Elibrary UNIKOM
Not a member yet
    16520 research outputs found

    Strategi Komunikasi Lingkungan Oleh Pelaku Usaha Barang Bekas Dalam Mengurangi Limbah Tekstil Di Kota Cirebon

    No full text
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan volume limbah tekstil di Kota Cirebon yang memerlukan solusi efektif untuk menguranginya. Pelaku usaha barang bekas di Kota Cirebon memainkan peran penting dalam mengurangi limbah melalui praktik daur ulang dan penjualan barang bekas, yang juga melibatkan strategi komunikasi lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi (1) sasaran komunikasi, mengkaji (2) pesan yang disampaikan, serta menganalisis (3) media komunikasi yang digunakan oleh pelaku usaha barang bekas di Kota Cirebon dalam upaya mereka mengurangi limbah tekstil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan Teknik Puposive Sampling. Terdiri dari 2 infroman kunci yaitu pelaku usaha barang bekas di bidang fashion yang aktif menggunakan instagram dan 3 informan pendukung yaitu konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku usaha berhasil menetapkan sasaran komunikasi yang tepat, menyusun pesan yang relevan dan persuasif, serta memanfaatkan berbagai media komunikasi seperti media sosial, media cetak, dan media elektronik secara efektif. Kolaborasi dengan komunitas lokal dan penyelenggaraan acara,langsung juga memperkuat dampak komunikasi yang dilakukan. Strategi komunikasi lingkungan yang diterapkan oleh pelaku usaha barang bekas di Kota Cirebon telah berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan daur ulang, sekaligus mengurangi volume limbah tekstil secara signifikan. Kesimpulan penelitian bahwa usaha barang bekas di Cirebon umumnya menargetkan pelanggan individu yang mencari barang dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik. Lalu pesan utama yang disampaikan adalah tentang keberlanjutan dan pengurangan dampak lingkungan melalui penggunaan barang bekas dan Banyak pelaku usaha menggunakan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok untuk mempromosikan produk mereka. Media sosial ini efektif dalam menjangkau audiens yang lebih luas dan memungkinkan interaksi langsung dengan pelanggan. Saran, pelaku usaha disarankan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi digital, seperti e-commerce dan aplikasi mobile, guna memperluas jangkauan pemasaran barang bekas sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya daur ulan

    Proses Komunikasi Intrapersonal Mahasiswa Gap Year Dalam Membangun Motivasi Untuk Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi Strata Satu Di Kota Bandung

    No full text
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi intrapersonal mahasiswa Gap Year dalam membangun motivasi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi strata satu di Kota Bandung. Subfokus yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensasi, persepsi, memori dan berpikir. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan Metode Penelitian Deskriptif. Informan dipilih melalui Teknik Purposive Sampling dan snowball sampling, terdiri dari enam informan kunci, yang merupakan mahasiswa Gap Year dan yang sedang mengalami masa Gap Year. Serta lima informan pendukung yang merupakan teman, keluarga dari mahasiswa Gap Year dan psikolog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan durasi Gap Year di antara para informan, mengalami kesamaan dalam sensasi awal yang dirasakan. Sensasi Mahasiswa Gap Year sangat dipengaruhi oleh rangsangan eksternal. Mereka seringkali mendapatkan inspirasi dari apa yang mereka lihat dan dengar, seperti kesuksesan orang lain di media sosial atau komentar dari lingkungan sekitar. Sensasi ini menjadi titik awal bagi mereka untuk mempertimbangkan melanjutkan studi. Persepsi mahasiswa Gap Year terhadap pendidikan tinggi terbentuk secara bertahap melalui pengalaman. Pengalaman bekerja, interaksi sosial, dan informasi dari lingkungan membentuk pandangan mereka tentang pentingnya pendidikan tinggi. Seiring waktu, persepsi ini semakin matang dan mempengaruhi motivasi mereka. Memori yang diingat baik pengalaman positif maupun negatif selama masa Gap Year, tersimpan dalam ingatan dan dapat menjadi sumber motivasi yang kuat. Mahasiswa seringkali mengingat kembali pengalaman-pengalaman ini untuk menguatkan tekad mereka dalam melanjutkan studi. Motivasi mahasiswa Gap Year tidak hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal, tetapi juga oleh proses berpikir, Self-talk, keraguan, dan overthinking adalah hal yang umum dialami. Namun, mereka juga mampu memanfaatkan memori untuk mengolah informasi dan menghubungkannya dengan tujuan masa depan. Dukungan sosial dari keluarga dan teman membantu mereka mengatasi hambatan dan membuat keputusan yang lebih rasional. Peneliti menyimpulkan bahwa secara keseluruhan, motivasi mahasiswa Gap Year adalah hasil dari interaksi kompleks antara faktor eksternal dan internal. Pengalaman sensorik, persepsi yang berkembang, memori yang kuat, dan proses berpikir yang aktif saling mempengaruhi dalam membentuk keputusan untuk melanjutkan studi. Peneliti menyarankan mahasiswa Gap Year untuk memiliki tujuan yang jelas dan terukur, karena menetapkan tujuan yang jelas akan membantu tetap termotivasi

