UNY Journal (Universitas Negeri Yogyakarta)
Not a member yet
    20087 research outputs found

    PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL PEMBUATAN VARIASI PECAH POLA ROK, BLUS, DAN GAUN MENGGUNAKAN RICHPEACE CAD SYSTEM PENDIDIKAN TATA BUSANA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    Get PDF
    Di era saat ini, pembuatan pola busana tidak hanya menggunakan cara manual saja tetapi telah berkembang dengan menggunakan cara digital, salah satunya menggunakan aplikasi Richpeace CAD System. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran berbasis video tutorial tentang pembuatan variasi pecah pola rok, blus, dan gaun, mendeskripsikan hasil uji kelayakan oleh ahli materi dan ahli media, serta mendeskripsikan hasil implementasi dari responden mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana UM 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan ADDIE. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui angket atau kuisioner. Hasil dari penelitian dan pengembangan, (1) Penilaian dari dua ahli materi mendapatkan rata-rata validasi sebesar 94% dengan kategori "Sangat Layak"; (2) Penilaian dari satu ahli media mendapatkan validasi sebesar 100% dengan kategori "Sangat Layak"; (3) Penilaian pada uji implementasi mendapatkan persentase sebesar 90,26% dengan kategori "Sangat Baik". Dapat disimpulkan dari nilai kelayakan yang didapatkan, bahwa media pembelajaran video tutorial pembuatan variasi pecah pola rok, blus, dan gaun menggunakan aplikasi Richpeace CAD System sangat layak digunakan untuk menambah media pembelajaran yang sudah ada sebelumnya

    KUNAFA SUBSTITUSI TEPUNG TEMPE SEBAGAI PENGEMBANGAN POTENSI INOVASI BAHAN PANGAN LOKAL FUNGSIONAL DALAM PEMBUATAN MAKANAN INTERNASIONAL UNTUK MENARIK MINAT KONSUMEN LOKAL DAN INTERNASIONAL

    Get PDF
      Penelitian ini bertujuan untuk menemukan resep dan menentukan penyajian serta kemasan produk Kunafa tempe, mengetahui tingkat kesukaan masyarakat, serta menentukan harga jual dan BEP produk. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D yang terdiri dari Define, Design, Develop, dan Disseminate. Analisis data dilakukan melalui uji sensoris dengan 50 panelis dan uji paired t-test untuk mengetahui perbedaan daya terima antara produk acuan dan produk pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan resep Kunafa dengan substitusi tepung tempe 15%, kemasan menggunakan aluminium foil tray dan lunch box, serta daya terima masyarakat lebih tinggi pada aspek warna dengan p-value 0,0003. Tidak ada perbedaan signifikan pada aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan. Harga jual Kunafa tempe adalah Rp. 12.000/pcs dengan BEP sebanyak 12 unit. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut untuk memperbaiki sifat sensoris lainnya dan strategi pemasaran yang lebih efektif

    ANALISIS MANAJEMEN INDUSTRI PERUSAHAAN STUDI KASUS PT. PMCT DAN CV. ASTOETIK

    Get PDF
    Manajemen industri merupakan sebuah cara pengelolaan dari sebuah perusahaan atau industri. Proses manajemen industri meliputi beberapa aspek dari perencanaan hingga pemantauan. PT. PMCT merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memiliki anka perusahaan CV. Astoetik yang merupakan salah satu kategori industri kreatif. Produk unggulan dari perusahaan tersebut adalah kompor batik elektrik. Pada operasional perusahaan perlu beberapa aspek yang menunjang keberhasilan dari tujuan industri tersebut. Pentingnya manajemen industri adalah untuk memastikan bahwa perusahaan tersebut telah menetapkan beberapa strategi yang perlu dilaksanakan untuk menjapai tujuan. Pada manajemen industri di PT. PMCT dan CV. Astoetik ini diambil 3 aspek yaitu motivasi dan kepemimpinan, Sumber Daya Manusia, Serta Pemasaran. Pada proses analisis manajemen industri di perusahaan tersebut menggunakan analisis kualitatif deskripsi dengan metode wawancara terhadap pemilik. Hasil wawancara akan dilakukan analisis lanjutan terhadap nilai IFAS, EFAS, dan Matriks

