Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Not a member yet
254 research outputs found
Sort by
AESTHETIC SPACE IN SYNTHETIC CUBISM, INTERPRETATION ANALYSIS OF ARMEN NAZARUDDIN'S PAINTINGS
This study aims to see the aesthetic spaces in synthetic cubism by Armen Nazaruddin. When mastering the techniques, tools and materials that are mastered, the next problem that arises is the application of aesthetic values in the form of works of art. Therefore, describing an experience of having a sense and being intellectual in giving birth to his work of art. This is what the author did to conduct an object study of Armen Nazaruddin's painting, which later could be used as a reference and reference in the development of painting in Indonesia, especially in West Sumatra. This painting really considers the principles of making principles in detail and meticulously as well as the stars of the message and meaning in it. Artists experiment with how to make use of objects around them that have no value to become more appropriate in accordance with the Minang Kabau philosophy, namely, "Nature Takambang Becomes a Teacher". Keywords: Aesthetics, Painting, Synthetic Cubism, ExperimentRuang Estetika Dalam Kubisme Sintetik, Analisis Interpretasi Terhadap Lukisan Armen NazaruddinAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat ruang-ruang estetis dalam kubisme sintetik karya Armen Nazaruddin. Ketika penguasaan teknik, alat dan bahan sudah dikuasai, persoalan selanjutnya yang muncul adalah terapan nilai estetika dalam wujud karya seni. Oleh karena itu, seniman dituntut memiliki suatu kepekaan rasa dan intelektual dalam melahirkan karya seninya. Hal inilah yang mendasari penulis melakukan objek kajian terhadap karya seni lukis Armen Nazaruddin, yang nantinya bisa dijadikan acuan serta referensi dalam perkembangan seni lukis di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat. Lukisan ini sangat mempertimbangkan prinsip-prinsip penyusunan secara detail dan teliti dan juga tersirat pesan dan makna di dalamnya. Seniman senantiasa bereksperimentasi dengan cara memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitarnya yang tidak memiliki nilai menjadi lebih bernilai sesuai dengan falsafah minang kabau yakni “alam takambang jadi guru”. Kata kunci : Estetika, Seni Lukis, Kubisme Sintetik, Eksperimentas
ECO-PRINT HAPA ZOME ON TEXTILES AS ANTITHESIS ENVIRONMENTALLY UNFRIENDLY TEXTILE DYESTUFF
TTextile industry sector waste is one of the environmentally unfriendly problems that is a concern among the fashion world today. Based on this, the researchers designed a textile by applying environmentally friendly art or coloring techniques, namely, zome hapa art. This technique belongs to the type of eco-print or natural printing technique. The motifs designed by researchers in the creation of textiles were chosen using motifs inspired by one of the Balinese cultures, namely the Balinese script. The selection of Balinese script as the main idea in the creation of motifs on textiles aims to show one of the local identities of Bali. Thus, textile products were created that the researchers designed to build the nuances and local characteristics of Bali. This research was conducted using the method of art creation. The method of art creation is a systematic way of creating works of art. The stages of the creation of this work describe the design of the process of creating a work of art in accordance with the stages of creation from getting inspiration (ideas), designing textile motifs to the realization of the work of art. Keywords: Eco-Print; Hapa Zome; Textile DyestuffECO-PRINT HAPA ZOME PADA TEKSTIL SEBAGAI ANTITESIS ENVIRONMENTALLY UNFRIENDLY TEXTILE DYESTUFF AbstrakLimbah sektor industri tekstil adalah salah satu permasalahan enviromentally unfriendly yang menjadi perhatian di kalangan dunia mode saat ini. Berdasarkan hal tersebut maka, peneliti merancang sebuah tekstil dengan menerapkan seni atau teknik pewarnaan yang ramah lingkungan yaitu, seni hapa zome. Teknik ini tergolong dalam jenis eco-print atau teknik cetak alam. Motif yang dirancang peneliti dalam penciptaan tekstil dipilih menggunakan motif yang terinspirasi dari salah satu kebudayaan Bali yaitu, Aksara Bali. Pemilihan Aksara Bali sebagai ide utama dalam penciptaan motif pada tekstil bertujuan untuk memperlihatkan salah satu identitas lokal Bali. Sehingga, tercipta produk tekstil yang peneliti rancang membangun nuansa dan karakteristik lokal Bali. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengunakan metode penciptaan seni. Metode penciptaan seni adalah cara mewujudkan karya seni secara sistematik. Tahapan penciptaan karya ini menguraikan rancangan proses penciptaan karya seni sesuai dengan tahpan-tahapan pengkaryaan sejak mendapat inspirasi (ide), perancangan desain motif tekstil hingga perwujudan hasil karya seni. Kata kunci: Eco-Print; Hapa Zome; Textile Dyestuff AbstrakLimbah sektor industri tekstil adalah salah satu permasalahan enviromentally unfriendly yang menjadi perhatian dikalangan dunia mode saat ini. Berdasarkan hal tersebut maka, peneliti merancang sebuah tekstil dengan menerapkan seni atau teknik pewarnaan yang ramah lingkungan yaitu, seni hapa zome. Teknik ini tergolong dalam jenis eco-print atau teknik cetak alam. Motif yang dirancang peneliti dalam penciptaan tekstil di pilih menggunakan motif yang terinspirasi dari salah satu kebudayaan Bali yaitu, Aksara Bali. Pemilihan Aksara Bali sebagai ide utama dalam penciptaan motif pada tekstil bertujuan untuk menunjukan salah satu identitas lokal Bali. Sehingga, tercipta produk tekstil yang peneliti rancang membangun nuansa dan karakteristik lokal Bali. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengunakan metode penciptaan seni. Metode penciptaan seni adalah cara mewujudkan karya seni secara sistematik. Tahapan penciptaan karya ini menguraikan rancangan proses penciptaan karya seni sesuai dengan tahpan-tahapan pengkaryaan sejak mendapat inspirasi (ide), perancangan desain motif tekstil hingga perwujudan hasil karya seni. Kata kunci: Eco-Print, Hapa Zome, Textile Dyestuf
USED PAPER KEYCHANGING CRAFTS REVIEWING FROM MATERIAL, SHAPE, AND FUNCTION
Keychain crafts not only function as hooks or decorative objects but have been used as promotional tools for various ethnic groups, ranging from the shape of traditional clothing motifs to a variety of traditional foods in Sumatra, the materials used in each craft making will support the craft created and function the use of these crafts, where the key chain craft that is created is not enough as a functional work, it is not enough to only fulfill the functional aspect but requires a touch of beauty to increase its quality and economic value.Keywords: Online Learning; Impact; Effort; Image Shapes.KERAJINAN GANTUNGAN KUNCI KERTAS BEKAS DITINJAU DARI BAHAN, BENTUK DAN FUNGSI AbstrakKerajinan gantungan kunci tidak hanya berfungsi sebagai pengail maupun benda hias saja, namun telah dijadikan sebagai alat promosi berbagai suku, mulai dari bentuk motif pakaian adat maupun ragam makanan khas adat di Sumatera, bahan yang digunakan pada setiap pembuatan kerajinan akan mendukung kerajinan yang tercipta dan fungsi pakai dari kerajinan tersebut, dimana kerajinan gantungan kunci yang diciptakan tidak cukup sebagai karya fungsional tidak cukup hanya memenuhi aspek fungsi saja melainkan memerlukan sentuhan keindahan untuk meningkatkan kualitas dan nilai ekonomisnya.Kata kunci : Pembelajaran Daring; Dampak; Upaya; Gambar Bentuk
JAVA TRADITIONAL DELIVERY RITUAL INSTRUMENTS IN THE WORK OF DODOT BATIK
This article entitled “Javanese Traditional Birth Ritual Devices in Dodot Batik Works” focuses on the process of creating written batik dodot with the idea of Javanese traditional birth ritual tools. Interest in the existence of these devices is starting to be unknown in the community. The fact that conventional Javanese childbirth is no longer used in the early 21st century in Java is clarified by the Minister of Health Regulation (Permenkes) no. 97 of 2014 states that childbirth must be carried out in a health care facility (Fasyankes) through a midwife who is an expert in the field of obstetrics. The purpose of the creation is to create a handmade batik dodot based on the idea of a traditional Javanese birth ritual device that will be applied to the body with a draping technique. The art used is a symbolic concept with the concept of stacking which emphasizes the creation of the components that make up the batik pattern consisting of the main, supporting, and isen-isen motifs. Analysis of the