JoDA Journal of Digital Architecture
Not a member yet
64 research outputs found
Sort by
INTEGRASI SISTEM ARSITEKTUR DIGITAL DALAM DESAIN RUMAH SMART HOUSING BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT)
Perkembangan teknologi di bidang arsitektur semakin mendukung terciptanya rumah cerdas yang efisien dan ramah lingkungan. Salah satu inovasi tersebut adalah integrasi sistem arsitektur digital dalam desain rumah smart housing berbasis Internet of Things (IoT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan teknologi digital dan IoT dapat meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan keamanan penghuni rumah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan simulasi desain arsitektur digital dengan integrasi IoT pada rumah smart housing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem arsitektur digital yang terintegrasi dengan IoT mampu memaksimalkan pengelolaan energi, meningkatkan pengawasan keamanan, serta mempermudah kontrol perangkat rumah melalui aplikasi berbasis smartphone. Dengan demikian, penerapan arsitektur digital dalam desain smart housing berpotensi menjadi solusi inovatif dalam memenuhi kebutuhan hunian masa depan yang lebih cerdas dan terintegras
ANALISIS 3 FAKTOR KENYAMANAN BERIBADAH DI MASJID BEKASI
Aktivitas ibadah umat muslim di masjid saat pandemi sebelumnya dibatasi penggunaanya dan pemakaiannya. Kewajiban seorang mulim untuk melakukan ibadah khususnya laki-laki di masjid adalah hal yang sudah diatur dalam agama, sehingga masjid harus bisa memberikan kenyamanan untuk setiap pengguna didalamnya. Penggunaan masjid sudah ditetapkan menjadi 5 waktu diluar kegiatan lain seperti kegiatan majelis, acara keagamaan, tempat untuk pembelajaran dan kegiatan positif lainnya yang dapat difungsikan didalam ataupun sekitaran area masjid. Faktor kenyamanan dalam pencahayaan dan suara merupakan suatu hal wajib agar terciptanya suasana kondusif dan tidak mengganggu pengguna yang ada didalam dan sekitarnya. Masjid Jami’ Al-Ukhuwwah Bekasi merupakan masjid yang berada di daerah kering dan panas sehingga ketiga faktor kenyamanan tersebut harus bisa diatasi. Faktor pencahayaan akan berdampak pada kenyamanan termal yang berdampak ketidak nyamanan karena suhu yang sangat panas dan kelembapan udara di dalam bangunan tersebut. Faktor dari kebisingan dapat menyebabkan terganggunya kegiatan keagamaan didalam masjid tersebut. Pengukuran kenyamanan termal didalam masjid menggunakan CBE Thermal Comfort di 5 Waktu sholat untuk menganalisis apakah perlu adanya ubahan terhadap bukaan dari fasad masjid. Pengukuran dan analisis pencahayaan yang cukup menggunakan lux meter dan disesuaikan dengan standar yang telah disepakati oleh kebijakan internasioanl. Pengukuran untuk tingkat kebisingan menggunakan dB meter dan disesuaikan dengan standar yang telah ada
Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents]
Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents
TRANSFORMASI DESAIN ARSITEKTUR: EKSPLORASI METODE DIGITAL DALAM PERANCANGAN
Perkembangan teknologi digital telah merevolusi proses desain arsitektur, mendorong pergeseran paradigma dari metode konvensional menuju pendekatan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai metode digital yang digunakan dalam perancangan arsitektur, mengidentifikasi manfaat dan tantangan implementasinya, serta menganalisis dampaknya terhadap proses kreatif dan hasil desain. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, menganalisis berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, dan publikasi online terkait. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi tren, pola, dan temuan signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode digital seperti Building Information Modeling (BIM), Computer-Aided Design (CAD), Virtual Reality (VR), dan Augmented Reality (AR) telah memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi, akurasi, dan fleksibilitas proses desain. BIM memungkinkan kolaborasi yang lebih baik antar disiplin ilmu, CAD meningkatkan presisi dan kecepatan pembuatan gambar, sedangkan VR dan AR memfasilitasi visualisasi dan eksplorasi desain yang imersif. Meskipun demikian, implementasi metode digital juga dihadapkan pada tantangan seperti kurangnya tenaga ahli, biaya investasi yang tinggi, dan kompleksitas integrasi data. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kompetensi digital para arsitek, pengembangan infrastruktur teknologi yang memadai, dan penetapan standar yang jelas untuk mendukung implementasi metode digital dalam perancangan arsitektur
REVOLUSI MATERIAL AKRILIK SEBAGAI SOLUSI UNGGULAN DALAM DESAIN MEGA AKUARIUM DIGITAL MODERN
Akrilik sebagai material pengganti kaca pada mega akuarium modern menghadirkan revolusi signifikan dalam desain akuarium berskala besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keunggulan material akrilik dalam desain mega akuarium, dengan fokus pada aspek kekuatan, keamanan, fleksibilitas, dan estetika. Studi ini dilakukan menggunakan metode penelitian pustaka yang komprehensif, melibatkan analisis terperinci terhadap struktur dan komposisi akrilik, khususnya komponen Methyl Methacrylate (MMA). Hasil kajian menunjukkan bahwa akrilik, selain lebih ringan dari kaca, memiliki ketahanan benturan hingga 17 kali lebih kuat serta daya tekan tinggi yang signifikan, mengurangi risiko kebocoran dan retakan, sekaligus memberikan keamanan optimal bagi organisme hidup serta pengunjung.Akrilik juga memiliki tingkat kejernihan dan transparansi tinggi yang menghasilkan pengalaman visual superior, mendukung fungsi akuarium sebagai media edukasi, konservasi, dan hiburan (edutainment). Analisis ini mencakup karakteristik utama material akrilik dan dampaknya dalam meningkatkan kualitas serta keamanan desain akuarium besar. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa akrilik adalah solusi unggulan yang membawa manfaat besar dalam pengembangan desain akuarium besar dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan laut. Studi ini memvalidasi peran akrilik sebagai material utama dalam mewujudkan akuarium digital masa depan yang estetis dan fungsional
