JoDA Journal of Digital Architecture
Not a member yet
    64 research outputs found

    PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN TEKNOLOGI VIRTUAL REALITY UNTUK MAHASISWA ARSITEKTUR TAHUN PERTAMA Berbasis Praktik Penggunaan Software Enscape for Sketchup

    Get PDF
    Virtual Reality (VR) berkembang sangat pesat dan menjadi teknologi yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Manfaatnya di bidang arsitektur mencakup aspek yang luas, mulai dari desain dan pengembangan, presentasi dan komunikasi, pembelajaran dan pelatihan, hingga evaluasi dan pengujian. Calon arsitek masa depan penting untuk dapat mengenal bagaimana konsep kerja VR, mempraktekkan  dan mengintegrasikan pemanfaatan teknologi ini dalam proses perancangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran teknologi VR yang cocok untuk mahasiswa arsitektur tahun pertama. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Menggunakan sebuah studi kasus, evaluasi terhadap pemanfaatan software Enscape for Sketchup sebagai alat bantu dalam pembelajaran VR dilakukan dengan melibatkan 172 mahasiswa sebagai responden. Dokumentasi hasil pekerjaan 33 kelompok dianalisis untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menggunakan teknologi VR untuk presentasi arsitektural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan dapat meningkatkan pemahaman atas konsep kerja VR dan kebermanfaatannya dalam mempresentasikan ruang dan desain arsitektur secara lebih efektif, efisien, realistis dan interaktif. Namun, masih terdapat beberapa kendala yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran berikutnya, seperti masalah teknis, kecukupan waktu untuk mengeksplorasi, serta keterbatasan hardware komputer yang digunakan

    PENDEKATAN DIGITAL PADA PROSES DESAIN ARSITEKTUR

    Get PDF
    Pendekatan digital telah menjadi fenomena penting dalam proses perancangan arsitektur dan akan terus berkembang di masa mendatang. Fenomena tersebut dapat diamati pada banyaknya arsitek yang mulai menggunakan teknologi digital berupa hardware dan software perancangan untuk membantu dalam proses perancangan arsitektur. Efisiensi dan akurasi proses perancnagan sangat terbantu dengan adanya teknologi digital. Arsitek seharusnya dapat mengakses dan menganalisis data  menjadi lebih mudah dan cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimanakah pendekatan digital dilakukan dalam proses perancangan arsitektur dengan mengacu pada tahap umum perencanaan dan perancangannya. Metode studi literatur digunakan dalam penelitian pendekatan digital yang terjadi pada proses perancangan sebuah karya arsitektur ini. Pada penelitian yang menggunakan paradigma penelitian rasionalistik dengan metode deduktif kualitatif melalui eksplorasi proses perancangan arsitektur, pendekatan perancangan yang ditawarkan Simon Arteta dan perkembangan pendekatan digital pada perancangan arsitektur saat ini diharapkan dapat menjawab tujuan penelitian. Terdapat temuan berupa berbagai pendekatan digital pada perancangan arsitektur yang lebih terkonsentrasi pada tahap perancangan. Tahap pemrograman sebagai tahap dasar pendefinisian permasalahan arsitektur belum ditemukan adanya perkembangan yang memadai untuk membantu arsitek menyelesaikan tahap ini lebih mudah dan transparan

    TRANSFORMASI DIGITAL DALAM DESAIN DAN ALAT SERTA TEKNOLOGI MODERN

    Get PDF
    Pembibit digital untuk merancang kota merujuk pada penerapan teknologi digital untuk Transformasi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia desain. Penggunaan alat dan teknologi modern seperti Building Information Modeling (BIM), perangkat lunak desain berbasis data, serta teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) telah meningkatkan efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan dalam perancangan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana transformasi digital memengaruhi proses desain, serta dampak penerapan teknologi modern terhadap hasil desain yang lebih adaptif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur dengan menganalisis berbagai sumber terkait implementasi teknologi digital dalam desain arsitektur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital memungkinkan desainer untuk menciptakan desain yang lebih terintegrasi, responsif terhadap kebutuhan pengguna, dan ramah lingkungan. Alat-alat seperti BIM membantu kolaborasi antar disiplin ilmu, sementara teknologi AR dan VR memberikan pengalaman imersif yang meningkatkan pemahaman klien terhadap desain. Selain itu, teknologi ini juga meningkatkan efisiensi energi dan penggunaan material, yang penting dalam upaya menciptakan bangunan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya adopsi teknologi digital dalam desain untuk menciptakan ruang yang lebih inovatif dan berkelanjutan

