JoDA Journal of Digital Architecture
Not a member yet
    64 research outputs found

    Framework Optimasi Multi-Objektif dengan Metode Parametrik

    Get PDF
    Performa bangunan merupakan isu yang sering dipertimbangkan dalam proses perancangan arsitektur. Pada prakteknya, pertimbangan ini seringkali bersifat multi-objektif sehingga pembuatan keputusan menjadi lebih rumit. Ketika masalah bersifat multi-objektif dan kompleks, pengambilan keputusan dengan hanya mengandalkan intuisi dan pengalaman perancang dapat menghasilkan solusi yang tidak tepat. Potensi metode parametrik berupa computer aided design yang dapat diintegrasikan dengan alat building performance simulation (BPS) dapat membantu perancang dalam memberi pertimbangan pengambilan keputusan. Studi ini bertujuan mengeksplorasi penggunaan metode parametrik sebagai alat bantu pengambilan keputusan melalui kasus studi optimasi kebisingan dan daylighting pada selasar basement gedung Thomas Aquinas UAJY. Output penelitian berupa pemaparan eksplorasi penggunaan metode parametrik beserta manfaat dan batasan yang ditemukan. Penelitian menggunakan software rhinoceros dan grashopper, ladybug, honeybee, pachyderm, colibri, dan design explorer. Berdasarkan hasil eksplorasi yang dilakukan, penggunaan metode parametrik memiliki manfaat dan batasan

    Pengaruh Industri 4.0 dalam Perkembangan Arsitektur Digital

    Get PDF
    Perkembangan teknologi saat ini sedang berubah sejalan dengan paradigma Industri 4.0. Ada tiga perkembangan signifikan: teknologi rekayasa, teknologi digital, teknologi biologi dan medis. Kondisi ini niscaya akan mempengaruhi praktik pendidikan dan praktik profesional, khususnya dalam Arsitektur Digital. Makalah ini akan membahas perkembangan teknologi rekayasa yang memiliki pengaruh kuat pada Arsitektur Digital. Perkembangan teknologi manufaktur menuntut arsitek memahami konsep fabrikasi digital serta perkembangan perangkat lunak komersial dan open source yang semakin spesifik untuk fungsi tertentu, seperti menemukan bentuk, mengoptimalkan struktur dan kinerja bangunan. Penulisan ini akan melakukan studi literatur terkait pemahaman industri 4.0, arsitektur digital, tektonik digital, fabrikasi digital, dan pengembangan perangkat lunak arsitektural. Melalui tulisan ini dapat disimpulkan bahwa faktor yang merupakan  pendukung dan yang menjadi tantangan dalam penggunaan arsitektur digital

    Editorial Paper: Arsitektur Digital Sebuah Kepastian

    Get PDF
    Dalam edisi perdana JoDA, Journal of Digital Architecture ini membahas tentang berbagai kajian tentang arsitektur digital. Dari masa ke masa, perkembangan arsitektur mengalami banyak perubahan dan perkembangan. Di awali dengan adanya komputer yang menggantikan alat gambar arsitek dengan kehadiran CAD. Kehadiran computer ini memudahkan dalam menggambar dan mulai memasuki era digital yang dapat menekan penggunaan kertas dalam penyajian gambar setelah komputer mulai terhubung dengan internet [1]. Setelah itu, beberapa software pendukung mulai berkembang dan membantu arsitek untuk mempermudah dalam pekerjaannya. Oleh sebab itu, arsitektur digital haruslah mempengaruhi pemikiran desain, metode desain, dan teori spasial [2]. Arsitektur digital dikembangkan untuk dapat digunakan dalam membantu proses berpikir desain dengan bantuan internet dan berbasis web yang nantinya akan membentuk sebuah teori baru.  Jika metode desain, pola pikir, dan teori spasial semuanya diubah oleh arsitektur digital, maka di kemudian hari akan lebih dari sekadar teori.Penggunaan teknologi menjadi berkembang pesat sejak segala sesuatu mulai terhubung dan tak terpisahkan dari internet. Perangkat lunak dan perangkat keras mulai saling melengkapi dan mempermudah dalam desain arsitektur [3]. Software tidak lagi hanya berkutat pada aspek fisika bangunan, tapi berkembang dalam segala aspek kajian arsitektur. Bahkan perangkat keras yang ditunjang dengan perangkat lunak yang mudah dioperasionalkan, tidak semata berupa komputer tetapi merambah ke gadget yang lebih mudah digunakan. Virtual reality dan Augmented Reality sebagai wacana kekinian yang sangat mudah digunakan dan dapat membantu interaksi desain dengan klien secara real time. Memasuki dunia arsitektur digital menjadikan ilmu arsitektur terasa hidup dan mengasyikkan untuk dipelajari. Dunia seakan menjadi tempat selancar dan tanpa batas untuk dikembangkan dengan tatanan arsitektur yang lebih manusiawi dan ramah lingkungan. Dengan demikian arsitektur digital dapat didefinisikan sebagai sebuah revolusi [4]. Saat ini manusia dapat menunggu untuk melihat perubahan sosial budaya yang drastis, yang akan muncul di era digital. Tidak mudah untuk memprediksi masa depan arsitektur digital, meskipun saat ini sudah berkembang dengan kecepatan penuh. Terdapat gap antara pendidikan arsitektur, budaya masyarakat, dan arsitektur digital [5].Pendidikan arsitektur harus berupaya mengikuti perubahan teknologi digital yang begitu cepat. Pendidikan arsitektur tradisional yang masih bertumpu pada teori filosofis, sosial, historis dan psikologis harus cepat tanggap dengan evolusi digital yang berjalan secara cepat ini. Masih banyak orang yang khawatir dengan penggunaan komputer yang berlebihan. Namun, mereka lupa bahwa teknologi baru selalu melahirkan budaya baru, seperti banyak catatan sejarah terkait perubahan dan dampak teknologi dalam budaya manusia.Pada awal tahun 1973, Bruno Zevi mendefinisikan transisi era digital saat ini, yang bukan semata dalam masa pertumbuhan [6]. Dalam beberapa dekade terakhir, arsitektur sebenarnya telah berkembang pesat seiring dengan inovasi teknologi, sehingga telah mampu mengatasi paradigma konstruksi konvensional, sehingga menghasilkan hubungan baru antara arsitektur dan manusia. Kehadiran robot dan printer 3D, mengubah cara arsitek mendesain sampai pada merealisasikannya dalam pembangunan bangunannya. Arsitektur memperoleh perluasan sosiologis dari perangkat teknologi dengan bentuk ekspresi baru berkat immaterialitas dari dunia maya. Kini dengan kehadiran Arsitektur Digital, Arsitektur menjadi alat komunikatif global, sebuah ikon yang mentransmisikan pesan yang dapat membentuk cara memandang dan berpikir dalam agregasi elemen dalam aliran yang berkelanjutan dan tanpa urutan tertentu. Selamat memasuki era Arsitektur Digital

    Teknologi Digital pada Pendidikan Arsitektur di Era Industri 4.0

    Get PDF
    Fenomena kurikulum pendidikan Indonesia terus berubah dan selalu diperbaharui dalam setiap periode. Begitu pula dengan perubahan-perubahan kurikulum pendidikan tinggi arsitektur. Kompleksitas dan jumlah projek pembangunan yang meningkat dari tahun ke tahun memunculkan isu arsitek harus menggunakan aplikasi BIM. Kewajiban persyaratan BIM ini masih diberlakukan untuk biro-biro konsultan maupun kontraktor yang ingin mengerjakan projek pemerintah. Revolusi Industri 4.0 telah menciptakan tren-tren baru di bidang teknologi digital.Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui seberapa banyak pengenalan dan penggunaan teknologi digital dalam proses pembelajaran di pendidikan arsitektur dan aplikasi-aplikasi apa yang sudah dimanfaatkan dan diajarkan dalam pendidikan arsitektur saat ini.Metode penelitian menggunakan metode diskriptif analisis, data diambil dari hasil survei yang disebarkan lewat online. Data-data yang terkumpul kemudian dianalisa sesuai dengan masing-masing katagori.Simpulan teknologi digital adalah sebuah kebutuhan untuk arsitek di masa datang. Kemajuan ilmu pengetahuan teknologi digital harus diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan arsitektur

    56

    full texts

    64

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JoDA Journal of Digital Architecture
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