitas data dengan menggunakan triangulasi teknik, sumber, dan waktu. Serta menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pencemaran lingkungan oleh industri batik di Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan masih terjadi dengan adanya pembuangan limbah cair dari proses pembuatan batik tanpa diolah terlebih dahulu ke sungai Setu; (2) kondisi sungai Setu sangat memprihatinkan, meski terdapat UPL (Unit Pengolahan Limbah) namun hal tersebut kurang membantu karena banyaknya industri batik kecil menengah yang beroperasi di Kelurahan Jenggot Kota Pekalongan. Simpulan dari penelitian ini yaitu banyaknya industri batik kecil menengah yang beroperasi di Kelurahan Jenggot membuat kondisi sungai setu memprihatinkan dikarenakan oleh pembuangan limbah batik secara langsung ke sungai. Pemerintah telah berupaya untuk menanggulangi pencemaran air sungai setu dengan adanya Unit Pengolahan Limbah, namun hal tersebut sudah tidak dapat mencegah terjadinya pencemaran air

    PERLINDUNGAN TERHADAP KONSUMEN ATAS PENERAPAN STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) PADA PRODUK HEAT PUMP WATER HEATER BERDASARKAN PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 58 TAHUN 2020

    No full text
    SNI bertujuan untuk menetapkan standar mutu, keamanan, dan kinerja suatu produk barang atau jasa di Indonesia. Ketentuan terkait dengan SNI diatur dalam Pasal 12 Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional. SNI adalah satu-satunya standar yang berlaku di Indonesia. Sebagai salah satu contoh barang yang wajib SNI dan akan dikaji dalam penelitian skripsi ini adalah peralatan listrik rumah tangga yaitu heat pump water heater. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mengidentifikasi hambatan yang dihadapi oleh perusahaan dalam menerapkan SNI dan menganalisis strategi yang ditempuh oleh perusahaan dalam mempertahankan kualitas produk. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Yuridis Empiris. Sumber data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian ini. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dengan informan dan observasi pada lokasi penelitian, serta studi kepustakaan dari peraturan perundang-undangan, buku, jurnal dan sumber ilmiah lainnya. Triangulasi digunakan sebagai validitas data dalam penelitian ini dengan melakukan perbandingan hasil data di lapangan dengan studi pustaka. Analisis yang digunakan mencakup pengumpulan data; reduksi data; penyajian data; dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pengaturan SNI dengan pengaturan perlindungan konsumen saling tumpang tindih dikarenakan pengaturan SNI mewajibkan setiap produk harus memiliki SPPT-SNI sedangkan pengaturan perlindungan konsumen dilarang untuk memproduksi dan/atau memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan SNI (2) Keterkaitan pengaturan SNI dengan pengaturan perlindungan konsumen merupakan upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat sebagai konsumen dalam rangka mengawasi barang/jasa yang dipasarkan kepada masyarakat sebagai konsumen. Simpulan dan saran dari penelitian ini adalah dalam hal kebijakan pengaturan SNI yang diterapkan Pemerintah sebaiknya perlu ditinjau kembali penerapan dan kewenangannya di setiap kementerian terkait

    PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA PADA KINERJA KARYAWAN MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIBEL MEDIASI (Studi pada karyawan PT Mitsubishi Jawa Tengah cabang Sun Star Motor Semarang, Sun Mitsubishi Banyumanik, dan Gunung Muria Mitsubishi Kudus)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Kualitas Kehidupan Kerja dan Lingkungan Kerja pada Kinerja Karyawann melalui Kepuasan Kerja sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan sampel jenuh sejumlah 101 responden pada PT Mitsubishi Jawa Tengah cabang Sun Star Motor Mitsubishi Semarang, Sun Mitsubishi Banyumanik, dan Gunung Muria Mitsubishi Kudus. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik Structural Equation Model (SEM) dengan SmartPLS Versi 4.0. Hasil uji hipotesis langsung menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja berpengaruh signifikan pada kinerja karyawan, lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan pada kinerja karyawan, kualitas kehidupan kerja berpengaruh signifikan pada kepuasan kerja, lingkungan kerja berpengaruh signifikan pada kepuasan kerja dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan pada kinerja karyawan. Selanjutnya, hasil uji hipotesis tidak langsung menunjukkan bahwa kepuasan kerja berhasil memediasi hubungan kualitas kehidupan kerja pada kinerja karyawan dan lingkungan kerja pada kinerja karyawan. Simpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja yang tinggi akan diikuti oleh kinerja karyawan, lingkungan kerja yang tinggi ternyata tidak mampu meningkatkan kinerja karyawan, kualitas kehidupan kerja yang tinggi akan diikuti oleh kenaikan kepuasan kerja, lingkungan kerja yang tinggi akan diikuti oleh kenaikan kepuasan kerja dan kepuasan kerja yang tinggi akan diikuti oleh kenaikan kinerja karyawan. Selanjutnya, kepuasan kerja terbukti memiliki keunggulan sebagai variabel mediasi. Penelitian yang akan datang hendaknya menambahkan variabel lain seperti komitmen organisasi, disiplin kerja, motivas

