UNY Journal Collections (Universitas Negeri Yogyakarta)
Not a member yet
    2796 research outputs found

    Analisis kesesuaian materi buku teks Kemendikbud matematika kelas VII dengan Kurikulum 2013

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kesesuaian buku teks Kemendikbud Matematika kelas VII edisi revisi 2014 dengan Kurikulum 2013 dilihat dari Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis konten. Teknik analisis data dilakukan dengan tahap pendefinisian unit, penentuan sampel, pencatatan, pereduksi data, penarikan kesimpulan, dan penarasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian materi dalam buku dengan Standar Isi pada Kurikulum 2013 dilihat dari (1) cakupan materi adalah sebesar 90,91%. Pada cakupan materi dalam buku, tidak terdapat pokok bahasan Bidang Cartesius. (2) Kesesuaian KD adalah sebesar 95,45%. (3) Keluasan materi adalah sebesar 90,91%. (4) Kedalaman materi adalah sebesar 90,91%. (5) Keakuratan materi adalah sebesar 81,82%. (6) penyajian materi adalah sebesar 87,27%. Kesesuaian materi dalam buku dengan Standar Proses pada Kurikulum 2013 dilihat dari substansinya adalah sebesar 90,9%. Kesesuaian materi dalam buku dengan Standar Penilaian pada Kurikulum 2013 adalah sebesar 54,55%. Kata Kunci: buku teks matematika, materi, standar isi, standar proses, standar penilaian, kurikulum 2013 An Analysis of Content of the Relevance of the Materials in the Mathematics Textbook for Grade VII to Curriculum 2013 Abstract This study aimed to describe the relevance of the materials in the 2014 revised edition mathematics textbook for Grade VII published by Puskurbuk to Curriculum 2013 in terms of the Content Standar, the Process Standar, and the Assessment Standar. This research was a qualitative study using content analysis. The data were analyzed by means of the instruments that had been validated. The data analysis was carried out through the stages of unit definition, recording, data reduction, conclusion drawing, and narration. The results of the study showed that the relevance of the materials in the book to the Content Standar in Curriculum 2013 is as follows. (1) In terms of the materials coverage, the relevance is 90.91%. (2) In terms of Basic Competencies (BC) in Curriculum 2013, it is 95.45%. (3) In terms of the materials breadth, it is 90.91%. (4) In terms of the materials depth it is 90.91%. (5) In terms of the materials accuracy, it is 81.82%. (6) In terms of the materials presenting, it is 87.27%. The relevance of the materials in the book to the Process Standar in Curriculum 2013 in terms of the substance is 90.9%. The relevance of the materials in the book to the Assessment Standard in Curruculum 2013 is 54.55%. Keywords: mathematics textbook, content, content standar, process standar, assessment standar, curriculum 201

    Pengembangan model asesmen pembelajaran matematika SMA berdasarkan kurikulum 2013