data used using an interpretation method through an aesthetic approach. The steps of creation include 1) research using ethical and emic data sources, 2) experiments emphasizing dye experiments and central motif sketching techniques, 3) contemplating the stage of finding symbols/metaphors, and 4) forming to make arrangements into a design pattern ( prototype). The works created are four dodot works with a length of 106 cm and a width of 520 cm. The work produced is Anjangkepi Gesang with the philosophy of hope that his parents will be able to fulfill all his needs, Ambuka Science with the philosophy of hope that both parents will be able to understand all knowledge, Angganda Arum with the philosophy of hope that both parents will have a beautiful life and happy, Amadangi Jagad with the philosophy of the hope of both parents that one day his son will be able to benefit the environment around him. The dodot created is applied to the body through a draping technique by forming wrinkles, pleats, and drapes.Keywords: Ritual Devices; Javanese Customary Birth; Dodot; Batik. PIRANTI RITUAL PERSALINAN ADAT JAWA DALAM KARYA DODOT BATIK AbstrakArtikel ini berjudul “Piranti Ritual kelahiran Adat Jawa Dalam Karya Dodot Batik” difokuskan pada proses cipta dodot batik tulis dengan ide piranti ritual kelahiran adat Jawa. Ketertarikan pada keberadaan piranti tersebut yang mulai tidak dikenal di tengah masyarakat. Fakta bahwa praktek persalinan adat Jawa sudah tidak lagi digunakan pada awal abad 21 di Jawa diperjelas dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) no. 97 tahun 2014 yang tertulis persalinan harus dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) dengan melalui bidan yang ahli pada bidang obstetri. Tujuan penciptaan adalah menciptakan karya dodot batik tulis bersumber ide piranti ritual kelahiran adat Jawa yang akan diaplikasikan ke tubuh dengan teknik draping. Konsep seni yang digunakan adalah konsep simbolik dengan konsep tata susun yang menekankan penciptaan komponen motif penyusun pola batik terdiri dari motif utama, pendukung dan isen-isen. Analisis data yang digunakan menggunakan metode interpretasi dengan melalui pendekatan estetika. Langkah-langkah penciptaan meliputi 1) riset dengan memanfaatkan sumber data etik dan emik, 2) eksperimen menekankan pada eksperimen bahan pewarna dan teknik skets motif utama, 3) perenungan tahap menemukan simbol/metafora, dan 4) pembentukan melakukan penyusunan menjadi sebuah pola desain (purwa rupa). Karya yang diciptakan berupa empat buah karya dodot dengan panjang 106 cm dan lebar 520 cm. Karya yang dihasilkan adalah Anjangkepi Gesang dengan filosofi harapan kedua orangtua agar kelak putranya mampu mencukupi segala kebutuhannya, Ambuka Ilmu dengan filosofi harapan kedua orangtua agar kelak putranya mampu dalam memahami segala pengetahuan, Angganda Arum dengan filosofi harapan kedua orangtua agar kelak putranya memiliki kehidupan yang indah dan bahagia, Amadhangi Jagad dengan filosofi harapan kedua orangtua agar kelak putranya mampu bermanfaat bagi lingkungan di sekitarnya. Dodot yang telah diciptakan diaplikasikan pada tubuh melalui teknik draping dengan membentuk kerutan, lipitan dan draperi.Kata kunci: Piranti Ritual; Persalinan Adat Jawa; Dodot; Batik
AESTHETIC EXPLORATION OF BAMBOO CRAFT DECORATIVE LIGHTS BASED ON THE CREATIVE INDUSTRY
Crafts or crafts are one of the creative industry sectors. This sector has the opportunity to grow the community's economy, especially for artisans whose areas are available with bamboo plants. In general, the purpose of making decorative lighting products from bamboo, namely as an effort to provide creative ideas for creating decorative lights from bamboo to the community, so that it can stimulate people who have the potential of natural resources from bamboo to be creative, both aims to encourage industrial growth. Creative activities in rural areas, both through groups and individuals, with the hope of increasing economic welfare for rural communities, and thirdly supporting the tourism industry in rural areas. The methodology used is the first exploration, such as research on decorative lighting products from bamboo as a creative idea either directly or via the internet, secondly making several alternative sketches as a process to