    PENGARUH PENGGUNAAN AVGAS DAN STP OCTANE BOOSTER TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR YAMAHA NMAX DENGAN REMAP ECU DAN VARIASI TIMING PENGAPIAN

    No full text
    Kendaraan di Indonesia yang jumlahnya semakin mengalami peningkatan disebabkan oleh taraf hidup masyarakat yang semakin baik dan meningkat. Sehingga mengakibatkan penggunaan bahan bakar meningkat, sehingga cadangan bahan bakar yang dimiliki negara akan cepat habis. Salah satu bahan bakar minyak (BBM) yang dipasarkan di dalam negeri adalah avgas (aviation gasoline), walaupun penggunaannya memang diperuntukan untuk motor dalam bidang balapan atau kompetisi. Supaya penggunaan atau konsumsi BBM lebih efisien dapat digunakan bahan zat aditif. Aditif BBM atau bisa disebut dengan octane booster merupakan suatu bahan yang ditambahkan ke dalam bahan bakar dengan volume sedikit yang bertujuan menyempurnakan proses pembakaran dan diharapkan membuat kosnsumsi bahan bakar menjadi irit. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan STP octane booster pada bahan bakar avgas dengan variasi timing pengapian dan variasi putaran mesin terhadap konsumsi bahan bakar pada Yamaha Nmax 150 cc tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode penelitian ekperimen dengan pendekatan kuantitatif jenis eksperimen untuk mengungkap berbagai informasi mengenai pengaruh penambahan STP octane booster pada bahan bakar avgas terhadap konsumsi bakar sepeda motor matic 150 cc. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Performa E9 Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. Sampel yang digunakan adalah sepeda motor Yamaha Nmax 150 cc tahun 2016, yang dipengaruhi oleh penambahan STP octane booster pada bahan bakar avgas dan variasi timing pengapian. pada variasi idle rpm dan variasi timing pengapian standar. Pada bahan bakar avgas murni mengkonsumsi bahan bakar sebanyak 0,225 kg/h, sedangkan pada bahan bakar avgas campuran octane booster sebanyak 0,242 kg/h. Menandakan terjadi kenaikan konsumsi bahan bakar sebesar 7,56 % jika dibandingkan dengan bahan bakar avgas murni. Berdasarkan hasil rata-rata dari keseluruhan variasi putaran mesin dan variasi timing pengapian, pemakaian bahan bakar avgas campuran octane booster mengalami kenaikan sebesar 3,7 % jika dibandingkan dengan bahan bakar avgas murni. Pada penelitian ini menunjukkan pemakaian bahan bakar avgas murni lebih irit bahan bakar pada Yamaha Nmax 150 cc tahun 2016

    PERBANDINGAN HUKUM TENTANG PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ATAS PUTUSAN NO: 427/Pdt.G/2021/PNMks DENGAN PUTUSAN NO: 80/Pdt.G/2022/PNMks