    SMART BUILDING PADA PEMBANGUNAN SARANA PRASARANA PEMERINTAHAN 1A DI IBU KOTA NEGARA

    Get PDF
    Latar belakang dari penelitian ini adalah meningkatnya kebutuhan akan efisiensi energi dan pengelolaan fasilitas secara optimal dalam pembangunan gedung pemerintahan yang berfungsi sebagai pusat administrasi dan pelayanan di Ibu Kota Negara. Penerapan konsep smart building menjadi relevan untuk memastikan gedung dapat beroperasi dengan efisiensi tinggi, menggunakan teknologi otomatisasi untuk manajemen energi, sistem keamanan, dan pemantauan operasional secara real-time. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan teknologi smart building pada pembangunan Sarana Prasarana Pemerintahan 1A, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya pemeliharaan, dan mendukung keberlanjutan lingkungan.Metode penelitian yang digunakan meliputi pendekatan studi kasus dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, serta pengumpulan data sekunder dari dokumen terkait proyek. Pengolahan data dilakukan dengan analisis deskriptif untuk menilai efektivitas teknologi yang diimplementasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep smart building pada pembangunan Sarana Prasarana Pemerintahan 1A di Ibu Kota Negara mampu meningkatkan efisiensi energi hingga 30%, mempercepat respons pemeliharaan, dan meningkatkan keamanan dengan adanya sistem pemantauan berbasis IoT. Penelitian ini menyimpulkan bahwa smart building dapat menjadi solusi efisien untuk pengelolaan gedung pemerintahan dengan manfaat signifikan terhadap aspek ekonomi dan lingkungan

    TANTANGAN DAN PELUANG IMPLEMENTASI ARSITEKTUR DIGITAL DALAM MENDUKUNG EFISIENSI ENERGI DI JERMAN

    Get PDF
    Permasalahan global terkait efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan mempengaruhi berbagai sektor, termasuk arsitektur. Di Jerman, sebagai negara yang memimpin dalam energi terbarukan, arsitektur digital berperan penting dalam optimalisasi manajemen energi. Paradigma ini menggabungkan teknologi digital dalam desain bangunan untuk meningkatkan efisiensi energi dan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan arsitektur digital di Jerman, khususnya dalam konteks efisiensi energi dan dampaknya terhadap keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus pada proyek arsitektur digital di Jerman. Data diperoleh melalui analisis literatur, wawancara dengan ahli, dan observasi langsung terhadap bangunan yang menggunakan teknologi digital untuk efisiensi energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur digital di Jerman secara signifikan meningkatkan efisiensi energi bangunan dan berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon. Teknologi ini juga mendorong penerapan bangunan cerdas yang ramah lingkungan, mendukung agenda pembangunan berkelanjuta

    Editorial Paper: Transformasi Digital dalam Arsitektur: Perpaduan Inovasi Teknologi dan Kreativitas Desain

    Get PDF
    Transformasi digital terus mendorong revolusi di berbagai industri, termasuk arsitektur. Teknologi digital seperti Building Information Modeling (BIM), pemodelan 3D, dan kecerdasan buatan (AI) telah membawa pendekatan baru dalam desain dan konstruksi bangunan. Proses ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperluas cakrawala kreativitas dalam menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan dan inovatif.Penggunaan BIM menjadi salah satu transformasi digital paling signifikan di sektor arsitektur. Teknologi ini mengintegrasikan data desain dengan informasi teknis, memungkinkan analisis yang lebih rinci dan pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, BIM mengurangi risiko kesalahan dalam konstruksi dengan menyimulasikan berbagai skenario sebelum tahap implementasi dimulai. Studi yang dilakukan oleh Bowie Christoforetti menunjukkan bahwa BIM dapat membantu mengatasi tantangan efisiensi di industri konstruksi, khususnya dalam pengelolaan proyek-proyek skala besar [1].Selain BIM, pemodelan generatif berbasis AI juga memperkenalkan cara baru dalam mengeksplorasi desain. Dengan menggunakan algoritme pembelajaran mesin, arsitek dapat menciptakan berbagai opsi desain berdasarkan parameter tertentu seperti efisiensi energi atau struktur geometris. Teknologi ini memungkinkan proses desain yang lebih cepat dan lebih adaptif terhadap kebutuhan klien[2].Teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) juga memberikan pengalaman yang lebih imersif dalam proses desain. Klien kini dapat "mengunjungi" ruang yang belum dibangun, memberikan wawasan yang lebih baik mengenai skala, tata letak, dan estetika desain. Dalam konteks pendidikan, teknologi ini memperkaya pengalaman pembelajaran mahasiswa arsitektur, memungkinkan mereka untuk memahami kompleksitas struktur dalam lingkungan virtual sebelum terjun ke proyek nyata [3].Di sisi lain, transformasi digital juga membawa dampak pada pelestarian warisan budaya arsitektur. Dengan pemodelan 3D, bangunan bersejarah dapat direkonstruksi secara digital, memberikan peluang untuk mempelajari elemen-elemen desain dari masa lalu tanpa risiko kerusakan pada struktur aslinya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya membantu melestarikan nilai budaya tetapi juga mendukung pengembangan desain modern yang diinspirasi oleh elemen-elemen tradisional [4].Namun, adopsi teknologi ini tidak lepas dari tantangan. Salah satu hambatan utama adalah kebutuhan investasi besar untuk perangkat keras dan perangkat lunak canggih serta pelatihan bagi tenaga kerja. Di samping itu, kurangnya standar yang seragam dalam penerapan teknologi digital sering kali menjadi penghalang dalam skala global. Meski demikian, peluang yang ditawarkan oleh teknologi ini jauh lebih besar, terutama dalam menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan di tengah tantangan urbanisasi global [2].Transformasi digital juga membuka jalan bagi arsitektur regeneratif, di mana bangunan dirancang untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan manusia tetapi juga memperbaiki ekosistem di sekitarnya. Dengan pendekatan seperti ini, arsitektur dapat menjadi pendorong utama dalam menciptakan kota-kota yang lebih berkelanjutan dan tangguh di masa depan [5].Dengan terus berkembangnya teknologi, peran arsitektur di era digital menjadi semakin krusial dalam menciptakan ruang yang adaptif, fungsional, dan estetik. Meskipun tantangan masih ada, inovasi yang dihadirkan oleh transformasi digital menjanjikan masa depan yang lebih cerah bagi industri arsitektur dan perencanaan kota