    Bauran Komunikasi Pemasaran Corellia Wedding Art Dalam Mempertahankan Pasar Undangan Pernikahan Konvensional Pada Era Undangan Digital Di Kota Bandung

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Bauran Komunikasi Pemasaran Corellia Wedding Art Dalam Mempertahankan Pasar Undangan Pernikahan Konvensional Pada Era Undangan Digital di Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab fokus penelitian yang ditetapkan 5 subfokus: periklanan, pemasaran langsung, promosi penjualan, pemasaran interaktif dan hubungan masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang menggunakan teknik pengumpulan data berupa referensi buku, internet searching, skripsi terdahulu dan jurnal. Studi lapangan wawancara mendalam, observasi non partisipan, dan dokumentasi. Melalui teknik purposive sampling, diperoleh dua informan kunci dan tiga informan pendukung. Uji keabsahan data menggunakan uji credibility berupa triangulasi data dan membercheck. Teknik analisis data yang dilakukan pengumpulan data/reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Periklanan menggunakan media sosial dan media cetak, jenis iklannya yaitu iklan standar dan pelayanan masyarakat. Target audiensnya usia 25-30 dan secara geografis algoritma pada media sosial ialah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pemasaran Langsung memanfaatkan sosial media Whatsapp dan direct message Instagram dan memanfaatkan telepon langsung untuk menjelaskan produk secara detail. Promosi Penjualan memanfaatkan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook dengan mengikuti tren dan hype, seperti diskon Hari Kemerdekaan, Hari Valentine, tanggal cantik, serta menggunakan lagu dan hashtag viral. Bentuk promosi penjualan yang digunakan meliputi diskon, voucher, penawaran khusus, dan bundling. Pemasaran Interaktif rutin mengikuti event-event pernikahan kecil maupun besar dan juga manfaatkan sosial media Instagram untuk melayani dan berinteraksi dengan pelanggan. Hubungan Masyarakat secara konsisten mengunggah konten interaktif dan edukasi tentang pernikahan dan kartu undangan konvensional dan membagikan tissue alcohol swab sebagai bentuk campaign hubungan masyarakat. Kesimpulan Bauran Komunikasi Pemasaran Corellia Wedding Art yang terdiri dari Periklanan, Pemasaran Langsung, Promosi Penjualan, Pemasaran Interaktif, dan Hubungan Masyarakat sudah dilakukan dengan baik dan inovatif. Mereka sudah berupaya untuk selalu up to date dalam memilih media periklanan, mengikuti tren dan hype dalam membuat promosi, rutin mengikuti event-event pernikahan, juga secara konsisten menjaga kualitas kartu undangan, desain yang elegant dan kekinian, sehingga Corellia Wedding Art dapat mempertahankan undangan konvensional pada era undangan digital di Kota Bandung. Saran Mengeksplorasi waktu lain untuk menjangkau audiens yang berbeda dengan menyertakan iklan pada pagi hari dan larut malam pada media sosial

