Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    INKONSISTENSI IDENTITAS DIRI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS

    No full text
    Proses pembentukan identitas dipengaruhi oleh berbagai faktor. Menjadikan identitas diri yang ditunjukkan tidak sesuai dengan apa yang dirasakan. Hal tersebut menimbulkan konflik batin yang kompleks terhadap identitas diri karena pemahaman yang kurang tantang psikologisnya, tekanan dari sosial, kebudayaan yang tidak sesuai, serta bentuk interaksi lingkungan sekitar. Proyek studi ini bertujuan menghasilkan karya seni lukis yang dapat merefleksikan identitas diri yang inkonsisten, guna memberikan bentuk evaluasi diri untuk lebih dalam mengenal dirinya sendiri. Karya lukis surealisme menjadi perwujudan atas persepsi alam bawah sadar manusia, sehingga dapat mengungkapkan identitas diri yang tidak mungkin diungkapkan. Metode berkarya pada karya ini menggunakan teknik semi realis dan plakat serta melalui beberapa tahap yaitu tahap gagasan konsep, perancangan sket, penciptaan karya, dan finishing. Proyek studi ini menghasilkan tujuh karya seni lukis dengan tema inkonsistensi identitas diri. Karya yang diwujudkan berupa gambaran diri penulis sendiri yang relevan dengan konsep psikoanalisis dalam aliran surealisme. Perwujudan simbol-simbol dan penalaran alam bawah sadar melalui fragmentasi subjek, subjek pendukung karya, dan kehampaan latar belakang. Adanya karya seni lukis ini, penulis dapat merefleksikan diri dengan sekitar dan menjadi evaluasi bersama tentang siapakah identitas kita

    NILAI-NILAI KARAKTER SISWA DALAM PEMBELAJARAN KARIKATUR TEKNIK MONTASE PADA KELAS VIII DI SMP NEGERI 11 SEMARANG

    No full text
    Kurangnya inovasi pada pembelajaran seni rupa dapat berdampak pada nilai-nilai karakter siswa. Memberikan materi ajar yang variatif hendaknya digunakan sebagai upaya untuk meningkatkan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran seni rupa. Salah satu inovasi pada pembelajaran seni rupa dalam meningkatkan nilai karakter yakni berkarya karikatur dengan teknik montase. Hal tersebut menarik untuk dikaji sekaligus mencari tahu tentang proses pelaksanaan berkarya karikatur dalam pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan bagaimana proses pembelajaran karikatur menggunakan teknik montase pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Semarang (2) mendeskripsikan dan menganalisis hasil pembelajaran karikatur menggunakan teknik montase pada siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Semarang (3) menjelaskan nilai-nilai karakter siswa dalam pembelajaran katikatur menggunakan teknik monase pada siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan/verifikasi data. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa (1) proses pembelajaran karikatur dengan teknik montase yang dilakukan oleh siswa kelas VIII A yang berjumlah 32 siswa di SMP Negeri 11 Semarang berlangsung dengan baik meskipun menggunakan teknik yang berbeda (2) hasil kreasi dari proses pembelajaran karikatur dengan teknik montase berjumlah 16 karya dengan rata-rata nilai 87,31 dengan keterangan baik menunjukan bahwa siswa kelas VIII A di SMP Negeri 11 Semarang mampu berkarya karikatur menggunakan teknik montase dengan baik (3) nilai karakter yang dapat diambil dan dikembangkan siswa dalam pembelajaran karikatur dengan teknik montase yakni kerja sama, berpikir kritis, kreatif, kerja keras, jujur, ekspresif, sabar, motivasi belajar, peduli lingkungan, disiplin dan tanggung jawab. Saran dari penelitian, guru sebaiknya adanya inovasi belajar yang digunakan agar pembelajaran tidak terasa membosankan dan menarik bagi siswa. Guru juga perlu memperhatikan nilai karakter siswa agar siswa menjadi pribadi dan tauladan yang baik. Dengan menggunakan inovasi belajar dan perhatian terhadap nilai karakter siswa seperti yang digunakan dalam penelitian ini, diharapkan dapat menjadi pilihan yang bermanfaat dalam pembelajaran seni rupa

