Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Not a member yet
254 research outputs found
Sort by
BENTUK PENYAJIAN TARI PIRING DI DAERAH GUGUAK PARIANGAN KABUPATEN TANAH DATAR
Tari Piring di daerah Guguak Pariangan, memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan tari Piring di daerah lain di Minangkabau.terutama dari segi konsep dan bentuk penyajiannya. Dari segi konsep, tari Piring adalah sebuah paket pertunjukan yang di dalamnya terdapat properti piring, saputangan dan pisau. Tradisi tari Piring ditarikan oleh empat orang penari laki-laki dengan ketentuan dua orang menggunakan properti piring, satu orang menggunakan properti sapu tangan dan satu orang menggunakan pisau. Keempat penari ini menari bersama- sama mengikuti bunyi musik pengiringnya. Alat musik pengiringnya adalah gandang katindiak, talempong pacik, pupuik gadang (terbuat dari daun kelapa), dan kostum yang digunakan adalah baju milik (baju randai) , endong, sesamping sarung bugis dan destar. Pertunjukan tari Piring ini biasanya ditampilkan pada acara pacu jawi, dan upacara perkawinan. Namun dalam perkembangan zaman tari ini bisa ditampilkan kapan saja sesuai dengan permintaan.
MUSIK MELAYU GHAZAL RIAU DALAM KAJIAN ESTETIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap musik Melayu Ghazal yang ada di Riau dan Desa Pulau Penyengat. Penelitian mengungkap konsep tentang Estetika, latar belakang keberadaan, fungsi musik Melayu Ghazal dalam masyarakat dan bagaimana ketertarikan masyarakat terhadap musik tersebut, ditinjau dari estetika. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif dengan metode deskriftif analisis. Musik Melayu Ghazal didominasi oleh instrumen seperti: Harmonium, Tabla, Marakas, Gitar, dan Biola, musik Melayu Ghazal yang mempunyai unsur Melodi, harmoni, Ritme dan nada. Kemudian dari pada itu estetika adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan, yang mempelajari semua aspek dari apa yang kita sebut “ke-indahan”. Hasil penelitian dan pembahasannya, menunjukan bahwa musik Melayu Ghazal jika dihayati dengan sungguh-sungguh akan dapat dirasakan keindahan irama seninya yang lembut dan mendayu-dayu, serta dengan tersusunnya harmoni yang apik atau melodi yang menyentuh perasaan atau jiwa dalam diri seseorang
DAMPAK SENI BORDIR KOMPUTER DI BUKITTINGGI SUMATERA BARAT
Artikel ini menyajikan tentang dampak dari penggunaan mesin bordir yangdilakukan oleh pelaku usaha bordir di kota Bukittinggi. Mesin bordir komputermemiliki keunggulan dari segi kapasitas produksi. Bordir komputer memilikinilai strategis dalam sistem budaya dan perekonomian sebagian masyarakat.Menggunakan data kualitatif yang menekankan para pelaku usaha bordir yangtersebar di Pasar Aur Kuning, Bukittinggi, maka data tersebut disajikan secaradeskriptif menggunakan teori bentuk dan sosiologi. Dari hasil penelitianditemukan bahwa Usaha bordir komputer dikembangkan di daerah Bukittinggiberdampak terhadap faktor ekonomi, banyak pengusaha membuka jenis usaha inidengan merekrut pekerja. Jenis usaha tersebut diyakini menjanjikan dikarenakankota Bukittinggi sebagai kota wisata, banyak wisatawan tertarik dengan hasilkerajinan ini
AKSARA INCUNG KERINCI SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN SENI KRIYA
Aksara Incung Kerinci merupakan naskah kuno yang dipakai oleh suku Kerinci pada dahulunya sebagai wahana untuk menulis sastra, hukum adat, dan mantera- mantera yang ditulis pada kulit kayu, tanduk kerbau, bambu dan daun lontar. Aksara Incung digunakan sebagai sumber penciptaan karya. Penciptaan karya ini melalui tiga tahap, yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan melalui pencarian bentuk seni kriya yang baru, kreatif, dan inovatif, dengan tidak meninggalkan kaidah-kaidah seni rupa modern. Perwujudan karya menggunakan media kayu, serbuk kayu, logam kuningan, logam besi, dan bambu. Penciptaan karya seni kriya ini dapat menjadi media sebagai pengembangan aksara Incung Kerinc
KEHIDUPAN MUSIK TAHURI MASYARAKAT NEGERI HUTUMURI, KECAMATAN LEITIMUR SELATAN, KOTAMADYA AMBON DALAM KONTEKS BUDAYA
Musik Tahuri adalah jenis musik tiup (aerophone) tradisi Maluku yang tumbuh, hidup dan berkembang di masyarakat Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kotamadya Ambon, sejak tahun 1960-an secara turun-temurun dari generasi ke generasi.. Menggunakan data-data kualitatif berdasarkan observasi dan wawancara, maka tulisan ini menjelaskan tentang kehidupan musik Tahuri dan konteks budaya yang melingkupi musik Tahuri tersebut. Menggunakan konsep analisis musik tradisi Nusantara, temuan penelitian mengungkapkan bahwa Musik Tahuri berada dalam tanggung jawab soa Puasel, yang terdapat beberapa marga atau mataruma. Namun yang lebih bertanggung jawab pada garis keturunan (mataruma) marga Horhoruw yang merupakan bentuk representasi kolektif masyarakatnya
EKSPLORASI PASIR SEBAGAI TEKNIK CITY SCAPE LUKISAN