VIRTUAL REALITY DAN AUGMENTED REALITY DALAM ARSITEKTUR DIGITAL
Perkembangan teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang, termasuk arsitektur. VR dan AR menawarkan cara baru dalam memvisualisasikan, mendesain, dan berinteraksi dengan ruang binaan, membuka peluang bagi terciptanya arsitektur digital yang lebih imersif dan interaktif.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan VR dan AR dalam arsitektur digital, menganalisis manfaat dan tantangan penggunaannya, serta mengeksplorasi potensi pengembangannya di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, artikel, dan website. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan informasi terkait VR dan AR dalam arsitektur digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VR dan AR memberikan manfaat signifikan dalam arsitektur digital, antara lain: meningkatkan efisiensi dan akurasi desain, memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi, serta menciptakan pengalaman imersif bagi pengguna. Namun, terdapat juga tantangan dalam penerapannya, seperti biaya investasi yang tinggi dan kurangnya standar dan regulasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan riset dan pengembangan VR dan AR dalam arsitektur digital, serta pengembangan kerangka kerja yang komprehensif untuk mendukung implementasinya
PENGARUH DESAIN JENDELA DAN ORIENTASI BANGUNAN TERHADAP KENYAMANAN TERMAL RUANG MENGGUNAKAN CBE THERMAL COMFORT TOOL
Kenyamanan termal dalam ruangan merupakan faktor penting dalam desain bangunan, terutama di daerah tropis yang mengalami fluktuasi suhu ekstrem. Desain jendela dan orientasi bangunan memainkan peran signifikan dalam mengatur suhu dan kenyamanan termal dalam ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi desain jendela dan orientasi bangunan terhadap kenyamanan termal dalam ruangan. Metode penelitian dilakukan melalui simulasi menggunakan CBE Thermal Comfort Tool dengan skenario orientasi bangunan yang berbeda (utara, timur, selatan, dan barat) dan variasi desain jendela, termasuk ukuran, jumlah, dan material kaca. Data suhu dan kelembapan diperoleh dari simulasi untuk mengevaluasi kondisi kenyamanan termal sesuai standar ASHRAE 55. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi bangunan dan desain jendela mempengaruhi tingkat kenyamanan termal secara signifikan. Bangunan dengan orientasi utara dan material kaca berinsulasi tinggi menghasilkan kenyamanan termal yang lebih baik, terutama pada jam-jam siang saat intensitas matahari maksimal. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa kombinasi desain jendela yang tepat dan orientasi bangunan yang optimal dapat meningkatkan kenyamanan termal penghuni dan efisiensi energi secara keseluruhan
Editorial Paper: Arsitektur Digital dalam Ragam Penelitian
Dalam beberapa tahun terakhir, arsitektur digital telah menjadi pilar penting dalam penelitian arsitektur, memberikan pendekatan baru pada proses desain dan analisis bangunan. Penggunaan teknologi digital dalam desain arsitektur memungkinkan penghematan waktu serta peningkatan akurasi dalam merencanakan struktur bangunan. Pendekatan berbasis perangkat lunak, seperti Enscape for SketchUp, menjadi alat yang efektif dalam pengembangan pembelajaran bagi mahasiswa arsitektur tahun pertama, khususnya melalui penerapan Virtual Reality (VR). Penggunaan VR memungkinkan mahasiswa untuk mengalami dan memahami ruang dalam lingkungan 3D secara real-time, memberikan pengalaman yang lebih kaya daripada metode pembelajaran tradisional [1]. Selain VR, teknologi Computational Fluid Dynamics (CFD) juga memiliki peran penting dalam desain arsitektur yang berfokus pada kesehatan. Kombinasi CFD dengan teknik air sampling mikroorganisme memungkinkan simulasi aliran udara untuk mencegah transmisi infeksi melalui udara. Hal ini sangat relevan di fasilitas kesehatan, di mana risiko penyebaran patogen di udara dapat diminimalisasi melalui desain yang tepat [2]. Dalam aspek perumahan, penelitian desain smart house pada model hunian tipe 72/105 di Bhagacempaka Residence, Bekasi, menyoroti pentingnya efisiensi energi dan kenyamanan pengguna. Hunian pintar ini dilengkapi dengan fitur-fitur otomasi rumah yang terintegrasi, memberikan kontrol penuh kepada pengguna atas lingkungan rumah mereka, sehingga mendukung konsep hunian modern yang ramah lingkungan [3]. Penerapan arsitektur digital juga tercermin dalam perancangan Tourist Information Center (TIC) di Roa Malaka, Jakarta Barat. Dengan metode insertion, desain TIC menggabungkan unsur modern tanpa mengabaikan konteks budaya lokal, menciptakan bangunan yang fungsional sekaligus mendukung pariwisata [4]. Terakhir, analisis kenyamanan ibadah di masjid-masjid Bekasi mengidentifikasi tiga faktor utama—pencahayaan, suhu, dan akustik—yang dapat ditingkatkan menggunakan arsitektur digital untuk menciptakan pengalaman beribadah yang lebih nyaman bagi jamaah [5]
Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents]
Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents
Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents]
Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents