Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
IDENTITAS DIRI PADA CROSSPLAYER: STUDI FENOMENOLOGI COSPLAY BERBEDA GENDER
Crossplay merupakan sebutan bagi seseorang yang melakukan permainan peran (costume and play) dengan memerankan karakter yang berbeda gender dengan dirinya. Ketidaksesuaian identitas ini sering kali memunculkan labelling dan pandangan negatif mengenai crossplayer di masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui identitas diri crossplayer yang sebenarnya.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi masing-masing sebanyak tiga kali terhadap dua narasumber primer dan satu atau dua kali terhadap empat narasumber sekunder yang berasal dari Yogyakarta. Data penelitian yang didapat kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua narasumber memiliki latar belakang dan motif yang berbeda, namun keduanya sama-sama mencari kebebasan dalam mencari pengalaman baru melalui crossplay bersama dengan orang terdekat. Crossplay menjadi wadah bagi narasumber untuk bereksplorasi dalam upaya untuk mengembangkan identitas diri
QUIET QUITTING PADA KARYAWAN YANG BEKERJA SECARA WORK FROM HOME DAN WORK FROM OFFICE
Salah satu modifikasi sistem kerja yang dibuat untuk tetap memelihara produktivitas kerja di masa pandemi adalah peralihan sistem work from office menjadi sistem kerja work from home, yang kini masih diterapkan di beberapa posisi atau jabatan. Keduanya memiliki dampak positif, tetapi juga memiliki dampak negatif yang menyebabkan ketidakpuasan pada karyawan, seperti mobilitas pergi dan pulang kantor yang tidak efektif pada karyawan WFO dan waktu kerja yang cenderung tidak memiliki batasan pada karyawan WFH. Quiet quitting merupakan cara karyawan mengekspresikan ketidakpuasannya dengan bekerja seminimal mungkin dan menolak untuk melakukan pekerjaan tambahan yang tidak sesuai dengan tugas utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan quiet quitting pada karyawan yang bekerja secara work from home dan yang bekerja secara work from office. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif komparatif dengan teknik uji Mann-Whitney U-test untuk menganalisis data. Subjek penelitian ini adalah karyawan usia 23 – 43 tahun dan telah bekerja minimal 1 tahun di instansi yang bukan milik pribadi di Kota Jakarta. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 1) Tingkat quiet quitting karyawan yang bekerja secara work from home (WFH) di Kota Jakarta berada pada tingkatan sedang, yaitu sebesar 63%. 2) Tingkat quiet quitting karyawan yang bekerja secara work from office (WFO) di Kota Jakarta berada pada tingkatan sedang, yaitu sebesar 71%. 3) Tidak ada perbedaan yang signifikan pada tingkat quiet quitting karyawan yang bekerja secara work from home (WFH) dengan karyawan yang bekerja secara work from office (WFO)
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DAN MORAL DALAM FILM “SPIRITED AWAY” KARYA HAYAO MIYAZAKI
Penelitian mengenai karya dalam penayangan sebuah film menarik untuk
diteliti karena film dapat menyampaikan pesan moral dan memperkenalkan etika
budaya kepada penonton melalui media visual. Penerapan pendidikan karakter
adalah tanggung jawab dari tiga pusat pendidikan yaitu lingkungan keluarga,
lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Pendidikan karakter
didefinisikan sebagai pendidikan moral yang digunakan untuk membentuk
kepribadian seseorang. Salah satu film yang dapat dijadikan media pembelajaran
pendidikan karakter dan terdapat pesan moral yang terkandung didalamnya yaitu
“Sen to Chihiro no Kamikakushi atau Spirited Away”
Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif yang
mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dan moral yang terdapat dalam
film. Sumber data yang dideskripsikan pada penelitian ini berupa dialog tokoh
utama, kemudian dilakukan analisis dialog tokoh utama untuk diambil
kesimpulan berupa nilai-nilai pendidikan karakter dan pesan moral yang terdapat
dalam film Spirited Away (2001).
