Rumah E-Journal Citakonsultindo (CV. CITA UTILITAS UTAMA)
Not a member yet
2566 research outputs found
Sort by
Branding Dan Labelisasi Untuk Meningkatkan Daya Tarik Konsumen Pada UMKM Benang Raja Di Desa Kerik Kabupaten Magetan
Indonesia sebagai negara berkembang, menjadikan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) sebagai pilar utama dalam sektor perekonomian masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk mendorong kemandirian dan pertumbuhan masyarakat, khususnya di bidang ekonomi. Namun, sedikit banyak masih menghadapi tantangan dalam pemasaran, termasuk “Benang Raja” di Kabupaten Magetan. Benang Raja menghadapi tantangan dalam pemasaran produk yang masih dilakukan secara tradisional, dengan jangkauan pasar yang terbatas. Benang Raja berdiri sejak tahun 2020 yang bergerak di bidang makanan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui optimalisasi pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan Participatory Action Reseacrh (PAR) yang melibatkan pemilik Benang Raja dalam proses identifikasi masalah, perancangan, dan implementasi solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pemasaran dengan Perubahan pada desain kemasan dan penggunaan logo yang profesional berdampak positif pada persepsi konsumen terhadap produk.
Kata Kunci: UMKM, Pemasaran, , Branding, Daya Sain
Internalisasi Makna Kesejahteraan Dan Kemakmuran Bagi Komunitas Produktif Tradisional Di Yogyakarta
Kusir andong merupakan komunitas tradisional yang memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya Yogyakarta sekaligus mendukung sektor pariwisata. Namun, keberadaan mereka menghadapi tantangan serius di era modernisasi, antara lain menurunnya jumlah penumpang, kompetisi dengan transportasi daring, serta minimnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan keberlanjutan profesi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan kepada Paguyuban Kusir Andong Kotagede 1 dengan tujuan menginternalisasi makna kesejahteraan, kebahagiaan, dan kemakmuran secara lebih luas. Penyuluhan dilakukan secara partisipatif melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman baru bahwa kesejahteraan tidak hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga mencakup aspek sosial, budaya, kesehatan, dan keberlanjutan profesi. Refleksi kolektif ini menjadi dasar bagi penguatan kapasitas komunitas dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial budaya. Artikel ini menekankan pentingnya penyuluhan sebagai langkah awal pemberdayaan, sekaligus merekomendasikan tindak lanjut berupa pendampingan yang lebih aplikatif
Kenakalan Remaja Dan Bahaya Tawuran Dalam Perspektif Hukum: Membangun Generasi Muda Yang Berintegritas
Fenomena kenakalan remaja dan tawuran pelajar menjadi permasalahan sosial yang berdampak luas terhadap perkembangan generasi muda serta ketertiban masyarakat. Penyuluhan hukum ini diselenggarakan dengan metode tatap muka dan tanya jawab secara interaktif, yang memungkinkan peserta memahami materi secara komprehensif sekaligus mendiskusikan berbagai permasalahan yang dihadapi secara langsung. Dalam penyampaian materi, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai bentuk-bentuk kenakalan remaja, faktor internal dan eksternal penyebab tawuran, serta konsekuensi hukum yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Pendekatan interaktif ini mendorong peserta untuk lebih kritis dalam menilai dampak sosial, psikologis, dan hukum dari perilaku menyimpang. Dengan penyuluhan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran hukum, penguatan pemahaman tentang pentingnya integritas, serta terbentuknya sikap preventif terhadap tindakan kenakalan dan kekerasan kolektif. Selain itu, penyuluhan ini juga menekankan peran sinergis antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk karakter remaja agar terhindar dari perilaku destruktif dan lebih bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat
Transformasi Kehidupan Suku Sakai Pasca-Nomaden: Studi Kasus Program Pemberdayaan Masyarakat Adat oleh PT Pertamina Hulu Rokan Wilayah Operasi Duri Steam Flood di Desa Tengganau
Studi ini mengkaji transformasi mata pencaharian masyarakat Adat Sakai di era pasca-nomaden melalui studi kasus program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh PT. Pertamina Hulu Rokan, Zona Rokan, Daerah Operasional Banjir Uap Duri di Desa Tengganau, Riau. Pergeseran gaya hidup akibat deforestasi dan modernisasi telah memaksa masyarakat Sakai untuk beradaptasi dari cara hidup berbasis hutan ke sistem permukiman yang mapan. Program pemberdayaan yang berfokus pada penggemukan sapi, peternakan bebek, dan pengolahan pupuk organik ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat ketahanan ekonomi tetapi juga mendorong keberlanjutan lingkungan dan selaras dengan praktik mata pencaharian lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang mengintegrasikan konsep Pemberdayaan Masyarakat dan Kerangka Kerja Mata Pencaharian Berkelanjutan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT. Pertamina Hulu Rokan, Zona Rokan, Wilayah Operasi Banjir Uap Duri telah memperkuat lima aset penghidupan (modal manusia, sosial, alam, fisik, dan finansial) sekaligus menjadi media rekonsiliasi sosial antara masyarakat adat dan perusahaan. Dengan demikian, program pemberdayaan ini tidak hanya memperluas akses ekonomi masyarakat Sakai, tetapi juga membentuk siklus keberlanjutan hidup yang tetap relevan dengan tantangan modernisasi
Pelatihan Pembelajaran Kewirausahaan untuk Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan Pada Pengrajin Logam Emas Wanita di Kelurahan Borong Kecamatan Manggala
Pelatihan pembelajaran kewirausahaan untuk meningkatkan jiwa wirausaha pengrajin logam emas wanita di Kelurahan Borong Kecamatan Manggala Makassar bertujuan untuk meningkatkan jiwa keiwrausahan. Pendidikan kewirausahaan menjadi aspek fundamental dalam mencetak individu yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing. Di era globalisasi yang penuh dengan tantangan ekonomi dan ketidakpastian pasar kerja, keberadaan pendidikan kewirausahaan menjadi semakin krusia tersebut. Pengrajin wanita terkadang melakukan aktivitas kerajinan di waktu- waktu tertentu sehingga mendorong peneliti untuk melaksanakan pegabdiaan ini
