UNY Journal Collections (Universitas Negeri Yogyakarta)
Not a member yet
2796 research outputs found
Sort by
Analisis Competitive Forces and Competitive Strategy pada Sistem Informasi Zalora.co.id
Analisis Sistem Informasi Zalora.co.id ini bertujuan untuk mengetahui seberapa kuatnya strategi persaingan yang disiapkan oleh Zalora.co.id untuk menghadapi kuatnya persaingan bisnis dengan perusahaan yang bergerak di bidang yang sama. Sehingga dapat dilihat kelebihan dan kekurangan dari Sistem Informasi ini. Analisis Sistem Informasi ini menggunakan model analisis competitive forces and Competitive Strategy. Dan untuk mengatasi lima kekuatan kompetitif tersebut, perusahaan dapat menerapkan competitive strategies. Pada Zalora yang merupakan situs web belanja kebutuhan fashion yang menawarkan produk-produk dari berbagai brand termuka, baik lokal maupun internasional ini dapat dikatakan sebagai online shop yang siap untuk bersaing dengan para kompetitor di bidang yang sama. Kelemahan dari Sistem Informasi Zalora ini terdapat pada lemahnya Zalora dalam mengahadapi kekuatan Ancaman Kekuatan tawar pelanggan, Ancaman produk pengganti yang mungkin menangkap mangsa pasar, Ancaman industri pendatang baru. dan kelebihan dari Sistem Infomasi Zalora terletak pada kuatnya Zalora dalam menghadapi kekuatan Ancaman Persaingan dari pesaing dalam industri dan Ancaman Kekuatan tawar pemasok . dan juga kelebihan dari Sistem Informasi Zalora terletak pada Strategi Cost Leadership, Strategi Inovasi, dan Strategi Aliansi yang sudah ada dalam Sistem Infomasi ini.Kata Kunci: Sistem Informasi, Competitive Forces, Competitive Strateg
Penerapan project based learning terintegrasi STEM untuk meningkatkan literasi sains siswa ditinjau dari gender
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh gender siswa terhadap literasi sains melalui pembelajaran project based learning (PjBL) yang diintegrasikan dengan science, technology, engineering, dan mathematics (STEM) pada tema pencemaran udara. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain The static Group Pretest-Posttest Design yang dilaksanakan di kelas VII SMP Islam Terpadu di kabupaten Sukabumi sebanyak 57 siswa yang terdiri dari kelas laki-laki (29 orang) dan kelas perempuan (28 orang). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes awal dan tes akhir untuk literasi sains dan angket siswa terhadap PjBL STEM. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh peningkatan literasi sains siswa kelompok laki-laki dan kelompok perempuan sama-sama mengalami peningkatan dengan rerata N_Gain yaitu 0,36 dan 0,31 pada kategori sedang untuk aspek pengetahuan dan kompetensi. Hasil uji-t menunjukkan bahwa peningkatan literasi sains kelas laki-laki dan kelas perempuan berbeda tidak signifikan. Pada aspek sikap sains, kelas perempuan berbeda signifikan dari kelas laki-laki. Tanggapan siswa secara keseluruhan menunjukkan hampir seluruh siswa menyatakan senang dengan pembelajaran PjBL STEM dan memperoleh pengalaman yang sangat berkesan mengikuti tahapan pembelajaran sehingga menimbulkan motivasi dan minat dalam belajar.
Kata Kunci: project based learning; STEM; literasi sains; gender
Implementation Project-Based Learning Integrated STEM to Improve Scientific Literacy Based on Gender
Abstract
This study aims to investigate the influence of gender on the students\u27 science literacy through project based learning (PjBL) integrated science, technology, engineering, and mathematics (STEM) approach for students junior high school. The theme used in this project was air pollution. The method used was pre-experimental design the static group pretest-posttest design and was implemented in grade VII of the Integrated Islamic school at Sukabumi. The subjects were 57 students divided into two, male group (N = 29) and female group (N = 28). The data collection was done by pretest and posttest for scientific literacy and students\u27 responses to the PjBL STEM. Based on the result it were obtained that an average N_Gain of male group was 0.36 and was 0.31 for female group with medium category on knowledge and competence. T-test results showed that increasing scientific literacy male group and female of different classes do not signifikan. Attitude aspect of science, female group differ significantly from male group. The student responses showed almost all of the students agreed to the implementation of the PjBL STEM and gain great new experiences that stages of learning that lead to be interested and motivated in learning.
Keywords: project-based learning, STEM, scientific literacy, gende
Pembelajaran fisika dengan metode eksperimen untuk meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar aspek kognitif dan keterampilan proses sains ditinjau dari kemampuan awal fisika siswa dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing melalui metode eksperimen. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMA Negeri 9 Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2014/2015 yaitu 192 siswa. Sampel dipilih sebanyak dua kelas dengan menggunakan teknik cluster randomized sampling yaitu 64 siswa. Aspek keterampilan proses sains yang diteliti yaitu pengamatan, pelaksanaan penelitian, pengkomunikasian, peramalan dan penyimpulan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji MANCOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan hasil belajar fisika aspek kognitif dan keterampilan proses sains ditinjau dari kemampuan awal fisika pada siswa kelas X di SMA Negeri 9 Yogyakarta dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing melalui metode eksperimen.
Kata Kunci: model pembelajaran inkuiri terbimbing, metode eksperimen, keterampilan proses sains, hasil belajar aspek kognitif.
The Physics Learning with Experimental Methods to Increase Cognitive Aspects of Learning Outcomes and Science Process Skills
Abstract
This study aims to investigate whether there is an increase of the cognitive aspects of learning outcomes and science process skills in terms of the first physics ablility with guided inquiry learning model through the experimental method. This type of research is quasi experimental research. The study population was all students of class X in SMA N 9 Yogyakarta in the second semester of 2014/2015 academic year as many as 192 students. The samples were as many as two classes using cluster randomized sampling technique were 64 students. The aspects of the science process skills were constructing observations, conducting research, communicating, predicting and making inferences. The data were analyzed using MANCOVA with the significance level of 0.05. The results of the study show that there is a significant increase of the cognitive aspect of physics learning outcomes and science process skills in terms of the firts physics ability of the class X students in SMA N 9 Yogyakarta with guided inquiry learning model through the experimental methods.
Keywords: guided inquiry learning model, experimental method, science process skills, cognitive aspects of learning outcome
Meningkatkan kemampuan pemahaman matematis melalui pendekatan pembelajaran student teams achivement division
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Students Teams Achievement Divisons (STAD). Jenis penelitian yang dilakukan adalah pre-experimental dengan bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah salah satu kelas dari sebuah instansi di daerah Tangerang yang teridi dari 17 siswa. Instrumen penelitian meliputi tes pemahaman matematis dan pedoman wawancara. Pokok bahasan yang menjadi bahasan dalam penelitian ini adalah materi perbandingan senilai. Data dari hasil penelitian dianalisis secara kuantitatif-deskriptif. Peningkatan kemampuan pemahaman matematis dilihat dari perhitungan N Gain dan hasil wawancara dijelaskan secara deskriptif. Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian, perolehan rata-rata kriteria N Gain adalah 0,69 (sedang). Kemudian, dari hasil wawancara secara terbuka terhadap sampel, respon siswa yang didapat cukup baik dilihat dari antusias ketika mengikuti pembelajaran maupun respon secara terbuka. Berdasarkan hasil tes terlihat adanya peningkatan kemampuan pemahaman matematis siwa setelah diterapkan pendekatan pembelajaran STAD.