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa diperoleh 20 data
dengan 4 nilai pendidikan karakter dalam film Spirited Away karya Hayao
Miyazaki, yaitu: nilai pendidikan karakter peduli sosial, rasa ingin tahu, bekerja
keras dan komunikatif. Nilai moral yang diperoleh dari 20 data masuk dalam
kategori hubungan manusia dengan diri sendiri dan manusia dengan orang lain
atau lingkungan sosial. Film ini menceritakan tentang berbakti kepada orang tua,
berbuat baik kepada orang lain dan bekerja dengan penuh tanggung jawab. Maka,
nilai pendidikan karakter yang ditonjolkan dalam film ini adalah nilai pendidikan
karakter peduli sosial
PENINGKATAN PENGETAHUAN MITIGASI BENCANA TANAH LONGSOR DENGAN MEDIA VIDEO DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMA
In the process of learning landslide disaster mitigation material there will
definitely be problems, one of which is caused by the minimal use of learning media.
Video can be an alternative learning media that can be used in the current era
because it is closely related to the development and progress of science and
technology. This research aims to: (1) develop a prototype design and create
learning video media, (2) analyze the acceptability of video media, (3) analyze the
implementation of learning (4) analyze the level of effectiveness of video as a
learning media.
This research was carried out on class XI IPS students at Al-Azhar 14
Islamic High School Semarang. This type of research is quantitative research with
a pre-experimental method with the research design being a pretest-posttest one
group design. The sample used in this research was all members of the population
of 34 students. Data collection methods use questionnaires, observation, tests and
documentation. The data analysis technique used is descriptive percentage analysis
and n-gain test.
Research results: (1) Design of learning video media in two stages, namely
the first stage of developing a prototype design which focuses on the initial purpose
of the media as an educational tool as well as collecting tools and materials. The
second stage is media creation which begins with creating storyboards, scripts,
taking field videos and editing videos. (2) Media acceptance according to material
experts received a score of 80%. Meanwhile, the assessment according to media
experts and practitioners received a score of 87% and 88% respectively, which was
interpreted by the media as very appropriate with several additional comments. (3)
The implementation of landslide mitigation learning using video media obtained a
score of 84.62%, including good criteria. (4) The effectiveness of video media on
the learning evaluation indicator obtained an N-gain value of 0.56, which is
interpreted as quite good media effectiveness, and on the student response
indicator, it obtained a score of 85%, which is interpreted as very good video media
in explaining the concept of landslides for high school students.
It is hoped that suggestions from researchers in developing this media can
be used in disaster learning activities in various schools. In addition, it is able to
develop more learning videos covering various aspects of disaster mitigation and
other geographic topics. Videos with more in-depth and specific content can further
improve student understanding
PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DAN IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM ACARA LAPOR PAK! TRANS7 PERIODE 17/05/2023
Pelanggaran prinsip kerja sama merupakan bentuk ketidakpatuhan terhadap prinsip kerja sama yang terdiri atas empat bidal. Prinsip kerja sama berisi aturan apa yang harus dilakukan oleh pesertanya agar percakapan itu terdengar koheren. Dalam berkomunikasi, seorang penutur dapat membuat tuturan yang sengaja melanggar prinsip-prinsip bahasa dengan menggunakan bentuk tuturan yang implisit. Hal ini dilakukan untuk menyampaikan pesan kepada mitra tutur dengan maksud khusus. Bentuk tuturan implisit dapat menimbulkan interpretasi yang menyimpang, karena pesan yang disampaikan tidak diterima dengan baik. Dari adanya pelanggaran prinsip kerja sama tersebut, akan timbul yang namanya implikatur percakapan dari tuturan yang melanggar tersebut. Implikatur percakapan adalah implikasi pragmatis yang terdapat di dalam percakapan yang timbul sebagai akibat terjadinya pelanggaran prinsip percakapan. Penelitian pragmatik dapat dilakukan pada segala macam tuturan yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik tuturan yang terdapat di masyarakat maupun tuturan di tayangan media sosial. Dalam penelitian ini, diteliti tuturan yang ada dalam acara humor, yaitu Lapor Pak!.