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan model asesmen pembelajaran matematika SMA yang sesuai dengan Kurikulum 2013 yang layak, yaitu valid, reliabel, dan praktis. Model asesmen yang dikembangkan terdiri dari instrumen asesmen untuk mengukur Kompetensi Inti 1 (KI-1), Kompetensi Inti 2 (KI-2), Kompetensi Inti 3 (KI-3), dan Kompetensi Inti 4 (KI-4). Model pengembangan yang diterapkan adalah model Plomp, yang terdiri dari tahap penelitian awal, pengembangan, dan penilaian. Analisis kevalidan dilakukan dengan menggunakan indeks Aiken. Reliabilitas dilakukan dengan rumus Alpha dan KR-20. Analisis kepraktisan dilakukan dengan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil validasi, model asesmen yang dikembangkan memenuhi kriteria valid untuk masing-masing angket, lembar observasi, dan tes. Hasil uji coba menunjukkan bahwa model asesmen yang dikembangkan memenuhi kriteria reliabel dan praktis. Model asesmen mencapai kriteria reliabel berdasarkan hasil tes dan angket. Model asesmen juga mencapai kriteria praktis untuk penilaian guru dan kriteria baik untuk penilaian siswa. Kata Kunci: pengembangan, model asesmen, pembelajaran matematika, Kurikulum 2013 Developing High School Mathematics Learning Assessment Model Based on Curriculum 2013 Abstract The purpose of this research is to produce a model of high school mathematics learning assessment which is appropriate with Curriculum 2013, is valid, reliable, and practical. The assessment models developed consists of an assessment instrument to measure Core Competencies 1 (KI-1), Core Competence 2 (KI-2), Core Competencies 3 (KI-3), and Core Competence 4 (KI-4). The developing model in this research was Plomp model, which consists of preliminary research, development, dan assesment phase. Validity analysis was performed by using the index Aiken. Reliability test was performed with the formula Alpha and KR-20. The analysis at practicality was with descriptive analysis. The results of the validation show that the assessment models developed are valid based on the questionnaire, observation sheet and test. The results of the tryout show that assessment models are reliable and practical. The assessment models is reliable criteria based on the tests and questionnaires. The assessment model also is practical criteria based on the teacher\u27s assessment and good criteria for student\u27s assessment

    Kompetensi pedagogik guru matematika SMP di Kabupaten Buol Sulawesi Tengah dalam mengimplementasi Kurikulum 2013

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kompetensi pedagogik guru matematika SMP di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Indonesia dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian survei yang menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan populasi penelitian adalah seluruh guru matematika SMP di Kabupaten Buol. Subjek utama dalam penelitian ini adalah guru matematika sebanyak 32 orang dan subjek pendukungnya adalah siswa dimana guru matematika tersebut bertugas sebanyak 970 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan nontes dengan instrumen yang digunakan adalah lembar angket dan lembar soal. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitaif dan kualitatif. Kompetensi pedagogik diukur melalui penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan guru matematika dalam merancang, melaksanakan, mengevaluasi, dan refleksi hasil evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru matematika SMP di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah berada pada kategori cukup. Pedagogical competence of junior high school mathematics teachers in Buol Regency of Central Sulawesi in implementing Curriculum 2013 Abstract This study was aimed to describe the level of pedagogical competence of junior high school mathematics teachers in Buol Regency, Central Sulawesi Province of Indonesia, in implementing Curriculum 2013. This study was a survey research using a descriptive model of qualitative and quantitative approach. Population in this research were junior high school mathematics teachers in Buol Regency. The main subjects of research were 32 mathematics teachers and the proponent subjects were 970 students who were taught by its mathematics teachers. The data collection was conducted using the test and non-test and the instruments used were a questionnaire sheet and a test sheet. Pedagogical competence was measured by assessing the attitudes, knowledge, and skills of mathematics teachers in designing, implementing, evaluating, and reflecting the results of the evaluation. The results show that pedagogical competence of junior high school mathematics teachers in Buol Regency in the category enough