Kata Kunci: kemampuan pemahaman matematis, perbandingan senilai, students teams achievement division
Improved Mathematical Understanding Through Students Teams Achievement Divisons (STAD) Learning Approach
Abstract
This study aimed to determine the increase in the ability of students\u27 mathematical understanding after learning by using Students Teams Achievement Divisons (STAD) approach. This research was pre-experimental with form one group pretest-posttest design. The subjects of research were one of the classes of an institution in the Tangerang area consisting of 17 students. Research instruments include mathematical comprehension test and interview guides. The subject matter of the discussion in this study was worth comparison material. Data from the study were analyzed quantitatively-descriptive. Improving the ability of understanding mathematical seen from the calculation N Gain and interviews described in descriptive. Based on data obtained from the study, the average acquisition criteria N Gain was 0.69 (medium). Then, from the interviews are open to sample student responses obtained fairly good views of enthusiastic when following the study and response publicly. Based on the results of test seen an increase in students\u27 mathematical understanding abilities after learning approach applied STAD. Keywords: mathematical understanding ability, comparison worth, students teams achievement division
Peningkatan motivasi dan keterampilan hitung pecahan desimal melalui media manipulatif pada pembelajaran tematik-integratif SD
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui apakah penampilan guru dalam mengajar berada pada klasifikasi baik untuk mendukung peningkatan keterampilan hitung dan motivasi belajar, (2) meningkatkan motivasi belajar siswa, dan (3) meningkatkan keterampilan hitung pecahan desimal siswa kelas 4 SDN 15 Ulu Gadut (Padang) melalui media manipulatif pada pembelajaran tematik integratif dengan menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan: observasi, tes tskala motivasi, catatan lapangan, dan tes kemampuan hitung. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan: (1) penampilan guru dalam mengajar memperoleh skor 160,5; 174; dan 179,17 dengan klasifikasi baik pada siklus 1, 2, dan 3. 2) motivasi peserta didik meningkat dari siklus 1, 2, dan 3 berturut-turut senilai 62,04, 65,56, dan 68,16 sedangkan hasil tes skala motivasi meningkat dengan skor pada siklus 1, 2, dan 3 senilai 79,41, 85,05, dan 87,05. (3) Hasil tes keterampilan hitung siklus 3 memperoleh skor 90,81 pada level I, 93,51 pada level II, 75,14 pada level III, 75,68 pada level IV, dan 76,76 pada level V.
Kata Kunci: keterampilan hitung pecahan desimal, motivasi belajar, media manipulatif, tematik-integratif.
Improving Motivation and the Decimal Computation Skill by Using Manipulatives in Thematic-Integrated Learning in Elementary School
Abstract
This study aims to: (1) determine whether teacher\u27s performance in teaching using manipulatives media are in good classification to support arithmetic skills and students\u27 learning motivation (2) increase the learning motivation, and (3) increase the decimal computation skill of class IV B students of SDN 15 Ulu Gadut, Padang by using manipulatives. The results are as follows: (1) the teacher\u27s teaching performance is in a good category with a total score of cycles I, II, and III, 160.5, 174, and 179.17 respectively. (2) the students\u27 learning motivation has increased by 62.04 in cycle I, 65.56 in cycle II, and 68.16 in cycle III and then, the result of students\u27 motivation scale test is in a very high category, with an average increase of 79.41, 85.05, and 87.05 in cycles I, II, III. (3) the results of arithmetic skill test at the end of the third cycle are at an average score of 90.81 at level I, 93.51 at level II, 75.14 at level III, 75.68 at level IV, and 76.76 at level V. Keywords: decimal computation skill, learning motivation, manipulatives, thematic-integrated
Pengembangan perangkat pembelajaran matematika berbasis open-ended approach untuk mengembangkan HOTS siswa SMA
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Petunjuk Kegiatan Siswa (PKS), dan Tes Ketercapaian Kompetensi (TKK) berbasis open-ended approach yang layak dalam mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang terdiri atas 3 tahap utama, yaitu pendahuluan, desain produk, dan pengembangan dan evaluasi. Subjek uji coba penelitian yaitu 105 siswa, seorang guru SMAN 1 Barabai, seorang guru SMAN 2 Barabai, dan seorang guru SMAN 8 Barabai. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi, lembar penilaian guru, lembar penilaian siswa, lembar observasi keterlaksanaan kegiatan pembelajaran, dan TKK. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran matematika berupa RPP dan PKS dengan kriteria valid, praktis, dan efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa, serta TKK yang telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan reliabel.
Kata Kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, keterampilan berpikir tingkat tinggi
Math learning software development based open-ended approach to develop HOTS in high school students
Abstract
This study aimed to produce a mathematics kitwhich were lesson plan, student activities manual (SAM), and the competency achievement tests (CAT) that was able to develop students higher order thinking skills in senior high school. This research was a development research which consists of 3 main stages, namely preliminary, product desain, development and evaluation. The tryout subjects of research were 105 students, one teacher of SMAN 1 Barabai, one teacher of SMAN 2 Barabai, and one teacher of SMAN 8 Barabai. The research instrument used was a validation sheet, teacher assessment sheet, student assessment sheets, feasibility observation sheets of learning activities, and CAT. This study resulted the mathematics learning kit in the form lesson plan and SAM meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness which were able to develop higher order thinking skills, and CAT meets the criteria of validity, practically, and reliable.
