Elibrary UNIKOM
Not a member yet
    16520 research outputs found

    Perancangan Informasi Kawasan Wisata Sejarah Banten Lama Melalui Media Sign System

    No full text
    Banten lama merupakan salah satu objek wisata di provinsi Banten yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi, tepatnya kawasan tersebut berlokasi di kota Serang. Bangunan bersejarah di dalamnya berupa Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, Benteng Speelwijk, Danau Tasikardi, Museum Situs Banten Lama, kemudian Masjid Agung Banten dan Vihara Avalokitesvara yang hingga kini masih digunakan masyarakat untuk beribadah serta pemakaman keluarga kesultanan Banten yang sering dikunjungi masyarakat untuk berziarah. Seiring bertambahnya tahun, wisatawan yang berdatangan terus meningkat begitu juga dengan intensitas pergerakan dalam kawasan objek wisata tidak diimbangi dengan fasilitas media informasi dan sign system yang memadai. Kawasan wisata ini masih minim akan sistem penyampaian informasinya yang dapat memudahkan pengunjung untuk mengetahui lokasi setiap situs bersejarah di kawasan wisata tersebut, sehingga didalam perjalanan, ditemukan beberapa pengunjung yang tersesat dan kebingungan. selain itu kualitas dari setiap sign system yang terdapat di kawasan tersebut kurang memadai dan kurang informatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi wisata Banten lama serta faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan dan pengelolaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu observasi dan studi pustaka. Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan akan membantu masyarakat umum yang berkunjung ke kawasan wisata Banten Lama dalam pencarian lokasi yang akan dituju serta dapat menumbuhkah rasa bangga masyarakat setempat terhadap wisata sejarah dan budaya mereka sendiri

    Proses Komunikasi Antara Orang Tua Dan Anak Dalam Memberikan Edukasi Seksual Dini Untuk Mencegah Pelecehan Seksual Pada Anak Di Kota Bandung

    No full text
    Tujuan utama dari penelitian untuk mengkaji dan menjelaskan mengenai proses komunikasi antara orang tua dan anak dalam memberikan edukasi seksual dini untuk mencegah pelecehan seksual pada anak di Kota Bandung. Untuk menjawab tujuan penelitian ini, maka peneliti memunculkan beberapa masalah mikro yaitu: Pesan, Media, Hambatan Metode Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan yang dipilih melalui teknik snowball sampling dan purposive sampling dengan 3 informan kunci dan 1 informan pendukung. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan perpanjang pengamatan, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, dan membercheck. Hasil Penelitian menujukkan bahwa Pesan yang disampaikan Orang tua lebih menekankan pentingnya untuk mengenalkan konsep batasan tubuh sejak dini, dengan menjelaskan bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain. Media yang digunakan oleh Orang tua cenderung memilih video edukasi, orang tua juga menekankan pentingnya percakapan langsung setelah anak menonton video tersebut. Hambatan yang dihadapi Orang tua dalam menyampaikan edukasi seksual dini kepada anaknya seperti ketidaktahuan dan keterbatasan usia anak dan juga terkadang menunjukkan sifat cuek dan tidak mau mendengarkan terhadap penyampaian pesan yang disampaikan. Peneliti menyimpulkan bahwa Proses Komunikasi Orang Tua dengan Anak dalam memberikan edukasi seksual dini merupakan proses komunikasi dua arah, dalam proses ini, orang tua sebagai pengirim pesan yang mendidik kepada anak sedangkan anak sebagai penerima pesan terkadang memberikan tanggapan yang memunculkan hambatan komunikasi. Saran untuk orang tua untuk tetap membuka ruang diskusi untuk membahas tentang edukasi seksual agar anak merasa nyaman untuk bertanya

    Strategi Komunikasi Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Untuk Mencegah Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Kota Bandung

    No full text
    Penelitian ini dilakukan guna mengetahui dan menguraikan secara mendalam mengenai Strategi Komunikasi Dalam Pencegahan Kdrt Di Kota Bandung (Studi Deskriptif Program “Sekolah Ayah” Pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Pusat Pembelajaran Keluarga Di Kota Bandung)”. Guna menjawab fokus penelitian ini maka ditetapkan empat sub fokus yaitu mengenal khalayak, penyusunan pesan, metode dan penggunaan media. Pendekatan Penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Wawancara mendalam dan observasi non-partisipan adalah teknik dari pengumpulan data yang digunakan pada penelitian. Informan penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik Analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Uji keabsahan data dengan menggunakan bahan referensi, member check dan triangulasi. Hasil Penelitian, strategi komunikasi dalam mengenal khalayak dengan melakukan interaksi untuk mengetahui khalayak ayah aktif dan pasif . Penyusunan pesan disampaikan secara memperhatikan hal yang akan disampaikan (say what), kepada siapa (to who) dan pengaruh yang diberikan (In what effect) dalam memberikan informasi ketahanan keluarga dan pengasuhan dalam mencegah tindak kekerasan dalam rumah tangga Metode, yang dilakukan ialah metode redundancy dengan pengaplikasian metode ini melalui ceramah. Penggunaan Media, dengan memanfaatkan media whatsapp, zoom meeting dan Instagram. Kesimpulan, Strategi komunikasi yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dp3A) untuk mencegah tindak kekerasan dalam rumah tangga berjalan melalui pertemuan melalui daring untuk mengenal khalayak ayah agar dapat menyampaikan pesan atau informasi mengenai ilmu berkeluarga dengan baik melalui metode redundancy dalam ceramah pada media kanal youtube pusat pembelajaran keluarga di kota Bandung dan zoom meeting akan tetapi masih ada hambatan karena belum dikenal secara massif. Saran Penelitian adalah mengembangkan pelatihan kerja dalam ilmu pemasaran di sosial media agar program sekolah Ayah bisa dikenal lebih luas lagi melalui sosial media, karena sosial media menjadi salah satu sarana dalam mensosialisasikan keberadaan program yang dimiliki Pusat Pembelajaran Keluarga

    Perancangan Kampanye Sosial Meningkatkan Motivasi Kerja Lulusan SMK

    No full text
    Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menghadapi tantangan besar dalam memasuki dunia kerja, terutama akibat rendahnya motivasi dan kepercayaan diri. Ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri turut memperburuk kondisi ini, menyebabkan tingginya tingkat pengangguran. Penelitian ini merancang kampanye sosial berbasis komunikasi visual untuk meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri lulusan SMK dalam mencari pekerjaan. Strategi perancangan mengadopsi model AISAS dengan memanfaatkan media digital, storytelling, dan ilustrasi interaktif. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan visual dan edukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman serta mengubah paradigma lulusan SMK terhadap dunia kerja. Kampanye ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kesiapan kerja lulusan SMK

    Strategi Komunikasi Kebun Raya Cibodas Kabupaten Cianjur Melalui Program Sunset Dikebun Raya

    No full text
    Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menguraikan Strategi Komunikasi Kebun Raya Cibodas Kabupaten Cianjur Melalui Program Sunset di Kebun Raya. Sub fokus yang digunakan dalam penelitian ini adalah perencanaan komunikasi, manajemen komunikasi dan pendekatan. Pendekatan penelitian menggunakan studi deskriptif. Pengumpulan data ini adalah wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Infroman penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh informan kunci, informan pendukung. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi dan membercheck. Reduksi data, pengumpulan data, dan penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan komunikasi dilakukan dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait serta melihat hasil evaluasi pelaksanaan sebelumnya. Manajemen komunikasi yang dilakukan oleh Kebun Raya Cibodas adalah melakukan rapat rutin, menggunakan model SWOT untuk menilai kekuatan dan kelemahan event sunset, serta menggunakan media sosial untuk penyampaian informasi. Pendekatan dalam pelaksanaan ini adalah dengan melakukan kolaborasi dengan influencer dan komunitas lokal sebagai bentuk. Kesimpulan adalah Setiap langkah dari bagian strategi komunikasi yang telah dilakukan tim pelaksana sunset memiliki rancangan pesan dengan menggunakan sub fokus dengan demikian dapat dikatakan strategi komunikasi yang dilakukan sudah baik. Saran untuk Kebun Raya Cibodas khususnya tim pelaksana Sunset adalah diharapkan melakukan kolaborasi dengan influencer dan komunitas nasional tidak hanya lokal saja serta bisa menambah media yang perlu digunakan untuk penyampaian informasi dalam meningkatkan pengunjung

    Fenomena Crab Mentality Pada Karyawan Di Kota Bandung

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk memahami dan mengetahui bagaimana Fenomena Crab Mentality pada Karyawan di Kota Bandung dalam Proses Pengembangan Diri. Untuk menjawab tujuan maka peneliti menggunakan beberpa mikro: Faktor Individu (Individual), Faktor Kesosialan (Societal), dan Faktor Keorganisasian (Organizational). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan studi deskriptif dan menggunakan teknik purposive sampling untuk memperoleh 6 informan kunci dan 2 informan pendukung. Teknik pengumpulan data peneliti menggunakan wawancara mendalam, dan observasi non- partisipan. Uji Keabsahan Data menggunakan uji triangulasi, membercheck, dan peningkatan ketekunan. Teknik analisis data peneliti menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa crab mentality dalam lingkungan kerja didasari oleh tiga faktor utama, yaitu faktor individual, faktor societal, dan faktor organizational. Dari aspek faktor individual, ditemukan bahwa crab mentality berakar pada rasa insecure yang tinggi serta adanya motif sosiogenesis, yaitu keinginan untuk mendapatkan pengakuan dan validasi dari orang lain. Sementara itu, faktor societal mencerminkan bagaimana hubungan interpersonal yang tidak akrab dan tidak melibatkan emosional, peran kerja, dan suasana kerja yang kurang suportif dapat memperburuk fenomena ini. Selain itu, faktor organizational yaitu peran pimpinan yang hanya sedikit dalam memberikan arahan, budaya perusahaan yang lebih berorientasi pada hasil akhir, dan dinamika internal organisasi yaitu tekanan kerja yang tinggi dan manajemen SDM yang buruk. Ketiga faktor yang menjadi pembahasan dalam penelitian ini saling berkaitan dalam menentukan bagaimana crab mentality dapat menghambat proses pengembangan diri individu. Kesimpulan, Fenomena crab mentality bukan hanya sekedar perilaku iri atau kompetisi tidak sehat, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan psikologis dan segala yang terjadi dalam lingkungan kerja. Saat ini, fenomena ini masih terjadi di berbagai perusahaan, khususnya dalam lingkungan kerja dengan peran pimpinan dan manajemen SDM yang tidak baik. Saran Penelitian bagi karyawan perlu meningkatkan kecerdasan emosional dan ketahanan mental, bagi perusahaan harus mampu memberikan pelatihan kepemimpinan, menyediakan program pengembangan diri bagi karyawan, dan bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti lewat sudut pandang ‘pelaku’ crab mentality dengan mempertimbangkan metode penelitian lain seperti studi fenomenologi, studi kasus, hingga pendekatan kuantitatif