    TEPUNG TEMPE SEBAGAI SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU PADA PEMBUATAN CHURROS

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi tepung terigu dengan tepung tempe terhadap kualitas sensoris, tekstur, dan nilai gizi dari churros. Tepung tempe dipilih sebagai bahan substitusi karena kandungan proteinnya yang tinggi serta potensi peningkatan nilai gizi pada produk akhir. Metode penelitian melibatkan formulasi churros dengan variasi proporsi tepung tempe (15%, 30%, dan 45%) dan analisis karakteristik fisik serta sensoris dari setiap sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung terigu dengan tepung tempe secara signifikan mempengaruhi tekstur dan cita rasa churros. Churros dengan substitusi 30% tepung tempe menunjukkan keseimbangan optimal antara rasa dan tekstur. Studi ini menyimpulkan bahwa tepung tempe merupakan alternatif yang potensial dalam pengembangan produk churros yang lebih sehat tanpa mengorbankan kualitas sensoris yang diinginkan oleh konsumen.. Tujuan penelitian ini adalah 1) Menentukan resep produk Churros Tempe. 2) Menentukan penyajian dan kemasan untuk produk Churros Tempe. 3) Menentukan tingkat kesukaan masyarakat terhadap produk Churros Tempe. 4) Menentukan harga jual dan break- even point produk Churros Tempe. Penulis akan membuat olahan Churros yang akan menggunakan tepung tempe sebagai substitusi tepung terigu untuk membuat inovasi produk. Penelitian ini menggunakan metode 4D untuk menghasilkan suatu olahan yang dapat diterima masyarakat. Hasil perhitungan T-Test menunjukkan adanya perbedaan nyata pada uji sensoris antara produk acuan dan produk pengembangan. Namun, nilai rata-rata pada produk pengembangan lebih kecil, sehingga meskipun terdapat perbedaan yang signifikan, beberapa panelis lebih menyukai produk acuan. Kesimpulannya, produk pengembangan dapat diterima, meskipun akan sedikit sulit diterima

    BROWNIES CHIPS DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG KULIT PISANG KEPOK DAN TOPPING ALMOND SLICE SEBAGAI CAMILAN TINGGI SERAT UNTUK PENDERITA HIPERTENSI

    Get PDF
    Brownies diperkirakan berasal dari Amerika Serikat, dan pertama kali dipublikasikan pada tahun 1897. Penelitian ini memiliki tujuan untuk: 1) menemukan resep yang standar untuk produk Browkis, 2) mengetahui daya terima serta tingkat kesukaan masyarakat terhadap produk Browkis, 3) menentukan harga jual dan BEP produk Browkis. Metode yang digunakan dalam penelitian in adalah Research and Development (R&D) dengan melalui empat tahapan, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: 1) resep produk Browkis yang tepat dengan substitusi tepung kulit pisang kepok sebanyak 50%, 2) daya terima Masyarakat terhadap produk Browkis yang dibuktikan dengan penilaian uji sensoris serta hasil analisis uji Paired Sampel T-Test. Hasil menunjukkan bahwa substitusi tepung kulit pisang kepok memiliki perbedaan sangat nyata terhadap aroma, rasa, tekstur, kemasan. Hasil uji organoleptik keseluruhan produk pengembangan menunjukkan nilai mean sebesar 4.675 yakni mendekati penilaian sangat suka. Nilai skor p-value secara keseluruhan <0.001 kurang dari 0.05 yang menandakan produk pengembangan tepung kulit pisang kepok lebih disukai oleh panelis