Keywords: development, learning kit, higher order thinking skill
Pengembangan perangkat pembelajaran statistika SMP dengan pendekatan saintifik
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran statistika SMP dengan pendekatan saintifik, meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kegiatan siswa (LKS) yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan mengacu model pengembangan Borg & Gall. Sebagai sumber data, dilibatkan enam orang siswa kelas IX, 56 siswa kelas VII, dan tiga orang guru SMP Negeri 1 Tulang Bawang Udik, Provinsi Lampung. Data diperoleh dengan menggunakan instrumen lembar validasi, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar penilaian kepraktisan oleh siswa, lembar keterbacaan, lembar penilaian kepraktisan oleh guru, dan instrumen kefektifan perangkat pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan mengkonversi total skor data kuantitatif yang diperoleh menjadi data kualitatif skala lima. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa RPP dan LKS sangat valid. Hasil Penilaian guru menunjukkan bahwa produk mencapai kriteria sangat praktis dan hasil penilaian siswa menunjukkan bahwa RPP dan LKS sangat praktis. Hasil pengisian angket keterbacaan siswa menunjukkan LKS sangat jelas dan keterlaksanaan pembelajaran 96%. Hasil penilaian hasil belajar aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan menunjukkan persentase ketuntasan melebihi 75%. Hal ini menunjukkan bahwa RPP dan LKS memenuhi kriteria efektif. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bahwa RPP dan LKS statistika SMP dengan pendekatan saintifik memenuhi kriteria: valid, praktis, dan efektif.
Kata Kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, statistika, pendekatan saintifik
Developing statistics teaching kits for junior high school using the scientific approach
Abstract
This study aimed to produce statistics teaching kits for junior high school using the scientific approach, consisting of lesson plans and students\u27s worksheets which are valid, practical, and effective. This was a research and development study. The development procedure employed the model developed by Borg & Gall. As data resources, six students of Grade IX, 27 students of Grade VIIA, 29 students of Grade VIID, and three teachers of SMPN 1 Tulang Bawang Udik, Lampung Province were involved. The research instruments were validation sheets, observation sheets for the learning implementation, assessment sheets for the practicality according to the students, readability sheets, assessment sheets for the practicality according to the teachers, and the instruments for the effectiveness of the learning kits. The data were analyzed by converting the total scores of the collected quantitative data into the qualitative data using Likert\u27s scale. The results of the validation by the experts show that the product was very valid. The results of assessment by the teachers show that lesson plans and students\u27s worksheets were very practical and the results of assessment by the students show that students\u27s worksheets was very practical. The results of the readability questionnaire for the students show that the product was very clear. The results of learning implementation show that 96% accomplished. The percentage of students\u27 mastery learning on affective, cognitive, and psychomotor aspects were more than 75%. This shows that the teaching kits were effective. On the whole, the results of the study show that the teaching kits were valid, practical, and effective.
Keywords: development, teaching kits, statistics, scientific approac
PERAN JARINGAN SOSIAL PADA KAMPANYE LINGKUNGAN DI MEDIA SOSIAL: KASUS KAMPANYE MELAWAN ASAP
Campaigns nowadays are oftenly carried through social medias, including campaigns concerning the environment. Based on previous studies, effectivity of campaigns through social medias were affected by many factors, such as the activity of the online administrator, additional socialization that were carried off- line, and also the involvement of the active followers in social medias. However, this paper views environmental campaign in social medias could be effective if viewed from another side,that is social network. This study sees how social network can improve the effectivity of environmental campaigns in social medias,therefore it\u27s safe to say that this study brings an addition to previous studies related tofactors that influenced the effectivity of environmental campaigns that utilized social medias as a channel of communication. The method used for this paper is qualitative method, with case study on Melawan Asap (Fight the Haze) campaign initiated by BEM UI (Executive Board of Students of University of Indonesia) in 2015 to form an alliance consisting several organizations from inside and outside of the university. Collection of data for this study was done with in-depth interviews with certain informants, based on a criteria established previously by the author, beside an observation upon social media accounts that were used for Fight the Haze campaign. The result shows that the involvement of networks in social media affects the effectivity of Fight the Haze campaign. Also, the social relation between organizations that are united under the alliance of Fight the Haze campaign are based on sentimental network.
