Elibrary UNIKOM
Not a member yet
16520 research outputs found
Sort by
Dampak Perubahan Sosial Budaya Pada Bentuk Dan Material Barongsai Di Kota Pontianak
Kota Pontianak merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Barat yang diduduki oleh berbagai macam suku dan budaya. Terdapat tiga suku utama yang ada di Kota Pontianak yang disebut Tidayu, (Tionghoa, Dayak, dan Melayu). Kota Pontianak sangat dekat dengan Kota Singkawang yang dikenal dengan kota amoy dikarenakan mayoritas penduduk yang tinggal di Kota Singkawang adalah Tionghoa. Kesenian dan kebudayaan yang ada di Kota Pontianak merupakan warisan turun-temurun yang hingga saat ini masih dilestarikan, salah satunya kesenian Barongsai yang dapat disaksikan di hari besar Imlek yang diagendakan pada setiap tahunnya oleh masyarakat Tionghoa. Penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya mengenai kesenian Barongsai terbilang banyak dalam hal sejarah masuknya budaya tersebut, namun penelitian mengenai perubahan material dan bentuk dari Barongsai belum ada. Penelitian mengenai perubahan bentuk dan material dari Barongsai dilakukan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat dengan objek barongsai yang digunakan oleh PLBSI Kalimantan Barat dengan menggunakan metode triangulasi data. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendalami perubahan dari barongsai dalam segi evolusi, difusi dan inovasi material dan bentuknya untuk mengetahui perubahan apa saja yang terjadi
Kajian Konsep Patempatan Sebagai Refleksi Nilai Kasundaan Dalam Konteks Modernisasi Rumah Tinggal Di Kampung Adat Cikondang
Kampung adat Cikondang memiliki pola tata kampung yang berbeda karena terbagi mejadi dua wilayah yaitu wilayah adat dan wilayah pemukiman. Hal tersebut terjadi karena masyarakat adat Cikondang sudah beradaptasi dengan modernisasi yang terlihat dari bentuk bangunan tempat tinggal yang didominasi oleh bangunan berbentuk modern. Hal tersebut menjadi sesuatu yang menarik untuk diteliti untuk melihat bagaimana relasi salah satu nilai kasundaan yaitu konsep patempatan dengan kondisi kampung adat Cikondang saat ini. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mencari keterkaitan konsep patempatan dengan konsep rumah tinggal masyarakat di wilayah pemukiman yang sudah beradaptasi dengan modernisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksplanatori agar dapat menerangkan peristiwa atau keadaan yang terjadi di kampung adat Cikondang saat ini yaitu kondisi fisik di wilayah adat maupun keadaan di wilayah pemukiman yang meliputi kondisi lingkungan, bentuk fisik bangunan rumah tinggal dan bentuk fisik bangunan rumah adat sehingga dapat dikaji perbedaan dan perubahannya akibat adaptasi masyarakat terhadap modernisasi. Pencarian data diperoleh melalui pengamatan / observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi serta studi literatur sebagai tambahan sumber informasi. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori kebudayaan sebagai teori utama dan teori patempatan serta teori perubahan kebutuhan sebagai teori pendukung. Hasil dari penelitian ini berupa temuan masih adanya relasi konsep patempatan sebagai refleksi nilai kasundaan yang meski sudah terjadi perubahan fisik yang terlihat pada konsep pola tata kampung dan konsep rumah tinggal di kampung adat Cikondang. Pada penelitian ini dapat disimpulkan Dalam kajian modernisasi rumah tinggal, terdapat perubahan dan penyesuaian yang didasari oleh perubahan kebutuhan, pola aktivitas masyarakat, dan zaman yang berpengaruh terhadap eksistensi komponen pendukung rumah yang berelasi dengan konsep luhur- handap, implementasi konsep filosofis rumah, perubahan konsep bentuk rumah, penyesuaian material dan warna rumah yang berelasi dengan konsep kaca-kaca serta penyesuaian pola tata ruang rumah yang berelasi dengan konsep wadah-eusi dan kaca-kaca. Kampung adat Cikondang memiliki pola kampung tipe linear yang menyesuaikan dengan bentuk kontur kampung. Dari segi orientasi bangunan, baik rumah adat maupun rumah tinggal warga di wilayah pemukiman menghadap ke arah utara karena masyarakat adat Cikondang meyakini arah selatan merupakan arah yang terlarang atau pamali karena merupakan lokasi makam leluhur. Kampung adat Cikondang juga berelasi dengan teori patempatan yang terdiri dari konsep lemah-cai, luhur-handap, wadah-eusi, dan kaca-kaca yang dimanifestasikan pada pola tata kampung dan komponen pendukung pada rumah rumah adat maupun rumah tinggal warga
Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia Sebagai Pemoderasi Dampak Transformasi Digital Dan Work From Anywhere Terhadap Pemantauan Produktivitas Karyawan Pada Bancassurance Specialist Pt Bni Life Wilayah Bandung
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi manajemen sumber daya manusia memoderasi pengaruh antara transformasi digital dan work from anywhere terhadap produktivitas karyawan pada Bancassurance Specialist PT BNI Life Wilayah Bandung. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang menggabungkan metode penelitian deskriptif dan verifikatif, penelitian ini mengumpulkan data primer melalui distribusi kuesioner kepada 103 karyawan divisi Bancassurance Specialist PT BNI Life Wilayah Bandung. Analisis dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) yang diuji menggunakan software LISREL 8.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap transformasi digital, work from anywhere, dan produktivitas karyawan secara independensi pada Bancassurance Specialist PT BNI Life Wilayah Bandung. Serta, strategi manajemen sumber daya manusia secara signifikan memoderasi hubungan antara antara transformasi digital dan work from anywhere terhadap produktivitas karyawan pada Bancassurance Specialist PT BNI Life Wilayah Bandung secara linier. Penelitian ini diharapkan dapat membantu PT BNI Life Wilayah Bandung dalam memperkuat dampak transformasi digital dan kebijakan WFA terhadap produktivitas karyawan melalui penerapan strategi manajemen SDM yang efektif. Dengan fokus pada pelatihan berkelanjutan, dukungan teknis, serta pengembangan kebijakan insentif yang terkait dengan kinerja digital dan WFA, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan adaptasi karyawan terhadap teknologi baru, kesejahteraan kerja, dan efektivitas pengawasan kinerja
Audit Tata Kelola Case Management System (Cms) Pada Kejaksaan Negeri Indramayu Menggunakan Framework Cobit 5
Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja dari Case Management System (CMS) pada Kejaksaan Negeri Indramayu, dengan menentukan domain proses dan juga melihat tingkat kemampuan (Capability Level) sehingga menghasilkan rekomendasi usulan-usulan perbaikan terhadap Tata Kelola CMS. Framework yang digunakan yaitu COBIT 5, dengan fokus pada domain EDM04, APO01, APO07, dan BAI04. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, yaitu mengumpulkan data dari hasil pengamatan lalu menyebar kuisioner serta melakukan observasi dan wawancara responden yang dipilih sesuai RACI chart. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat capability level CMS pada Kejaksaan Negeri Indramayu saat ini berada pada angka 1 atau pada level 1 (Performed Process). Namun level ini masih belum memenuhi ekspektasi capability, dimana masih terdapat gap sebesar 2. Untuk mencapai capability level yang diharapkan yakni pada level 3 (Established Process), terdapat beberapa rekomendasi. Pada EDM04 fokus pada monitoring manajemen sumber daya, pada APO01 berfokus menjaga tingkat kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur, pada APO07 fokus analisa secara berkala terhadap kekurangan sumber daya, dan pada BAI04 fokus menganalisa laporan evaluasi teknologi informasi (hardware dan software) yang dapat ditingkatkan untuk membantu pada Tata Kelola CMS pada Kejaksaan Negeri Indramayu tentunya agar dapat mencapai capability level yang diharapkan
Pendekatan Metode Ward And Peppard Dan Anita Cassidy Dalam Perencanaan Strategi Bisnis Si/Ti Untuk Optimalisasi Kinerja Organisasi