Rumusan masalah penelitian ini meliputi wujud pelanggaran prinsip kerja sama, jenis implikatur percakapan, dan fungsi implikatur yang ditemukan dalam acara Lapor Pak! Trans7 Periode 17/05/2023. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi wujud pelanggaran prinsip kerja sama, menemukan jenis implikatur percakapan, dan menemukan fungsi implikatur dalam acara Lapor Pak! Trans7 Periode 17/05/2023.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan teoretis dalam penelitian ini adalah pendekatan pragmatis sedangkan pendekatan metodologisnya menggunakan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa penggalan percakapan dalam acara Lapor Pak! Trans7 Periode 17/05/2023 yang di duga sebagai bentuk pelanggaran prinsip kerja sama dan implikatur percakapan dan sumber data dalam penelitian ini berupa keseluruhan percakapan acara Lapor Pak! Trans7 Periode 17/05/2023. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk penyediaan data adalah metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutannya yaitu teknik catat. Terdapat dua metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode normatif dan metode heuristik. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pencocokan dengan metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP). Metode yang digunakan untuk menyajikan hasil analisis data dalam penelitian ini adalah penyajian metode secara informal.
Hasil penelitian ini meliputi (1) wujud pelanggaran prinsip kerja sama mencakupi bidal kualitas yang terdiri dari 9 data, bidal kualitas terdiri dari 8 data, bidal relevansi terdiri dari 24 data dan bidal cara yang terdiri 9 data. Wujud pelanggaran prinsip kerja sama bidal relevansi yang paling dominan ditemukan pada penelitian ini karena dalam acara Lapor Pak! Trans7 Periode
vii
17/05/2023nsering adanya masalah yang sedang dibicarakan tidak terjalin kerja sama yang baik antara penutur dan mitra tutur, (2) jenis implikatur percakapan meliputi jenis implikatur umum 16 data, implikatur percakapan khusus 21 data, dan implikatur berskala 56 data. Jenis implikatur berskala dominan ditemukan karena dalam acara Lapor Pak! Trans7 Periode 17/05/2023 membahas tentang keluhan air mati dan menganalisis secara kuantitas, serta (3) fungsi implikatur secara detail mencakupi fungsi asertif 38 data, fungsi deklaratif 8 data, fungsi ekspresif 9 data, fungsi direktif 34 data, dan fungsi komisif 8 data. Penggunaan fungsi asertif sangat dominan karena acara Lapor Pak! Trans7 Periode 27/05/2023 memang menitik beratkan tokoh yang menyatakan kebenaran yang dituturkan.
Adanya penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan rujukan bagi tenaga pendidik mengenai pragmatik dalam proses belajar-mengajar, bahan referensi dan penelitian lanjutan bagi peneliti lain, serta menambahkan khazanah informasi mengenai pragmatik dalam Lapor Pak! Trans7 pada masyarakat luas. Besar harapan dari peneliti ke depannya untuk lebih diperhatikan kembali bagi peneliti-peneliti yang selanjutnya mengenai keterbatasan penelitian agar pada penelitian berikutnya dapat menyempurnakan penelitian ini
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI QUIZIZZ TERHADAP MINAT PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN SEJARAH MATERI PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA DI KELAS XI SMA MARDISISWA SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2023/2024
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berdampak pada semua
bidang, termasuk bidang pendidikan. Teknologi berperan sebagai penunjang
dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu menciptakan suasana
pembelajaran yang aktif agar peserta didik dapat mengembangkan potensi diri.
Selain teknologi, guru juga turut berperan terutama untuk menarik minat belajar
peserta didik. Salah satu upaya adalah dengan memanfaatkan media pembelajaran
berbasis teknologi seperti aplikasi Quizizzi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menganalisis pengaruh penggunaan aplikasi Quizizz terhadap minat peserta didik
pada pembelajaran sejarah materi pendudukan Jepang di Indonesia di kelas XI
SMA Mardisiswa Semarang.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain
Quasy Experimen dengan populasi sebanyak 87 peserta didik dan sampel
sebanyak 50 peserta didik sebagai respondens. Teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data
menggunakan pretest dan posttest serta angket yang telah di uji validitas dan
reliabilitas dengan menggunakan program SPSS versi 24. Metode analisis data
menggunakan analisis deskriptif statistik yang terdiri atas uji prasyarat
menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji linearitas. Kemudian uji
hipotesis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Regresi Linear Sederhana dengan
bantuan program SPSS versi 24.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan
aplikasi Quizizz terhadap minat peserta didik pada pembelajaran sejarah materi
pendudukan Jepang di Indonesia di kelas XI SMA Mardisiswa yang ditandai
dengan perbedaan serta peningkatan yang signifikan antara rata-rata nilai pretest
dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Di mana pada kelas
eksperimen nilai rata-rata pretest sebesar 69,00 dan posttest sebesar 89,00 dengan
peningkatan sebesar 20%, sedangkan pada kelas kontrol nilai rata-rata pretest
sebesar 57,00 dan posttest sebesar 68,20 dengan peningkatan sebesar 11,2%.