Kampanye kian marak dilakukan dengan menggunakan media sosial, tidak terkecuali kampanye lingkungan. Berdasarkan kajian-kajian sebelumnya, keefektifan kampanye dengan menggunakan media sosial dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti adanya administrator online yang aktif, adanya sosialisasi tambahan yang dilakukan secara offline, dan juga terlibatnya pengikut/followers di media sosial secara aktif. Namun, tulisanini melihat kampanye lingkungan di media sosial dapat efektif dari sisi lain yaitu dari jaringan sosial. Kajian ini melihat bagaimana jaringan sosial berperan dalam membuat efektif kampanye lingkungan di media sosial, sehingga dapat dikatakan bahwa kajian ini menambahkan penemuan dari kajian-kajian sebelumnya yang berbicara mengenai faktor yang membuat efektif kampanye lingkungan dengan menggunakan media sosial sebagai media komunikasinya. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif dengan studi kasus pada kampanye melawan asap yang diinisiatori oleh BEM UI 2015 untuk membentuk sebuah aliansi dengan menggandeng beberapa organisasi di UI dan juga dari luar UI. Pengambilan data dalam studi ini dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan- informan tertentu berdasarkan kriteria yang penulis tetapkan dan melakukan observasi terhadap akun media sosial yang digunakan untuk menyebarluaskan kampanye melawan asap. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa keterlibatan peran jaringan di media sosial mempengaruhi efektifitas kampanye melawan asap, serta hubungan sosial antar organisasi yang tergabung dalam aliansi gerakan melawan asap terbentuk berdasarkan jaringan perasaan/sentiment
Pengembangan model pembelajaran prakarya dan kewirausahaan dengan prinsip the great young entrepreneur di SMK untuk Kurikulum 2013
Penelitian ini bertujuan: (1) menghasilkan model pembelajaran prakarya dan kewirausahaan dengan prinsip The Great Young Entrepreneur di SMK untuk kurikulum 2013; (2) menghasilkan perangkat pembelajaran prakarya dan kewirausahaan di SMK untuk kurikulum 2013 yang dapat menumbuhkan mental dan motivasi peserta didik untuk berwirausaha; (3) mengetahui tingkat kepraktisan model pembelajaran prakarya dan kewirausahaan dengan prinsip The Great Young Entrepeneur yang telah dikembangkan; dan (4) mengetahui tingkat keefektifan model pembelajaran prakarya dan kewirausahaan dengan prinsip The Great Young Entrepreneur yang telah dikembangkan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Model pembelajaran prakarya dan kewirausahaan dengan prinsip The Great Young Entrepreneur dapat digunakan dengan baik.(2) Perangkat pembelajaran yang dihasilkan yaitu: buku panduan model dan materi ajar. (3) Model pembelajaran prakarya dan kewirausahaan dengan prinsip TGYE dan perangkat pembelajaran berdasarkan hasil ujicoba memenuhi kriteria praktis.(4) Model pembelajaran prakarya dan kewirausahaan dengan prinsip TGYE dan perangkat pembelajaran memenuhi kriteria efektif. DEVELOPING A CRAFT AND ENTREPRENEURIAL LEARNING MODEL WITH THE PRINCIPLE OF THE GREAT YOUNG ENTREPRENEUR AT SMK FOR CURRICULUM 2013 Abstract The purposes of this study were (1) to produce a craft and entrepreneurship learning model with the principle of The Great Young Entrepreneur at SMK\u27s for curriculum in 2013; (2) produce craft and entrepreneurial learning tools at SMK for curriculum 2013 that can grow mental and motivation of learners to be an entrepreneur; (3) determine the level of practicality of the learning model with the principle of The Great Young Entrepreneur which was developed; and (4) determine the level of effectiveness of the learning model with the principle of the great young entrepreneur which was developed. The results of the study are as follows (1) Craft and entrepreneurial learning model with the principle The Great Young Entrepreneur can be used (starting from the beginning of the formatiom of groups up to business assistance through The Great Young Entrepreneur Community). (2) learning device resulting from the development of craft and entrepreneurial learning model with The Great Young Entrepreneur principle is guide book model and teaching materials. (3) craft and entrepreneurial learning model with The Great Young Entreprenuer principle and learning device based on the results meet the practicality criteria. (4) craft and entrepreneurial learning model with The Great Young Entrepeneur principle and learning device based on the results meet the criteria of effectiveness