JoDA Journal of Digital Architecture
Not a member yet
64 research outputs found
Sort by
Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents]
Program Studi Doktor Arsitektur, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Katolik Soegijapranat
PEMBAYANGAN MATAHARI DAN PERHITUNGAN PEMBUKAAN DINDING DENGAN SOFTWARE AMETHYST SHADOW-FX
The buildings design in the tropics climate, shading on the walls is needed to prevent the entry of sunlight into the building. Shading is needed by determining the length of the sun shading and the placement of the height of the window, according to the orientation of the designed building. The purpose of this research is to determine the design of the building against the effort to block the entry of sunlight into the building with the simulation of Amethyst Shadow-FX software. The research method used is Ex Post Facto, where the independent variables are given treatment, namely variations in the shape and size of the wall opening and the orientation of the building. The results of this study are guidelines for designing building facades in the tropics and orientations that can produce thermal comfort in buildings because temperature increases can be avoided
Editorial Paper: Lingkup Penelitian Dalam Arsitektur Digital
Arsitektur Digital saat ini memasuki sebuah era yang mampu menaungi semua sub bidang pengamatan dalam dunia arsitektur [1]. Memahami penelitian arsitektur digital hanya sebagai alat bantu saja, adalah suatu kenaifan dan memerlukan literasi yang lebih mendalam [2]. Semua sub bidang ilmu arsitektur saat ini telah berkaitan erat dengan pendekatan digital, yang mengarah pada metode sampai pada pengembangan fokus kajiannya. Ketepatan dalam perhitungan menggunakan software sangat membantu dalam perhitungan kinerja bangunan yang berdampak pada penurunan konsumsi energi. Bangunan semakin ramah lingkungan dan dapat direncanakan dari awal terkait upaya tanggap dan sadar terhadap penerapan konsep green building yang saat ini menjadi kesadaran komunal dalam rancang bangun arsitektur. Studi tentang green building ini dikembangkan oleh Budijanto Candra dikaitkan dengan proses studi di pendidikan arsitektur saat ini. Penggunaan software digital tidak hanya memindahkan gambar manual ke dalam gambar digital, namun saat ini sudah memasuki babak kemampuan untuk men-generate bentuk dari awal ide desain sampai pada hasil akhir gambar kerjanya [3]. Selanjutnya fabrikasi baik interior bangunan, maupun fabrikasi bangunan secara menyeluruh sudah dapat dilakukan dengan kemampuan fabrikasi digital yang terus berkembang dengan kehadiran 3D printer dan jaringan internet yang semakin mendukung pekerjaan jarak jauh [4]. Pengembangan teknologi ini telah berkembang pada beberapa tahun belakangan ini, namun dapat selaras dengan kebutuhan saat ini akibat pandemi Covid-19, yang mengharuskan manusia Work from Home. Desain gambar secara digital dirancang arsitek, ditransfer dengan memanfaatkan teknologi yang ditunjang oleh kinerja yang terkait dengan internet (internet of things), sehingga arsitek dapat mentransfer karyanya tanpa meninggalkan rumah. Selanjutnya gambar kerja dapat dikembangkan dan dikomunikasikan dengan media digital untuk selanjutnya diputuskan untuk membangun dengan jarak jauh melalui perangkat pembangunan 3D Printer. Seakan kemajuan dalam era digital disiapkan untuk kondisi tak terduga pula, sehingga manusia tetap dapat berkarya dalam masa pandemi ini. Pengamatan tentang teknologi bangunan yang dikembangkan untuk perubahan lingkungan pada masa post pandemi Covid-19 dikembangkan oleh Basuki pada artikel edisi ini. Teknologi digital dalam fabrikasi di bidang interior dibahas oleh Tri Susetyo Andadari menjadi semakin menarik, karena teknologi digital menjadi pendukung dalam desain interior saat ini. Teknologi digital telah menjadi teknik umum di arsitektur interior sejak tahun 1990-an [5] Peningkatan penelitian tentang artificial intelligence, baru-baru ini dan penggunaan artificial intelligence pada bidang arsitektur interior juga menjadi faktor efektif di balik tren yang muncul. Pengamatan penggunaan Software Thermal dilakukan oleh Paulus, D. R. dan Mamesa, C. secara menarik terkait dengan kajian Kenyamanan termal dan transfer panas. Penggunaan software ini mampu untuk menggambarkan simulasi perhitungan yang terkait dengan pemodelan dalam kasus bangunan yang divermati. Evolusi teknologi yang berkembang saat ini telah memicu perubahan besar, tidak hanya dalam penerapan desain arsitektur beserta infrastrukturnya, namun juga berdampak pada peran dan tanggung jawab arsitek dalam menggunakan software. Kajian-kajian yang disampaikan penulis di edisi ini sangat menarik dan selamat membaca
LESSON LEARNED: BEST PRACTICE IMPLEMENTASI BUILDING INFORMATION MODELING (BIM)
In the past few decades, Building Information Modeling (BIM) has been widely used worldwide in industry of architecture, engineering dan construction (AEC). This scope is started from construction material manufacturing to construction project. So, this industry, which is one of the most complex industries, requires improvements in time and cost efficiency.. The purpose of this paper is to provide best practice of using BIM in buildings and infrastructure. The research method used in this research is project based evaluation. Project based evaluation is carried out on construction projects, namely building structures which include bored piles, pile cap, plates, shear walls, columns, and beams. The second project based evaluation is the bridge which focuses on structural work in single and double pillars. The results of research on building structures used as project based evaluations show that the difference in volume for each element ranges from 0.03% to 1.13%. with the total difference between conventional recalculation and modeling is around 0.358%. While the modeling in the second project based evaluation showed a volume difference of 12,965.66 kg for single pillar structures and 48,233.51 kg for double pillars. While the conventional method produces a larger estimated volume of 13,482.72 kg for single pillar structures and 49,827.70 kg for double pillar