    No full text
    Hubungan antara manusia dengan tanah sangat erat, karena tanah merupakan tempat tinggal dan tempat pemberikan makan antara manusia satu dengan lainnya. Pertambahan penduduk di Indonesia akan mengakibatkan penghabisan pada lahan hunian, yang dapat menyebabkan sengketa tanah di antara beberapa pihak. Sengketa tanah memerlukan penyelesaian sengketa dari kebijakan pemerintah yang mengatur dan mengelola bidang pertanahan, terutama kepemilikan, pengusaan, penggunaan, dan pemanfaatan. Tujuan penelitian ini pertama, mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya sengketa tanah berdasarkan putusan hakim pada putusan No. 427/Pdt.G/2021/PN Mks dan No. 80/Pdt.G/2022/PNMks. Kedua, menganalisis perbandingan hasil putusan hakim dalam penyelesaian sengketa tanah pada kedua perkara tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yuridis empiris, cakupan penelitian meliputi observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan, Hasil penelitian menunjukkan perbandingan faktor penyebab putusan sengketa tanah Perbandingan sengketa tanah pada Putusan No. 427/Pdt.G/2021/PNMks dan No. 80/Pdt.G/2022/PNMks mencakup faktor internal seperti klaim kepemilikan, kerugian yang dialami penggugat, dan upaya penyelesaian sengketa. Faktor eksternal meliputi penyalahgunaan wewenang, intimidasi, tekanan, serta kecacatan formil dalam gugatan. Analisis dilakukan dengan pendekatan teori perbandingan hukum Soerjono Soekanto dan teori sengketa tanah Laura Nader dan Harry F. Todd. Jr. Perbandingan putusan hakim pada No. 427/Pdt.G/2021/PN Mks dan No. 80/Pdt.G/2022/PN Mks terletak pada objek sengketa, eksepsi tergugat, dasar hukum, dan pertimbangan hakim, yang dianalisis menggunakan teori Sudikno Mertokusumo untuk fokus pada aspek prosedural dan relevansi praktik hukum di Indonesia. Simpulan dari penelitian ini terdapat faktor internal dan eksternal dalam faktor penyebab sengketa tanah dan perbandingan putusan hakim seperti perbedaan dalam objek sengketa, eksepsi tergugat, dasar hukum, dan pertimbangan hakim. Saran dalam penelitian ini ialah (1) Pihak berperkara harus menyajikan dokumen dan bukti yang kuat, (2) Aparat hukum harus memastikan keabsahan dokumen dan proses hukum yang adil, dan (3) Masyarakat umum perlu memahami hak dan prosedur hukum untuk mengurangi sengketa tanah

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA MICROSOFT SWAY DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 1 GROBOGAN

    No full text
    Pelaksanaan pembelajaran kurang maksimal dimana penggunaan media pembelajaran yang jarang mengakibatkan hasil belajar siswa rendah. Pembelajaran hanya terpaku pada buku teks membuat siswa mudah bosan dan tidak tertarik pada materi yang disampaikan. Penggunaan media pembelajaran yang terbatas atau kurang inovatif dalam proses pembelajaran dapat menjadi hambatan signifikan bagi pemahaman siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui proses pembelajaran geografi menggunakan media Microsoft Sway, (2) mengukur hasil belajar siswa pada pembelajaran geografi menggunakan media Microsoft Sway, (3) menganalisis efektivitas media pembelajaran Microsoft Sway dalam pembelajaran geografi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode pre-experimental design. Model yang digunakan yaitu one group pretest-posttest. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling dan terpilih sampel penelitian sejumlah 36 siswa dari jumlah populasi 108 siswa yang berasal dari rombel XI. Geografi 1. Variabel bebas penelitian ini adalah media pembelajaran yaitu Microsoft Sway dan variabel terikat yaitu hasil belajar kognitif siswa. Data primer menggunakan hasil observasi dan wawancara dengan guru serta data nilai siswa. Data sekunder menggunakan dokumentasi profil sekolah, data monografi sekolah, dan penilaian harian siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes, angket, dan dokumentasi. Teknik Analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas data sebagai uji prasyarat serta uji paired t-test dan uji n-gain sebagai uji hipotesis. Hasil dari penelitian ini yaitu pembelajaran geografi menggunakan media Microsoft Sway yang kemudian disusun berdasarkan tiga langkah sistematis penggunaan media pembelajaran yang meliputi persiapan yaitu penyusunan modul ajar dan penyusunan materi pembelajaran pada Microsoft Sway, pelaksanaan/penyajian yaitu pelaksanaan pre test dilanjutkan pemaparan materi pada siswa, dan tindak lanjut yaitu pelaksanaan post-test pada siswa. Dalam pembelajaran menunjukan proses pembelajaran dilakukan dengan baik, dilihat dari penilaian keterlaksanaan pembelajaran dengan nilai 91,25%, termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil belajar pretest dan posttest menunjukan rata-rata sebesar 61,7 dan 91 dengan presentase ketuntasan mencapai lebih dari 90%. Berdasarkan hasil analisis uji Paired T-Test diperoleh nilai sig (2-tailed) 0.000 < 0.05 menunjukan adanya perbedaan signifikan antara hasil belajar pretest dan posttest. Hasil uji analisis N-Gain menunjukan rata-rata sebesar 0,77 dengan presentase 77% termasuk dalam kategori efektif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Microsoft Sway efektif digunakan dalam pembelajaran geografi di SMA Negeri 1 Grobogan. Dalam mewujudkan penggunaan media pembelajaran yang maksimal, diharapkan guru dapat mengikuti pelatihan berkelanjutan guna menguasai penggunaan media Microsoft Sway sehingga pembelajaran menjadi interaktif. Sekolah juga dapat menyediakan sarana dan prasarana seperti internet, PC/komputer dan LCD/Proyektor. Dengan demikian dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas \ud pembelajaran dan pemahaman sisw

