UNY Journal Collections (Universitas Negeri Yogyakarta)
Not a member yet
2796 research outputs found
Sort by
Analysis of the family\u27s communication pattern and the benefits of mother school program for building a harmonious family
Positive communication plays an important role in building a harmonious family. The objectives of this research were to: 1) Identify the characteristics of Mother School participants in 3 urban villages in Bogor; 2) Classifying family communication patterns of participants in Mother Schools based on low, moderate, and high categories; and 3) Analyze the benefits of Mother School program. The study was conducted with quantitative and qualitative approaches. The respondents were 84 people from the villages of Ciluar, Ciparigi, and Kedung Halang. Quantitative data were processed descriptively and analyzed using the Anova one way test. The qualitative data were obtained from the writing of participants in Ciluar village as many as 30 people, and then analyzed to find out the benefits of Mother School program. The results showed that the majority (84.62%) of respondents stated strongly agree that family togetherness is everything and 71.79 percent felt very close to their husband and children. By region, the participants of Mother School in Ciparigi village whose family communication was in high category had the highest percentage (60.71%). Maternal education level is considered to be a key factor in family communication in Ciparigi Mother School participants, better than 2 other villages. Qualitative analysis showed that participants feel the benefits of Mother School which can increase knowledge and understanding of how to care their children and build a harmonious family. This research is expected to be input for the Government of Bogor to further improve the quality of family resources.
Komunikasi yang positif berperan penting dalam membangun keluarga harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi karakteristik peserta Sekolah Ibu di 3 kelurahan Kota Bogor; 2) Mengelompokkan pola komunikasi keluarga peserta Sekolah Ibu berdasarkan kategori rendah, sedang, dan tinggi; dan 3) Menganalisis manfaat program Sekolah Ibu. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Responden yang disurvei berjumlah 84 orang berasal dari kelurahan Ciluar, Ciparigi, dan Kedung Halang. Data kuantitatif diolah secara deskriptif dan dianalisis dengan uji one way Anova. Adapun data kualitatif diperoleh dari tulisan peserta di kelurahan Ciluar sebanyak 30 orang, kemudian dianalisis untuk mengetahui manfaat program Sekolah Ibu. Hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar (84,62%) responden menyatakan sangat setuju bahwa kebersamaan keluarga adalah segalanya dan 71,79 persen merasa sangat dekat dengan suami dan anak-anaknya. Berdasarkan wilayah, peserta Sekolah Ibu di kelurahan Ciparigi yang komunikasi keluarganya masuk kategori tinggi memiliki persentase terbanyak (60,71%). Tingkat pendidikan ibu diduga merupakan faktor utama komunikasi keluarga peserta Sekolah Ibu di Ciparigi lebih baik dibandingkan 2 kelurahan lain. Analisis kualitatif memperlihatkan, peserta merasakan manfaat Sekolah Ibu yang dapat menambah pengetahuan dan pemahaman tentang cara mengasuh anak dan membangun keluarga harmonis. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi Pemerintah Kota Bogor untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya keluarga
Pengaruh teknik effleurage dan petrissage terhadap penurunan perasaan lelah pasca latihan Pencak Silat
Tujuan dari penelitian ini difokuskan pada pengkajian berikut: (1) untuk menurunkan perasaan lelah pasca latihan mahasiswa UKM pencak silat Tapak Suci di UMKT, (2) melakukan analisis dan uji coba teknik efflurage dan pettrisage terhadap penurunan perasaan lelah. Jenis pendekatan penelitian ini merupakan jenis pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang aktif di UKM Tapak Suci di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Setelah data terkumpul, data dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil data yang diperoleh ada pengaruh teknik efflurage terhadap perasaan lelah pada UKM Pencak Silat Tapak Suci di UMKT. Hasil data ini membuktikan bahwa pengaruh teknik efflurage dan teknik petrissage terhadap penurunan perasaan lelah pasca latihan pada UKM Pencak Silat Tapak Suci di UMKT.