find the basic form of the work to be made, which is continued at the design stage, thirdly cultivating products with a chisel and joint techniques. The products produced consist of designs and several creations of decorative lights as a source of creative ideas for the creative industry community. Keywords: Exploration; Aesthetics; Creative; Industry; Bamboo.EKSPLORASI ESTETIK KERAJINAN BAMBU LAMPU HIAS BERBASIS INDUSTRI KREATIF AbstrakSeni kriya atau kerajinan merupakan salah satu sektor industri kreatif. Sektor ini memiliki peluang untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat, khususnya bagi pengrajin yang daerahnya tersedia tumbuhan bambu. Secara umum, tujuan pembuatan produk lampu hias dari bahan bambu, yakni sebagai upaya untuk memberikan ide kreatif kreasi lampu hias dari bahan bambu terhadap masyarakat, sehingga dapat menstimulasi bagi masyarakat yang memiliki potensi Sumber Daya Alam dari bambu untuk berkreasi, kedua bertujuan untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif di pedesaan, baik melaui kelompok maupun perorangan dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat desa, ketiga mendukung keberadaan bagi industri pariwisata di daerah pedesaan. Adapun metodologi yang digunakan adalah pertama eksplorasi, sperti riset terhadap produk lampu hias dari bambu sebagai ide penciptaan baik secara langsung maupun melalui internet, kedua membuat beberapa sketsa alternatif sebagai proses untuk menemukan bentuk dasar dari karya yang akan dibuat yang dilanjutkan pada tahapan desain, ketiga penggarapan produk dengan teknik pahat dan sambunga. Adapun produk yang dihasilkan terdiri dari desain dan beberapa kreasi lampu hias sebagai sumber ide kreatif bagi masyarakat pelaku industri kreatif.Kata kunci: Eksplorasi; Estetik; Kreatif; Industri; Bamb
APPLICATION OF SCANDINAVIAN CONCEPT OF DESIGN IN RESIDENTIAL HOUSE TROPICAL CLIMATE
Scandinavian homes are very popular and are often chosen for their undeniable quality The country of Indonesia, which is located on the equator, causes regions in Indonesia to have a tropical climate or often called a hot climate. Tropical climates have many natural resources, both from sunlight and trees and natural rocks. A house that functions as a place/place should be able to provide optimal comfort as a whole so that the people in it can carry out their daily activities properly. Scandinavian house types are popular and are often chosen because of the undoubted quality and level of comfort. Both in terms of exterior aesthetics that look attractive, as well as interior comfort, or interior arrangement style. This study aims to provide design solutions for people who will build houses and at the same time introduce Scandinavian concepts to the community to be applied when building interior houses. The results of the application of this concept will be seen in the form of interior elements that form a space that displays simplicity and minimalism, this difference occurs in the use of materials in each area and the processing of forms that are applied to the furniture of each room. The effect of the creation of this design is to create a comfortable atmosphere in the tropics so that homeowners feel more comfortable and safe with tropical conditions. Keywords: Interior; Scandinavian; Tropical.PENERAPAN KONSEP SCANDINAVIAN DESAIN PADA RUMAH TINGGAL BERIKLIM TROPIS AbstrakNegara Indonesia yang berada di garis khatulistiwa mengakibatkan wilayah-wilayah di Indonesia memiliki iklim tropis atau sering disebut iklim panas. Wilayah beriklim tropis memiliki sumber daya alam yang banyak, baik dari sinar matahari maupun pepohonan serta bebatuan alam. Rumah tinggal yang berfungsi sebagai wadah/tempat seharusnya dapat memberikan kenyamanan yang optimal secara keseluruhan agar manusia di dalamnya dapat beraktifitas sehari-hari dengan baik. Tipe rumah Scandinavian populer dan sering dipilih karena kualitas tingkat kenyamanan yang sudah tidak perlu diragukan lagi. Baik dari segi estetika eksterior yang terlihat menarik, maupun kenyamanan bagian dalam, atau gaya penataan interior. Penelitian ini bertujuan agar dapat memberikan solusi desain bagi masyarakat yang akan membangun rumah dan sekaligus memperkenalkan konsep Scandinavian kepada masyarakat untuk diterapkan saat pembangunan interior rumah. Hasil dari pengaplikasian konsep ini akan terlihat bentuk elemen interior pembentuk ruang yang menampilkan kesederhanaan dan minimalis, perbedaan ini terjadi pada pemakaian material pada setiap area serta pengolahan bentuk yang diaplikasikan pada furniture setiap ruangan. Efek pada penciptaan perancangan ini yaitu menciptakan suasana yang nyaman pada daerah tropis, sehingga pemilik rumah merasa lebih nyaman dan aman dengan kondisi daerah yang tropis. Kata Kunci: Interior; Scandinavian; Tropis
