Elibrary UNIKOM
Not a member yet
    16520 research outputs found

    Strategi Komunikasi Aparatur Desa Melalui Program Sapawarga Dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Publik Desa Sukamekar Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi komunikasi yang digunakan oleh aparatur Desa Sukamekar dalam memenuhi kebutuhan informasi publik melalui program Sapawarga, penelitian ini memfokuskan pada 4 komponen strategi komunikasi yang telah disampaikan oleh Edi Suryadi sebagai mikro yang terdiri atas analisis situasi, perencanaan, implementasi, dan assesmen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dan observasi non-partisipan, dalam mendukung data peneliti menggunakan teknik purposive sampling diperoleh 9 partisipan yang terdiri dari 4 informan kunci dari aparatur desa dan 5 informan pendukung dari warga Desa Sukamekar, uji keabsahan data yang digunakan adalah peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi dan membercheck, adapun teknik analisa yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis situasi yang dilakukan oleh para aparatur desa desa dilakukan dengan cara penggunaan aplikasi whatsapp, kegiatan sosialisasi dan musyawarah dusun, hasil dari analisis itu sendiri menunjukan adanya masalah seperti kurang jelasnya informasi yang diterima oleh warga, minimnya komunikasi dengan warga dan terhambatnya proses komunikasi dengan warga, mereka juga menemukan isu hoax yang masih mempengaruhi kalangan warga masyarakat sehingga dibutuhkannya program untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pada tahapan perencanaan, aparatur desa merencanakan program forum Sapawarga dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi publik warga Desa Sukamekar secara cepat dan akurat, membangun sarana komunikasi antara aparatur dengan warga dan untuk meminimalisir adanya isu hoax dimana mereka telah menetapkan kepala seksi kesejahteraan rakyat, kepala urusan keuangan Sekretaris desa dan Kepala dusun sebagai admin dari grup tersebut, Whatsapp sebagai saluran komunikasi yang digunakan, anggota forum yang terdirikan atas tokoh-tokoh dan perangkat desa lainnya . Pada tahap Implementasi penanggung jawab atas program forum ini jatuh kepada kepala desa, aparatur desa, dan anggota forum itu sendiri. aparatur desa dalam menyampaikan pesan di forum tersebut harus memiliki persetujuan dari kepala desa untuk pesan yang telah diolah kata-katanya, komunikasi yang berjalan diforum tersebut bersifat dua arah untuk melibatkan masyarakat. Forum Sapawarga ini sendiri sudah berjalan dari tahun 2018. dan Assesmen dilakukan melalui observasi lapangan dan dari respon warga yang dilakukan oleh kepala desa, kasi kesra, dan sekretaris desa yang dilakukan setiap hari setelah penyampaian informasi dengan menggunakan nilai ukur kecepatan penyebaran informasi, kegunaan informasi, dan kepuasan masyarakat akan program Sapawarga. Kesimpulannya adalah strategi komunikasi yang digunakan oleh para aparatur desa ini sudah dapat dikatakan berjalan dengan baik dalam memenuhi kebutuhan informasi publik yang dimiliki oleh masyarakat meski masih ada beberapa hal yang harus dikembangkan seperti SDM masyarakatnya, dan Saran dari peneliti adalah mengembangkan dan menambahkan kembali SDM yang ada di masyarakat tersebut khususnya pada bidang IT untuk meminimalisir terjadinya isu hoax

    Tahapan Keterbukaan Diri Pengguna Aplikasi Bumble Di Kota Bandung Dalam Mencari Pasangan Hidup