    Strategi Komunikasi Melalui Konten Media Sosial Instagram @Youthalive.Nlc Dalam Mendorong Pertumbuhan Dan Retensi Pengikutnya

    No full text
    Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mendeskripsikan Strategi Komunikasi Melalui Konten Media Sosial Instagram @Youthalive.nlc Dalam Mendorong Pertumbuhan dan Retensi Pengikutnya, peneliti ini ingin mengetahui strategi apa yang dilakukan @youthalive.nlc tentang sharing, optimizing, manage dan engage yang dilakukan oleh @youthalive.nlc Pendekatan pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan deskriptif. menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu membagikan konten yang efektif dan menarik, mengoptimalkan konten dengan strategi IGRC (Interactive, Gospel, Recap, and Creative) secara konsisten, mengelola konten dengan content planning bulanan dan komitmen melibatkan pengikut untuk menciptakan interaktif aktif

    Strategi Komunikasi Pemasaran Pt Indonesia Comnet Plus Dalam Meningkatkan Brand Awareness Iconnet Di Kota Bandung

    No full text
    Penelitian ini dilakukan guna mengetahui Strategi Komunikasi Pemasaran PT Indonesia Comnet Plus dalam Meningkatkan Brand Awaraness Iconnet di kota Bandung. Sub fokus yang digunakan adalah Periklanan, Promosi Penjualan, Hubungan Masyarakat dan Publisitas, Penjualan Personal dan Pemasaran Langsung. Pendekatan Penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan studi lapangan. Informan penelitian dipilih dengan teknik snowball sampling. Uji keabsahan data dengan membercheck dan triangulasi. Teknik analisa data dilakukan dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian, PT Indonesia Comnet Plus melakukan Periklanan menggunakan Instagram Ads dan Facebook Ads, untuk media offline menggunakan roundtag dan brosur dan disebarluaskan di daerah coverage (cakupan) jaringan Iconnet. Promosi Penjualan dilakukan dengan menyediakan paket bundling dengan potongan harga dan memberikan hadiah kepada pelanggan existing. Hubungan Masyarakat dan Publisitas dilakukan dengan mengadakan event dan bekerja sama dengan media berita lokal untuk publikasi. Penjualan Personal dilakukan dengan cara door to door ke daerah coverage jaringan Iconnet, Pemasaran Langsung dengan menggunakan telemarketing maupun direct mail belum dilakukan oleh PT Indonesia Comnet Plus. Kesimpulan penelitian adalah PT.Indonesia Comnet Plus telah melakukan strategi komunikasi pemasaran dengan baik di kota Bandung namun saat ini belum dijadikan prioritas utama karena STP (Segmenting, Targeting, Positioning) dari perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Iconnet saat ini masih berada pada tingkatan Unaware of Brand karena jumlah pengguna Iconnet di kota Bandung saat ini hanya 1.610. Saran Penelitian adalah agar Iconnet dapat menyebarluaskan jaringan di kota Bandung dan bersaing dengan kompetitor yang ada dengan menonjolkan keunggulan yang dimiliki oleh produk dan bekerja sama dengan influencer untuk mempromosikan produk