BECOMING UNGGAN WOMEN: SUBJECTIVITY AND INDIVIDUALITY
The women who play music in Nagari Unggan are Minangkabau women. Nagari Unggan women's freedom to play music without men is an anomaly for the Minangkabau indigenous people. Women's liberation becomes something discordant or taboo. His present free existence can be in the form of subordination, and vice versa can be in respect and emancipation. This paper will reveal the free event of the Unggan Woman as becoming or becoming a woman to being Parewa. This research on the narrative of female music players from Calempong Unggan was analyzed using the Deleuze concept; becoming, subjectivity, and individuation occur, but first, the discussion starts from subjectivity and individuation. Meanwhile, Becoming a form of being an Unggan woman is a novelty for Unggan women for their freedom to play calempong. The Woman's narrative was built using qualitative analysis methods through life history ethnography, in the form of reports of women's lives in the Calempong performance room, especially musical players who are experienced in telling their experiences—starting from the narrative of past livesBECOMING PEREMPUAN UNGGAN: SUBJEKTIVITAS DAN INDIVIDUASI AbstrakPerempuan yang bermain musik di Nagari Unggan adalah perempuan Minangkabau. Kebebasan perempuan Nagari Unggan bermain musik tanpa didampingi laki-laki menjadi sesuatu yang anomali bagi masyarakat adat Minangkabau. Kebebasan perempuan itu menjadi sesuatu yang sumbang atau tabu. Keberadaanya sekarang yang bebas itu bisa berupa subordinasi dan sebaliknya bisa berupa penghormatan dan emansipatif. Tulisan ini akan mengungkapkan peristiwa bebas perempuan Unggan itu sebagai becoming atau kemenjadian perempaun menjadi Parewa. Hasil dari penelitian narasi perempuan pemain musik Calempong Unggan ini di analisis menggunakan konsep Deleuze; becoming, subjektivitas dan individuasi, yang terjadi di dalamnya, namun terlebih dahulu diskusi dimulai dari subjektivitas dan individuasi. Sedangkan becoming sebagai bentuk kemenjadian perempuan Unggan menjadi kebaruan perempuan Unggan atas kebebasannya bermain calempong. Narasi Perempuan Ungggan tersebut dibangun dengan metode analisis kualitatif melalui etnografi life history, berupa narasi kehidupan perempuan dalam ruang pertunjukan calempong, terutama pemain musik yang benar-benar berpengalaman menceritakan pengalamannya. Mulai dari narasi kehidupan masa lalu, masa sekarang untuk membangun masa depan perempuan Unggan sebagai pemain musik perempuan yang bebas di Minangkabau
RATOH GAKI: AESTHETIC-ARTISTIC DEFORMATION OF CONTEMPORARY DANCE MOVEMENT
Aceh merupakan provinsi yang berada di ujung pulau Sumatera. Provinsi ini memiliki banyak tari tradisional (lagu-tari) yang dimainkan dalam posisi duduk, diantaranya: Ratoh Duek, Saman Gayo, Likok Pulo, Ratoh Taloe, Ratoh Bantai, Rateb Meusekat, Rapai Geleng dan lain-lain (O’Sullivan 2011). Secara kasat mata, kesenian ini terlihat sama antara satu dengan lainnya, tetapi apabila dilihat lebih dalam, maka setiap tari ini memiliki perbedaan dan karakteristik tersendiri. Teknik perkusi tubuh (peh badan) dalam Ratoh Duek menjadi ide artistik dalam penciptaan karya ini. Ratoh dalam bahasa Aceh berarti mengoceh atau bercerita secara terus menerus, sedangkan Duek berarti duduk. Pengkarya mempelajari tari ini saat masih berusia 11 tahun. Ratoh Duek awalnya ditarikan oleh penari pria, tetapi dalam perkembanganya tari ini boleh ditarikan oleh penari wanita. Pada bentuk penyajiannya, gerak ketangkasan yang memukau dan presisi (ketepatan) serta mengisyaratkan kedisiplinan yang luar biasa, menghasilkan pertunjukan yang unik, atraktif, tentu saja memantik daya pukau secara estetik dan artistik. Di deskripsikan berdasarkan data-data yang didokumentasikan selama proses penciptaan, artikel ini mencoba memperlihatkan dari proses, analisis dan bentuk penyajian sebuah karya tari berjudul Ratoh Gaki dengan spirit lokal budaya Ace