    Adaptasi Budaya Pada Pasangan Pernikahan Multikultural

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memahami pengalaman subjektif pasangan pernikahan multikultural yaitu Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) dalam adaptasi budaya. Subfokus yang digunakan terdiri dari proses adaptasi budaya, motif, makna, dan pengalaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan dipilih melalui teknik snowball, terdiri dari enam informan, diantaranya pasangan pernikahan multikultural, teman dekat pasangan multicultural tersebut, dan ahli komunikasi antarbudaya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses adaptasi budaya terjadi melalui fase honeymoon, fase frustration, fase readjustment, dan fase resolution. dan akhirnya mencapai keseimbangan dalam kehidupan bersama; (2) Motif adaptasi budaya didorong oleh pengalaman masa lalu, tujuan masa depan, serta nilai, kepercayaan, cinta, dan komitmen pasangan dalam menjaga keharmonisan hubungan; (3) Makna adaptasi budaya yaitu adaptasi budaya sebagai sebagai proses pembelajaran berkelanjutan yang memperkaya hubungan, memperkuat identitas budaya, dan membangun harmoni dalam kehidupan pernikahan; (4) Pengalaman adaptasi budaya merupakan tantangan dan pembelajaran serta pengaruh positif budaya pasangan. Kesimpulan penelitian, adaptasi budaya pada pasangan pernikahan multikultural adalah proses dinamis yang melibatkan pembelajaran, komunikasi, dan penyesuaian, sehingga pasangan dapat menghadapi tantangan budaya dan membangun identitas bersama yang harmonis. Saran penelitian, pasangan pernikahan multikultural lebih mengedepankan komunikasi terbuka, saling menghargai perbedaan, dan membangun dukungan sosial guna memperkuat hubungan

    Strategi Komunikasi Yayasan Open Heaven Untuk Meningkatkan Pemahaman Firman Tuhan Bagi Jemaat Kristen Protestan Di Kota Denpasar

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Strategi Komunikasi Yayasan Open Heaven dalam Meningkatkan Pemahaman Firman Tuhan Bagi Jemaat Kristen Protestan di Kota Denpasar. Subfokus yang digunakan terdiri dari Analisis komunikasi, Perancangan, Tindakan, dan Penilaian kembali Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dipilih melalui teknik purposif, terdiri dari Ketua Umum, Ketua Cabang, dan Sekretaris Yayasan Open Heaven sebagai informan kunci. Peneliti memilih Jemaat Yayasan Open Heaven Denpasar dan Followers Instagram @foundationopenheaven sebagai informan pendukung. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa (1) Analisis komunikasi Yayasan Open Heaven adalah penggunaan Bahasa Alktiabiah, pendekaran secara personal, delegasi tugas, penggunaan konten media sosial, berkhotbah dalam ibadah, dan juga menanamkan nilai- nilai yang sesuai dengan firman Tuhan; (2) Perancangan yang dilakukan Yayasan Open Heaven terkait firman Tuhan yang disampaikan dalam khotbah dengan mempertimbangkan relevansi dengan jemaat yang memiliki latar belakang berbeda (umur, pendidikan, dan wialayah geografis) agar pesan firman Tuhan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh jemaat; (3) Tindakan yang dilakukan Yayasan Open Heaven melalui program Breakthrough Worship, Strategic Hour, Apostolic Academy, Apostolic Class, One on One session, Workshop Open Heaven, Theological School, One Minute Rhema dan We Care; (4) Penilaian Kembali dilakukan Yayasan Open Heaven untuk menerima masukan dari jemaat dan melakukan perbaikan dalam program-program serta strategi komunikasi untuk dilakukan pada masa mendatang. Proses evaluasi dilakukan melalui rapat triwulan (setiap tiga bulan) untuk menampung aspirasi serta peninjauan ulang mengenai program yang telah dilaksanakan serta perbaikan untuk meningkatkan kualitas dari program yang dilaksanakan Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Yayasan Open Heaven dianggap mampu meningkatkan pemahaman jemaat tentang firman Tuhan dengan menggunakan berbagai cara, dari mulai pendekatan personal, penggunaan pesan yang mudah dipahami, memanfaatkan media sosial dan program ibadah. Saran penelitian, Yayasan Open Heaven dapat mengoptimalkan penggunaan media sosial untuk memperluas jangkauan strategi komunikasi kepada jemaatnya. Instagram, YouTube, dan WhatsApp dioptimalkan untuk menyebarkan berbagai konten rohani yang menarik dan relevan

    Perancangan Promosi Coworking Space Co&Co Bandung

    No full text
    Adanya kebiasaan baru akibat pandemi dan meningkatnya fleksibilitas kerja global mendorong terciptanya permintaan ruang kerja bersama sebagai solusi tempat kerja yang saling melengkapi guna memfasilitasi produktivitas dan kolaborasi. CO&CO Bandung merupakan ruang kerja bersama yang menawarkan berbagai fasilitas untuk melayani kebutuhan profesional, pekerja lepas, dan komunitas kreatif. Namun, masih banyak calon pengguna yang belum mengetahui keberadaan dan manfaat CO&CO. Oleh karena itu, diperlukan promosi yang efektif agar target audiens semakin mengenal dan tertarik dengan CO&CO. Desain promosi ini menggunakan pendekatankomunikasi visual strategis yang dikenal dengan model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share). Media utama yang digunakan dalam desain ini meliputi video promosi, situs web, media sosial, dan media cetak lainnya seperti X-banner dan brosur. Semua media ini dirancang secara persuasif, informatif, dan komunikatif yang sesuai dengan karakter target audiens. Pemilihan tipografi, warna, serta elemen visual lainnya juga telah disesuaikan agar dapat mencerminkan identitas CO&CO dan menarikaudiens secara efektif

    Perlindungan Hukum Konsumen Terhadap Barang Yang Dibeli Tidak Sesuai Dengan Gambar Pada Belanja Online Dihubungkan Dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Infromasi Dan Transaksi Elektronik (Ite)

    No full text
    Diera teknologi sekarang perkembangan sudah terjadi pada semua aspek khususnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi yang sangat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan Masyarakat. Hari ini di Indonesia sudah sangat populer dan sudah banyak toko online yang dimana penjual dan pembeli melakukan transaksi melalui media elektronik tanpa harus bertemu tatap muka secara langsung, hal ini sering disebut dengan e-commerce. E-commerce memberikan beberapa keuntungan misalnya efisiensi waktu baik dalam proses pembelian barang, pembayaran barang, dan penerimaan barang. Meskipun e-commerce mempunyai banyak keuntungan banyak juga kekurangannya yang menjadi kekurangannya adalah seringnya terjadi penipuan terutama pada ketidaksesuaian barang antara yang diterima konsumen dengan apa yang dipesan oleh konsumen hal ini sudah sering terjadi dilakukan oleh pelaku usaha jual beli online. Jual beli online dilakukan oleh konsumen dan produsen melalui media elektronik dan ini tentu saja dilindungi oleh Undang-Undang. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Undang-Undang ini memberikan perlindungan yang kuat kepad pihak konsumen sebagai pihak yang dirugikan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis normatif yaitu prosedur ilmiah untuk menemukan kebenaran berdasarkan logika keilmuan hukum dari sisi normatifnya, dengan metode pendekatan deskriptif analisis yaitu dengan cara menggambarkan data dan fakta terkait perlindungan konsumen terhadap barang yang dibeli tidak sesuai dengan gambar berdasarkan ketentuan Undang-Undang yang berlaku, buku jurnal dan lainnya. Hasil dari penelitian ini bahwa perlindungan konsumen diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, yang memberikan perlindungan hukum terhadap konsumen melalui lembaga Badan Penyelesaian Sengketa dengan cara melaporkan kepada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dengan membawa bukti dan fakta yang ada, dan transaksi terjadi melalui media elektronikm maka diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pelaku usaha harus melaksanakan tanggung jawab hukumnya yaitu memberikan ganti rugi yang berupa penggantian barang atau pengembalian uan, serta mematuhi putusan pengadilan apabila dibawah kedalam pengadilan

    0

    full texts

    16,520

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Elibrary UNIKOM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