    BROFFINE CHOCO ALMOND: DESSERT GLUTEN FREE YANG SEHAT DENGAN SUBTITUSI TEPUNG SORGUM KAYA AKAN SERAT

    Get PDF
    Industri boga merupakan salah satu sektor yang tak pernah berhenti berinovasi.  Pentingnya inovasi dalam produk boga semakin terlihat jelas seiring dengan meningkatnya jumlah individu yang peduli terhadap asupan makanan mereka, termasuk mereka yang memiliki pembatasan diet tertentu seperti intoleransi gluten. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi "Broffine Choco Almond: Dessert Gluten Free yang Sehat Dengan Substitusi Tepung Sorgum Kaya Akan Serat" sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan akan makanan sehat dan bebas gluten. Pendekatan eksperimental digunakan melalui empat tahapan: Define, Design, Development, dan Disseminate. Pada tahap Define, tiga resep acuan dikumpulkan dan resep terbaik dipilih berdasarkan evaluasi sensorik awal. Tahap Design melibatkan modifikasi resep terpilih dan pengujian oleh 3-5 panelis terlatih. Tahap Development mencakup validasi produk oleh dua dosen, memastikan kriteria produk yang sesuai dan fiksasi kemasan. Terakhir, tahap Disseminate melibatkan pengujian oleh 90 panelis tidak terlatih dari masyarakat umum dan mahasiswa. Hasil analisis paired t-test menunjukkan bahwa produk pengembangan Broffine Choco Almond secara signifikan lebih unggul dalam warna, aroma, tekstur, kemasan, dan penerimaan keseluruhan (p-value < 0,05) dibandingkan produk acuan. Meskipun rasa tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p-value 0,15), panelis secara keseluruhan lebih menyukai produk pengembangan. Broffine Choco Almond berhasil dikembangkan sebagai hidangan penutup inovatif yang lezat, bebas gluten, dan kaya serat, membuktikan bahwa inovasi boga dapat menyatukan kenikmatan kuliner dengan manfaat kesehatan fungsional. Produk ini direkomendasikan sebagai alternatif sehat bagi konsumen yang mencari pilihan dessert bebas gluten dan kaya serat

    CHOCO MUFFIN DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG UBI UNGU TINGGI SERAT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk choco muffin tinggi serat melalui substitusi sebagian tepung terigu dengan tepung ubi ungu lokal. Ubi ungu diketahui memiliki kandungan serat pangan dan antioksidan tinggi, menjadikannya bahan potensial untuk meningkatkan nilai gizi produk pangan olahan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan empat tahap utama, yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Pada tahap Define, dilakukan seleksi tiga resep muffin, dan dipilih satu resep acuan terbaik. Tahap Design meliputi formulasi substitusi tepung ubi ungu sebesar 25%, 50%, dan 75%, yang kemudian diuji oleh panelis semi-terlatih dan ahli untuk menentukan formulasi terbaik. Formulasi dengan substitusi 50% dipilih karena memperoleh tingkat kesukaan tertinggi. Selanjutnya, tahap Develop dilakukan validasi terhadap produk terpilih oleh panelis ahli dalam dua siklus. Tahap akhir, Disseminate, dilakukan uji kesukaan oleh 80 panelis tidak terlatih menggunakan skala hedonik 1–5, dan dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p<0,05) antara produk acuan dan produk pengembangan pada seluruh parameter sensoris (warna, aroma, rasa, tekstur, kemasan, dan keseluruhan). Produk muffin dengan substitusi 50% tepung ubi ungu dinilai lebih disukai dan berhasil meningkatkan nilai fungsional tanpa mengurangi kualitas sensoris. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan tepung ubi ungu sebagai bahan substitusi dalam produk roti untuk menciptakan alternatif pangan sehat dan tinggi serat

    INOVASI CRAQUELIN TEPUNG UBI ORANYE DAN ISIAN SELAI BUAH NAGA SEBAGAI SNACK SUMBER SERAT UNTUK GEN Z

    Get PDF
    Craquelin merupakan produk pastry berbentuk bulat dengan topping renyah yang biasanya terbuat dari tepung terigu dan mentega. Inovasi ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan Gen Z terhadap camilan sehat dan kaya serat, dengan memanfaatkan bahan lokal berupa tepung ubi jalar oranye dan selai buah naga. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengembangkan resep, (2) Menentukan penyajian dan kemasan, (3) Mengetahui tingkat penerimaan masyarakat, serta (4) Menganalisis harga jual, break-even point (BEP), dan business model canvas (BMC) dari produk Dragon Craqutela. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Uji sensoris dilakukan oleh panelis terlatih dan konsumen umum. Instrumen penelitian berupa borang uji sensoris dan kuesioner tingkat kesukaan. Hasil menunjukkan bahwa substitusi tepung ubi jalar oranye hingga 30% dengan isian selai buah naga dapat diterima baik oleh panelis berdasarkan aspek warna, rasa, aroma, dan tekstur. Produk memiliki kandungan serat yang lebih tinggi serta penampilan menarik yang sesuai dengan preferensi Gen Z. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Dragon Craqutela merupakan alternatif camilan sehat yang layak dikembangkan sebagai sumber serat berbasis bahan lokal. Rekomendasi dari penelitian ini adalah meningkatkan skala produksi serta menjadikan produk ini sebagai bagian dari edukasi gizi berbasis pangan lokal di kalangan generasi muda

    Fashion education sustainability practices among fashion design students in vocational colleges

    No full text
    The practice of sustainability in fashion education is practised by students related to environmental issues through a curriculum approach, independent activities, pedagogy, teaching & and learning strategies and external collaboration in preparation for facing the real world of the fashion industry. However, observations show that material waste and imprudent material management occur during the task development process, contributing to environmental pollution. Thus, this study aims to identify the level of sustainability practices in fashion education among students of Fashion Design at Vocational Colleges. The theories and models used in this study are Norm Activation Theory, environmentally sustainable textile and apparel consumption Model (ESTA- Environmentally sustainable textile and apparel consumption), Model of Predictors of Environmentally Responsible Behaviour (Model of Predictors of Environmental Behaviour: PEB) and Behavioural Change System Model (Behavioural change system: KAP). The design of this study uses a quantitative cross-sectional survey strategy of 330 students using stratified random sampling and purposive random sampling techniques. A Likert scale (5-point) questionnaire instrument adapted and modified from previous studies was used to obtain data. IBM SPSS version 26.0 software was used as a descriptive analysis tool by looking at the mean value and standard deviation. Findings of the sustainability practices in fashion education among fashion design students at vocational colleges show a high level (M=3.88, SD=0.66). Students have a positive attitude towards sustainability, but their willingness to perform sustainability behaviours in related projects or activities does not show the same direction. The implication is that this study can contribute to the Technical and Vocational Training Education Division (BPLTV) as a guide in the transformation towards a formal sustainable curriculum in the Fashion Design program at vocational colleges

    Reinforcing School Culture through Religious-Based Habituation

    Get PDF
    This study aims to examine more deeply the existence and procedural stages of religious habituation in strengthening the school culture at SDN 116 Cicaheum, as well as to determine the influence of religious habituation on reinforcing school culture to enhance students' religious character. The background of this research is based on the importance of forming students’ religious character through consistent and internalized religious practices within school life. This study employed a mixed-method approach with a sequential exploratory design. Qualitative data were collected through observation and in-depth interviews with classroom teachers, Islamic education teachers, the principal, and students. Meanwhile, quantitative data were obtained by distributing questionnaires to 30 students and analyzed using simple linear regression with the help of SPSS software. The results showed that religious habituation was implemented through various daily and weekly activities, such as communal prayers, recitation of short Qur’anic verses, Dhuha prayer, and religious mini projects. Quantitative findings revealed that religious habituation significantly influenced the strengthening of religious school culture, with a significance value of less than 0.001 and a regression coefficient of 1.645. In conclusion, religious habituation plays an essential role in shaping a religious school environment and promoting the sustainable and systematic development of students’ religious characte

    8,503

    full texts

    20,087

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNY Journal (Universitas Negeri Yogyakarta)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