    PERENCANAAN TATA RUANG DENGAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE

    Get PDF
    Perencanaan tata ruang merupakan proses sistematis dalam merancang, memanfaatkan, dan mengendalikan penggunaan ruang untuk memenuhi kebutuhan pembangunan yang terus berubah. Tata ruang bertujuan untuk mencapai efisiensi ekonomi, sinergi dalam pemanfaatan sumber daya, dan menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan ruang yang berkelanjutan. Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam perencanaan tata ruang dapat mengoptimalkan pengelolaan sumber daya dengan cara otomatisasi dalam pemilihan dan pengaturan material, serta meningkatkan efisiensi dalam penggunaan alat dan bahan. AI memiliki potensi besar dalam mengolah data yang kompleks untuk mengidentifikasi pola dan tren yang relevan dalam perencanaan kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan AI dalam perencanaan tata ruang serta dampaknya terhadap efisiensi dan keberlanjutan pembangunan kota. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan simulasi berbasis data dari kota-kota yang menerapkan AI dalam perencanaan tata ruangnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara manusia dan AI membantu pengambilan keputusan yang lebih baik, sehingga mampu mendukung visi pembangunan kota yang inovatif dan berkelanjutan. Meskipun terdapat tantangan, implementasi AI yang efektif dalam perencanaan tata ruang memberikan peluang besar bagi pengembangan kota di masa depan

    METODE HISTORIKAL DALAM ARSITEKTUR DIGITAL, SEBUAH KAJIAN TERHADAP DIALOG BANGUNAN TRADISIONAL

    Get PDF
    Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap arsitektur secara signifikan, memungkinkan penerapan konsep-konsep baru dalam desain dan konstruksi. Fenomena ini menunjukkan tren penggunaan pemodelan digital, kecerdasan buatan, dan BIM, namun terdapat isu mengenai hilangnya keterhubungan dengan sejarah dan nilai-nilai arsitektur tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode historikal dalam arsitektur digital guna mempertahankan warisan budaya dalam desain modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur, studi kasus, dan wawancara dengan arsitek yang berfokus pada integrasi prinsip-prinsip historis dalam proyek digital. Hasilnya menunjukkan bahwa metode historikal tidak hanya memperkaya desain digital, tetapi juga mempertahankan relevansi sejarah dalam konteks teknologi modern. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap dialog antara arsitektur tradisional dan digital

    Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents]

    No full text
    Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents

    PERBANDINGAN TEKNOLOGI VISUALISASI MANUAL DAN DIGITAL DALAM PENDIDIKAN DESAIN ARSITEKTUR

    Get PDF
    Dalam pendidikan desain arsitektur, visualisasi merupakan alat penting untuk mengkomunikasikan ide dan konsep desain. Seiring dengan kemajuan teknologi, metode visualisasi tradisional dan digital telah menjadi bagian dari proses belajar-mengajar di bidang ini. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kedua teknologi visualisasi, yaitu manual (sketsa tangan dan maket fisik) dan digital (model 3D, rendering, dan perangkat lunak desain). Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan eksperimen yang melibatkan mahasiswa arsitektur untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari masing-masing teknologi dalam konteks pendidikan desain arsitektur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi manual lebih mendalam dalam mengembangkan pemahaman dasar tentang ruang dan proporsi, sementara teknologi digital memungkinkan efisiensi dalam pembuatan model yang kompleks dan presisi tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua pendekatan ini saling melengkapi, dengan transisi ke teknologi digital yang menjadi keharusan dalam pendidikan desain arsitektur

    56

    full texts

    64

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JoDA Journal of Digital Architecture
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