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih jelas dan menganalisa tentang tahapan keterbukaan diri pengguna aplikasi bumble di Kota Bandung dalam mencari pasangan hidup, dengan berfokus pada tahapan orientasi, tahapan penjajakan afektif, tahapan pertukaran afektif, dan tahapan pertukaran stabil pengguna Bumble. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, yang terdiri dari pengguna aplikasi Bumble serta Psikolog sebagai informan pendukung. Hasil penelitian ditemukan bahwa (1)Tahapan orientasi pengguna Bumble mengandalkan foto, hobi, dan biografi untuk menilai kecocokan awal dan memulai percakapan dengan topik-topik umum. (2) Tahapan penjajakan afektif pengguna Bumble melibatkan berbagi aspek pribadi seperti pengalaman hidup dan harapan, membangun kepercayaan. (3) Tahapan pertukaran afektif mencakup pengungkapan mendalam seperti pengalaman keluarga, trauma, aspirasi karir, dan harapan masa depan. (4) Tahapan pertukaran stabil melibatkan pembahasan topik mendalam seperti tantangan keuangan dan tujuan karir, memperkuat kepercayaan dan pemahaman. Peneliti menyimpulkan bahwa keterbukaan diri ini dapat membangun hubungan yang lebih kuat, autentik, dan berkelanjutan, mendukung pencarian mereka untuk pasangan hidup yang sesuai. Meskipun pengguna Bumble di Kota Bandung sudah cukup terbuka, masih ada ruang untuk peningkatan, terutama dalam analisis profil dan penggunaan fitur interaktif. Peneliti menyarankan agar pengguna lebih mendalami profil pasangan, memanfaatkan fitur aplikasi, dan menjaga privasi secara bertahap untuk memperkuat hubungan

    Analisis Proses Komunikasi Pengikut @Collagemenfess Melalui Media Sosial X Sebagai Media Diskusi Mahasiswa Di Kota Bandung

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis bagaimana proses komunikasi pengikut base @collagemenfess melalui media sosial X sebagai media diskusi mahasiwa di Kota Bandung. Dalam menjawab tujuan, fokus dalam penelitian ini ada pada: Kepuasan, Keinginan, Kebutuhan, dan Motif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi pustaka, studi literatur, dan wawancara mendalam. Uji keabsahan data menggunakan tringulasi data. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, Kepuasan ditentukan oleh sikap pengguna pada suatu media, yaitu evaluasi dan kepercayaan yang diberikan dari isi pesan yang base @collagemenfess sampaikan. Keinginan terlihat dari interaksi para pengikut base @collagemenfess yang menggunakan base sebagai media pemenuhan informasi, sedangkan base @collagemenfess sebagai media bagi pengguna untuk membantu mencapai pemenuhan informasi tersebut, sehingga terjadilah proses komunikasi. Kebutuhan diperoleh berdasarkan tiga hal, yaitu peneguhan informasi yang berlandaskan sumber-sumber informasi yang diterima, interpretasi pengetahuan, dan pemahaman mengenai jenis media yang dipakai. Motif yang tertinggi adalah perncarian informasi, sedangkan motif terendah adalah hiburan. Kesimpulan, base @collagemenfesss sebagai media penyedia informasi dan diskusi mahasiswa berperan aktif bagi para pengikutnya untuk lebih luas mengekpresikan diri dalam berkomunikasi dan berpendapat tanpa perlu merasa takut, ragu, ataupun malu. Saran, diharapkan admin dapat lebih aktif lagi dalam memberikan respon atau membalas komentar kepada para pengikut base @collagemenfess