    PERAN PEMUDA DALAM PRODUKSI GERABAH DI KLATEN TAHUN 1990-2000

    No full text
    Pemasalahan yang dikaji dan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana peran pemuda dalam produksi gerabah di Klaten tahun 1990-2000 di Bayat Klaten. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui produksi gerabah di Klaten tahun 1990-2000 di Bayat Klaten. Berdasar permasalahan yang dikaji adalah teknologi putaran miring, maka menggunakan jenis penelitian kualitatif. Dikarenakan tujuan dari penelitian ini terfokus pada peran pemuda dalam perkembangan gerabah, maka menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif. Teknik putaran miring adalah teknik khusus yang banyak dipakai oleh para perajin gerabah di Bayat. Teknik putaran miring telah diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang selama tradisi gerabah ada di Bayat. Kekhususan teknik ini lebih sesuai digunakan oleh kaum perempuan. Hal ini dikarenakan tradisi cara berpakaian kaum perempuan lama, cara dan posisi duduk sesuai dengan teknik putaran miring. Gerabah yang dihasilkan dengan teknik putaran miring memiliki tingkat ketipisan yang luar biasa, akurasi silindris yang tinggi, serta mampu menghasilkan jumlah gerabah yang banyak dalam waktu singkat. Dengan adanya beberapa pembinaan teknik, pengarahan manajemen, pengenalan ke pusat-pusat pemasaran, hingga sentuhan perkembangan teknologi informasi, menjadikan kerajinan gerabah di Bayat mengalami kemajuan yang luar biasa. Prof. Chitaru Kawasaki merupakan salah satu tokoh yang berperan penting dalam perkembangan gerabah dengan teknik putaran miring di Bayat. Selain memberikan pembinaan kepada para perajin gerabah, beliau juga melibatkan perajin muda di Bayat untuk mengikuti berbagai kegiatan seperti seminar, pameran gerabah, workshop gerabah Bayat ke Jepang dalam suatu event Festival Gerabah atau Keramik Internasional pada tahun 1991. Gerabah Bayat yang semula hanya sekedar dijual di pasar-pasar tradisional, sekarang sudah mampu menembus pasar kota-kota besar Indonesia, bahkan manca negara. Karya-karya gerabah yang dihasilkan perajin Bayat ada banyak dan beragam. Karya-karya yang banyak di produksi oleh perajin di Bayat diantaranya celengan, set poci, genthong, peralatan makan dan minum

    PRARANCANGAN ALAT REAKTOR FIXED BED MULTITUBE PADA PABRIK ETILENDIAMINA DARI MONOETANOLAMINA DAN AMONIA DENGAN METODE AMONOLISIS KAPASITAS 25.000 TON/TAHUN

    No full text
    Pabrik etilendiamina dirancang dengan kapasitas 25.000 ton/tahun. Bahan baku yang dibutuhkan dalam pembuatan etilendiamina adalah monoetanolamina sebesar 49.836,6013 ton/tahun dan amonia sebesar 69.444,4444 ton/tahun. Produk yang dihasilkan berupa etilendiamina cairan tidak berwarna dengan kemurnian 99,2%. Lokasi Pabrik pada pembuatan etilendiamina direncanakan di Kawasan JIIPE (Java Intergrated Industrial and Port Estate) Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pabrik etilendiamina beroperasi selama 24 jam selama 330 hari per tahun. Salah satu peralatan proses yang digunakan pada pembuatan etilendiamina adalah reaktor. Katalis yang digunakan yaitu katalis rhenium-nikel dengan diameter 2 mm dan berat 907,65 kg. Reaktor yang digunakan pada pembuatan etilendiamina adalah Fixed Bed Multitube pada suhu 235C dan tekanan 33 atm dengan dimensi reaktor diameter out tube 0,0267 m, diameter in tube 0,0209 m, volume tube 1,73 m3, dan jumlah Tubenya 44 buah. Sedangkan dimensi reaktornya memiki tinggi bed 4,44 m, tinggi head 0,25 m, tinggi reaktor total 4,9 m, diameter out shell 0,88 m, diameter in shell 0,87 m, tebal shell 0,875 in, tebal head 0,875 in, volume reaktor 2,61 m3. Bahan yang digunakan dalam prarancangan ini adalah Stainless Steel SA 167 grade 3 type 304 yang memiliki sifat tahan terhadap korosi

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