TANTANGAN TEKTONIKA DIGITAL
The rapid development of digital technology has an impact on the ease of processing mass forms and the appearance of buildings in architecture. This significantly influenced tectonics as an important part of architecture. Tectonics is like finding a new window of view from the same existence. This situation demands an explanation of the position and role of tectonics in contemporary architectural works. This explanation is very important to rediscover the nature of tectonics as an art of construction in the new face of digital technology. This paper will examine the classical tectonic discourse that has developed from the core form and art form to the understanding of ontology and representation which is the beginning of the discussion of digital tectonics. Through a study of several relevant cases, it can be found that epistemologically, digital tectonic still has the same nature as classical tectonic. The difference lies in the richness of the quality and richness of the truth representation which implicitly gives birth to hidden truth conditions in digital tectonic representations. The existence of this hidden truth poses a challenge for digital tectonics to survive as the art of construction
Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents]
Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents
Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents]
Program Studi Doktor Arsitektur, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Katolik Soegijapranat
Korelasi Pemahaman Green Building (Bangunan Gedung Hijau/Arsitektur Hijau) Terhadap Penerapan Desain Arsitektur Di Era Digital
Masalah lingkungan terbesar abad ini adalah perubahan iklim (climate change) dengan fenomena pemanasan global, yang menyebabkan bencana dan kerusakan lingkungan. Penyebabnya yaitu Emisi CO₂ yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar dari fosil. Bangunan dan industri konstruksi adalah penyebab utama dan mempunyai andil paling besar secara global dari peningkatan emisi CO₂, oleh karena itu dengan green building dan energi terbarukan dapat mengurangi dampak perubahan iklim secara signifikan. Di sisi lain, masih rendahnya kesadaran mahasiswa arsitektur tentang pentingnya green building dan kurangnya penerapan serta perhatian pada desainnya.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis korelasi pemahaman green building dengan penerapannya pada desain arsitektur mahasiswa jurusan arsitektur Universitas Katolik Soegijapranata. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif yang berdasarkan data hasil survei yang disebarkan lewat media online. Hasil dari penelitian ini didapatkan korelasi antara pemahaman dan penerapan green building pada desain arsitektur
Perbandingan Transfer Panas Pada Software Psi-Therm, HTflux Dan Ansys
Dalam mendesain suatu bangunan tentunya harus memperhatikan kondisi iklim setempat untuk mencapai kenyamanan pengguna dalam melakukan aktivitas. Pada iklim tropis yang memiliki suhu lingkungan yang cukup tinggi tentunya akan mempengaruhi kondisi interior ruangan. Proses perambatan panas ini diminimalisir dengan menggunakan AC, pemilihan material dinding dan perencanaan dinding melalui software. Namun penggunaan AC yang berlebihan di dalam ruangan akan membuat konsumsi listrik menjadi tinggi dan berdampak pada penambahan panas pada bangunan. Pada penelitian ini digunakan software Psi-therm, HTflux dan Ansys untuk mensimulasikan perpindahan panas matahari ke dalam gedung. Tujuan utama penggunaan perangkat lunak adalah untuk menentukan aliran perpindahan panas ke struktur bangunan dan meminimalkan perpindahan panas melalui penggunaan bahan peredam pada dinding. Selain itu untuk mengetahui perbedaan hasil analisis dari ketiga software tersebut. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data di lapangan yang berhubungan dengan suhu di luar dan di dalam bangunan serta material penutup dinding. Data yang terkumpul akan dimasukkan ke dalam software Psi-Therm, HTflux, dan Ansys untuk menganalisis distribusi panas matahari pada struktur bangunan. Dengan menggunakan gambar sebaran panas yang telah dianalisa oleh perangkat lunak maka dilakukan upaya untuk meminimalisir panas tersebut dengan menggunakan bahan peredam pada dinding bangunan
The Drawings Digitalization Effectiveness In Interior Fabrication In A Philosophical Context
Architectural digitization has been carried out substantially, at the design stage and also at the implementation. Not only related to the design of the building’s facade but also to the interior of the building. The goal indeed is to simplify and accelerate the architect’s work. In fact, the current digitalization drawings, specifically in the realm of interior fabrication, require several additional steps becomes a product.This research uses literature study method with descriptive evaluative analysis to describe as broadly as possible issues related to the effectiveness of digitalization drawings in interior fabrication in philosophical studies based on ontology, epistemology and axiology. The study was carried out using empirical and theoretical phenomena as well as examining the ideas behind the effectiveness of digitizing drawing (in interior fabrication) to its application.The final result shows that the research concept on the effectiveness of digitizing drawings in interior fabrication is empirical, rationalist, and measurable research as a logical science and is a part of science.