    Bauran Komunikasi Pemasaran Cv Babysultan Global Melalui Media Sosial

    No full text
    Maksud Penelitian ini untuk mendeskripsikan Bauran Komunikasi Pemasaran CV Babysultan Global Melalui Media Sosial Dalam Menarik Minat Beli Followers-nya di Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan 6 subfokus: periklanan, promosi penjualan, acara dan pengalaman, hubungan masyarakat, pemasaran langsung dan pemasaran interaktif. Pendekatan penelitian kualitatif, studi deskriptif. Untuk menentukan informan penelitian digunakan teknik purposive sampling diperoleh dua informan kunci dan snowball diperoleh tiga informan pendukung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Studi Pustaka (Internet Searching, Studi Literatur) dan Studi Lapangan (Wawancara Mendalam, Observasi Non Partisipan, Dokumentasi). Uji keabsahan data menggunakan peningkatakn ketekunan dan membercheck. Teknik analisis data yang dilakukan adalah pengumpulan data/reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah CV Babysultan Global memanfaatkan media sosial untuk 1)Periklanan yang dilakukan oleh CV Babysultan Global adalah: Iklan untuk menjangkau pembeli, membangun citra jangka panjang, mempengaruhi penjualan, memberikan informasi, dan meyakinkan pembeli. 2)Promosi Penjualan yang dilakukan oleh CV Babysultan Global adalah: Bahan inti kampanye pemasaran, jangka pendek, menstimulasi pembelian lebih cepat dan strategi insentif. 3)Acara dan Pengalaman yang dilakukan oleh CV Babysultan Global adalah: Menciptakan interaksi harian, mengidentifikasi pasar sasaran, menciptakan atau memperkuat persepsi citra merek, menciptakan pengalaman positif pada pembeli dan menciptakan penjualan barang. 4)Hubungan Masyarakat yang dilakukan oleh CV Babysultan Global adalah: Upaya strategi perusahaan, membangun kesadaran, dan meningkatkan kepercayaan publik. 5)Pemasaran Langsung yang dilakukan oleh CV Babysultan Global adalah: Penggunaan saluran langsung, membangun hubungan, dan meningkatkan keterlibatan konsumen. 6)Pemasaran Interaktif yang dilakukan oleh CV Babysultan Global adalah: Memanfaatkan teknologi digital, mengumpulkan umpan balik dan meningkatkan loyalitas. Kesimpulan Bauran Komunikasi Pemasaran CV Babysultan Global melalui media sosial dalam menarik minat beli followers-nya di Kota Bandung menurut peneliti telah berhasil atau telah sesuai dengan harapan yang ingin dituju oleh CV Babysultan hal ini karena, telah dilakukan periklanan, promosi penjualan, acara dan pengalaman, hubungan masyarakat, pemasaran langsung dan pemasaran interaktif yang terkoordinir atau terkontrol dengan maksimal. Saran dari penelitian ini, sebaiknya CV Babysultan Global lebih memaksimalkan penggunaan media sosial lain dalam memberikan informasi seperti pada twitter, facebook, maupun youtube. Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan studi komparatif, mempersiapkan diri, mengelola waktu dengan baik, serta memberikan rekomendasi pengembangan model keberlanjutan dalam pendidikan

    Strategi Komunikasi Pemasaran Museum Multatuli Melalui Kegiatan Festival Seni Multatuli Dalam Meningkatkan Minat Pengunjung Di Kabupaten Lebak

    No full text
    Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis, mendeskripsikan, serta menjelaskan tentang Strategi Komunikasi Pemasaran Museum Multatuli Melalui Kegiatan Festival Seni Multatuli dalam Meningkatkan Minat Pengunjung di Kabupaten Lebak. Untuk menjawab tujuan, peneliti memunculkan beberapa mikro: Perhatian (Attention), Minat (Interest), Keinginan (Desire), Tindakan (Action). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan wawancara mendalam dan observasi non partisipan. Untuk mendukung data, peneliti menggunakan tektik Purposive Sampling dan memperoleh 3 informan kunci dan 3 informan pendukung. Uji keabsahan data menggunakan Teknik triangulasi sumber, membercheck, peningkatan ketekunan Hasil penelitian, menggunakan AIDA yaitu Menarik Perhatian (Attention) dengan merancang kegiatan segmented dan tema berdasarkan Multatuli dan Kabupaten Lebak. Mendorong Minat (Interest) disesuaikan dengan preferensi pengunjung serta melibatkan komunitas dan instansi lokal. Membangun Keinginan (Desire) dengan memengaruhi emosi melalui elemen visual dan testimoni pengunjung sebelumnya. Menghasilkan Tindakan (Action) menggunakan media sosial dan membangkitkan antusiasme melalui pertunjukan historis dan perlombaan berhadiah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kegiatan Festival Seni Multatuli dirancang menarik sesuai dengan preferensi pengunjung sehingga membangkitkan antusiasme dan membantu dalam meningkatkan minat pengunjung. Saran dari penelitian ini adalah Museum Multatuli dapat melakukan analisis tentang penggunaan media sosial yang melibatkan pengumpulan data dari interaksi media sosial menjadi kunjungan nyata