    Penerapan model pembelajaran NHT-TGT untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep materi matematika SMA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan NHT-TGT dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep materi matematika SMA dari mahasiswa Kelas 2C Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan yang kurang memuaskan. Skor motivasi mahasiswa tergolong dalam kriteria sangat rendah dengan skor 48,4. Hasil tes pemahaman konsep mahasiswa juga masih kurang memuaskan, hanya 22,6% mahasiswa tuntas , yaitu mahasiswa yang mendapatkan nilai Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dimana masing-masing siklus terdiri atas 4 pertemuan. Hasil dari siklus pertama menunjukkan persentase mahasiswa yang tuntas dalam pemahaman konsep mahasiswa meningkat menjadi 48,3%. Pada akhir siklus I, motivasi mahasiswa juga meningkat ke kategori rendah dengan skor 66. Selanjutnya, di siklus II motivasi kembali meningkat dan masuk kategori tinggi dengan skor 84,8. Demikian juga dengan persentase mahasiswa yang tuntas dalam pemahaman konsep meningkat menjadi 90,3%. Jadi penerapan NHT-TGT terbukti dapat meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi mahasiswa. Kata Kunci: Number Head Together (NHT), Team Games Tournament (TGT), motivasi, pemahaman konsep, materi matematika SMA Implementation of NHT-TGT Learning Model to Improve Motivation and Conceptual Understanding of Mathematics for Senior High School Abstract The study aims to describe the application of NHT-TGT to improve students of Class 2C Mathematics Education Program University of Islam Malang\u27s motivation and understanding of high school mathematics material concept. The study is motivated by the results of preliminary studies were less than satisfactory. Student motivation score belonging to the criteria of very low with a score of 48.4. Student conceptual understanding test results are still unsatisfactory, only 22.6% of the students completes , that is student scores ‰¥60. The study is a classroom action research which performed in 2 cycles with each cycle consisting of 4 meetings. The results of the first cycle show the percentage of students who complete the understanding of the concept increased to 48.3%. At the end of the first cycle, the students\u27 motivation also increased to the category of low with a score of 66. Furthermore, in the second cycle motivation score increased and categorized of high with a score of 84.8. Likewise, the percentage of students who complete the understanding of the concept increased to 90.3%. So the application of NHT-TGT is proven to improve student understanding of concepts and motivation. Keywords: Number Head Together (NHT), Team Games Tournament (TGT), motivation, concept understandin

    Pengembangan bahan ajar geometri SMP berbasis cognitive load theory berorientasi pada prestasi belajar siswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar geometri SMP berbasis Cognitive Load Theory (CLT) serta mendeskripsikan kualitas kevalidan, kepraktisan dan keefektifan bahan ajar tersebut. Bahan ajar yang dikembangkan berupa buku pengayaan geometri untuk SMP kelas VII dan VIII sesuai dengan Kurikulum 2006. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan model penelitian desain dari Plomp yang terdiri atas tiga tahap: preliminary research, prototyping phase, dan assessment phase. Subjek coba terdiri dari 32 siswa kelas VII dan 32 siswa kelas VIII dari dua SMP Negeri di Kabupaten Wonosobo, beserta masing-masing satu guru matematika dari sekolah tersebut. Subjek coba yang menggunakan bahan ajar ini telah menguasai kompetensi dasar pembelajaran. Penelitian ini menghasilkan bahan ajar geometri SMP berbasis CLT yang memenuhi aspek kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Hasil evaluasi formatif 1 menyatakan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria valid. Hasil evaluasi formatif 2 dan evaluasi sumatif menyatakan bahwa bahan ajar memenuhi kriteria praktis. Keefektifan bahan ajar terlihat dari hasil penilaian prestasi belajar yang menunjukkan bahwa persentase siswa kelas VII yang mencapai KKM adalah 78% dengan rata-rata nilai klasikal 78 dan persentase siswa kelas VIII yang mencapai KKM adalah 75% dengan rata-rata nilai klasikal 80. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak digunakan. Kata Kunci: bahan ajar, pengayaan, geometri SMP, Cognitive Load Theory. Developing Geometry Learning Materials for Junior High School Based on Cognitive Load Theory with Regard to Student\u27s Achievement Abstract This study was aimed to develop a geometry learning materials for junior high school based on Cognitive Load Theory (CLT) and to describe the quality with respect to the validity, practicality, and effectiveness of the developed learning materials consisting of advanced geometry for seventh and eighth graders referring to the Curriculum of 2006. The research was a qualitative study using design research model suggested by Plomp, involving three phases: preliminary research, prototyping, and assessment. Research participants were 32 seventh and 32 eighth grade students at two public junior high schools in Wonosobo, as well as their mathematics teachers. These students had acquired minimum competencies to use the learning materials. This research resulted in junior high school geometry learning materials based on CLT, which satisfies the validity, practicality, and effectiveness aspects. The result of first formative evaluation informed that learning materials were categorized valid. The results of second formative evaluation and summative evaluation revealed that the learning materials were categorized practical. The effectiveness of learning materials could be seen from the results of the achievement test which showed that the percentage of seventh graders who passed the minimum criteria was 78%, with an average test score was 78; and the percentage of eighth graders who passed the minimum criteria was 75%, with an average test score was 80. Overall, the results showed that the developed learning materials can be used widely. Keywords: learning materials, advance, geometry SMP, Cognitive Load Theory