The Influence of Tourism Facilities and Destination Image on Visiting Decisions at Rio Beach by the Beach, South Lampung
Rio by the Beach Beach in South Lampung has great potential as a leading touristdestination, but competition with other beaches in the surrounding area and lessthan optimal management are obstacles in increasing tourist visits. The researchersset out to find out how factors like physical attractiveness and geographical proximityaffected people's propensity to have sexual relations. This study employed anexplanatory research methodology with a quantitative approach. One hundredguests visiting Rio by the Beach filled out the surveys that were used to gather data.Multiple line regression tests were used to examine the data. The researchersdiscovered that tourist attractions had a positive impact on sales by 21.7% anddestination services by 52.7%. There was a 56.9% influence of both variables ontourists' decision to travel. These findings indicate that adequate tourist facilities anda positive destination image can increase tourist comfort, satisfaction, and trust inchoosing Rio by the Beach Beach as a tourist destination
The Effect Of Compensation, Communication And Work Discipline On Employee Performance At PT Perkebunan Nusantara 1 Regional 7 Kebun Tulung Buyut
This study aims to determine the effect of compensation, communication, work discipline on employee performance at PT. Perkebunan Nusantara 1 Regional 7 Kebun Tulung Buyut. This study uses a quantitative approach with SPSS analysis tools. The data quality test used is the validity test and reliability test, then the classical assumption test is carried out, namely the normality test, multicollinearity test, and heteroscedasticity test. Then, the hypothesis test carried out is the t test, then the coefficient of determination test is carried out. The population in this study was 30 respondents. The sampling technique used was a saturated sample, so all respondents were used as research samples. Based on the results of the study, it can be seen that the variablesCompensation, Communication, Discipline are positive and significant to Employee Performance of PT Perkebunana Nusantara 1 Regional 7 Kebun Tulung Buyut. It is expected that this research can be a reference for PT Perkebunana Nusantara 1 Regional 7 Kebun Tulung Buyut to pay more attention to the variables in this study
The Influence of Attractiveness, Facilities and Accessibility on Visiting Interest in Sawangan Village, Airmadidi District, North Minahasa Regency
Tourism is a vital sector for the global economy, including Indonesia. North Sulawesi is famous for its various kinds of natural beauty starting from mountains, hills, forests, beaches, lakes, islands, cultural tourism, and many other beauties Waruga or ancient burial place of the megalithic era in Minahasa. Waruga is included in the category of special interest tourism (unique) so that it has its own charm that makes some local and foreign tourists come specifically to visit to find out about Waruga. This makes Waruga attractive for tourists who want to understand local culture. This study aims to determine the effect of attractiveness, facilities and accessibility on visiting interest in Waruga attractions in Sawangan Village, Airmadidi District, North Minahasa Regency. Data collection methods by interview using questionnaires to all respondents in the last 3 months. This study involved 70 respondents who were visitors. The data analysis method uses a quantitative descriptive method using the SEM-PLS application, which in this study uses Smart-PLS 4.0. The results showed that facilities have a significant effect on visiting interest in Waruga Sawangan Tourism Objects. while attractiveness and accessibility have an insignificant effect on visiting interest in Waruga Sawangan Tourism Objects
The Moderating Role Of Compensation On The Relationship Between Work Ethic And Job Outcomes
Job outcomes are the results or consequences of the work completed by employees. This research positions that the better the work ethic and with a proportional strengthening of compensation, the job outcomes produced by employees are improved. Compensation acts as a moderator because it represents management’s concern for employees, manifested through the provision of compensation, thus encouraging employees to put forth all their capabilities to achieve the desired job outcomes. The distribution of this research questionnaire was conducted among 171 employees of PT. XXX in Makassar City as the population and sample, with a response rate of 78.95%, resulting in 135 employees used as the data analysis unit. This study is explanatory research utilizing a partial least squares-based structural equation model (SEM-Pls4). The results of this research provide evidence that good work ethics and compensation provided to employees, even at a low level, can enhance job outcomes when compensation is strengthened.
 
The Influence of Service Quality and Price on Consumer Satisfaction at Okinawa Sushi Pakuwon Mall Surabaya City
Competition in the restaurant industry is getting tighter, especially in premium shopping centers such as Pakuwon Mall, Surabaya. This research aims to analyze the influence of service quality and price on consumer satisfaction at Okinawa Sushi. The research method used was quantitative with a causal approach, involving 100 respondents using a purposive sampling technique. Data analysis was carried out using multiple linear regression tests. The research results show that service quality and price have a significant effect on consumer satisfaction, both partially and simultaneously. Apart from that, the price variable has a more dominant influence compared to service quality. These findings provide implications for restaurant management in improving service strategies and pricing policies to maintain customer loyalty in the premium restaurant segment