    DESAIN TATA LETAK SEBAGAI MEDIA INFORMASI DAN PUBLIKASI MAJALAH KODAM JAYAKARTA

    No full text
    Terdapat berbagai metode yang dapat digunakan untuk memperkenalkan suatu instansi atau lembaga kepada masyarakat luas. Salah satu metode yang efektif adalah dengan cara mempromosikan lembaga tersebut melalui berbagai macam strategi pemasaran. Pada kesempatan ini, penulis memaparkan upaya promosi sekaligus bentuk komunikasi Kodam Jayakarta melalui penerbitan sebuah majalah. Tujuan tugas akhir ini adalah untuk merancang media komunikasi visual dalam bentuk majalah sebagai media informasi Kodam Jayakarta. Proses pengerjaan majalah untuk Kodam Jayakarta meliputi tiga alat yang digunakan yaitu alat manual, perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Setiap karya terdapat beberapa proses atau tahapan yang harus dilalui, dan hal ini didasari atas tiga komponen dalam mengelola media yang berkualitas yaitu pra produksi, produksi dan pasca produksi. Dengan terlaksananya semua proses yang telah dilalui maka dari hal itu menghasilkan tugas akhir dalam bentuk majalah sebagai media publikasi Kodam Jayakarta. Karya yang merupakan media publikasi dibuat dalam bentuk majalah dengan ukuran A4 yang berisikan lima puluh halaman. Karya tugas akhir ini bertujuan sebagai bentuk media publikasi Kodam Jayakarta kepada masyarakat umum mengenai kegiatan-kegiatan yang berada di lingkungan militer

    Perkembangan Bentuk dan Fungsi Pertunjukan Tari Topeng Sontoloyo di Kabupaten Wonosobo

    No full text
    Tari Topeng Sontoloyo merupakan kesenian tradisional yang menjadi identitas kesenian masyarakat Wonosobo. Tari Topeng Sontoloyo mengalami perkembangan pada bentuk dan fungsi pertunjukan, dimana hal ini merupakan upaya masyarakat Wonosobo dalam melestarikan tari Topeng Sontoloyo. Perkembangan tari Topeng Sontoloyo menjadikan bentuk pertunjukan tari Topeng Sontoloyo semakin variatif dan estetik. Peneliti tertarik mengkaji perkembangan bentuk dan fungsi Tari Topeng Sontoloyo dikarenakan dari bentuk gerakan yang lincah, parikan yang mengandung arti dan bentuk topeng memiliki bentuk seperti prajurit belanda yang mengenakan topi. Selain itu tari topeng Sontoloyo juga pernah di sajikan dalam acara besar seperti festival sindoro sumbing dengan sajian yang berbeda. Berdasar pada pernyataan yang telah disampaikan, peneliti merumuskan dua fokus kajian pada penelitian tari Topeng Sontoloyo: 1) Perkembangan bentuk dan fungsi pertunjukan tari Topeng Sontoloyo di Sanggar Setyo Langen Budhoyo Wonosobo, 2) Nilai pendidikan pada tari Topeng Sontoloyo. Rumusan masalah dikaji menggunakan teori menurut Dexon dan Hera untuk membedah perkembangan bentuk yang berpendapat bahwa terjadinya perkembangan pada kesenian dipengaruhi oleh faktor internal (resouces, genius, need, opportunity) dan eksternal (technology), dalam bentuk pertunjukan peneliti lebih menitik beratkan pada bentuk dan fungsi dimana dalam membedah bentuk didukung dengan teori dari Soedarsono, Jazuli, Maryono dan untuk membedah fungsi didukung teori dari Jazuli. Perkembangan bentuk dan fungsi tari Topeng Sontoloyo menggunakan pendekatan etnokoreologi dan pendekatan pendidikan seni. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk memaparkan data secara detail. Data dan sumber data diperoleh melalui wawancara dengan narasumber primer dan narasumber sekunder. Pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Topeng Sontoloyo mengalami perkembangan dalam bentuk penyajiannya meliputi gerak, penari, tata busana atau kostum, pola lantai, properti, tempat pertunjukan. Nilai-nilai pendidikan yang terdapat pada kesenian tari Topeng Sontoloyo, diantaranya; (1) Religius, (2) Komunikatif. Kesimpulan penelitian ini, tari Topeng Sontoloyo mengalami perkembangan dari segi bentuk penyajian dengan dipengaruhi adanya faktor-faktor sosial budaya masyarakat setempat. Selanjutnya, tari Topeng Sontoloyo memiliki nilai-nilai pendidikan yang dapat menjadi pedoman hidup masyarakat

