UNY Journal Collections (Universitas Negeri Yogyakarta)
Not a member yet
2796 research outputs found
Sort by
Penananamn Kemampuan Mengevaluasi Lukisan di Pendidikan Seni Rupa IKIP Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang penanaman kemampuan mengevaluasi karya seni lukis pada mahasiswa.
Dengan pendekatan kualitatif dan metode etnografik penelitian dilakukan di Pendidikan Seni Rupa IKIP Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan: analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema. Obyektivitas dan keabsahan data penelitian dilakukan dengan melihat validitas yang ditentukan oleh kredibilitas temuan dan interpretasinya, yang dicapai dengan cara memperpanjang observasi, triangulasi data, menggunakan balian referensi dan reliabilitas sinkronik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penanaman kemampuan mengevaluasi karya seni lukis sangat dibutuhkan, baik berdasarkan kurikulum. dosen, maupun mahasiswa. Ke-butulian ini sebenarnya dipengaruhi oleh orientasi pendidikan seni rupa yakni: pendidikan guru dan pendidikan seni rupa wan. Penanaman dilakukan dengan sistem aturan klasikal dan individual, sistem individual lebih banyak digunakan. Dalam proses penanamannya situasi lingkungan kurang mendukung, terutama lingkungan fisik dan sosial. Perilaku dosen yang diterima adalah weruh, ngerti, dan nglakoni, baik dalam penggunaan metode mengajar, evaluasi. maupun ungkapannya tentang penanaman. Sedangkan mahasiswa sebagai obyek dalam pembelajaran hams memiliki kemampuan awal, baik berupa wawasan dan kemampuan berkarya. Kedua kemampuan tersebut dipengaruhi oleh lingkungan, budaya. dan pendidikan asalnya. Pola yang sering muncul pada perilaku mahasiswa adalah berkarya-konsultasi, berkarya-mendiskusikannya, atau berkarya-mempresentasikannya. Artinya bahwa setiap mahasiswa berkarya akan selalu mengevaluasi karyanya, baik oleh dirinya, sesama mahasiswa, maupun oleh dosennya. Penanaman dilakukan melalui model self-evaluation, model bimbingan atau konsultasi secara individual. Model diskusi baik antar mahasiswa, maupun bebe-rapa mahasiswa dengan dosen
Penggunaan Metode Membaca SQ3R pada Siswa Kelas I SLTP di Kutoarjo
Salah satu penyebab rendahnya tingkat kemampuan membaca siswa SLTP diduga kaiena masih digunakannya cara membaca yang konven-sional. Padahal ada cara membaca yang lebih baru yang diduga lebih efektif, yaitu metode membaca SQ3R. Sehubungan dengan itu, perlu diadakan suatu penelitian tentang efektivitas metode membaca. Berdasarkan permasalahan yang muncul dan kajian pustaka, dirumuskan suatu hipotesis bahwa penggunaan metode membaca SQ3R lebih efektif dibanding dengan penggunaan metode membaca konvensional.
Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan Randomized Control Group Pre-test Post-test terhadap siswa kelas I SLTP 1 Kutoarjo. Instnunen yang berupa uji kemampuan membaca digunakan untuk mengetahui efektivitas metode membaca, sedangkan kuesioner I digunakan untuk menjaring langkah-langkah membaca, kuesioner II digunakan untuk mengetahui ada-tidaknya interaksi antar kelas, dan kuesioner III digunakan untuk mengungkap sikap responden terhadap penggunaan metode membaca SQ3R. Perlakuan terhadap kelompok eksperimen diadakan sebanyak 7 kali. Untuk mengetahui efektivitas metode membaca antar-kelompok eksperimen dan kontrol digunakan Uji t antara kelompok dengan P = 0,05. Untuk mengetahui keefektifan metode membaca antara tes awal dan tes akhir masing-masing kelompok digunakan Uji t P = 0,05. Berdasarkan analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa (1) tingkat kemampuan membaca siswa pada kelas yang menggunakan metode konvensional sebanyak 54,61 kata per menit dengan simpangan baku = 4,67 kata per menit; (2) tingkat kemampuan membaca siswa pada kelas yang menggunakan metode SQ3R sebanyak 62,60 kata per menit dengan simpangan baku = 5,90 kata per menit; (3) terdapat perbedaan yang tidak signifikan antara hasil tes awal dan tes akhir dalam penggunaan metode konvensional pada kelas kelompok kontrol (t = 0,57; P = 0,28); (4) terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara hasil tes awal dan tes akhir dalam penggunaan metode SQ3R pada kelas kelompok eksperimen (t = 8,96; P \u3c 0,001); dan (5) penggunaan metode membaca SQ3R lebih efektif dibanding dengan penggunaan metode membaca konvensional (t = 7,35; P \u3c0,001)
Pemerataan Kesempatan Memperoleh Pendidikan Tingkat SLTP di Daerah Perbatasan Kalbar-Malaysia
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: 1) tingkat pemerataan kesempat-an memperoleh pendidikan SLP 2) pengaruh faktor geografis, sosial-ekonomi. budaya terhadap penawaran pendidikan dan pemiintaan pendidikan anak usia 13-15 tahun; 3) pengaruh faktor geografis. sosial-ekonomi, budaya. penawaran pendidikan. dan permintaan pendidikan terhadap keputusan orang tua untuk menyekolahkan atau tidak menyekolahkan anaknya ke SLP; 4) merekomendasikan alternant kebijakan jenis wajib belajar pendidikan\u27 SLP.
Populasi penelitian ialah orang tua anak usia 13-15 tahun di daerah perbatasan Kalbar-Malaysia. dengan sampel 405 orang. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner mencakup kondisi geografis, sosial-ekonomi. budaya, penawaran pendidikan, permintaan pendidikan dan keputusan orang tua. Uji validitas instrumen menggunakan analisis faktor dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha dari Cronbach. Analisis data dengan statistik deskriptif. regresi. dan analisis jalur dengan tiga langkah: analisis jalur terhadap keputusan orang tua secara umum. Kenyataan menuniukkan bahwa ada orang tua yang keputusannya menyekolahkan tapi tidak menyekolahkan. oleh karena itu dilakukan analisis jalur kedua untuk orang tua yang menyekolahkan dan ketiaa untuk orane tua vans: tidak menvekolahkan. Uji keberartian koefisien jalur: 0,05.
Analisis deskriptif keenam variabel yang dilibatkan menunjukkan kategori sedang. Uji hipotesis tahap pertama menunjukkan: 1) penawaran pendidikan dipe-ngaruhi secara positif oleh variabel geografis, sosek. dan budaya: 2) permintaan pendidikan dipengaruhi secara langsung dan positif oleh geografis. sosek. budaya dan penawaran pendidikan. dan juga secara tidak langsung melalui penawaran pendidikan: 3) keputusan orang tua menyekolahkan atau tidak menyekolahkan anak dipengaruhi secara langsung oleh geografis. sosek. budaya, penawaran pendidikan, dan permintaan pendidikan maupun secara tidak langsung melalui penawaran dan permintaan pendidikan.
Analisis tahap kedua menunjukkan bahwa: keputusan orang tua untuk menyekolahkan anak tidak dipengaruhi oleh geografis dan sosial-ekonomi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui penawaran dan permintaan pendidikan. sedangkan budaya. penawaran dan permintaan pendidikan memberikan pengaruh yang berarti. Analisis tahap ketiga menunjukkan bahwa: Keputusan orang tua untuk tidak menyekolahkan anak dipengaruhi oleh geografis, budaya, penawaran dan permintaan pendidikan baik secara langsung mapun tidak langsung. sedangkan sosek tidak mempengaruhinya. Alternatif kebijakan yang direkomendasikan: 1) memperluas jenis pendidikan SLP seperti: SLP satu atap dengan SD/M1 atau SLP kelas jauh dengan meman-faatkan fasilitas SD/MI: 2) menyamakan visi dan langkah antara Pemda dengan Kanwil Depdikbud terutama menyangkut anggaran; dan 3) memperluas peran GNOTA Kalbar hingga tingkat kecamatan
Sikap dan Perilaku Keagamaan Mahasiswa Islam di Daerah Istimewa Yogyakarta
Penelitian eks post facto ini bertujuan untuk mengetahui: 1) gambaran perilaku keagamaan, sikap keagamaan, pengetahuan keagamaan, pendidikan dalam keluarga, dan Hngkimgan kampus mahasiswa; 2) efek langsung dari pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus. dan pengetahuan keagamaan terhadap sikap keagamaan mahasiswa; 3) efek langsung dari pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus, pengetahuan keagamaan dan sikap keagamaan terhadap perilaku keagamaan mahasiswa; 4) efek tidak langsung dari pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus, dan pengetahuan keagamaan terhadap perilaku keagamaan melalui sikap keagamaan mahasiswa.
Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa di Daerah Isti-mewa Yogyakarta, menurut kategori perguruan tinggi, dengan jumlali sampel sebanyak 382 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik multi stage random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner, yang meliputi lima perangkat instnimen yaitu instnimen tentang pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus, pengetahuan keagamaan, sikap keagamaan, dan perilaku keagamaan. Uji validitas dan reliabilitas instnimen menggunakan analisis faktor. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik deskriptif, analisis regresi, dan analisis jalur (path analisis). Uji keberartian koefisien jalur menggunakan taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis deskripsi menunjukkan gambaran bahwa pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus, pengetahuan keagamaan, sikap dan perilaku keagamaan mahasiswa pada kategori cukup/sedang. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat efek yang positif terhadap: 1) sikap keagamaan oleh variabel pendidikan dalam keluarga; 2) sikap keagamaan oleh variabel lingkungan kampus; 3) sikap keagamaan oleh variabel pengetahuan keagamaan; 4) perilaku keagamaan oleh variabel pendidikan dalam keluarga; 5) perilaku keagamaan oleh variabel lingkungan kampus; 6) perilaku keagamaan oleh variabel pengetahuan keagamaan; 7) perilaku keagamaan oleh variabel sikap keagamaan; dan 8) pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus, dan pengetahuan keagamaan, mempunyai efek secara tidak langsung terhadap perilaku keagamaan melalui sikap keagamaan
Keefektifan Pelatihan Manajemen Koperasi bagu Manajer KUD di Kabupaten Kerinci
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mendeskripsikan keefektifan pelatihan manajemen koperasi ditinjau dari segi kinerja manajer, pengurus, pengawas, dan pembina KUD; 2) melihat kelengkapan raateri pelatihan yang disampaikan widyaiswara di Balai Latihan Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil di Jambi; 3) mengetahui hubungan pengetahuan, pengalaman, frekuensi pelatihan, dan sikap terhadap kinerja manajer KUD; dan 4) mendeskripsikan rungsi dan tanggung jawab manajer, pengurus, pengawas, dan pembina terhadap kinerja manajer dalam mengelola KUD.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan metode kualitatif. Data kuantitatif bersumber dari manajer, dengan menggunakan; lembar observasi, tes, dan angket. Data kuantitatif dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan korelasi Rho, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan teknik interaktif. Data kualitatif bersumber dari sampel yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan keefektifan pelatihan pengetahuan manajer tentang manajemen sebesar 67,71 % (kurang efektif) dan keefektifan pelatihan kinerja manajer sebesar 68,20% (kurang efektif), metode penyampaian materi pelatihan kurang tepat. Pengurus, pembina, pengawas, dan pembina yang menjalankan fungsi dan tanggung jawab yang baik adalah pengelola yang menjalin koordinasi dengan sesama KUD, aktif mendorong kinerja manajer, dan bekerja secara mandiri
Karakteristik Internal Soal Ebtanas SMU di Porpinsi Jawa Barat (Implementasi Logistik Tiga Parameter)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang karakteristik internal perangkat soal pilihan ganda. Analisis butir soal menggunakan model teori responsi butir (item response theory, 1RT) dengan menerapkan model logistik tiga parameter. Perangkat soal yang menjadi objek penelitian adalah soal Fisika program Al pada EBTANAS SMU tahun pelajaran 1995/1996 di Propinsi Jawa Barat. Populasi penelitian ini adalah seluruh lembar jawaban soal Fisika yang berjumlah 21.532 lembar, sedangkan sampel penelitian berjumlah 3900 lembar yang terdiri dari 1.950 lembar diambil dari kelompok sekolah kotamadia (Bandung Selatan dan Cirebon) dan 1.950 lembar diambil dari kelompok sekolah kabupaten (Pandeglang, Tangerang, Sukabumi, Purwakarta, Indramayu, Ciamis, Sumedang, dan Bandung Barat Utara) dengan menggunakan teknik proportional cluster random sampling. Lembar jawaban setiap kelompok sekolah tersebut dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan estimasi parameter butir program ASCAL, selanjutnya untuk melihat tingkat invariansi parameter digunakan analisis varians satu jalur dengan program SPSS/PC +. Hasil analisis data dan pembahasan menunjukan bahwa: (1) Estimasi parameter butir soal yang berjumlah 40 butir, pada kelompok sekolah kotamadia diperoleh 20 butir (50%) baik, 6 butir soal (15%) perlu direvisi, dan 14 butir soal (35%) tergolong jelek. Pada kelompok sekolah kabupaten diperoleh 20 butir soal (50%) baik, 7 butir soal (17,5%) perlu direvisi, dan 13 butir soal (32,5%) tergolong jelek. Butir soal yang tergolong jelek disebabkan butir soal terlalu sukar dan tingginya peluang tebakan butir. (2) Kehandalan tes yang dinyatakan oleh nilai fungsi informasi butir tergolong cukup memadai. (3) Tingkat kemampuan peserta EBTANAS tergolong sedang dengan rata-rata tingkat kemampuan dalam skala logit sebesar +0,0343 untuk peserta kelompok sekolah kotamadia dan +0,0377 untuk peserta kelompok sekolah kabupaten. (4) Parameter butir adalah invarian berdasarkan lokasi sekolah