Kemudian terdapat hubungan penggunaan aplikasi Quizizz terhadap minat peserta
didik pada pembelajaran sejarah dapat dirumuskan dalam Y = 7,940 + 0,531X,
dengan pengaruh sebesar 42,5% atau kategori cukup mempengaruhi.
Berdasarkan hasil penelitian, saran dalam meningkatkan minat peserta didik
dengan pemilihan media pembelajaran yang cocok dan sesuai dengan peserta
didik, guru dan sekolah. Kemudian media pembelajaran berbasis internet mudah
diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, pembelajaran sejarah
memerlukan media pembelajaran yang berbentuk kuis atau permainan untuk
menarik minat peserta didik salah satunya menggunakan aplikasi Quizizz
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBENTUK BOOKLET TERKAIT PENINGGALAN KOLONIAL BELANDA DI KOTA CEPU PADA MATERI KOLONIALISME DAN IMPERIALISME SEBAGAI BAHAN AJAR ALTERNATIF SISWA X SMA NEGERI 1 CEPU TAHUN 2023/2024
Pengembangan bahan ajar berupa booklet tentang bangunan peninggalan
kolonial Belanda di Kota Cepu adalah gagasan baru sebagai bahan ajar alternatif
dalam pembelajaran sejarah. SMA N 1 Cepu adalah salah satu sekolah yang sudah
menggunakan Kurikulum Merdeka dalam kegiatan pembelajaran. Dengan adanya
booklet ini, guru memiliki pilihan lain selain bahan ajar dari dinas pendidikan.
Booklet ini juga membantu siswa memahami materi sejarah dengan cara yang lebih
menarik dan ringkas. Materi tentang penelitian sejarah sangat penting dalam
pelajaran sejarah, sehingga siswa memerlukan bahan ajar yang membantu mereka
memahami materi dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi
bahan ajar di SMA N 1 Cepu, mendesain booklet sejarah, dan menilai
efektivitasnya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and
Development (R&D). Langkah-langkah pengembangannya meliputi: (1)
identifikasi potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) pengembangan desain
booklet, (4) validasi desain booklet, (5) revisi desain booklet, (6) uji coba produk
booklet, (7) revisi booklet, dan (8) produk final booklet. Data dalam penelitian ini
diperoleh melalui wawancara, angket validator, angket guru, dan angket respon
siswa.
Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa pengembangan
bahan ajar berupa booklet sejarah tentang bangunan peninggalan kolonial belanda
di kota cepu mendapatkan respon yang positif oleh siswa. dari hasil penilaian
kelayakan booklet yang dilakukan oleh validator ahli materi mendapatkan nilai
90,3%, ahli media 86%, guru sejarah 90%, dan respon siswa terhadap booklet
mendapatkan nilai 83% dengan penilaian menarik. Oleh karena itu, booklet sejarah
ini dapat digunakan sebagai bahan ajar alternatif di SMA N 1 Cepu, khususnya
untuk kelas X.
Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa penggunaan booklet
sebagai bahan ajar alternatif dapat diterima dengan baik, karena menurut siswa
kelas X bahan ajar berbentuk booklet dapat di mengerti dengam mudah, untuk saran
yang diberikan guru sejarah bisa mengembangankan bahan ajar laian untuk
digunkan dalam pembelajaran materi sejarah di kelas agar siswa lebih tertarik
PEMANFAATAN PENINGGALAN SEJARAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH BAGI GURU SMA DI KECAMATAN BOJA
Sumber belajar memiliki peranan penting didalam proses pembelajaran.