    Penerapan Komunikasi Perubahan Sosial Dan Perilaku Melalui Penyuluhan Pemberian Makanan Tambahan Dalam Penvegahan Stunting

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan komunikasi perubahan sosial dan perilaku melalui penyuluhan pemberian makanan tambahan dalam pencegahan stunting di Cigadung yang dilakukan oleh BKKBN Provinsi Jawa Barat. Untuk menjelaskan penerapan komunikasi perubahan sosial dan perilaku tersebut, peneliti menggunakan sub fokus pada aspek advokasi, mobilisasi sosial dan edukasi yang digunakan oleh BKKBN Provinsi Jawa Barat melalui penyuluhan pemberian makanan tambahan. Pendekatan penelitian ini adalah Kualitatif dengan desain penelitian Deskriptif. Menggunakan Teknik Purposive Sampling dan memperoleh enam informan yang meliputi tiga informan kunci dan tiga informan pendukung. teknik pengumpulan data melibatkan studi pustaka, wawancara mendalam, observasi, Dokumentasi, dan pencarian data daring. Proses analisis data mencakup tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini untuk penerapan advokasi meliputi pembuatan kebijakan untuk melakukan pencegahan stunting, bekerjasama dengan pemangku utama dari aparatur pemerintah daerah dan kader sebagai dukungan terrealisasinya tujuan dan dukungan pengalokasian dana. Mobilisasi sosial dengan membuatkan berbagai kegiatan selama 3 bulan dan melibatkan partisipasi secara langsung sasaran masyarakatnya sebagai pencegahan stunting. BKKBN dan pemangku utama juga memberikan edukasi secara tatap muka dengan menyampaikan berbagai informasi di Posyandu sebagai pemahaman bagi orangtua sasaran serta melakukan pemantauan menggunakan lembar balik untuk mengetahui perkembangan dari tujuan pencegahan stunting di Cigadung. Kesimpulan dari penelitian ini BKKBN Provinsi Jawa Barat berhasil melakukan pencegahan stunting di Cigadung dengan penerapan komunikasi perubahan sosial dan perilaku melalui penyuluhan pemberian makanan tambahan secara partisipatif dan interaktif. Dalam strategi ini, mereka melakukan berbagai kegiatan yang partisipatif serta berinteraksi langsung dengan sasarannya. Mereka juga memberikan berbagai informasi yang interaktif dengan para sasarannya. Keberhasilan ini terbukti dari perubahan tinggi dan berat badan anak sasaran serta perubahan pada perilaku orangtua sasaran yang melakukan pengolahan makanan yang bergizi bagi anaknya dengan menu yang bervariatif. Saran dari peneliti adalah dalam pencegahan stunting ini dapat memberikan wawasan dan rekomendasi bagi lembaga lainnya dalam mengembangkan penerapan komunikasi perubahan sosial dan perilaku yang efektif untuk memperoleh tujuan. Dengan memperluas cakupan sasaran, BKKBN Provinsi Jawa Barat dapat merubah perilaku sasaran dari partisipasi secara aktif dari sasarannya sendiri

    Strategi Komunikasi Pemasaran Pt. Media Kreasi Cipta Indonesia Dalam Membangun Minat Beriklan Masyarakat Di Kota Bandung