LAMB OF GOD SONG GABRIEL EDY LANGGU'S WORK AS A FORM OF INCULTURATION AT THE CATHOLIC CHURCH OF SANTA MARIA ASSUMPTA KUPANG – NTT
This research aimed to get deeper understanding about connection between music and the inculturation in the catholic church.. The form of the song Anak Domba Allah which is composed by Gabriel Edy Langgu that used East Manggaraians song’s motif gelang lite cela d’ into the part of his ordinarium mass. The song Anak Domba Allah is inculturation song form for the mass which is often used by the lay and clergy in Maria Assumpta Church, Kupang. The form of the song is not understood by all people in that church. The methodology used is to analyze in musicological the song Anak Domba Allah form. This song can be accepted and help people to worship in appreciation of the faith. Catholic churches in Kupang City has a role in preserving the ordinarium songs tangible inculturation.Keywords: Music Inculturation; Song Form Anak Domba AllahLAGU ANAK DOMBA ALLAH KARYA GABRIEL EDY LANGGU SEBAGAI WUJUD INKULTURASI DI GEREJA KATOLIK SANTA MARIA ASSUMPTA KUPANG – NTT AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang keterkaitan antara musik dengan inkulturasi di gereja katolik. Bentuk lagu Anak Domba Allah yang digubah oleh Gabriel Edy Langgu yang menggunakan motif lagu Manggarai Timur gelang lite cela d' menjadi bagian dari ordinarium misanya. Lagu Anak Domba Allah merupakan bentuk lagu inkulturasi untuk misa yang sering digunakan oleh kaum awam dan rohaniawan di Gereja Maria Assumpta-Kupang. Bentuk lagunya tidak dipahami oleh semua orang di gereja itu. Metodologi yang digunakan adalah menganalisis secara musikologis bentuk lagu Anak Domba Allah. Lagu ini kemudian dapat diterima dan membantu orang untuk beribadah sebagai apresiasi iman. Gereja Katolik di Kota Kupang memiliki peran dalam melestarikan ordinarium lagu-lagu yang berwujud inkulturasi.Kata kunci: Inkulturasi Musik; Bentuk lagu Anak Domba Alla
ANALYSIS OF SURGA YANG TAK DIRINDUKAN 2 FILMS FROM MISE EN SCENE PERSFECTIVE
The film Surga Yang Tak Dirindukan 2 is a fiction film in the form of drama. This film started from a novel by Asma Nadia and was later filmed by Director Hanung Bramantyo. This film is able to arouse the emotions of the audience through its dramatic story. The storyline gives an interesting impression to the audience. The story presents every scene from exposure to conflict resolution. A film with an interesting story will not be conveyed to the audience if the cinematic dont support the storyline. The film Surga Yang Tak Dirindukan 2 also has a quality goal with narrative and cinematic elements in the story. Narrative elements affect the content of the story while cinematic elements affect the packaging of the story. One of them is mise en scene. This study will discuss the cinematic elements in the film Surga Yang Tak Dirindukan 2 with a qualitative descriptive method with a mise en scene theory approach. Key Words: Film Surga Yang Tak Dirindukan 2; Sinematik; Mise en SceneANALISIS FILM YANG TAK DIRINDUKAN 2 DITINJAU DARI SUDUT PANDANG MISE EN SCENEAbstrakFilm Surga Yang Tak Dirindukan 2 merupakan sebuah film fiksi berbetuk drama. Film ini berawal dari sebuah novel karya Asma Nadia dan kemudian di filmkan oleh Sutradara Hanung Bramantyo. Film ini mampu menggungah emosi penonton melalui dramatik ceritanya. Alur ceritanya memberikan kesan yang menarik kepada penonton. Ceritanya menyajikan tiap adegan dari paparan hingga konflik penyelsaiain. Film dengan cerita yang menarik tidak akan tersampaikan kepada penonton jika sinematiknya tidak mendukung jalan ceritanya. Film Surga Yang Tak Dirindukan 2 ini juga memiliki tujuan yang berkualitas dengan adanya unsur naratif dan sinematik di dalam ceritanya. Unsur naratif berpengaruh kepada isi cerita sedangkan unsur sinematik berpengaruh terhadap pengemasan ceritanya. Salah satunya adalah mise en scene. Penelitian ini akan membahas tentang Unsur sinematik pada Film Surga Yang Tak Dirindukan 2 dengan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori mise en scene.Kata Kunci: Film Surga Yang Tak Dirindukan 2; Sinematik; Mise en Scen