Pesatnya perkembangan industri juga memberikan dampak dalam tumbuhnya inovasi teknologi informasi dan sistem informasi, hal ini menyebabkan perusahaan dituntut untuk dapat bersaing dengan terobosan serta inovasi dalam memanfaatkan SI/TI yang dimiliki. CV. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyedia spareparts garmen dan tekstil dalam perjalanan perkembangan bisnisnya masih mencari calon konsumen tanpa memiliki strategi SI yang jelas untuk mendukung bisnisnya serta belum memiliki perencanaan strategi SI/TI untuk bisnis kedepannya dan mengembangannya dikarenakan masih menitik beratkan fokus mencari calon konsumen tanpa adanya strategi pendukung. Namun dalam perencanaan strategi SI/TI terdapat tantangan dalam pengelolaan biaya dan anggaran agar efektif dan tepat sasaran. Berdasarkan permasalahan tesebut digunakan pendekatan metode Ward and Peppard untuk perencanaan SI/TI agar selaras dengan bisnis dan terintegrasi antar proses bisnis untuk meningkatkan efisiensi kinerja dalam mencapai tujuan visi misi serta meningkatkan daya saing dan metode Anita Cassidy untuk mengetahui anggaran, biaya, serta resources yang diperlukan dalam rencana pengembangan SI. Berdasarkan hasil yang dilakukan dengan melakukan analisis bisnis internal dapat menenentukan solusi strategi SI/TI pada CV.XYZ yang tepat dan selaras dengan kebutuhan perusahaan serta dengan menerapkan hasil analisis bisnis eksternal dapat menghasilkan solusi yang dapat menjadikannya sebagai strategi dalam menghadapi para kompetitor. Dalam solusi SI/TI yang telah dirumuskan dalam analisis sebelumnya membutuhkan anggaran sebesar Rp. 176.620.968 apabila proyek SI/TI tersebut di laksanakan secara terus menerus selama sebelas bulan dan membutuhkan biaya Rp. 4.809.900 perbulannya setelah proyek SI/TI tersebut selesai
Pengukuran Tingkat Keselarasan Strategi Si/Ti Dengan Strategi Bisnis Berdasarkan Strategic Alignment Maturity Model (Samm)
Mengetahui tingkat kematangan merupakan hal yang penting bagi perusahaan. Tingkat kematangan penting untuk diketahui agar perusahaan mendapat informasi terkait seberapa baik pengelolaan teknologi informasi di sebuah organisasi. Informasi tersebut berguna untuk memperbaiki proses TI agar nilai TI dan kinerja perusahaan meningkat. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk melakukan penilaian kematangan keselarasan strategi SI/TI dengan strategi bisnis di PT Dirgantara Indonesia. Pengukuran ini bertujuan memberikan informasi kepada manajemen PTDI mengenai tingkat keselarasan strategi SI/TI dengan strategi bisnis yang terjadi saat ini. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi berupa usulan aktivitas perbaikan keselarasan strategi SI/TI dengan strategi bisnis dengan tujuan peningkatan nilai TI dan peningkatan kinerja PTDI. Hasil pengukuran tingkat kematangan keselarasan strategi SI/TI dengan strategi bisnis yang diperoleh di PTDI yaitu berada pada nilai 3,36 (Established Process) Secara umum, tingkat kematangan ini sudah memusatkan tata kelola, proses, dan komunikasi ke arah tujuan bisnis tertentu dan TI juga sudah menjadi partner bisnis yang dapat diandalkan
Analisis Segmentasi Pasar Berdasarkan Penjualan Produk Menggunakan Metode Clustering K-Means, K-Medoids Dan Agglomerative Hierarchical Clustering
Jiwalu merupakan toko yang beroperasi di bidang kartu dan voucher perdana data/internet broadband, electronic, networking, gadget, accessories komputer & handphone, packaging dan pertukangan. Pengelolaan penjualan produk terhadap pasar merupakan faktor yang sangat penting pada kesuksesan toko. Namun setiap produk memiliki penjualan yang berbeda, sehingga perlu dilakukan analisis segmentasi pasar yaitu dengan cara mengelompokan produk dan mengidentifikasi segmen-segmen pada pasar. Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimalkan strategi pemasaran dalam mengambil keputusan yang strategis sesuai dengan segmen pasar yang berbeda untuk lebih memahami kebutuhan, perilaku, dan karakteristik pelanggan. Metode yang digunakan pada segmentasi pasar adalah metode K-Means, K-Medoids dan AHC termasuk tipe metode clustering (pengelompokan). Segmentasi pasar berdasarkan penjualan produk dilakukan pada 6 dataset penjualan toko Jiwalu dan atribut yang dipilih yaitu tanggal pembelian, nama produk, metode pembelian, jumlah, harga dan tipe produk. Tool yang digunakan adalah software RStudio dan Microsoft Excel. Penentuan jumlah cluster optimal menggunakan metode Elbow dan metode Silhouette sedangkan evaluasi model menggunakan DBI, Silhouette Score, Average within dan Between dan Rasio Simpangan Baku. Hasil penelitian diperoleh 3 segmentasi pasar yaitu transaksi harga rendah, sedang dan tinggi. Di antara ketiga metode clustering, AHC menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam hal Rasio Simpangan Baku dan Silhouette Score untuk beberapa cluster, sedangkan K-Means berkinerja baik pada Average Between, Silhouette Score untuk cluster lainnya, dan DBI k=3. Sementara itu, K-Medoids menunjukkan hasil yang lebih baik pada nilai Average Within dan DBI. Metode K-Means membutuhkan waktu eksekusi yang lebih lama dibanding K-Medoids dan AHC. Penerapan teknik clustering ini secara signifikan dapat meningkatkan segmentasi pasar dan strategi pemasaran toko Jiwalu