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Komunikasi Pemasaran PT. Media Kreasi Cipta Indonesia dalam membangun minat beriklan masyarakat di Kota Bandung. Untuk menjawab tujuan tersebut, peneliti menggunakan sub fokus yang terdiri dari tujuan pemasaran, sasaran pemasaran, pesan pemasaran, dan media pemasaran. Metode Penelitian menggunakan kualitatif dengan studi deskriptif. Informan penelitian ini berjumlah lima orang, yaitu dua sebagai informan kunci dan tiga informan pendukung yang di peroleh melalui teknik purposive sampling. Data dari penelitian ini didapat dari wawancara mendalam, observasi non partisipan, studi pustaka, internet searching, dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menggambarkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh PT. Media Kreasi Cipta Indonesia dapat dilihat dari Tujuan pemasarannya yaitu meningkatkan jumlah konsumen dan memotivasi mereka untuk beriklan. Sasaran pemasaran yang dituju oleh PT. Media Kreasi Cipta Indonesia yaitu memilih perusahaan dengan financial yang cukup dan pemerintah melalui kolaborasi untuk proyek tata kota. Pesan pemasaran yang disampaikan oleh PT. Media Kreasi Cipta Indonesia menggunakan proses AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) perhatian yang ditimbulkan oleh PT. Media Kreasi Cipta Indonesia dengan cara mengiklan di billboard dengan kreatif dan eye-catching dan mengiklan di LinkedIn, untuk minat yang ditimbulkan dengan cara mengupdate terus menerus tentang billboard kosong di LinkedIn dan mengiklan di billboard dengan kreatif, untuk menimbulkan hasrat dengan cara mengujungi kantor kantor secara rutin, dan untuk menimbulkan tindakan dengan cara memberikan penawaran ke pelangan yang sekiranya berminat. Media pemasaran yang digunakan oleh PT. Media Kreasi Cipta Indonesia yaitu untuk media sosial berfokus pada LinkedIn, dan untuk media konvensioal berfokus pada billboard. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu PT. Media Kreasi Cipta Indonesia berhasil membangun minat beriklan di Kota Bandung dengan strategi pemasaran yang tepat sasaran, menggabungkan media konvensional dan digital. Saran, menambah media pemasaran, gunakan Whatsapp bisnis. Perbaik website yang dimiliki

    Peran Komunikasi Efektif Guru Komunitas Homeschooling Dalam Meningkatkan Prestasi Siswa

    No full text
    Tujuan dalam penelitian ini untuk memahami dan mendeskripsikan bagaiamana peran komunikasi efektif yang dilakukan guru komunitas Homeschooling Wirayudha Kirana dalam meningkatkan prestasi siswa. dengan beberapa sub fokus penelitian yaitu, Respect, Empathy, Audible, Clarity dan Humble. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Untuk pengumpulan data, Peneliti menggunakan studi pustaka, wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi. Informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling, teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, guru Homeschooling Wirayudha Kirana melakukan Respect dengan selalu mendengarkan siswa, memberikan contoh langsung sikap menghargai dan memberikan apresiasi. Empathy dengan menerima masukan apapun dengan sikap positif dan memberikan saran dan solusi membangun kepada siswa. Audible dengan menggunakan berbagai macam media dalam pembelajaran. Clarity dilakukan melalui penggunaan bahasa sederhana dan melakukan evaluasi pembelajaran. Humble dilakukan dengan mengakui kesalahan pada siswa dan introspeksi diri. Kesimpulan dari penelitian ini, Guru Homeschooling Wirayudha Kirana menggunakan Respect, Empathy, Audible, Clarity dan Humble dalam meningkatkan prestasi siswa, dimana dari penggunaan Hukum Komunikasi Efektif ini berdampak pada peningkatan pembelajaran terutama pada kedekatan guru dengan siswa sehingga siswa dapat mengekspresikan diri sendiri dan lebih terbuka pada minat dan bakat yang mereka ingini sehingga dapat peningkatan prestasi siswa. Saran pada penelitian ini, Homecshooling Wirayudha Kirana diharapkan dapat lebih mengotimalkan komunikasi efektif guru dengan siswa, agar dapat lebih membantu dalam meningkatkan prestasi siswa