Ketersediaan sumber belajar ini dapat ditemukan di lingkungan sekitar seperti
keberadaan peninggalan sejarah yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Di
Kecamatan Boja terdapat beberapa peninggalan sejarah yang mampu dijadikan
sebagai alternatif dalam menyediakan sumber belajar yang mampu menunjang
semangat belajar siswa dalam mendalami materi pembelajaran. Pemanfaatan
peninggalan sejarah di Kecamatan Boja sebagai salah satu sumber belajar sejarah
memiliki maksud dan tujuan supaya pembelajaran yang berlangsung di sekolah
tidak hanya bersifat verbalitas melainkan juga terfokus pada tujuan yang lebih
bersifat afektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan
peninggalan sejarah di Kecamatan Boja guna dijadikan sebagai sumber belajar,
mengetahui bagaimana pemanfaatan peninggalan sejarah di Kecamatan Boja
sebagai sumber belajar, dan mengetahui bagaimana potensi peninggalan sejarah
dalam pembelajaran sejarah.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan lokasi
penelitian di 3 SMA di Kecamatan Boja, yang terdiri dari SMA Negeri 1 Boja,
SMA Muhammadiyah 2 Boja, dan SMA PGRI 4 Boja. Objek penelitian dalam
penelitian ini adalah guru sejarah sebagai informan, dokumen yang berkaitan
dengan pemanfaatan peninggalan, serta peninggalan sejarah di Kecamatan Boja.
Untuk teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
observasi, studi dokumen, dan wawancara yang mendalam. Teknik analisis data
yang digunakan dalam penelitan ini menggunakan model analisis data interaktif
yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Sedangkan uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan
triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) keberadaan peninggalan
sejarah di Kecamatan Boja memiliki kelayakan untuk dijadikan sebagai sumber
belajar sejarah. (2) SMAN 1 Boja telah memanfaatkan situs-situs sejarah di
Kecamatan Boja sebagai sumber belajar dengan bentuk pemberian tugas dan
dijadikan sebagai bahan karya ilmiah, sedangkan SMA Muhammadiyah 2 Boja
dan SMA PGRI 4 Boja belum memanfaatkan situs sejarah sebagai sumber belajar.
(3) Potensi dari pemanfaatan situs tersebut diantaranya mampu memudahkan
proses pembelajaran, mengubah materi abstrak menjadi jelas, mengefisiensikan
proses pembelajaran, alternatif penambah literasi sejarah, serta menambah
wawasan kesejarahan.
Saran bagi pihak sekolah untuk membuat suatu kebijakan terkait
kualifikasi pendidikan tenaga pendidik yang harus sesuai dengan bidang yang
diampu dan perlu adanya pemberdayaan MGMP terkait dengan informasi seputar
pemanfaatan situs sejarah yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah
EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMAN 14 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2023/2024
Pendidikan Indonesia terus mengalami penyesuaian dan perubahan pada
masanya untuk memperbaiki tatanan pendidikan, salah satunya dampak pandemi
Covid-19 terjadi krisis dan permasalahan pendidikan, mengakibatkan peralihan
dari Kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Merdeka. Perubahan Kurikulum secara
signifikan, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) pemahaman guru
sejarah dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMAN 14 Semarang, (2)
perencanaan pembelajaran sejarah dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di
SMAN 14 Semarang, (3) pelaksanaan pembelajaran sejarah berdasarkan
Kurikulum Merdeka di SMAN 14 Semarang, (4) efektivitas implementasi
Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran sejarah di SMAN 14 Semarang.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Peneliti menggunakan
wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen untuk menganalisis
pemahaman guru, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran serta efektivitas
pembelajaran sejarah dalam Kurikulum Merdeka di SMAN 14 Semarang. Teknik
keabsahan data yang peneliti gunakan berupa triangulasi teknik dan triangulasi
sumber. Peneliti menggunakan teknik analisis data berupa pengumpulan data,
reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemahaman guru sejarah dalam
pelaksanaan Kurikulum Merdeka bahwa guru memiliki pengetahuan analisis dan
ketrampilan menjelaskan materi (2) Perencanaan pembelajaran sejarah dalam
Kurikulum Merdeka menggunakan model, media dan metode pembelajaran
disesuaikan dengan kemampuan belajar peserta didik. (3) Pelaksanaan
pembelajaran sejarah berdasarkan Kurikulum Merdeka diterapkan sesuai
perencanaan pembelajaran dan pedoman Kurikulum Merdeka, menggunakan
model Project Based Learning (PjBL) sehingga pembelajaran aktif dan
kolaboratif. Guru menggunakan media interaktif melalui Youtube dan metode
yang digunakan yaitu ceramah, diskusi dan tanya jawab. Guru sudah menerapkan
pembelajaran Berdiferensiasi dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, serta
pembelajaran berpusat pada peserta didik. (4) Implementasi Kurikulum Merdeka
dalam pembelajaran sejarah di SMAN 14 Semarang berdasarkan indikator bahwa
guru sudah memahami pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan strategi
pembelajaran sesuai pedoman Kurikulum Merdeka serta sarana prasarana yang
cukup lengkap dalam menunjang proses pembelajaran sejarah.