    Proses Adaptasi Budaya Anggota Ikatan Warga Saniangbaka (Iws) Dengan Masyarakat Di Perantauan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses adaptasi komunikasi dan budaya yang terjadi pada anggota Ikatan Warga saniangbaka (IWS) dengan masyarakat tempatan. Untuk menjelaskan proses adaptasi pada penelitian ini peneliti menggunakan sub fokus pada aspek tahapan, tahapan komunikasi pembelajaran, tahapan komunikasi akulturasi, tahapan komunikasi peluluhan dan tahapan komunikasi asimilasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, Penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dan memperoleh 8 informan diantaranya empat informan kunci dan empat informan pendukung. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan melibatkan Studi Pustaka, Wawancara Mendalam, Observasi, dan Dokumentasi. Proses analisis data mencakup tahapan pencarian data, pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini dengan menetapkan konsep komunikasi pembelajaran, komunikasi akulturasi, komunikasi peluluhan dan komunikasi asimilasi. IWS yang merantau di Bandung dan Daerah Istimewa Yogyakarta secara sukses dapat melewati dan mencapai tahapan adaptasi budaya komunikasi pembelajaran, komunikasi akulturasi, dan komunikasi peluluhan dengan baik secara sukses, namun gagal di tahap komunikasi asimilasi. IWS masih menggunakan bahasa, kebudayaan dan kesehari-harian dengan budaya asal, mereka menerima budaya baru tanpa meninggalkan secara utuh kebudayaan asal. Kesimpulan dari penelitian ini proses adaptasi yang terjadi pada IWS yang melakukan perantauan di Bandung maupun Daerah Istimewa Yogyakarta terjalin dengan sukses pada komunikasi pembelajran, komunikasi akulturasi, dan komunikasi peluluhan. Namun gagal di tahap komunikasi asimilasi karena budaya asal tidak ditinggalkan secara penuh oleh IWS yang merantau di Bandung maupun Daerah Istimewa Yogyakarta. Saran dari penelitian adalah agar Organisasi IWS dapat lebih memperhatikan dari segi administratif organisasi, IWS juga dapat lebih memperkuat interaksi dengan masyarakat tempatan agar mempermudah proses adaptasi

    Strategi Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Dalam Penanggulangan Kasus Stunting Di Desa Kertajaya Kecamatan Padalarang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam penanggulangan stunting di Desa Kertajaya. Stunting merupakan masalah kesehatan yang serius karena berdampak pada pertumbuhan anak jangka panjang. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah setempat dalam mencegah dan menurunkan angka stunting. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi studi pustaka dan studi lapangan, dengan teknik pengumpulan informan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menerapkan berbagai program penanggulangan stunting di Desa Kertajaya, seperti pemberian makanan tambahan dan edukasi gizi untuk ibu hamil serta menyusui. Program-program ini telah memberikan dampak positif dalam upaya mengurangi angka stunting di desa tersebut. Namun, masih terdapat tantangan yang perlu diatasi, seperti kurangnya koordinasi antara instansi terkait dan keterbatasan sumber daya yang tersedia.Meskipun hasil yang dicapai sudah cukup baik, penelitian ini menyarankan adanya peningkatan koordinasi lintas sektor dan alokasi sumber daya yang lebih optimal untuk mencapai hasil yang lebih signifikan. Selain itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan pemantauan program secara berkala juga penting untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program dalam jangka panjang. Dengan perbaikan-perbaikan ini, diharapkan upaya penanggulangan stunting di Desa Kertajaya dapat berjalan lebih efektif dan memberikan hasil yang lebih optimal bagi masyarakat. Kesimpulannya, upaya pencegahan stunting di Desa Kertajaya telah membuahkan hasil positif, namun perlu ditingkatkan koordinasi dan alokasi sumber daya untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Saran penelitian ini meliputi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pemantauan dan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni Di Desa Sekarwangi Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung

    No full text
    Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perbaikan kondisi tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak program tersebut terhadap pemberdayaan masyarakat di Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Melalui program ini, pemerintah berusaha memastikan bahwa setiap warga memiliki tempat tinggal yang layak dan aman. Penelitian ini menggunakan teori Pemberdayaan Masyarakat dari Edi Suharto (2010:37-38) dengan lima indikator: pengembangan potensi, kemampuan, perlindungan, dukungan, dan pemeliharaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling untuk masyarakat dan aparatur Desa Sekarwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program RUTILAHU berkontribusi signifikan terhadap pemberdayaan masyarakat di Desa Sekarwangi.Dampak positif ini menunjukkan bahwa program RUTILAHU memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara holistik. Terlepas dari keberhasilan tersebut, terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan, khususnya terkait jumlah dana stimulan yang terkadang tidak mencukupi, sehingga menghambat penyelesaian perbaikan rumah tepat waktu atau sesuai standar. Kondisi ini mengindikasikan perlunya evaluasi dan penyesuaian lebih lanjut terhadap program untuk memastikan efektivitasnya dalam mencapai tujuan pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh. Dengan perbaikan berkelanjutan, program RUTILAHU diharapkan dapat terus memberikan manfaat optimal bagi masyarakat yang membutuhka