Keindahan alam adalah anugerah yang diciptakan oleh Sang Pencipta, dan kota- kota yang dibuat oleh manusia. Kondisi alam dan manusia yang teratur memberi inspirasi dan dijadikan objek dalam berkarya. Ide dan gagasan karya timbul dari pengalaman pribadi karena keindahan alam yang sering tampak memberikan daya tarik tersendiri. Pemandangan alam yang dijadikan objek karya adalah pemandangan alam yang ada di Sumatera Barat dan Grenada. Dua Pemandangan Alam yang berbeda tersebut disatukan dalam sebuah lukisan. Objek pemandangan tersebut juga dikombinasikan dengan beberapa pemandangan lainnya, seperti matahari terbenam. Tekstur pasir memberikan karakteristik khas dibuat pada karya.Teknik melukis yang digunakan teknik plakat. Plakat adalah teknik melukis yang menggunakan cat minyak, cat poster, cat akrilik, dan menggunakan goresan yang tebal, sehingga menghasilkan warna pekat dan padat, sehingga menimbulkan tekstur yang kasar atau nyata
PERKEMBANGAN MUSIK DOL DI KOTA BENGKULU
Ensamble dol merupakan rangkaian musik untuk mengiringi dan sebagai pelengkap dalam upacara tabot. Berdasarkan aktivitas dan interaksi masyarakat Bengkulu mengenai peran musik dol tersebut, permasalahan untuk diteliti, yakni bagaimana perkembangan musik dol di kota Bengkulu. Adapun metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk membantu membahas masalah tersebut dan memfokuskan deskripsi analisis. Perkembangan yang terjadi pada musik dol setelah dilakukan penelitian yakni pertama : musik dol yang sebelumnya sebagai media pendukung dalam suatu upacara, beralih fungsi menjadi sebuah pertunjukan komposisi musik yang disajikan untuk mengisi acara-acara umum di kota Bengkulu. Kedua : musik dol sebagai instrumen pelengkap dalam komposisi garapan baru. Ketiga : musik dol juga dijadikan sebagai bahan ajar di Sekolah dan Sanggar, hal ini berfungsi sebagai upaya pewarisan terhadap generasi baru dan juga merupakan upaya mendapatkan identitas kesenian tradisi kota Bengkulu serta menjadi aset bagi pariwisata kota Bengkulu
SUNTIANG GADANG DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT PADANGPARIAMAN
Suntiang gadang merupakan hiasan kepala pengantin perempuan diMinangkabau, khususnya di Kabupaten Padangpariaman. Secara visualsuntianggadang memiliki tampilan yang sangat menarik, selain terpancar dariwarnanya juga didukung oleh keberagaman hiasan yang tertata di dalamnya.Ragam hias tersebut diambil dari bentuk alam yang dikelompokkan ke dalambentuk motif tumbuhan dan motif binatang. Keberagaman hiasan yang terdapatpada suntiang tidak saja bertujuan untuk memberi keindahan dan kecantikan bagiorangnya, juga terkandung pesan-pesan moral yang ditujukan untuk keduamempelai dan akan menjadi panutan dalam hidup rumah tangg
SENI KERAJINAN BORDIR HJ.ROSMA: FUNGSI PERSONAL DAN FISIK
Kerajinan bordir Hj. Rosma terdapat di Ampek Angkek Canduang, sebuah nagari di kabupaten Agam Sumatra Barat yang merupakan salah satu daerah sentra seni kerajinan bordir yang sedang tumbuh dan berkembang. Kegiatan membordir merupakan kegiatan perekonomian yang selain memiliki fungsi personal yaitu ekspresi dari Hj. Rosma dalam membuat motif-motif baru yang cantik dan menarik, dan memiliki fungsi fisik. Seni kerajinan bordir Hj. Rosma sebagai salah satu bentuk budaya tradisional berawal dari memproduksi perlengkapan rumah tangga yang berkembang menjadi produk fasion. Corak ragam hias yang terdapat pada bordiran Hj. Rosma adalah motif tumbuh-tumbuhan dalam bentuk bunga mawar, melati, kaluak paku dan motif geometris. Produk yang dihasilkan Rosma diantaranya adalah: mukenah, jilbab, baju kurung dan kebaya. Semua itu menunjukkan kemampuan Rosma dalam menciptakan ragam hias yang diilhami dari konsep “alam takambang jadi guru”. Nilai-nilai keindahan kain bordir secara visual bisa dilihat dari bentuk ragam hias yang ditampilkan, maupun dari fungsi kain bordir yang dihasilka
PENAMPILAN JALAN KEPANG DI SAWAHLUNTO: SEBUAH DISKURSUS SENI POSKOLONIAL
Jalan Kepang merupakan nama salah satu seni penampilan rakyat di Sawahlunto, Sumatera Barat, yang memiliki kemiripan nama dengan salah satu kesenian di pulau Jawa. Keunikan jalan kepang mendorong sebuah kebutuhan untuk memahami maknanya secara lebih jauh. Melalui pembacaan yang meminjam metode semiotika atas foto-foto penampilan Jalan Kepang, terbukti bahwa kesenian ini memiliki ciri-ciri yang mirip sekaligus berbeda dengan jaran kepang di Pulau Jawa. Fakta itu menghadirkan kebutuhan untuk membaca konteks masyarakat pendukung kesenian ini, yakni masyarakat ‘orang rante’. Hubungan antara teks penampilan dengan konteks sejarah dan budaya ‘orang rante’ menunjukkan bahwa kesenian ini merupakan bentuk mimikri, yang berfungsi sebagai ritual komunitas. Secara keseluruhan, jalan kepang adalah bentuk peristiwa budaya poskolonial, yang memantulkan narasi sejarah dan pengalaman masa kolonial dari masalalu komunitas ‘orang rante’