Effect of effleurage and petrissage techniques on feeling decreased tired after training of Pencak Silat
Abstract
The purpose of this study is focused on the following assessment: (1) to reduce feelings of fatigue after the exercise of Tapak Suci martial arts UKM students at UMKT, (2) to analyze and test effleurage and petrissage techniques for reducing fatigue. This type of research approach is a type of quantitative descriptive approach. The subjects of this study were students who were active in UKM Tapak Suci at Muhammadiyah University of East Kalimantan. Analysis of the data used in this study uses quantitative descriptive analysis techniques. After the data is collected, the data is analyzed using regression analysis. The results of the data obtained that there is an effect of effleurage techniques on fatigue in UKM Tapak Suci Silat in UMKT. The results of this data prove that the effect of effleurage techniques and petrissage techniques on the reduction of post-training fatigue feelings in Pencak Silat Tapak Suci UKM at UMKT
An analysis of teachers\u27 pedagogical and professional competencies in the 2013 Curriculum with the 2017-2018 revision in Accounting subject
Professional teachers are those who understand the four competencies, including pedagogical, professional, personality, and social competencies. This study is aimed at explaining two of the four competencies, which are pedagogical and professional competencies in the implementation of the 2013 Curriculum with the 2017-2018 revision in the Accounting subject. The approach used was qualitative with case study research at the State Vocational High School 1 Kraksaan Probolinggo. The results of the study show that teachers understand pedagogical and professional competencies by applying learning strategies and methods that are relevant to students\u27 characteristics, integrating strengthening character education (penguatan pendidikan karakter or PPK), Literacy, high order thinking skills (HOTS), and 21st-century skills and the materials presented are in accordance with the core competencies/basic competencies and the indicator of competency achievement presented in the lesson plans
Analysis of factors of students\u27 stress of the English Language Department
The study is aimed at further describing psychological factors inducing academic stresses of the students of the English Education Department, Yogyakarta State University (EED-YSU). The study is a continuation of a previous study that identifies sources of academic stress of students of EED-YSU. Data collection is conducted by an on-line survey technique. Confirmatory factor analysis is used for the data analyses. The results show six factors that become sources of students\u27 academic stresses, namely academic demands, parent-child relationship, traumatic experiences during childhood, peer pressures, financial matters, and self-expectancy. It is expected that other studies involving other factors of students\u27 academic stress be conducted to give further information on the topic
Pengembangan modul praktikum mata kuliah Pancasila dengan model project citizen untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi pada mahasiswa
Proses penanaman nilai-nilai antikorupsi dikalangan mahasiswa harus terpadu antara teori dan praktik. Faktanya, praktik lapangan terkait penanaman nilai-nilai antikorupsi pada matakuliah Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi minim sekali diterapkan. Salah satu faktor kesulitan mahasiswa maupun dosen dalam melaksanakan praktik lapangan karena tidak adanya modul praktikum. Oleh karena itu penelitian ini mengembangkan modul praktikum menggunakan model project citizen pada matakuliah Pendidikan pancasila untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi pada mahasiswa FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan model pengembangan pembelajaran Walter Dick & Lou Carey. Kelayakan dan keefektifan pengembangan modul praktikum menggunakan project citizen pada matakuliah pancasila dapat untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi. Terdapat perbedaan signifikan pada menanamkan keterampilan dan sikap tentang nilai-nilai antikorupsi pada mahasiswa setelah menggunakan modul praktikum berbasis project citizen dari hasil produk pengembangan. Selain itu, modul praktikum berbasis Project Citizen Terbukti secara signifikan efektif untuk menanamkan keterampilan dan sikap tentang nilai-nilai antikorupsi pada mahasiswa.
-----
The process of teaching anti-corruption values among students must integrate between theory and practice. Field practices related to instilling anti-corruption benefits in the Pancasila Education course in tertiary institutions are very minimal. One factor is the difficulty of students and lecturers in carrying out field practice because there is no practicum module. Therefore this study developed a practical module using the Project Citizen Model in Pancasila Education courses to instill anti-corruption values in FITK UIN students Maulana Malik Ibrahim Malang. This research designed using Walter Dick & Lou Carey\u27s learning development model. The feasibility and effectiveness of the development of practical modules using project citizen in Pancasila courses can instill anti-corruption values. The results showed that there were significant differences in teaching skills and attitudes about anti-corruption values in students after using the Project Citizen-based practical module from the product development results. Besides that, the Project Citizen-based practical module proved to be significantly effective in instilling skills and attitudes about anti-corruption values in students
Penguatan nilai-nilai Pancasila di era disrupsi pada lingkungan sekolah dasar
ABSTRAK
Penguatan nilai-nilai Pancasila dalam proses pendidikan merupakan hal sangat penting untuk digali. Hal tersebut termasuk sekolah dasar sebagai penyelenggara Pendidikan. Penelitian ini didasarkan pada pentingnya penguatan nilai Pancasila pada peserta didik di era disrupsi saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penguatan nilai-nilai Pancasila di MIN 01 Indragiri Hilir dan untuk mengetahui kendala apa yang dihadapi untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila di MIN 01 Indragiri Hilir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian dalam artikel ini adalah kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran, staff sekolah, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila dilaksanakan dengan jalur sosialisasi Pancasila melalui pengembangan sosial budaya yang dilakukan dengan melaksanakan upacara bendera, melaksanakan salat berjamaah, melaksanakan kegiatan gotong-royong, pemilihan ketua kelas, melaksanakan pembelajaran di kelas, melaksanakan kegiatan senam pagi, memperingati hari penting nasional, melaksanakan kegiatan Pramuka, dan melaksanakan kegiatan gotong-royong. Kendala yang dihadapi dalam upaya penguatan nilai-nilai Pancasila di MIN 01 Indragiri Hilir meliputi keterbatasan lahan, alat dan media yang terbatas, dan tenaga pendidik yang sesuai kegiatan yang dikembangkan masih kurang.