    PENGARUH STRATEGI SIX THINKING HATS PADA PENGELOMPOKAN PESERTA DIDIK TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN PENGUASAAN KONSEP PADA MATERI LAJU REAKSI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi Six Thinking Hats terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan penguasaan konsep pada materi laju reaksi. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group design. Instrumen berupa tes penguasaan konsep (pretest dan posttest), lembar kerja peserta didik (LKPD), serta angket respon siswa. Data dianalisis dengan uji Mann-Whitney U, uji Friedman, uji korelasi Spearman Rank, dan perhitungan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi Six Thinking Hats memberikan pengaruh terhadap tren peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan penguasaan konsep siswa, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil uji Mann-Whitney U pada setiap LKPD (p < 0,05) serta nilai effect size besar hingga sangat besar (d = 1,15; 1,48; 0,56; dan 2,99). Hasil uji Friedman menunjukkan perbedaan capaian yang cukup signifikan baik di kelas eksperimen maupun kontrol dari LKPD 1 hingga LKPD 4 (p = 0,000). Pada aspek penguasaan konsep, terdapat perbedaan signifikan (p = 0,000), dengan peningkatan nilai Cohen’s d dari 0,65 (kategori sedang) menjadi 2,08 (kategori besar). Meskipun demikian, hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah, yang mengindikasikan bahwa konteks penilaian individu dan kolaboratif memengaruhi capaian peserta didik secara berbeda

    KONSTRUKSI SOSIAL GURU IPS DALAM PENGUATAN PROJEK PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KABUPATEN CIREBON

    No full text
    Penguatan Projek Profil Pelajar Pncasila ialah program penguatan karakter pada peserta didik melalui kurikulum merdeka. Penerapan Penguatan Projek Profil Pelajar Pancasila (P5) di Sekolah Menengah Pertama yang berada di kabupaten cirebon menemukan permasalahan bahwa kegiatan Penguatan Projek Profil Pelajar Pancasila (P5) terdapat pemahaman yang berbeda-beda mulai dari proses sosialisasi, proses internalisasi sampai dengan proses implementasi. Hal demikian memunculkan persepsi setiap guru dalam mengkontruksikan kegiatan P5. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis kontruksi sosial Guru IPS terhadap P5, implementasi kegiatan dan menganalisis perilaku sosial siswa yang dilakukan pada SMP di Kabupaten Cirebon. Metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, melalui wawancara mendalam dan observasi pada aktivitas P5. Adapun fokus yang akan di teliti sebagai berikut : Konstruksi sosial Guru IPS dalam penerapan P5 di Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Cirebon, Implementasi P5 di Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Cirebon dengan tema kegiatan Gaya Hidup Berkelanjutan yang terdapat karakter sosial siswa setelah menerapkan P5 di Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Cirebon. Sumber data dalam penelitian melalui wawancara mendalam diantaranya adalah Guru IPS, Peserta didik kelas VIII, Kepala Sekolah dan koordinator P5 Baik melalui informan pangkal maupun informan kunci bukan peneliti, memilih informan berdasarkan karakteristik tertentu seperti usia, jenis kelamin dan pengalaman tertentu. Hasil menunjukan bahwa kontruksi sosial guru IPS memaknai secara beragam yaitu P5 sebagai sebagai kegiatan penguatan karakter dan keterampilan, P5 sebagai kegiatan yang berupa hasil produk baik materil atau imateril dan P5 sebagai program pemerintah yang dilakukan sesuai dengan kemampuan sekolah. Penelitian ini menyimpulkan pemaknaan dari guru tersebut akan berpengaruh pada perilaku yang dilakukan oleh peserta didik. Penelitian ini berkontribusi penting dalam memahami bagaimana kegiatan P5 dapat mempengaruhi perilaku sosial peserta didik

    PENGEMBANGAN MULTIMEDIA BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN CAPAIAN PEMBELAJARAN MEMAHAMI PRINSIP KERJA PENGELASAN SMAW

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia berbasis android untuk meningkatkan hasil belajar memahami prinsip kerja pengelasan SMAW. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan dan peningkatan hasil belajar pada siswa jurusan Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam SMK Negeri 1 Adiwerna. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Subjek penelitian ini adalah siswa jurusan TPFL kelas X dengan jumlah 72 siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil kelayakan dari ahli materi dan ahli media sebesar 84% dan 87,29 dengan kategori “Sangat Layak”. Untuk peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari nilai pretest dan posttest diperoleh nilai rata-rata 67,08 dan 80,11 untuk kelas eksperimen, dan nilai rata-rata 63,48 dan 67,66 untuk kelas kontrol. Hasil perhitungan uji N-Gain diperoleh skor yaitu nilai rata-rata skor N-Gain Kelas Eksperimen sebesar 0,3832. Berdasarkan hasil tersebut, maka prestasi belajar siswa pada kelas eksperimen dikategorikan “Sedang”. Sedangkan nilai rata-rata skor N-Gain Kelas Kontrol adalah 0,2212. Berdasarkan hasil tersebut, peningkatan prestasi belajar siswa pada kelas kontrol dikategorikan “Rendah”. Berdasarkan perhitungan uji N Gain di atas, disimpulkan bahwa penggunaan multimedia berbasis android terhadap hasil belajar memahami prinsip kerja Pengelasan SMAW siswa jurusan TPFL “Efektif”. Analisis tanggapan siswa diperoleh 82,62% termasuk kategori “Sangat Sesuai”