    Pengaruh ukuran sampel dan intraclass correlation coefficients (ICC) terhadap bias estimasi parameter multilevel latent variable modeling: studi dengan simulasi Monte Carlo

    No full text
    Studi ini menggunakan simulasi Monte Carlo dilakukan untuk melihat pengaruh ukuran sampel dan intraclass correlation coefficients (ICC) terhadap bias estimasi parameter multilevel latent variable modeling. Kondisi simulasi diciptakan dengan beberapa faktor yang ditetapkan yaitu lima kondisi ICC (0.05, 0.10, 0.15, 0.20, 0.25), jumlah kelompok (30, 50, 100 dan 150), jumlah observasi dalam kelompok (10, 20 dan 50) dan diestimasi menggunakan lima metode estimasi: ML, MLF, MLR, WLSMV dan BAYES. Jumlah kondisi keseluruhan sebanyak 300 kondisi dimana tiap kondisi direplikasi sebanyak 1000 kali dan dianalisis menggunakan software Mplus 7.4. Kriteria bias yang masih dapat diterima adalah \u3c 10%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bias yang terjadi dipengaruhi oleh ukuran sampel dan ICC, penelitian ini juga menujukkan bahwa metode estimasi WLSMV dan BAYES berfungsi lebih baik pada berbagai kondisi dibandingkan dengan metode estimasi berbasis ML. Kata kunci: multilevel latent variable modeling, intraclass correlation coefficients, Metode Markov Chain Monte Carlo THE IMPACT OF SAMPLE SIZE AND INTRACLASS CORRELATION COEFFICIENTS (ICC) ON THE BIAS OF PARAMETER ESTIMATION IN MULTILEVEL LATENT VARIABLE MODELING: A MONTE CARLO STUDY Abstract A monte carlo study was conducted to investigate the effect of sample size and intraclass correlation coefficients (ICC) on the bias of parameter estimates in multilevel latent variable modeling. The design factors included (ICC: 0.05, 0.10, 0.15, 0.20, 0.25), number of groups in between level model (NG: 30, 50, 100 and 150), cluster size (CS: 10, 20 and 50) to be estimated with five different estimator: ML, MLF, MLR, WLSMV and BAYES. Factors were interegated into 300 conditions (4 NG 3 CS 5 ICC 5 Estimator). For each condition, replications with convergence problems were exclude until at least 1.000 replications were generated and analyzed using Mplus 7.4, we also consider absolute percent bias \u3c10% to represent an acceptable level of bias. We find that the degree of bias depends on sample size and ICC. We also show that WLSMV and BAYES estimator performed better than ML-based estimator across varying sample sizes and ICC\u27s conditions. Keywords: multilevel latent variable modeling, intraclass correlation coefficients, Markov Chain Monte Carlo metho