ABSTRACT
Strengthening the values of Pancasila in education process is very important to be explored, includes in elementary schools. The article base on the importance of strengthening the value of Pancasila in students in the disruption. The purpose of this study was to determine how to strengthen the values of Pancasila in MIN 01 Indragiri Hilir and to find out what obstacles were faced to strengthen the values of Pancasila in MIN 01 Indragiri Hilir. This study uses qualitative research with a literature review, observation, interviews, and documentation. The research subjects in this article are the principal, teacher, school staff, and students. The results showed the strengthening of Pancasila values was carried out through the socialization of Pancasila through the socio-cultural development by carrying out flag ceremonies, performing congregational prayers, mutual cooperation activities, selecting class leaders, learning in class, gymnastics activities, commemorating national important day, carrying out Boy Scout activities, and carrying out mutual assistance activities. Constraints faced in the effort to strengthen the values of Pancasila in MIN 01 Indragiri Hilir include limited land, limited tools and media, and educators according to the activities being developed, are still lacking
Peluang dan tantangan pendidikan karakter di era digital
Tujuan artikel ini adalah untuk membahas tentang peluang dan tantangan pendidikan karakter di era digital. Ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan naturalistik. Data dikumpulkan dengan cara survei, wawancara, observasi dan studi pustaka. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan enam tahapan dari Creswell. Pendidikan karakter di era digital memiliki berbagai tantangan dan peluang. Riset membuktikan bahwa era digital memberi peluang positif pada implementasi pendidikan karakter. Tantangan kita adalah bagaimana mengajari siswa untuk menavigasi etika di era digital. Beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam pendidikan karakter di era digital mencakup keseimbangan, keselamatan dan keamanan, perundungan siber, sexting, hak cipta dan plagiarism. Para pembuat kebijakan pendidikan perlu berperan aktif dalam pengembangan berkelanjutan pembelajaran karakter secara digital untuk memastikan penerapan pembelajaran digital yang efektif.
ABSTRACT
The purpose of this article is to discuss the opportunities and challenges of character education in the digital age. This is a qualitative research with naturalistic approach. Data were collected by surveys, interviews, observation and literature review. The data were analyzed by six stages from Creswell. Character education in the digital age has various challenges and opportunities. Research proves that the digital age provides positive opportunities for the implementation of character education. The challenge is how to teach students to navigate ethics in the digital age. Some of the challenges are balance, safety and security, cyber bullying, sexting, copyright and plagiarism. Education policy makers need to participate in the continuous development of digital character learning to implement effective digital learning
Sistem Keamanan Ganda Sepeda Motor dengan Fingerprint dan Gprs Berbasis Arduino untuk Peningkatan Keamanan
Tujuan pembuatan Tugas Akhir ini adalah: (1) merancang fingerprint dan gprs pada sistem pengaman sepeda motor, (2) mengimplementasi fingerprint dan gprs pada sistem pengaman sepeda motor, (3) mengetahui unjuk kerja fingerprint dan gprs pada sistem pengaman sepeda motor. Komponen utama yang digunakan adalah Arduino Mega sebagai pusat olah data , fingerprint sebagai keamanan utama, gprs sebagai kemanan kedua. dan kode numerik sebagai penulisan password serta mensetting sistem. Langkah Pembuatan Sitem Keamanan Ganda Sepeda Motor Berbasis Arduino Untuk Peningkatan Keamanan ini adalah (1) Perancangan Perangkat Keras: pertama Pembuatan Skematik Sistem , kedua Pembuatan Layout PCB, ketiga Pembuatan Desain 3D, terakhir Desain box finising, (2) Perancangan Perangkat Lunak pertama Pembuatan alur diagram kedua Pembuatan program Arduino. Berdasarkan Hasil pengujian yang telah dilakukan (1) Fingerprint pada sistem pengaman kendaraan ini menjadi komponen keamanan utama yang sulit ditembus, (2) GPRS dapat mengirim pesan ke Android pemilik Sepeda Motor, (3) Kode Numerik dapat mengirimkan kode angka yang tepat, (4) Sistem alat bekerja dengan baik, dimana Fingerprint mengirim data sidik jari ke Arduino lalu Sepeda motor ON atau Kode Numerik mengirim Password ke Arduino lalu Arduino memproses Sepeda Motor ON apabila gagal 3 kali alarm berbunyi serta mengirim pesan ke Android