    DETERMINAN PENGUNGKAPAN EMISI KARBON PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2021-2023

    No full text
    Sektor energi merupakan pondasi utama perekonomian global, namun juga menjadi penyumbang emisi karbon terbesar di dunia, termasuk Indonesia. Praktik pengungkapan emisi karbon oleh perusahaan energi di Indonesia masih rendah, padahal transparansi informasi lingkungan penting seiring meningkatnya perhatian publik terhadap perubahan iklim. Hal ini menimbulkan urgensi untuk meneliti faktor yang memengaruhi pengungkapan emisi karbon. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan pengaruh antara profitabilitas, kapitalisasi pasar, ukuran perusahaan, leverage, dan pengungkapan emisi karbon. Populasi penelitian ini adalah perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2021–2023. Sampel diperoleh melalui metode purposive sampling yang menghasilkan 42 perusahaan dengan total 126 unit analisis. Data sekunder dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, analisis jalur, dan analisis regresi mediasi dengan alat bantu software IBM SPSS Statistics 27 dan IBM SPSS AMOS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan dan leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap kapitalisasi pasar. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, sedangkan leverage berpengaruh negatif signifikan dan kapitalisasi pasar berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas. Profitabilitas dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan emisi karbon, namun kapitalisasi pasar berpengaruh positif signifikan. Kapitalisasi pasar memediasi penuh hubungan antara ukuran perusahaan dengan profitabilitas dan pengungkapan emisi karbon, serta memediasi sebagian pengaruh leverage terhadap profitabilitas. Berdasarkan hasil penelitian ini, kapitalisasi pasar memainkan peran kunci dalam menjembatani pengaruh karakteristik perusahaan terhadap pengungkapan emisi karbon. Temuan ini menunjukkan perlunya regulasi dan transparansi lingkungan yang lebih kuat bagi perusahaan sektor energi di Indonesi

    Pemanfaatan Bank Sampah ’’Manfaat’’ dalam Peningkatan Kesehatan Lingkungan di Desa Gadon

    No full text
    Bank sampah berperan sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi. Masalah sampah yang menjadi salah satu tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan di desa ini memerlukan solusi yang terstruktur. Bank sampah sebagai suatu upaya dalam pengelolaan sampah secara terorganisir diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan lingkungan serta kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar. Bank sampah juga merupakan salah satu solusi pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat yang terbukti efektif dalam mengurangi volume sampah rumah tangga serta meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat.Bank Sampah ’’Manfaat’’ juga berperan meningkatkan kesehatan lingkungan di Desa Gadon. Hasil menunjukkan bahwa adanya Bank Sampah Manfaat telah mengurangi volume sampah yang dibuang sembarangan yang awal 80% menjadi 30%, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang, dan menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan Desa Gadon. keberadaan bank sampah di Desa Gadon telah memberikan dampak positif terhadap kebersihan lingkungan, pengurangan sampah anorganik, serta peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi pada aspek ekonomi melalui sistem tabungan berbasis sampah. Dengan demikian, pemanfaatan bank sampah di Desa Gadon dapat dijadikan model pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di tingkat desa

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KACANG ASIN UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT

    No full text
    Pemberdayaan masyarakat merupakan pendekatan strategis dalam mengembangkan potensi lokal guna meningkatkan kemandirian ekonomi. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah produksi kacang asin, camilan yang digemari berbagai kalangan dan memiliki prospek pasar yang luas. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pengolahan kacang asin dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan atau perkotaan dengan tingkat pengangguran tinggi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa melalui pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, serta dukungan pemasaran, masyarakat mampu menghasilkan produk kacang asin yang berkualitas dan memiliki daya saing. Selain meningkatkan pendapatan keluarga, kegiatan ini juga mendorong munculnya kelompok usaha bersama yang memperkuat kemandirian komunitas. Kesimpulannya, usaha kacang asin bukan hanya sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan sosial yang efektif. Kontribusi utama tulisan ini adalah menawarkan model pemberdayaan berbasis potensi lokal yang dapat direplikasi di berbagai daerah dengan karakteristik serupa

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