    Back Matter

    No full text
    Petunjuk penulisan, cover belakan

    PERAN HUMAS DALAM MENINGKATKAN LOYALITAS STAKEHOLDERS UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

    No full text
    Universitas Ahmad Dahlan (UAD) have formed the public relations as liaison tooutsiders (spokesman). With the UAD\u27s Public Relations, expected various publicinterest and the interests of the organization can run together. Programs and strategyhas been conducted by UAD\u27s Public Relations to have good relations with stakeholdersof UAD. This research own, intended to see how the role of public relations UAD tobolster loyalty of stakeholders. By using the case study method, with data collectionmethod using focus group disscussion, it is hoped the result of research is could becomebasic to improving UAD\u27s Public Relations. This research result indicates that publicrelations are expected to draw up strategies appropriate to enhance loyalty stakeholders,both in terms of the management of its own organization, communication pattern, andmanagement of media connection.AbstrakUniversitas Ahmad Dahlan (UAD) telah membentuk bidang kehumasan sebagaipenghubung dengan pihak luar (juru bicara). Dengan adanya Humas UAD tersebut,diharapkan berbagai kepentingan publik dan kepentingan organisasi dapat berjalanbersama. Berbagai program maupun strategi telah dilakukan oleh Humas UAD untukmenjalin hubungan baik dengan pihak-pihak (stakeholders) UAD. Penelitian ini sendiri,dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana peran humas UAD guna meningkatkanloyalitas dari stakeholders. Dengan menggunakan metode studi kasus, dengan metodepengumpulan data dengan menggunakan focus group disscussion, diharapkan hasildari penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk perbaikan kinerja humas UAD itusendiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa humas diharapkan mampu menyusunstrategi-strategi yang tepat untuk dalam meningkatkan loyalitas stakeholders, baikdari segi pengelolaan organisasi sendiri, komunikasi yang dijalankan, dan pengelolaanmedia komunikasinya

    Digital literacy among Sriwijaya University lecturers

    No full text
    This article aims to describe patterns of digital literacy among Sriwijaya University (SU) lecturer and its contribution to the implementation of eLearning. We used a mixed approach. Our population is 635 subjects who have been running and organizing through the e-learning plat-form of SU. We, then, selected 30 lecturers randomly as our samples. Data were collected through offline and online questionnaires, in-depth interviews, and secondary data collection. Likert Scale is used to measure digital literacy among respondents and e-learning implementation is explained using the SIMPLE model. We find that digital literacy competence among SU lecturers is in a high position. This situation is the initial capital for the implementation of e-learning at SU. However, this situation has not contributed to the implementation of e-learning because of (a) lecturer is not willing to adapt to the e-learning environment system; (b) policymakers have not been intervening several factors that contributed to e-learning implementation at the university level. Artikel ini bertujuan menggambarkan pola literasi digital di kalangan dosen Universitas Sriwijaya dan kontribusinya terhadap implementasi e-learning. Artikel ini berasal dari penelitian empiris yang menggunakan pendekatan campuran (kualitatif dan kuantitatif). Populasi penelitian adalah 365 mata kuliah yang telah dijalankan dan diorganisir dengan platform e-learning yang diadopsi Universitas Sriwijaya. Dari populasi ini, peneliti memilih 30 dosen secara acak sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner online dan offline, wawancara mendalam, dan pengumpulan data sekunder. Skala Likert digunakan untuk mengukur tingkat literasi digital respondenpenelitian. Sedangkan implementasi e-learning dijelaskan dengan model SIMPEL. Kami menemukan bahwa tingkat literasi digital dosen Universitas Sriwijaya berada pada posisi yang tinggi. Situasi ini merupakan modal awal untuk mengimplementasikan e-learning di Universitas Sriwijaya. Tetapi, situasi ini belum berkontribusi terhadap implementasi e-learning karena (a) para dosen belum bersedia beradaptasi dengan lingkungan sistem e-learning; dan (b) para pembuat kebijakan belum mengintervensi beberapa faktor yang berkontribusi terhadap implementasi e-learning di level universitas

    Front Matter

    No full text
    Barton, David & Lee, Carmen. (2013). “Language Online: Investigating Digital Texts and Practices”. Oxford: Routledge

    0

    full texts

    2,796

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNY Journal Collections (Universitas Negeri Yogyakarta)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