Pendeteksi Bola Pada Robot Penjaga Gawang Menggunakan Metode Hough Circle
Robot penjaga gawang bertugas untuk dapat menghadang bola berwarna oranye memasuki gawang. Robot tersebut harus mampu mendeteksi bola dengan akurat untuk menentukan pergerakan robot selanjutnya. Artikel ini mendeskrepsikan pengembangan robot penjaga gawang yang mampu mendeteksi warna dan bentuk boladengan metode hough circle menggunakan emgucv. Metode pengembangan yang dilakukan merujuk pada modifikasi ADDIE pada pengembangan robot speak bola. Hasil dari pengembangan ini adalah lapangan robot dan robot penjaga gawang. Hasil unjuk kerja menunjukkan pendeteksian bola memiliki presentase rerata sebesar 80%, sedangkan kemampuan menghadang bola sebesar 90%. Penerapan metode hough circle terdiri atas beberapa proses yaitu: (1) mencari ciri warna bola, langkah selanjutnya dengan menggunakan ROI dan objek selain ROI ditutupi dengan warna hitam; (2) objek yang sudah di ROI lalu dideteksi melalui konversi warna ke bentuk HSV dengan memberikan jarak deteksi warna pada channel Hue untuk mendeteksi warna Kembali; (3) filter gambar menggunakan dillate untuk membersihkan noise pada gambar; (4) mendeteksi tepi bola menggunakan canny detection untuk melihat contour berbentuk lingkaran; dan (5) menggunakan Hough Circle untuk mendeksi warna orange dengan bentuk bola. Metode hough circle dalam pendeteksian bola oranye berhasil diterapkan. Untuk pengembangan ke depan, perlu diperhatikan terkait teknis mekanik agar tidak membatasi pergerakan robot
Pengaruh pembelajaran IPA berbasis discovery learning terintegrasi jajanan lokal daerah terhadap keterampilan proses sains
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran IPA berbasis discovery learning terintegrasi jajanan lokal daerah terhadap keterampilan proses sains. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP N1 Cangkringan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 peserta didik yang berasal dari satu kelas, yakni kelas VIII A. Perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) Silabus, (2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan (3) Lembar Kegiatan Peserta Didik. Adapun instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi keterampilan proses. Aspek yang dianalisis meliputi aspek keterampilan proses sains dasar dan terintergrasi. Setelah diperoleh rata - rata skor pada tiap aspek, rata - rata skor yang diperoleh kemudian diklasifikasikan menurut kategori sangat baik, baik, kurang, dan sangat kurang. Berdasarkan hasil penelitian, model pembelajaran IPA berbasis discovery learning terintegrasi jajanan lokal daerah efektif meningkatkan lima aspek keterampilan proses sains dasar, yaitu keterampilan mengobservasi, mengklasifikasi, memprediksi, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan, serta lima aspek keterampilan proses sains terintegrasi, yaitu menginterpretasi data, mengontrol variabel, membuat hipotesis, mendefinisikan secara operasional, serta melakukan eksperimen.
Science learning based on discovery integrated regional local snacks on student science process skills
Abstract
This study aimed to determine the effect of science learning based on discovery learning that was integrated with regional local snacks on student science process skills. This research was a descriptive study with a quantitative approach. The population in this research were students of class VIII SMP N1 Cangkringan. The sample in this research was 32 students from one class, namely class VIII A. The learning tools used in this study were: (1) Syllabus, (2) Lesson Plan, and (3) Student Worksheet. The research instrument used in this research was the student science process skills observation sheet. The aspects analyzed include aspects of basic and integrated science process skills. After obtaining an average score in each aspect, the average score obtained is then classified according to the category of very good, good, low, and very low. The result shows that discovery learning integrated with regional local snacks is effective in improving five aspects of basic science process skills, namely observing, classifying, predicting, drawing conclusions, and communicating, as well as five aspects of integrated science process skills, namely interpreting data, controlling variables, make hypotheses, define operationally, and conduct experiments