    Strategi Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Dalam Pengelolaan Wisata Alam

    No full text
    Kabupaten Bandung Barat memiliki potensiali wisata dengan 155 destinasi wisata. Namun, terdapat tantangan dalam pengelolaan terkhusus wisata alam, termasuk kurangnya pemeliharaan infrastruktur dan keterbatasan dalam strategi promosi digital.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui, menganalisis, mendalami, mengartikan dan menginterpretasikan strategi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat dalam pengelolaan wisata alam. Teori yang Digunakan Penelitian strategi pemerintah dari Geoff Mulgan. Geoff Mulgan mengatakan bahwa perlu diperhatikan oleh pemerintah secara sistematis meliputi lima indikator: tujuan, lingkungan, pengarahan, tindakan, dan pembelajaran. Metode menggunakan metode deskriptif (descriptive research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi studi pustaka dan studi lapangan, dengan teknik pengumpulan informan menggunakan purposive sampling. Hasil bahwa Strategi Pemerintah daerah Kabupaten Bandung Barat dalam pengelolaan wisata alam menunjukkan keberhasilan dalam perencanaan, koordinasi, dan pembelajaran. Namun, masih terdapat hambatan dalam implementasi dan pengembangan infrastruktur. Pendekatan adaptif melalui evaluasi rutin dan sistem penghargaan telah diterapkan, tetapi masih diperlukan penyesuaian untuk mengatasi kesenjangan komunikasi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan secara keseluruhan. Penelitian ini merekomendasikan pembaruan regulasi, peningkatan keterlibatan masyarakat, penguatan kerjasama dengan sektor swasta, optimalisasi teknologi digital, dan pengembangan kapasitas internal untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan wisata alam di Kabupaten Bandung Barat

    Bandung Symphony Orchestra

    No full text
    Musik orkestra di Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan, seiring dengan meningkatnya kolaborasi antara orkestra dan seniman lokal. tren ini terlihat dari semakin banyaknya grup orkestra yang menggabungkan unsur-unsur budaya lokal, seperti alat musik tradisional dan tema-tema yang terinspirasi dari budaya setempat. Bandung, selain Jakarta, turut berperan dalam memajukan industri musik orkestra dengan banyaknya grup musik orkestra aktif seperti Bandung Philharmonic dan Orchestra Simfonia Kota Bandung. Meskipun demikian, Bandung masih menghadapi keterbatasan infrastruktur yang memadai untuk mendukung pertunjukan musik orkestra secara optimal. Masalah utama yang dihadapi meliputi akustik yang kurang baik, kapasitas gedung yang tidak sesuai, dan tata letak ruang yang tidak ideal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah gedung pertunjukan musik orkestra yang ideal di Bandung, dengan pendekatan tema "Harmony". Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan desain yang menggabungkan keindahan dan kompleksitas yang mencerminkan musik orkestra. Analisis lokasi dan lingkungan sekitar dilakukan untuk memastikan bahwa gedung ini dapat mendukung fungsi utamanya sebagai tempat pertunjukan orkestra, sekaligus berfungsi sebagai pusat kegiatan budaya di luar jadwal pertunjukan. Proyek ini juga dirancang dengan mempertimbangkan kenyamanan pengguna, sirkulasi, tata ruang, serta penggunaan material yang mendukung kualitas akustik dan suasana

    0

    full texts

    16,520

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Elibrary UNIKOM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