Evaluasi Media Pembelajaran Augmented Reality Untuk Sosialisasi Gempa Bumi Dan Tsunami Pada Bmkg Goes To School Menggunakan Cobit 2019
Peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami menjadi prioritas dalam sistem pendidikan di Indonesia. Dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa mengenai bencana tersebut, teknologi Augmented Reality (AR) telah diimplementasikan dalam program BMKG Goes to School. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas media pembelajaran AR menggunakan kerangka kerja COBIT 2019, khususnya pada domain Evaluate, Direct, and Monitor (EDM), Deliver, Service, and Support (DSS), dan Monitor, Evaluate, and Assess (MEA). Metode penelitian meliputi analisis data kuantitatif dan kualitatif melalui kuesioner dan wawancara dengan siswa dan guru yang terlibat dalam program tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran AR secara signifikan meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa tentang kesiapsiagaan bencana, dengan sebagian besar kategori mencapai capability level yang tinggi. Namun, terdapat beberapa area yang memerlukan perbaikan lebih lanjut, seperti pengelolaan permintaan dan insiden layanan serta pengelolaan perubahan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting bagi pengembangan lebih lanjut dari teknologi AR dalam pendidikan
Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan Dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Pariwisata, Hotel Dan Restoran Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode (2019-2023)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran pengaruh dari profitabilitas, ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan terhadap nilai perusahaan pada sub sektor pariwisata hotel dan restoran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023 secara parsial dan secara simultan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari data BEI dan atau data annual report tiap perusahaan yang meliputi data profitabilitas, ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan dan nilai perusahaan. Pengujian statistik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis jalur, uji asumsi klasik, analisis koefisien korelasi, analisis koefisien determinasi dan pengujian hipotesis dengan menggunakan program softwere SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, secara parsial Ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, secara parsial Pertumbuhan penjualan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Secara parsial ukuran perusahaan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas, secara parsial pertumbuhan penjualan dan tidak signifikan terhadap profitabilitas, secara simultan profitabilitas, ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan pada sub sektor pariwisata hotel dan restoran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023
Pengaruh Manajemen Pengetahuan Terhadap Kinerja Inovasi Dengan Orientasi Pasar Sebagai Variabel Intervening
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Manajemen Pengetahuan terhadap Kinerja Inovasi melalui Orientasi Pasar pada pelaku usaha tahu di Kelurahan Babakan. Analisis deskriptif dan analisis verifikatif digunakan dalam penelitian ini. Sedangkan untuk teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik Probability Sampling dengan menggunakan rumus Slovin dimana sampelnya berjumlah 74 pelaku usaha tahu di Kelurahan Babakan. Dan untuk pengumpulan data, teknis yang digunakan seperti studi lapangan melalui kuesioner dan wawancara. Dalam penelitian ini, menggunakan analisis jalur (Path Analysis). Hasil ini menunjukkan bahwa pengujian hipotesis pada pelaku usaha tahu di Kelurahan Babakan sudah tercantum pada kategori baik. Selain itu, Manajemen Pengetahuan dan Orientasi Pasar berpengaruh positif terhadap Kinerja Inovasi pada pelaku usaha tahu di Kelurahan Babakan. Ada pula Manajemen Pengetahuan memiliki hubungan signifikan terhadap Kinerja Inovasi melalui Orientasi Pasar