    Strategi Corporate Communication Telkom Corporate University Center Melalui Program Telkom Virtual Advanced Learning Studio (Virals) Dalam Mempertahankan Citra Perusahaan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Strategi Corporate Communication Telkom Corporate University Center Melalui Program Telkom Virtual Advanced Learning Studio (VirALS) Dalam Mempertahankan Citra Perusahaan, sebagai sub fokus yang terdiri dari Kebijakan, Modernisasi, dan Alih Teknologi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Kualitatif Deskriptif dengan Informan dipilih melalui Teknik Puposive Sampling, terdiri dari 3 informan kunci dari Program Telkom Virtual Advanced Learning Studio (VirALS) serta 3 orang informan pendukung user. Teknik Pengumpulan data penelitian ini dengan menggunakan Studi Pustaka, Wawancara, Observasi Non Partisipan, dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kebijakan dilakukan sesuai dengan misi PT. Telkom Indonesia yang juga didorong karena adanya pandemi, sehingga muncul kebijakan Flexibel Working Arrangement sebagai sarana pemecahan masalah antara suatu tuntutan pekerjaan dengan kondisi pandemi. Modernisasi pengimplementasian dari sebuah misi dan proses perubahan yang sangat pesat sehingga adanya transformasi media instagram dan website dengan tahapan pengembangan konsep pada program Telkom VirALS, Alih Teknologi menciptakan dan meningkatkan device yang digunakan untuk sebuah program dengan terciptanya adopsi Unreal Engine untuk ketertarikan dalam pengemasan event dengan dipadukan visualisasi dari zoom menggunakan OBS (Open Broadcaster Software). Kesimpulan, Strategi Corporate Communication Telkom Corporate University Center melalui Program Telkom VirALS memungkinkan Telkom Corporate University Center untuk mempertahankan citra perusahaan dengan menjadikan program ini sebagai sarana pemecahan masalah, implementasi yang efektif, serta penyelenggaraan acara yang menarik menggunakan teknologi baru yang diadopsi, yaitu Unreal Engine. Saran Penelitian ini, Program Telkom VirALS perlu lebih fokus pada pengembangan perangkat yang digunakan serta memperluas adopsi software, sehingga dapat menarik lebih banyak minat terhadap program Telkom VirALS. Selain itu, penambahan crew untuk memenuhi kebutuhan setiap acara juga diperlukan, serta pemanfaatan platform media harus diperluas, termasuk TikTok dan YouTube, tidak hanya terbatas pada Instagram dan website saja

    Fenomena Penggunaan Aplikasi Weverse Oleh Penggemar K-Pop Di Indonesia

    No full text
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami dan mendeskripsikan mengenai bagaimana fenomena penggunaan aplikasi Weverse oleh penggemar K-Pop di Indonesia. Subfokus yang digunakan dalam penelitian ini adalah motif, makna, dan pengalaman penggunaan aplikasi Weverse. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualititaf dengan studi fenomenologi. Informan dipilih menggunakan pendekatan purposive sampling, terdiri dari enam informan yang merupakan penggemar K-Pop serta satu informan yang merupakan pengamat Hallyu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena penggunaan aplikasi Weverse oleh penggemar K-Pop memiliki motif yang terdiri dari: (1) Because of motive dari adanya keinginan untuk terus mendukung dan mengikuti perkembangan idola; (2) In order to motive mendapatkan hasil yang diinginkan, penggemar dapat berinteraksi langsung dan mengetahui kehidupan sehari-hari idola. Makna penggunaan aplikasi Weverse menciptakan dan memperkuat hubungan emosional antara penggemar dan idola. Pengalaman diperoleh melalui: (1) Interaksi melalui fitur siaran langsung, live concert, membership, badge collection, Weverse Shop, dan notifikasi; (2) Fitur Weverse Shop dan membership memudahkan penggemar untuk bertransaksi dan mengumpulkan berbagai merchandise; (3) Mendapatkan timbal balik langsung dari idola. Peneliti menyimpulkan bahwa fenomena penggunaan aplikasi Weverse berhasil mendorong penggemar K-Pop untuk aktif dan terlibat dalam berbagai kegiatan idola, serta membentuk komunikasi dua arah antara idola dan penggemar. Peneliti menyarankan Weverse diharapkan dapat menciptakan ruang diskusi untuk penggemar membahas topik dan acara tertentu dengan penggemar lainnya

    0

    full texts

    16,520

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Elibrary UNIKOM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