Pada akhirnya penelitian ini memberikan masukan di masa mendatang untuk
penelitian selanjutya tentang implementasi Kurikulum Merdeka dalam
pembelajaran sejarah. Peneliti memberikan saran kepada guru sejarah untuk terus
melakukan evaluasi dan mengikuti pelatihan PPM atau kegiatan IHT yang
diadakan di sekolah
EMPATIK YANG MANIPULATIF: KETIKA NARSISTIK MEMEDIASI EMPATI KOGNITIF DENGAN MANIPULASI EMOSI
Kecerdasan emosional berpotensi menjadi pisau bermata dua: adaptif melalui empati dan maladaptif berupa emotional manipulation (EM) yang dibagi menjadi dua, yaitu EM – perceived ability dan EM – willingness. Diduga, kemampuan memahami emosi orang lain pada tataran kognitif, yaitu empati kognitif (EK) juga memiliki sisi gelap yang berpotensi memunculkan emotional manipulation. Hubungan empati kognitif dengan emotional manipulation diduga diperantarai oleh kepribadian narsistik. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran mediasi kepribadian narsistik pada hubungan empati kognitif dengan emotional manipulation baik perceived ability maupun willingness. Alat ukur yang digunakan yakni Emotional Manipulation Scale untuk mengukur perceived ability dan willingness dalam manipulasi emosi, Questionaire Cognitive & Affective Empathy untuk mengukur empati kognitif, dan Narcisstic Personality Inventory-16 untuk mengukur kepribadian narsistik. Partisipan terdiri dari 310 orang dewasa muda di Indonesia yang diambil menggunakan convenience sampling. Analisis menggunakan Process Macro Hayes menunjukkan kepribadian narsistik terbukti memediasi hubungan antara empati kognitif dengan emotional manipulation baik perceived ability maupun willingness. Pertama, kepribadian narsistik memediasi secara parsial hubungan empati kognitif dengan kemampuan manipulasi emosi yang dirasakan sendiri (EM – perceived ability) (β = 0.0353, CI 95% [0.0065, 0.0684], effect size 0.0353). Artinya, individu dengan empati kognitif tinggi cenderung memiliki kemampuan yang dirasakan sendiri untuk memanipulasi emosi orang lain, apalagi jika mereka memiliki kepribadian narsistik tinggi. Kedua, kepribadian narsistik memediasi secara penuh hubungan empati kognitif dengan kesediaan terlibat dalam perilaku memanipulasi emosi orang lain (EM – willingness) (β = 0.0337, CI 95% [0.0050, 0.0682], effect size 0.0337). Artinya, empati kognitif tidak mempengaruhi kesediaan individu untuk terlibat dalam perilaku memanipulasi emosi orang lain, kecuali jika individu memiliki kepribadian narsistik. Kedua hasil mengindikasikan bahwa individu dengan empati kognitif tinggi dan memiliki kecenderungan narsistik tinggi, akan memiliki kemampuan dan kesediaan yang lebih tinggi untuk melakukan manipulasi emosional terhadap orang lain. Hasil ini memiliki implikasi untuk intervensi terkait modifikasi perilaku